Am I Marrying The Right Man? [Part VII]

PAGI-PAGI sekali aku sudah bangun. Kulihat Siwon masih terlelap dibungkus selimutnya. Aku menghela napasku berat. Rasanya seperti ada gundukan batu yang mengendap di dadaku. Hatiku perih tersayat jika teringat kejadian semalam saat kami bertengkar.

Kubereskan selimut dan menyimpannya dalam lemari, lalu pergi mandi. Setelah itu, buru-buru aku keluar kamar sebelum Siwon terbangun. Aku belum mau  melihat wajahnya, karena selalu terbesit ingatan janinku setiap kali melihat wajahnya.

Kulihat eomonim tengah menyiapkan sarapan di meja makan. Aku menyapanya dan ia, entah perasaanku saja atau memang benar, terlihat sangat segar, sehat, dan lebih muda dari sebelumnya. Ia tersenyum lembut padaku dan memelukku kilat. Baiklah, di satu sisi kuakui memang senang sekali melihatnya kini sangat perhatian padaku. Tetapi di sisi lain, putranya selalu menyakitiku. Aku benar-benar dilema dengan apa yang harus kulakukan nanti.

“Sarapan sudah siap. Chaesa-ya, bisa kau panggilkan Jiwon dan Siwon?” pinta eomonim.

“Oh… Ne, Eomonim.”

Aku berjalan ke arah tangga dan menaikinya. Berbelok ke kiri menuju koridor yang di dindingnya dipasangi lukisan-lukisan keluarga mereka dari yang paling moyang. Aku sampai di kamar paling ujung. Kuketuk pintunya dan Jiwon menyahut.

“Iya, aku segera ke bawah.”

Aku berbalik menjauhi pintu. Kini aku berjalan menuju sebrang koridor. Di mana terdapat sebuah pintu kayu tebal dan kumasuki. Kulihat kasur sudah rapi dibereskan. Siwon pasti sudah bangun. Kubalikkan tubuhku untuk keluar dan kembali ke bawah, namun seseorang memelukku dari belakang.

“Lepaskan!” pintaku dingin.

Siwon meletakkan kepalanya di bahu kananku dan mengeratkan pelukannya pada perutku, “Aniyo!”

Kulepas paksa kaitan tangannya dari perutku, “Eomonim sudah menunggu kita di bawah.”

“Oh ya, apa ia sehat? Kulihat kemarin ia sangat pucat.”

“Sangat sehat!”

Aku melangkah keluar kamar menginggalkannya. Sesampainya di bawah, aku langsung duduk di kursi meja makan dan mulai menyantap sarapannya. Siwon menuruni tangga kemudian duduk di sampingku. Ia menyapa riang seluruh anggota keluarga. Mereka saling bercengkrama, hanya aku sendiri yang makan dalam diam.

“Chaesa-ya, hari ini kau mau kemana?” tanya abeonim semangat, seperti tak terjadi hal apapun sebelumnya.

“Seperti biasa, studio balet. Kami sudah mendapatkan murid sekarang…,” kudengar Jiwon tersedak.

“Lho, bukankah murid baletmu memang sudah ada sedari dulu?”

“Ah?” sekarang aku mengerti mengapa Jiwon tersedak, ah bodoh sekali aku! “Oh, ne. Maksudku, kini haksaengnya semakin bertambah banyak.”

Abeonim mengangguk dan melanjutkan makannya. Sedangkan aku bernapas lega. Kulirikkan mataku ke samping kanan. Ternyata sedari tadi Siwon memperhatikanku. Kualihkan pandanganku. Entah kenapa rasanya kurang nyaman. Kuakui amarahku padanya belum reda. Siwon terlalu menganggap enteng semua ini. Dia tak peka dengan perasaan orang lain.

“Kami pergi…,” pamitku seraya menarik lengan Jiwon yang kebingungan.

“Hati-hati!” teriak abeonim dan eomonim bersamaan. Entah bagaimana ekspresi Siwon. Aku tak melihat lagi ke belakang.

__________

“Ada apa ini?” tanya Jiwon terengah-engah kelelahan karena setengah kuseret.

“Oppamu berbohong. Kami tidak tinggal bersama kemarin. Aku tinggal di rumahku yang dulu dan sama sekali tak tahu kalau Siwon juga meninggalkan rumah.”

Ne?! Maksud eonni apa?”

“Lupakan!”

Jiwon menghela napasnya. Ia tak bertanya apapun lagi. Ia mengerti bagaimana perasaanku yang kacau saat ini. Kami berjalan menuju sebuah halte dan menunggu bis datang. Setiap kali pergi ke studio balet, kami memang jarang menggunakan mobil pribadi. Terlalu mencolok. Mobil yang dimiliki keluarga Choi adalah mobil kelas atas. Sedangkan mobil sederhanaku kutinggal di rumahku yang dulu.

