[FF Of The Week] “Kyuhyun: They’re my girls”

Siapa yang tak kenal Cho Kyuhyun? Sebut saja namanya dan semua orang akan mengetahuinya. Dia kaya- ya dia masuk 100 orang paling kaya di dunia versi Forbes magazine-, Dia pintar- mana mungkin dia bisa mengelola ratusan hotel milik keluarganya yang tersebar di hampir seluruh kota di setiap Negara di seluruh dunia jika dia tidak pintar?-, Dia tampan- bisa ditilik dari setiap garis wajahnya yang sempurna, hidungnya mancung,bibirnya yang tebal & sexy dan mata coklatnya yang indah-, Dia idaman setiap yeoja diluar sana- lihat saja, dia kaya, tampan dan pintar. Apa yang kurang?-, Dia…… SEMPURNA! Mempunyai seorang yeoja chingu, seorang yeojachingu yang tak kalah sempurna darinya. Semua orang mengatakan bahwa Kyu sangat beruntung mendapatkan Lee Yoomin, nama yeojachingunya itu, dan begitu pula sebaliknya. Yoomin adalah seorang talented model, dengan wajahnya yang luar biasa cantik, perfect ‘S’ line yang dipunyainya, rambut panjang-bergelombang yang tergerai indah alami, dan karirnya yang tentu saja sudah go international membuat yeoja manapun bahkan yang merupakan model sekalipun, iri padanya dan membuat setiap namja yang melihatnya meneguk ludah mereka dan akan menjadi iri setengah mati pada Kyu. Mereka berdua merupakan “The Hottest Couple of the Years” versi majalah Vogue Korea pada tahun 2008. Mereka sudah berpacaran lebih dari 3 tahun dan tak ada kabar buruk mengenai mereka.

Yoomin POV
Aku menutup pintu mobilku dan menguncinya lalu berjalan memasuki sebuah gedung perkantoran yang besar. Saat aku masuk, suasana didalam sudah lumayan sepi, tentu saja karena sekarang sudah jam 10 malam. Setelah melewati 2 orang satpam yang mengenaliku sebagai yeojachingu pemilik gedung ini, aku segera berjalan masuk dan masuk kedalam sebuah lift yang sudah terbuka, memencet angka 20 dari antara banyak tombol disana. TING! Pintu lift terbuka dan aku berjalan keluar.
“ah Yoomin ahgassi silahkan masuk, Tuan Kyuhyun sudah menunggu didalam” kata seorang satpam penjaga didepan dengan ramah. Aku tersenyum melihatnya
“gomawo ahjussi” aku berjalan melewatinya dan langsung menuju kesebuah ruangan, membuka pintu dan menemukan seorang namja dengan kaca mata minus tanpa bingkainya itu sedang sibuk dengan kertas-kertasnya.
“kau sudah datang chagi” katanya tanpa melihatku
“hey Kyukyu, sepertinya kertas-kertas itu sangat menarik ya sampai kau tak mau melihatku” aku tertawa kecil dan dia mengalihkan pandangannya kearahku
“jealous?” lalu dia tertawa dan aku memutar bola mataku, menghampirinya dan memberikan sebuah kecupan singkat di pipinya yang sedikit chubby itu
“kenapa kau kemari? Semestinya kau langsung pulang saja duluan” dia memainkan jari-jarinya di rambutku
“cih kau berkata seakan-akan kau bosan melihatku” aku berpura-pura cemberut
“aniyo, tapi kau kan pasti lelah” sekarang dia memegang pipiku dengan lembut
“aku bisa beristirahat di sofa” aku berjalan menuju sofa, melepaskan sepatu boot coklat panjangku dan merebahkan diriku di sofa
“aigoo, ini nyaman sekali” aku memejamkan mataku
“tidurlah dulu, aku akan menyelesaikan ini sebentar lagi dan kita akan pulang” katanya
“hmm.. terserah kau” jawabku. Beberapa saat kemudian tiba-tiba aku mendengar Kyu yang sedang bergumam sendiri di telepon
“wae chagi?” aku bertanya
“sepertinya sekertarisku sudah pulang, aku ingin kopi. Ah, aku akan membuatnya dulu” ia berjalan bangun dan aku menahannya
