PG: 15 to 17, maybe?
Sudah genap satu bulan statusku berubah. Sekarang aku menjadi Cho Sooran bukan lagi Shin Sooran. Di usiaku yang relatif masih muda, aku sudah menikah dengan seorang pria bernama Cho Kyuhyun. Usia kami berdua terpaut 4 tahun, sekarang usiaku baru genap 19 tahun. Kami berdua memutuskan membangun sebuah keluarga tanpa dasar cinta. Keputusan yang kami ambil ini semata hanya untuk membahagiakan kedua orang tua kami saja.
Entah, apakah ini merupakan awal penderitaanku atau justru sebaliknya. Patung es, aku menyebutnya patung es karena sikapnya yang sedingin es. Dia selalu bersikap dingin kepadaku. Selama aku mengenalnya, aku baru beberapa kali saja melihatnya tersenyum. Dia tersenyum hanya di hadapan kedua orang tua kami, dan dihari pernikahan kami saja. Setelah menikah, kami hanya tinggal berdua saja di sebuah rumah sederhana di dekat tempatnya bekerja. Selama satu bulan ini aku berusaha menjadi selayaknya istri yang baik baginya. Entah, apakah kami sanggup membangun sebuah keluarga yang bahagia, padahal kami berdua tidak saling mencintai. Tepatnya, dia mencintai wanita lain. Sedangkan aku, aku masih mencintai seseorang yang tak akan bisa kuraih lagi. Seseorang yang sudah tenang dalam kehidupannya yang baru.
Aku melirik ke samping. Patung es itu sudah tertidur pulas. Hari ini memang melelahkan, seharian ini kami sibuk dengan kesibukan kami, aku dengan kuliahku dan dia dengan pekerjaannya. Aku menatap wajah patung es itu, wajahnya sangat tampan. Ya, aku tidak memungkiri kalau patung es itu memiliki wajah yang sangat tampan. Ah! Ada apa denganku. Aku memejamkan mataku, berusaha untuk tertidur.
@@@
Paginya, setelah mandi aku langsung bergegas ke dapur untuk membuatkan sarapan untuknya. Kegiatan rutinku setiap pagi setelah menjadi istrinya. Biar bagaimanapun dia adalah suamiku sekarang, cinta atau tidak, aku tetap harus melayaninya sebaik mungkin. Pagi ini aku membuatkan jajangmyeon, makanan kesukaannya.
“Gulanya dimana?” sebuah suara mengejutkanku.
“Aww,” pekikku.
Jariku teriris pisau, darah segar mengalir dari luka bekas irisan. Sebuah tangan meraih jariku, aku hanya terbengong saat pemilik tangan itu yang ternyata Kyuhyun menghisap darah di jariku itu. Dia lalu melilitkan kain untuk menghentikan aliran darahnya. Aku hanya terdiam, seluruh tenagaku lenyap, aku takut melihat darah. Pria itu sudah berdiri di hadapanku, menaruh kotak P3K di meja. Dia mengeluarkan antiseptic dan plester dari dalam kotak itu. Kyuhyun lalu mengoleskan antiseptic itu ke luka di jariku dengan hati-hati setelah itu memakaikan plester untuk menutupi lukanya.
“Gomawo”
Dia hanya mengangguk, lalu berjalan ke tempat dimana kami biasa menyimpan kotak P3K itu.
“Gulanya dimana?” tanyanya.
“Di dalam kulkas” jawabku.
Aku kembali menekuni pekerjaanku untuk membuat sarapan untuknya. Selama aku memasak, dia hanya duduk di meja makan sambil membaca koran dan sesekali meminum kopi hitam favoritnya. Ia sudah rapi dengan baju dinasnya. Setelah makanannya jadi, aku langsung menghidangkan di hadapannya.
Dia memakan sarapan itu dalam diam. Aku senang melihatnya, setiap hari dia selalu menghabiskan sarapan apapun yang aku buatkan untuknya tanpa mengeluh kecuali kalau aku sudah memasukkan unsur sayuran ke dalam makanannya, dia pasti akan memasang tampang masam. Tapi dia akan tetap memakan makanan itu dengan menyisakan sayuran di piring tentunya. Sebenarnya dia memang tidak jahat, hanya sikapnya saja yang kelewat dingin.
Dia mengelap mulutnya dengan serbet, kemudian meminum susu yang aku buat hingga tandas.
“Bisa tolong ambilkan tasku di kamar” katanya.
Aku mengangguk, berjalan menuju kamar kami. Sedang dia menungguku di teras depan.
“Ini”
“Gomawo” dia berjalan ke arah audi hitamnya. Mobil itu kini sudah menghilang dari pandangan mataku.
@@@
Sudah genap tiga bulan aku menjadi istri seorang Cho Kyuhyun. Tidak banyak yang berubah, semuanya tetap sama seperti awal pernikahan kami. Tidak, tidak sepenuhnya seperti itu. Ada sebuah perubahan, perubahan yang aku sendiri belum begitu meyakini bahwa aku mulai menyadari kalau aku mulai mencintainya. Biar bagaimanapun aku adalah seorang wanita dan dia adalah laki-laki, setiap hari kami selalu berinteraksi bersama jadi mustahil kalau aku tidak menaruh rasa terhadapnya. Selain itu, sikapnya yang dingin itu mulai menghangat.
Ah! Aku menghempaskan tubuhku ke kursi, aku menatap nanar ke arah tugas maketku yang hanya tinggal 20% lagi tapi aku malas sekali untuk menyelesaikannya padahal tugas itu harus dikumpulkan besok.
Brak..