Kami menaiki bisnya ketika sudah datang. Duduk di bangku paling belakang dan menikmati perjalanan melihat orang berlalu-lalang di depan pertokoan. Beberapa menit kemudian, bis kembali berhenti di sebuah halte. Kami turun dan berjalan menuju sebuah gedung.

Baru setengah jalan masuk, kulihat mobil Siwon terparkir di halaman. Jiwon mendekati mobil itu untuk memastikan.

“Ini benar mobil oppa. Mau apa dia kemari?” ujar Jiwon lantas berlari masuk ke dalam. Aku mau tak mau menyusulnya.

Kulihat Jiwon memasuki kantor, aku pun mengikutinya. Di sana aku melihat Siwon. Di tangan kanannya teremas sebuah kertas. Seluruh tubuhnya bergetar.

“Oppa,” panggil Jiwon.

Siwon pun menoleh, penuh amarah. Kulihat tangan yang meremas kertas itu mengeluarkan urat-uratnya yang besar.

“Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa kalian tak memberitahuku?” tanyanya sambil mengertakan gigi.

“Apanya?” tanya Jiwon polos. Aku tahu apa yang Siwon maksud. Kertas yang diremasnya itu adalah selebaran mengenai pencarian murid.

“Mengapa kalian tak memberitahuku kalau kemarin keadaan kalian terjepit?!” teriaknya membuatku dan Jiwon mundur beberapa langkah.

“Itu…itu…,” Jiwon mulai kelabakan.

“Kami tak ingin membuatmu memikirkan hal ini. Kau juga mempunyai pekerjaan, kan?”

Siwon melemaskan rahangnya dan sikapnya sedikit melunak sekarang, “Chaesa-ya, aku suamimu. Aku juga berhak tahu.”

Jiwon pergi keluar meninggalkan kami.

“Sudahlah. Masa kritis itu sudah lewat. Lagipula kau datang di saat sesuatu yang buruk telah terjadi. Sepertinya kau takkan mempedulikanku jika hal itu tak ada. Iya kan? Apa ini sebuah sogokan agar aku tutup mulut?”

Kulihat rahang Siwon kembali mengeras, “Kau tak adil. Kau hanya cukup memberitahuku…”

“Apa kau mengangkat teleponku? Saat di China kau bahkan melupakanku. Kau bersenang-senang bersama Heebon, padahal kau bilang terlalu sibuk sehingga tak memiliki waktu untuk menghubungiku. Lalu apakah ini pantas disebut adil?”

Siwon berjalan mendekatiku. Ia menjatuhkan kertas yang digenggamnya dan memelukku. Aku tahu dia menyesali perbuatannya. Aku yakin kini dia telah menyadari kesalahannya. Ia melepaskan pelukannya dan merengkuh wajahku.

Mianhae…”

Kupejamkan mataku dan kutundukkan wajahku, kecewa. Bukan, bukan kata-kata itu yang kuharapkan keluar dari mulutnya. Aku ingin mendengar kata ‘cinta’ darinya. Jika ia mengucapkannya sekarang, maka akan kulupakan semua kesalahannya.

Siwon membuka mulutnya, hendak mengatakan sesuatu, “Aku…”

~Oppaaaaa…~

Hpnya berbunyi. Sebentar, suara siapa tadi? Aku tak pernah merekam suaraku di hpnya. Dan belum pernah memanggil Siwon dengan sebutan ‘oppa’ karena kami seumuran. Apa itu suara Heebon?

Siwon mundur menjauhiku. Dia menerima panggilan teleponnya. “Tak bisa. Aku sibuk,” ujarnya lalu menutup teleponnya.

“Heebon?” tanyaku.

Siwon terdiam, masih mengutak-atik hpnya. Sepertinya ia sedang mengganti nada deringnya. Hhhh… Jangan takut ketahuan, Siwon. Karena aku sudah mengetahui perasaanmu padanya sejak dulu.

“Iya,” jawabnya singkat. “Dia memintaku menemaninya latihan. Kubilang tak bisa karena…”

“Karena aku? Tak apa-apa jika kau mau…”

“Aku tak mau!”

Aku tersenyum simpul. Ada apa ini? Kenapa tumben sekali ia menolak permintaan Heebon? Jangan bilang kalau ia sedang membaik-baikkiku agar tetap menutup mulut menjaga rahasianya.

“Aku harus mengajar.”

