Raneul’s PoV
“Kuberi waktu 5 menit, kau harus sampai kesini tepat waktu,” omelan Nara eonni membuatku sedikit menjauhkan ponsel dari telinga. “Daritadi banyak orang yang menanyakan dirimu, Kwan Raneul~”
Aku mendesah, “Memangnya siapa aku sampai semua orang menanyakanku? Itu kan pesta penyambutan teman Jiyoo eonni.”
“Tebak siapa yang menanyakanmu,” pancingnya.
“Mm… Jiyoo eonni?” jawabku asal. Disana ada member Super Junior dan Jiyoo eonni, jadi sudah jelas pilihan pertama adalah sebuah hal yang mustahil.
“Salah besar~ Kim Heechul menanyakanmu. Cepatlah kesini~” ucapan Nara eonni berhasil membuat langkahku beku. Kim Heechul? Super Junior Heechul? Yang merangkap aktor itu kan? Yang jadi DJ Youngstreet kan? “KWAN RANEUL~!! Kau tidak pingsan kan?”
Kuatur napasku. “Aniya. Untuk apa dia menanyakanku?”
“Mollayo~ karena itu cepatlah kesini!” untuk terakhir kalinya Nara eonni mengomel lalu memutus teleponnya.
Memangnya Kim Heechul yang itu benar-benar menanyakanku? Atau.. sekedar basa-basi? Ahh~ otakku sedang cacat. Terakhir kali aku bertemu dengannya, yang kutahu ia adalah orang yang selalu marah-marah padaku gara-gara kasus Jiyoo eonni.
“Mm… flat apartemen nomor 7?” kakiku melangkah perlahan sampai terhenti di depan pintu bertuliskan angka 7. “Ahh~ BINGO!” Pintu terbuka sebelum aku sempat menekan bel, “Omomo~ kau mengejutkanku!”
Ia menatapku agak lama, “Kau… adik Kwan Nara-ssi?”
Aku mengangguk kaku. “Sungmin oppa kan? Kenapa keluar? Acaranya sudah selesai ya?” Sesekali aku melongok melalui celah pintu yang terbuka. Tapi sepertinya masih ramai.
“Aku hanya… bosan di dalam,” ujarnya. “Masuklah, Jiyoo dan Nara pasti menunggumu.”
Kugaruk pipiku yang tidak gatal, “Sebenarnya aku sama sekali tidak mengenal Im Saera, jadi aku sedikit takut masuk ke dalam.”
“Gwaenchanhayo~ Jiyoo kan teman kami, jadi kau juga dihitung. Lagipula Saera memang membutuhkan banyak teman,” jelasnya.
Tiba-tiba aku teringat sesuatu, “Ahh~ Saera itu gadis yang Leeteuk oppa dan Sungmin oppa sukai kan? Itu… yang hampir menjadi bahan artikel Jiyoo eonni.”
“Begitulah. Tapi sekarang dia sudah bersama Teuk hyung. Jadi tidak ada lagi cinta segitiga,” Sungmin menunduk sedih, atau ini hanya perasaanku saja?
Kukatupkan kedua telapak tangan di depan dada, “Mianhae, oppa. Aku tidak bermak-“
“Geumanhae~ aku baik-baik saja,” ujarnya sambil mengibas-ibaskan tangannya, “Kau tidak mau masuk?”
“Aku mau masuk kalau oppa juga ikut masuk. Kaja~” tanpa ragu, kutarik tangan Sungmin masuk kembali ke tempat ramai itu.
—
“Annyeong haseyo~ Kwan Raneul imnida,” aku membungkukkan badan di depan gadis manis yang terduduk di kursi roda. Bisa kulihat Leeteuk sama sekali tidak beranjak dari sampingnya. Ia terlalu setia mendorong kursi roda itu kemana pun gadis itu mau. Pasangan yang sempurna~
Saera tersenyum lembut, “Annyeong haseyo, Raneul-ssi. Kau datang bersama Sungmin?”
“Aniyo~ tadi aku bertemu Sungmin oppa di depan pintu. Sekalian saja aku menariknya kesini,” ujarku santai. Sempat beberapa kali kutangkap Sungmin tidak bisa melepaskan pandangannya dari Raneul. Aigo~ lelaki patah hati.
“Nikmati pesta kecil ini ya,” pesan Saera. “Sungminie, temani Raneul-ssi. Kasihan kalau dia sendirian. Jiyoo sibuk bersama Eunhyuk, kakaknya sendiri sejak tadi malah mengekor Kyuhyunie.”
Spontan aku terkesiap, “Mwo? Nara eonni menguntit Kyuhyun oppa? Aigo~”
“Ne, sepertinya kakakmu itu sangat menyukai Kyuhyunie,” Saera mengalihkan matanya pada Leeteuk, “Teukie-ya, aku haus. Ayo ambil minum. Sungminie, jaga dia ya.”
Sungmin hanya mengangguk kaku sebelum melihat Saera berlalu. Bersama Leeteuk yang setia mendorong kursi rodanya, tentu saja. Kusenggol lengannya, “Jangan melihatnya seperti itu terus. Terlihat sekali oppa menyukainya.”
“Bicara apa kau ini? Ayo, ambil makanan,” Sungmin menunjuk ke arah yang berlawanan dengan Saera. Keningku berkerut melihat sikap sok kuatnya.
—
Sepanjang waktu Sungmin tetap berada di sampingku. Aku jadi aneh sendiri dengannya. “Oppa, kau itu sangat penurut pada Saera-ssi ya.”
“He? Begitukah?” sahutnya singkat tanpa menoleh ke arahku.
“Tentu saja. Kalau tidak, kenapa kau mau menemaniku sepanjang pesta kecil ini? Bukankah tadi Saera-ssi yang menyuruhmu?” kukeluarkan seluruh analisisku. Alisnya terangkat. “Kau masih menyukainya kan?”
“Aku sudah melepaskannya pada Teuk hyung,” jelasnya singkat. “Lagipula kenapa kau mau tahu? Kau mau membuat artikel Jiyoo-ssi jadi kenyataan?”
Aku buru-buru menggeleng. “Anieyo~ sejak mendengar kisah kalian, aku jadi penasaran, sebesar apa rasa suka oppa pada Saera-ssi, sampai bisa membuat konflik intern di grup sendiri. Tapi kurasa aku tahu sekarang.”
