Title: Behind The Scene
Author: Kim Kangmi
Rating: PG-13
Genre: Romance, Friendship
Main Cast: Bae Hyunsik, Kim Kibum, Choi Siwon, Kim Heechul, Lee Donghae and Jung Jaeyoon
Other Cast: Luxemburg member (Lee Yongsan, Tsukasa Teru, Han Junji and William Reeves), Seo Jimyung as Presdir SJM Ent, Manajer Ma
Summary: Siwon dan Kibum sama-sama menolak tawaran yang datang pada mereka, sementara seorang sangat menginginkan peran tersebut.
Disclaimer: Saya hanya meminjam nama 4 member Super Junior untuk dijadikan tokoh dalam cerita Saya jadi maklumi apabila OOC, karakter lainnya adalah karakter fiksi buatan Saya. Cerita ini terinspirasi pada tema drama Korea ‘On Air’ tapi tidak sepenuhnya sama karena ini adalah FF Saya.
Seoul diguyur hujan malam ini, ditambah angin yang bertiup udara terasa semakin dingin Siwon menghirup segelas kopi panas untuk menghangatkan tubuhnya, sambil duduk didekat ondol yang teletak diruang tengah rumahnya. Meninggalkan apartement dan beristirahat sementara dirumahnya yang terletak dipinggiran kota Siwon rupanya mencoba menghindari Donghae, siang tadi ia kembali menolak sebuah kontrak dengan alasan ingin beristirahat. Alih-alih menyetujui permintaan Siwon, sang manager malah membawakan kontrak lain yang katanya bernilai lebih fantastis dari sebelum-sebelumnya.
Manik mata pria bertubuh atletis itu melirik ponsel yang teronggok manis disamping cangkir espresonya, mematikan ponsel rupanya keputusan yang tepat untuk menghindari Donghae, bukan hanya itu bahkan Siwon sudah mematikan telepon rumahnya demi menghindari perdebatan bodoh dengan managernya. Bosan tak melakukan apa pun pria itu beranjak menuju sebuah rak kecil disudut rumahnya, ada beberapa buku dan media cetak disana. Siwon mengambil sebuah majalah yang bulan lalu sempat dibelinya tapi belum sempat ia baca karena kesibukannya.
Kedua sudut bibirnya tertarik sempurna membentuk lekukan indah diwajah rupawannya, otaknya kembali memutar kenangan beberapa bulan yang lalu saat dirinya berada di gedung SBS ditengah kesibukannya mempersiapkan kontrak drama terbaru. Terkekeh ringan, Siwon ingat betul alasannya membeli majalah dengan cover depan aktris cantik Lee Yeonwoo itu, hanya karena sebuah tajuk kecil yang menyinggung namanya dan seorang aktor pendatang baru atau mungkin lebih tepat disebut aktor idola, mengingat sang aktor adalah seorang idola.
“Kim Kibum!” Kibum menoleh malas ke arah pintu kamarnya yang sedikit terbuka, Yongsan melongok sedikit demi melihat sang leader, “Ayo makan malam!” ajaknya yang tanpa berlama-lama segera meninggalkan kamar Kibum.
“Baiklah aku akan membalas ribuan pesan ini nanti!” gumam Kibum seraya menutup akun UFO Reply miliknya.
Makan malam yang sama seperti biasanya, semua masakan dimasak oleh Teruki Ryosuke sang koki Jepang tanpa bantuan siapa pun, Kibum dan Junji memang tak bisa memasak, Will juga tidak mungkin karena meski pun bisa, dia adalah seorang magnae pemalas. Mengharapkan Yongsan pun hanya makan hati, sebagai salah satu yang tertua mana mau dia disuruh memasak untuk adik-adiknya, jadilah setiap pagi dan malam si Jepang yang malang itu harus rela mengorbankan tangan halusnya untuk memasak, untung saja kalau siang rata-rata para member berada diluar dorm.
“Oh iya tadi manajer Hyung meneleponku!” Kibum membuka topik pembicaraan. Member lain tetap melanjutkan makan malamnya, meski begitu mereka tetap mendengarkan perkataan Kibum, “Pertama, Teru dan Will akan ikut menjadi cameo dalam sebuah dorama!” sekarang mereka menghentikan acara makan mereka dan dengan serempak menatap Kibum dengan rasa penasarasan.
“Dorama?” tanya Teru dengan mata berbinar.
“Cameo?” tanya Will datar, sepertinya ia tidak suka dengan kata ‘cameo’ yang itu artinya dia akan ke Jepang hanya untuk sekedar peran ‘numpang lewat’ saja.
“Untuk 4 episode!” jawab Kibum sambil mengangkat ke empat jarinya.
“Eh? Lumayan juga, tidak apa lah siapa tahu kalau aktingku bagus nanti akan ada lagi sutradara yang tertarik menawariku bermain dalam dorama mereka~” kata Teru mulai berkhayal.
