Strawberry and Chocolate life

“ Sa … Rang …. He…. Yo!” ucap seorang pria yang sedang duduk bersandar pada seorang wanita di kursi taman sebuah rumah sakit.

 

“ Sarangheyo Oppa… Sarangheyo…” ucap seorang gadis yang duduk di sampingnya itu sambil menggenggam erat tangan pria itu dan air mata yang membasahi pipinya.

 

Pria yang bersandar lemah itu hanya memberikan seulas senyum pada gadis itu. Dan senyum itu menjadi senyum terakhirnya, karena pria itu menutup matanya untuk selama-lamanya.

 

 

………………… Haebi POV……………………..

 

2 Juni 2010

 

Semua orang menangis mengantarkan kepergian Appa ke tempat peristirahatan terakhirnya. Aku menjerit-jerit sambil menangis seakan tidak rela melepaskan kepergian Appaku. Banyak orang yang memelukku dan berusaha menenangkanku. Tapi semua itu tidak berarti, yang aku mau hanya Appa kembali padaku.

 

Aku menatap nisan yang berada di hadapanku, kutatap nama Appa yang tertulis di nisan itu. Kenapa, kenapa secepat itu kau meninggalkanku? Tuhan kenapa kau hanya memberi waktu yang singkat untukku bersama Appa?

 

Aku baru saja sampai di rumah, aku duduk di sebuah sofa bersama Ommaku. Omma masih memeluk foto Appa. Perlahan, aku mencoba menarik foto itu dari tangan Omma, dan menatap foto itu bersama Omma.

 

“ Appa sudah pergi!” ucap Omma dengan suara serak karena menangis.

 

Aku menganggukkan kepalaku masih menatap foto itu. Omma memelukku, dan mulai meneteskan air matanya.

 

“ Omma, jangan menangis lagi! Aku yakin, Appa sudah tenang di surga!” ucapku sambil mengelus-ngelus punggung Omma.

 

Omma tidak mengucapkan sepatah katapun, Omma hanya menangis, dan aku berusaha menenangkan Omma. Sebenarnya aku juga sangat ingin menangis, tapi aku tidak boleh menangis, aku harus terlihat tegar agar Omma juga bisa tegar.

 

“ Haebi-ya!” ucap Omma sambil melepaskan pelukannya.

 

“ Ya Omma, ada apa?”

 

“ Omma… Omma… tidak bisa tinggal di sini lagi! Terlalu banyak kenangan yang tersimpan di rumah ini! Omma tidak sanggup membayangkannya lagi!”

 

“ Maksud Omma?”

 

“ Omma akan kembali ke Indonesia ,”

 

“ Tapi Omma!”

 

“ Omma tidak akan memaksamu, Haebi-ya! Omma mengerti, kau tidak akan semudah itu meninggalkan Korea , kau boleh ikut ke Indonesia kalau kau mau! Tapi, kalau memang kau mau tinggal di sini, tinggalah!”

 

“ Tapi bagaimana dengan Omma, kalau aku tinggal di sini?”

 

“ Kau tidak usah khawatir, Indonesia itu tempat dimana Omma dilahirkan dan tempat dimana Omma tumbuh besar, tidak ada yang harus dikhawatirkan selama Omma tinggal di sana !” ucap Omma sambil membelai rambutku.

 

Aku tersenyum pada Omma. “ Aku tidak bisa meninggalkan Korea , Omma! Karena di sinilah tempatku!”

 

“ Baiklah, Haebi-ya! Kalau memang begitu! Omma akan sering mengunjungimu, selama Omma tinggal di Indonesia .”

 

“ Lalu kapan rencana Omma akan ke Indonesia ?”

 

“ Mungkin lusa!”

 

Ya, itulah keputusan Omma. Aku tidak bisa memaksanya untuk tetap tinggal di Korea , aku harus menghormati keputusan Omma, karena mungkin itulah yang terbaik agar Omma tidak terus larut dalam kesedihannya.

 

Keesokkan lusanya, aku mengantar Omma ke bandara. Sebelum Omma naik ke pesawat, aku memeluk Omma dengan erat, karena mungkin aku akan tidak bertemu dengan Omma dalam waktu yang lama.

 

“ Jaga dirimu baik-baik, Haebi-ya! Jangan lupa makan, jangan terlalu lelah!” ucap Omma.

 

“ Iya, Omma juga baik-baik ya di sana !” ucapku sambil tersenyum.

 

“ Iya, kalau begitu Omma pergi dulu ya!” ucap Omma sambil pergi meninggalkanku.

 

Aku hanya memandangi punggung Omma sampai akhirnya menghilang. Setelah melihat Omma benar-benar telah pergi, aku pergi keluar bandara itu, dan menunggu temanku menjemput. Setelah hampir lima belas menit menunggu, akhirnya dia datang.

 

“ Mianhae, aku terlambat! Tadi aku harus mengantar nenek dulu!” ucapnya sambil melepaskan helm di kepalanya.

 

“ Yaaaaa… Yoo Seungho, seharusnya kau memberitahuku kalau mau datang terlambat!” ucapku pada Seungho.

 

Ya pria ini adalah Yoo Seungho. Kami sudah bersahabat sejak kecil. Nenek Seungho adalah pemilik salah satu universitas terbesar di Korea Selatan. Tempat aku dan Seungho kuliah. Dulu saat kami masih kecil, orang tuaku dan orang tua Seungho bersahabat baik, oleh karena itu kami bisa bersahabat. Tapi sayangnya, saat kami duduk di bangku kelas 4 SD orang tua Seungho meninggal karena kecelakaan, dan sejak saat itu Seungho tinggal bersama neneknya.

 

“ Ayo cepat naik,” ucap Seungho sambil memberikan helm padaku.

 

“ Kita makan ice cream!” ajakku pada Seungho dengan manja.

 

“ Hey, berapa umurmu sekarang?” tanyanya padaku.

 

“ 20!” jawabku dengan polosnya.

 

“ 20, dan kau masih merengek seperti itu minta dibelikan ice cream?”

 

“ Yaaaaaaaa… apa kau tidak merasa bersalah padaku? Lagipula, sudah lama kita tidak makan ice cream, ayolah Seungho kita makan ice cream, di toko ice cream favorit kita!”

 

“ Baiklah, ayo naik!”

 

Akupun naik ke atas motornya. Setelah aku naik, Seungho melajukan motornya menuju toko ice cream favorit kami.

 

Sesampainya di toko ice cream itu, Seungho memarkirkan motornya, lalu kami berdua masuk ke dalam toko itu. Aku memesan ice cream coklat, sedangkan Seungho memesan ice cream strawberry. Kami duduk di sebuah meja di dekat jendela, lalu tidak lama kemudian pelayanpun mengantarkan ice cream pesanan kami.

 

“ Kenapa harus strawberry?” tanyaku pada Seungho.

 

“ Entahlah, aku juga tidak tahu!” jawabnya. “ Kau sendiri, kenapa coklat?” tanyanya padaku.

 

“ Karena coklat menceritakan sebuah kehidupan!” jawabku sambil menatap Seungho yang sedang sibuk memakan ice creamnya.

