Cinta begitu mudah datangnya ..
Tapi mengapa begitu sulit untuk mendapatkannya ..
Apakah aku bisa mendapatkan cinta yang ku harapkan?? Cinta yang benar-benar selalu ada dalam hati ku ..
Saat semuanya terungkap, sakit yang akan yang diterima ..
Haruskah aku tetap menunggunya meskipun menyakitkan ??
Atau menyudahinya saja .. dan pergi menjauh untuk selama-lamanya tanpa pernah melihat ke belakang lagi ..
*****
Ku kepak semua barang-barang ku. Ku masukkan semua baju-baju ku kedalam sebuah koper besar yang terbuka lebar meminta diisi.
Dddddrrt .. Ponsel ku bergetar diatas meja.
“Yoboseyo ..” Sapa ku setelah ponsel tertempel ditelingaku.
“Kau sudah siap??” Tanya seseorang diujung sambungan telpon.
Aku mengangguk, tapi cepat ku sadari, anggukan ku tidak dapat terlihat oleh si penelpon.
“Hmmm ..” Hanya itu yang akhirnya yang keluar dari mulut ku.
“Sejam lagi kau ku jemput.” Ucapnya.
Sambungan telponpun terputus tanpa aku mengatakan sesuatu.
Ku letakkan kembali ponsel ku diatas meja. Ku tatap sebuah paspor dan tiket pesawat yang tergeletak diatasnya.
Inilah jalanku pada akhirnya. Dan inilah pilihan terakhir ku. Aku tidak boleh menyesalinya karena ini adalah pilihan ku. Aku tidak mau menyakiti diri sendiri lebih lama lagi. Ini akan berjalan dengan mudah. Hanya menutup mata sejenak dan saat aku membukanya semua akan baik-baik saja. Hanya semudah itu.
Ku raih sebuah foto berbingkai. Aku dengannya tengah tersenyum bahagia dalam gambar 2 dimensi itu. Hati ku sakit melihatnya. Tetapi juga bahagia saat mengingatnya.
Foto itu diambil 5 tahun yang lalu sebelum aku pergi ke Cina untuk melanjutkan sekolahku. Dan akhirnya setelah 5 tahun berlalu, aku kembali ke Cina untuk mengejar cinta ku. Membawa harapan besar diriku bisa kembali bersamanya untuk selama-lamanya dan tidak pernah terpisahkan.
Namun apa yang ku dapat setelah aku kembali. Sakit hati dan kepedihan yang kudapat. Tidak pernah terbayang dalam benak ku jika kepulangan ku akan mendapatkan sambutan yang seperti ini. Akhirnya ku putuskan untuk pindah ke Cina dan tidak akan pernah kembali lagi kesini. Akan ku bawa semua perasaan, kenangan, dan kepedihan ku dari sini, tanpa pernah kau ketahui sama sekali. Dan selamanya perasaan itu akan tersimpan rapat dalam kotak di hati ku.
******
“Ae Raaaa ..” suara nyaring yang tak asing itu terdengar memanggil nama ku.
Ku hentikan langkah ku dan menoleh kearahnya. Seorang pria berbadan sedikit mungil berlari kecil mendekati ku.
“Pagi nona manis.” Sapanya lalu tersenyum kecil.
Aku hanya bisa tersenyum mendengar ucapan gombalnya. Pria berbadan sedikit mungil itu adalah Ryeowook, sahabat terbaik ku. Kami sudah berteman sejak kami masih di taman kanak-kanak.
Wookie, setiap orang yang mengenalnya, memanggilnya seperti itu, adalah seorang pria yang sangat baik. Bukan hanya baik, ia juga sangat penuh perhatian. Dan hebatnya lagi ia sangat jago memasak. Banyak wanita yang menyukainya dan mengidolakannya.
Ia selalu berada di dekat ku. Hampir setiap hari selama bertahun-tahun kami selalu bersama. Dan itu sedikit banyak membuat perasaan ku perlahan berubah padanya.