Pintu kamar terkuak, terlihat sosok Kyuhyun memasuki kamar. Wajahnya tampak sangat kelelahan. Dia mengendorkan dasinya, lalu melempar jas yang tadi dipakainya ke tempat tidur. Aku bangkit dari dudukku, berjalan ke arah kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuknya.
“Airnya sudah siap, Oppa” kataku setelah menyiapkan semuanya.
“Gomawo,” dia melenggang menuju kamar mandi. Beberapa menit kemudian aku mendengar suara gemericik air.
Aku beranjak untuk menyiapkan makan malam untuknya. Seharian ini dia pasti sangat sibuk sekali di kantor. Statusnya sebagai pewaris perusahaan advertising yang cukup besar milik ayahnya membuatnya harus bekerja keras untuk terus mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan milik keluarganya itu untuk ke depannya. Setelah selesai menyiapkan semuanya, aku berjalan ke kamar untuk memanggil Kyuhyun.
Di kamar, aku berdiri tertegun menatap Kyuhyun. Dia baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Biasanya ia sudah memakai baju di dalam. Aku menunduk, wajahku pasti sudah bersemu merah karena malu. Untung jarak kami berdua cukup jauh, jadi aku yakin dia tidak akan bisa melihat wajahku yang bersemu merah ini.
“Makanannya sudah siap?” tanyanya
“Ne.” Jawabku gugup.
Aku makin tertegun saat menyadari Kyuhyun berdiri tidak jauh dari tempatku berdiri. Padahal tadi jarak kami 5 meter kenapa sekarang menjadi tidak lebih dari satu meter. Sejak kapan dia melakukannya. Pabo! Kenapa badanku mendadak jadi gemetar, kentara sekali kalau sekarang aku sedang diliputi kegugupan.
Aku bergegas membalikkan tubuhku. Aku ingin cepat-cepat menyingkir dari tempat ini sekarang, kalau terus berada di sini bisa-bisa aku pingsan karena melihat Kyuhyun dalam keadaan semi bugil. Tapi ada sebuah tangan yang mencekal tanganku, dan membalikkan tubuhku menghadapnya.
Tuhan! Aku dapat merasakan bibir lembut Kyuhyun bergerak di bibirku. Tangan kanannya merengkuh leherku agar lebih mendekat ke wajahnya. Sedang tangan kirinya memeluk tubuhku, aku bisa merasakan kemeja yang aku pakai mulai basah karena tubuhku dan tubuhnya saling merapat. Ciuman kami cukup panjang, membuatku kewalahan karena tak bisa bernapas.
“Oppa” panggilku disela ciuman.
“Hmm,” gumamnya masa bodoh. Ciumannya beralih ke leherku.
“Makanannya nanti dingin, aku sudah capek-capek memasakkannya untukmu”
“Aish.” Aku mendengar Kyuhyun menggerutu. Dia lalu menghentikan ciumannya.
“Baiklah, ayo” katanya sambil melangkah menuju pintu.
“Oppa,” panggilku.
“Mwo?” katanya, sepertinya ia sudah kesal sekarang.
“Pakai dulu bajumu, masa kau mau makan hanya dengan memakai handuk” aku menunjuk handuk yang melilit pinggangnya.
“Arasso, arasso” Kyuhyun berjalan ke arah lemari pakaian. Sementara Kyuhyun sibuk mengambil baju yang akan ia pakai, aku keluar dari kamar dan pergi ke meja makan.
Tidak berapa lama, Kyuhyun keluar dari kamar. Dia menggunakan t-shirt berwarna biru dan celana ¾. Dia duduk di kursi di hadapanku, dan menyapukan pandangannya ke meja makan.
“Kenapa kau selalu menyelipkan menu sayuran di atas meja, sampai kapanpun aku tidak akan pernah memakannya.” Katanya ketus, ia menyendokkan nasi ke mangkuknya.
“Cih. Percaya diri benar, sayuran ini untukku. Pantas saja wajahmu rentan sekali terkena jerawat, kau begitu membenci makanan yang luar biasa enak ini” aku menyendokkan sayuran itu ke mangkukku.
“Cerewet. Habiskan saja makanan favoritmu itu” katanya jengkel.
Aku hanya tersenyum melihat kelakuannya. Dibalik sifat dinginnya itu, Kyuhyunku juga memiliki sifat kekanakan.
“Kenapa tersenyum, ada yang lucu?” tanyanya tiba-tiba.
“Ah, anniyo” aku mengalihkan pandanganku ke makananku.
@@@
Selesai makan dan mencuci semua mangkuk dan gelas yang kami pakai tadi sampai bersih, aku masuk ke dalam kamar. Kyuhyun sudah di kamar sejak selesai makan, sekarang ia sedang berbaring di tempat tidur sambil bermain game di PSPnya. Aku menyalakan lampu utama, membuat Kyuhyun memicing kesilauan.
“Hya! Kenapa kau nyalakan lampunya?” tanyanya kesal.
“Aku ingin menyelesaikan tugas maketku, aku tidak bisa mengerjakannya kalau tidak dalam keadaan terang” terangku.
“Selesaikan besok saja, lebih baik sekarang kau tidur,” perintahnya.
“Tapi tugas ini dikumpulkan besok,” kilahku.
“Aish, jam satu siang kan?”
“Ne.”
“Jam satu siang ini” dia menaruh PSPnya di meja. Dia lalu bangkit dan berjalan ke arahku. Klik. Dia mematikan lagi lampu utama.
“Hya, Oppa! Kenapa kau matikan lampunya”
“Kubilang tidur ya tidur,” dia menarik tanganku, dan menghempaskan tubuhku ke tempat tidur.
Aku duduk di atas tempat tidur sambil memeluk boneka beruang kesayanganku. Aku memasang tampang tak bersahabat kepada Kyuhyun.
