Pagi ini saat keluar dari pintu kamarku kudapati pemandangan yang tidak lazim. Setelah berbulan-bulan kamar sebelah kosong nampaknya mulai hari ini aku tidak akan kesepian lagi. Kulihat seorang namja dengan hoodie hijau sedang berjongkok, mengacak-acak isi tasnya, nampaknya mencari sesuatu. Kuncikah yang dia cari? Batinku.
“Annyeonghaseyoo, kamu menempati 202 ?” tanyaku berusaha seramah mungkin. Namja itu sama sekali tidak mengangkat kepalanya, masih sibuk dengan aktifitasnya sendiri. “annyeoonghaseyooo” kataku sekali lagi, kali ini lebih keras.
“ada apa ya?” sang pemilik suara akhirnya mendongakkan kepalanya dan memandangku dengan heran, seolah aku ini gangguan bagi kesibukannya. Ah.. kyeoptaa. (>,<)
“aku tetanggamu, penghuni 201. Park Eun Hye imnida” kubungkukkan tubuhku kearahnya yang masih terus berjongkok. “kalau ada yang bisa dibantu tolong katakana saja, hehe”
“aku tidak menerima bantuan dari orang asing..”
Hah?! Menjijikan, seperti anak kecil saja. Memangnya aku mau menculikmu? Dumelku dalam hati.
“kau belum menanyakan namaku, makanya kau orang asing..” Namja itu berdiri *akhirnya. Aku harus sedikit menengadah untuk memandang wajahnya, dia ternyata cukup tinggi.
“ooh, miahnhaeyoo.. siapa namamu?”
“Kim Kibum imnida” balasnya pendek. Bukannya membungkuk dia malah mengedikkan dagunya singkat kearahku. “oooh, Kim Kibum. Boleh kupanggil Kibum saja Kibum sshi?” kuperhatikan ekspresinya seksama. Zombie, dia ini sungguhan zombie! Ekspresinya tetap datar, bahkan tersenyum pun tidak. Aku seperti orang tolol saja terseyum-senyum sendiri.
“kau baru datang ke Korea ya Kibum sshi?” tanyaku berbasa-basi. Entah mengapa dari gesture nya barusan, aku yakin dia lama di luar negeri.
“kenapa bisa tahu??” tanyanya heran. Kedua alisnya terangkat mendengar pertanyaanku. Sepertinya baru aku yang mengajukan pertanyaan seperti ini padanya.
“haha, dari gesturemu Kibum sshi, lazimnya orang Korea yang baru bertemu akan membungkukkan badannya seperti yang kulakukan tadi. Tapi kau hanya mengedikkan dagumu, menjaga jarak. Orang Korea biasa akan terluka dengan sikapmu barusan” mendengar jawabanku Namja itu tiba-tiba tertawa sambil menutupi mulut dengan punggung tangannya. Setelah mampu mengendalikan diri dia menarik napas dalam dalam dan tersenyum kepadaku. Dalam sepersekian detik saat dia terseyum seperti ada kupu-kupu yang berterbangan dalam perutku. Omooooonaa, senyumnya sungguh menawan! Bahkan saat tersenyum matanya menyipit hingga tinggal segaris, melengkung seperti bulan sabit, ikut tersenyum juga. 180 derajat berbeda dengan ekspresi zombienya tadi, senyum ini membuatku meleleh. Aku suka! Aku sukaa!
Entah kenapa rasanya aku terhipnotis dengan senyumnya itu. Lamat-lamat kupandangi wajahnya yang tersenyum, persis seperti adegan slow motion di film-film, kau tahu kan? Saat pemeran utama wanitanya terpukau melihat sang aktor ganteng tiba-tiba disorot full face ditambah efek cahaya yang berpendar-pendar disekitarnya. Gambaran Sekeliling ruangan menjadi buram dan fokus kamera hanya tertuju pada sang actor ganteng. Triiiiiiiinggg triiiingg, cuit cuwiit cit cuwiiit entah darimana ada kicau burung dan suara efek twinkletwinkle, kira kira begitu backsound yang mengiringisenyuman si aktor ganteng tadi.
“ada yang menempel di gigiku?” tanyanya membuyarkan lamunanku. Alisnya terangkat sebelah melihat ekspresiku yang seperti mau menjilat wajahnya. Aku mengerjap sekali dan menggeleng-gelengkan kepalaku. “Ahniyooo, gigimu ganteng sekali Kibum shhi. Apa kau memakai bracket? Aku juga sudah lama ingin pakai. Hehehe. Gigiku jelek soalnya” ha ha.. aduh eunhye, cari alasan yang lebih bagus dong!!!
“ini asli” jawabnya datar, sedatar datarnya dan sungguh tidak membantu mengatasi kekikukan yang kurasakan.
Yaaak! Orang ini pasti tidak mengerti arti basa basi.. (T_T)
…… (10 detik berlalu)
“ Eeeh, kibum sshi mungkin kau harus membereskan kamarmu yaa?” Tanyaku kikuk.
“ Kau berdiri di di depan pintu apartemen ku eun hye sshi “ kibum menunjuk pintu yang kusandari.
Syuuuuuuuuu~ (=_=) angin dingin berhembus
“Ah .. mianhaeyoo“ Aku beranjak dari depan pintunya dan melanjutkan menonton punggungnya yang sedikit membungkuk saat memasukkan kunci ke kenop pintu. Klek, jekreek.. krieeett.
Aaargh dari bumi kepada Park Eun Hye!!!Ada apa ini? Benar-benar wanita yang kurang sentuhan pria aku ini. Melihat pria lucu sedikit langsung jelalatan.
Braakk. Dibantingnya pintu apartemen itu, cukup keras hingga kurasakan hembusan angin menerpa hidungku. Kurang ajaaaarrrr Q (T_T) tidak punya sopan santun. Padahal aku sudah menyapanya penuh keramahan tapi INI balasannya!!?? Tidak beradab! Tidak punya sopan santun. HEH anak muda, kau tidak mengerti adat ketimuran apa????!!
Sayangnya aku terlalu pengecut untuk menggedor pintu, jadilah orang-orang yang lewat hanya akan melihatku sedang komat-kamit menceramahi pintu tetangga baru sialan itu. OOOOOHHHH KESAAALLLLL!!!!!
Pyeongseng Gyotte Isseulge. I doo~
Handphone kuu berbunyii, dimana dimana? Aku sibuk meraba-raba saku celanaku. Saat flip handphone ku terbuka sebuah pesan singkat langsung membuat seluruh rasa murkaku menguap begitu saja, berganti kaget setengah mati.
Tae Hee Darling
2010 April 10. 08.45
Dimana kamu pabo? Dosen sudah tiba setengah jam yang lalu!!
Hyaaaaaa!!!!! Dengan langkah tergesa aku segera berlari menuruni tangga apartemen.