“Tema ceritanya apa?” tanya Will mulai tertarik mendengar perkataan Teru.
“Keluarga!” jawab Kibum pendek.
“Ah tidak apa-apa!” kata Teru masih terus berkhayal, “Eh berapa total episodenya Hyung?” tanyanya menghampiri Kibum yang duduk disebrangnya.
“Hanya 38 episode!” kata Kibum sambil meminum jus buatan Teru, di Korea drama bertemakan keluarga bisa mencapai ratusan episode.
“Apa 38 kau bilang hanya?” tanya Teru kesal, Kibum hanya mengangguk, “Huaaaa… hanya memerankan 4 episode dari 38 episode, siapa yang akan menyadari kehadiranku yang hanya sebagai cameo ini?” teriaknya sambil menjenggut rambutnya dan menjatuhkan dirinya kelantai, “Lagi pula dorama sepanjang itu siapa yang mau menonton? Kenapa tidak 10 atau 20 episode saja?” teriaknya frustasi. Kibum dan Yongsan diam tak mempedulikannya, Will masih terus mempertimbangkan tawaran sang manager sementara Junji berusaha menenangkan Teru.
“Hyung sudahlah, setahuku banyak aktor besar yang memulai dari peran-peran kecil, nanti juga kau bisa tenar seperti mereka Hyung!” kata Junji menatap prihatin.
“Kau tidak mengerti, dorama seperti itu di Jepang paling-paling hanya ditonton ibu-ibu rumah tangga dan para nenek-nenek, apa kata penggemarku nanti?” Teru menjenggut rambut panjang Junji membuat Junji jatuh tertidur dilantai.
“Hei sudah-sudah, Kibum Hyung dulu juga seperti itu tapi sekarang kan semua orang mengenalnya!” kata Will, Teru tak mendengarkannya ia terus ‘menyiksa’ Junji sebagai pelampiasan sementara yang disiksa hanya bisa menangis pasrah.
“Bagaimana denganku?” tanya Yongsan yang sejak tadi menanti namanya disebut oleh Kibum.
“Karena suaramu bagus ada sutradara musikal yang mengajakmu bermain dalam musikal terbarunya!” jawab Kibum, “Kau juga Junji kata manajer Hyung kau ikut casting saja dengan Yongsan!” Junji yang sedang disiksa oleh Teru buru-buru bangun dan membanting tubuh Teru yang sama kecilnya dengan tubuhnya, “Tapi karena Yongsan dapat tawaran dari sutradaranya langsung maka kesempatan Yongsan lebih besar!” Yongsan berteriak senang, “Sementara kau belum tentu!” Junji membanting tubuhnya sendiri hingga meniban tubuh Teru.
“Kejamnya dunia!” gumam Junji dan Teru bersamaan.
–
Donghae membanting gagang telepon dengan sangat keras, sudah puluhan kali ia mencoba menelepon aktor ‘kesayangannya’ tapi ponsel dan telepon rumahnya selalu saja tak bisa dihubungi. Donghae tahu Siwon sedang menghindarinya, tapi toh dia menelpon Siwon untuk menawarkan tambang emas padanya bukan untuk menagih hutang, kenapa Siwon malah bersikap seolah-olah Donghae ingin menguras hartanya, “Tentu saja tidak aku ini kan manajer yang baik hati!” gumamnya memuji diri sendiri, “Dan sedikit matre!” lanjutnya mengakui.
“Lee Donghae-ssi!” Donghae buru-buru membereskan pakaiannya yang agak berantakan saat seorang pria paruh baya masuk kedalam ruangannya, “Apakah Siwon mau menerima tawaran itu?” tanya pria yang merupakan CEO ditempatnya berkerja.
“Err…” Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Sepertinya…”
“Kau tahu kan peran ini sedang diincar banyak aktor?” Donghae tersenyum kaku, “Kalau sampai besok kau tak bisa membujuk Siwon, aku akan menawarkan peran ini kepada aktor lain!” katanya lalu keluar meninggalkan ruangan Donghae.
“Aish bagaimana ini?” gumam Donghae frustasi.
Suara musik menggema dengan kerasnya, Jaeyoon sibuk menari sendiri seperti orang gila, mungkin saat ini ia memang sudah benar-benar gila. Tak dipecat oleh Heechul tapi harus mendapat masalah yang jauh lebih memusingkan lagi, pasalnya pihak stasiun tv merasa kecewa karena drama yang sudah diset sejak lama harus batal tayang, pada hal drama yang rencananya akan digantikan oleh drama karya Heechul itu akan segera habis masa tayangnya, publik pun sudah sangat manantikan drama yang promosinya bahkan sudah sampai ke luar negeri tersebut.
