Author : renz
Anyeongg..lagi-lagi kali ini saya membuat ff series*padahal sebelum2nya ja pada belum finish..hehehe..* tapi belum tau akan dilanjutin apa gak…Jadi buat para reader yang pada mau tau lanjutannya silakan comment aja ea cz author cuma buat kalau pada mau aja..ehehehe..
Selamat membaca ^.^
Eun Hae POV
“Ahhh~ itu dia eun haeee.. Itu dia…” teriak hyo na dengan penuh semangat di sebelahku sambil mengguncang tubuhku. Aku menoleh dan menatapnya kesal. “Ada apa sih hyo na?? Berisik tau gak.”
Hyo na tidak menghiraukanku, pandangan matanya menatap lurus ke depan dengan penuh pemujaan. “Aigoo… Dia tampan sekali..” desahnya pelan. Aku mengernyit dan mengikuti arah pandangannya. Seorang namja tampan tampak memasuki kantin diikuti beberapa gadis di sekitarnya.
“Aishh!! Sie namja menyebalkan ternyata..” cibirku, kembali memusatkan perhatian pada makanan di hadapanku. Hyo na menoleh ke arahku dengan bingung. “Kenapa sih kamu gak pernah suka padanya?? Dia itu kan sangat tampann… aihh~”
Aku berdecak kesal. “Tampan sih tampan.. tapi kelakuannya itu lho hyo na. Sok kecakepan banget. Ckckck..” Aku mulai memakan makanan dihadapanku “Shudahlah.. Jhangan pernah bherharap phada chowok sheperti ithu..” kataku dengan mulut penuh.
“Aku juga hanya suka wajahnya yang tampan ko’. Benar-benar enak dipandang..” Hyo na masih memandang namja itu dengan penuh pemujaan. “Yah~terserah kamu lah.. Aku mau minta tambahan gula. Jus apelku kurang manis.” Dengan cepat aku berdiri sambil membawa gelas menuju kasir. Kantin penuh sesak, membuatku harus ekstra hati-hati untuk tidak menumpahkan jusku.
BRUKK…
“Aaaa.. mian aku tidak sengaja.” Aku menunduk berkali-kali pada orang dihadapanku. Aku tidak sengaja menabrak orang dan menumpahkan jusku ke bajunya.
“Yaa~ hati-hati dong. Punya mata gak sih..” teriaknya kesal. Aku mendongak pelan dan mendapati si namja menyebalkan itu dihadapanku. Aishh!! Sial!! Kenapa harus dia sih??
“Aku tidak mau tau. Kamu harus mengganti bajuku yang kotor. Sehabis ini aku ada kuliah tau.” katanya sambil berkacak pinggang. Para gadis di sekitarnya tampak panik, berusaha menarik perhatiannya dengan bersikap peduli. Ckckck.
Aku menghela nafas. “Ne.. aku minta mav. Aku akan mengganti bajumu yang kotor.”
Si namja menyebalkan itu menatapku, satu alisnya tertangkat. “Aku hanya mau kemeja dengan merk louis. Aku akan menunggu dalam waktu 15 menit.” katanya santai, mengambil tempat duduk di salah satu kursi diikuti para gadis di sekitarnya.
Aku mengernyit mendengarnya. “Kenapa gak kemeja biasa aja sih??”
“Yaa~ kamu kan yang membuat kemejaku kotor. Jadi kamu harus mengganti rugi. Cepat!! Bentar lagi aku kuliah.”
Dengan kesal aku pergi menuju gerbang kampus. Dasar namja menyebalkan!! Seharusnya kutumpahkan ke wajahnya sekalian.
“Eun haee..” Hyo na berlari ke arahku, menjajari langkahku. “Sudah jangan berbicara apa-apa.. Aku sedang buru-buru.” potongku sebelum sahabatku ini mulai berbicara. Aku berjalan cepat menuju salah satu toko baju yang ada di dekat kampus diikuti hyo na. Untung saja kampusku ini ada di pusat seoul. Coba kalau tidak.
“500 ribu??” desisku kaget begitu melihat harga satu kemeja dengan merk louis itu. Ini sih sama saja menghabiskan uang sakuku dua bulan. Aku memang orang yang cukup mampu, tapi tidak berarti aku harus menghabiskan uang sakuku hanya untuk seperti ini kan. Dasar namja menyebalkann!!!!
Aku menghela nafas berat dan mengambil salah satu kemeja itu. “Tolong dibungkus..” kataku pada penjaga kasir toko itu. Kuambil dompetku dan mengeluarkan uang dengan tidak rela. Menyebalkann!!
“Harusnya tadi kutumpahkan saja ke mukanya sekalian..” desisku kesal begitu kami keluar dan berjalan kembali menuju kampus. Kulirik jam di tanganku, tinggal 2 menit lagi. Hyo na hanya diam di sampingku. Sepertinya dia tau bahwa aku sedang sangat kesal.