“Apa yang kau tahu?”
“Seorang Lee Sungmin sangaaaaaat menyukai Im Saera,” harus kuakui, aku terlalu berani untuk membicarakan hal ini dengannya.
Sungmin tertawa. Respon terakhir yang ada di pikiranku. Kupikir dia akan marah begitu aku menyinggung hal ini. “Memangnya tertulis di keningku?”
“Kira-kira begitu~” aku ikut tertawa lalu buru-buru bersembunyi di balik punggungnya. “Omo~ sembunyikan aku.”
“Waeyo?” bisiknya.
Sedetik kemudian aku bisa melihat Heechul berjalan ke arah Sungmin. “Min-ah, tadi kudengar dari Saera, Raneul sedang bersamamu. Kau melihatnya?” Sungmin tidak menjawab, ia menggeleng pelan. “Aigo~ kemana gadis itu? Aku menunggunya sejak tadi.”
Kim Heechul menungguku? Mau apa? Menyusahkan saja~
“Ada perlu apa, hyung?” baguslah~ Sungmin berani bertanya. Kupasang telingaku kuat-kuat. Dari tadi aku penasaran kenapa orang ini mencariku.
“Mm… kau tahu kan sikapku padanya agak keterlaluan saat ada kasus Jiyoo?” jelasnya terbata. Aku mengangguk setuju. Benar sekali! “Aku mau minta maaf padanya.”
“HE??” aku memekik keras. Aigo~ Kwan Raneul bodoh!! Dengan terpaksa aku keluar dari balik punggung Sungmin. Aku terpaksa tersenyum bodoh sambil menggaruk pipi. “Annyeong haseyo, Heechul sunbaenim.”
Heechul melotot ke arahku. “Jadi dari tadi kau sembunyi dariku?”
“Bagaimana menyampaikannya ya… Ya, seperti itulah,” elakku. Aku bisa melihat Sungmin menahan tawa di sampingku. Pesta menyebalkan~ nasibku jelek sekali hari ini.
“Dasar~ sudahlah, lupakan saja niat awalku,” Heechul mendadak angkat kaki sebelum kutahan lengannya, “Apa?”
Kukatupkan kedua telapakku, “Mianhaeyo, sunbaenim~ Kupikir tadi sunbae akan marah-marah lagi padaku.”
“Gadis ini sangat ketakutan, hyung. Maafkan saja dia,” bantu Sungmin.
“Cih~ terserahlah. Aku minta maaf soal sikapku saat terakhir kali kita bertemu,” Heechul menyodorkan tangan kanannya. Aku tersenyum menyambutnya. Ia berteriak girang saat menyadari benda yang kubawa, “Kau bawa apa? Kamera!! Potret aku~”
Aku melongo agak lama. “He? Potret?” Belum sempat kusiapkan Canon-ku, Heechul sudah bergaya dengan berbagai pose ala foto model. Omomo~ super narsis.
—
-the next day-
“Eonni~” aku merajuk saat Nara eonni menyuruhku kerja lapangan mendadak. Ada pembukaan restoran baru milik teman eomma, dan aku yang disuruh meliput kesana. “Yang lain saja, jangan aku. Jebal~”
Nara eonni terkekeh. “Waeyo? Karena nanti bisa bertemu mantan pacarmu?”
“Anieyo! Eonni memang sok tahu,” dengusku sebal. “Bukankah ada orang lain yang tidak sibuk? Kenapa harus aku?”
“Ya~! Teman eomma ini kan orang penting, lagipula mantanmu itu, siapa namanya? Myungsoo? Dia kan hanya anaknya, tidak mungkin datang kesana,” Nara eonni meyakinkanku.
“Jinjja? Eonni berani jamin dia tidak akan ada disana?” tanyaku.
Nara eonni mengangkat penggaris panjangnya. “Kau mau pergi kesana atau tidak?”
“Ara~ aku berangkat sekarang, redaktur,” aku melangkah keluar sambil menggumam kesal. Bisa-bisanya mengancam adiknya dengan penggaris seperti itu. Dasar eonni~
Kubawa sekuter klasikku ke tempat yang ditentukan. Ahh~ ramai sekali disini. Sepertinya Park Ahjussi akan kembali sukses dengan restorannya yang kesekian ini. Sayang anaknya sangat menyebalkan. Aku berdecak kesal mengingat nama Myungsoo.
“Hhh… seandainya ada Jiyoo eonni, aku tidak akan kesepian begini,” gumamku. Kupersiapkan kamera Canon hitamku sebelum membidik beberapa momen penting. Setelah kuperhatikan sekeliling, ternyata pria menyebalkan itu memang tidak ada. Syukurlah~
Seseorang menepuk pundakku. Myungsoo? Kupukul dia dengan kameraku. “AH~! Sakiit!! Apa yang kau lakukan?”
Tamat riwayatku!! “OMO~ Sungmin oppa??” Buru-buru kuperiksa kepalanya yang baru saja jadi korban kamera spesialku, “Gwaenchanhayo?”
“Menurutmu?” Sungmin masih saja mengelus kepalanya yang mulai memar. Dua hari ini memang bukan hariku. “Kenapa kau memukulku? Aku hanya mau menyapa, Raneul-ssi.”
“Ne, mianhae. Mianhae. Kupikir ada orang iseng yang menggodaku,” elakku. Mana mungkin aku bilang kalau tadi aku mengiranya sebagai mantan pacarku? Aigo~
Sungmin tersenyum mendengarnya. “Menggodamu? Siapa yang mau menggoda gadis bawel sepertimu?”
“Aish… sepertinya aku harus memukul kepalamu sekali lagi!” kuangkat kameraku tinggi-tinggi. Lagi-lagi aku harus bersembunyi di balik punggung Sungmin.
“Ya~! Waekurae? Ada Heechul hyung lagi?” ia melihat sekeliling lalu berbalik melihatku lagi, “Tidak ada Heechul hyung disini. Aku sendirian. Tenang saja.”
Kukibaskan kedua tanganku sambil berbisik, “Anii~ bukan Heechul sunbae, itu… pria yang memakai jas cokelat itu, kau lihat?”