Awalnya aku hanya menganggapnya sebagai sahabat ku, sahabat terbaik yang aku miliki di dunia ini, karena memang seperti itu keadaannya. Namun, pada akhirnya aku menganggapnya lebih. Ia orang yang sangat spesial bagi ku. Begitu juga bagi hati ku. Dan itu pula yang membuat ku mengunci rapat-rapat hati ku untuk pria lain. Hati ku hanya bisa di buka olehnya, karena hanya ia yang memiliki kunci untuk hati ku.
Sejak kecil kami sudah bersama. Mulai dari bersekolah di sekolah yang sama saat TK hingga SMA. Orang tua kami berduapun sudah sangat dekat satu sama lain. Bahkan aku sempat berpikir kami akan di jodohkan pada akhirnya. Pemikiran yang sangat tidak logis.
Ketika kami duduk di bangku SMP tingkat akhir, aku mulai merasakan perasaan itu. Benih-benih cinta ku mulai bermunculan saat itu. Tapi tak pernah ku pedulikan perasaan itu karena aku pikir itu hanya perasaan sesaat saja.
Barulah ketika SMA aku mulai merasakan kalau itu bukanlah perasaan yang sesaat. Aku merasakannya. Aku merasakan hal lain disamping rasa persahabatan kami. Rasa cinta itu mulai kurasakan. Tapi sampai saat ini, aku belum pernah menyatakan perasaan ku padanya.
*****
“Bagaimana kita selanjutnya??” Tanyanya di sela-sela makan siang bersama kami.
“Bagaimana apanya??” aku balik bertanya sambil melanjutkan makan siang ku.
“Apa kita tetap akan bersama lagi hingga kuliah nanti?? Aku mulai memikirnya kali ini.”
“Tentu saja kita harus bersama lagi. Sejak kecil kita sudah bersama mana mungkin bisa terpisah begitu saja.”
“Kau benar. Berjanjilah kita akan tetap bersama saat kuliah nanti. Kita juga harus satu universitas. Bahkan kita juga harus tetap bersama sampai tua nanti. Ok ??”
“emmm ..” aku mengangguk mantap. “Aku janji.”
Itulah janji yang ku buat dengannya saat masih sekolah dulu. Janji yang cukup menjanjikan bagi kehidupan dan cinta ku mendatang. Dan aku sangat berharap besar pada janji itu. Aku berharap semua janji kami terpenuhi dan apa yang aku inginkan akan terkabul. Hidup dan terus bersama dengan Ryeowook adalah keinginan terbesar dalam hidup ku.
*****
Seminggu berlalu sejak ujian akhir sekolah ku. Kini aku mulai memikirkan harus kemana aku selanjutnya. Begitu juga dengan Ryeowook. Kami berdua mulai mencari-cari dan memikirkan lebih serius lagi kemana kami akan membawa masa depan kami.
‘Aku harus menepati janji yang pernah kami buat.’ Hanya itu yang selalu terpikirkan oleh ku.
Tapi kenyataan berbicara lain. Aku mulai mengingkari perjanjian itu. Aku sama sekali tidak pernah berniat mengikari perjanjian itu. Tapi semuanya terjadi begitu cepat tanpa ku ketahui sebelumnya.
“Ae Ra, mulai bereskan barang-barang mu, lusa kau sudah harus berangkat ke Cina.” Ucap Oemma.
“Untuk apa??” Tanya ku sedikit terkejut karena sebelumnya tidak pernah oemma membahas tentang kepergian ku Cina.
“Kau akan kuliah disana. Appa sudah mengurus semuanya saat di Cina kemarin. Dan disana kau akan tinggal bersama kakak mu.” Pernyataan itu keluar begitu saja dari mulut Ibu ku.
Terkejutkah aku?? Tentu saja jawabannya ya. Tidak pernah terpikirkan oleh ku sebelumnya bahwa aku akan pergi dan tinggal di Jepang dalam waktu yang lama.