Sebuah sendal rumah melayang dengan sangat indah ke kepalanya, Jaeyoon mengepalkan tangan dengan raut wajah marah, “Yaa kenapa kau masih dirumah?” rupanya sang ayah lah yang tadi melemparkan sendal ke kepalanya, “Cepat berangkat, akan makan apa kita jika kau tidak bekerja? Jangan kau pikir dengan menari seperti orang gila seperti itu akan menghasilkan banyak uang!” cecarnya setelah memukul kepala Jaeyoon dengan kepalan tangannya, ayah Jaeyoon berjalan menghampiri tape dan mematikannya demi menghilangkan suara bising.
“Kenapa dimatikan?” tanya Jaeyoon kesal tapi sang ayah malah melengos meninggalkannya, “Aish menyebalkan! Seenaknya saja menyuruh-nyuruhku bekerja sementara dia asik jalan-jalan dan menghabiskan uangku, ayah macam apa dia?” Jaeyoon mengambil handuknya dan mengelap keringat yang sejak tadi bercucuran membasahi tubuhnya, “Aku tidak akan mau kerja!” gumamnya seraya menenggak air putih, “Kecuali jika Heechul yang memaksaku!”
Hyunsik menatap intens setiap sudut ruangan yang baru dijumpainya, Heechul hari ini menepati janjinya, pria itu membawanya ke kantor untuk membicarakan tawarannya kemarin. Hyunsik tersenyum kecut, impiannya adalah menjadi seorang novelis bukan penulis skenario, baik lah mungkin bagi sebagian orang akan mengatakan, “Apa bedanya? Bukankah masih sama-sama mengarang cerita, bukankah sekarang juga banyak film dan drama yang diangkat dari sebuah novel?” tapi tidak, Hyunsik memang sempat bermimpi kelak novelnya laris dipasaran, lalu dilirik seorang sutradara untuk dijadikan film tapi sedikit pun ia tidak pernah berpikir akan menjadi seorang penulis skenario disaat impiannya menjadi novelis harus kandas.
Hyunsik menarik napas dalam, “Tidak jelek, hanya perlu diperbaiki!” dan mengembuskannya perlahan, “Dulu sebelum aku menjadi sutradara yang hebat, aku bahkan tidak mengerti apa pun tentang kamera!” lalu tersenyum menahan tawa.
“Kau gila ya?” Hyunsik menoleh kaget, Heechul menatap jijik ke arahnya.
“Apa katamu?” tanya Hyunsik mengangkat dagunya dan menatap tajam ke arah Heechul sebagai balasan yang ditatap malah terkekeh geli melihat tingkahnya. “Apa yang kau tertawakan?”
“Kau! Kau lucu, tersenyum sendiri seperti orang gila hahaha…” Heechul berjalan santai meninggalkan Hyunsik tak peduli gadis itu bersiap memukulnya.
–
Sebagai seorang pria gentle Siwon sadar melarikan diri bukan lah hal yang baik maka hari ini ia pergi menuju SJM Entertainment –agensinya, sampai digedung yang berlokasi dikawasan elit Kangnam itu Siwon langsung disambut dengan ramah oleh para staf dan seperti biasanya Siwon selalu membalasnya dengan tak kalah ramahnya.
Nama Seo Ji Myung diikuti Presiden Direktur sebagai nama jabatan terukir disebuah papan yang tergantung didepan pintu yang sedang diketuk Siwon, setelah Jimyung mempersilahkannya masuk Siwon segera masuk dan menghadap dengan penuh hormat kepada sang Presdir.
“Langsung ke intinya saja!” pinta Jimyung setelah sebelumnya bertukar sapa dengan Siwon.
“Aku akan beristirahat!” kata Siwon singkat tapi cukup untuk membuat Jimyung kaget akan keputusanya, “Aku sudah mengatakan kepada Donghae tentang hal ini, ku harap dia juga sudah mengatakannya padamu!” lanjut Siwon, Jimyung tersenyum sambil mencoret sebuah nama didalam kertas yang sejak tadi dipegangnya.
“Dan aku pun sudah mengatakannya pada manajermu tadi!” ujar Jimyung dengan suara yang pelan dan dalam, wajahnya mengeras demi menahan emosi. Siwon memang sedang digilai maka memperlakukan aktor yang merupakan harta karun baginya memang sedikit sulit, gegabah sedikit saja Siwon bisa saja pergi meninggalkannya.
“Aku permisi!” pamit Siwon dengan senyum ramah yang dibalas anggukan pelan dari Jimyung.
Jimyung menggelengkan kepalanya frustasi, seumur-umur baru kali ini ia menangani seorang aktor yang keras kepala seperti Siwon, ditengah persaingan yang ketat banyak sekali perusahaan yang menyogok tim produksi agar aktornya mendapatkan peran yang penting tapi Siwon malah menolak tawaran menggiurkan yang datang kepadanya.