 

“ Kehidupan, maksudnya?”

 

“ Kau tahu, coklat itu tidak selalu manis, terkadang coklat juga bisa pahit! Dan itulah kehidupan, kehidupan tidak selalu manis, kehidupan pasti ada pahitnya juga kan ?” jawabku lalu tersenyum di akhir kalimatku.

 

Seungho yang akan melahap ice creamnya, tiba-tiba mengurungkan niatnya. Dia menatapku seakan tak percaya dengan apa yang aku ucapkan. Karena memang selama ini aku tidak pernah serius saat bersamanya.

 

“ Darimana kau mempelajari kata-kata itu?” tanyanya padaku.

 

“ Aku tidak belajar darimana pun, inilah yang aku rasakan tentang coklat!” ucapku sambil tersenyum.

 

Seungho tidak mengucapkan satu katapun lagi, dia hanya terdiam sambil terus melahap ice cream miliknya, begitu juga denganku.

 

…………………Kyuhyun POV…………………

 

“ YEYYYYYYYY!” kami semua bersorak senang.

 

“ Terima kasih untuk kalian semua, berkat kerjasama yang baik, konser kita hari ini berjalan lancar!” ucap Leeteuk Hyung.

 

“ Tentu saja, segala sesuatunya lancar karena izin Tuhan!” ucap Siwon Hyung.

 

“ Benar, akh sudah lama sekali aku tidak sesenang dan sepuas ini!” ucap Hyukjae Hyung.

 

Aku hanya duduk di kursi yang ada di make up room itu. Aku memandangi wajah mereka yang sangat senang. Setelah beberapa bulan yang lalu mengalami keterpurukan karena keputusan Hankyung hyung untuk keluar dari super junior, keputusan Kibum untuk rehat dari semua kegiatan Super Junior, dan juga Kangin Hyung yang harus mengikuti wajib militer tahun ini. Tapi hari ini, aku melihat mereka yang dulu, mereka yang selalu bersemangat dan menyenangkan.

 

“ Kyu, kenapa kau diam saja?” Tanya Leeteuk Hyung sambil duduk di kursi yang ada di sampingku.

 

“ Tidak apa-apa, aku hanya terlalu senang melihat kalian!” jawabku.

 

“ Senang, senang kenapa?”

 

“ Senang karena semangat kalian akhirnya kembali! Setelah beberapa bulan yang lalu kita semua mengalami keterpurukkan, karena harus kehilangan beberapa member di tahun ini!”

 

“ Hmmmmm… ya aku juga sama sepertimu! Aku sangat senang hari ini, karena kita bisa terlepas dari keterpurukkan kita. Tapi kau tahu? Dalam hatiku yang paling dalam, aku masih mengharapkan mereka bisa merayakan semua ini bersama kita!”

 

“ Hyung, kau boleh sedih, tapi kuharap jangan tunjukkan rasa sedihmu pada mereka! Kau adalah motivasi kami Hyung, kau semangat, maka kamipun akan semangat, tapi kalau kau sedih, kamipun akan sedih, apa kau mau membuat kami sedih?”

 

“ Tentu saja tidak, dongsaengku! Sudahlah, jangan memikirkan semua itu, kau akan lebih dewasa daripada umurmu jika kau terus memikirkan hal itu, lebih baik sekarang kita rayakan kesuksesan kita!” ucap Leeteuk Hyung sambil menarikku ke arah kerumunan Hyungku yang lain.

 

…………………Seungho POV…………………….

 

“ Kau tahu, coklat itu tidak selalu manis, terkadang coklat juga bisa pahit! Dan itulah kehidupan, kehidupan tidak selalu manis, kehidupan pasti ada pahitnya juga kan ?”

 

Kalimat itu yang terus berputar-putar di otakku, apakah sebesar itu arti coklat untuknya? Lalu apa arti strawberry untukku? Yang aku tahu selama ini bahwa strawberry itu enak. Akhhhh… kenapa aku harus memikirkan hal bodoh seperti ini?

 

“ Kenapa?” Tanya Haebi padaku.

 

“ Kenapa, apanya?” aku balik bertanya pada Haebi.

 

“ Kenapa kau melamun?”

 

“ Entahlah, aku masih memikirkan apa arti strawberry untukku!”

 

Haebi tertawa mendengar ucapanku itu. Tentu saja dia tertawa mendengar kalimat bodoh itu keluar dari dalam mulutku.

 

“ Kau ini lucu?” ucapnya.

 

“ Apanya yang lucu?” nada suaraku sedikit tinggi.

 

“ Yaaaaa… orang bodoh saja malas memikirkan hal seperti itu!”

 

“ Akh sudahlah, kau sudah selesaikan makan ice creamnya? Ayo kita pulang!” ucapku sambil menarik tangannya.

 

 

……………….. Kyuhyun POV…………………

 

Tidak terasa hari semakin gelap. Kami masih berkumpul di dorm atas. Rasanya bosan daritadi hanya menonton film bersama.

 

“ Akhhhh… aku bosan, bagaimana kalau kita minum sekarang?” ucapSiwon Hyung. “ Biar aku yang bayar!” lanjutnya.

 

“ SETUJU!!!!” jawab kami serempak.

 

Siwon Hyungpun membooking sebuah pub untuk kami semua. Maklumlah, uangnya tidak akan habis hanya karena mentraktir kami minum di sebuah pub. Kamipun langsung pergi ke pub itu.

 

………………….Haebi POV………………….

 

“ Akh… Gomawo Seungho sudah menemaniku seharian ini!” ucapku pada Seungho.

 

“ Aku senang, lagipula sudah lama aku tidak jalan-jalan denganmu! Oh ya, aku masih belum menemukan arti strawberry!”

 

Aku tersenyum mendengar ucapannya itu. kenapa dia begitu semangat mencari arti dari strawberry. Sepenting itukah arti strawberry?

 

“ Sudahlah, jangan difikirkan lagi!” ucapku padanya.

 

“ Akh… nanti akan aku fikirkan di rumah, lebih baik kau masuk!” Suruh Seungho padaku.

 

“ Baiklah, lebih baik kau pulang, dan hati-hati di jalan! Ingat sampaikan salamku pada nenek!”

 

“ Baiklah! Aku pulang dulu ya!” Seungho menyalakan motornya lalu melajukannya.

 

Aku masuk ke dalam rumahku. Rumah yang sekarang menjadi sepi tanpa Appa dan Omma. Omma aku merindukanmu, padahal belum satu hari aku tidak bertemu dengamu. Appa, bagaimana surga? Apa di sana menyenangkan? Aku sangat merindukanmu, suatu hari nanti aku akan menyusulmu ke surga.

………………………….Kyuhyun POV……………..

 

12.45 am

 

Aku memapah Sungmin Hyung masuk ke dalam kamar. Sungmin Hyung benar-benar mabuk berat malam ini. Aku membaringkannya di atas tempat tidurnya. Lalu membuka sepatu dan kaus kaki yang dia pakai. Setelah itu, aku pergi mengganti pakaianku dengan piama, lalu berbaring di atas tempat tidurku dan mulai terlelap.