Begitu kami tiba di kantin, namja menyebalkan itu tampak duduk dengan sejahtera dikelilingi para gadis dan dengan pakaian yang bersih. “Kamu telat 3 menit.. Jadi aku sudah berganti baju duluan. Untung saja ada temanku yang baik hati mau meminjamkan bajunya. Rasanya tidak sopan kalau langsung pergi, jadi kuputuskan untuk menunggumu. Itu untukmu saja, rugi kan sudah dibeli” katanya santai dan berjalan pergi.
Aku hanya bengong menatapnya, tidak bisa berkata apa-apa. Saat ini aku tau pasti apa yang harus kulakukan. Kuambil salah satu gelas yang berisi jus berwarna merah dan mendekat ke arahnya.
BYURR..
Aku menyiramnya dengan cairan itu dan melempar bungkusan kemeja yang sudah kubeli ke arahnya. “Tuh bajumu udah kotor lagi. Lebih baik kamu segera berganti baju. Rugi kan kalau udah dikasih gak dipakai.” kataku kesal dan berjalan pergi, meninggalkannya yang tampak bingung. Sukurinn!! Emang enak..
Hyo na berlari mengejarku, menatapku dengan pandangan berbinar. “Eun haeee kamu kerennn…” katanya dengan penuh semangat. Aku menatapnya bingung. “Kupikir kamu akan marah karena aku sudah membuat idolamu seperti itu.”
Dia mengangkat bahu. “Setelah kupikir-pikir, dia itu memang sangat menyebalkan. Tapi wajahnya memang sangat tampan.” Hyo na mengerjap-ngerjapkan matanya centil, membuatku tertawa. Dasar sahabatku ini, lihat cowok cakep sedikit aja langsung deh kumat.
——————-
“Eun hae ada yang ingin appa bicarakan..” kata appa dengan serius ketika makan malam. Aku hanya diam, heran dengan nada suara appa yang serius. Tumben sekali appa serius begitu. Aku menoleh ke arah omma dan taemin yang langsung memalingkan muka. Mereka tampak sibuk dengan makanan dihadapannya. Ada apa sih sebenarnya??
“Minggu ini kamu akan menikah.”
“Menikahhh!!!!” jeritku keras, menatap appa dengan shock.
Appa menutup telinganya sambil menghela nafas berat. “Appa tau ini terlalu cepat, tapi appa sudah berjanji pada park sajangnim eun hae.” jelas appa tegas. “Appa yakin kamu akan menyukai anak park sajangnim. Dia itu anak yang baik dan sangat tampan. Semua gadis sangat mengidolakannya.”
Aku menggelengkan kepala. “Tapi aku baru 19 tahun appa. Aku masih kuliah, mana bisa aku menikah. Kalau teman-temanku sampai tau bagaimana..” kata-kataku terhenti, membayangkan reaksi terburuk yang akan kudapat.
Appa tersenyum menenangkan. “Tenang saja.. teman-temanmu tidak akan tau. Untuk sementara pernikahan ini hanya dalam catatan sipil saja, tapi tetap akan ada pesta kecil-kecilan. Kamu tau kan appa dan park sajangnim sudah berteman sangat lama. Appa sudah terlanjur berjanji padanya eun hae. Mengertilah..”
“Tapi kenapa mendadak sekali. Minggu ini?? Kenapa gak taemin saja yang menikah??” Aku menunjuk taemin yang tampak tersedak.
“Noona.. mana mungkin aku menikah dengannya. Dia kan cowok. Aku masih normal noona.” Taemin tersenyum jail ke arahku. “Sudahlah noona terima saja. Lagipula belum tentu ada yang mau menikah dengan noona kan kecuali dia. Hahaha.”
Aku melotot ke arah taemin, siap melemparkan sendok ke arahnya. Dasar dongsaeng kurang ajar.
“Minggu ini park sajangnim dan istrinya akan pergi ke amerika untuk waktu yang lama jadi waktu pernikahan dipercepat. Mereka ingin sebelum pergi meninggalkan korea bisa melihat anak tunggalnya menikah. Pernikahan akan dilangsungkan sabtu minggu ini eun hae. Jadi appa harap kamu bersiap.” kata appa tegas, meninggalkan meja makan.
Aku masih tercengang mendengar kabar terbaru ini. Aku?? Menikah?? Minggu ini?? Ini benar-benar gila.
“Eun hae..” Omma duduk di sampingku dan mengelus rambutku penuh sayang. “Omma tau kamu marah pada appa, tapi mengertilah sayang. Keluarga park sajangnim sudah membantu sangat banyak dalam bisnis keluarga kita. Bahkan mereka meminjamkan jutaan dolar hanya untuk kita tanpa bunga sepeserpun.”
Aku menghela nafas perlahan, menghadap omma. “Dan jaminannya aku harus menikah dengan anaknya. Itu berarti appa menjualku kan.” Kataku pelan, tanpa sadar air mata turun membasahi pipiku.