“Ne, lalu?” ujarnya.
“Itu mantan pacarku. Aku tidak mau bertemu dengannya,” aku terus melihat Myungsoo yang berjalan ke depan restoran. Sepertinya dia mencari seseorang. “Aish… Nara eonni bilang dia tidak mungkin ada disini.”
Mendadak Sungmin menarikku ke depan. “Kenapa kau harus takut dengannya? Apa kau kabur membawa uangnya sebelum kalian putus?”
“Anieyo! Sembarangan bicara!! Aku tidak mau bertemu dengannya karena dia itu sang-“
“Raneul-ah, akhirnya aku menemukanmu! Daritadi aku mencarimu, aku yakin kau pasti akan datang meliput peresmian restoran baru ayahku ini,” ujar Myungsoo panjang-lebar. “Kutunjukkan restoran mewah kami, kaja~”
Seenaknya saja dia menarik tanganku paksa. Kulepaskan pergelangan tanganku dengan cepat, “Lepaskan~ jangan seenaknya menyentuhku. Lagipula aku sudah selesai disini.”
“Aigo~ ayolah, kau belum melihat dekorasi mewah disini kan?” inilah sifatnya yang paling kubenci. Park Myungsoo ini terlalu sombong atas kekayaan ayahnya. Ia berusaha menarik tanganku lagi, tapi lengannya tertahan oleh Sungmin. “Siapa kau? Lepaskan tanganku!”
Sungmin tidak menurutinya, “Benar kan, kau bahkan tidak mau ditarik paksa seperti ini, jadi berhentilah bertindak seenaknya pada orang lain.”
“Ya~! Jangan karena kau artis, kau bisa bersikap angkuh begini! Ini restoran ayahku, kau bisa kuusir dari sini!” ancam Myungsoo. Belum sembuh juga penyakit sok kayanya.
“Lalu kenapa?” Sungmin melepaskan tangan Myungsoo kemudian berganti menarikku, “Kita diusir dari sini. Ayo pergi.”
Aku menurut sambil terus menatap wajah Sungmin. Baru kali ini aku tidak lagi menoleh ke arah Myungsoo. Tapi aku yakin sekali Park Myungsoo itu sempat melongo melihat Kwan Raneul yang dulu tergila-gila padanya sekarang menjadi sangat penurut pada pria lain. Aku sendiri tidak tahu kenapa aku begini.
—
“Mantan pacarmu itu menyebalkan,” Sungmin baru berkomentar saat kami berhenti di sebuah taman. “Padahal tuan Park tidak sesombong itu.”
Alisku terangkat, “Oppa kenal Park Ahjussi?”
“Mm. Beliau salah satu kolega ayahku. Kau memanggilnya ‘ahjussi’? Jangan-jangan hubunganmu dengan pria tadi sudah sangat serius ya?” terkanya asal.
“Aniyo! Kenapa semua orang membuatku kesal gara-gara Park Myungsoo hari ini?” aku mengomel sendiri. “Park Ahjussi itu teman sekolah eomma. Sampai sekarang juga masih berteman baik.”
Sungmin kembali berkomentar, “Sepertinya kau masih menyukainya?” Aku baru akan protes saat ia buru-buru menambahkan, “Tertulis jelas di keningmu.”
“Menyebalkan~” dengusku. Aku mencoba mengacuhkannya dengan kembali berkutat dengan kameraku. Memeriksa semua hasil foto dan memastikan kameraku tidak rusak setelah kugunakan untuk memukul kepala Sungmin. “Eh, apa kepalamu baik-baik saja?”
Kulihat Sungmin mengerucutkan bibir. “Kau masih ingat sudah melukai orang? Tidak apa-apa. Kurasa aku tidak akan mengalami amnesia. Sayang sekali.”
“He?” kumiringkan kepalaku heran. Kenapa lelaki ini malah berharap amnesia? Aneh~
“Kalau aku amnesia, setidaknya aku akan melupakan semua hal tentang Im Saera. Sulit rasanya melihatnya di samping orang lain,” tatapannya menerawang ke langit.
Kugaruk pipiku, “Mm… Bukankah itu namanya melarikan diri? Kenapa tidak hadapi saja semuanya? Sedikit lagi pasti perasaan oppa akan baik-baik saja.”
“Seandainya semudah itu,” ujarnya tanpa menoleh ke arahku. “Ya~! Bagaimana caramu melupakan mantan pacarmu yang tadi itu?”
Aku berpikir memeras otak, “Apa ya… aku juga tidak tahu, karena aku belum benar-benar melupakannya, kurasa.”
“Benar kan? Sudah kubilang itu susah,” Sungmin menarik napas panjang.
“Tapi kita baru separuh jalan kan? Ayo berusaha bersama!!” kukepalkan tanganku ke atas. “Kita pasti bisa! Terapi menghilangkan patah hati dimulai!! Kwan Raneul, Lee Sungmin, FIGHTING~!!”
Sungmin memandangku aneh lalu terkekeh, “Turunkan tanganmu, semua orang sedang melihatmu.”
—
-the next day-
“Rencana hari ini: sibukkan diri sebisa mungkin,” aku mengecek lagi catatan anti-brokenheart milikku.
Sungmin hanya melihat tulisanku sambil mengerutkan kening, “Bagaimana caranya?”
Kugigit bibir bawahku, “Mm… mollayo. Tapi oppa kan sudah super sibuk, jadi itu tidak akan sulit kan?”
“Siapa yang bilang cara untukku? Maksudku, bagaimana caramu menyibukkan diri?” ucapan Sungmin membuatku terkesiap. Dia memikirkanku? “Kenapa melamun? Bagaimana? Kau punya hobi yang bisa membuatmu sibuk?”
“Ah, apa yaa…” aku memikirkan hal yang selalu kulakukan. “Aku suka memotret, jalan-jalan, melihat bunga, ke perpustakaan, lalu makan.”
Sungmin mengerutkan kening, “Makan? Itu hobimu?”
“Begitulah~” aku tersenyum lebar.
“Terserah saja. Ayo kita lakukan semuanya bersama hari ini,” ajaknya. Tanpa menunggu jawabanku, ia mengambil catatan kecilku dan mulai menulis, “Jadi pertama kita jalan-jalan ke taman. Kau bisa memotret dan melihat bunga. Bagaimana?”