 

07.20 am

 

“ YAAAAA… KYUHYUN, MAU SAMPAI KAU TIDUR?” suara teriakan itu yang aku dengar pagi ini.

 

Aku membuka mataku, dan kulihat Sungmin Hyung sudah berdiri di samping tempat tidurku. Aku mengucek-ngucek mataku, sambil menguap. “ Akhhh.. inikan masih pagi! Aku masih mengantuk Hyung!”

 

“ Yaaaaa… kau harus segara bangun! Hari ini kan kau harus pergi kuliah!”

 

“ Aku kuliah jam sembilan Hyung, dan ini masih jam setengah delapan!”

 

“ Yaaaaaaa…. Satu setengah jam lagi, dan kau masih santai-santai seperti ini! ayo cepat bangun!” Sungmin Hyung menarik tanganku agar aku bangun dari tidurku.

 

“ Akh Hyung, baiklah…. Baiklah aku akan bangung!” aku berusaha melepaskan tanganku dari Sungmin Hyung.

 

Aku pun bangun dari tidurku. Aku benar-benar heran dengan Sungmin Hyung. Padahal semalam dia mabuk, tapi dia tetap bisa bangun pagi. Sedangkan aku, aku selalu bangun siang.

 

Selesai mandi dan mengganti pakaianku, aku memasukkan semua barang-barang yang kubutuhkan ke dalam tas, terutama PSP ku. Setelah itu, aku langsung menuju ruang makan, dan kulihat Ryewook Hyung sudah menyiapkan sarapan untuk kami semua.

 

“ Wookie, akhhhh… masakkanmu wangi sekali!” ucapku pada Wookie.

 

“ Yaaaaa… Kyuhyun, sampai kapan kau terus berlaku kurang ajar seperti itu! Wookie itu lebih tua darimu, kau seharusnya memanggilnya, Hyung!” ucap Hyukjae hyung padaku.

 

“ Tidak apa-apa, Hyung! Aku senang kok, aku merasa semakin muda Hyung!” Ryewook Hyung membelaku.

 

“ Wookie saja mengizinkanku,” ucapku sambil mulai menyantap sarapanku.

 

………………………..Haebi POV………………….

 

Cahaya matahari mulai menembus jendela kamarku. Aku yang masih tidur pun terbangun, karena cahaya matahari itu semakin menusuk-nusuk mataku. Aku mulai membuka mataku, dan kulihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 08.15 pagi. Oh Tuhan, aku terlambat. Padahal hari ini aku ada kuliah jam 09.00.

 

Aku pun pergi meninggalkan tempat tidurku menuju kamar mandi. Akh tidak… tidak… kurasa lebih baik aku tidak mandi, akhirnya kuputuskan hanya menggosok gigi dan mencuci mukaku, lalu mengganti piamaku dengan celana jeans panjang dan kaus berwarna biru muda, lalu memakai sepatu catsku, aku langsung pergi ke halte bus karena pagi ini Seungho tidak bisa menjemputku.

 

Setelah sampai di halte bus dekat kampusku, aku langsung berlari menuju kampus. Saat akan menyebrang, tiba-tiba saja ada sebuah mobil sedan silver yang sedang melaju dengan kecepatan yang cukup kencang. Aku yang terkejut tidak bisa berbuat apa-apa, kakiku rasanya kaku. Aku menjerit sambil menutup kedua mataku dengan tangan.

 

………………………….Author POV…………………..

 

Kyuhyun yang sedang mengemudikan mobilnya, tiba-tiba mengerem mobilnya secara mendadak. Kyuhyun melihat ada seorang wanita yang berdiri di tengah jalan sambil menutup matanya, untung saja Kyuhyun mengerem mobilnya tepat pada waktunya.

 

Kyuhyun menarik rem tangannya, lalu turun dari dalam mobilnya. Kyuhyun menghampiri wanita yang masih menutup matanya itu.

 

“ Kau tidak apa-apa, nona?” Tanya Kyuhyun pada Haebi.

 

Haebi perlahan menurunkan tangan dari wajahnya. Dan mulai menatap wajah Kyuhyun, pria yang sudah tidak asing lagi dilihatnya di layar televisi.

 

“ Nona, kau tidak apa-apa?” Kyuhyun mengulangi pertanyaannya.

 

“ Tidak, aku tidak apa-apa!” jawab Haebi yang masih gemetaran karena takut.

 

“ Maaf, semuanya salahku, aku hampir saja terlambat ke kampus!” jelas Kyuhyun.

 

“ Aku juga salah, aku tidak lihat-lihat dulu saat menyebrang tadi, aku juga sudah hampir terlambat!”

 

“ Ohhhh… kau juga kuliah di Kyunghee University ?” Tanya Kyuhyun.

 

“ Ne,” jawab Haebi sambil menganggukkan kepalanya.

 

“ Kalau begitu, kita ke kampus bersama, bagaimana?”

 

…………………Haebi POV…………………………..

 

“ Kalau begitu, kita ke kampus bersama, bagaimana?” Tanya Kyuhyun padaku, membuat jantungku rasanya jatuh.

 

“ Akh, apa tidak merepotkan?”

 

“ Tentu saja tidak! Ayo!” Kyuhyun membukakan pintu mobilnya untukku.

 

Ohhhh Tuhan, tampan sekali pria yang duduk di sampingku ini. Mimpi apa aku semalam, bisa duduk di mobil seorang penyanyi terkenal sepertinya. Ohhhh  Tuhan, kalau memang bisa tolong hentikan waktu ini Tuhan.

 

“ Kau ambil jurusan apa?” Tanya Kyuhyun.

 

“ Seni rupa!” jawabku.

 

“ Ohhhh…. Aku jurusan Music and Arts, Akhhh… sudah sampai!” ucap Kyuhyun saat mobilnya sudah berada di tempat parkir.

 

“ Akh, Gomawo! Jeongmal Gomawo!” ucapku pada Kyuhyun.

 

“ Sama-sama! Oh ya, siapa namamu? Aku Kyuhyun!” Kyuhyun mengulurkan tangannya padaku.

 

Aku ragu-ragu, walaupun pada akhirnya aku menjabat tangannya. “ Haebi… Kim Haebi! Maaf aku tidak bisa lama-lama, aku sudah sangat terlambat!”

 

“ Akh iya!”

 

Aku membuka pintu mobil, lalu keluar dari dalam mobil itu dan segera berlari ke kelasku.

 

………………….Kyuhyun POV………………………

 

Aku masih duduk di dalam mobilku. Aku masih menatap gadis bernama Haebi itu yang berlari masuk ke dalam kelasnya. Hey, perasaan apa ini? kenapa aku jadi senyum-senyum sendiri saat melihat wanita itu? Akh sudahlah Cho Kyuhyun, Jangan berfikir untuk mencari seorang pacar, karena pihak SM tidak akan mengizinkanmu memiliki seorang pacar, ditambah lagi dengan para ELF yang mungkin akan kecewa jika mengetahui salah satu dari kami memiliki kekasih.

