Affair Chapter 3

Hankyung’s POV

“Babe….!”panggilku pada Hyowon yang sedang duduk sendiri dibangku taman rumah sakit.Dia terlihat sedang memikirkan sesuatu yang aku tidak ketahui.Jika ditanya apakah aku ingin memiliki kemampuan untuk membaca pikiran seseorang,tentu aku sangat ingin apalagi membaca pikiran seorang wanita yang bernama Shin Hyowon.

Hyowon menoleh dan tersenyum kecil padaku.“Eh…Hankyung!”ucapnya seadanya.Dia kemudian diam sambil menundukkan kepalanya.Aku berjalan mendekatinya lalu duduk disampingnya.Udara sangat dingin sore ini,sedingin hubungan kami.Aku tidak pernah membayangkan akan menjadi sekaku ini.

“Hankyung?Biasanya kau memanggilku dengan jagiya?Ada apa?”tanyaku yang bingung,dia menggelengkan kepalanya dengan kuat yang membuatku semakin bingung.

“Tidak ada,aku hanya ingin saja agar terbiasa nantinya!”ucapnya sambil tersenyum padaku,senyum yang sedang dia tunjukkan padaku itu,kenapa terlihat berbeda dari biasanya?Kedua tangannya saling menggenggam dengan kuat.Aku meraih kedua tangannya dan menggenggamnya.

“Kau baik-baik sajakan?”tanyaku,dia hanya mengangguk tak mengeluarkan suara.Biasanya dia terlihat begitu ceria tapi apa yang aku lihat sekarang?Ayolah Hyowon,jangan membuatku khawatir padamu.Dia memandang lurus kedepan,tak ingin melihatku kah?

“Kau memikirkan dia?”tanyaku akhirnya,diapun terlihat terkejut.Dugaanku benar.Hyowon tidak kau lihat aku yang begitu mencintaimu disini.Selama ini kau anggap aku apa?Apakah itu hanya kepura-puraanmu saja?Kau mau mempermainkan perasaanku?Kurasa aku akan gila dengan semua masalah yang menimpaku.

“Benarkan begitu?”tanyaku lagi,dia hanya tersenyum kecil seakan aku tidak boleh tahu yang sebenarnya dirasakannya.“Aku butuh jawaban Hyowon bukan senyumanmu itu.Kau anggap aku apa selama ini?”kataku meninggi,dia tetap terlihat tenang.Kenapa semua jadi begini?Dia terlihat menghela nafas dengan perlahan,apakah begitu sulit baginya untuk memilih?Arrgh…begitu banyak pertanyaan dibenakku.

“Kau suami dari wanita yang bersama suamiku saat kecelakaan itu,kau yang menemaniku saat aku jatuh dan bersedih tapi tak tahukah kau…aku begitu membenci istrimu!”ucapnya,terdengar ada rasa sakit yang dalam saat mendengarnya.Aku tertegun.

“Apa hubungannya denganku?Kita sama-sama korban dari kelakuan mereka!”balasku tidak terima,dia mendesah dan melepaskan genggaman tanganku.

“Kau tau aku sangat benci pada istrimu!Jadi apapun yang menyangkut hidupnya itu adalah kebencianku.”ucapnya meninggi dan sesaat kemudian raut wajahnya memerah karena marah.

“Jadi kau benci padaku?Jadi kau mempermainkan perasaanku?”tanyaku dengan suara yang setenang mungkin tapi sebenarnya aku ingin sekali berteriak,dia mengangguk.

“Benar,aku hanya mempermainkanmu.Mungkin terdengar egois dan begitu jahat,tapi jujur hatiku tidak pernah ada namamu,aku mengatakan aku juga mencintaimu itu hanya kebohongan belaka.Jadi pergilah!Lupakan aku!”katanya dingin dan pergi meninggalkanku yang hanya dapat terdiam,lidahku terasa sangat kelu.Ingin sekali aku untuk menahannya dan menayakan kenapa dia harus bersikap seperti ini tapi kuurungkan karena aku tidak ingin membuatnya semakin terluka,biarkan aku yang memendamnya.

Apakah kau sungguh tidak pernah mencintaiku?Tidak tahukah kau kalau aku begitu terluka mendengar pengakuanmu itu.

Aku terus berjalan tak tentu arah,kenapa begini?Kenapa aku terluka untuk yang kedua kalinya?Arrghh…semua wanita itu sama,tidak berperasaan.

End Hankyung’s POV

Hyowon’s POV

Aku sudah melakukan hal yang tepatkan?Itu benarkan?Maafkan aku Hankyung.Aku tidak bisa terus bersamamu,mungkin dengan cara ini aku berharap kau bisa melupakanku,melupakan semua waktu saat kita bersama.Apapun yang sudah kita lakukan,semua yang telah kita lewati.Kumohon lupakanlah, itu yang terbaik.