Bosan? Bukan itu yang menjadi alasan utama Siwon, Jimyung ingin sekali memukul kepala Donghae yang bodoh saat ia berkata kalau Siwon bosan dengan peran yang itu-itu saja, “Apa maunya anak itu?”
“Apa?” Donghae dengan polosnya mencubit pipinya sendiri demi meyakinkan bahwa ia memang sudah benar-benar terbangun, “Aww!” pekiknya membuat Siwon mentertawai sikap bodohnya, “Idiot!” Donghae memukul kepala Siwon keras, “Presdir bilang dia bisa saja menawarkan peran ini kepada aktor lain!”
“Bagus!” kata Siwon senang.
“Yaa SJM Ent hanya punya 3 aktor dan yang paling tenar adalah kau!” Donghae menepuk pundak Siwon dengan kedua tangannya, “Sisanya adalah aktor idola, kau dengar aku? Aktor idola!” lanjutnya penuh penekanan.
Siwon menepis tangan Donghae dari kedua bahunya, “Orang bisa salah paham kalau melihatnya tahu!” katanya dengan tatapan ngeri.
“Kau benar-benar idiot!” Donghae geleng-geleng kepala sambil menopang dagu. “Bagaimana ini? Bisa saja peran ini jatuh ke tangannya!” histerisnya sambil mengguncangkan bahu Siwon.
“Aish kubilang jangan seperti ini, kenapa kau senang sekali sih menyentuhku?” Siwon mendorong tubuh Donghae dengan sangat kencang membuat manager yang lebih muda darinya itu terjatuh dilantai.
“Ck bagaimana bisa kau bersaing dengan aktor idola yang merupakan juniormu itu? Dia hanya seorang bocah yang pandai melakukan rapping sambil menari!” kata Donghae yang sepertinya cuek saja dengan posisinya yang terduduk diatas lantai seperti orang frustasi, “Benar-benar tidak sebanding Siwon!” rengeknya, kali ini agaknya ia memang sudah frustasi.
“Maksudmu apa sih?” tanya Siwon sambil berjongkok menyamai tingginya dengan Donghae, “Dengar memberi kesempatan kepada junior itu adalah hal yang baik, mereka punya bakat yang luar biasa dan bakat itu tidak mungkin terus dipendam!” ujar Siwon bijak.
“Kau juga sangat berbakat!” puji Donghae datar.
Siwon mendengus, “Jangan memaksa, semua kritikus bilang aku sangat payah! Hanya memerankan peran yang itu-itu saja sejak drama pertamaku, semuanya selalu sama kecuali judul, tema cerita dan lawan mainnya, sejak awal aku tak pernah berkembang… apa bedanya aku dengan para aktor idola?”
Donghae mengerjapkan matanya, baru kali ini ia mendengar seorang aktor mengatakan hal seperti ini, terlebih Siwon adalah aktor yang ditanganinya, “Kau mengkritik dirimu sendiri?” tanya Donghae tak percaya.
Siwon mengangguk, “Dan ini lah sarannya!” Siwon menyerahkan selebaran kertas kepada Donghae.
“Kelas drama???” mata Donghae membulat sempurna.
–
Heechul sibuk mondar-mandir di ruangannya sementara Hyunsik menyibukkan dirinya dengan buku pemberian Heechul atau lebih tepat jika disebut ‘buku pinjaman’ membaca dengan orang yang berjalan kesana kemari di hadapannya membuat Hyunsik sedikit terusik, berkali-kali ia berdeham sebagai peringatan tapi Heechul tetap saja mondar-mandir dengan santainya, “Yaa!” Heechul menghentikan kegiatannya demi mendengarkan Hyunsik berbicara, “Bisakah kau diam? Aku pusing melihatmu!” katanya sarkastik.
“Aku kan menyuruhmu membaca buku panduan itu bukannya melihatku!” kata Heechul menunjuk buku yang berada dipangkuan Hyunsik.
“Siapa yang melihatmu? Bayanganmu itu berkelebatan menggangguku yang sedang membaca, tahu tidak?” kata Hyunsik kesal pada sikap percaya diri tingkat tinggi Heechul.
“Tidak!” ucap Heechul cuek, pria bertubuh ramping itu dengan santainya melangkah keluar ruangan, membiarkan Hyunsik membaca dengan lebih serius sekaligus menutupi rasa malunya atas sikap percaya diri tingkat tingginya tadi.
“Dasar!” umpat Hyunsik.
Heechul membuka pintu ruangan Jaeyoon dan melihat kedalam, “Jaeyoon… kau ada tidak?” tak ada jawaban, Heechul segera masuk dan mengecek setiap sudut ruangan, sepi tak ada siapa pun, “Kemana gadis itu?” tanyanya pada diri sendiri.