 

………………………Haebi POV…………………….

 

Aku baru saja tiba di depan kelasku. Akhhhh… untunglah dosennya belum masuk. Aku langsung duduk di kursi dekat Seungho.

 

“ Kenapa kau terlambat?” Tanya Seungho padaku.

 

“ Aku bangun siang, tidak ada yang membangunkanku!” jawabku.

 

“ Ooooo… maaf pagi ini aku tidak menjemputmu, ada seseorang yang harus kujemput!” ucap Seungho sambil tersenyum.

 

“ Benarkah? Siapa?” tanyaku penasaran.

 

“ Kim Soora!” jawabnya dan sekarang wajahnya semakin memerah.

 

“ KIM SOORA?” aku sedikit berteriak karena terkejut dan Seungho pun dengan spontan menutup mulutku dengan tangannya. “ Kim Soora teman SMU kita dulu?” aku mengecilkan volume suaraku.

 

“ Ya, dia kekasih baruku!” ucapnya sambil tersenyum.

 

“ Chukkae Seungho!” ucapku sedikit tidak bersemangat.

 

“ Kenapa ekspresimu seperti itu?”

 

“ Sepertinya aku cemburu!” jawabku sambil tersenyum. “ Akhirnya ada yang merebutmu dariku!”

 

“ Aishhhhhhhh…. Kau ini, aku yakin, tidak lama lagi akan ada pria yang akan menjadi kekasihmu!”

 

“ Akh, sudahlah, jangan membahas itu lagi, tidak ada waktu untukku memikirkan hal itu!” ucapku sambil membuka buku catatanku.

 

…………………………Seungho POV…………………….

 

Setelah jam kuliah selesai, aku dan Haebi segera keluar dari dalam kelas kami. Aku mengajak Haebi menemui Soora di kelasnya. Soora adalah salah satu mahasiswi jurusan music and arts. Aku dan Haebi duduk di sebuah bangku yang berada di depan kelas Soora, kebetulan Soora masih berada di dalam kelasnya.

 

Setelah hampir sepuluh menit menunggu, akhirnya Soora keluar dari dalam kelasnya. Aku berdiri dari dudukku ketika melihat Soora sudah berdiri di depan pintu kelasnya lalu menghampirinya, sekilas kulihat wajah Haebi yang sedang tersenyum sambil melihat ke arahku.

 

“ Hai!” Sapa Soora saat aku sudah berdiri di hadapannya.

 

“ Hai, Ohhh ya, kau masih ingat Haebi?” tanyaku pada Soora sambil menunjuk Haebi. Aku meraih tangan Soora dan berjalan menuju Haebi.

 

“ Hai, Soora!” sapa Haebi sambil tersenyum lalu berdiri dari duduknya.

 

“ Hai, akh sudah lama sekali kita tidak bertemu!” ucap Soora sambil melingkarkan tangannya ke tanganku.

 

“ Iya,” ucap Haebi sambil tersenyum. “ Dan sepertinya, sekarang juga aku tidak bisa berlama-lama bersama kalian, karena kehadiranku pasti akan mengganggu kalian!” lanjutnya.

 

“ Akh, anio! Justru aku ingin mengajakmu makan ice cream! Untuk merayakan hari jadian kami!” jelas Soora.

 

“ Tapi,” Haebi berusaha menolak tapi dia tidak melanjutkan perkataannya karena aku memotong perkataannya.

 

“ Sudahlah, kau ikut ya! Ayolah, kau sahabatku satu-satunya Kim Haebi!”

 

“ Baiklah,” jawabnya sambil tersenyum.

 

Kami pun berjalan meninggalkan tempat itu. Baru saja beberapa langkah, tiba-tiba ada seorang pria yang memanggil Soora.

 

“ Kim Soora!” panggil pria itu yang membuat kami bertiga langsung membalikkan badan kami.

 

 

………………..Haebi POV………………….

 

Seungho dan Soora mengajakku untuk makan ice cream sekaligus merayakan hari jadian mereka. Baru saja kami melangkahkan kaki kami untuk pergi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba saja ada seorang pria yang memanggil Soora.

 

“ Kim Soora!” panggil pria itu yang membuat kami bertiga langsung membalikkan badan kami, sekaligus membuatku terkejut karena pria yang memanggil Soora itu adalah Kyuhyun.

 

“ Akh, Sunbae!” ucap Soora saat Kyuhyun sudah berdiri di hadapan kami.

 

“ Akh maaf mengganggu kalian!” ucap Kyuhyun pada kami bertiga. “ Hey, kau yang tadi pagi kan ?” lanjutnya saat melihat ke arahku.

 

Aku yang gugup hanya bisa menyapanya dengan kalimat. “ Anneyonghaseyo!”

 

“ Akh iya, ini tugasmu, sudah kulihat, dan kurasa ini bagus!” ucap Kyuhyun sambil memberikan sebuah gulungan kertas kepada Soora.

 

“ Akh, Gomawoyo, Sunbae! Oh ya, bagaimana kalau kau ikut kami makan ice cream?” Tanya Soora.

 

“ Sebenarnya aku mau, tapi!”

 

“ Sudahlah Sunbae, kalau masalah fans, kaukan bisa menyamar? Bagaimana?”

 

“ Baiklah!”

 

“ Bagus kalau begitu, jadi aku dengan Seungho! Dan Sunbae dengan Haebi!” kalimat Soora itu membuatku terkejut.

 

“ Baiklah!” jawab Kyuhyun sambil tersenyum dan melihat ke arahku.

 

………………………..Kyuhyun POV…………………

 

“ Bagus kalau begitu, jadi aku dengan Seungho! Dan Sunbae dengan Haebi!” ucap Soora yang membuat wanita bernama Haebi itu terkejut.

 

“ Baiklah!” jawabku sambil tersenyum dan melihat ke arahnya.

 

Kamipun pergi ke toko ice cream, lalu makan ice cream dan mengobrol banyak di tempat itu. Setelah makan ice cream, kami pergi menonton film. Dan sejak hari itu aku semakin dekat dengan Haebi, kami lebih sering bertemu dan mengobrol, baik itu secara langsung maupun dalam telepon.

 

 

31 Desember 2010, 07.45 pm

 

Ini malam tahun baru, semua hyungku sibuk menyiapkan acara tahun baru untuk kami di dorm atas kecuali aku, aku hanya sibuk dengan gameku sejak tadi siang. Tidak ada yang berani melarangku, karena melarangku sama saja dengan membuat mereka semua darah tinggi. Tiba-tiba saja Sungmin Hyung menghampiriku.

 

“ Kyuhyun, sampai kapan kau mau main game terus seperti ini?” Tanya Sungmin Hyung padaku.

 

“ Sampai aku menang!” jawabku yang masih menatap layar PSPku.

 

“ Kau bisa sakit kalau kau seperti ini terus, dan yang ku tahu sejak tadi siang kau belum memakan apapun!” ucapnya.

 

“ Aku akan makan nanti!” jawabku dan tiba-tiba saja aku terkejut ketika ada suara seorang wanita yang sangat kukenal.