“biar aku saja yang buat, kau lanjutkan saja pekerjaanmu” aku membuka mataku dan bangun
“kwenchana, tidurlah saja” ia tetap memaksa
“kalau kau melarangku, aku berjanji kau tidak akan pernah merasakan kopi buatanku lagi” ancamku dan dia tersenyum kecil
“gomawo baby” dia kembali duduk dan aku berjalan keluar dengan telanjang kaki menuju pantry yang terletak persis di sebelah ruangan milik Kyu. Aku mengambil cangkir dan menuangkan beberapa sendok kopi. Tiba-tiba terlintas sebuah ide di benakku. Setelah selesai aku menaruh kopi itu di mejanya dan menunggu reaksinya setelah dia meminum itu
“ekkh, kenapa pahit sekali? Kau lupa memasukkan gula ya?” dia mengeryitkan dahinya. Aku menggeleng dan kemudian berlutut didepan mejanya, menghadapnya. Menopang daguku dengan kedua tanganku di mejaku dan tersenyum
“sekarang minumlah dan tatap aku” kataku. Dia menatapku lama dan kemudian dia menaikkan kedua alisnya
“arraseo” dia meminum kopinya sambil menatapku lalu tersenyum
“kurasa kopi ini terlalu manis sekarang” katanya dan aku tertawa lalu bangkit dari posisiku. Kini aku duduk di pangkuannya dan menyandarkan kepalaku di dadanya yang bidang, dia melingkarkan tangannya di perutku dan menyandarkan dagunya di puncak kepalaku
“Ming-ah..” panggilnya. Ya, Ming merupakan panggilang kesayangannya untukku. Hanya dia yang boleh memanggilku begitu.
“chagi, apa kau sudah selesai dengan pekerjaanmu?” tanyaku
“sedikit lagi, apa kau lelah?” kini tangannya bermain di rambutku. Aku mengangguk. Dia lalu menyuruhku untuk memutar badanku dan kini aku duduk dipangkuannya dengan posisi menghadapnya, tidak sulit karena aku memakai celana. Tangan kangannya memegang tengkukku dan kaki kirinya memegang pipiku. Perlahan ia mendaratkan bibirnya yang tebal dan lembut itu di bibir mungilku. Menciumku dengan lembut. Aku pun membalas ciumannya itu dan kami berdua terlarut dalam passionate kiss yang cukup lama. Aku menaruh tangan kananku di rambut hitamnya yang sudah mulai memanjang (jaman sorry sorry xD) dan tangan kiriku di dadanya yang bidang. Kami melepaskan diri karena butuh udara. Kami sedikit terengah-engah dan saling tersenyum satu sama lain.
“ah rambutmu berantakan” aku menyisir rambutnya dengan tanganku dan membetulkan poninya juga
“Ming-ah”
“hm..” aku masih sibuk dengan rambutnya tapi aku tau kalau ia sedang menatapku
“berjanjilah jangan pernah meninggalkanku, arraseo?” tiba-tiba aku berhenti dan menatapnya tepat di bola matanya yang selalu membuatku tenggelam dalam tatapannya itu
“apakah ada alasan untuk aku harus meninggalkanmu?” tanyaku
“molla. Siapa tahu kau nanti kepincut dengan namja lain yang lebih baik dariku atau malah bosan denganku…” dia menggantung kata-katanya
“kenapa kau berpikir seperti itu?” tanyaku lagi. Sikapnya sedikit aneh sekarang.
“yah karena pekerjaanmu, pergaulanmu, kau pasti bertemu namja kan? Siapa tau namja itu lebih tampan dariku, atau lebih kaya dariku, atau bahkan lebih pintar…” dia menjawab dan aku menghela napas
“aku tidak butuh namja yang SEMPURNA dalam segala hal, aku hanya butuh kau, Cho Kyuhyun” kulihat akhirnya dia tersenyum dan memelukku sebentar
“promise?” dia mengeluarkan jari kelingkingnya dan aku mengaitkannya dengan kelingkingku
“promise!” jawabku tegas
“arraseo, ayo kita pulang!” dia menarik tanganku dan aku menahannya
“katanya tadi masih ada pekerjaan?”