“Chaesa-ya…,” panggilnya dan berjalan mendekatiku, “…kumohon jangan membenciku. Jika kau memerlukan sesuatu, kau bisa menghubungiku. Jangan lupakan bahwa aku suamimu. Kumohon!”

Aku tersenyum, dan lagi-lagi simpul. Aku tak menyahutnya, pergi tanpa kata…

__________

KUSUNGGINGKAN bibirku, memberikan senyuman termanis pada seluruh haksaengku walau dalam hati itu semua berkebalikan. Di sudut ruangan kulihat Donghae tengah duduk menorehkan tanda tangannya untuk dibagikan pada semua haksaengku. Rupanya hari ini gilirannya yang datang kemari. Ini pertama kali aku melihatnya setelah kejadian ironis beberapa minggu lalu.

Kuhampiri dia yang kini sedang asik melayani foto bersama penggemarnya. Dia menoleh dan melihatku. Auranya sangat baik, dia terlihat sangat cerah hari ini.

“Apa kabar?” sapaku.

“Sakit semenjak kau menghilang,” jawab Donghae seenaknya.

Beberapa fans yang mendengar jawabannya langsung mengeluarkan ekspresi aneh dan menangis massal, “Oppaaaa…”

“Hyaaa, aku hanya bercanda. Dia sudah bersuami!”

Lantas mereka semua mengalihkan perhatiannya padaku, masih menangis massal “Saem~

Wae?” tanyaku bingung, “Donghae-sshi hanya bercanda. Dan aku takkan pernah memperlihatkan kebersamaanku dengan Siwon di sini. Oke? Ayo, sekarang kalian latihan!”

Mereka menurut dan meninggalkan aku dengan Donghae. Ya, itu janjiku. Takkan pernah memperlihatkan kebersamaanku dengan Siwon. Lagipula dalam situasi seperti ini, itu tak mungkin ‘kan?

Aku dan Donghae mengobrol banyak. Dia mencurahkan seluruh keluh kesahnya saat aku tak ada. Dia bilang kalau dia juga mencariku dan tak pernah berhenti bertanya pada Siwon aku berada di mana. Siwon tidak menjawab dengan kata-kata. Dia menjawab dengan perlakuan buruknya terhadap Donghae. Sejak kejadian itu hubungan mereka merenggang. Saling menyalahkan satu sama lain.

“Saat kau terjatuh, akulah yang lebih dulu menyadarinya dan menyentuh pahamu. Maaf, sudah lancang!” aku Donghae.

Kudongakkan wajahku dan memandangnya lekat-lekat. Jadi, itu dia? Bukan Siwon?

Donghae melanjutkan lagi pembicaraannya, “Siwon sangat panik dan syok. Yang bisa dia lakukan saat itu hanya menggendongmu sambil berteriak histeris dan membawamu lari ke rumah sakit. Dia menolak ketika kutawari untuk naik mobilku. Dia membawamu lari menempuh beberapa kilometer. Dan ketika sampai di rumah sakit, dia jatuh pingsan. Saat kau siuman, Siwon pun baru tersadar dan ia bersikukuh ingin menemuimu. Selang infuse yang menancap di tangannya ia cabut dengan paksa sehingga tangannya mengalami pendarahan. Ia menyembunyikannya di balik baju agar kau tak dapat melihatnya. Namun setelah kau memintanya keluar kamar, ia kehilangan kesadarannya kembali karena terlalu banyak kehilangan darah. Dan keesokan harinya ketika ia siuman, ia sudah membenciku.”

Kudongakkan kepalaku untuk menahan agar tak ada air mata yang mengalir. Memalukan sekali jika itu terjadi. Apa tanggapan semua orang yang ada di sana jika melihatku menangis.

Uljima!” bisik Donghae di telingaku.

Setelah merasa lebih baik, kualihkan pandanganku ke arah para haksaeng yang sedang berlatih. Namun di pintu masuk kulihat Siwon tengah memandang dingin ke arahku dan Donghae. Aku membeku. Dia pasti melihat perlakuan Donghae tadi saat memintaku untuk tak menangis. Oh tidak, jangan salah paham kumohon. Aku tak ingin hubungan mereka kian memburuk. Tak lama setelah itu Siwon beranjak dari tempatnya. Aku berlari menyusulnya, tetapi tak sampai beberapa langkah, kudengar hp-nya berdering, kuhentikan langkahku.

“Oh, Heebon-ah. Iya, aku segera ke sana.”

Heebon lagi… Kubiarkan Siwon pergi jika memang bersama Heebon membuatnya bahagia. Aku akan mulai membiasakan diri bernapas tanpanya.

__________

Siwon’s Room. Juli 2010 – 01:25AM.