 

“ Anneyonghaseyo!” ucap wanita itu dan mulai kusadari bahwa suara itu adalah suara Kim Haebi.

 

“ Haebi-ya, kenapa kau tidak bilang padaku kalau mau datang ke sini!” ucapku sambil berdiri dan melemparkan PSPku kea rah Sungmin Hyung dan segera ditangkap oleh Sungmin Hyung.

 

“ Akh, mianhae Oppa, aku ingin membuat kejutan!” jawabnya sambil tersenyum dan membuatku semakin jatuh cinta kepadanya. Ohhhh… ya, aku dan Haebi sudah resmi menjadi sepasang kekasih sejak dua bulan yang lalu. “ Dan ini, aku membuatkan cake untuk kalian!” ucapnya sambil menyerahkan kotak berisi cake itu padaku tapi langsung diraih oleh Leeteuk Hyung.

 

“ Ayo duduk!” ajakku pada Haebi. Haebi pun duduk di sampingku.

 

“ Oppadeul, apa ada yang bisa aku Bantu?” tawar Haebi pada semua hyungku yang sedang sibuk.

 

“ Tentu saja!” jawab Leeteuk Hyung.

 

“ Apa?” tanyanya lagi dengan senang hati.

 

“ Apa kau bisa, menyuruh namjamu itu agar berhenti main game, dan membantu kami menyiapkan semuanya?” jawab Leeteuk Hyung.

 

Aku yang baru saja meraih PSPku, cepat-cepat mematikannya, karena Haebi mulai mendelik ke arahku. “ Ohhhh baiklah, akan aku Bantu kalian semua.” Aku pun berdiri dari dudukku lalu membantu Hyung-hyungku itu.

 

……………….Haebi POV……………….

 

Aku masih duduk santai sambil memainkan game di PSP Kyuhyun Oppa. Sesekali aku melihat Kyuhyun Oppa yang sedang sibuk mempersiapkan pesta tahun baru untuk kami semua. Aku melihat Oppa sangat bahagia, walaupun sebenarnya dia sangat terpaksa melakukan hal itu.

 

“ Akh selesai Hyung!” ucap Kyuhyun yang baru saja menyelesaikan tugasnya merapikan minuman di atas meja.

 

“ Kyu, kau bisa membantuku menempelkan balon-balon ini di atas jendela!” pinta Ryewook Oppa.

 

“ Tentu saja!” jawab Kyuhyun sambil menghampiri Ryewook Oppa.

 

Sesaat aku merasa heran melihat tingkah laku mereka. Sebenarnya pesta apa yang mereka buat? Pesta ulang tahun atau pesta tahun baru, kenapa suasana di sini seperti pesta ulang tahun?

 

…………………Kyuhyun POV………………..

 

Aku menghampiri Wooky. Wooky memegang beberapa balon di tangannya. aku naik ke atas sebuah kursi makan, agar bisa mencapai bagian atas jendela itu. Wooky memberikan balon itu satu per satu kepadaku, dan aku pun mulai memasangkan balon itu. Sudah tiga balon yang aku pasangkan, saat akan memasangkan balon yang keempat, tiba-tiba saja kepalaku pusing, dan kurasakan semua tubuhku lemas, kakiku sudah tidak kuat menopang badanku, akupun terjatuh dan mulai tak sadarkan diri.

 

……………………Haebi POV…………………….

 

Aku mematikan PSP milik Kyuhyun Oppa dan mulai memperhatikan namjaku itu sambil tersenyum. Dia mulai memasangkan balon-balon di bagian atas jendela itu. Lucu sekali melihatnya memegang balon, fikirku. Sudah ada tiga balon yang terpasang di bagian atas jendela itu, balon yang keempat, Kyuhyun Oppa meraih balon yang keempat dari tangan Wooky Oppa. Tapi tiba-tiba saja, Kyuhyun Oppa terjatuh dan mulai tak sadarkan diri.

 

“ OPPAAAAAAAAAA!” aku berdiri dari dudukku dan berlari ke arah Kyuhyun Oppa lalu memeluknya. “ OPPA, ayo bangun!”

 

Semua member super junior yang lainpun mulai panic. Siwon Oppa, Yesung Oppa, Heechul Oppa, dan Donghae Oppa mulai mengangkat tubuh Kyuhyun Oppa, dan membawanya ke dalam mobil Leeteuk Oppa, lalu membawanya ke rumah sakit. Aku masih memeluknya, kakiku yang sakit karena harus menahan kepalanya sudah tidak dapat aku rasakan.

 

Sesampainya di rumah sakit, Kyuhyun Oppa langsung di bawa ke ruang IGD oleh beberapa orang perawat. Aku dan member super junior yang lain, hanya bisa duduk sambil berdoa di ruang tunggu IGD. Tidak lama kemudian, keluar dokter dari ruang IGD itu.

 

“ Bagaimana keadaan Kyuhyun Oppa, Dok?” tanyaku pada dokter itu.

 

“ Emmmm… siapa anggota keluarga pasien?” Tanya dokter itu.

 

“ Saya, saya pacarnya, Dok!” ucapku semakin panic.

 

“ Saya, saya kakaknya!” ucap Leeteuk Oppa sambil berdiri menghampiri aku dan dokter itu.

 

“ Bisa anda ikut ke ruangan saya sebentar?” ajak dokter itu.

 

“ Iya!” jawab Leeteuk Oppa sambil mengikuti langkah dokter itu.

 

………….Seungho POV……………..

 

“ Haebi, dimana kau?” Tanyaku pada Haebi dalam telepon, karena melihat apartemen super junior ini sepertinya kosong.

 

“ Aku sekarang ada di rumah sakit, Kyuhyun Oppa masuk rumah sakit tadi, dan sekarang kami sedang menunggu kabar dari dokter!” jawabnya dengan suara serak habis menangis.

 

“ Ooooo… baiklah, kalau begitu aku ke sana !” ucapku sambil mematikan telepon.

 

Aku mulai melajukan motorku menuju rumah sakit tempat Kyuhyun Hyung di rawat. Sesampainya di sana , aku memarkirkan motor, lalu segera menuju ruang IGD. Dan kulihat para member super junior dan Haebi dengan mata sembabnya. Haebi yang menyadari kedatanganku, langsung berdiri dari duduknya dan memelukku sambil menangis.

 

“ Sudahlah Kim Haebi, jangan menangis! Aku yakin Hyung akan baik-baik saja!” ucapku pada wanita yang selama ini aku cintai.

 

“ Aku takut… aku takut Seungho!” ucapnya lirih membuat hatiku sakit.

 

“ Aku tahu kau pasti takut! Tapi yakinlah, kalau Hyung tidak akan apa-apa! Aku yakin dia adalah pria yang sangat kuat!” jawabku meyakinkannya lalu melepaskan pelukannya.