“besok saja, aku tidak mood kerja lagi. kajja” aku memakai bootku dan berjalan disampingnya.

Kyuhyun POV
Aku menggandeng tangan mungilnya dan tersenyum menatapnya. Dengan hanya menatapnya saja, aku bisa semakin jatuh cinta kepadanya.
“ayo pulang” ajakku menuju mobilku
“aku bawa mobil Kyu” katanya dan aku memanggil asistenku, Leeteuk, lalu mengambil kunci mobilnya dan menyerahkannya kepada Leeteuk
“bawa mobilnya” dia membungkuk dan berjalan menuju mobil Ming. Tanpa basa-basi lagi dia duduk dikursi penumpang dan aku tancap gas sampai di penthouse kami. Kami memang tinggal berdua di penthouse yang dulunya milikku ini. Dulu Ming tinggal di sebuah apartment bersama managernya sebelum bertemu denganku, dan kemudian aku memintanya untuk tinggal denganku.
“aku lelah sekali. astaga! Besok pagi aku masih ada pemotretan untuk W magazine” katanya sambil mengecek jadwalnya di ipadnya
“sudah, pulang langsung istirahat dan tidur ya” aku mengusap kepalanya dan TING! Pintu lift terbuka. Hanya terdapat satu pintu didepan lift, dan itu adalah pintu penthouse kami. Segera aku menempelkan ibu jariku kesebuah alat didepan pintu dan otomatis pintu terbuka. Kami berdua mengganti sepatu kami dengan sandal dalam rumah.
“kau mandilah dulu, akan kusiapkan handuk dan piyamamu” kataku dan dia mengangguk. Setelah dia selesai mandi dan berganti baju, dia segera merebahkan dirinya di ranjang king size kami.
“sekarang kau yang mandi” dia mengingatkanku
“arraseo, tidurlah dulu” kataku sebelum masuk kedalam kamar mandi. Setelah mandi aku berbaring disebelah Ming yang sudah terlelap. Aku kembali bangun dan duduk disebelah kakinya, memijatnya perlahan supaya tidak membangunkannya. ‘pasti dia lelah memakai sepatu boot coklat panjang berhak 5cm itu seharian’ pikirku. Ketika aku sudah selesai, aku kembali berbaring disampingnya. Menariknya kedekapanku.
“saranghae” bisikku dan memeluknya sampai pagi.
Besok paginya aku merasa Ming sudah tidak ada didekapanku lagi. Aku membuka mataku dan melihatnya yang sedang berdandan didepan meja rias.
“morning chagiya” sapanya sembari memoleskan lipstick berwarna pink ke bibirnya yang berbentuk ‘love’ itu
“morning baby. Pagi sekali kau perginya” aku melirik kearah jam meja disampingku dan jarum pendeknya menunjukkan pukul 7.00. kulihat pagi ini dia memakai sebuah kemeja casual berwarna putih dengan dalaman berwarna hitam dan celana jeans 7/8 dipadu dengan scarf berwarna abu-abu yang melingkar manis di lehernya dan tak lupa sepatu flat coklat tuanya yang sewarna dengan tas jinjing luis vuitton yang dipakainya.
“pemotretan mulai jam 9 tapi kan aku harus berganti baju, make up dan lain-lain” aku mebuat ‘o’ dimulutku
“mau kuantar?” tawarku
“tidak usah, Jinji onnie akan menjemputku sebentar lagi” aku mengangguk dan kembali tidur. Jinji onnie adalah managernya yang dulu tinggal dengannya.
“mau kujemput nanti?” tawarku lagi
“boleh, jemput aku jam 8 malam ya” jawabnya
“dimana?”
“di Studio 13”
“oh arraseo”
“aku pergi dulu ya, Jinji onnie sudah diparkiran” dia menghampiriku dan mengecup bibirku kilat
“have a good day Ming” aku melambaikan tanganku dengan lemas dan beberapa detik kemudian terdengar bunyi pintu yang tertutup. Aku menarik selimutku dan kembali tidur.