Omma memelukku perlahan. “Appa tidak menjualmu sayang. Kalau kamu memang tidak mau, omma akan membicarakannya pada appa. Omma yakin appa pasti mengerti.”
Aku menatap omma dan menggeleng. “Tidak usah omma. Aku…akan mengikuti keinginan appa.” kataku pelan sambil menunduk. Omma memelukku erat dan mencium keningku. “Gomawo sayang.. Appa dan omma bersyukur memiliki anak sepertimu.”
“Tenang saja noona. Kalau dia macam-macam akan kupukul dengan tongkat pemukul.” sahut taemin sambil tersenyum. Aku tertawa dan memeluknya erat. “Jangan pakai tongkat pemukul taemin, pakai saja bola bowling. Pasti sangat sakit. Hahaha.” candaku diiringi tawa omma dan taemin.
Yah~semoga saja calon suamiku itu tidak terlalu buruk.
——————
“Menikah!!! Hmftt..” Aku segera menutup mulut hyo na sebelum seluruh kantin menengok ke arah kami. “Ssst… bisa diem gak sih.” kataku kesal. Hyo na menganggukka kepalanya.
Dia mendekat ke arahku. “Sabtu ini?? Kenapa mendadak sekali eun hae?? Apa kamu terima??” bisiknya pelan.
Aku mengangkat bahu pasrah. “Tidak mungkin kutolak. Aku tidak ingin menyakiti appa dan omma, hyo na. Selama ini aku belum pernah membahagiakan kedua orangtuaku, mungkin ini salah satu caranya.”
“Tapi menikah itu tidak main-main eun hae. Kalau kamu menikah, itu berarti tidak akan ada kesempatan untuk ngliatin cowok cakep.” Aku menjitak kepala hyo na pelan. “Aishh!! Dasar kamu ini cowok cakep mulu yang dipikirin.” Hyo na mengelus kepalanya perlahan sambil nyengir.
Aku menoleh ke arah kasir yang sepi. “Aku mau beli roti keju dulu. Kamu mau nitip gak??”
“Gak deh.. Tadi aku udah makan.”
Aku berjalan menuju kotak tempat roti diletakkan. Hwahh~pas sekali, roti kejunya tinggal satu. Ketika tanganku mengambil roti itu, tangan yang lain melakukan hal yang sama denganku.
Aku mendongak dan mendapati si namja menyebalkan itu lagi-lagi dihadapanku. Aishh!! Lagi-lagi orang menyebalkan ini. “Ini punyaku.” kataku sambil menarik roti itu dengan kesal.
“Ck..lagi-lagi kamu. Sial banget aku. Enak aja, ini punyaku.”
“Punyaku..”
Akhirnya terjadi tarik menarik antara aku dengan si namja menyebalkan itu.
JDUKK..
Kami berdua bertubrukan dan jatuh bersamaan. Roti itu jatuh tidak jauh dari tempatku, tapi sebelum aku sempat meraihnya tangan lain sudah mengambilnya. “Siapa cepat dia dapat..” katanya santai dan berjalan pergi.
Aku menatap kepergiannya dengan kesal dan kembali ke kursiku. “Dasar playboy menyebalkan.. Hari ini semangatku tidak akan full kalau tidak ada roti itu. Roti kejukuuu…” rengekku sambil menundukkan kepala lemas ke meja.
“Sudahlah.. nanti pulang kuliah kutraktir roti keju deh.” kata hyo na menenangkan sambil menepuk pundakku. Aku mendongak dan menatapnya dengan berbinar. “Sepertinya aku mengerti alasan ahjussi ingin menikahkanmu cepat-cepat..”
“Memang kenapa??” Aku menatap hyo na bingung.
“Karena kalau seperti ini terus kamu tidak akan bisa dapat pacar. Mana ada cowok yang mau dengan cewek yang hanya memikirkan makanan. Hahaha.” Aku menjitak kepala hyo na dengan sumpit. Dasar sahabat menyebalkan. Bukannya menghibur malah mengejek. Tapi apa benar seperti itu ya??
———————
Hari sabtu yang mengerikan pun tiba. Omma membawaku ke salon dan memintaku dirias secara khusus. Aku menolak mentah-mentah gaun pernikahan yang diberikan omma padaku. Setelah melalui perdebatan panjang akhirnya aku berhasil membujuk omma untuk membelikanku gaun sederhana berwarna biru sapphire. Warna yang sangat kusukai.
Hyo na meneleponku berkali-kali untuk memberiku semangat. Mengingatkanku untuk memberitahunya tampang suamiku jika sudah bertemu dengannya. Katanya kalau ganteng untuk dia saja. Aku hanya tertawa mendengar perkataannya. Dasar hyo na aneh-aneh saja.
“Eun hae kamu sudah siap..” kata omma sambil menepuk pundakku. Aku mengambil nafas dalam dan mengangguk. Omma menatapku dan memelukku erat. Air mata membasahi pipinya. “Gomawo eun hae. Kamu sudah mau berkorban untuk appa dan omma.”
