Oppa part 19

Sangmi dan Teukie kembali ke rumah, di sana masih terlihat bibi Jung dan Wookie menunggu dengan wajah cemas.
Wookie hanya termenung, Sangmi tidak berani mendekat padanya. Sangmi tidak tau harus bagaimana dan mengatakan apa pada Wookie yang sebenarnya adalah Oppa kandungny meskipun tidak satu ibu.
Bibi Jung merasa sangat bersalah telah mengatakan kebenaran ini, tapi tidak ada pilihan lain selain mengatakanny pada anak-anak ini sebelum mereka menderita lebih jauh lagi. Mungkin ini akan bagus untuk Wookie, tapi bagaimana dengan Teukie dan Sangmi yang telah dari kecil bersama dan mereka sudah sangat dekat sebagai saudara.
“aku ingin mengatakan sesuatu.” Kata Wookie memecah kesunyian ini.
“katakanlah.” Ujar bibi Jung pelan.
“aku mendengar appa-ku mengatakan kalau dialah yang membunuh Appa kandungku bersama dengan istrinya. Awalnya aku tidak tau kalau mereka orangtua Sangmi.” jelas Wookie dengan wajah yang sangat ketakutan.
“tenanglah….aku sudah tau.” Kata bibi Jung sambil mengusap lembut kepala Wookie untuk menenangkannya.
“maksud bibi?” tanya Teukie bingung.
“Hankyung juga tau, dia mengatakan padaku kalau jangan mempermasalahkan lebih lanjut. Anggap saja ini memang sebuah kecelakaan dan jauhkan Teukie dan Sangmi dari keluarga mereka. Itulah pesannya yang terakhir padaku.” Jelas bibi Jung dengan airmata yang mulai membasahi pipinya lagi.
Teukie, Sangmi dan Wookie terkejut dan tidak percaya tentang kejadian ini. Tapi ini memang sudah terjadi dan sampai sekarang belum berakhir.
“lalu bibi membawa kita menjauhi mereka, bagaimana dengan semua perusahaan appa?” tanya Teukie yang semakin bingung dengan cerita bibi Jung.
“harta, perusahaan, rumah semua di rampas oleh Kangin. Dia mengambil semuanya dengan mengelabui appa-mu karena mereka dulu adalah rekan bisnis yang sangat dekat. Aku tidak tau pasti cara licik dia tapi yang pasti kalian kehilangan semuanya.” Jawab bibi Jung.
“kita hidup dari uang asuransi orangtua kalian, dan untung Teukie selalu dapat beasiswa sehingga bibi lebih ringan mengatur keuangan. Tapi appa Hyukie juga banyak membantu karena dulu Hankyung pernah menyelamatkan keluarga mereka, jadinya keluarga mereka sangat baik dan tetap dekat dengan kita sampai sekarang.” Jelas bibi Jung lagi dan Teukie mulai mengerti keadaan keluarga ini. Tampak Sangmi sangat kebingungan, Sangmi tidak begitu mengerti apa yang di sampaikan bibi Jung.
“pantas saja aku merasa tidak asing dengan rumah itu” kata Teukie dalam hati.
“jadi kita harus bagaimana?” tanya Sangmi yang benar-benar kebingungan.
“jangan pikirkan tentang masa lalu, kalian hiduplah dengan memandang kedepan. Biarlah kenangan pahit orangtua kalian terkubur bersama mereka. Jangan menjadi beban dan itulah yang diinginkan Hankyung, Vie dan Kheynie. Pasti akan sulit bagi kalian, tapi kalian harus tetap bersama setelah tau kebenaran yang seharusnya kalian tau.” Bibi Jung lalu pergi meniggalkan mereka yang terdiam dan membisu disana.

Teukie diam membisu begitu juga Wookie dan Sangmi memandang keduanya dengan tatapan bingung. Kemudian Wookie berbaring dan menarik selimutnya untuk menutupi seluruh badannya yang menggigil kedinginan.
“Wookie kau kenapa?” tanya Sangmi yang beranjak dari tempatny amenuju kea rah Wookie yang membuatnya cemas.
“Áku anak yang tidak diinginkan.” Jawab Wookie dengan suara yang sangat lemas.
“tidak….aku sayang padamu dan kami menerimamu disini. Kita saudara, kita dilahirkan dengan satu ayah.” Sangmi kemudian mendekap Wookie yang memejamkan matanya, tapi Sangmi tau dia tidak tidur.
“aku tau, aku lebih beruntung dibandingkan denganmu karena aku masih punya oppa yang begitu sayang padaku. Tapi aku juga menyayangimu, kita semua disini sayng padamu. Wookie, menangislah…jangan kau tahan.” Jelas Sangmi yang terus memeluknya.
Kemudian terdengar isak tangis Wookie, perlahan-lahan dia menangis, sedih dan lega semua bercampur jadi satu. Dia sedih karena kehidupanya yang jauh dari bahagia, dan lega ternyata dia mempunyai keluarga yang sayang padanya.
Ini pertama kalinya sejak dia tidak pernah menangis, dan sekarang ia dapat menumpahkan airmatanya lagi.