Yoomin POV
“Jinji onnie” aku masuk kedalam mobil Honda hitamnya
“halo”
“maaf onnie membuatmu menunggu”
“santai saja Min-ah” setelah itu kami langsung melesat menju studio 13, tempat aku akan melaksanakan pemotretanku kali ini. Ketika sampai aku bertemu denganpara staff dan saling bertukar salam. Jinji onnie lalu menarikku ke sebuah ruangan
“ayo cepat kau ganti dengan baju ini” Jinji onnie menyodorkan sebuah mini dress bertali spageti berwarna soft pink berbahan satin dengan beberapa renda bersusun di bagian bawahnya. Dibagian bawah dadanya terdapat sebuah garis coklat. Belahan dada dress itu berbentuk ‘V.’ Cantik.
“arraseo onnie” aku segera menuju ke pojok ruangan dan mengganti bajuku. Baju itu sangat bagus jatuhnya di tubuhku. Bukan sombong atau apa, tapi memang hampir setiap baju yang aku pakai selalu tampak bagus di tubuhku
“neomu yeppo” puji Jinji onnie dan aku hanya tersenyum. Jinji onnie mulai memakaikan makeup yang sepadan dengan dress yang kupakai. Hari ini aku akan melakukan pemotretan untuk “Summer Icon” dari W magazine. Pemotretan hari ini melelahkan karena aku akan mengisi hampir setiap halaman di majalah W magz edisi Summer nanti, sehingga aku harus bolak-bolak berganti baju, menghapus makeup dan menggantinya dengan warna yang sepadan dengan warna baju yang kuganti. Berpose dengan banyak gaya dan dengan background yang berbeda-beda.
“last corner! Ganti bajunya dan makeup! Cepat cepat” kata pengarah pemotretan.
“apakah kau lelah Min-ah? Minumlah ini dulu” Jinji onnie menyodorkan sebuah kopi kaleng. Aku tersenyum dan mengambilnya. Lumayan membantu karena aku memang membuthkan suntikan gula untuk mengembalikan energiku
“gomawo onnie, ya lelah tapi mau bagaimana?” kami berdua tertawa kecil dan pemotretan dilanjutkan lagi, kali ini dengan 2 namja disamping kiri dan kananku. Namja disebelah kananku merangkulku dan namja disebelah kiriku memegang wajahku untuk menatapnya dan Cekrek! Pengambilan gambar dimulai. Sekarang gaya kedua, pria di sebelah kananku keluar dan tinggal aku dan si namja sebelha kiriku. Aku mengenali pria pertama sebagai Kim Junwoo, seorang model juga yang lebih aktif di jepang daripada disini.
“sekarang coba Junwoo, kau dekatkan bibirmu dengan bibirnya. Jangan kena! Buatlah jarak 1cm. arraseo?” kata pengarah pemotretan kali ini. Aku merasa jantungku berdegup, ‘mengapa ada adegan seperti ini?’ pikirku. Aku melirik Jinji onnie dan dia mengangkat bahunya. Junwoo mendekatkan wajahnya dan reflek aku mundur selangkah, pikiranku penuh dengan Kyu. Aku takut jika dia nanti salah paham melihat foto ini nantinya.
“ah mianhae” ucapku kembali ke posisiku semula
“kwenchana, tenang saja aku tidak akan menyentuhmu sedikitpun” ucapnya dan aku menunduk tersenyum. Dia kembali mendekatkan wajahnya dan aku menutup mataku dan blitz blitz dari kamera kembali menerjangku beberapa kali
“OKE! Selesai untuk hari ini. Terima kasih semuanya” teriak di pengarah pemotretan kepada semuanya. Aku menghela napas dan pandanganku beralih ke pintu masuk studio ini, dan aku menemukan sesosok pria yang baru saja kupikirkan. Kyuhyun. Aku mengampirinya dengan sedikit gugup
“kau sudah sampai?”
“hmm..” aku merasa pasti dia melihat adeganku tadi dengan Junwoo
“aku ganti baju dulu ya, kau tunggu disini” aku berjalan meninggalkannya menuju ruangan ganti.