Sementara dirumah Jaeyoon yang sudah siap menuju kantornya masih duduk disofa sambil menghela napas kesal, “Huaaa… kenapa dia tidak menghubungiku?” pekik Jaeyoon frustasi. Diliriknya jam tangan yang melingkar manis dipergelangan tangan kirinya, sudah siang dan Heechul belum juga menghubunginya.
“Kenapa kau tidak berangkat juga Jaeyoon?” tanya ayah Jaeyoon heran, Jaeyoon tak menanggapinya ia memilih masuk kekamarnya dan membanting pintu dengan sangat kencang.
“Dia benar-benar tidak memberi kabar?” tanya Heechul ragu, yang ditanya hanya mengangguk sambil menunjuk papan absen disampingnya. “Aish kemana gadis menyebalkan itu?” pria disamping papan absen itu menggeleng tanda tak tahu, “Aku tidak bertanya padamu bodoh!” Heechul menatap jutek pria itu membuatnya lari meninggalkan Heechul, “Aish memangnya aku ini hantu?”
Luxemburg baru saja sampai digedung SJM Ent dengan puluhan gadis yang dengan cepat mengerubungi mereka bak semut memperebutkan gula, hari ini tak ada jadwal apa pun selain berlatih untuk album terbaru mereka. Will sibuk membaca komik tak mempedulikan para fans yang bisa saja mencakar kulit halusnya, Teru dan Junji berbagi earphone mendengarkan lagu baru yang sedang mereka pelajari, seolah berpikir hanya mereka lah yang mendengar lagu itu, tentu saja teriakkan penggemar jauh lebih terdengar dari pada suara yang dihasilkan sebuah earphone. Yongsan sibuk membaca skrip, semalam Kibum memberi tahunya kalau Siwon nampaknya akan menolak tawaran drama yang datang padanya sementara Kibum sendiri akan langsung menolak karena tak tertarik dengan peran yang ditawarkan, meski belum tentu Presdir akan menawarkannya, tapi Yongsan jelas sangat berharap bisa mengambil peran dalam drama tersebut karena sebagai seorang ‘Penyanyi Idola’ akan sangat menguntungkan bermain dalam drama yang kabarnya akan disutradarai oleh sutradara senior yang beberapa kali membawa pulang piala penghargaan itu.
Kibum sendiri berjalan sambil tersenyum ramah dan sesekali melambaikan tangan pada penggemarnya, mungkin terlihat seperti seorang yang sedang tebar pesona, tapi begitu lah ia walau ada sedikit campur tangan perusahaan yang mengatur ‘image’ para artisnya dihadapan para penggemar. Teriakan para penggemar masih jelas terdengar meski kini mereka terpisah, pasalnya tak ada satu pun dari mereka yang dibiarkan masuk oleh para petugas, manajer Ma memerintahkan para member untuk pergi ke tempat latihan sementara Kibum ditariknya ke ruang Presdir. Sudut mata Yongsan melirik tanda tak suka meski kakinya tetap berjalan mengekor para adiknya.
“Jweosonghamnida sajangnim!” Kibum dengan segera membungkuk hormat mengejutkan sang manajer, “Saya sudah tahu apa yang ingin Anda sampaikan,” Kibum tersenyum ramah.
Jimyung sedari tadi tetap diam memperhatikan gerak-gerik Kibum, bahkan ekor matanya sempat menangkap kecemasan diwajah manajer Ma, “Aku belum berbicara apa pun padamu!” katanya penuh kearifan.
Sebuah senyum teretas dibibir merah Kibum, “Siwon sunbaenim nampaknya menolak tawaran drama untuk stasiun SBS…” Kibum memotongnya sendiri, matanya menatap tajam berusaha mencari kebenaran dibalik pupil mata Jimyung, “Bukankah SJM Ent masih mempunyai 2 aktor lain?” tanyanya menantang.
“Kau begitu yakin Tuan Kim!” puji Jimyung, “Jadi kau menolaknya?” tambahnya, Kibum tersenyum sebelum akhirnya membungkuk hormat seraya berpamitan. Tak ada kata penolakan yang terlontar jelas darinya, hanya sebuah kalimat sindiran yang terkias.
Manajer Ma mematung mendapati sikap seenaknya Kibum, Jimyung menatapnya tajam membuatnya semakin tersudut, “Jweosonghamnida sajangnim,” ujarnya setulus hati, manajer Ma bahkan menundukan dirinya dihadapan Jimyung dan menahan malunya.
‘TOK-TOK-TOK’
Manajer Ma dengan segera berjalan menghampiri pintu, “Boleh ku buka?” tanyanya pada Jimyung yang dijawab anggukan kecil.
“Selamat siang Presdir!” seorang pria dengan rambut burgundy menunduk hormat lalu tersenyum ramah dihadapan Jimyung.