“Aish! Kau ini susah sekali sih disuruh tidur saja” hardiknya marah.
“Aku ingin mengerjakan maketku,” kataku masih bersikeras.
“Ini kemauanmu, bukan kemauanku..” dia menarik kedua kakiku, hingga sukses membuat seluruh tubuhku terbaring. Sebelum aku sempat kembali ke posisiku seperti semula, dia sudah tidur di sampingku dan memelukku dari belakang.
“Sekarang kau mau apa?” katanya dengan nada penuh kemenangan.
“Hya, Oppa. Kau apa-apaan sih, aku hanya ingin menyelesaikan tugas maketku saja. Tinggal 20% saja kok..” wajahku pasti sudah seperti kepiting rebus sekarang.
“Ssst” bisiknya tepat ditelingaku, “tidur” lanjutnya.
Glek. Aku menelan ludah. Detakan jantungku sudah mulai tidak beraturan. Perlakuan Kyuhyun membuatku jadi salah tingkah sendiri.
“Pejamkan matamu, dan cobalah untuk tidur,” bisiknya lagi, dan ia semakin mengeratkan pelukannya.
Aku tidak akan bisa tidur, yang ada aku akan terjaga sepanjang malam karena perlakuanmu ini. Pekikku dalam hati. Tapi perkiraanku meleset, ternyata aku tertidur juga, dalam pelukan Kyuhyun sampai pagi.
@@@
Pagi ini aku bangun dengan perasaan yang sangat baik. Aku tidur sangat nyenyak dalam pelukan Kyuhyun. Tapi, sekarang aku tidak mendapati Kyuhyun di kamar, mungkin sekarang pria itu sudah ada di dapur.
Setelah selesai mandi dan berpakaian, aku bergegas keluar dari kamar. Aku harus menyiapkan sarapan untuk Kyuhyun. Aku tidak yakin kalau dia bisa memasakkan makanan untuk dirinya sendiri.
Aku berjalan menuju dapur. Aku melihat Kyuhyun berdiri di depan meja makan sambil menaburi sesuatu di atas sebuah mangkuk.
“Kau sudah bangun rupanya, baru saja aku ingin membangunkanmu” katanya.
Aku tidak menggubris perkataannya, aku penasaran dengan isi dari mangkuk tadi. Makanan apa yang dibuatnya.
“Jajangmyeon” gumamku saat melihat mie berwarna hitam dalam mangkuk itu.
“Ne. Karena si putri tidur tidak kunjung bangun juga jadi terpaksa pagi ini aku yang membuatkan sarapan. Tapi ingat, hanya untuk kali ini saja”
“Ck,” decakku.
“Duduklah” katanya. Dia menarik kursi dihadapanku lalu mendudukinya. Aku juga melakukan hal yang sama. Kami berdua duduk berhadapan.
Dia menyodorkan semangkuk jajangmyeon dihadapanku.
“Makanlah”
“Apa ini enak?” tanyaku polos.
“Aish. Makan saja dulu baru kau akan tahu bagaimana rasanya,” katanya dengan jengkel.
Ragu aku menyuapkan jajangmyeon itu. Aku mengunnyahnya perlahan. Glek.
“Bagaimana, enak tidak?” tanyanya.
Enak! Jajangmyeon ini sangat enak, bahkan lebih enak dari jajangmyeon buatanku. Ah! Ternyata Kyuhyun tidak hanya sekedar hobi makan jajangmyeon, dia juga sangat mahir membuatnya. Tentu aku hanya bergumam dalam hati. Pasti Kyuhyun akan langsung besar kepala kalau mendengar pujianku tadi.
“Bagaimana, enak tidak?” dia mengulangi lagi pertanyaannya.
“Hmm, lumayan. Cukup enak” kataku dengan angkuh.
“Lumayan?” Kyuhyun memicingkan matanya.
“Iya, lumayan enak”
Aku mendengar dia terkikik.
“Ada yang lucu?” tanyaku
“Ah, anniyo”
Kami berdua memakan makanan kami dalam diam. Tak ada yang mau memulai pembicaraan lagi. Kami berdua mempertahankan harga diri masing-masing.
“Aku berangkat dulu” katanya memecahkan keheningan. Dia bangkit dan mengambil tas kerjanya yang di taruh di kursi disampingnya.
“Tunggu,” seruku mengejutkannya.
“Mwo?”
Aku bangkit dari dudukku dan berjalan ke arahnya. Aku berdiri dihadapannya.
“Ada apa?” tanyanya bingung.
Aku mengulurkan tanganku untuk membenarkan tata letak dasinya yang sedikit melenceng.
“Ah, ya. Gomawo” ucapnya.
Aku hanya mengangguk. Dia berjalan melewatiku, aku mengikutinya dari belakang. Sebelum dia melangkah menuju ke arah audi hitamnya. Dia terlebih dulu mencium keningku. Hal yang baru pertama kali dilakukannya selama kami menikah dan perbuatannya itu sukses membuatku terbengong tak percaya.
“Aku berangkat dulu” katanya.
Sepeninggal Kyuhyun aku masih berdiri mematung. Akhir-akhir ini perlakuan Kyuhyun kepadaku sulit untuk diartikan. Bukannya aku tidak senang dengan perhatian dan perubahan sikapnya yang tidak sedingin dulu, aku hanya masih belum terbiasa saja dengan semua perubahan itu.
@@@
Aku berhasil menyelesaikan tugas maketku tepat waktu. Selesai mengerjakan tugas maketku aku langsung bergegas pergi ke kampus untuk mengumpulkannya. Beruntung aku dapat mengejar deadline waktu penyerahan tugasku, kalau tidak sia-sia saja pekerjaanku.