Kyuhyun POV
Aku melihat jamku, sudah jam 8.10
“ah apa Ming sudah menungguku ya?” gumamku. aku mempercepat jalanku dan bertanya kepada seorang resepsionis dimana letak tempat pemotretan Wmagz. Setelah dia memberitahuku, aku segera menuju kesana. Dan ketika aku masuk, aku melihat sebuah pemandangan yang sukses membuatku nafasku memburu, jantungku berdetak cepat menahan amarah dan aku mengepalkan kedua tanganku untuk menahan emosiku. Setelah itu semuanya selesai dan aku memejamkan mataku sebentar dan ketika aku melihat kesana lagi, Ming melihatku dan menghampiriku
“kau sudah sampai?” tanyanya sedikit gugup
“hmm..” jawabku
“aku ganti baju dulu ya, kau tunggu disini” dia berjalan meninggalkanku menuju ke sebuah ruangan. Beberapa saat setelah Ming lewat, namja yang kukenali sebagai namja yang tadi ‘mencium’ Ming lewat. Aku ingin sekali meninju mukanya tapi kutahan karena banyak orang disini. Lagipula aku harus menjaga imageku sebagai namja yang baik. Ming pun datang dan menggandeng tanganku, mengajakku pulang. Aku menepis tangannya dengan halus dan memasukkan kedua tanganku kedalam kantung celanaku. Dia hanya diam dan berjalan disampingku
“mian Kyu. Aku benar-benar tidak tahu kalau akan berpose seperti itu” dia memainkan jarinya. Itu tanda kalau dia sedang gugup.
“kenapa kau tidak menolaknya?” jawabku dingin
“ini pekerjaanku Kyu. Aku harus bersikap profesional” dia member alasan
“kau modelnya! Kau bisa menolak kalau kau mau, berposelah yang seksi. Tidak apa-apa asal jangan seperti tadi!” aku meledak. Mengeluarkan emosiku. Aku tahu aku sedikit berlebihan menanggapi ini tapi entah kenapa akhir-akhir ini aku menjadi sensitive melihat Ming yang bekerja dengan banyak model-model namja. Aku takut… aku takut kalau dia akan meninggalkanku dengan salah satu dari model namja itu.
“Kyu! Kenapa kau tidak bisa mengerti sih?! Kukira kita sudah mengucapkan janji kemarin. Kau tidak percaya padaku? Toh kami tidak sampai berciuman!” kini gantian dia yang marah. Sedikit menaikkan intonasi suaranya.
“ya, kalian berciuman!” aku sedikit membentaknya
“tidak!” balasnya
Aku tak menggubrisnya dan masuk kedalam mobil, diapun mengikutiku dan aku segera tancap gas dari situ. Sampai di penthouse, aku tidak mengucapkan apapun. Kulihat ada penyesalan di mukanya
“mianhae Kyu, kau benar. Aku minta maaf” aku ingin sekali langsung berkata ‘kwenchana’ dan memeluknya tapi entah kenapa egoku terlalu besar untuk melakukan itu. Aku hanya diam.
Dan disinilah kami, aku tidur memunggunginya (secara sengaja). Hal yang tidak pernah kulakukan sebelumnya.
“Kyu, mianhae. Aku salah, mianhae” dia memelukku dari belakang tapi aku melepaskan tangannya lagi. Dia akhirnya menyerah dan tidur disampingku.
Hampir selama 3 hari, kami saling mendiamkan. Kurasa aku yang salah kali ini, mengapa aku tidak memaafkannya saja dari kemarin sehingga keadaan tidak akan menjadi separah ini. Kudengar ada sesuatu yang berbunyi dari meja dapur
Press the reset
Press press the reset
I’m looking at you
Only you
Press the reset
Press press the reset
You, I can’t forget you
Press the reset
Press press the reset
How am I to let go of the person who’s standing in front of me
Press the reset
Press press the reset
Kudengarkan lagu itu dengan seksama. Ya andai saja aku bisa me’reset’ dan mengulang semuanya. Sepertinya aku yang menyesal sekarang.