Lalu bagaimana dengan janji yang kubuat dengan Ryeowook?? Apakah semuanya akan berakhir begitu saja?? Berantakan. Semuanya berantakan tidak beraturan.
Aku akan meninggalkan sahabat terbaik ku sekaligus cinta pertama ku dalam waktu yang lama. Tuhan .. mampukah aku menjalaninya?? Aku terlalu mencintainya. Mencintainya sebagai orang yang sangat ku sayangi bukan sebagai sahabat ku.
*****
“Ryeowook-ah, aku .. aku akan pergi ke Cina besok.” Aku memulai pembicaraan saat kami sudah bertemu.
“Untuk apa?? Kau akan berlibur kesana mengunjungi Hankyung hyung?? Wah itu sangat menyenangkan.” Ucapnya riang.
Aku menggeleng kecil. “Bukan. Bukan untuk mengunjungi kakak ku.”
“Lalu??” Tanyanya dengan raut wajahnya yang tidak seriang tadi.
“Aku .. aku akan kuliah disana. Appa sudah mengurus semuanya tanpa sepengetahuan ku.” Aku menunduk lesu.
Ku lihat keterkejutan tergambar diwajahnya. Ryeowook hanya mengangguk-angguk kecil dan mengalihkan pandangannya tak jelas arah.
Aku tau dia kesal dan sedikit marah. Aku mengingkari janji yang kita buat.
“Ikutlah dengan ku. Kita sudah janjikan kita akan selalu bersama.”
Ryeowook tertawa ringan. “Tidak. Aku akan tetap disini. Kita masih bisa bersama saat kau kembali kesini. Untuk terakhir kali, berjanjilah kau akan kembali lagi ke Korea.”
Aku tersenyum hampa dan memeluknya. “Aku berjanji. Aku pasti kembali kesini. Aku menyayangi mu.”
“Aku juga menyayangimu. Dan sangat menyayangimu.” Ucapnya dalam pelukan ku.
Aku sangat bahagia meskipun kami harus berpisah untuk sementara. Aku bahagia karena Ryeowook akhirnya mengucapkan kata-kata itu.
‘Aku juga menyayangimu. Dan sangat menyayangimu ..’ kata ajaib yang membuat aku sangat bahagia saat meninggalkannya. Dan mulai saat itu aku berpikir bahwa cinta ku tidak akan bertepuk sebelah tangan. Ia juga menyayangi ku.
*****
5 tahun akhirnya berlalu. Tugas ku di sini akhirnya berakhir juga. Dan aku bisa pulang sekarang. Aku sangat merindukan Korea. Aku merindukan rumah. Dan juga Ryeowook yang selalu aku rindukan setiap saat.
To : Kim Ryeowook
Wookie-ya, aku akan pulang minggu depan. Tunggu aku ok. Aku sangat merindukan mu. ![]()
Itulah sebuah email yang ku kirimnya padanya sebelum aku kembali ke Korea. Haaa .. akhirnya semuanya berakhir. Aku akan kembali lagi bersama Ryeowook.
*****
“Ae Raaaa .. “ teriakan itu mulai terdengar. Aku sangat mengenali suaranya. Kim Ryeowook melambaikan tangannya saat aku keluar dari pintu kedatangan bandara. Ku percepat langkah ku menghambur ke pelukannya.
Tuhan .. terima kasih telah mengijinkan aku kembali ke Korea dan bersama dengan orang yang sangat kucintai lagi. Aku sangat bahagia. Sangat amat bahagia ..
*****
“Bagaimana keadaan mu saat aku tidak ada??” Tanya ku saat kami berada di suatu café.
“Cukup baik. Hanya saja tidak ada orang yang bisa aku isengin.” Ucapnya tersenyum.
Aku tertawa. “Ya!!! Jadi selama ini aku hanya menjadi bahan isengan mu saja.”
“Tidak tidak. 5 tahun di Cina ternyata kau semakin sensitif ya.” Ia tertawa.