Aku mengangguk kaku lalu mulai bertanya, “Kenapa kau mau melakukan ini denganku?”
“Ne? Bukankah kau yang mengajakku berusaha bersama?” baru kali ini aku sadar kalau setiap ucapan Sungmin selalu membuatku terkejut. Diam-diam aku berpikir, Lee Sungmin tidak buruk.
—
Sepanjang taman ini semua bunga mekar dengan indah. Tentu saja, sekarang kan sudah masuk musim semi. Kuarahkan bidikan kameraku ke setiap objek yang menarik. Ahh~ perasaanku sangat baik hari ini.
“Kau jago?” Sungmin memerhatikanku yang sibuk memotret. Aku langsung mendongak. Ia menambahkan, “Memotret. Apa kau suka fotografi?”
Aku menimbang-nimbang. “Aku suka memotret dan fotografi, memang tidak sebagus hasil Jiyoo eonni, tapi aku hobi memotret. Kau juga kan?”
“Kau tahu?” keningnya berkerut. Aku senang sudah berhasil membuatnya terkejut.
Senyumku terkembang lalu aku mengangguk. “Mm. Kalau oppa mau tahu, aku suka mencari tahu tentang oppa. Sama seperti Jiyoo eonni yang mengidolakan Eunhyuk oppa, aku ini penggemarmu.”
“Jinjja? Kukira kau suka Heechul hyung,” lagi-lagi ia membuatku terkesiap. Bagaimana bisa ia berpikir begitu? Padahal aku takut setengah mati pada Heechul. “Kau selalu tidak berani menatap matanya.”
“Itu karena aku takut padanya,” gumamku pelan. Aku berbisik pada diri sendiri, “Dan aku juga tidak berani memandang matamu.”
—
-a week later-
Selama seminggu ini terapi anti-patah hati kami berjalan mulus. Selama seminggu itu pula, aku selalu dibuat terkejut oleh semua hal tentang Lee Sungmin. Ia juga bilang hal yang sama padaku. Setiap saat aku selalu bisa memberinya jawaban yang mengejutkan. Dan selama ini, kami cocok.
“Aku suka objek yang berwarna, lebih terlihat nyata,” ungkapnya hari ini. Inilah salah satu persamaan kami, penyuka fotografi. Tidak terlalu sama, memang. Karena aku selalu terkagum-kagum dengan semua hasil bidikannya. Begitu hidup dan nyata.
Tiba-tiba aku teringat sesuatu, “Oppa, sudah seminggu, bagaimana?”
“Apa?” keningnya berkerut.
“Ini… terapi kita, bagaimana perasaan oppa pada Saera-ssi sekarang?” dengan hati-hati aku bertanya. Dalam hati aku berharap lelaki ini sudah melupakan semua perasaannya.
Tapi tidak, Sungmin menunduk murung. “Mollayo. Selama seminggu ini aku tidak bertemu dengannya. Dia sedang terapi, kakinya kan belum pulih. Lagipula kalau pun bertemu, aku takut perasaan ini masih ada.”
“Bodoh,” entah kenapa rasanya aku marah dan kecewa. “Aku sudah bisa melupakan Myungsoo. Sekarang aku tidak pernah memikirkannya lagi.” Nada suaraku terdengar putus asa.
Sekarang Sungmin tidak memberikan respon apapun. Ya Tuhan… kenapa rasanya menyakitkan? Kenapa aku berharap terlalu banyak padanya?
Sungmin menoleh, “Setidaknya kau berhasil lepas dari masa lalumu. Kita setengah sukses kan?”
“Aku mau pulang!” buru-buru aku bangkit dan berjalan cepat meninggalkannya. Tapi mungkin karena hari ini sama sekali bukan hariku, kakiku terkilir saat aku menuruni anak tangga yang ada di taman ini. “Sakiiit~”
Sungmin berlari cepat menyusulku. Ia berlutut dan memeriksa pergelangan kakiku, “Terkilir. Tidak bisa berjalan kan?” Aku mengangguk kaku. “Naik ke punggungku.”
“He?”
“Naik ke punggungku. Kuantar kau pulang,” ujarnya. Perhatiannya saat ini terasa tidak senyaman perhatian sebelumnya. Mungkin karena kenyataannya aku sadar ia belum melupakan Saera. “Kau mau merangkak sampai mendapat taksi?”
Meskipun aku berdecak kesal, tapi toh akhirnya aku menurut. Kupeluk lehernya dari belakang. Jantungku berdebar kencang saat aku merasakan detak jantungnya. “Turunkan saja aku kalau kau merasa aku berat.”
“Kau memang berat,” ucapannya kembali membuatku kesal. “Tapi aku tidak mungkin menurunkanmu kan?”
“Wah, aku sangat tersentuh,” ejekku.
Sungmin tertawa, “Jangan sungkan.” Aku senang, tapi rasanya tetap kesal. Apa yang sedang dia pikirkan sekarang? “Raneul-ah, apa yang kau pikirkan itu salah.”
“He?” apa aku mulai menyuarakan pikiranku sendiri? Kwan Raneul bodoh~
“Selama seminggu ini aku sudah tidak pernah memikirkan Saera, pelan-pelan tidak ada Saera dalam otakku,” jelasnya. Memberikan semburat kesejukan dalam hatiku.
Dan ucapan ini meluncur begitu saja, “Kalau begitu, bisakah oppa mulai memikirkanku?”
—
-3 days later-
“Raneul-ah, saatnya membuka perbanmu~” aku menoleh singkat saat Nara eonni masuk ke kamarku. “Aigo~ kau pasti bosan ya hanya di rumah selama tiga hari ini?”
Aku tersenyum samar, “Aniyo. Sedikit, mungkin.”
“Belakangan ini kau suka pergi bersama Lee Sungmin kan?” ujarnya membuka permbicaraan. Awal dari interogasi, pikirku.
“Mm. Lalu?” sepertinya wawancara ini akan berlangsung cukuuuup lama.