 

Aku sangat mencintai gadis ini, bahkan sudah sangat lama mencintainya. Tapi aku tidak pernah menangkap signal positif darinya, yang membuatku menjadi pria pengecut karena tidak bisa mengungkapkan perasaanku ini. Dan hal ini yang membuatku memutuskan untuk menjadikan Soora kekasihku, walaupun itu harus kandas di tengah jalan. Dan mungkin ini cara terakhirku agar aku tidak terus berdekatan dengannya, dengan selalu mendukung hubungannya dengan Kyuhyun Hyung.

 

Tidak lama kemudian, keluar Leeteuk Hyung dari ruangan dokter. Kulihat dia berjalan dengan lemas menghampiri kami semua. Terlihat perasaan sedih di campur bingung sekaligus heran di wajahnya. Leeteuk Hyung memaksakan seulas senyum pada kami semua.

 

“ Oppa, apa yang dikatakan Dokter?” Tanya Haebi panic dan hanya di sambut dengan diamnya Leeteuk.

 

“ Oppa, aku mohon beritahu aku, apa yang dikatakan Dokter?” Haebi mencoba bertanya untuk yang kedua kalinya, dan Leeteuk Hyung tetap diam.

 

“ OPPA!!!! APA YANG DOKTER KATAKAN, AKU MOHON BERITAHU AKU!!” Haebi mengguncang-guncang tubuh Leeteuk Hyung yang berdiri kaku di hadapannya, Leeteuk Hyung masih diam, sekarang air matanya mulai membasahi pipinya.

 

Haebi yang melihat Leeteuk seperti itu, terduduk jongkok masih sambil melontarkan pertanyaan yang sama. “ aku mohon apa yang dokter katakan, Oppa!” Haebi mulai meneteskan air matanya, dan sekali lagi itu membuatku semakin sakit hati.

 

Leeteuk Hyung yang melihat Haebi duduk jongkok, mengikuti Haebi duduk jongkok lalu memeluknya. Aku merasakan sebuah firasat buruk dari semua gerak-gerik Leeteuk Hyung.

 

“ Haebi-ya!” ucapnya lirih. “ Kyuhyun…. Kyuhyun….”

 

“ Kenapa? Kenapa dengan Oppa?” Tanya Haebi semakin panic.

 

“ Dia…. Dia…” Leeteuk Hyung menggantungkan ucapannya lalu menarik nafasnya panjang lalu menghembuskannya kembali. “ Kyuhyun…. Dia… Dia mengidap penyakit kanker stadium 4!” ucapnya sambil kembali menangis.

 

“ KAU BOHONG! TIDAK MUNGKIN PRIA BODOH ITU MENGIDAP PENYAKIT KANKER! ITU ADALAH SEBUAH HAL YANG MUSTAHIL!” ucap Haebi seakan tidak percaya dengan apa yang diucapkan Leeteuk Hyung.

 

“ Aku juga ingin semua ini adalah lelucon yang keluar dari mulutku, tapi aku sadar ini semua adalah kenyataan yang harus kita semua terima!” jawab Leeteuk Hyung.

 

“ AKU TIDAK PERCAYA, AKU TIDAK PERCAYA! KAU PEMBOHONG!” Haebi memukul-mukul tubuh Leeteuk Hyung seakan menyalahkan Leeteuk Hyung. Aku yang berdiri di dekat Haebi langsung menarik Haebi dan memeluknya.

 

“ HAEBI-YA!” bentakku padanya karena dia masih berusaha berontak. “ HAEBI-YA DENGARKAN AKU!” bentakku untuk yang kedua kalinya dan berhasil membuatnya diam. “ Kau harus bisa menerima semua kenyataan ini! aku tahu ini hal yang sulit untukmu! Tapi kau harus bisa menerimanya!”

 

“ Tapi aku takut…… aku takut kehilangan dia! Aku takut tidak bisa melihat senyumnya lagi, aku takut tidak bisa melihatnya lagi!” ucapnya masih menangis dalam pelukanku.

 

“ Aku tahu, tapi ini semua adalah takdir Tuhan dan kita tidak bisa melawannya!” ucapku. “ Dan kau harus percaya, kalau Tuhan menghendaki, maka Kyuhyun Hyung akan sembuh dan terus bersamamu.”

 

……………………..Haebi POV……………….

 

Sudah satu minggu Kyuhyun Oppa berada di rumah sakit. Dan sudah satu minggu pula aku selalu menemaninya sepulang kuliah.

 

Aku mengupaskan sebuah apel untuknya, lalu memberikannya setelah aku selesai mengupasnya. Aku memperhatikan semua lekuk wajahnya. Dia sudah sangat kurus sekarang, di tambah lagi wajahnya yang semakin hari semakin pucat.

 

“ Kenapa melihatku seperti itu?” tanyanya sambil menatapku heran.

 

“ Tidak apa-apa! Aku hanya senang melihat wajahmu yang tampan!” jawabku.

 

“ Aishhhh… kau ini,” ucapnya sambil memaksakan seulas senyum.

 

“ Bagaimana rasanya?” tanyaku.

 

“ Apa?” Tanya.

 

“ Sakit, bagaimana rasanya?” aku menanyakan hal bodoh itu padanya. Walaupun dia sudah tahu penyakit yang dideritanya, tetapi aku selalu merasa bersalah setiap kali menyinggung masalah penyakitnya.

 

“ Tidak ada yang aku rasakan, aku akan segera keluar dari rumah sakit ini!” jawabnya.

 

……………Kyuhyun……………

 

“ Tidak ada yang aku rasakan, aku akan segera keluar dari rumah sakit ini!” jawabku menutupi semua rasa takutku.

 

Aku selalu menutupi rasa takutku itu. takut kalau-kalau ini adalah pertemuan terakhirku dengannya. Karena aku tahu, penyakitku ini bukanlah penyakit yang dapat disembuhkan. Semua orang yang mengidap penyakit ini, pasti berujung pada kematian. Mati, itulah yang selalu aku takutkan selama aku berada di rumah sakit ini.

 

“ Benarkah?” tanyanya tidak percaya dengan jawaban yang keluar dari mulutku.

 

“ Tentu saja!” jawabku sambil tersenyum dan membelai rambutnya.

 

“ Baguslah, aku akan menunggu hari itu!” ucapnya.

 

……………Haebi POV…………………..

 

Sudah hampir empat minggu Kyuhyun Oppa berada di rumah sakit. Semakin hari, keadaannya semakin memburuk, tapi Kyuhyun Oppa tetap menunjukkan semangat hidupnya padaku.

 

27 januari 2011.

 

Ini hari ulang tahunku yang ke 21. Aku tidak merayakan hari ulang tahunku ini dengan teman-teman dan lebih memilih untuk menemani Kyuhyun Oppa di rumah sakit.

 

“ Saengil Chukkae, wanita bodoh!” ucapnya saat aku memasukki ruang rawat inapnya bersama Seungho.

 

“ Hai Seungho!” sapanya pada Seungho. “ Kebetulan sekali kau datang, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan! Haebi-ya, bisa kau tinggalkan kami berdua?”

 

“ Baiklah, baiklah!” jawabku sambil kembali keluar dari dalam ruangan itu.