Aku tidak bisa meninggalkan Siwon karena aku masih mencintainya,hati ini masih ada namanya.Meskipun namamu mulai merasuki relung hatiku tapi itu tak bereaksi apaapun padaku.Perbuatan bodoh itu?Kenapa aku melakukannya denganmu?

Aku sama sekali tidak bermaksud mempermainkanmu,keadaan yang memintanya.Jadi mengertilah.

Aku berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan begitu banyak pikiran yang ada didalam otakku.Apa yang harus aku lakukan?Seharusnya aku tidak memulainya.Kenapa penyesalan selalu datang begitu terlambat?Aku sangat menyesal tapi aku juga bahagia saat bersama Hankyung.Kebahagiaan yang tidak pernah kudapatkan saat bersama Siwon.

“Hyowon….Hyowon….!”teriak seorang wanita paruh baya dari kejauhan yang langsung membuyarkan semua pikiranku.Aku langsung melihatnya dengan tatapan bingung.“Jung ahjumma?Ada apa?”batinku bertanya.

“Hyowon….!”ucapnya yang masih terengah-engah dan berusaha mengatur nafasnya saat berada dihadapnku.Jung Ahjumma terlihat memegang dadanya sambil bernapas dalam.

“Ada apa ahjumma?Tenanglah!”kataku sambil memegang bahunnya agar dia lebih dapat mengontrol dirinya.

“Siwon…Siwon…Hyowon-ah!Dia….”ucap Jung ahjumma terputus-putus.Saat mendengar nama Siwon terucap dari mulut Jung Ahjumma aku merasa akan segera ada perubahan dalam hidupku saat itu pula aku merasa sangat takut.

“Kenapa dengan Siwon ahjumma?Jelaskanlah!”ucapku yang meminta penjelasan atas sikapnya.

“Dia sudah sadar!”ucap Jung ahumma.Deg…kenapa aku menjadi takut setelah mendengar Siwon telah sadar dari komanya?Apa aku siap bertemu dengannya?Apa aku siap saat dia mengatakan ingin kembali kepadaku?

“Dia mencarimu dan dia ingin bertemu denganmu!”ucap Jung ahjumma.Aku masih terdiam memaku ditempatku,apa yang harus kulakuan?Haruskah aku memilih lari menghindarinya atau datang padanya.Jung ahumma terus memandangku,menunggu jawaban yang keluar dari bibirku.Aku bersikap seperti orang yang bingung dan kehilangan arah.

Aku tersenyum kemudian mengangguk.”Baiklah ahjumma,ayo!”ajakku pada Jung ahjumma dan aku berharap ini keputusan yang tepat.

Jung ahjumma menarikku untuk menuju kamar Siwon,pikiranku kosong saat itu.

Akhirnya kami sampai,aku masih terpaku didepan pintu,kakiku terasa berat untuk melangkah masuk ke kamar dimana Siwon berada.Tenanglah Hyowon,bersikap biasa saja jangan perlihatkan kau yang sungguh terluka itu.

Akupun akhirnya masuk,aku melihatnya sedang duduk menatap keluar jendela dari atas ranjangnya.Diapun menyadari kedatanganku,dia tersenyum sambil melihatku.Senyum itu yang selama ini kunanti dan sekarang aku dapat melihatnya kembali.Tidak tahukah kau kalau aku seperti orang gila karena ini semua.Akupun membalas senyumnya tapi aku merasa wajahku menjadi sangat kaku dan sulit sekali untuk tersenyum.

“Yeobo………!”panggilnya.Akhirnya kau memanggilku lagi setelah aku menanti selama 5 bulan ini.Aku harus bersikap seperti apa?Aku ingin sekali memeluknya,merasakan dekapannya lagi.Aku ingin menangis dipelukannya tapi aku menahan semuanya.

Aku tersenyum dan mendekat kemudian duduk diranjang tempatnya berada.

“Bagaimana keadaanmu?”tanyaku sambil merapikan baju pasiennya yang sedikit berantakan.Kutelusuri dadanya yang bidang dengan tanganku.Mencoba merasakan detakan jantungnya.

“Sudah sangat baik.Maafkan aku,sungguh!”ucapnya sambil mengenggam kedua tanganku.Genggaman ini kembali kurasakan,aku sangat rindu padanya.”Untuk apa?”tanyaku yang pura-pura tidak tahu.Sakit memang tapi aku harus bersikap seolah tidak terluka.