Aku menggeleng dan tersenyum. Kuhapus air mata di pipi omma. “Ani omma.. seharusnya aku yang berterimakasih karena kalian sudah membesarkanku selama ini. Kali ini biarkan aku berbakti pada appa dan omma.” kataku perlahan. Taemin menatapku dengan berkaca-kaca. “Hei kenapa kamu menangis?? Harusnya kamu senang dong noona akan menikah. Bukankah itu yang paling kamu inginkan.” Taemin mendekat dan memelukku erat. Aku mengelus kepalanya perlahan. Omma ikut tersenyum dan mengajakku menuju ruang tamu.
Tamunya tidak terlalu banyak. Kebanyakan dari kolega appa. Appa tampak sedang berbicara dengan park sajangnim dan istrinya. Appa menoleh dan tersenyum padaku. “Ini dia park, anakku tercinta. Eun Hae.”
Aku menunduk memberi salam pada park sajangnim dan istrinya. “Kamu sudah besar ya sekarang dan begitu cantik.” kata istri park sajangnim sambil tersenyum. Aku membalas senyumannya dengan hangat. Aku suka pada istri park sajangnim. Dia seperti omma, keibuan dan ramah.
“Oh ya eun hae, anakku ini juga kuliah di universitas seoul sama sepertimu tapi dia sekarang di tingkat akhir.” kata park sajangnim dengan bersemangat. Aku mengerjapkan mata kaget. Satu universitas denganku. “Ahh itu dia sudah datang..” teriak park sajangnim, berjalan keluar rumah. Dia kembali masuk dengan seorang namja tampan di sisinya. Namja itu mengenakan jas dan tampak rapi. Sepertinya aku kenal…
Namja itu menatapku kaget, begitu juga aku. “KAMUUU….” teriak kami bersamaan.
Appa dan park sajangnim menatap kami bergantian, sebuah senyum bahagia muncul di bibir mereka. “Ternyata kalian sudah saling kenal. Itu sangat bagus..” kata park sajangnim sambil tertawa menatapku. “Jangan-jangan kalian sudah saling jatuh cinta ya..” Appa, omma, dan istri park sajangnim menatap kami berdua dengan pandangan berbinar.
Aku hanya tersenyum masam mendengar perkataan park sajangnim. Jatuh cinta?? Dengan namja menyebalkan ini?? Amit-amit deh. Apa mereka tidak bisa melihat kami yang sudah siap perang?? Bisa-bisanya dibilang jatuh cinta.
“Kami memang sudah saling jatuh cinta appa.” kata namja itu sambil merangkul bahuku. Aku mendongak menatapnya kesal, berusaha melepaskan rangkulannya. “Sebentar ya appa. Aku mau berbicara berdua saja dengannya.” Namja itu segera menarikku menjauh.
Aku segera melepaskan diri dan menatapnya kesal. “Kenapa kamu bisa ada di sini??” desisku kesal perlahan, berusaha tersenyum ke arah appa dan park sajangnim yang menatap kami.
“Harusnya aku yang tanya begitu. Kalau tau kamu yang akan jadi istriku. Pasti akan kutolak mentah-mentah. Mana mau aku menikah dengan gadis menyebalkan.” katanya sambil berdecak kesal.
Aku menginjak kakinya keras dengan sepatu berhakku. Dia melompat sambil memegang kakinya. Sukurin!! Biar deh tuw kaki bengkak sekalian. “Kamu pikir aku mau. Aku gak akan sudi menikah dengan orang sepertimu tau.”
“Aku juga tidak mau. Mana ada istri yang menginjak kaki suaminya sendiri. Kamu harus tanggungjawab kalau sampai bengkak ya. Sudah sekarang kita pura-pura saja.”
“Pura-pura?? Maksudmu??”
“Aku tidak mau mengecewakan appa dan omma. Apa kamu mau mengecewakan orangtuamu??”
“Tentu saja tidak. Tapi aku tidak mau menikah dengan orang sepertimu.” kataku sambil berkacak pinggang. Aku tidak mau menikah dengan orang seperti ini. Andwae!!!
“Apa maksudmu ‘orang sepertimu’?? Aku juga tidak mau tau menikah dengan gadis kasar sepertimu. Tapi setidaknya kita menikah hanya untuk formalitas saja biar orangtua kita senang. Jadi setelah urusan menikah ini selesai kita tidak perlu saling berurusan lagi. Kalau perlu kita akan bercerai secepat mungkin. Bagaimana??”
Aku menatapnya ragu, akhirnya menganggukan kepala. Sepertinya itu ide yang lumayan bagus. “Baiklah…sekarang apa yang harus dilakukan??”
Dia menatapku jail, sebuah senyum keluar dari bibirnya. “Kamu jangan menginjakku atau melakukan yang membahayakanku. Kita akan seperti ini.” Namja itu menarikku mendekat ke arahnya dan mengalungkan tangannya ke pinggangku. “Jangan menginjakku..” bisiknya lirih ketika dilihatnya aku akan menginjak kakinya.