 

……………………….Kyuhyun POV……………

 

Hari ini, hari ulang tahun Haebi yang ke 21. Aku ingin sekali merayakan hari ulang tahun pertamanya bersamaku. Aku ingin merayakan hari ulang tahunnya dengan semua yang berbau angka 21. Seperti cake dengan angka 21, bunga mawar yang jumlahnya 21, lalu mengajaknya menonton film di bioskop 21, pokoknya semua yang berbau angka 21. Tapi semua itu hanyalah harapanku, karena sekarang aku terkurung di dalam ruangan ini, ruangan yang sama sekali tidak mau aku masuki, ruang rawat inap rumah sakit.

 

“ Saengil Chukkae, wanita bodoh!” ucapku saat dia memasukki ruang rawat inapku bersama Seungho.

 

“ Hai Seungho!” sapaku pada Seungho. “ Kebetulan sekali kau datang, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan! Haebi-ya, bisa kau tinggalkan kami berdua?”

 

“ Baiklah, baiklah!” jawabnya sambil kembali keluar dari dalam ruangan ini.

 

Setelah aku benar-benar yakin Haebi sudah meninggalkan ruangan ini. Aku memulai pembicaraanku dengan Seungho.

 

“ Bagaimana kalau aku mati?” tanyaku sambil tersenyum pada Seungho.

 

“ Tentu saja akan kami kubur!” jawab Seungho sambil bercanda.

 

“ Aku serius!” ucapku dan di sambut dengan wajah tegang Seungho.

 

“ Maksudmu?”

 

“ Apa yang akan kau lakukan pada Haebi bila aku mati?”

 

“ aku tidak mengerti apa maksudmu?”

 

“ Aku tahu, kau juga mencintai Haebi kan ?” tanyaku semakin mendesak Seungho. “ Dan aku mohon, bila aku mati, aku mohon lindungi dan cintailah Haebi sepenuh hatimu!” ucapku pada Seungho dan kurasakan perasaan yang sangat sakit di dalam hatiku.

 

“ Aku tidak mau! Aku memang mencintainya, tapi aku tahu dia sangat mencintaimu! Dan kau tahu, satu-satunya hal yang selalu membuatnya bahagia adalah kau, hanya kau!” ucapnya tegas.

 

Aku hanya terdiam, sambil menatap wajahnya. Aku menatapnya dengan penuh harap. Penuh harap bahwa dia akan mengatakan ‘Ya, aku akan melindungi dan mencintainya sepenuh hati’ tapi semua itu hanyalah hal sia-sia, karena Seungho sangat mencintai Haebi, dan karena hal itu dia ingin Haebi selalu bahagia, dan hal yang membuat Haebi bahagia, adalah aku.

 

“ Aku mohon, jagalah dia kalau aku mati! Kau boleh tidak mencintainya, tapi aku mohon jagalah dia agar aku dapat dengan tenang meninggalkannya!” ucapku.

 

“ Berusahalah… Berusalah untuk bangkit kembali Hyung!” Seungho meyakinkanku.

 

………………….Author POV…………………

 

Setelah selesai berbicara dengan Kyuhyun, Seungho pergi meninggalkan Kyuhyun. Haebi masuk ke dalam ruangan itu sangat heran.

 

“ Oppa, kenapa Seungho buru-buru pulang?” Tanya Haebi pada Kyuhyun.

 

“ Dia bilang ada urusan yang harus segera dia selesaikan!” jawab Kyuhyun seraya tersenyum. “ Haebi, aku ingin jalan-jalan ke taman rumah sakit ini, kau mau menemaniku?”

 

“ Memangnya dokter mengizinkan?” Tanya Haebi.

 

“ Aku sudah bilang pada dokter, dan dokter mengizinkan!” jawab Kyuhyun meyakinkan.

 

“ Baiklah!”

Haebi membantu Kyuhyun turun dari ranjangnya lalu memapahnya menuju taman rumah sakit itu lalu duduk di sebuah kursi taman di bawah pohon.

 

……………………Haebi POV…………….

 

Aku memapah Kyuhyun Oppa sampai taman rumah sakit itu, lalu kami berdua duduk di kursi taman itu. aku sangat senang, setelah sekian lama, akhirnya aku bisa duduk berdua seperti ini bersamanya.

 

“ Boleh, aku pinjam pundakmu? Aku sangat lelah!” ucapnya sambil menyandarkan kepalanya dipundakku.

 

“ Tentu saja!” jawabku.

 

Kami berdua memandangi langit yang berawan itu. Cuacanya sangat bagus, ditambah lagi dengan matahari yang menghangatkan tubuh kami.

 

“ Apa yang paling kau sukai di dunia ini?” tanyanya padaku.

 

“ Coklat!” jawabku. “ Karena coklat memiliki arti tersendiri untukku!”

 

“ Apa artinya?”

 

“ Setelah aku mengerti kehidupan! Aku menyadari bahwa hidup itu tidak selalu manis, tapi juga terkadang menjadi pahit! Dan aku rasa coklat itu mewakili kehidupan, karena coklat itu tidak selalu manis, coklat juga terkadang pahit!” jawabku sambil tersenyum. “ Kau sendiri, apa yang paling kau suka?” aku balik bertanya kepadanya.

 

“ Kau!” jawabnya membuatku terkejut. “ Hanya kau yang aku sukai dalam hidup ini, kau mewakili semuanya, kau bisa menjadi matahari yang selalu menyinari hari-hariku, kau juga bisa menjadi bintang yang menyinari setiap malamku, bahkan kau juga bisa menjadi hujan kalau aku sedang mendapat musibah! Oleh karena itu, hanya kau yang aku suka!”

 

“ Gomawo!” ucapku.

 

“ Dan boleh aku memohon seuatu padamu?”

 

“ Apa?”

 

“ Simpanlah semua kenangan kita, agar suatu hari nanti kau bisa menceritakan semuanya kepada anak-anakmu bahkan cucu-cucumu!”

 

“ Kenapa hanya aku, seharusnya kau juga! Agar nanti kita menceritakannya bersama!” jawabku.

 

“ Sa … Rang …. He…. Yo!” ucapnya dengan nada semakin lemah dan membuatku meneteskan air mataku.

 

“ Sarangheyo Oppa… Sarangheyo…” ucapku sambil menggenggam erat tangan Kyuhyun Oppa dan air mata yang membasahi pipiku.

 

Kyuhyun Oppa yang bersandar lemah padaku hanya memberikan seulas senyum padaku. Dan senyum itu menjadi senyum terakhirnya, karena Kyuhyun Oppa menutup matanya untuk selama-lamanya.

 

Aku merasakan hembusan nafas terakhirnya. Aku memeluknya dan mengguncang-guncangkan tubuhnya, tapi semua itu sia-sia, Kyuhyun Oppa meninggalkanku untuk selama-lamanya.

 

 

…………………Author POV……………….

 

Haebi, Seungho, semua member super junior, begitu juga para ELF mengantarkan Kyuhyun ke tempat peistirahatan terakhirnya. Terlihat juga Kangin, Kibum dan Hankyung yang datang ke pemakaman itu.