Setelah menyerahkan tugas, kedua sahabatku, Sae Hee dan Hee Jin mengajakku untuk makan siang di luar. Aku langsung menerima ajakan mereka, kalau aku pulang cepat ke rumah pun pasti akan sangat membosankan. Kami bertiga makan di kafe langganan kami. Sae Hee menanyakan bagaimana hubunganku dengan Kyuhyun belakangan ini, aku jawab baik-baik saja karena kenyataannya memang seperti itu. Hanya Sae Hee dan Hee Jin yang mengetahui mengenai statusku sebagai wanita yang sudah bersuami selain pihak kampus.
Saat tengah asyik berbincang dengan kedua sahabatku, aku baru ingat kalau stok makanan di rumah sudah habis. Maka aku memutuskan untuk pamit lebih dulu dengan alasan untuk berbelanja. Sontak Sae Hee dan Hee Jin langsung menggodaku.
“Hmm, percaya. Kau ini benar-benar istri yang baik. Bodoh sekali kalau Kyuhyun menyia-nyiakan istri sebaik sahabatku ini,” kata Hee Jin.
“Ck, kau ini berkata apa sih”
“Yang dikatakan Hee Jin itu benar, Sooran-ah. Kyuhyun adalah pria paling bodoh kalau sampai dia menyia-nyiakanmu” kata Sae Hee membela Hee Jin.
“Aish, kalian berdua ini. Ya sudahlah, apa kata kalian saja. Aku pergi dulu ya, daah” aku melambaikan tanganku kepada kedua sahabatku itu, mereka membalas melambaikan tangan.
@@@
Aku memasuki mobilku, memutar kunci untuk menjalankan mesinnya. Saat aku hendak menarik kopling, aku dibuat terkejut dengan pemandangan di depanku. Tepatnya di dalam sebuah mobil audi hitam yang di parkir 5 meter dari tempatku memarkirkan mobil.
Di dalam audi hitam itu aku bisa melihat seorang laki-laki yang sangat aku kenal tengah berciuman dengan seorang wanita. Aku menutup mulutku. Aku menekan rasa sakit yang mulai menjalari hatiku, rasanya sangat menyesakkan. Glek. Aku menelan ludah. Aku meraba bagian dadaku, menekannya kuat. Rasanya sungguh sangat menyakitkan. Tanpa sadar, air mata sudah mengalir dengan sukses.
@@@
Aku menumpahkan rasa sakitku di depan sebuah nisan yang bertuliskan ‘Choi Siwon’. Aku menangis di depan nisan orang yang sampai detik ini masih aku cintai selain Cho Kyuhyun, suamiku yang telah menghancurkan hatiku.
“Oppa, apa salahku? Kenapa aku harus mengalami ini semua. Belum cukupkah rasa sakit yang harus aku rasakan karena kehilanganmu. Sekarang saat aku bisa mencintai orang lain seperti janjiku padamu, justru aku kembali merasakan rasa sakit itu lagi.” Kataku di sela tangisanku.
“Aku sudah mencintainya, Oppa. Aku sudah mencintai Cho Kyuhyun, aku sudah sepenuhnya menerima dia sebagai suamiku. Tapi, mungkin aku yang terlalu naif Oppa. Aku sadar kalau pernikahan kami ini tidak didasari dengan ‘Cinta’. Pernikahan kami ini hanya untuk membahagiakan kedua orang tua kami saja. Aku tahu dari awal, kalau dia mencintai wanita lain.” Tangisku makin menjadi.
Kyuhyun memang mencintai wanita lain, wanita yang tadi berciuman dengannya di dalam mobil.
“Oppa, aku merindukanmu” gumamku lirih. Aku merindukan Wonnie-ku. Wonnie-ku yang selalu bisa memahamiku. Wonnie-ku yang selalu mencintaiku sampai akhir hayatnya.
geu nooga nooga mwuledo
naneun sanggwan ubdago
geu nooga nooga yokhehdo
nuhman bala bondago
na dashi the uhnan dehdo ojik
nuh bboonilago
jjehggak jjehggak shigani
heulluhdo oh! Nan
Ringtone It’s You mengalun dari ponselku. Pasti dari Kyuhyun, karena aku memang sengaja memasang ringtone itu khusus untuk panggilan masuk darinya. Aku pun mengabaikan panggilan itu. Aku belum siap untuk mendengar suaranya. Tapi ponselku terus berdering. Akhirnya dideringnya yang kelima. Terpaksa aku mengangkatnya juga.
“Yoboseyo” katanya
“Yoboseyo,” balasku.
“Kau ada di mana Sooran-ah? Sekarang sudah hampir masuk waktu malam”
Aku tidak langsung menjawab pertanyaan Kyuhyun, aku melihat ke sekelilingku. Hari memang sudah petang.
“Hya, Sooran-ah. Kau ada di mana?” tanyanya lagi.
“Aku ada di tempat Siwon Oppa,” kataku akhirnya.
Aku mendengar suara helaan napas.
“Cepat pulang”
Tut.. tut.. tut..
Kyuhyun memutuskan sambungan teleponnya. Aku menatap ke arah nisan itu lagi sebelum beranjak pergi dari tempat itu.
@@@
Aku melihat audi hitam sudah terparkir di halaman rumah. Aku menghela napas berat, menekan rasa sakitku sebelum bertemu muka dengan Kyuhyun. Aku harus bisa bersikap biasa saja di hadapan pria itu.
Aku memasuki rumah yang tampak sangat lengang. Kyuhyun pasti sedang beristirahat di dalam kamar. Aku mendudukkan tubuhku ke sofa. Menghindari Kyuhyun memang bukanlah sebuah keputusan yang tepat.