PERLAKUAN Siwon akhir-akhir ini sudah mencapai fase aneh. Setiap hari sepulang bekerja ia akan selalu membawakanku buket bunga. Tak peduli pukul berapa ia sampai rumah, bunga itu selalu tampak segar seperti baru dipetik. Apakah pukul dua pagi masih ada toko bunga yang buka?

Jika aku sudah terlelap, ia akan menaruhnya di samping kepalaku. Sengaja agar aku menghirup aromanya dan terbangun.

“Baiklah ini hari ketujuh. Katakan padaku apa sebenarnya yang sedang kau lakukan? Ini sangat mengganggu. Aku kerap terbangun pada dini hari,” protesku.

“Terganggu?” sahutnya dan kulihat ekspresi kecewa dari matanya.

“Mmm… Maksudku, aku kan harus bangun pukul lima pagi untuk membantu eomonim dan Jiwon menyiapkan sarapan setelah itu pergi mengajar. Akhir-akhir ini aku tak dapat lagi bangun pagi.”

Siwon berjalan menghampiriku dan menggendongku lalu ditidurkannya aku ke kasur. Karena terkejut, sontak aku bangun dan kembali ke sofa.

“Mau sampai kapan kau tidur di sana? Aku tahu bagaimana rasanya tidur di sofa. Seluruh badan terasa pegal. Chaesa-ya, kau masih belum bisa memaafkanku?”

“Akan kumaafkan jika kau mengakui perbuatanmu.”

“Pasti…pasti akan kuakui di depan eomma, appa, dan Jiwon…”

“Janji?”

Siwon mengangkat kelima jarinya, “Aku bersumpah. Jadi, kau mau kan meninggalkan sofa itu dan kembali tidur di kasur?”

Aniyo. Kubilang akan kulakukan jika kau sudah mengakui, bukan hanya bersumpah.”

Kulihat Siwon pasrah dan naik ke atas kasur tanpa mengganti pakaiannya.

Keesokan paginya…

Pagi ini adalah pagi paling menegangkan bagi Siwon. Semalam dia sudah bersumpah akan mengakuinya. Aku ingin dia menepati janjinya hari ini. Aku ingin melihat Siwon hidup tenang tanpa dihantui rasa bersalah.

“Eomma, sehatkah?” tanya Siwon hati-hati.

Ne. kalian bertiga sehat?” eomonim balik bertanya, aku, Siwon dan Jiwon pun mengangguk.

“Ada yang ingin kusampaikan…”

“Nanti saja setelah selesai sarapan,” potong abeonim dan Siwon menurut. Kami semua melanjutkan sarapan. Setelah selesai, barulah Siwon mulai menyinggung hal itu lagi. “Harus kusampaikan sekarang juga. Aku tak tahan jika harus menahannya berlama-lama.”

Kami semua menanti. Sejujurnya aku sangat takut. Apa yang akan dilakukan abeonim jika ia mengetahui bahwa putranya sendiri yang telah membuatnya kehilangan calon cucunya? Aku juga sangat mengkhawatirkan kesehatan eomonim.

“Penyebab Chaesa kehilangan janinnya bukan karena kecerobohannya sendiri…,” Siwon memulai pembicaraannya sambil menghela napasnya tegang, “…tapi karena aku.”

Tak ada yang mengerti. Mereka bertiga berlomba mengerutkan dahi. Siwon menceritakan seluruhnya secara mendetail. Tak ada yang ia tutupi, bahkan Heebon pun ia ceritakan. Bagaimana perasaannya setelah menikah denganku, bagaimana keadaan kegiatan baletku yang hampir gulung tikar, bagaimana ia memanfaatkanku sebagai pemuas nafsu di malam itu, dan tunggu… PEMUAS NAFSU?!

NE?!” pekikku.

“Saat itu yang ada dalam pikiranku adalah Heebon, bukan kau. Mianhaeyo! Cheongmal mianhaeyo, Chaesa-ya…”

Abeonim berdiri meninggalkan kursinya, ia berjalan menghampiri Siwon lalu menamparnya tiga kali berturut-turut kemudian menghempaskan Siwon dengan kasar hingga ia tersungkur. Lantas abeonim berjalan menghampiriku dan berlutut di hadapanku.

“Abeonim,” panggilku memintanya untuk berdiri.

Mianhae, Chaesa-ya. Aku benar-benar tak tahu kalau kau semenderita ini. Aku yang membuat kalian menikah dalam keadaan terpaksa. Maaf karena telah membuatmu menikah dengan putraku yang bodoh. Maafkan aku, Chaesa-ya…”

“Abeonim,” panggilku sambil menangis dan berusaha sekuat tenaga membuatnya agar tak berlutut lagi, “Kumohon jangan seperti ini!”