 

Beberapa ELF sudah pergi meninggalkan pemakaman itu. Haebi, Seungho, dan semua member super junior termasuk Hankyung yang sudah keluar sekalipun, masih berdiri menatap nisan yang bertuliskan nama CHO KYUHYUN.

 

“ Kyu maafkan aku, maafkan aku yang selalu bersikap bodoh ini!” ucap Hankyung yang mulai meneteskan air matanya.

 

“ Maafkan aku yang tidak bisa menemanimu di saat-saat terakhirmu Kyu!” ucap Kangin.

 

“ Kyu, kau satu-satunya dongsaeng yang aku miliki, kenapa kau mendahuluiku menghadap Tuhan? Maafkan aku Kyu!” ucap Kibum.

 

“ Oppa, rasanya baru tadi aku masih bicara denganmu, baru tadi saja kita membahas semua hal yang kita suka, Oppa, bangunkan aku dari mimpi ini! beritahu aku bahwa kau tetap ada di sampingku! Karena selamanya, aku akan selalu mencintaimu!” Ucap Haebi sambil menangis.

 

Hari itupun menjadi hari pertumpahan air mata untuk Haebi, Seungho, semua member Super Junior, dan juga semua ELF di seluruh dunia.

 

 

Sebelas tahun kemudian, di sebuah toko ice cream.

 

“ Kau sudah punya jawaban kenapa harus strawberry?” Tanya Haebi pada Seungho.

 

“ Tentu saja, sudah 32 tahun aku mengenalmu, dan aku sudah memikirkan jawabannya sejak lama.

 

“ Apa?”

 

“ Strawberry juga melambangkan kehidupan!” jawab Seungho. “ Strawberry itu memiliki 2 rasa yang tercampur saat kita memakannya. Sensasi pertama yang kita rasakan saat memakan strawberry adalah asam, tapi setelah kita mengunyahnya ada rasa manis yang kita rasakan!”

 

“ Lalu apa hubungannya dengan kehidupan?”

 

“ Kehidupan, walaupun kita mengalami hal buruk di masa lalu, tapi Tuhan selalu adil dengan memberikan kebahagiaan di masa yang akan datang! Begitu juga dengan strawberry, walaupun yang pertama kali kita rasakan adalah asam, tapi setelah kita mengunyahnya ada rasa manis dari strawberry itu!” jelas Seungho pada Haebi.

 

“ Appa…. Appa… aku ingin makan ice cream vanilla!” ucap seorang anak kecil pada Seungho.

 

“ Kyuhyun mau ice cream vanilla ya, biar Appa pesan ya!” ucap Seungho sambil memesan ice cream vanilla.

 

…………….Haebi POV…………..

 

“ Appa…. Appa… aku ingin makan ice cream vanilla!” ucap putraku pada Seungho.

 

“ Kyuhyun mau ice cream vanilla ya, biar Appa pesan ya!” ucap Seungho sambil memesan ice cream vanilla.

 

Kyuhyun, itulah nama putraku. Aku menikah dengan Seungho lima tahun yang lalu, dan kami dikarunia seorang putra yang kami beri nama Kyuhyun, sebagai penghargaan kami pada Kyuhyun Oppa yang meninggal sebelas tahun yang lalu.

 

Oppa… kau tahu, setiap kali aku memandang langit cerah, aku selalu teringat padamu, karena saat seperti inilah saat aku terakhir kali bertemu denganmu. Walaupun sekarang aku sudah memiliki Seungho dan Kyuhyun kecil dihatiku, tapi asal kau tahu rasa cintaku padamu tidak akan pernah berkurang. Oppa aku sangat merindukanmu.

 

 

- THE END-

 

Author: Febby Kim

Makasih ya udah baca… please comment!

Strawberry and chocolate life

51 Responses to Strawberry and Chocolate life

  1. he he he *cengengesan* knp slalu kyuhyun kebagian org yg skit trus mti y? ckckckckckck! *dipelototin* mianhae! b’cnda! bgus kok!

  2. SKIIP PEMAKAMAN KYUNNIE!! <–ganyante

    saya juga mau ditabrak mobil kyunnie, terus kyunnie keluar dari mobilnya mapah ke dalam mobilnya dan terjadilah jalinaan cintaaaa~~
    Hahaha
    (Dilempar ke samudera)

  3. Kenapa sih kyuhyun cerita.a gak jauh jauh dari penyakit dan akhir.a meninggal??? Kenapa kyu jarang di ceritain jadi cowo sixpack dan jagoan???

    Btw cerita.a daebak . . :-)

  4. Mian.. Nggak aku baca sampek akhirr..
    T.T

    Kok jd kayak doain kyu cepet mati yaa?

    Mianhae.. Tp aku nangkepnya gitu.
    But, ceritanya bgs.

  5. Image Kyu di FF knapa jadi penyakitan mulu ya,, trus mati.. Apa emang mukanya identik dengan kata ‘penyakitan’ dan ‘kematian’ ya? *digulingin dari jurang sama bias” Kyu*

    \(*o*)/ Siwon oppa..tolong!!!
    Siwon–tidak, kau telah menghina dongsaeng kesayanganku :(
    me–omo!!oppa, aqu janji tidak akan menghina kyu lagi
    Siwon–jagi pinter,,yuk kita masuk kamaaarr SKIIIPPPP :p
    *abaikan!!*

    tapi bagus kok chingu..ditunggu next partnya yaaa…

  6. __Ho -oH …. ga suka deh kalo ceritanya ada member yang ” death” gitu !

    mendingan yang gokil……..lucu…………..

  7. muka kyu dkat ama penyakit dan kematian ya?
    lapar saia ngebayangin es krim…
    aku suka coklaaat!*abaikan*
    makna coklat n stroberi 2 bener banget! aq suka filosofinya! ffnya juga…

  8. Pingback: Top Posts — WordPress.com

  9. aaaa. .
    aku suka aku suka.walaupun bisa dibilang sad ending karena haebi ga sama kyu.tapii gak apa-apa deeh haebi sama seung ho. .itu happy ending. .
    aku jadi tau kenapa aku suka sama strawberry.ternyata itu melambangkan kehidupan. .hwaa. .aku suka. .

  10. akhhhh… Sebelumnya makasih ya udh pada mau baca…

    Maaf klo ceritanya ga berkenan dihati para readers… Cm lagi kebayang aja gmn klo kyuhyun mati.. Pasti banyak orang yang sedih.. Huhuhu…
    Hmmmm… Makasih juga udah pada suka sama arti coklat dan strawberry… Hhe..

  11. inti’a aq mewek be2k dhe wkt bc ff ini.
    Bis ngak kbayang kalo kyu mati 6imana. *ngebayangin’a aja aq udah sdh.
    So daebak dhe buat yg nulis udah b’hasil mem buat q seperti ini. Daebak. . .
    En suka bngt ma makna ‘coklat en strowbery’a’

  12. huwaaaa…aku sedih!! *nangis bombay*
    ffnya daebak!!
    authornya juga deh…
    kyu…kyu…kasian sekali dirimu…

    ffnya nyentuh bgt chingu…aku tadi hampir nangis lho *gak ada yg nanya*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s