“Kau sudah pulang?” ujar sebuah suara. Dingin. Nada suaranya terdengar sangat dingin. Aku membuka mataku. Aku mendapati Kyuhyun sudah berdiri bersandar di kusen pintu kamar. Wajahnya sangat dingin.
“Ne” jawabku ketus. Entah kenapa aku bicara ketus kepadanya, mungkin aku terlalu terbawa perasaan.
Brak..
Kyuhyun menutup pintu kamar sangat keras. Amarahku akhirnya tersulut juga. Harusnya aku yang marah, harusnya aku yang bersikap seperti itu. Kenapa malah dia yang bersikap seperti itu.
Aku masuk ke kamar. Aku mendapati Kyuhyun duduk di kursi sambil menonton TV. Dia sama sekali tidak memperdulikan keberadaanku.
“Kau ini kenapa sih?” tanyaku.
Kyuhyun masih diam. Matanya masih menatap ke layar TV.
“Cho Kyuhyun, aku sedang berbicara padamu” kataku mulai jengkel dengan sikapnya. Tapi dia tetap tidak bergeming.
Aku berjalan ke arahnya. Merebut remote yang ada di tangannya dan mematikan TV itu. Aku bisa mendengar suara helaan napasnya. Kyuhyun bangkit sari duduknya, lalu berjalan melewatiku.
“Hya! Kau tuli ya. Aku sedang berbicara denganmu” bentakku.
Brak..
Aku meringis, menahan rasa nyeri di punggungku yang membentur dinding. Aku hendak protes atas perlakuan kasar Kyuhyun, tapi bibirnya sudah menyerangku dengan ciumannya yang sangat kasar. Aku meronta, mencoba melepaskan diri dari cengkraman Kyuhyun. Aku mendorong tubuh itu sekuat tenaga, tapi tenagaku tidak sebanding dengannya. Dia sama sekali tidak bergeser dari tempatnya. Tangan kanannya malah mencengkram leherku supaya mendekat ke wajahnya.
“Aw,” ringisku, saat Kyuhyun semakin mendorong tubuhku merapat ke dinding.
“Oppa, cuk-kup” napasku memburu begitu pula dengan Kyuhyun. Ciuman Kyuhyun semakin lama semakin terasa menyakitkan.
“Op-pa, ak-ku moh-hon. Skk-kit, Op-pa” aku masih terus berusaha melepaskan diri dari Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tampak masa bodoh, dia malah semakin kuat mencengkram leherku. Aku bisa merasakan ada cairan yang keluar dari sudut bibirku. Bibirku terasa sangat kelu. Air mataku sudah mengalir deras tanpa bisa untuk aku bendung.
Aku sudah sangat jengah dengan perlakuan Kyuhyun. Aku mengumpulkan segenap tenagaku yang masih tersisa. Setelah merasa cukup, aku mendorong tubuh Kyuhyun dengan sekali hentakan. Tubuh pria itu terhuyung ke belakang tapi tidak sampai terjatuh. Refleks aku langsung menamparnya.
“Apa salahku, Oppa?” aku meringis kesakitan, bibirku terasa sangat kelu.
Tapi aku hanya tertegun saat mataku beradu pandang dengan mata Kyuhyun. Mata itu berkilatan amarah.
Bugh..
Tangan kanan Kyuhyun meninju dinding. Darah segar keluar dari sela-sela jarinya. Aku memandang ngeri. Aku menjatuhkan tubuhku ke lantai, aku kembali terisak.
“Kalau memang aku punya salah, katakan saja Oppa. Tidak perlu dengan cara seperti ini” kataku sambil terisak. Rasa sakit yang ku rasakan sekarang bukan lagi rasa sakit karena melihat pria yang aku cintai berciuman dengan wanita lain tapi rasa sakit yang aku rasakan sekarang karena perlakuan pria yang aku cintai. Rasanya jauh lebih menyakitkan.
“Sebenarnya apa salahku Oppa?” tangisku semakin kencang.
Sebuah tangan menarik tubuhku, membawaku ke dalam pelukannya. Pelukannya terasa sangat hangat dan nyaman.
“Maafkan aku,” bisiknya.
“Aku..” ia menggantungkan kalimatnya.
“Aku cemburu saat kau mengatakan kau sedang berada di tempat Siwon,” katanya.
Aku membelalakkan mataku mendengar pengakuannya. Tapi aku tidak bisa melihat ekspresi wajahnya, karena aku masih berada dalam pelukannya.
“Apakah sebesar itu rasa cintamu padanya, padahal dia sudah pergi hampir dua tahun lamanya. Dan sekarang, yang ada di hidupmu itu adalah aku, Cho Kyuhyun bukan lagi Choi Siwon,” lanjutnya.
“Aku mencintaimu. Ya, aku mencintaimu Cho Sooran. Aku mencintaimu sejak pertama kali aku melihatmu. Aku mencintaimu sejak pertama kali aku melihat senyummu. Aku mencintaimu..”
Dia semakin erat memelukku. Tangisku pun kembali pecah, tapi bukan lagi tangis kesakitan melainkan tangis kebahagiaan. Ya, aku bahagia memiliki suami seperti Cho Kyuhyun.
“Aku juga mencintaimu, suamiku. Dia hanya masa laluku,” kataku.
@@@
Aku duduk dipangkuan Kyuhyun yang memelukku sangat erat. Setelah kejadian tadi, aku dan Kyuhyun memutuskan untuk membicarakannya baik-baik dan seperti sekaranglah kami.
“Hmm, Oppa. Boleh aku bertanya satu hal padamu,” kataku.
“Hmm,” gumamnya.
“Tapi Oppa jangan marah”
“Hmm,” gumamnya lagi.
“Jangan hanya bergumam Oppa,” kataku kesal.
“Iya, iya chagiya. Tanyakan saja, aku tidak akan marah”
“Tadi siang Oppa kemana?”