####
Brakkbrukkbrakkbrukkbrakkkbrakbrakk~ ahniii ahjussiii aku tidak terlambat!!!! Sayup sayup terdengar suara tergesa menuruni tangga. Merusak pagiku yang tenang (=_=) dasar gadis angin ribut. Mati-matian aku menahan tawaku saat kuintip dari balik lubang intip pintu dia komat-kamit memaki-maki tanpa suara,tangannya mencak-mencak menunjuk-nunjuk pintu apartemenku dan wajahnya memerah.. aissh dia pasti sangat marah karena kuacuhkan tadi. Siapa suruh sok kenal?
Tapi tawa itu hanya bertahan beberapa puluh detik karena setelah itu pandanganku beralih menyapu ruangan sempit di depanku. KECIL. Ini hanya sebesar kamar mandi di rumahku dulu. Cuma ada ruang tengah sekaligus dapur sekaligus ruang tamu… kamar mandi di kanan pintu masuk, kamar tidur di kiri pintu masuk. Hmmmm…. (=_=)
Tap tap tap. Kibum melangkahkan kakinya kearah pintu kamar mandi dan membukanya. Sempit!! Ini sebesar ruang kloset di kamar tidurku dulu.. TIDAK ADA BATHTUB…kenyataan itu sungguh lebih membuat Kibum kaget.
Kibum berpegangan pada kusen pintu kamar mandi dan hanya bisa menghela napas. Sepertinya keputusannya untuk lari dari tanggung jawab memberikan dia tanggung jawab baru … menanggung hidupnya sendiri yang seumur hidup ditanggung oleh ribuan karyawan di perusahaan-perusahaan sang Ayah.
Flashback (Author’s POV)
Pemakaman sudah berakhir namun orang-orang belum juga mau pulang. Pulihan pria berjas hitam itu masih belum mau beranjak walaupun Kim Min Jong sudah selesai dikremasi beberapa jam yang lalu. Sang putra semata wayang, Kim Kibum tidak terlihat batang hidungnya diantara kerumunan pria jas hitam yang berbisik-bisik penuh harap, siapakah yang akan mewarisi kerajaan bisnis sang ayah? Kerumunan itu tak akan seantusias sekarang jika bukan karena sang putra yang masih terlalu ‘hijau’ dalam memegang tampuk kepimimpinan perusahaan.
Ha Byung Ho yang merupakan General Manager sekaligus adik ipar Kim Min Jong begitu optimis bahwa kali ini dia akan mendapat bagian besar setelah sekian lama dipecundangi sang kakak ipar. Oh ya, Cuma aku yang bisa dipercaya para pemegang saham! Otak tamaknya mulai mengkalkulasi pundi-pundi kekayaan yang akan mengalir ke rekeningnya saat perusahaan beralih ke tangannya. Namun tak urung hatinya sedikit tidak tenang mengingat keponakan tersayangnya Kibum masih belum masuk ke jebakannya. Kalau putriku gagal mendapatkannya maka aku akan gagal menggenggam perusahaan ini sepenuhnya! Hatinya panas dipenuhi amarah bila mengingat keponakannya itu akan menjadi duri dalam daging.
####
Kibum.. kau baik-baik saja? Ha Baek Shil berjingkat pelan memasuki ruang boxing itu saat dilihatnya Kibum nampak tertidur terlentang, topless dengan bisep yang banjir keringat. Pasti latihan boxing lagi.. gumam Baek Shil dalam hati. Mendengar tak ada reaksi, dia mencoba membuka handuk kecil yang menutupi wajah Kibum perlahan. Didapatinya wajah yang tertidur damai, keningnya dipenuhi tetesan keringat dan rambutnya tidak kalah basah. Refleks Baek Shil mengelap kening Kibum dengan handuk kecil tadi.
“ Aku tidak suka wajahku disentuh …” dalam tidurnya Kibum bergumam pelan. Baek Shil yang terkejut langsung menjatuhkan handuk tadi dan langsung berdiri dalam posisi membungkuk. “Mianhee!!”
“…. Hmmpph” Baek Shil hanya bisa memberengut kesal saat dilihatnya Kibum sedang tersenyum. Bukan, tepatnya mati-matian menahan tawa.
“Ya Kim Kibum!!Aku tidak suka dengan gaya humormu ini!” gadis itu langsung hendak melangkah berbalik saat tangannya ditarik oleh suatu kekuatan. “Aku bercanda Shilll .. hehehehe” jawab Kibum sambil tetap menahan pergelangan tangan Baek Shil.
“I eomsaljaengi[1] Kibum sshi “ Senyum maut Kibum mampu membuat kesal gadis itu surut seketika, dilepaskannya genggaman Kibum lalu dijitak sayangnya kepala Namja yang ada dihadapannya.
“Kibum ah, Appa mencarimu dari tadi.. dewan direksi membutuhkanmu untuk menutup pemakaman ini. Apa ini caramu mengalihkan rasa sakit dan kehilangan” Baek Shil menunjuk sansak tinju yang tergantung di ruangan itu dengan dagunya sambil berkacak pinggang.
“Aku merasa tidak mengenal pria yang sudah menjadi abu dalam guci kremasi itu semenjak Eomma meninggal.. tapi ya, aku merasa kehilangan. Aku tidak punya sparring partner lagi yang bisa menantang batas-batas kesabaran emosiku.. “
“Kibum.. “
“Biarpun aku membencinya, tapi aku juga mencintai pria itu.. sebesar benciku ini…” ungkapnya sambil mengangkat sebelah kepalan tangannya yang ditempeli plester disana-sini.
“Geogjomma itjanna[2], Kibum ah.. “ digenggamnya kepalan tangan Kibum, erat, sambil tersenyum memandangi kawan kecilnya itu. Kawan kecilnya yang baru kembali dari Amerika setelah hampir 10 tahun tinggal dan menimba ilmu disana. Kibum kecil yang sering menangis dan ingusan setelah dimarahi Min Jong ahjussi akan selalu berlari ke rumah Baek Shil sambil menggedor pintu rumahnya.. ah, hampir 15 tahun berlalu. Yang ada dihadapannya sekarang adalah Namja dengan tinggi hampir 180 cm, tubuh tegap dengan otot yang berebut menonjolkan bentuknya disetiap gerakan, sekecil apapun, wajah yang tampan dan… senyum manis yang mampu melelehkan wanita paling keras kepala sekalipun, sayangnya dia terlalu pelit senyum. Terlalu dingin.. tidak heran dia masih single..
“Siapa yang menjadi waliku sekarang?” Kibum bertanya memecah keheningan.
“Appaku menjadi wali sahmu sekarang. Tapi perusahaan akan diserahkan padamu dan Young Woon ahjussi” mendengar tangan kanan kesayangan ayahnya disebut Kibum terkejut. “Young Woon??” Kibum seolah meminta penegasan lagi.