Aku menatapnya kesal, dengan pasrah membiarkannya membawaku ke depan appa dan park sajangnim. “Wahh~kami lihat sepertinya kalian benar-benar sedang jatuh cinta. Baguslah kamu mendapat istri yang sesuai ya kyu..” kata park sajangnim dengan gembira menatap kami. Aku hanya tersenyum masam. Saling jatuh cinta apanya. Saling ingin membunuh baru benar.
“Baiklah…” Appa menepuk tangan perlahan, mengambil perhatian dari seluruh tamu. “Terimakasih untuk semua tamu yang sudah datang. Hari ini kami akan meresmikan pernikahan anak saya, Eun hae dengan anak park sajangnim, Cho Kyuhyun.” Omma mengulurkan sepasang cincin pada kami berdua.
Aku dan kyu saling bertatapan. Kyu mengambil salah satu cincin dan memakaikannya padaku. Begitu juga denganku, aku mengambil cincin yang tersisa dan memakaikan padanya. Semua tamu bertepuk tangan meriah. Park sajangnim mengeluarkan surat pernikahan dan memberikan bolpen pada kyu. Kyu menghela nafas dan menandatangani surat itu, begitu juga aku.
Aku tidak bisa menikmati pesta ini sama sekali. Aku hanya ingin cepat berakhir dan tidur, berharap semua ini hanya mimpi. Istri park sajangnim yang sekarang harus kupanggil omma mendekat ke arahku dan duduk di sebelahku. “Eun hae..Tolong jaga kyu selama kami pergi ya. Dia itu memang anak yang menyebalkan dan egois, tapi sebenarnya itu hanya untuk membuatmu memperhatikannya. Omma harap kamu bisa memahaminya ya eun hae.”
Aku menganggukkan kepala sambil menahan tangis. Aku tidak tega mengatakan pada yuna omma bahwa kami hanya berpura-pura dan berniat bercerai. “Omma ingin memelukmu sebentar saja. Sudah lama omma ingin punya anak perempuan.” Yuna omma memelukku erat, membuatku tidak tahan untuk menangis. Bagaimana ini?? Aku sudah membohongi mereka semua. Ottokhae??
“Besok omma dan appa akan pergi ke amerika. Datanglah untuk mengantar kami eun hae. Malam ini tidur di rumahmu dulu saja, besok akan omma suruh kyu untuk menjemputmu.” kata yuna omma lembut dan berjalan menuju ruang tamu sambil menggandengku. Kyu menatapku curiga. Alisnya terangkat sebelah ketika dilihatnya tangan yuna omma menggandengku erat.
“Malam ini eun hae tidur di sini saja. Besok akan kusuruh kyu untuk menjemputnya. Aku ingin menantuku ikut mengantar kepergian kami. Kyu kamu tidak berpamitan pada istrimu.”
Kyu menatap yuna omma bingung. “Tidak ada ciuman selamat tinggal..” kata yuna omma sambil tertawa diikuti dengan appa, park sajangnim, omma, dan taemin.
Kyu mendekat dan mencium pipiku lembut. “Jangan kegeeran. Kalau bukan karena appa dan omma aku tidak akan sudi menciummu.” bisiknya pelan di telingaku. Aku mendekat dan memeluknya erat. “Siapa juga yang sudi dengan orang sepertimu.” balasku tidak kalah pelan di telinganya. Aku melepas pelukanku dan tersenyum manis ke arahnya. “Hati-hati ya jagiyaaa..”
Dia hanya tersenyum masam dan pergi menyusul park sajangnim dan yuna omma.
Yah~semoga saja rencana ini berhasil. Ini tidak akan lebih buruk kan.
——————-
“Eun hae..bangun..” Aku mengerjapkan mata, membuka mataku perlahan. Omma sudah duduk di sampingku, mengelus rambutku penuh sayang. “Sudah jam 7.30 sayang. Ayo bangun..”
“Sebentar lagi omma… Hari ini kan hari minggu..” kataku setengah sadar sambil menutupkan selimut ke tubuhku. Aku masih ngantukkk….
“Kyu sudah menunggumu di bawah sayang.” kata omma lembut, membuka selimutku.
Kyu?? Ngapain dia di sini pagi-pagi begini?? Ah~aku lupa!!! Hari ini kan aku berjanji mengantar kepergian park sajangnim dan yuna omma ke amerika.
Aku langsung bangun dan bergegas berlari ke kamar mandi. Dengan cepat kuselesaikan mandiku dan berganti baju. Aishh!! Pasti namja menyebalkan itu akan mengomel.
Seperti yang sudah kuduga. Begitu aku keluar rumah, kyu sudah berdiri di sebelah mobilnya dengan wajah kesal. “Lama banget sih. Dasar tukang tidur!!!” Aku tidak memperdulikannya dan masuk ke dalam mobil. Dasar berisik!! Tukang ngomel!!