“Makan siang bersama teman-teman kantor.”
“Hmm, tadi siang aku melihat Oppa berciuman dengan dia di dalam mobil. Itu membuatku sangat cemburu, dan akhirnya aku memutuskan pergi ke tempat Siwon Oppa untuk melampiaskan amarahku.” Terangku. Aku sengaja tidak menyebutkan nama wanita itu, karena itu hanya akan membuatku merasa cemburu.
Aku mendengar Kyuhyun menghela napas.
“Maafkan aku. Aku menciumnya karena itu permintaan terakhirnya sebelum ia pergi ke Prancis. Itu hanya ciuman perpisahan.”
“Oppa masih mencintainya?” tanyaku. Sejujurnya, aku ingin mengetahui perasaan suamiku yang sebenarnya.
“Aku memang mencintainya, tapi itu dulu sebelum aku bertemu denganmu. Bukankah aku sudah bilang, aku mencintaimu sejak pertama kali melihatmu. Aku mencintaimu sejak orang tua kita mempertemukan kita berdua, sejak hari itu aku langsung memutuskan hubunganku dengan Min Ji. Aku berterus terang kepadanya kalau aku mencintai calon istriku.”
“Tapi kenapa sikapmu malah mencerminkan yang sebaliknya Oppa?”
“Karena aku tahu kau belum sepenuhnya melupakan laki-laki itu. Aku tahu rasa cintamu kepadanya begitu besar, jadi, aku menunggumu agar mencintaiku. Maaf kalau ternyata sikapku selama ini malah menyakitimu”
“Andawae, aku yang harusnya minta maaf kepada Oppa. Karena aku lamban sekali menyadari perasaanku”
Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya. Dia mendekatkan wajahnya, aku bisa merasakan suara hembusan napasnya di telingaku.
“Lamban menyadari perasaan apa?” bisiknya.
“Ah, Oppa. Oppa pasti tahu perasaan apa yang ku maksud” aku menunduk, pasti wajahku sudah bersemu merah. Beruntung posisi dudukku membelakanginya.
“Aku tidak tahu, jadi sekarang katakan padaku perasaan apa yang kau maksud chagiya.”
Kyuhyun menurunkanku dari pangkuannya, dia mendudukkanku di sampingnya lalu menghadapkan wajahku agar berhadapan dengan wajahnya. Sekarang ia pasti sudah melihat wajahku yang sudah seperti kepiting rebus.
“Kenapa wajahmu memerah chagiya? Aku kan hanya minta kau untuk mengatakan perasaan apa yang kau maksudkan,” godanya.
“Oppa,” kataku masih dengan wajah yang menunduk.
“Aku tidak akan membiarkanmu pergi sebelum kau mengatakannya padaku”
Aku menghela napas.
“Perasaan kalau aku, kalau aku mencintaimu..”
Aku merasakan bibir lembut Kyuhyun bergerak-gerak dibibirku. Ciumannya sangat lembut, berbeda dengan ciumannya tadi saat sedang diliputi amarah.
“I love you, my wife. Till the end, till my last breath. I always loving you..” bisiknya.
Kata-katanya membuatku meleleh, tangisku pun pecah. Rasa bahagia membuncah di dadaku. Sae Hee dan Hee Jin salah, bukan Kyuhyun yang beruntung memiliki istri sepertiku tapi akulah yang sangat beruntung memiliki suami seperti Cho Kyuhyun.
@@@
-THE END-
By Bumbum^^ aka Kiki
*Buat Chi onnie, mian udah pake namanya tanpa seizin onnie. Gapapakan? ^^
*Mian ff-nya gaje abiz, tapi gomawo buat yg udah mau baca.
Pliz, kasih masukan ya. .
nice ff…
kebayang emosinya…
top!
Gomawo chingu dah baca, ^^
Maaf klo ff.na gaje abis, ni ff p1 jd hrap dimaklumi. .
hoho…. keren…
Gomawo chingu, ^^
hihiy pertamax gan! *plak! ditabok author (dikira kaskus)
baguuuuuuuuuuuussss!!!!!
aaaaaaa suka banget!
nice ff
ah! ternyata saya gajadi pertama –> sedih sambil kayang -.-
Hihi. .
Gomawo chingu dah baca ff-ku, mian klo gajebo bgt, ^^
*pingsan saia*
KEREN .
Huaaa .
Aduh, jangan pingsan chingu, pingsan ditunda dulu ajj, ^^
Gomawo chingu dah baca, ^^
baguus..baguuss..
nice ff dah..
Gomawo chingu dah baca, ^^
keren ! harusnya si kyuhyun dingin terus itu hihi
Gomawo chingu, ^^
Hehe. .
Kasian dunx Sooran klo suaminya dingin truz, ^^
Ke.ke.kereeennn!!! Yuhuiiii,, 1000 jempol utk authornya~ *minjem jempol elf indo*
Hadduh, pusing saya liat jempol banyak banget, hehehe. .
Gomawo chingu, ^^
1st??
Bgs ff nya..
Kyu romantis bngt!!
Aa~
Pengen dh jd sooran
Slm knl y bwt authornya!
Gomawo chingu, ^^
Lam knal jg, ^^
Byangin ajj klo sooran itu kmu, ^o^
1st??
Bgs ff nya..
Kyu romantis bngt!!
Aa~
Pengen dh jd sooran.
Slm knl y bwt authornya!
Trnyt gk 1st..
Bys hp lemot. Td pas bk msh blm ada komen, trs ps mw mskin komen mlh kgk bs. Wkwk. Akhirnya mlh kemasukkan 2 komennya. Skli lgi aku sk bngt ffnya!