Siwon menghampiri eomonim dan mencium kakinya. Ia terus mengulang kata ‘maaf’ dan ‘ampun’. Eomonim membantu Siwon untuk bangkit. Ia merengkuh wajah anaknya tersebut. “Bukan eomma yang seharusnya kau mintai maaf,” lantas ia mengedikkan kepalanya padaku. “Istrimu. Kau sudah sangat melukainya. Dan bersyukurlah kau dikirimkan istri sesabar dia yang masih setia berdiri di sampingmu hingga saat ini.”

Siwon menangis semakin kencang. Dia bangkit dan berjalan ke arahku. Dia berlutut di hadapanku, memeluk kakiku dan berkali-kali menciuminya sambil tak berhenti meminta maaf. Aku menariknya meminta agar ia segera bangun. Setelah itu ia memelukku erat. Tak ada alasan lagi bagiku untuk marah padanya. Choi Siwon, suamiku… Kau kumaafkan…

..to be continued..


#yehooooo… pendek banget ye perasaan part ini. hehe. mian, mian, mian… kemungkinan FF ini selesei di part 9. makasih yang udah mengantisipasi FF ini, makasih juga loyalitasnya, makasih juga atas banyak cinta yang udah kalian kasih untuk FF ini. moga Siwon gak dibenci. hahaha~ just fiction… kamsahamnida^^/

131 Responses to Am I Marrying The Right Man? [Part VII]

    • 1st ? wah~ jarang-jarang nie 1st *apadah*

      – balik ke topik awal –

      it’s time to comment *halah*

      wow ! keren keren !
      tapi beneran pendek deh~ hehe *peace onn*
      part 9 ? selesai ?
      dua part lagi dunk onn *sksd mode on*

      jujur : aku paling suka klo chaesa lagi sama donghae oppa, entah kenapa klo chaesa lagi sama siwon aneh deh *peace won oppa*

      di tunggu part VIII nya :D he he

      hwaiting onn !

  1. Omo~~…
    Chaesa baek banget…. Sabar banget….
    Siwon!! OhMyGod.. aku masih kesel sm kelakuannya..
    Masa chaesa cm sebagai pemuas nafsu.. Hue….. Nangis darah..

  2. Hhhhh..Siwon cerita jg ke keluarga’y
    Kasian Chaesa cm jd pemuas nafsu doang,,jahat km Siwon *buang muka*

    Chingu part selanjut’y jgn lama2 y..

  3. omo,, kasian bget Chaesa.. ckckck, udah semenderita itu masih aj dimaafin, bner-bner istri yg baik.. pgen nangis baca pengakuan siwon,, teganya T__T.
    cerita’y makin seru, ini ff yg selalu kutunggu. Ending’y semoga Chaesa bisa bahagia selamanya..

  4. i’m baaack ahahaha *plak* uwaaa co cwit unyuu tenang aja bangwon aku ga akan benci bangwon kook ehehehe. Yaah udah mau selesai aja ceritanya bikin epilognya yaa biar makin seru uhuuy. Oh iya bikin lanjutan ff yg jinwon sm hyuk jugaa #readerbanyakminta -salam piss lop and metal!

  5. Siwon GILA!!
    Chaesa sabar bgt sumpah..udahlah sama donghae aja dia!! Hhaha
    Part selanjutnya jangan lama” ya dan happy ending please *memelas*

  6. Owh ya cuma mau ngasih tau kalo bluelf punyaku udah nyampe dengan sehat selamat sentausa tak kurang satu apapun…
    Gomawooooo…^.^

  7. ya Tuhan
    smoga Siwon beneran sadar
    entah kalo aku yg jadi Chaesa
    bisa ga ya maafin Siwon
    hiks
    sedih bgt
    siwon jahat
    masa iya pas dia tidur sma chaesa malah nganggep heebon
    argh..
    Jambak heebon, lempar ke gilingan padi
    grrr..
    Tapi pendek amat onn..
    Panjangin dong
    eh
    apakah next part adalah last part?
    Haha..
    Ga sabar nunggu
    ASAP ya..

  8. yaahh… Kok siwon oppa mrah ma donghae oppa cie….
    Ksian cheesa…
    Onnie lnjtn na jgn lama2 yeah…
    Good job chingu..

  9. bener bener dah siwon , gak cukup nyakitin chaesa ampe kayak gitu ditambah cuma pemuas nafsu aja lagi . chaesa jangan maafin siwon , ma donghae aja .
    part VIII jangan lama lama .
    thumbs up .