“iya.. aku tidak mengerti. Yang pasti di wasiatnya tertulis jelas seperti itu, baru saja dibacakan pengacara Appamu sebelum aku mencarimu kesini” berhati-hati Baek Shil menjelaskan, berusaha agar Kibum tetap tenang, nama Young Woon selalu berarti mimpi buruk bagi Kibum karena privasi hidupnya dilalap habis tangan kanan ayahnya itu, entah apa alasannya Young Woon seolah menjadi mata ketiga bagi ayah Kibum untuk memonitor detail kehidupan putranya. Sampai detik di ranjang kematian ayahnya, Kibum melihat pria berperawakan seperti rambo itu berdiri disamping ranjang dengan Turtleneck hitamnya, memandangi Kibum dengan ekspresi yang sulit ditebak, antara mengasihani dan ekspresi menyeringai mau membunuh.. waspadai dia. Hanya itu yang mampu direspon nalurinya saat mata mereka beradu pandang.
“kau tidak mau turun? Cukup sulit mencarimu di rumah besar ini. Hargai usahaku ya?”
“ne ne .. aku turun sekarang. Tapi jangan paksa aku untuk mandi ya, jebal..” Kibum dengan malas malas mengenakan kaos hitam yang tersampir di ring tinju sementara Baek Shil hanya bisa menatap pasrah sambil mengernyit mencium bau tubuh Kibum.
“Kibum, kau bau! Sangat BAU!” melihat Baek Shil menjauh sambil mengernyit membuat Kibum ingin tertawa. Diraihnya wajah mungil Baek Shil sambil dicubit keras. “Kau mau mencicipi bauku Shill?? Hahaha” yang ditawari langsung melarikan diri menuju pintu keluar.
“Mehroong” sahut gadis itu sambil memeletkan lidah. Dipandanginya sosok langsing itu hingga hilang menuruni tangga. Seketika itu juga sensasi memualkan muncul di perutnya dan dadanya terasa ngilu.Jangan pergi Shill..
Flashback End
****
Aku sungguh tidak bisa menangis. Menangis akan meruntuhkan benteng pertahanan terakhirku menghadapi masalah ini. Sungguh bukan aku, namun tubuh ini justru yang lebih merespon semua kejadian setengah jam yang lalu. Hati dan pikiranku terasa membeku. Tapi anehnya dadaku berdegup kencang, napasku menjadi pendek-pendek dan lututku terasa lemas. Sambil berjongkok memeluk kedua kakiku, kurasakan ada sesuatu yang menghantam perutku dengan sensasi yang memualkan setiap kejadian tadi berputar di kepalaku.
Setengah Jam yang Lalu
Kenapa? Kenapa?
Dengan jelas terucap, ‘aku ingin berpisah’ .. 3 bulan hubunganku menggantung dan kupikir positive mindset akan mengembalikan keharmonisan yang ada.
“aku menolak berpisah” ucapku tegas, menutupi getaran nada yang mungkin akan membocorkan seberapa besar ketakutan yang ada.
“mian Eun Hye.. biarpun kita tidak berpisah, aku tetap akan dingin seperti ini. Tidak bisa kurubah. Apa kau sanggup?’” ingin aku berteriak sanggup namun harga diriku seakan tersengat. Ini sih diinjak-diinjak, brengsek kataku dalam hati.
“Apakah ada wanita lain?” tanyaku parau. Tolong katakan ada, supaya aku bisa marah dan melepasmu.
“tidak dan tidak pernah ada Eun Hye.. kau yang terbaik. Akulah yang patut kau salahkan. Kau terlalu baik untukku, aku tidak pantas mendapatkanmu” Changmin berusaha mengusap air mataku, namun kutepis tangannya jauh-jauh.
“Apa kau jenuh denganku?” kupandangi matanya mencari kejujuran akan kata-katanya. Mata itu langsung mengalihkan pandangannya, menghidar. “aku tidak tahu.. hanya saja aku merasa ternyata kita tidak cocok..” jawabnya ragu-ragu. Aku masih belum bisa mengerti. “tapi aku selalu memperhatikanmu chagiya, apalagi yang harus kurubah? katakan kumohon, aku akan melakukannya. Ini hanya masalah waktu saja, aku yakin rasa jenuhmu akah hilang, aku mohon Shim Changmin..” kugenggam erat tangannya dan bersimpuh. Rasa takut kehilangan membuatku lupa akan harga diriku.
“Eun Hye.. justru karena itulah. Aku tidak mengerti… justru yang kau lakukan itu membuat bebanku makin terasa berat. Aku .. entah mengapa justru bukan kamu yang bisa membangkitkan semangatku ..”
“benar ada wanita lainkan??” aku melepaskan genggaman tangannya dan bertanya dengan berang.
“siapa?? Siapa dia??” dadaku terasa begitu ngilu dan kakiku sekarang terasa begitu lemasnya.
“aku tidak bilang ada wanita lain.. hanya saja aku tidak bisa lagi Eun Hye.. ini.. akh sulit. Aku ingin memfokuskan diriku. Ada tawaran pertukaran pelajar dan aku harus fokus..” jawabnya lemah.
“jadi aku beban bagimu?”
“aku hanya ingin agar kita masing-masing mengejar cita-cita.. mencari jati diri. Tiap kali aku mengingatmu, aku merasa bersalah karena tidak bisa memberi sebesar yang kau berikan padaku. Miahnhaee Eun Hye.. “
“kalau begitu aku tidak akan memberi banyak lagi, aku tidak akan merepotkanmu.. aku ..a. aku “ kata-kataku tercekat di tenggorokan “aku mohon.. aku tidak mau berpisah” aku makin mengiba-ngiba.
“tolong Eun Hye.. akan lebih baik bila kita sendiri dulu, sama-sama mengevaluasi diri. Saat waktunya tiba aku pasti akan kembali padamu… “ matanya memancarkan nada memohon. Aku bisa apa lagi?… kuat Eun Hye, kau harus kuat!!!
“begitukah Shim Changmin?”
“ne Eun Hye. Aku ingin kita berpisah dengan baik-baik. Dua tahun ini benar-benar berharga.” Kurasakan tangan besarnya merangkul bahuku. Seketika pertahan diriku runtuh dan mataku terasa panas, tenggorokanku pun terasa tercekik.
“se..semoga kau mendapatkan beasiswa short course itu Oppa!” aku berusaha ceria mengatakannya sambil menepuk-nepuk rambutnya. “Changmin ah, HWAITING!!” teriakku dengan nada suara ditegar-tegarkan.
Bisakah kau lihat Shim Changmin?? Aku tersenyum dengan begitu bodohnya, mengiba-ngiba memintamu jangan pergi. Kumohon jangan lepaskan aku… jebal..
“kau kuat Eun Hye, kau bisa tanpa aku” tatapan sendunya menusuk ulu hatiku. Jebal.. jangan pandangi aku seperti itu.. aku takut tidak bisa melepasmu… jebal Shim Changmin..