Huwaa…
kerenn…
Kyu Hyun so sweet sekalee… >.<
Hehe. .
Gomawo chingu, ^^
Akhirnya…..!!!!!
Aku buka sujuff juga stelah sminggu lebih g manpir kemari… Huhuhu… *nangis terharu, ditimpuk*
Ah…. Suka critanya…
Bagus… Ku slalu suka cerita yg udah nikah… *padahal mupeng*
Hehehe
Gomawo chingu, ^^
Klo mupeng nikah, nikah ajj chingu, huehehe. .tinggal pilih mw nikah sma nak Suju yg mana*saya lg sarap, ^^
kereenn!! ff pertamanya bagus sekalee
kata-katanya bagus, jadi berasa masuk ke dalam cerita
Gomawo chingu, ^^
Gg sia2 sya semedi semalam suntuk tnpa makan tp mnum mah hrus cma bwt nyari ilham*ke’sarap’an sya mulai akut, ^^
uwah bgs koq eonni
ffnya keren!
hya kyuhyun kau dingin skli!
Gomawo chingu udd mrelakan wqt.na bwt bca ff sya, ^^
Hyaaahhh XD
So sweeettt~~~
wuiiiii kereeeen!!
romantis bangeeeeeeet…
buat authornya, hebat deh!
lanjutkan karya2nya yaaa… ditunggu…
hehehehe
Gomawo chingu, ^^
Untuk krya slanjut.na sya pergi semedi dlu di gunung ciremai*halah, makin sarap. .
Keren,.. Keren~~
d^^d
Hepii ending!!!
keren ffnya… like this ff…
so sweett… ^^
share e yo..^^
bagus kaleeee…..
buat lg donk chingu…
ak suka tlsn km^^
ffnya bagus!
salam kenal buat authornya~
Karakter kyu y aku suka…dingn” lembt ky ice..
Cock bgd kyu ky gt,aku serasa msuk dlm crta y…
Nice chingu..
Dttggu ff mu yg slnjt y..
Gomawo chingu, ^^
Dingin2 lembut kyak es krim ya chingu*hadduh, sya jd pengen mkan es krim. .^^
jiahahahahhaha..Kyu…co cwit……….ngiirriii
yeah…….happy ending
kerrrrrrrrreeeeennnnnddddddd
dd(^,^)bb
kyu romnts dh! jd iri ma istri.a
nice ff…..I LIKE THIS
Bwt author,,,, dtunggu kry2 mu slanjtx …….^^
Jd kebawa suasana….
Aq sk ma bahasa n cara Author ceritainny..
Emosiny dpt bgt…
hmpir bwt Q nangis…
terutama bagian Kyu yg mrh cz cemburu ampe kasar bgt ma Sooran…
ciumny maksa pl,,, kl bibirny Sooran jontor gmna cb???
SelingkuhanQ gak blh kasar bgtu… *d keroyok ma bini2ny Kyu*
bagus…^^
like this ff…
Hhhhhhuuuuuaaaaaaaa!!!
Kyu keerrreeennn….
Critanya jga keeerrreeennn…
Llllaaaannnjjjooottt…
keren +.+
ngiriii…
cie Kyuhyun cemburu, tapi jgn kyk gt ya cemburunya!! sereem…
ceritanya bagus chingu… Aku suka (sama ceritanya n’ sama Kyuhyun’a) *dikasih jjajangmyeon buatan Kyuhyun
romantisssss abis,
salam kenal bwt authornya…
ditunggu ff2′a yg lain…
keren keren!! nice ff ^^
aku selalu suka ff yg bawa2 kyu!
Apa yg gaje… Ini mah keren bgt… Emosinya bener2 dapet…
waaa… Kyuuuu…. uh,, keren,, tapi baru tau c gila game itu bisa brutal *halah, brutal* ma cewek.. jangan ya jagiii,, ga boleh,, nanti ditangkaep ma KOMNASHAM lho.. KDRT.. ^^
Good ff chingu!!! kreeennnn….
Hya~ chingu-ah… Kenapa pake nama shin soo ran ? Kenapa gak pake namaku aja ? Hehe… Ngarep.co.id
huuuaaaa
keren.. good ff
^^
Like this!!
pngen jd sooran
>.<
99999999 jempol bwt authorny
Gomawo chingu, ^^
Sama sekali gg brmksud bkin kyu skasar tu, tp tuntutan peran dlm ff. .^^
Waa~
bguz bguz ^^d
P’tma ku kira critany sad ending . Eh , t’nyta happy ending .
So sweet~
muka ku jdi ikud merah ndri bcany *halahh* >.<
keren….
alurnya bagus…
hwaaaa… keren abis ni ff >.<
omo.. speachless.. aku kira dari judulnya bakal ada yang mati
ternyata happy ending
ff nya amat bagus ^^
ff ny bagguuuuusss…..
kira’in bakal berurai air mata cz da yg mati
trnyata happy ending
satu kata : SUKAAAAAAAAAAAAAAAA XDDDDD
BAAAGUUUUUUUSSS!!! *Tereak pas ujan badai di kos*
*dilempar sendal ma tetangga kos*
bagus beud! suka! aq jd deg2an ndiri! lanjot chingu!
BAGUUUUUUSSSSS!!!
ah gw melting..
*loch??*
bah!! I love this ff . . ! ^o^
Awalnya kirain ringan, tp ada titik berat’y jg . . Aqu sk, compleks tp bhsa’y ringan . .
Annyeong^^
Aq new reader d sjff..
crita.y kren abizz..trnyta kyu slama ni udh ska ma sooran dr dlw,tp sooran mlah msih ska ma siwon..Ckck..
Ska bgt ma ff yg tema.y bnci jd cnta kea gni..
D tnggu krya2 laen.y chingu..