“Lee Yongsan?” terka sang Presdir.
–
Siwon melipat tangan didada, tersenyum bangga menatap gedung di depannya sementara Donghae menatap gedung yang sama dengan pandangan yang sulit diartikan. Siwon menepuk pundak sang manajer muda, menyadarkannya dari pikiran-pikiran tak jelasnya, “Keren kan?” pamernya.
Donghae menoleh sambil menatap jijik, “Apanya yang keren?” herannya.
“Tempat ini!” Siwon menunjuk tepat ke gedung yang sejak tadi mereka perhatikan.
“Ish sama apartement kita saja masih jauh lebih bagus apartement kita!” elak Donghae.
‘PLETAK’
“Dasar bodoh, ini kan tempat kursus, masa mau kau bandingkan dengan apartement 4 tower dengan puluhan lantai?” cecar Siwon. Donghae masih memperhatikan gedung itu dengan heran, sesekali ia memainkan nerd-nya bahkan menyipitkan matanya demi melihat setiap detil tempat yang menurut Siwon adalah tempat kursus untuk para aktor.
Donghae memainkan jemarinya di dagunya sambil terus berpikir, membuat Siwon jengkel dengan sikap lambatnya, “Khaza!” kata Donghae akhirnya, dengan gaya sok layaknya pengawal pangeran ia menggiring Siwon menuju gedung itu. “Ha? Pinocchio?” Donghae menggaruk-garuk kepalanya dengan pikiran bingung dan heran.
“Iya, nama tempat ini!” kata Siwon menarik Donghae masuk, nampaknya ia sudah tak sabar untuk mendaftar dan memulai kelas dramanya, ya meski ini bukan lah sekolah drama.
“Yaa kenapa nama tempat ini jelek sekali?” tanya Donghae tak sadar kalau suaranya terdengar hingga ke sudut ruangan, puluhan pasangan mata dengan cepat menoleh dengan tatapan mengintimidasi ke arahnya, membuatnya merasa berada didalam tempat pengasingan, kalau saja ia adalah tokoh dalam komik pastilah tubuhnya sudah menciut ditengah mata-mata ‘pembunuh’ itu. Donghae menggelengkan kepala keras seraya memukul pipinya sendiri, “Argh!” ringisnya.
“Siapa namamu?” Donghae menoleh menatap seorang wanita yang lebih tua darinya dengan sebuah gaun kuno yang warnanya cukup mencolok matanya.
“Lee Donghae!” bangganya dengan senyum termanis miliknya.
“Jelek…” ujar wanita itu datar dan menusuk, Donghae baru saja akan protes ketika wanita itu memotongnya.
“Tempat ini sangat sesuai dengan namanya!” katanya.
“Ish nama yang aneh, kenapa tidak sekalian diberi nama Gepeto Adjussi?” ejek Donghae seenaknya.
Wanita itu menatap Donghae tajam, “Diam kau anak ikan!” katanya tak mau kalah, “Kau tahu tidak cara kerja seorang aktor itu seperti apa?” tanyanya meremehkan Donghae, Donghae jelas tak terima diremehkan, pemuda yang baru saja menyelesaikan skripsi dijurusan Bisnis dan Manejemen itu malah tertawa mendengar ejekan wanita tua dihadapannya, “Ditanya malah tertawa, dasar ikan bodoh!”
“Apa kau bilang?” kesal Donghae, “Dasar aneh, apa hubungannya aktor dengan boneka kayu?” Donghae balik meremehkan.
“Kebohongan?” gumam Siwon pelan, sedikit ragu dengan apa yang dikatakannya, tapi entah kenapa kata itu seolah mendesak dikeluarkan.
“Benar, kau si tampan yang pintar!” puji wanita itu membenarkan.
“Aku jauh lebih tampan!” puji Donghae pada dirinya sendiri tentu saja ia langsung mendapat tatapan tajam dari si wanita.
“Aktor dan Pinokio sama-sama pembohong, pembohong yang sempurna!” wanita itu berbicara sambil terus menatap wajah Siwon, entah karena mengenali wajah Siwon atau karena penasaran dengan wajah dibalik kacamata hitam dan masker berwarna senada yang digunakannya, “Ketika Pinokio berbohong tak ada yang mengetahuinya karena ia bisa berbohong dengan sangat baik, begitu pun seorang aktor, saat ia berakting ia akan menjadi seorang yang bukan bagian dari dirnya sendiri, dengan kata lain ia sedang berbohong! Kau mengerti maksudku?” Siwon mengangguk demi menjawab pertanyaan sang wanita. Sementara Donghae masih menatap bingung ke seluruh penjuru tempat, “Kalian akan mendaftar kesini bukan?”
Siwon mengangguk, “Aniyo!” sambar Donghae, tangannya dengan cepat mengapit lengan Siwon dan bersiap menyeret sang majikan keluar.