“ne.. “ sahutku lemah.
“Kita masih bisa bersahabat kan? Kau tidak akan membenciku kan? Rasanya menyakitkan kalau kita bertemu nanti kau akan membuang muka padaku Hyeya..” Hyeya? Hye chagiya..
“Ne oppa, kita akan baik-baik saja…” aku berbohong padanya. mana mungkin aku baik-baik saja tanpamu????. Kudengar dia mengehembuskan nafas lega dan tersenyum padaku. Manis sekali, sampai rasanya aku sedang mengalami diabetes karena sulit bagiku untuk terseyum, bahkan berpura-pura tersenyum sekalipun.
“kalau ada pria yang mendekatimu, bilang padaku ya? Dia harus lulus tesku sebelum memacarimu Eun Hye” dengan ringan dan riangnya dia berkata. Aku akan menjadi perawan tua, aku tidak mau pria lain selain kamu pabo!! Hatiku menjerit-jerit tak karuan.
“ha..ha, memangnya ada yang mau denganku Oppa?” aku tertawa garing “banyak kok yang menyukaimu Eun Hye” dia menjawabku dengan kerlingan matanya yang menggoda. Persis seperti ritualnya ketika kami akan berciuman… berbulan-bulan yang lalu…
“Eun Hye, aku harus pergi duluan. Les bahasa inggrisku akan dimulai beberapa menit lagi. Sekali lagi, cheongmal miahnhae Eun Hye ah..” jangan pergi jangan pergii!! Jebal…
“ne oppa, kwaenchannahyoo.. hati hati dijalan” aku membantu mengambilkan tasnya saat dia merapikan dan menepuk-nepuk celananya yang kotor oleh debu. “kamsahamnida Eun Hye..”
Dan dia pun berlalu pergi, kupandangi punggungnya dengan rakus. Punggung itu yang membuatku jatuh cinta dulu. Tubuhnya yang tinggi terlihat mencolok diantara kerumunan mahasiswa lain. Sekali dia berbalik dan melambaikan tangannya padaku, tersenyum lagi. Aku balas melambai dan mati-matian menahan diri agar tidak berlari ke arahnya, untuk memeluk kakinya dan mengemis-ngemis cintanya lagi. Ketika kulihat sosoknya menghilang dibalik tikungan, tiba-tiba ada lubang menganga tertinggal didadaku, seperti ada yang mencabut secara paksa sesuatu yang telah lama mengakar dalam diriku.
Sekarang
Kubuka flip handphone ku dan mengetik cepat.
To: Tae Hee Darling
2010 April 10. 14.53
Tae Hee, dimana? Tolong ke lapang volley sebentar. Bawakan aku sebotol air mineral
Saat kulihat Tae Hee mendekat, tangisku tak dapat kutahan lagi. Tubuhku langsung roboh dipelukannya dan didadanya aku menangis keras-keras selama hampir dua jam penuh.
***
Diperjalan pulang aku membeli tujuh botol soju sekaligus, diiringi tatapan menyelidiki ahjumma pemilik toko. Sepertinya dia tahu bahwa umurku belum layak minum alkhol, tapi dia terlalu takut bertanya saat melihat keadaanku yang seperti habis ditabrak puting beliung, mungkin pikirannya takut disuruh menjadi saksi korban pemerkosaan.
Saat hendak membuka pintu apartemen aku merasa ketakutan sendiri. Terlalu banyak kenangan Changmin di kamarku. Secepat kilat aku berganti baju dan membawa botol botol itu keluar. Berhubung Tae Hee sedang kerja sambilan, aku tidak mungkin menggangunya. Kalau dibiarkan sendiri, aku takut ingin bunuh diri. Satu-satunya orang yang mungkin adalah….
Tok Tok Tok kuketuk pintu apartemen Kibum dan tidak kusangka dia langsung membukanya.
“Anyyeoongg Kibum” sapaku. Dan dengan secepat kilat dia berusaha menutup pintunya lagi. Beruntung kakiku sukses menjegal daun pintu hingga tidak bisa ditutup, Kibum masih berusaha menutup pintu “Maaf ahjumma! Aku tidak memesan soju!” sentaknya diari sela pintu. Dengan segenap tenaga aku mendorong pintu dan sukses!
Kulihat Kibum memandangku dengan ekspresi ngeri. “kau.. ada apa dengan matamu?? Apakah itu disengat lebah??” tunjuknya ngeri pada mataku yang bengkak sehabis menangis habis-habisan tadi sore.
“my life is sucks Kibum ah..” kuajak berbicara bahasa inggris dia tiba-tiba tersenyum, seolah aku mengucap mantra pelumer hati bagi orang tercuek di dunia “well, then you have to enjoy it. Or you’ll get involve deeper” jawabnya sambil mengangkat bahu.
“kau tinggal di Amerika kan Kibum?” sekali lagi dia terkejut, dan tersenyum heran darimana aku mengetahuinya. “yeah, American born Korean..” Jawabnya sambil tersenyum manis, persis seperti tadi pagi.
***
Malam itu aku belajar mabuk di kamar Kibum. satu botol tidak memberikan efek apapun dan Kibum kaget.
“Omo, kau ternyata jago minum. Hahahaha” Kulihat mukanya bersemu merah tanda dia mulai mabuk juga.ah tanda dia mulai mabuk.
“Ahniiiii, ini pengalaman pertamaku mabuk. Aku kan gadis baik-baik … hiikkk.” Kepalaku terasa ringan sekali.
“Kau menyedihkan sekali eun hye sshi .. “
“Ne?? hahaha .. “ tuh kan, aku jadi teringat lagi tragedi pencampakan tadi pagi. Sekali lagi sensasi memualkan itu datang kembali.
“Hiiiksss, srrroooob. Hueeeee.. heuheueheeeuu . eommaaaa … “ aku mulai menangis lagi, sesenggukan.
Shim Changmin brengsek. Apa arti kesetianku selama dua tahun ini???
###
Menyedihkan. Cuma itu yang bisa kukatakan melihat pemandangan di depanku ini. Tangan kurus itu melingkar memeluk erat lututnya yang tertekuk rapat ke tubuh. Seolah tubuh itu akan tercerai berai mana kala pelukan itu lepas. Tubuhnya bergetar menahan tangis, lalu terdengar suara sesenggukan.
“Eommaa… “ ucapnya lirih.
“Hei, sudahlah. Cengeng sekali . Cuma patah hati kan??” Maksud hati ingin menghibur namun apa daya, semenjak dulu mulutku telanjur dicap ganas.
…. Lho kok dia diam? Kudengar sesenggukannya berheti. Hee kali ini sukses??