Ming berlari kecil menuju dapur dan mengangkat teleponnya
“yoboseyo? Jinji onnie?…. ah ne, jam berapa?… arraseo arraseo… oke, see ya onnie” dia menutup hpnya dan menatapku. Aku kembali sibuk mengolesi rotiku dan dia berjalan menuju ruang tamu.
“aku berangkat” aku berpamitan dan menunggu reaksinya. Tidak ada. Ah, rasanya hampa tanpa morning kiss yang biasa ia lakukan. Ini semua seperti NERAKA! Baru 3 hari saja aku benar-benar tersiksa! Terpaksa kulangkah kakiku meninggalkan penthouse kami dan berangkat bekerja.
Pikiranku tidak tenang walaupun banyak pekerjaan yang menumpuk didepanku. Akhirnya aku memutuskan menelpon ke rumah tapi tak ada yang mengangkat, sepertinya Ming sudah berangkat.
“ah Kyu pabo!! Mengapa kau tidak Tanya dimana dia bekerja hari ini?” aku memaki diriku sendiri. Aku mendial nomornya tapi tak diangkat, begitu pula dengan Jinji noona. Aku setengah membanting hpku dan berusaha focus dengan pekerjaanku dulu.

Yoomin POV
Hari ini aku akan melakukan pemotretan di 3 tempat sekaligus untuk Vogue magz. Aku akan pulang larut sepertinya, mengingat jarak satu tempat dengan tempat yang lain terbilang cukup jauh. Aku melihat hpku dan melihat 5 miss called dari Kyu dan 10 new message. Aku hanya membukanya tanpa berminat membacanya. Aku masih kesal dengannya. Bagaimana dia bisa se childish itu membesar-besarkan masalah sepele, aku tau mungkin ia cemburu tapi tidak perlu berlebihan seperti itu kan? Toh, aku tidak merasa mencium namja itu. Akhirnya setelah hampir seharian aku pergi, pemotretan di tempat terakhir. Taman Yonghan. Jam sudah menunjukkan pukul 22.30 dan aku benar-benar sudah lelah. Tapi aku berusaha semaksimal mungkin melakukan pemotretan ini agar cepat selesai dan akhirnya semuanya selesai, kami akan kembali ke Studio 13 untuk mengambil barang-barang kami, bersiap-siap dan membereskan segalanya sebelum pulang
“onnie, bisakah nanti kau pesankan taksi untukku?” tanyaku ketika kami dalam perjalanan kembali menuju studio 13 dengan mobilnya
“lho, Kyuhyun-ssi tidak menjemputmu?” tanyanya, aku menggeleng
“wae? Kalian bertengkarkah?”
“a..aniya.. sepertinya dia lembur malam ini. Aku tidak ingin mengganggunya” aku memberi alasan
“baiklah kalau begitu aku yang akan mengantarmu pulang”
“tidak usah onnie, rumah kita berlawanan arah. Aku naik taksi saja” aku tetap bertahan dengan keinginanku. Aku benar-benar tidak enak dengan Jinji onnie jika dia harus mengantarku.
“tidak! Aku akan mengantarmu, kau tau Kyuhyun-ssi bisa membunuhku kalau tau yeojachingunya yang tercinta ini naik taksi larut malam begini” dia tertawa dan aku hanya tertawa kecil menanggapinya.
“gomawo onnie” akhirnya setelah 20 menit perjalanan, kami sampai. Aku mengganti bajuku dan membereskan barang-barangku. Sempat terpikirku untuk menghubungi Kyuhyun. Aku meraih hpku yang ku silent dan kutaruh didalam tasku sepanjang hari dan melihat 76 miss called dan 55 new message. Apa dia mengkhawatirkanku?

Kyuhyun POV
Aku menelponnya hampir setiap menit dan jam tapi dia tak mengangkatnya. Aku menghubungi Jinji onnie dan sepertinya dia mematikan hpnya. Aku benar-benar panic dan cemas. Sekarang sudah jam 7 malam dan aku sudah menghubungi hampir semua nomor temannya yang kupunya tapi tak ada yang tahu dia ada dimana. Aku menggigit jariku sampai memerah, pikiranku mulai melayang yang aneh-aneh, bagaimana kalau ternyata dia diculik, diperkosa lalu dibunuh? Dan mayatnya dibuang ke laut? Astaga!!!! Aku bersumpah akan langsung membunuh diriku sendiri kalau itu terjadi padanya. Lee Yoonmi, astaga dimana dirimu?!