Kami mengobrol dan bercanda melepas rindu. Ia mulai menceritakan kehidupannya kini yang ku pikir tidak jauh beda saat kami masih bersama dulu. Ia masih seperti Kim Ryeowook yang aku kenal dulu. Tidak ada yang berbeda. Aku sangat bahagia saat-saat bersamanya seperti ini.
Tapi ternyata kebahagiaan ku tidak berlangsung lama setelah ia mengatakan hal yang sebenarnya sudah terjadi. Hal yang membuat ku sakit dan hancur seketika.
“Kau pulang pada waktu yang tepat Ae Ra. Aku akan menikah minggu depan ..”
Aku merasa seakan tertampar dengan sangat keras saat mendengarnya. Aku terkejut dan seakan terbangun dari mimpi indah ku. Mata ku memanas menahan tangis yang siap keluar.
“Menikah??” Tanya ku ragu takut-takut kalau tadi aku salah mendengar.
Ia menggangguk. “Aku akan menikah dengan wanita yang sangat aku cintai. 2 bulan yang kami sudah bertunangan. Maaf aku tidak memberitahu mu secara langsung. Kau tidak marah pada ku kan??”
Ternyata benar aku tidak salah dengar. Semuanya benar. Semuanya terucap langsung dari mulut Ryeowook.
Aku bingung. Aku tak tau apa yang harus ku katakan saat ini. Kepedihan itu mulai menyayat-nyayat hati ku. Ketakuan ku yang luar biasa akhirnya terwujud.
“Tapi waktu itu kau bilang ..” kata-kata ku terputus dengan air mata yang mulai menngalir keluar melalui sela-sela mataku.
“Apa?? Kau menangis??”
Cepat keseka air mataku dengan punggung tangan ku. “Aku tidak apa-apa. Aku .. aku hanya terlalu bahagia mendengarnya. Aku tidak akan marah padamu.” Senyum kepahitan ku mulai mengembang terpaksa.
“Ae Ra, terima kasih. Ku kira kau akan marah besar pada ku karena aku tidak pernah memberitahu mu sebelumnya. Terima kasih kau memang sahabat terbaik ku.” Ryeowook memelukku hangat dan aku kembali menangis dalam pelukannya.
*****
Ku pandangi foto berbingkai itu. Aku dengannya tersenyum bahagia dalam gambar 2 dimensi itu.
Air mata ku terus mengalir tanpa henti. Tapi hati ku menangis lebih sakit. Dada ku sesak. Mata ku terasa panas. Semuanya runtuh seketika. Inikah sambutan setelah 5 tahun aku pergi meninggalkannya??
Ternyata selama ini ia hanya menganggap ku sebagai sahabatnya, tak lebih dari itu. Semuanya tidak berarti banyak. Pelukannya, ucapan bahwa ia menyayangiku, semuanya tidak lebih dari sahabat. Betapa bodohnya aku mengira bahwa ia benar-benar menyayangiku sebagai orang yang dicintainya bukan sebagai sahabatnya.
Ku lempar foto berbingkai itu ke tembok. Hancur. Pecahan kaca bingkai itu berserakan dimana-mana. Seperti hati ku yang hancur dan berserakan tak jelas. Semuanya sudah berakhir dan tak akan pernah bisa kembali lagi.
*****
Aku berdiri di depan sebuah gereja. Memandang kosong ke depan dengan pedih. Hati ku sakit. Harapan ku hancur. Tanpa di beri aba-aba, air mata ku mengalir keluar. Semua kepedihan dan perasaan itu keluar seiring mengalirnya air mata ku yang tak tertahankan.
Aku seperti orang bodoh kini. Menangis memandangi sebuah gereja. Bukan. Aku bukan menangis karena gereja itu. Aku menangisi sebuah prosesi sakral yang sedang berlangsung didalamnya. Seorang pria yang sangat ku cintai, kini sedang membuat janji suci dengan wanita yang ia cintai.