  10. tak terasa udah mau abis aja nih cerita…
    trus perasaan won dr awal sampe akhir belom dikasih tau ya? knapa skrg dia jd romantis dan baek sama chaesa… ayo critain semua… sama heebon juga…
    like this diya…
    tapi… terlalu cepat dimaafin won… bikin menderita dulu… hahahahaha~

  11. keren keren keren……
    bacanya sambil deg-degan nih,
    siwon tega bgt, salut ama chaesa…
    ayo part selanjutnya jgn lama2…..
    buat author: Good Job cingu… V^_^
    *author: sok kenal bgt sih ni orang!*

  12. Klo baca ff ni.
    W jd benci bgt ma siw0n.
    Benci bgt.
    Pengen w tempeleng rasanya..
    Tp, w suka bgt ff ni.
    Cuma part 9???
    Dlanjtn d0ng mpe part 15 gt…
    Next part jgn lama2 ya.

  13. bingung sma skap siwon,, dia ttap ngedekatin heebon tpi mrahh klo chaesa dkat sama hae..
    baik bner sih chaesa mwu maafin shiwon,, pdahal shiwon jga ngaku klo mlam i2 dia mikirin heebon,,
    tpi rasa sebel aq sama shiwon brkurang d’ff nieh,, abis shiwon brani ngakuin smua ksalahannya sih,,
    pnasaran sma lanjutan kisah shiwon-chaesa,,

  14. Yah ko chaesa mrh’y cuma bentar doank sie?? aq msh lum puas liat dia marah abis siwon nyebelin bgt.
    hhe.

    ya ampun gag slh tuh?? cm bwt pemuas napsu?? klo aq lgsg mnt cerai deh,, sabar bgt sie chaesa.
    jd gemes aq ma dia.
    hhe.

  15. Kok TBC penasaran neh lanjutannya, dieminnya lamain aja biar tau rasa siwon udah nyia2in istri yg baik n setia gt. Jd esmosi

  16. aku nangiiiis… :’((

    chaesanya kasian bgt ternyata waktu itu dia cuma jadi pelampiasan aja..
    tapi kayanya sih sekarang siwon udah nyesal sama perbuatannya yg dulu itu.. trus sekarang juga kayanya dia udah cinta sama chaesanya..
    iya, siwon beruntung bgt ya bisa dapetin chaesa, udah di sakitin tapi tetep aja masih setia.. *lirik2 diya*
    donghae yang sabar ya.. namanya juga ngadepin suami cemburuan.. hehehehe

    tinggal heebonnya tuh yg perlu di buang ke laut.. ^^v

    iya bener pendek bgt diy.. tapi seru kok, klimaksnya dapet.. *halah bahasanya*

  17. Diya…
    si Siwon boleh dijambak gak? #plakk
    aduuuuh pemuas nafsu belaka? yg dibayangin heebon?
    ampuuuuuun daaaaaaah 9uw bunuh tuh kalo beneran ada cowok kayak begitu! heuuuuh!
    tapi Diya ini keren bangeeeeeet!
    suka banget…

    nunjuk komen Mirsa onn : bikin menderita dulu…
    iya betul! cowok tuh gak boleh dikasih hati! *kejam*

  18. nangisss..
    ya ampun, dari pihak dua2nya bikin sedih..
    siwon kasian…chaesa jugaa..
    ya ampun..
    nangis plg nangis pas keluar kata2 ‘pemuas nafsu’ dr mulut siwon…..
    ya ampunnnn

  19. sumpah siwon minta di siram pake aer keras
    *byurrrr di siram duluan ma bini siwon se blog*

    semoga gk nemuin lelaki kayak gini
    – kyuu jgn ikutin siwon hyung ya
    ^^

  20. kasian banget chaesa, siwonnya jahat banget T__T
    tapi sweet banget pas siwon gendong chaesa bawa kermh sakit
    next chap jangan lama2 yaa
    penasaran
    kereeeen banget ffnya :D

  21. . Aku tersentuh waktu baca pengorbanan siwon bawa chaesa kerumkitt … ya ampuun .. so sweet..(menurutku..hhe)…
    .Tapi…
    .Tapii.. Emosiku langsung memuncak pas ada kata-kata PEMUAS NAFSU !!
    . astaga dragon ! . Jahatt sekali kamu oppa ! .. hhh .. (masih puasa ..Tahan amarah.. =.= )
    .
    .akhirnya siwon mau mengakui kesalahannya … aigo .. chaesa onnie sabarr sekalii.. Bener-bener salutt aku..
    .
    .next part asapp ya on .. ^^,
    ,

  22. Ga terima siwon blm menderita sepenuhx, jgn diabisin ampe part 9 donk, klo g pux ide sini aq lanjutin (jd emosi bgt bc part ini) krg greget

  23. ULJIMA! ULJIMA!
    ya ampun..mataku udah berkaca2 pas adegan terakhir..mengharukan banget..
    kak diya nangis ga pas bikin cerita ini?
    lanjut! can’t wait!