“Apa?! CUMA!!?? Morirul jeom ssaebwa[3]!! Dengarkan track recordku ini MORON! ” Dengan satu gerakan tiba-tiba dia sudah menarik kasar kerah kaus poloku. Wajahnya sangat dekat, bisa kurasakan bau alcohol menyeruak dari mulutnya. Kurasakan juga hembusan panas nafasnya di kulit wajahku. Ekspresinya begitu murka seakan mau memakanku hidup-hidup.
“Dua tahun! Aku mati matian setia padanya selama dua tahun! Aku bahkan memaklumi kalau dia bertukar pesan dengan yoeja lain … aku tidak marah .. aku mengerti … bahkan .. bahkan kalau dia pergi berdua dengan yoeja lain aku mengerti … aku sibuk kerja sambilan …. Bahkan kalau dia lupa ulang tahunku aku mengerti … aku yoejachingu paling setia!!”
Perlahan genggamannya di kerahku lepas dan dia jatuh terduduk ..
“Bahkan … saat dia mencampakanku .. aku tidak bisa marah … “
Mengerikan, ini seperti menonton pentas puisi dimana sang pembaca bisa berubah mood dan ekspresi di setiap perpindahan bait puisi dalam hitungan detik. Dari wajah murka kini tiba-tiba wajahnya menjadi kosong menerawang.
“Eun hye, kau baik-baik saja??” Kataku mengibas-ngibaskan tanganku di depan wajahnya.
“Huweeeeee, hikkssss hikssss. Huwaaaaa!!!! Srooobb sroob” teriaknya sekuat tenaga sambil membanting botol soju. PRAAAANGGGGGG .
Yoeja bodoh! Untung aku masih sempat mengindar kesamping, terima kasih pada reflekku yang prima berkat boxing sehingga dalam sepersekian detik sebelum botol itu membentur lantai kakiku melompat ke atas sofa. SAFE BASE. Fiuuhhh …
Gadis itu berhenti menangis dan menatap pecahan kaca dengan tatapan janggal. Jangan jangan …
Dipungutnya pecahan kaca yang terbesar dan reflek naluri homo sapiensku sebagai hewan yang merasa hidupnya terancam berteriak.
Jangaaaaannn!!!!! Aku langsung melompat menabraknya hingga terjatuh terjengkang. Dan kepalanya menabrak tembok. Duakk. Pecahan kaca besar itu terlempar keujung lain ruangan dan tubuhku ikut terjatuh tepat disamping Eun Hye. Kabar baiknya kepalaku tidak ikut terbentur, kabar buruknya Eun Hye pingsan!!! *kelihatannya sih begitu.
“Eun Hye sshii.. Eun Hye sshii.. “ kutelengkan kepalanya ke kanan dan kiri : masih tidak bangun. Kucubit keras pipi kanan kirinya: tidak bangun juga. Kugelitiki tubuhnya: nihil. JANGAN JANGAN DIA MATI???!!! Seketika itu tubuhku lemas.. tidak ada saksi mata yang bisa meringankanku kalau sampai aku ditangkap polisi. Punggungku jadi dingin saat mendengar kata polisi, terbayang olehku deadline Koran ‘PUTRA KIM MIN JONG MEMBUNUH SEORANG GADIS KARENA BEREBUT SOJU’ aaaarggh sungguh motif pembunuhan yang tidak keren!! =_= apa lebih baik kubuat seperti gantung diri? Aku tidak punya tambang tapi.. Oh ya!! Kubuat dia tenggelam di bathtub seperti di film!! BINGO! Eeeeh, kamar mandi sialan itu tidak punya bathtub.. aku lupa.. =_=a. apa apa apa??
Saat kepalaku sibuk memikirkan kemungkinan kemungkinan yang lebih keji tiba-tiba suara keluar dari mayat Eun Hye “ddokbokiii.. eung” seketika itu juga aku menghembuskan napas lega. Omoooo, dia masih hidup! Syukurlah…
“ddokbokii Tae Hee..” kulihat tangannya berusaha menggapai-gapai sesuatu. Kuputuskan untuk memindahkannya ke kasur di kamarku sebelum dia berguling-guling di atas pecahan kaca. BERAT! Eun Hye ternyata berat, berbeda dengan Baek Shil yang seringan kapas *ah sialan! Kenapa DIA lagi. Kulemparkan tubuhnya ke kasur dan mulai membereskan pecahan botol yang berserakan, lantaiku ikut-ikutan berbau soju. Aku terkejut saat kulihat ada 5 botol soju kosong yang berserakan di dekat sofa ruang tengah. Omona~ yoeja itu minum hampir 5 botol?? Pasti dia mabuk berat, merepotkan.. merepotkan..benar benar merepotkan gumamku dalam hati sambil terus menyapu seisi ruangan kecil itu.
Baru ingat ternyata apartemenku belum ada tempat sampahnya. Kuputuskan untuk membuang pecahan kaca itu ke tempat sampah di lorong saja. Saat kubuka pintu kulihat ahjussi pemilik apartemen sedang mengetuk-ngetuk pintu kamar Eun Hye. Pura-pura tidak melihat Kibum, aku sedang malas berbasa-basi.
“Kibum sshi. Apa kau melihat Eun Hye??” tanyanya saat aku sedang mengendap menuju tong sampah.
“Ahniyoo ahjussi, memang kenapa?” sebisa mungkin kupasang tampang cool yang menjadi trade mark ku.
“hmm, tidak biasanya dia bolos kerja sambilan. Barusan sahabatnya Tae Hee mampir dan bilang Eun Hye barus putus, jadi dia khawatir. Telponnya pun ikut mati. Aku ikut khawatir, kau punya perkiraan dia kemana?” tanyanya.
Ne.. Dia sedang mabuk di kamarku ahjussi “miahnhae, aku benar-benar tidak tahu ahjussi” jawabku.
“ne..ne. kwaenchannah” katanya sambil mulai berbalik. Bagus bagus, sana pergi, jangan sampai yoeja bodoh itu ketahuan ada di kamarku!
Baru saja aku memutar kenop pintu tiba-tiba dia berbalik dan menghampiriku lagi. Aishh, apa lagi?
“Kibum sshi, aku pengganti ayah Eun Hye di sini. Jangan macam-macam padanya hanya karena kau tampan ahrasseo? Kalau sampai kau ketahuan melakukan hal-hal yang tidak baik padanya aku tidak akan segan mengeluarkanmu dari sini!” alisnya terangkat sebelah dengan tatapan menyelidiku dari atas sampai bawah. Karena malam ini yang dilihatnya adalah Kim Kibum yang mengenakan T-Shirt oblong lecek, celana basket kedodoran dan slippers sambil menggenggam sapu dengan posisi tanggung memegang kenop pintu, antara mau masuk kamar atau memandangi pemilik apartemennya yang galak, akhirnya sang ahjussi pun segera berlalu. Nampaknya dia masih bocah ingusan.. katanya dalam hati.