“Untuk semuanya.Maaf karena aku telah melukaimu sehingga kau begitu terluka!Maaf karena aku menghianatimu Hyowon-ah,kau selama ini selalu ada untukku tapi apa yang aku lakukan?Maaf karena aku bukan suami yang baik untukmu,pukullah aku Hyowon!Lakukan apapun yang kau mau,aku bersedia menerimanya.”teriaknya,dia menangis.Aku hanya dapat tersenyum dan mengangguk lemah dihadapannya.Tidak tahu mengapa tapi aku sangat bahagia bahwa dia masih memikirkan perasaanku.

“Aku sudah memafkanmu!Tidak perlu merasa bersalah begitu.Tenanglah!”ucapku kemudian memeluknya,diapun membalas pulukanku.Air mataku turun membasahi pipiku.Hangat..pelukannya tetap seperti dulu.Aku seperti wanita yang haus akan cinta dan perhatian darinya.

“Jangan tinggalkan aku Hyowon-ah!Kumohon padamu dengan sangat.Tetaplah bersamaku,aku janji tidak akan melukaimu lagi.”katanya lirih.Memang hati ini masih sakit tapi hati ini juga masih menginginkannya untuk tetap berada disisiku.

“Aku tidak akan meninggalkanmu.Aku janji!Kita akan memulainya dari awal lagi,kau setujukan?”kataku,air mataku terus turun membasahi kedua pipiku.Siwon memandangku dan membelai rambutku dengan lembut.Matanya masih tetap mempesona saat aku melihatnya.Tangannya turun kepipiku,menghapus air mataku dan membelai pipiku,aku memejamkan kedua mataku merasakan belaiannya di setiap inci wajahku.

“Terima kasih banyak karena kau tetap bersamaku.Kita akan mulai dari awal lagi dan aku berjanji untuk selalu bersamamu.”ucapnya lalu aku merasakan bibirnya menyapu bibirku sama seperti saat kami bersama dulu,hangat dan manis.

Aku berharap semuanya akan kembali seperti semula,dimana hanya ada aku dan dia.Aku mengeratkan pelukanku padanya dan menangis.Selama ini aku berpura-pura tegar dan bersikap seperti biasa.Menunggunya sadar,menjaganya,melihatnya apapun ku lakukan hanya untuknyaMungkin orang berpikir aku adalah wanita yang bodoh tapi biarkanlah mereka berpikir begitu.Aku tidak bisa membohongi hatiku.Sekarang dia bersamaku,memelukku dan menangis bersamaku.Masih bisakah aku melepasnya?Jawabannya tidak.

Hankyung’s POV

Aku mendengar Siwon telah sadar dari komanya.Aku berlari menuju kamarnya dan apa yang aku dengar?Hyowon menerimnaya kembali,hatiku sakit sekali.

Dia akan meninggalkanku sendiri didalam kesedihan ini?Kumohon pikirkanlah aku yang sangat mencintaimu.Jangan bersikap egois Hyowon.Aku tau kau mencintaiku tapi kau berusaha menyangkal perasaanmu.

Apa yang kau harapkan dari pria yang telah melukaimu begitu dalam.Membuatmu menangis dan kau tau bahwa akulah orang yang ada untukmu.Tak berartikah aku bagimu?

Kau menangis dipelukannya,itu juga pernah kalau lakukan padaku.Kemanakah kebersamaan itu Hyowon?Kemana semua kenangan itu?Kemana?

Aku harus meminta penjelasanmu,aku tidak bisa terus digantung dan dipermainkan begini!Kau harus jelaskan padaku.Aku mengeluarkan ponselku dan mengirim sms padanya.

To: Hyowon

Aku ingin kita bertemu ditempat biasa.Datanglah meskipun untuk terakhir kalinya.Aku ingin melihatmu,kumohon!

Aku melangkahkan kakiku dengan berat sambil terus memikirkan Hyowon,wanita yang juga telah melukaiku tapi juga sangat kucintai.

Aku mengehela nafas berat.Kenapa cinta begitu rumit?

Akupun berjalan ketempat kami sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama.Taman ini tidak berubah tapi hidupkulah yang sebentar lagi akan berubah selamanya.

Aku masih terus menunggunya sambil mengingat apa yang telah kami lakukan disini.Kenangan itu begitu indah,aku tidak bisa melupakannya.Meskipun hanya 5 bulan tapi waktu itu sangat berarti bagiku dibanding 5 tahun dengan istriku.

Dia begitu berharga untuk kulupakan,suaranya,senyumnya,tawanya,sikapnya yang polos itu yang membuatku begitu nyaman bersamanya.Tuhan kuharap dialah jodohku yang sebenarnya jika tidak tolong ubahlah agar dia jodohku,ku mohon Tuhan!

“Untuk apa kau memintaku datang kesini?”ucap seseorang tiba-tiba dan aku menoleh.Dia…wanita yang aku cintai berdiri dihadapanku sekarang dengan tatapan dingin.“Tidak bisakah kau bersikap lebih baik padaku meskipun untuk yang terakhir kalinya?”tanyaku kemudian dia mendekat dan duduk disampingku.