  24. wa………. keren sekali……… mengharukan… akhirnya siwon ngomong juga…..

    lanjutannya jangan lama-lama ya… seru banget ni…

  25. omo.. wonwon oppa jhat bgt ci dsni..

    Jd’a kn benci2 rindu

    sprti biasa ff’a kren
    bwt auThor’a ajarin aqu cra nulis ff yg keren dong
    bb^^dd

  26. gila ya siwon ini, dah tau lagi nyari perhatian bininya, masih aja ngangkat telepon dari heebon, ckcckckkckckckckck…

    gw jg suka tuh pas chaesa n donghae lg berduaan, keknya puas bgt bikin siwon cemburu hahahahahahha

  27. chaesa onnie…
    cintailah siwon selamanya,
    jgn sampai berpaling ke hae..
    karna hae milik ku seorang..
    *plak##
    hahaha~ keren, lanjud gak pake lama y..

  28. SUMPAH DAH SIWON TEGA BANGET! bikin saya naik darah. Chaesa yang sabar ya, psti Siwon nanti dapat balasan’na.

  29. siwon jahat bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet!
    chaesanya sabar sekaleee, aku salut..
    suka banget ceritanya, penasaran nih lanjutannya ..
    ^^

  30. siwon jahaaattt..
    *cincang cincang wonwon*
    hhahha
    *sadis amat yaaak*

    bisa yaa ada cowok kayak gitu..ckckckck
    sabar ya chaesaa~

  31. my favorite ff is back….^^
    tapi pendek bgt onn…
    siwon jahattttt….
    tapi kenapa dah mau tamat??? *ga rela*
    siwon oppa ayo dung sadar jangan sakitin chaesa lagi…
    btw gmana endingnya ntar ya???? penasaran to the max..
    next part ASAP ^^

  32. mwo?!? pemuas nafsu??? aigoo won2 oppa ada apa denganmu sih,ckckckckc

    ternyata won2 oppa msih gentle mau ngaku kslahannya,good job oppa hehehe

    part slnjutnya ditunggu bgt :)
    bener2 cinta mati sama ni FF

  33. DASAR SIWON ANAK SETAAAANNNN!!! *SebelTingkatAkut*

    Enak aj status agung seorang istri hanya djadikan sbg pemuas napsu. Kl aq jd chaesa aq bakal lgsg minta cerai saat itu jg. PEMUAS NAPSU, itu bener2 pelecehan!!!

  34. Caesa daebak !!
    Ya..kok cpet bgt sih siwon dimaapinnya??? Caesanya hrusnya lbh kejam lg../hallah plakkk..
    Diya onn..mianhae saya merecokimu ditwitter wktu itu..hehe..
    Mungkin akan saya ulang untuk next part..hehe..
    *plakk..

  35. aaaaaaaa…..!!!
    Aaaaaaaaa……!!!!
    Aaaaaaaaaaaa……!!!!
    *teriak2 histeris*

    Mana si Diya….!!! Mana….!!!!
    Ya ampun….!!! Pendek banget…!!! Udah sedih2 tbc !!! Bikin aku jejeritan aja !!!
    *tarik napas*

  36. ya ampun!! Siwon gila kali ya???
    Chaesa baek amat si?? Bikin siwon mnderita dulu napa, pura2 mnta cere gt, ato apalah,yg pentg siwon dikasi menderita dulu.. T^T
    Siwon hatinya bercabang apa gmna si?
    Lanjuutt..
    Like this ff so much.. Huhuhu

  37. coment gi

    jgn d’tmatin dulu onn..
    wonwon oppa,a d’bkin sengsara dlu..
    bkin menyesal stngh mampus…
    mw tabokin won2..

  38. chaesa babo!!!! kok siwon dimaapin sihh?? aku yang baca aja masih kesel sama dia. pengen tak injek-injek ajaa. authornya seru nihh, bikin cerita yang memainkan esmosi pembaca *walahhh…bahasa gue keren banget* ^^

    next part ditunggu yaa. kalo bisa tuh siwon dibuat menderita juga. biar ikut ngrasain *masih sebel sama wonwon oppa*

  39. OMG!! Kejam amat siy won2. Chaesa i2 pnybar bgt yak…hikz
    Truz gmana ma Donghae?? Sbnarnya Siwon cinta ma cpa??*t’lalu bnyk p’tnyaan* Penasaran liat next part…