Dan bola mataku seperti mau keluar saat kulihat pemandangan di kamar tidurku. Park Eun Hye yang tidur dengan slebornya meninggalkan pemandangan ‘indah’ bagi para namja normal sepertiku. Entah bagaimana caranya T-Shirt longgar yang dikenakannya tersingkap, menampakkan perutnya dan … efek yang timbul dari T-Shirt yang tertarik kesana kemari itu membuatku menelan ludah. Putingnya.. Ya Tuhan puting dadanya menonjol, tercetak jelas diatas dadanya. Menyembul dibalik T-shirt putihnya yang sudah tidak karuan bentuknya. Glekglek.. sedetik.. dua detik.. tiga detik.. *kalau ini yadong maka seharusnya yang kulakukan adalah…….
Entah setan apa yang merasukiku, perlahan aku mendekati ranjang sambil mataku tak lepas memandang tubuhnya. Kibum sadarlah !!! S.O.S ! pikiranku berteriak-teriak tak karuan memperingati, tapi tubuh ini nampak mengkhianati pemiliknya, terus mendekat.. mendekat. Tanganku terulur secara tak sadar kearah dadanya. Setan dalam pikiranku berpesta pora ayoo Bum sentuh saja, sedikit kan tidak apa-apa!! Dia sedang tidur ini. Ayooo. Sang setan menyemangati. Bum, Namja macam apa kau ini!? Itu kan kesempatan dalam kesempitan!! Mana harga dirimu hati nurani tak mau kalah mencegah. Dadanya besar… kataku dalam hati.
Tiba-tiba saja TOK TOK TOK.”Kiiibuuum! Apakah kau ada di kamar?”
Ah.. padahal tinggal sedikit lagi…siapa itu yang mengganggu momen ini?? Sepertinya ada yang mengetuk pintu…… OMOOOOOO! Mengetuk pintu?? Sialan!!
TOK TOK TOK TOK. Kibuuumm. “Ini Hyungmu Choi Siwoon. Hello, anybody hooomee????”
Cih, mau apa ahjussi itu datang?? Kupandangi sosok Eun Hye yang masih tertidur pulas. “Sebentaaar hyung!” sahutku menenangkan gedoran di pintu. Tuhan, kuharap dia tidak bangun dulu dan menimbulkan masalah. Bisa jadi masalah besar kalau ada yoeja ketahuan mabuk dan tidur dengan puting diobral di kamarku. Ahjumma playboy itu pasti excited setengah mati bahwa Kibum dongsaeng kecilnya ini bisa membawa yoeja ke kamarnya. Kubayangkan nasehat pertama yang dia lontarkan berkisar antara:Kibum ah, berapa kali dia orgasme?? Apa kau tak lupa pakai pengaman?? membayangkannya membuatku ngeri sendiri, jangan-jangan nanti Eun Hye diperkosa dia lagi =_=’Kuputuskan menutupi tubuh Eun Hye dengan bed cover dan mengunci pintu kamar dari luar.
Klekkubuka pintu apartemenku “mau apa kau kesini hyung?”
“hei, tidak sopan membiarkan tamu menunggu di luar Kibum ah” jawab Siwon sambil mengangkat sebungkus besar ubi panggang manis dalam kertas karton ke depan wajah Kibum. Dengan enggan Kibum membuka pintu dan mempersilahkan hyungnya masuk. Setelan kantornya nampak sedikit berantakan, dasinya tidak terpasang dengan rapi dan jasnya tidak terkancing namun rambutnya masih klimis dengan potongan crew cut ciri khasnya. Sekilas aroma parfum menyeruak saat dia melewati Kibum dan duduk di lantai. Bagus, sekarang ada yoeja angin ribut di kamarku dan namja angin puyuh yang datang. Malam yang INDAH Kim Kibum!
“kau mau apa hyung? Darimana kau tahu tempat tinggalku?” tanyaku heran.
“tadi aku ke rumahmu, tapi tidak ada. Lalu aku menelpon Young Woon Hyung dan dia memberikan alamatmu di sini ini” jawabnya sambil menunjuk lantai. Demi mendengar kata Young Woon tubuhku langsung membeku. APA SIH YANG PRIA ITU TIDAK TAHU TENTANG HIDUPKU, DARIMANA DIA TAHU ALAMATKU???Bulan depan aku harus segera pindah nampaknya.
“jadi mau apa kau kesini Hyung?” sekali lagi kutanya dia.
“aku merindukanmu dongsaeng” jawabnya sambil terseyum kelewat lebar,joker smile. Dibuatnya merinding aku dengan jawaban dan ekspresi mukanya itu. Sangat homo…
“Hyung jangan bercanda, pulanglah.. aku masih lelah, ini hari pertamaku pindahan kesini” pulang sanaa, aku takut Eun Hye keburu bangun dan mengacau lagi!
“omo, Kibum aku tidak bohong, sudah sangat lama kita tidak berjumpa sejak kau kuliah di Amerika”
“jangan bercanda Hyung, tiap bulan kau main ke Amerika, pura-pura ada urusan bisnis dan mengganguku belajar.. memangnya kau tidak ada kencan??” pulang sana pulang!
“aku sudah bosan kencan Kibum.. sudah saatnya aku mencari calon istri …” Demi Tuhan! Aku tidak salah dengar apa?????
“kau jangan bercanda hyung …. Kau sakit? Apa kepalamu terbentur?” tanyaku mengejek. Menikah bagaimana? Tak ada satupun teman kencan ‘semalam’ nya yang dia beri status jelas, malah sering kali dia salah mengirim pesan atau salah menyebut nama wanita di telepon, saking terlalu banyak yang dia kencani. Malah yang menawarkan diri dikencani lebih banyak lagi. Orang macam ini yang membayakan kaum wanita di dunia =_=
“hahahaha, ne..ne.. sebenarnya aku kesini hanya ingin menjengukmu. Dan ada yang ingin kubicarakan tentang perusahaan ayahmu wahai Ahli Waris”
“temui pengacara saja. Memangnya kau pikir kenapa aku minggat dari rumah?” oh Tuhan, usirlah makhluk ini dari apartemenku.
“ini tentang Appanya Baek Shill Kibum ah..” ah, Ha Byung Ho si penjilat itu kataku dalam hati. Seketika nafsuku mengusirnya dari apartemen lenyap, aku penasaran akan sepak terjang ahjussi tua itu dalam menyingkirkanku. Apa lagi sekarang? Byung Ho merencanakan pembunuhanku…?
“dia bilang supaya kau menemuinya. Mau bagaimanapun dia walimu dan dia bertanggung jawab atas hidupmu sekarang”
“hyung, aku sudah 23 tahun. Aku tidak butuh wali.. aku sudah lulus kuliah”
“24 dalam umur Korea. Tapi dia memegang rekeningmu sekarang Kibum. Kau bisa jadi gelandangan tanpa dia” kulihat dia tersenyum licik sambil menekankan kata rekening.