Nara eonni menggumam, “Kenapa tiga hari ini sudah tidak lagi? Sejak ia mengantarmu pulang –waktu kau terkilir- eonni tidak pernah melihat atau mendengarmu bicara tentangnya lagi. Apa kalian bertengkar?”
“Kenapa kami harus bertengkar? Kami tidak ada apa-apa.” Aku tersenyum kecut. Nara eonni tidak melanjutkan pertanyaannya. Baguslah. Aku malas membahas ini.
Sejak itu –sejak perkataan bodohku- Sungmin sama sekali menghidariku. Ia tidak lagi menelepon atau mengirim pesan padaku untuk berjalan-jalan di taman itu. Aku bertanya-tanya, apa yang ia pikirkan waktu itu? Jangan-jangan ia berpikir aku berusaha membuatnya melupakan Saera secara paksa?
“Minggu depan ada tuga smeliput ke luar negeri, kau mau?” tawaran Nara eonni membuatku tertegun. “Aneh~ biasanya kau akan menawarkan diri dengan cepat. Kali ini ke Bangkok. Jiyoo bilang, kau mau mendapat jatah meliput ke luar negeri lebih sering, kau mau tidak?”
Aku menimbang-nimbang lalu menggeleng, “Eonni, aku mau melanjutkan sekolah ke luar negeri.”
“Mworagoyo?” bisa kulihat Nara eonni terkejut. “Kenapa tiba-tiba? Dulu saat ada tawaran beasiswa ke Cina, tidak kau ambil. Sekarang kenapa?”
“Eobseoyo~ aku hanya berpikir, aku harus mendalami ilmu jurnalistik-ku kan? Setidaknya tentang fotografi,” elakku cepat.
Nara eonni berdecak, “Gojitmal. Kau ini selalu saja gagal membohongiku. Siapa?” Melihat alisku terangkat, ia tersenyum. “Siapa yang ingin kau hindari?”
“Sungmin oppa,” jawabku jujur. Toh percuma saja berbohong pada Nara eonni. Ia selalu berhasil membaca kebohonganku.
“Benar-benar ingin pergi?” tanyanya lagi. Aku mengangguk kaku.
—
Sungmin mengaduk-aduk makanan di depannya tapi sama sekali tidak berniat menyendok dan memakannya. Saera menggeleng-geleng melihat kelakuannya, “Sungminie~ apa yang kau pikirkan?”
“Ne? Eobseoyo.” Sungmin berusaha mengelak. Melihat mata Saera menyipit, ia menarik napas panjang. “Ahh~ baiklah. Aku memikirkan seseorang.”
Saera berubah girang, “Jinjjayo?” Kemudian ia berteriak, “TEUKIE-YA~!”
“Ya~! Mau apa kau memanggil Teuk hyung? Aku kesini untuk menenangkan diri, bukan menyiarkan perasaanku!!” dengus Sungmin.
Leeteuk datang sambil membawa segelas jus strawberry di tangannya, “Saera-ya, jangan teriak-teriak. Tetanggamu bisa protes pada kita.” Saera tersenyum jahil. Leeteuk menoleh ke arah Sungmin, “Kenapa gadis ini jadi gila begini?”
“Teukie-ya!” Saera mencubit lengan Leeteuk. “Sungminie sedang jatuh cintaa~~”
“He? Jinjjayo? Kenapa tidak cerita? Siapa gadis itu? Marhae~” kini Leeteuk tak kalah antusiasnya dengan gadisnya.
Sungmin menggaruk pipinya pelan, “Mm… aku bingung, hyung. Dia tidak bilang menyukaiku, dia hanya memohonku untuk mulai memikirkannya karena… hyung tahu kan, aku terjebak pada cinta masa lalu.” Matanya melirik Saera sekilas.
“Ahh~ apa kau masih terjebak pada cinta itu?” kali ini ekspresi Leeteuk agak kesal. Matanya menyipit.
“Aniyo,” ucap Sungmin tenang. “Tapi sekarang aku malah menjauhinya.”
Saera menoyor kepala Sungmin, “Babo~ bagaimana kalau dia memang menyangka kau masih memikirkan cinta masa lalumu, lalu dia menyerah padamu? Aigo~ Sungminie~”
“Lalu aku harus bagaimana?” Sungmin menunduk lesu, “Sebenarnya, aku mulai bisa melupakan cinta lama itu dan mulai melihatnya. Dia suka fotografi, jalan-jalan, bunga, perpustakaan, dan makan. Aku suka saat dia menyemangatiku untuk melangkah maju, aku suka semua foto yang diambilnya, dan aku suka saat dia selalu membuatku terkejut dengan jawabannya.”
Mata Saera berbinar. “Uwaaa~ Sungminie sangaaaat romantis!!”
“Saera-ya! Berhenti memuji pria lain di depanku!” dengus Leeteuk kesal. Saera menjulurkan lidah. “Lalu apa yang mau kau lakukan?”
Sungmin mendesah, “Molla~”
“Sungminie,” panggil Saera. Sungmin menoleh cepat, “Sekarang berikan hatimu itu kesempatan.”
—
-the next day-
@Incheon airport
“Raneul-ah, kenapa kau malah mau sekolah ke luar negeri? Eonni akan sangat merindukanmu~” Jiyoo eonni memelukku erat.
“Aigo~ eonni, aku hanya akan ke Cina 4 tahun, tidak akan lama,” ujarku. Aku melirik Eunhyuk, “Oppa, jaga Jiyoo eonni, atau aku yang akan memberi oppa pelajaran.”
Eunhyuk mengangguk ragu, “Arasseo~”
Jiyoo eonni menarikku lalu berbisik, “Kami belum pacaran!”
“Kalau begitu pacaran saja, apa susahnya?” godaku. Wajah mereka memerah. Kyopta~~
“Kalau begitu, kau juga harus pacaran denganku!!” teriakan ini…
Kepalaku berputar cepat, “SUNGMIN OPPA?!”
“Hhh… begitu aku ke apartemenmu ternyata sudah kosong, lalu aku buru-buru kesini. Kau mau pergi tanpa memberi tahuku? Tega sekali~” napasnya tersengal. Apa dia berlari kesini? “Bagaimana dengan terapi kita?”
Aku menggigit bibir, “Bukankah terapi itu sudah selesai? Gagal kan? Karena oppa tidak berhasil melupakan orang itu.”