Hati ku hancur berkeping-keping. Bagaikan pecahan gelas yang tidak mungkin menyatu lagi. Seakan tak kuat menopang tubuhku lagi, akupun jatuh lemas terduduk.
Sesosok tangan merangkul lembut bahu ku. Aku tidak bereaksi. Air mata ku terus mengalir tanpa henti.
“Kita pergi sekarang.” Suara lembutnya membangunkan ku.
“Oppa ..” ucap ku lirih tanpa menghentikan air mata ku.
“Semuanya akan baik-baik saja setelah ini. Sebaiknya kita pergi sekarang.” Dengan kedua tangannya yang lembut ia merengkuh kedua bahu ku, membangunkan ku dan memapah ku meninggalkan halaman gereja.
Akhirnya aku benar-benar pergi dari halaman gereja itu. Benar-benar pergi dari sini ini. Dan benar-benar pergi meninggalkan cinta ku bersama hati yang lain.
“Semuanya akan baik-baik saja setelah ini ….. “ Semoga saja semuanya akan benar-benar baik-baik saja setelahnya.
Selamat tinggal cinta ku .. Aku sangat menyayangi mu .. Semoga kita bertemu dan bersatu di kehidupan selanjutnya ..
- FIN -
* dwiandar *
Aku pikir tokoh utama nya,koko kita tercinta,karena ada negara tembok besar,gak tau nya Wook hehehe. Aku suka bgt tuh pas bagian ‘kunci hati’.Sweet.
Seperti biasa,trademark nya Uwi bkn nyas nyes nyos di ending hehehe.Nicee
bosen ah han mulu mah hahaha ..
makasih onn
Uwiiii kenapa nyesek di akhir hikss wookie jelek! T.T
ff-nya sedih tapi bagus huaaa kangen ff uwi..
errr wookie ku di bilang jelek *tabok sora*
kangen ff kamu jg .. manaaaaaa ak mau ff mu -_-
T_T
Aiiihhhh ..
Nyesek ah .
Aaahhh parah itu sukanya udah lama banget padahal!kasian bangetlahhh.wooki tidak berprasaan hehe.
Nice ff thor;)
wookie… kok kamu jahat huaaa T.T oppa PHP banget padahal dulu bilang sayang… tapi? kok tunangan sama orang lain? T.T hiks… daebak nih author
Kasian Ae Ra nya, padahal udah lama suka tapi akhirnya Wookie nikah sama cewe lain
Ae Ra juga sih malah berasumsi sendiri
Walaupun nyesek, tapi bagus..
ah…. Untung ga ada yg mati disini (?) *plak*
Yah wookie… Dirimu ga peka… Kirain bakal ngamuk pas ditinggal k cina. Taunya malah dpt cewe baru (?) *komen macam apa ini*
Akhirnya kebaca juga… wp g bersahabat sm hp w… u,u
Kakaaaak~ kenapa sad ending? T__T
Sekali2 bikin yg happy ending dong kak #maksa XD
Wook kenapa nggak nanyain perasaannya AeRa dulu sih?? Tau-tau langsung nikah aja .__.
Mau punya oppa kayak Koko juga! :B
huaaa.. wookie jahat kirain bakalan sm Ae Ra eh malah sm cwe lain..
nice FF eonnie ^^
kirain yg jd tokoh utamanya si gege lg, ternyata oppa mungil toh…:)
aah uwi… ini nyesek deh.. biar gak ada yg mati (alhamdulillah), tp ttp aja.. kalo suka sama sahabat sendiri tuh terkadang bs nyakitin banget ya… -curcol-
most of all, aku suka ceritanya.. walaupun kyknya agak pendek ya.. hehehe.. ayo bikin lg..^^
boleh d share d fb q g ?
mw q bikin note ff pertamaku !!
klo g boleh jga gpp ko ^_^
omooo….sedih..
Ceritanya sedih banget,
keren..
kereeeeenn
Itu yg megang tangan si cewek pas terakhir siapa? Hankyung ya?
Tapi aku suka ceritanya. Feel nya dapet lo hehe