Hoahm..aku ngantuk sekali. Gara-gara acara pernikahan tidak jelas kemarin, aku tidak bisa tidur semalaman. Sekarang aku sangat ngantuk. Kursi ini nyaman juga untuk tidur, empuk. Tanpa sadar aku pun mulai tertidur.
Kyuhyun POV
Dasar gadis menyebalkan!! Bisa-bisanya membuatku menunggu seperti ini. Mana ada sejarahnya seorang cho kyuhyun menunggu seorang gadis, hampir satu jam lagi. Aishh!! Ini benar-benar menyebalkan.
“Kyu..” Aku menoleh dan mendapati sarang omma berjalan mendekatiku. “Omma minta maaf ya karena eun hae membuatmu menunggu.” kata sarang omma lembut dengan nada menyesal.
Aku menggeleng pelan sambil tersenyum. “Tidak apa-apa omma. Mungkin dia kelelahan karena acara kemarin. Kemarin hari yang cukup berat untuknya.”
Sarang omma tersenyum dan mengelus pipiku perlahan. “Gomawo kyu sudah berusaha mengerti eun hae. Omma bersyukur dia bisa mendapat suami sepertimu.”
Aku hanya tersenyum kikuk mendengar pujian sarang omma. “Sebentar lagi dia turun. Tunggu ya.” Sarang omma berjalan pergi masuk ke dalam rumah.
Aku menghela nafas dalam begitu sarang omma pergi. Rasanya aku tidak akan tega mengatakan pada jung soo ahjussi dan sarang ahjumma jika kami hanya pura-pura. Semoga saja semuanya berjalan lancar sesuai rencana.
Kulirik jam di tanganku yang mulai menunjukkan pukul 8. Aishh!! Mana gadis itu. Lama sekali sih.
“Lama banget sih. Dasar tukang tidur!!!” kataku kesal begitu dia keluar rumah. Dia hanya melengos dan masuk ke dalam mobil. Aku menghela nafas kesal dan masuk ke dalam mobil.
Baru beberapa menit di mobil, dia sudah tertidur lelap. Dasar tukang tidur!! Aku melirik ke arahnya. Dia mengenakan kaos dengan jaket biru menutupi tubuhnya. Rambutnya diikat berantakan kebelakang. Dia tidak mengenakan make up apapun di wajahnya. Dia terlihat benar-benar polos. Apalagi dalam keadaan tidur seperti ini.
Aishh!! Apa yang kupikirkan?? Aku tidak boleh tertipu oleh gadis ini. Dia ini gadis menyebalkan yang kasar dan galak. Mana mungkin terlihat polos.
“Yaa~bangun tukang tidur. Kita sudah sampai.” Kyu mengucek matanya dan menguap pelan. “Ne.. gak usah teriak bisa kan. Dasar tukang ngomel.” katanya kesal, keluar dari mobil. “Mana ahjussi dan ahjumma??”
Aku menatap sekeliling dengan bingung. “Aku tidak tau. Kutelepon dulu.” kuambil handphoneku dan menelepon appa ketika seorang ahjussi berpakaian rapi mendekat ke arah kami.
“Permisi.. apakah kalian tuan kyu dan nona eun hae.” Aku dan eun hae saling berpandangan, mengangguk bersamaan.
“Memang ada apa ya?? Apa ada sesuatu yang terjadi??” tanya eun hae dengan khawatir. Matanya tampak cemas.
“Park sajangnim menyuruh anda berdua untuk naik ke pesawat menemui beliau. Ada hal yang sangat penting. Mari saya antarkan.” jawab ahjussi itu, menyuruh kami berdua mengikuti.
Aku dan eun hae saling berpandangan ragu, akhirnya berjalan mengikuti ahjussi itu. Ada apa ini sebenarnya?? Kenapa appa ingin berbicara pada kami?? Di dalam pesawat lagi.
Eun hae menyenggol lenganku. “Sst.. ada apa sih?? Kenapa appa mu tidak berbicara saja pada kita di sini?? Kenapa kita harus naik pesawat segala sih?? Memangnya boleh naik ke pesawat tanpa tiket??”
Aku melotot ke arahnya. “Udah ikutin aja kenapa sih?? Berisik banget.” potongku kesal, memotong pertanyaannya. Dasar gadis berisik.
Eun hae menutup mulutnya, menatapku kesal. Dia tidak berbicara lagi selama kami berjalan menuju pesawat. Pesawat itu tidak terlalu besar, bahkan paling kecil di antara pesawat lainnya. Tidak ada antrian orang naik ke pesawat itu, seakan pesawat itu adalah pesawat pribadi.
Dalam pesawat itu hanya ada 2 kursi penumpang di belakang pilot. Lantainya ditutupi karpet dengan berbagai fasilitas dan makanan. Benar-benar seperti pesawat pribadi. Tapi…dimana appa dan omma??
“Aku punya firasat tidak enak…” gumam eun hae pelan di sebelahku. Aku hanya diam, mengiyakan dalam hati. Sepertinya ada yang tidak beres.