  40. aaaaa siwonnie tega banget -__- ntar aku beneran pindah ke kyu lho kalo kamu jahat gitu *?* *digampar massa*

    authoorr ceritanyaaa bagussss aaa
    lanjutt teruuss XD

  41. huwaaaa siwon ku jahat banget siih -,-
    tapi aku suka banget deh ceritanya sumpah seruuu,penasaran banget sama lanjutannya

  42. *Ga bisa berkata2
    Siwon kejam!!! ah, ga rela klo Chaesa maafin Siwon -LOL
    Appanya Siwon, tamparannya kurang 2x lagi!! hhehhee *panas

    mpe part 9 yaa?? ng.. cepet bgt, pdhl ni cerita keren n’ seruuuu bgt!
    ya sudah part selanjutnya cpet yaa~
    ^^

  43. omO?
    pemuas nafsu?
    tega bgt ikh siwon..
    chaesa.
    sbar bgt de dy ngadepin c siwon.
    hae it kyk’y cocok de ma chaesa.
    hehe.

  44. Huaaa~~~
    Plg suka pas Hae ngejelasin pas Won2 bawa Chaesa ke rmh sakit…
    Sweet bgt dehhh… *kiss Won2*
    Tp, pas ada kata ‘PEMUAS NAFSU’, jd benci bgt ama Won2 yg ada di ff ini…
    *nendang Won2*
    Lanjuuutannya lbh panjang ya, Diya onnie…!!! ^^

  45. dah bnyk bgt nech yg komen.
    bnar2 menysal kah drmu oppa? i hope so.
    next part jgn lma2 y. ni ff pling aq tng9u bgt.
    eh iy, d part ne pa kabr jiwon sm eunhyuk?
    jd kngex hyukie oppa deh.

  46. APAAAAAA!!???*sinetron mode on* PEMUAS NAPSU???! Tega nian kau bang won2. Spt biasa, i like it!! 10 jempol wat authornya. 2 part lg selesai,Oh My God!! Jangan lama” y chingu,aq setia menunggu… ^^

  47. G redo klw chaesa jd.a ma siwon. .
    Ya ampun siwon~ah km muna bngt. .
    Smua perlakuan manis.a k chaesa cma sogokan, biar siwon g mrasa bersalah. .
    Siwon dbqin mnderita aja. .cz dah kterlaluan. .*pngen bunuh siwon*
    CHAESA MA DONGHAE AJA!. .sakit hati bnget aq bca.a. .knp ff ini bgtu mempengaruhiku. .

  48. Pingback: Top Posts — WordPress.com

  49. ketinggalan gara2 hp kebanting dan inet hp error T.T
    ya tuhan, siwon, jahat amat kau..
    masa chaesa di jadiin pemuas nafsu ?
    aku yang bacanya aja sakit banget T.T
    onnie, kilat ya lanjutannya ~

  50. ampun deh siwon makin benci gw sama lo *becanda*

    alah…akhirnya dia jadi gentleman juga….mau mengakui perbuatannya hahhaha
    ayo tinggalkanlah Heebon lalu kembali kepada istrimu

  51. Keren,,,,
    aku baca sejauh ini,, karakternya cocok banget sam siwon ma donghae….
    penasaran baca kelanjutannya,,
    onnie cocok banget jadi penulis,,,
    semangat,,,

  52. waw…keren..
    geregetan bacanya…pi cb si siwon dksh pelajaran sdkt gt…istrinya mnt cerai atw gmn gt…
    pi ga sabar nunggu lnjtn nya…

  53. Next partnya mana ini???
    Penasaraaaan udah sampe keubun”
    Aaaaaaaah!!!
    Hahahaahaha
    Author yang cantiik..jangan lama” yah next partnya..yayaya?? *wink wink*

  54. [baru baca, tengah malem pula]

    dan tetehhhhhh, aku mewek ! siwon, aiiiish. JEONGMAL NAPPEUN NAMJA YA!!

    edaaaaan chaesa makan apa bs sesabar itu, dan siwon salah makan obat apa bs jd jahat begitu? aiiish

    lanjut teh lah cepetan. jgn lama2, teu sabar yeuh [plaak] XD

  55. Pingback: Am I Marrying The Right Man? (Siwon Diary 1) « Superjunior Fanfiction

  56. waah baru nemu cerita keren nih.
    langsung ngebut baca dari part 1.
    aigoo chaesa sama donghae aja ya ya ya ? *puppy eyes*
    lebih suka sama donghae yang gentle daripada sama siwon yang plin plan itu *digeplak siwon*
    oh ya salam kenal thor, saya reader baru.
    next partnya kapan keluar?
    jangan lama lama ya thor =)

  57. Pingback: Fanficroll, You Must Visit and Read FF | sweetmarshmallowgirl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s