“Memangnya kalau kubilang aku berhasil melakukannya, kau tidak akan pergi?” seperti biasa, jawaban yang mengejutkanku.
Dengan cepat, aku mengangguk, “Seandainya oppa bisa melupakannya, aku tidak akan kemana-mana. Tapi ini sudah terlambat.”
“Tidak ada kata terlambat, gadis bodoh~” ujarnya santai. Ia melangkah mendekat, “Kau harus bertanggung jawab,” Lalu berbisik di telingaku, “Aku sudah melupakan Saera dan mulai menyukaimu, bagaimana ini?”
Mataku terbelalak lebar, “Oppa bohooong!!”
“Aniyo. Untuk apa aku bohong padamu?” lagi-lagi ia menjawabnya dengan tenang, “Aku sudah jatuh cinta pada gadis penyemangatku.”
“Jinjja? Tidak akan memikirkan Saera-ssi lagi?” kali ini aku hanya ingin mendengar kabar baik.
Sungmin memelukku cepat, “Tidak usah banyak tanya! Sekarang ini aku hanya menyukaimu!!”
“Akan kubawakan kopermu pulang,” aku melihat Jiyoo eonni menenteng bawaanku diikuti oleh Eunhyuk.
Aku membalas pelukan Sungmin lalu menoleh pada Jiyoo eonni, “Gomawoyo, eonni!”
-THE END-
====================
[epilog]
“Kau tahu tidak, aku berlari sepanjang 300 meter menuju bandara,” ujar Sungmin saat mengantarku pulang ke rumah.
Aku mengangguk-angguk. “Pantas saja oppa kelihatan kelelahan tadi. Kenapa begitu?”
“Karena kakakmu bilang pesawatmu akan segera berangkat kurang dari 15 menit, sedangkan saat itu jalanan macet total!” Sungmin melirik tajam ke arah Nara eonni.
“Aku tidak dengar. Lalala~” Nara eonni kembali memusatkan perhatiannya ke arah televisi.
Sungmin berdecak kesal lalu kembali bertanya, “Tapi kenapa kakakmu ini tidak ikut mengantarmu?”
Tiba-tiba aku teringat sesuatu yang menyebalkan. “Karena orang itu sudah mempermainkanku.” Sungmin mengangkat alis. “Aku baru tahu hal ini dari Jiyoo eonni, dia bilang, orang itu bahkan tidak membeli tiket pesawat untukku! Bayangkan saja kalau oppa tidak datang dan melarangku pergi, aku pasti sudah dibuat malu oleh ORANG ITU~!”
Kulihat Sungmin melongo sementara Nara eonni terkekeh, “Tapi dia datang kan? Jadi kau tidak malu dan aku tidak rugi. Uang yang tadinya akan kubelikan tiket bisa kutabung lagi. Berpikirlah hemat.”
Kuputar bola mataku lalu aku mengomel, “Aigo~ sungguh perhitungan!!”
====================
Annyeong haseyo again~
Ini afterstory kedua, Raneul’s Story.
Kenapa disini ama Umin? Satu, karena usul dari My Omet, ICHA~ Dua, karena setelah author pikir2 si Umin nasibnya paling kasian disini. Kekeke~ XD
Afterstory terakhir: Nara’s Story. Doakan author moga bisa dapet ide di tengah2 hari efektif sekolaah. ><
Leave comment yaa~
Yang ga bisa komen disini, bisa di twitter @SheSJ ato FB: Shela SpencerLee Hyukjae.
Kamsahamnida~ *bow*
By: Shela_JiHyuk
Baca dulu ah~
Akhirnya~
Sungmin dpt gantiny jg. Lega~ kasian oppaku it klo mpe g dpt gantiny. .
Semangat author bwt aftrstory.ny!!!
Ne~ gomawoyoo..
waaa , senengx ad sequelx XD
hoo, Raneul ma Umin, kirain ntar ma Icul, wkwkwk .
Aigoo ~ wkwkwk Nara perhitungan bgd! Hahaha, kalo Umin gag dtg gmana? Wkwk XP
Oo kirain hyuk ma jiyoo ud pcran ..
Nice epep, 100 thumbs !
Tinggal tggu KyuNara XD
pertamanya sih maunya gitu, raneul-ichul, tapi kasian umin~ ><
Okee~ ditunggu KyuNara-nya yaa. Gomawo~
Wooooh keren ooonn~
wkwkwk…t’nyata umin ma eaneul…q kira dya bkalan sndiri…
afterstory brikut.na cpetan y…
b^^d
kuereeen!
lebih suka part ini deh dibanding bagian Teukie *ditabok Teukie.
aiiish, Sungmin oppa romantiiiis banget! XD
hwahahaha, Nara~ya, bener-bener deh. >_________<
ditunggu episoednya Nara onnie ya chingu.
chingu, chingu, bikin afterstory-nya JiHyuk dong!
hehe, mian chingu banyak maunya. -_-
Jinjjayo? Iyaa sihh, yang teuki kemaren itu super ngebut, asal sehari jadi. XD
Next uda Kyunara kok~ sabar yaa..
JiHyuk?? Dipertimbangkaaaan~ XD
Gomawoyo~
yeyeyeyey…..
Umin kaga nelangsa ge….^^
Bagussss bgtttt crita’x….
Ayuooo author yg smangat bkin versi nara….hwaiting!!!^^
Iyaa~ author uda banyak dosa ama Umin, kasian diaa. XD
Hwaiting… Gomawoyo~
akhirny umin oppa dpet pacar jga.
Kasian kan kalo g dpet.. *hugs author*
nah loh,,it hyuk ama jiyoo blum pacaran?gmana crtanya tuh..
Tp nice ff lah..
*hug balik*
Hyuk masih malu2 ama Jiyoo. Mereka masih pdkt. XD
Gomawo uda mau baca yaa~
Akhirnya si Umin punya pengganti’a Saera. Cerita’a romantis n sedikit kocak. Bayangin aja klo si Umin g ke bandara gimana nasib Raenul??,, aq tunggu after story’a Nara lho~. . .