Jglek…
Aku menoleh ke arah pintu pesawat. Pintu itu sudah tertutup rapat, mengunciku dan seon di dalam. “Yaa~ada apa ini?? Buka pintunya.” teriakku keras sambil memukul pintu pesawat.
“Mianhae tuan kyu. Kami mendapat perintah dari park sajangnim untuk mengantar tuan dan nona ke pulau jeju. Sebaiknya tuan dan nona segera mengenakan seatbelt karena pesawat akan lepas landas sebentar lagi.” Suara seseorang terdengar melalui pengeras suara dalam pesawat itu.
Dengan cepat kutarik tangan eun hae ke kursi dan memakaikan seatbeltnya. “Sudah diam saja. Sebentar lagi kita akan lepas landas.” potongku tegas sebelum dia berbicara. Setelah selesai, aku segera duduk di kursiku dan memakai seatbeltku.
Aishh!! Appa dan omma benar-benar keterlaluan. Bisa-bisanya menyuruhku pergi berdua saja dengan gadis menyebalkan ini. Ini pasti akan menjadi perjalanan yang tidak menyenangkan.
———————
Pulau Jeju, 9 PM
“Hahh~ tempat ini benar-benar indah. Sayang sekali aku harus datang ke sini bersama orang ini.” kata eun hae sambil menghela nafas dalam, melirik ke arahku.
Aku hanya mengangkat bahu. “Aku juga tidak mau tau ketempat seindah ini bersama gadis menyebalkan sepertimu. Lagipula banyak gadis yang antri untuk datang ke tempat seperti ini berdua saja denganku dan yang jelas lebih baik darimu.” ejekku ke arahnya.
Dia hanya mencibir. “Tapi tidak lebih waras dariku. Ayo kita ke hotel. Sudah malam.” katanya sambil berjalan menuju hotel.
Aku mendekat ke arah resepsionis. “Mianhae mengganggu.. Apa ada kamar yang dipesan dengan nama kyuhyun??”
Penjaga resepsionis itu mengetik sesuatu di komputer dan menggeleng. “Kalau atas nama park sajangnim??”
“Park sajangnim?? Ah~kalian pasti tuan kyu dan nona eun hae. Ini silahkan kuncinya.” Penjaga resepsionis itu menyerahkan satu buah kunci ke arah kami dengan semangat. Aku dan eun hae menatap kunci itu sambil mengernyit.
“Emm~apa cuma 1 kamar??”
“Tentu saja. Kamar untuk honeymoon kan??”
Honeymoon???
To Be Continue ~
Hwahh~geje sangadhhh..
berhubung nie author buatnya gak sengaja banget jadi lanjutannya belum kepikiran..so buat reader yang pengen tau comment aja ea.. xp
lanjut lanjut. . .
jangan lama lama oke?
Lanjutannya jangan lama2 ya~~ d(^-^)b
LANJUUUUT ONN.. *tereak2 pke toa masjid*..huaaa, aq ska yg genrenya kya gni….awal’y aq kira teuki,trnyta kyu…lnjut jgn lma2 y onn…..
cpetan yaa lnjutx? Ff-x daebak deh!
Yg cpt yg chingu
huwee, ffx kren
kyaaaa mantep..
Lanjut.lanjut..jgan lama2 y.
Kalo bsa jgan ampe g dlanjutin kya ff sebelumny.hhuhu
author jjang!!
Lanjooootttt
jangan lama” ya…
Penasaran banget
Seru!!
lanjut dund.
Lanjuttt. . .
Huaaa, keren. . .
It kyu ma q it. . .
*ngarep*. . .
wah seru aku pnasaran…
Lanjut
hhehe
tp aku rda bingung deh,, kok bpaknya kyu marganya park…
lanjut authorr . . .
seru . . .
kirain one shot, ternyata msh tbc
ayo dilanjut, penasaran nih…..
Seruuuu, author…!
Lanjuuutannya ditunggu ya~~~
FF author yg lain jg ya~
lanjot ya onn, pnasaran tingkakt tinggi,,
ckckck,, pasti ntar mreka memulai perkelahian lagi di kamar hotel,, ckckckck
haha
wajib lanjut
Lanjut dooooong !! Hahaha
Wah seru ..
Lanjut nya jgn lama” ya . Hehe
Kyu….
Knpa kw mnikah dg dy, shruznx kw mnikah dgQ….
Huft…sngt mnxbalkan….
Wa….auth0r lnjut yach, cz seru bgt tu crtanx.
Cieh….seru neh ceritanya….
Lanjutanny jgn lama2 ya
ceritanya seru bikin penasaran…. ayo lanjutannya cepetan yaaa
Lanjutt lanjutt
hua seru! Aku fikir awalnya cowo itu enyuk ..bhaha
part selanjutnya ditunggu!
cpetan lnjutannya d post yo,,,^^
sebenernya sempet nyangka cowok tuh park jungsoo, soalnya anaknya park sajangnim siy… eh ternyata cho kyuhyun…
kekeke… lanjutkan!!!
waah.. hari ini main cast ffnya rata2 Kyuhyun.. daebak deh!!