“Yaa lepaskan!” titah Siwon tegas, ditatapnya Donghae dengan sangat tajam membuat pria yang dua tahun lebih muda darinya itu menunduk takut.
“Kau yakin akan benar-benar masuk ke tempat ini?” tanya Donghae dengan suara berbisik, Siwon menatapnya datar, “Membuang uang hanya untuk masuk tempat jelek, aneh dan menakutkan seperti ini?” tanya Donghae sangsi.
‘Sing’
Hening. Siwon masih menatapnya datar seolah enggan memberi respon padanya, Donghae mengurucutkan bibirnya kesal, “Lihat gurunya saja tidak meyakinkan!” Donghae mencuri pandang, si wanita tua masih setia menunggu.
“Bukan urusanmu!” kata Siwon singkat.
“Urusanku tahu, aku ini manajermu, aku kan yang mengatur keuanganmu!” Donghae menahan langkah Siwon.
“Kau mengatur honorku, bukan uangku!” kata Siwon dengan nada menyindir. Pada akhirnya Donghae harus menuruti kemauan Siwon dengan ancaman gaji, mana mau ia kalau gajinya dipotong hanya karena menolak kemauan aktor ‘kesayangannya’ tapi yang membuatnya semakin kesal adalah Siwon memaksanya mengikuti kelas drama bersamanya, ditambah lagi harus menjadi murid si wanita kuno.
“Selamat tinggal keberuntungan, selamat datang penderitaan!” rutuknya.
–
Jaeyoon menghela napas kasar seraya berkacak pinggang, matanya nyalang menatap gedung didepannya, dengan langkah kasar gadis cantik itu masuk kedalam gedung tersebut bahkan mengacuhkan seorang pria yang memanggilnya.
“KIM HEECHUL!” pekiknya keras seraya membanting pintu sang atasan dengan sangat kencang, matanya menangkap sesuatu yang salah, seorang wanita sebayanya terlonjak kaget disofa yang biasa dipakainya dengan Heechul untuk mengobrol sembari meminum kopi panas, ditangan gadis itu terdapat sebuah buku yang sama sekali baru dilihatnya.
“Siapa kau?” tanya gadis itu dengan tatapan menantang membuat hati Jaeyoon semakin kesal.
“Harusnya aku yang bertanya seperti itu!” Jaeyoon menunjuk dirinya sendiri bangga.
“Aku datang kesini karena di ajak oleh Heechul-ssi tahu!” kata gadis itu menyombong.
“Boe?” Jaeyoon mendesah, dihampirinya gadis itu dengan langkah gusar dan lalu menatap gadis yang langsung berdiri itu dari ujung kaki hingga kepala, “Kau kekasihnya kah?” tanya Jaeyoon galak, tapi gadis didepannya dapat mendengar nada ketakutan dalam bicaranya itu. Maka gadis itu menggeleng kuat seraya menyilangkan kedua tangannya didada.
“Hyun- ah Jaeyoon, ku pikir kau tidak akan masuk!” kedua gadis itu segera menoleh ke sumber suara, “Hyunsik-ssi ini dia asisstant-ku Jung Jaeyoon!” kata Heechul menunjuk Jaeyoon dengan dagunya, Heechul lalu meletakan dua gelas kopi panas dimejanya, “Kenapa tidak kenalan?” heran Heechul.
“Dia siapa?” tanya Jaeyoon masih terus menatap Hyunsik.
“Bae Hyunsik, penulis baruku!” jawab Heechul dengan senyum bangga, terang saja senyumnya menular pada Hyunsik gadis itu dengan cepat menjulurkan tangannya untuk berkenalan ditambah senyum matahari yang membuatnya tampak hangat dan bersinar. “Ini untukku kan?” Jaeyoon menyambar segelas kopi panas tanpa mempedulikan Hyunsik, “Gomawo!” katanya lalu pergi meninggalkan Heechul dan Hyunsik.
“Tidak sopan!” senyum Hyunsik menguncup.
“Maaf ya, dia memang seperti itu kalau sedang kesal tapi sebenarnya hatinya sangat baik!” kata Heechul memberi pembelaan, mata Hyunsik membulat sempurna, “Ah ini untukmu!” Heechul menyodorkan segelas kopi panas demi mengalihkan topik pembicaraan, dalam hati ia merutuki dirinya sendiri karena terlalu asal berbicara dengan orang baru yang kelewat polos seperti Hyunsik.
“Panas!” seru Hyunsik ketika mencicipi kopi panasnya.
“Tiup dulu bodoh! Aku tinggal dulu, ada yang harus ku bicarakan dengan asisstantku!” Heechul dengan cepat melesat sebelum Hyunsik menanyainya macam-macam, benar saja sepeninggalan Heechul gadis itu bergumam tak jelas seraya menerka-nerka hubungan Heechul dan Jaeyoon, lebih-lebih tadi dia nyaris berkelahi dengan orang yang belum dikenalnya itu.