Sip~ sabar yaa.. Gomawo~
Umin akhrx punya pasangan juga, aigo senangnya… Aku jd penasan ma crita kyunara, kr2 gmana y crita maniak game i2 hehehe
aku tggu after story, tp btw kok jiyoo ma unyuk blm pcran sh?
kayanya tar nara bukan game-mania dehh~ Ga tau juga, masih blank *ditabok*
JiHyuk masih pdkt. XD
Gomawo yaa~
aigoo~
nara~ya prhtungan sx dgn uang.
sungmin sgd romantis.
jiyoo ma unyuk kpn pcran na ni??
kyk na gg da prkmbngan.
mkin lcu ni psangan.
aa suka sama raneul + umin <33
Aigoo……
Nara usil bgt dah…..
Nyahaha…..
Sungmin kasian…..
Like this ff..!!
hahaha~ Gomawo ya onn.
keren , lebih greget ma romantis . umin akhirnya dapet pengganti saera .
ditunggu part KyuNara . buat yg JiHyuk juga dong , biar jelas mereka jadian nya . hhaha
onnie romantis*bkin mata melek abis bgn tdr*lbh sk part ini drpd part leeteuk:D love couple raneul umin… Smoga yg nara lebih romantis lagi…
omo~ author emang romantis dari sononya. Diajarin Unyuk. XD
Teukie-saera itu emang bikinnya ngebutt. ><
Gomawo yaa~
Wktu baca awalnya, dikira bkal sama ichul. Trnyata sama umin, hehehe.
Nice ff ^^
Ahh, aku suka bangeeeeet
Kupikir akhirnya raneul-ssi ama chul-oppa hehe
Yah, hyuk di ambil jiyoo. Ya udh, aku relain. Asal hae jngn diambil jg ya, onn?
Hehe
tenang aja~ author ga napsu ama ikan. XD
Support JiHyuk couple yaaa~~ Gomawo~
Keren….
Kukira ma si ichul eh taux ma bang umin
Dtnggu part afterstoryx yg lain…
LANOOOT ONNI!!!
wahahahaha……..
aku suka bgt nih ma paparazi in love! woh! kukira ama heechul jdiannya.. ternyta sungmin toh! wahahaha
Iyaaa~ dilanjutt. Sabar yaa. Gomawo..
eum. .ternyata pasangn umin raneul,
nice ff.
q tnggu after story kyunara.
Aigoo, Umin romantis dehh………….!!!
*hug Umin*
*Won2 ‘n Kyu berlinangan air mata*
Hwaiting ya onn buat the next after story-nya…
Ne~ hwaiting! Gomawoyo~
akhirnya minnie punya pasangan…
kirain bakal patah terus…
JiHyuk.. kpn pacarannya?
jadinya di sungmin ya :3
fufufu~
romantisssssssssssssssssssssssss! >.<
*gigit shela :p
next~
kyunara-kyunara-kyunara-kyunara!
xD
baru dibales wallnya di FB, skrang maen neplok disini aja. XD
Iyaaa dong, aku berdosa ama Umin, Nan~ ><
Aku digigit Nandaa, tetanuss~ *plakk*
Arasseo~ kyunara the last one. Akhirnyaa~ Gomawo yaa..
wah kerennnnn..
akhirnya sungmin menemukan kebahagianya..
tapi nara sedkit keterlaluan sebenrnya…
hehehe
Gomawo semua komennyaa~
*hug readers atu2*
haha
Bang icul critanya cameo doang nii… Kekeke
Aih… Nara perhitungan amat tu pe g bli tiket. Hehe
Jiyoo-hyuk blum pacaran?? Kasian hyuk terombang ambing *halah
G sbr mau bc kyu-nara. ,
Author fighting!B-)
comment dlo bru baca y onn *diseplakk* =P
tpi psti bgus dehh
xDD
aigo~ baca dulu, tar kecewa lohh~ XD
haha~ udah baca eonn
bgus kok xD~
as usuall =3
btw,,
yang “Sempat beberapa kali kutangkap Sungmin tidak bisa melepaskan pandangannya dari Raneul. Aigo~ lelaki patah hati.”
itu raneulnya bukannya saera ya onn??
xDxDxD
Omo~~ typo!! Gam bisa diedit pulaa. ><
Makasih koreksinyaaa~
Omo~~ typo!! Ga bisa diedit pulaa. ><
Makasih koreksinyaaa~
No coment, cerita’na dah bagus bngt. Aku suka! Wah,,nara usil bngt ya? ^^
Waaaaahh.. manis banget ceritanya de ^^
mulai awal cerita sampe akhir gag isa brenti senyum gw ^^
nice story ^^
hehehe~ makasihh yaaa~
keren !!
heppy ending u/ umin oppa
author ga tegaan kalo bkin sad-ending. Pingin nyoba tapi takut geje. ><
makasih uda baca~
bagoooos ayo ayo nara after storynya hahaha. Aku kira umin bakalan punya after story sendiri, eh ternyata sm si raneul. Terus aku kira raneul bakalan sm chul eh ternyata sm bang umin. Keren keren ceritanya ga ketebaak ahahaha #readercurcol
soalnya rencananya emang cuma 3 afterstory, makanya umin dijadiin ama raneul aja. *author males*
makasih uda mau baca yaa~
kyu-nara aku tunggu ..
bagus banget after storynyaa
pada nungguin kyunara yaa? Iyaa deh, segera diusahakan. ><
Makasih yaa~
KYU-NARA!!
ayo”!!
pasti kerenn!!
xDxDxD~~
Aq qra raneul ma heechul t’nyata ma umin toh.
aq sk kisah mrk b2.
so sweet.
^^
heechul cuma cameo~ XD
makasih uda baca.
Lanjuut
Tipuan Nara daebak~:-D
kupikr ma chullie,tp gapa ma Umin jg…
Kshan kn nsib y d tggl saera ckck…
Dah ky liat drama aj nh~
dialog y kreendd..aku suka
Baca ini sambil dengerin lagu2 suju. Pas mereka di Incheon, pas banget now and forever sungmin diputer.^^
Sama kayak sungmin, gue kira raneul bakalan sama heechul. Hehe…
cerita ny kereeen.. bgt><
kirain nasib sungmin bakal merana… kan kasiaan..
nnti after story yg nara sama kyu ya? gk sabar nunggu ny~
gw baru kali ini baca ff umin tp gak sakit ati hehehehe
di tunggu after story nara nya~ kekekkekkee
jinjja? ga jeles? jangan2 author ini gagal.
tapi makasihh~
aaa kerennn ..
dari awal suka bgt sma ff ini ..
unyuu sungmin akhirnya bahagia xD
nice story
di tunggu ya nara afterstory ..