“rekeningku??? Uang hidupku kau bilang dia yang memegang dan itu atas izin Appa?? MALDO ADWINEUN SORIYAA[4]!!!” tolong katakan ini bohong Tuhan. Makhluk angin puyuh itu cuma manggut manggut melihat ekspresiku. Persetan Appa di alam sana!! Mau apa dia mempersulit hidupku?!
“hyung, kedatanganmu selalu membawa kabar buruk ….” aku hanya bisa terduduk lemas pada akhirnya.
“hee pabo! Tidak baik menggunakan korea slang pada hyungmu ini. Ayo sini makan ubi ini saja dulu. Aku belum makan malam nih.” Ditepuk-tepuk lantai disebelahnya, menyuruhku untuk duduk di depannya. Tiba tiba perutku terasa perih, pasti gara-gara soju tadi maag akutku kumat. Lebih baik aku makan juga…
Dua, tiga, tujuh dan pada ubi panggang kesembilan aku berhenti.. kenyang sekali. Kulihat makhluk itu malah selonjoran seenaknya. Terpaksa aku yang membereskan sampah-sampah yang berserakan. Cih,hari ini hari sialku nampaknya..menjadi babu bagi orang lain, bahkan di apartemenku sendiri.
“Bummie, aku haus.. kenapa tidak ada air disini??” tanyanya sambil mengorek-ngorek isi kulkas.
“aku baru pindah, belum sempat berbelanja. Minum air keran saja deh hyung”
“Ya! aku mau jus, belikan aku jus ke swalayan! Phallii!” perintahnya seenaknya.
“aku tidak mau..”
“YA bummie! Aku sudah membelikanmu makan tapi sebotol jus saja kau tak mau membelikanku? Akan kusebarkan foto mandimu di cyworldku!” ancamnya. Aaarggh ini sungguh hari sialku..
“Ne! awas jangan macam-macam di rumahku.. Aku pergi” ogah-ogahan aku keluar dari pintu apartemenku. Swalayan terdekat ada dimana ya? Biar kutanya ahjussi dibawah saja.
Tapi rasanya ada sesuatu yang kulupakan.. Sambil mengingat-ngingat aku menuruni tangga menuju ke lantai satu.
@@@
Drrrtt drtttt drttt
From: Shilla
2010 April 10. 23.45
Oppaaa (^_^)/ besok kau harus datang! Aku akan masak jjajangmyun untukmu <3<3 ahratsseo? Kalau tidak datang aku akan membunuhmu!! Kutunggu di apartemenku jam 8 malam, ok?
To: Shilla
2010 April 10. 23.46
Ne Shilla. Kau cerewet seperti eommaku. Kuusahakan datang.
Drrtt Drrttt
From: Shilla
2010 April 10. 23.46
Oppaa Q(>_<) kau harus dataang! Aku tidak mau tahu.. kita sudah lama tidak bertemu. Kau janji dulu mau membelikan aku hadiah kelulusan kan? Sekarang sudah setahun aku kuliah kau tak memberikanku apapun.. TT.TT
To: Shilla
2010 April 10. 23.49
Oke.
Drrtt drtttt. Pluk. Kulemparkan Blackberryku ke sofa Kibum, terlalu malas membuka balasannya. Aah punggungku sakit sekali, sialan! Umpatku dalam hati. Tadi siang adalah rapat merger terpanjang seumur hidupku. Perusahaanku memutuskan untuk menyatukan beberapa swalayan menjadi cabang baru Hyundai Dept. Store, namun perbedaan kultur perusahaanku dan swalayan yang akan kumerger menyulitkan karena banyak pegawai yang tidak mau berkompromi. Aku benci birokrasi. Jalan tercepat menaikkan gaji mereka untuk membungkam protes.. jalan tersulit adalah membina komunikasi ..
Membayangkan harus pergi ke kantor besok membuatku muak. Mungkin sebaiknya aku seperti Kibum juga, minggat dari rumah dan pindah ke apartemen kumuh begini. Ke bar setiap malam.. makan ddokboki dan usus babi panggang di pinggir jalan. Tidur sepanjang hari.. tidak ada laporan-laporan keuangan, tidak ada rapat-rapat bersama dewan direksi yang botak dan beruban, tidak ada neraca keuangan perusahaan.. tapi tidak akan ada juga Ha Neul, Ji Young, Soo Ra kubayangkan pegawai-pegawai cantikku dengan rok pendek dan kaki jenjang mereka.. mendadak meninggalkan perusahaan menjadi dilema bila ingat mereka…
“eeungghh, ddokbokii..” brukk. Seketika aku langsung bangun terduduk menajamkan telingaku. Suara wanitakah? Ahniyoo, Kibum bukan namja macam aku yang membawa wanita ke apartemen tiap malam. Dari kamar tidurkah? Perlahan kudekati pintu kamar dan menguping, terdengar gemerisik seprai dari dalam. Kubuka pelan-kunci kamar dan kuputar kenopnya, berusah mengintip sedikit dan kulihat ada sosok yang tertidur di kasur Kibum. Ya Tuhan itu .. Sungguhan yoeja! Kibum kau sudah besar ternyata.. gumamku dalam hati. Gadis itu memakai celana piyama panjang warna kuning bergambar bebek dan.. tidak memakai BRA!! Bisa kulihat putingnya menyembul dibalik T-Shirt longgarnya yang terpasang tidak karuan. Oooh Kibum, kau pasti membuat gadis ini begitu lelah!!Eureka!! (>o<)P
Perlahan kudekati dan kuamati wajahnya, tertidur dengan mulut terbuka lebar. Wajahnya sedikit memerah dibalik kulit putih pucatnya. Rambut panjangnya acak-acakan. Samar-samar tercium wangi soju dari hembusan napasnya. Aku hanya bisa menghela napas. Kibum… ah tidak sia-sia aku menjadi hyungmu. Akhirnya kau menjadi pria!
Kuputuskan untuk pulang saja, tidak baik mengganggu mereka. Pantas saja Kibum terlihat kesal dengan kedatanganku. Sebelum beranjak kuamati lagi wajahnya, berusaha mengingat-ngingat, siapa tahu kalau bertemu di jalan aku akan menyapanya. Namun mataku beralih ke pemandangan indah lain.. ooooh~ besar juga ukurannya!gumamku sambil mengangguk-angguk sendiri. Tangkapan hebat Bummie! Rasanya aku ingin tertawa sendiri. Kibum yang acuh tak acuh dengan wanita dan seperti bocah yang belum puber itu biasanya otaknya penuh dengan rumus matematika dan boxing saja. Tadinya aku khawatir dia tidak akan menikah, namun sekarang aku lega.
Perlahan kukunci lagi pintu kamar tidur dan mengenakkan sepatuku lagi. Harus kemana aku sekarang?
Ah ya! Baru ingat!