“Jaeyoon!” kepala Heechul menyembul diceruk pintu, didalam Jaeyoon tengah asik mendengarkan musik melalui headphonenya dengan suara yang sangat kencang, Heechul saja bisa mendengar suara musik yang tengah didengarnya, “Ish kebiasan buruk!” umpat Heechul.
Tangan kurus Heechul dengan mudahnya mengangkat headphone yang tengah dipakai Jaeyoon, gadis itu dengan cepat menutup kedua telingannya dengan tangannya seolah menolak mendengarkan perkataan Heechul, “Kupikir kau akan langsung keluar!” Heechul mendekat pada Jaeyoon, “Padahal aku sedang menunggu surat pengunduran dirimu lho!” sambungnya.
“Yaa! Apa kau bilang, kau mau menggantiku dengan gadis itu ya?” marah Jaeyoon.
“Kalau kau tidak datang juga hari ini, mungkin iya, tapi bukan dengannya karena dia itu kan penulis!” goda Heechul, “Aneh sekali ya, harusnya kan aku yang marah padamu karena masalah kemarin!” kedua mata Heechul berbenturan dengan mata Jaeyoon.
“Kau akan memecatku?” tanya Jaeyoon takut-takut.
TBC
a/n Mian Saya ngubah singkatan SJM ^^V kesannya maksa lagi wkwkwkwk… silahkan kritik untuk kemajuan Saya ^^




shilla_park
/ August 2, 2011wohoo…
siwon aktor yg aneh tp mempesona
kayanya ada persaingan terselubung (?) ni antara kibum siwon..
ah apapun itu tetep keren..
lnajutannya jgn lama2 ya.. *maksa*
Ocha
/ August 3, 2011Penasaran deh sama lanjutannya
Cara author nyeritainnya enak
Bikin pengen baca terus
Lanjut
cloud3424
/ August 4, 2011Katakatanya enaaaak, jadi nyaman bacanyaa. Tapi ditengah batreku abis. Jadi.. Aku save + ninggalin jejak dulu yaa
nanti kalo udah kucharge baru baca + komen lagii haha #maklumkecepatanbacakurendah hehe ^^
cloud3424
/ August 4, 2011Berhubung aku lagi illfeel sama Siwon garagara photo teaser 5jib, jadi aku ke tokoh lain aja yaa, hahaha :p Sukaaa deh sama Junji, imut imut gituuu kkkkk~ :3 terus sama Heechul, kocak dia di sini wkakaka.
Ohiya author (maaf ya aku panggilnya author aja ._.), karna tokohnya lumayan banyak, aku sedikit kurang ngeh setiap pergantian posisi atau tokoh. Misalnya pas Jaeyoon ke Hyunsik bagian awal-awal itu sama ada beberapa yang lain. Menurutku #hanyausul di kasih tanda “-” atau apa gitu. Ada beberapa yang emang udah ada tandanya, tapi ada juga yang belom dan itu membuatku sedikit bingung ._.a hahaha ga penting banget, ya? Wkwk mianhae, ini emang dasar aku yang lola. Mungkin yang lain ngerti dengan cepat. Cuma usul aja sih, ga juga gapapa
Tapi overall seru. Aku sukaaa ceritanya tentang pekerjaan keartisan gitu… Katakatanya keren dan simple /nyanyi Mr. Simple/ jadi enak bacanya. aku tunggu next partnya yaaaa
btw aku belom baca part sebelumnya loh hehe ._.v /buruburu baca part 1/
cello13
/ August 5, 2011hyaaaaaaa aku jadi bayangin killer smilenya kibum oppa pas ada cast kibum lg senyum senyum kyaakyaaa >,< neomu bogoshippo kibum oppaa T.T
Uwoohh aku jg suka banget ama filosofi pinokio, pass banget aja ama sikonnya hehe
Critanya udah enak bgt chingu, alurnya mulus, tapi bener kata cloud3424 *tunjuk k atas* kalo untuk perpindahan castnya bisa dikasi keterangan apa gitu biar ga terlalu bingung bacanya
Nice FF, next part ditunggu ya, penasaran jaeyoo beneran dipecat ato ga eheheh xp
Hwaitiingg!! ^^
cello13
/ August 5, 2011jaeyoon i mean eheheh .__.v
Choi Hyun Soo
/ August 12, 2011seru, seru !!, ngk sbar bca lnjutan’a nih ^^
Shin Rayeo
/ September 1, 2011ada 2 bagian yang aku suka di sini:
- Junji nimpa tubuh Teru terus mereka ngeluh tentang nasib mereka
- filosofi nama yang digunakan untuk tempat kelas drama
hwaiting chingudeul!