Seruuuuu! Akhirnya sungmin dpt jodohnya juga hahaha
Kukira raneul bakalan jadian sama heechul haha! Ayo lanjuttt! Kyuhyun plus nara
kyaaa.. kirain raneul sama chul..
tapi sama umin jg gpp deh..
hahhahahaha.. kwan nara medit *ditoyor yg punya nama*
afterstory selanjutnya ditunggu ^^
Akhirnya Minnie punya pasangan *digaplok Minnie* ditunggu after story terakhirnya!
Keren…keren..sukaaaa…
JiHyuk dibikinin after storynya juga yaaa..masa mereka belom pacaran sih sampe sekarang? Yayaya??
waaa.. keren.. nanti nara sama kyunie ya???
lanjut chingu..
Cingu,bkin after storyx jiyoo and eunhyuk jga ya!!
kan mreka blum jdian tuh!!!
Please!!!!!
JiHyuk-nya masih dpertimbangkan yaa~ *efek jeles ama unyuk nihh*
Makasih sarannyaa~
sudah q duga, pasti raneul ama sungmin, coz nasib si sungmin paling merana..wkwkwkwk…
ditunggu kyu ma nara nya..
wow gak nyangka sm sungmin. kirain sama heechul
UWAAAA AIGOO~ pengen bisa bikin cerita kyk gini tapi gasuka ngarang(?) intinya gabisa bikin cerita, YEAAAY yg terakhir Nara ya?LANJOOT!
Buahahaha epilognya kocak…
Bagusss aku suka (suka umin maksudnya-_-)
after story berikutnya ASAP!
gini dong,semua pihak bahagia..keke,author baek deh..
Ayo author,cptan nara’s storynya..pengen tw kisahnya nae namja..nara pst sm kyu oppa kan..?keke *sotoy*
afterstory-ny keren!!
kirain raneul ma icul,ternyata ma umin.. cocok koq cocok hehe..
ditunggu afterstory NaraKyu-ny ^~
hohoho~ gwenchana la eonn^^ wkwk
*btw,, kok jdi cmnt”an gni ya?
yasud~ kita stop sampe sini. XD
kyaaaaaa aku tunggu Nara’s afterstory!! XD
Kyunara cocok ya? sama sama evil tingkat dewa (=,=)
eeeh Nara ajumma gabole baca ini, ntar GR
tetep KyuYoung couple is the best *muji diri sendiri* *disumpel batu*
PONAKAN~~
JUMMA BACA~~~!!
*nabok ponakan*
sungmin oppa
so sweet~
lanjoooottt pasti nara sama kyuhyunie deh…
Oia bikin after story’a jiyoo dong, masa ga di ceritain kapan mreka jadiannya.. Gantung banget klo cuman sampe PDKT doang…
Good job!!
omet!!
mian baru smpet komen. XD
aye berjuang bkin TOP bwt situ. -.-
ide aye kepaake!!
apa aye bilang? raneul umin bnyak yg dukung!! XD
*bangga*
tapi sifat aye makin jd setan aja dah.
ditu teeegggaaaa~!! *nabok omet*
Jihyuk belom jadian?
lama amat tuh PDKT?!
*nabok hyuk*
next : KyuNara!! gak boleh romantis~!!
mesti gilaaa. XD
stuju eonn~
soalnya eonni sndiri klo nulis ff gda romantis”nya *plakk*
tp nyentuh bgt xDD
baru aja gw mw ngusulin klo kyunara hrs dibuat segila mungkin *cm usul lhooo~*
hahah
@she eonn: ok~ kt pndh ke twitter aja onn!! (?)
Met~ tega situ nabok ayee?? *meluk unyuk*
Ahh… yg penting mah situ kan niatnya baek ama adek sndri. Jadi evil2 dikit. kya laki situ pan?
OMET~ aye ga bisa bikin cerita gilaa~ tar jatohnya geje, trus aye ditimpukin reader gmana?? ><
PENGUMUMAN!!!! BAGI YANG ISTERINYA DONGHAE DI SUJU FF INI DI MOHON MENGERIM EMAIL DENAM KALIMAT BERTULISKAN “isteri donghae” ke alamat aggeorgiana@gmail.com
karena saya, Changmi/minming/ariel lee/ariel quanah mau mendaftar sebagai isterinnya abang hae! *maaf kalo ngebacot
good good…gak jd brangkat..
heechul bkn anak orang takut..ya ampun..
lah loh ji yoo ma hyuk beluman jadiaan jga…hts dunkk..
nara-kyu kn..??
hemm gmn ya kira2..
ya~~ ditunggu afterstory naranya chingu
nice ff
Akhirnya Umin dapet pasangan juga…
After story laennya ditunggu lo…
iya nih kirai raneul ama heechul oppa,
tp tetep suka klo raneul ama sungmin
ditunggu after story-nya kyunara…..
whaa…kreennn…>..<
@leaderlover
Kyaaaa ajumma jgn nabok! *tangkis pake shindong* *dilempar bom sama Nari onnie*
KyuNara nomer 1, SooHyun a.k.a kyuYoung nomer 2!! XD
ajumma gaboleh marah marah ya kan puasa *sodorin onew*
kocak, sadis jg ya si nara ama adek sendiri
hahahahha
baguslah raneul jadian ama sungmin hehehhehe
baguuvuuzz….bis ni kyura st0ry…..d tunggu
waaaa..
brrti sungmin skrg nasibnya dh ga kasian age..
hehehe..
untunglah sungmin dh dpt pasangan skrg..
hehehe..
update soon yh..^^ like it..
yaah, saya ketinggalan lagi.
Baca dulu daaahh
NOOOO!!!! aku ketinggalan lagi…T_T
akhirnya sungmin bisa berbahagia
wkwkwk~
nice ff eonn~^^
di tunggu yg selanjutnya
lanjut,,,