Teukie hanya bisa menghela napas dan keluar meninggalkan mereka berdua, dan saat membuka pintu kamar Hanna juga mau masuk tapi di cegah olehnya. Hanna sempat melihat Sangmi memeluk Wookie di dalam dan perasaanya kacau, hatinya sangat sakit.
“kita jangan ganggu mereka dulu, biarkan mereka berdua.” Ujar Teukie pada Hanna yang memandang Wookie dan Sangmi.

Hanna terlihat sedih tapi ditahan olehnya karena dia akan jadi gadis yang riang dan itu semua untuk Wookie. Dia akan memberikan kebahagiaan untuk Wookie dan orang-orang di sekelilingnya.

Malam pun tiba, keadaan mereka juga semakin membaik. Teukie dan Sangmi sudah seperti biasa meskipun ada rasa canggung di hati mereka tapi itu mereka tepis jauh-jauh.
“Teukie…Sangmi, kalian tidak apa-apa kan?” tanya bibi Jung yang Khawatir dengan keadaan mereka karena sudah mengetahui status masing-masing.
“tidak apa-apa bi…aku tetap sayang oppa kok, karna selamanya oppa adalah oppa-ku.” Jawab Sangmi dengan wajah yang ceria, Teukie kemudian tertawa dan mencubit pipi Sangmi.
“Hanna Kemana ?” tanya Sangmi yang sejak tadi tidak melihatnya.
“tadi dia masak bubur dan sekarang ke kamar, katanya mau menemani Wookie makan.” Jawab Bibi Jung sambil membereskan meja makan.

Di kamar, Wookie sedang duduk dan di bujuk Hanna untuk makan. Tapi Wookie tetap diam dan tidak menyentuh bubur itu sedikitpun.
Hanna terus membujuknya sampai Wookie tidak tahan dan emosinya pun meluap.
“AKU TIDAK MAU DAN JANGAN MENGURUSIKU. KENAPA KAU TIDAK PULANG SAJA???? PERGIIII!!!!.” Teriak Wookie yang membuat semua orang kaget.
Sangmi tergesa-gesa berlari kearah kamar diikuti oleh Teukie dan mereka melihat Hanna berlari keluar kamar kemudian ke depan sambil menangis.
“Wookie…apa yang terjadi?” tanya Sangmi yang heran melihat wajah Wookie yang kelihatan tidak senang.
Wookie hanya menggelengkan kepalanya.
“kau tidak boleh begitu, Hanna sudah susah payah menjagamu. Kau tau waktu kau menghilang dia mencarimu kemana-mana. Sampai berlari ke sini di tengah malam dan hujan.” Jelas Sangmi padanya dan Wookie hanya tertegun sejenak kemudian menundukkan kepalanya lagi.
“kau tidak menyukainya?” tanya Sangmi lagi.
Wookie hanya menggeleng saja. “lalu kenapa?”
“waktu pertama bertemu, aku luhat senyumnya seperti ibuku dan aku tidak mau melihatnya begitu karena aku takut kehilangan lagi. Seperti ibuku yang meninggalkan aku. Tapi aku juga menyukainya meskipun aku kesal karena appa menjodohkan aku tapi aku memang menyukainya. Cuma aku tidak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya.” Jawab Wookie yang menmbuat Sangmi menghela napas panjang.
“kau aneh…suka kenapa tidak di kejar? Malah menjauhi, kalu begini kau benar-benar akan kehilangan.”

20 thoughts on “Oppa part 19

  1. suka ..
    tpi malah ngejauhi !’
    wookie bodo !’
    sma aj wookie ama d***i !’
    pengecut !’
    pengecut yg takut kehilangan cnta untk k’2 x a !’
    ah ,
    lamjot ..
    hwaiting ka kel !’

  2. lho, ternyata wookie suka ma hanna?
    kirain bakal ada cinta segitiga antara wookie dan tuekie,
    yaudah deh,
    k kel, lanjut yoo~~~

  3. wookie !
    semangat
    sangmi!
    semangat
    teuki!
    semangat
    Hanna!
    semangat
    Kelteuk eonni!
    semangat
    FFnya keren banget.
    Lanjutkan .!!!!

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s