OMONA~ critanya so sweet >.<
kyaa ah gara2 kebanyak ff nya kyuhyun koq jadi suka kyu ya?? -_-
OMO~ kena batunya deh pdhl sering kukatain "kaku"
emang kaku sih *dilempar sendal ma ELF* hehe mian mian
waaaaa
kukira bakal ada yg mati ngeliat dr judulny
ternyata happy ending
kereeen
aah kereeen ~
pengen deeh jadi istri nya kyuu jugaa *ngarep XD
selamat,.! ff anda berhasil membuat saya menetesan air mata,.
huaaa…. baguuss,…..
buat lagii.. yang banyaaak…
*nuntut bangt,.
Kyu mrh’y sadis nged.
Ini keren bgt!!! Aku suka bgt ceritanya!
Kyu yg dingin jarang bgt, dan feelny dpt bgt
Bikin lagi dong hehehe
Eke suka bgt ff ini! Kyuuuuuuuu~ dia emg cocok bgt sm karakter dingin
Bagus sekali.
Teruslah menulis.
@all: gomawo chingu, ^^ udd mw merelakan waktu.na bwt bca ff sya. .*bowing 90*
Sekali lg saya minta maaf klo karakter Kyu di-ff dibwt seperti tu, ni murni imajinasi saya yg emang suka aneh2, ^^
Gomawo untuk smua masukannya^^.
OMG!!! Ini ff keren bgt!!! Paling keren dr smw yg prnh gw baca!!! Hehehe… Bikin lg dong… XD
baaaaggggggggguuuuuuuuuussss chingu !!
*walau sdikit cemburu*
wkwkwk
kata-katanya bagus bikin yg baca mudah ngebayanginnya*??!*
kyu romantis bngt
kerennnnn….
Kyu romantizzzz…
Hhhi….
4 thumbs up dh…*tmbh jempol kaki*
Hhhi…
^^
OMG . KEREN BANGET T T TTT! !! kyu sih yang maen, ya pasti ke ren ! haha !
bwt author salam kenal yaa
aduh.. aku mau nangis…. mau punya suami kyk kyuhyun…nice FF author
kyuhyun….
hiks hiks….
keren ffnya….
Ini ff pertamamu? Tapi kenapa udah bagus banget, kereeeen
chagiyaaaaa my kyuhyun… *digeplak bini” kyu
wow! OMO bagus banget FF nya… kirain kyu itu psikopat lhooooo ternyata bukann haha
buat FF lagi ya…
Apaan yang gaje coba??
Ini teh KEREN SANGAT!!
Paling suka klo kyu dkasih karakter dingin dingin empuk kyak begini *lu kate permen?*
ayo author bkin lagi ya!!
Kalo ga, yg ni dibikinin kyu pov nya *maksa* XDD
Sejuta jempol bwt authornya ^^
Hwaaaaaa . . . akhirnya stelah 4 hari buka SJFF juga.
FF sangat keren chingu! Penggambaran situasinya sangat kebayang, terutama pas Kyu Oppa marah karna cemburu.
Salam kenal!
ff nya keren….. ^^
two thumbs up buat authornya….. :d
whoaa…br kali ni nyasar di superfiction trus lngsung dpt ff yg ni…ugh suka suka sukaaa…bgt! pngen deh pnya suami ky kyu
bwt authornya…salam kenal y, keep writing dear
aaaa ngiri aku ngiri baca ini, btw nice ff
Woowww .
sukkaaa bangetttt ma ni FF
ew ew mantap ff nya
*Hug all chingu* ^^
Gomawo udd mau baca ff.na. .
*Bow 90 derajat*
keren,,, banget………
q jd ikut terbawa alur cerita…
huaaaaa,
bagus bgt ff nya >,<
Like this! Like this!
jangan berhenti ngayal ya.
'ngayal buat bkin ff maksudnya'
*2.thumbs.up buat authorny* ^^
author eonni, kenapa kehidupan pribadiku diekspos disini? bukannya kemarin aku bilang sama eonni ini rahasia? <–merasa sooran /PLAKK
aaaaa~ ini ff genre romance paling bagus yg pernah aku baca!!! sweet banget~~ aku memang tersiksa sekali pas baru nikah sama kyu <–udah bunuh aja ni bocah
ff-nya pg 17, tapi gaada adegan erotisnya. ga terlalu ekstrim gitu (: banyak kisseu-nya bikin aku makin suka (?)
hahaha aku suka yg kisseu kisseu kkekekeee <–mesum
bagus..like this!
author eonni.. bagus banget ff nya.. ceritanya kebayang emosi , aku aja yg baca rasa nya ikut ngerasain apa yg d rasain ma Sooran eon^^
good job buat authornya …
)
Aku suka banget FF nya.
Emosinya dapet banget.
Keren lah ^^b .
Dan, bikin iri. Hihi.
kereeen aku suka banget sama ini ff. aku udah baca 3 kali loh yea bangga hehe
Hhhuueee,,,,
komen pertama buat ff ini ,,
” aku cemburu ,,, >.< ''
Kyuhyun romantis bgd ssiihh ,,, jd tmbh suka
@Allchingu >> Gomawo, gomawo, gomawo**bow**
Masukan dari chingu sekalian sangat membantu saya, biarpun ide dalam otak saya masih mandeg. Gomawo**bow**
kereeeen! aku udah baca berkali-kali tetep gag bosen. gag berminat buat bikin fanfic lagi?^^
Waaahhh, keren ceritanya… ^^
Q suka…..
keren eon ^^ bagus deh,apalagi si kyuhyunnya romantis banget
udah berapa kali baca ini fanfic ga bosen bosen walaupun udah hapal banget gimana ceritanya.
so romantic >.<