“Aku sudah datang jadi katakanlah apa maumu!Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni setiap permintaan konyolmu.”ucapnya dingin sambil menatap lurus kedepan.Aku hanya dapat menghela nafas,hatiku begitu hangat karena ada dia didekatku tapi saat ini juga terasa dingin karena sikapnya itu.“Kau mencintaiku kan?”tanyaku,diapun menoleh dan tersenyum sinis padaku.

“Tidak,aku tidak pernah mencintaimu Hankyung.Tidak pernah!”ucapnya tegas tanpa berpikir dahulu.Berapa lama waktumu untuk berlatih agar bersikap seperti ini pada ku nona Shin?

Aku berdecak kesal.“Bohong!Aku tidak percaya.Cobalah jujur pada hatimu.”pintaku sambil menggenggam tangannya,dia langsung menghempaskan genggamanku dengan kasar.“Aku sudah jujur Hankyung.Kau ingin aku jujur seperti apa lagi?”katanya yang terlihat tenang.Hyowon aku tau kau mencintaiku,aku juga tau hatimu juga terluka sama seperti aku.

“Tidak adakah arti kebersamaan kita selama ini?”tanyaku,dia menggeleng dengan cepat.“Tidak berartikah aku untukmu?”tanyaku,dia kembali menggeleng.Kenapa kau jadi begitu dingin padaku?“Kau akan meninggalkan ku yang terluka ini?”tanyaku,dia sedikit bereaksi.Kulihat matanya menyiratkan dia sebenarnya memikirkanku.

“Benarkan?Kau taukan rasanya terluka itu seperti apa?Tidak bisakah kau sembuhkan luka ini?”tanyaku sambil memegang dadaku,dia menatapku dengan tatapan yang tidak dapat kuartikan.“Hyowon ayo jawablah!Jangan biarkan aku seperti orang bodoh yang mengharapkanmu.Kenapa kau jadi setega ini padaku?Arrrrghh…..Hentikan ini semua!”teriakku frustasi,aku menjambak rambutku dengan kuat.Kau memang bodoh Hankyung,BODOH!

“Aku akan tetap bersama suamiku dan kau kembalilah bersama istrimu.Kau tidak malu mengemis cinta dari istri orang?”katanya yang menusuk langsung kejantungku.Aku menatapnya dengan ekspresi berharap mendapatkan yang lebih darinya.

“Aku tidak malu.Kenapa aku harus malu?Berhentilsh berbohong begitu!”ucapku meninggi sambil mengguncang bahunya yang rapuh itu.Hari semakin larut namun aku tidak pernah ingin malam ini berganti karena aku tahu setelah malam berganti dia bukan milikku lagi atau sebenarnya dia tidak pernah menjadi milikku tapi akulah yang menganggap dia milikku.

“Aku akan tetap bersamanya.Semoga kau bahagia!”ucapnya kemudian berjalan meninggalkanku sendiri ditengah kegelapan malam hanya lampu tamanlah yang menemani dan menerangi malamku yang menyedihakn ini.

“Jadikan aku yang kedua,tidak masalah bagiku asal aku tetap bersamamu!”teriakku.Mungkin ini gila mana ada orang yang ingin dijadikan yang kedua.Dia menghentikan langkahnya dan berjalan kearahku kembali.

“Kau terlalu berharga untuk dijadikan yang kedua Hankyung!Carilah cintamu jika kau sudah menemukannya semoga kau bahagia.Kau pria yang baik dan tidak pantas seperti ini tapi aku sungguh tidak bisa bersamamu,mengertilah!”ucapnya kemudian memelukku.Aku membalas pelukannya.Aku tidak ingin kehilangan dia.Aku ingin menahannya agar tetap disisiku tapi apa dayaku?Tidak ada karena dia masih berstatus istri orang lain dan dia begitu mencintai suaminya dibandingkan aku.Jadi apa hak ku?

“Jangan pergi!Jangan tinggalkan aku!”pintaku yang semakin mempererat pelukanku.Tak terasa air mata jatuh membasahi pipiku.Air mataku yang sudah kusimpan sejak 5 bulan lalu.

“Aku tidak bisa.Kumohon lupakan aku!”ucapnya dan melepaskan pelukan kami.Dia mencium bibirku singkat kemudian pergi meniggalkanku yang menangis sendiri.Pergilah jika kau bahagia Shin Hyowon,kebahgaiannmu adalah kebahagiaanku.

2 Responses to Affair Chapter 3

  1. Omo…
    Han gege kesian amat…
    Udah deh, Han gege balik aja ke istrinya, Hyowon udah cinta mati sama Siwon tu kayaknya…
    Eh iya onn, ini udah end apa masih lanjut?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s