HARUS lanjut ini mah
ayahnya park,, tapi anaknya kyu,, nama kyu jadi Park Kyuhyun dong,, haha lucu ^^
lanjut authoor
Kyuu~kamu anak siaapa? Bapakmu PARK, tp namau CHO
Hahaha..
Kirain aku yang bakal main Teuk
y ampyun author. . .
Bikin pnasaran dhe.
Cpt dipublish ya kelanjutan’a.
waaaa kereennn…^^d
lanjut.na cepetan y….xD
huuaaa cast na sii kyu ..
Tah knpa stiap bca ff rata yg married psti kyu ckckckckckck…
Lnjuut yuu…
Asap..
wah cast na kyu lagi..
Tah npa tiap bca ff yg married2 cast na kyu..
lnjut unni..
harus lanjut~
wooaah honeymoon^^
Marganya beda,aku kira itu jungsoo
ngakak woooo~XD lanjut ya,penasaran itu couple jadinya gimana
jut..jut.. Lanjut… *geje
Cuma mau bilang 1 kata, LANJUTKAN.. haha
ayo lanjut…..
apa yg akn trjdi slnjtnya?
aduh pnasaran….
thor…. semangat dong bikinnya….. dtunggu lho….
Seru.,seru.,seru.,
Lanjut.,
ASAP.,
Ok.,.,
kirain cowonya eunhyuk gara2 nama cewenya eunhae wkwkwk
seru! dilanjutin ya!
lanjut…..
G ada alasan pokok.a harus lanjut…#maksa
Pnasaran ama klnajutan nya!!
ASAP y part slnjut nya..
Gx sbar pngn tw mrk ngapain aj d pulau jeju?? Hhahaha..
Lanjut nya cepet y author
Lanjut..lanjut!!
Appa & oemma kyu jagil…
kkkk~~~~
wah penasaran
lanjuuut!!!
lanjut!!!
jgn lama2…
TBC nya pas di situ lagi, sumpah bikin penasaran!
Lanjuuut author
LANJUUT
jangan lama lama yaa
lanjut!lanjut!lanjut!
Ayo Lanjut!!!! d tgu y klanjutan’a. jng lma”. ud ga sbr nie!
Lanjut.
Seru2
author! seru! lanjut! asap! ga pake lama! *ga nyante*
Lanjut~
seru nie kayaknya,
lg2 epep kyu nikah dijodohin hehehehe i like it d^^b
pertama bayangin jungsoo .
hahaha , eh ternyata malah si kuyun jelek -___- #plaaaak
lanjuddd thor jangan lama lama
kayaknya bakal seru nich critanya!
lanjutnya jangan lama2 yah thor! *sksd ma author*
Ayolaaaah dilanjutkan!!!
wahh ceritanya keren neh,, lanjut…lanjut
lanjutannya jangan lama” yaaa
ixixix
lanjut ya thor. Nice ff ;D
asyiknya jadi eun hae, nikah ma kyu, honeymoon ke Jeju….mauuuuuuuuuuuuu,,,,,,,,,,,,,
Lanjut chingu..
Aish..si kyu narsis bgt ㅋㅋㅋㅋ
aaahhh~ FF nya kerenn >________<
ayo lanjut ..
Wah padahal kukira Oneshot . Pokoknya mesti lanjut secepatnya
huaaaaaaaaa keren…!!!!!!!!!!!!!
di tnggu kelanjutan nya ya…..ASPA….!!! hahaha
ralat ASAP hahahaa
huaah kyu sama eunhae bulan madu..
penasaran..ditunggu next chapnya..
Hwaa…keren..keren..
seruuu bangeeet…
Lanjut eonni…. ^o^
weeew nama yeobo gue muncul XDD *tunjuk2 Taemin* gyahahaha
denger namanya park, kirain jungsoo, taunya kyu hahaha pantes deh buat evil /plakBUGH *digamparSparKyu*
honeymoon? Wew apa jadinya ya? *mulai mesum* lanjut chingu
lanjut..
Kirain one shoot…
Next part ASAP…
kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen, lanjut onn. jgn lama lama. sambungannya ditunggu
Pingback: FF Secret Marriage ~ part 1 [DBSK version] « Asian_Lovers Blog
Lanjjutt !!!
next chapp ditunggu…^^
lanjuttt…..author daebak
Lanjut chingu!!
Gag sabar nih mau baca lanjutan.y.,.
Kliatanya klu mrka bnran suka, bklan so sweet deh..
Ditunggu,iiah?
Uwaaa~ kereen! Ditunggu ya chapter selanjutnyaa~ jangan lama lama ya
chingu,,,
lanjutin yaaa??!
ku ska sangad deh!!
pokok.ea mesti di lanjutin!!
jangan lama2 ya??
penasaran nih!
ok?
hahaa ! ffnyaa lucuu kkk xD
LanjuuUuuuuuuut