To: Yu I
2010 April 10. 00.20
kau ada di apartemen? boleh aku kesana?
Drrttt drttt
From: Yu I
2010 April 10. 00.20
Benarkah ini Choi Siwon ?? Aigoo aku bermimpikah?? Semalam aku berusaha menelponmu tapi tak kau hiraukan, akhirnya kau menyerah juga. Ya aku ada di apartemenku, akan kukirim alamatnya sekarang. aku kesepian.. datanglahhh.. bawa ‘pengaman’ oke? Hihihi
Ketika kubuka balasan itu aku tersenyum senang. Wanita mana yang tidak menginginkanmu Tuan Muda Siwon? Kuingat-ingat lagi rupa Yu I yang kutemui di gym kemarin. Cantik namun nakal dan agresif, memaksaku menyimpan nomor handphonenya. Ternyata ada gunanya juga aku tidak menghapusnya.
Biarlah aku tidak berpamitan dengan Kibum. Nanti kutelpon saja besok. Saat mobilku menyala aku menginjak pedal gas dan menghembuskan napas dalam-dalam,mendadak teringat dengan gadis yang ada di kamar tadi. Kibum ah.. aku juga suka dengan yang berdada besar seperti itu… sayang dia sudah jadi milikmu …(T_T)
To Be Continued
By: fishylover
NB: kamsahamnida buat yang uda baca, ini ff pertamaku *bowing 90 derajat. Please give a lotta love J ini bakal jadi kisah cinta segi empat yang antara Kibum, Eun Hye, Siwon dan Baek Shil *promosi mode : On
hyaaa
seru >,<
lanjutanny jgn lama" thor, besok harus ada, arra?? hhe
oya, yg PoV.a diatur ya supaya ga bingung ,hehehe
Aku rada bingung.. Hehehe
Hahahahaha
Lucu lucu!
Ngakak dr td
Huweeee…. Siwon yg alim kok jadi yadong gituuuu…..
Emmhh ga ada POV nya. Jd rada bingung hehe
tapi ceritanya seru
lanjuut xD
won seobang jdi yadong –”
aigoo~
kibum~~~ dingin sekali kao nak /plakk
kirain oneshoot, ternyata series ya…. Keren…
lucu lucu . yadongnya keluar deh . haha
astaga siwon + kibum mesum >..<
Rdan..yadong bener isinya..bahaya ini
bumppa ma wonppa lucu !!
yak! Tuan muda choi siwon..kekeke…
lanjut thoorrr….
pilihan kata-katanya bagus…hehehe.part selanjutnya jangan lama-lama ya !
Gya ko wonppa aq jdi playboy gtu cie mna pkrnna yadong lg ,,,
hahahhaha dasar ,,,
py gpp dweh btw omoona aq kgen bgd ma bum oppa ,,,
miss iiiuuh oppa q iang cute ,,
FF na keren thor ,,
lanjutkan ,.
oppa siwon, akan kukembalikan dirimu ke jalan yang benar!! jgn yadong, huweee
omaigat~ ceritanya keren alurnya keren castnya juga keren.suka banget cast daddy siwon disini aaaaa sayang comentnya dikit padahal ff-nya keren gini
Pokonya next chapt jangan lama2!!!
AUTHOR DAEBAK!!
Huwa~ kibum ma won2 dpt pmandangan yg indah…
Gda P.O.V’y jd rada bNgung dbNeriN lg y chingu tp daH bgs kok QpenasaRan next part cptN y dtNggu araso…
ini ….
Youngwoon, Kangin
saya? =____=ASTAGAH, SIWON-SSHI!!
kamu jadi mesum begitu,
aaash jjinjja, mengerikan! @.@
untung disini NC diblokir
rada bingung karena penempatan pov.a g jelas…
Wonpa kenapa kamu yadong sih oppa,sini biar aku kembalikan kejalan yg benar.
Mbum i miss u so much,kapan balek.a???
Mbum km jgn ketularan yadong yaaa…
Jgn ikuti si ahjushii playboy + yadong itu…
U/ alur cerita.a bgs kok thor,yg selanjut.a cepetan yaaa…
g siwon bgt…
jd yadong gitu..
hahaha…
kibum,, kau tdk blh tegoda oppa…
te2p istiqomah,
siwon ma kibum sama2 yadong…
sempat bingung bc’y tp seru…^^
awalnya bingung… perubahan setting and POV ditulisin… (*saran aja)
tapi di akhir lumayan ngerti de… hehe.. lanjut ya.. ^_^
ya ampun…. itu si siwon yg biasanya alim napa bisa bgitu??? ckckckckck…. won… won…. tobat won… ke gereja sono!
Nyahaha bahasanya kocak bikin ngakak XD
)
astagfirullah, istighfar won istighfar
Wah daebak
Mskpun mbngungkan hehe
Mampir yuk
http://www.anamie.wordpress.com
Siwon oppa kok jadi mesum inih ahaahhhha..
Ayoook author lanjuut
Omo… Seru nih crta’a ..
Cepetan d lanjut ya !
Kea’a kibum sma eunhye d…
Siwon’a playboy bgt!
Hahahaha… ^^
Pingback: Top Posts — WordPress.com
ya ampunnnnnn…. playboy bgt si wonnie dsini….haha
Bhuahahaha~ Mr.Choi Siwon sjk kpn km jd yadong begitu??
jangan cuma dari Author’s POV saja
tiap ada POV dari cast d kasih tau itu POV siapa
biar reader gk pd bgung baca.a
over all keren ff.a
ditggu lanjutan.a
hwaiting yaa thor!!
first ff?? beneran? hooo kayak yg udah ahli d..hehehe
two thumbs up!!
eumm… POV nya kurang jelas thor..
tapi critanya bagus kok!!
aduh siwon oppa kenapa kau jd plaboy???
trnyata kibum diam diam…
tapi seru!
si shil itu cwenya kibum kah?? *sok tahu
penasarn.
LanjuTkan. .hihih
tbc ya? cepet lanjutin ya, agak bingung sih tapi bagus kok ^^
Hooaaaaa,,,siwon q ternodaaaaa!!!!
Rada g ikhlas am krakter siwonx,,hikz,,jdi yadong gtu..
Tpi crta x baguuuuuusssss,,,,,,kereeeennn!!!tp POV x agk bkin bingung…
Lanjut an x dtung2u y author!^^
Huaaaa~~~
Lanjuuuutkan, author….!!!
Gak bisa ngebayangin BumWon yg biasanya diem jd begitu~ -///-
hahahaha…siwonku kok jadi kayak begitu sih…
huaaa siwonnie yg byasa’a bca alkitab jd yadong O.O !!
tp seruuu aio lnjut
keren!
==b
lanjutan jangan pke lama yaa
keren!
==b
lanjutan nya jangan pke lama yaa
thor lanjutannya cpet ya…
penasaran nih
bingung
gk ngerti