TIK! TIK! TIK! Jamku berdetik 3x, sudah jam 9 malam dan aku merasa bisa mati karena cemas kapan saja karena belum tahu keberadaanya. Aku sudah menghubungi studio 13 dan menanyakan apakah ada pemotretan untuk majalah apapun hari ini disana, tapi resepsionis itu mengatakan tidak ada. Aku menyuruh anak buahku untuk mengecek keliling Seoul dan aku akan mencarinya juga. Tiba-tiba hpku berbunyi dan aku langsung mengangkatnya
“yoboseyo?” kataku bersemangat
“Kyuhyun-ssi? Tadi kau menelponku? Mianhae aku mematikan teleponku daritadi pagi. Apa kau mencari Yoomin?”
“ah noona! Astaga, iya aku mencarinya. Dimana dia? Apa dia bersamamu? Kalian dimana?” tanyaku bertubi-tubi
“apa dia tidak memberitahumu? Hari ini kami ada photoshoot di 3 tempat dan sekarang kami baru kembali ke studio 13 untuk mengambil barang-barang kami. Yoomin ada, sedang ganti baju” aku menghela napas lega
“noona aku akan segera kesana. Gomawo noona, jongmal” aku sampai membungkukkan badanku
“cheonma Kyuhyun-ssi. Arraseo, aku dan Yoonmi menunggumu ya” klik! Kami berdua memutuskan telepon. Aku segera menghubingi Leeteuk, asisten terpercayaku.
“berhenti mencarinya. Aku sudah menemukannya” aku segera menyambar jasku dan berlari menuju mobilku dan segera tancap gas menuju studio 13, tak sampai 5 menit aku sampai. Banyak orang yang baru keluar dari gedung itu dan aku langsung naik menuju lantai 5.
“noona” aku melihat seseorang yang sedang sibuk dengan hpnya yang kukenali sebagai Jinji noona
“ah Kyuhyun-ssi kau sudah sampai?”
“dimana dia noona?”
“sedang mencuci muka di kamar mandi. Aku pulang dulu ya Kyuhyun-ssi” pamitnya
“ne noona, gomawoyo”
“oh iya, ini ada sebagian hasil dari pemotretan kemarin. Tolong berikan ke Yoomin ya” ia menyerahlan sebuah map coklat
“arraseo noona” dia berjalan dan kini aku mulai membuka map itu. Melihat-lihat isinya dan aku melihat foto itu. Foto yang membuat aku menjadi…. SALAH PAHAM?! Jaraknya dengan namja itu bahkan kutafsir lebih dari 1cm! jauh! Ottokhae, aku sudah menuduhnya mencium namja itu!
“sedang apa kau disini?” sebuah suara mengagetkanku. Suara manis itu
“Ming-ah” aku menghampirinya dan memegang foto-foto itu dengan sebelah tanganku
“mwo? Apa maumu? Kemana Jinji onnie? Aish, dia pasti meninggalkanku! Akan kutelpon taksi” dia mulai memegang hpnya dan aku mencegahnya
“mianhae, I’m sorry, sumimasen, mi dispiace” aku mengucpakan beberapa bahasa yang berarti satu kata=maaf. aku memegang tangannya dan dia membuang pandangannya kesamping
“aku salah paham. Aku pikir kalian… kalian berciuman, tapi ternyata tidak. Aku salah, maaf. Jebal maafkan aku” dia masih tak bergeming
“kau mau melakukan apa padaku? Kau mau menamparku? memukulku? Pukul aku jika itu bisa membuatmu memaafkanku. Kumohon, maafkan aku” pintaku. Aku benar-benar harus menyelesaikannya malam ini juga. Dia kini menatapku, terlihat matanya yang berkaca-kaca. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dan tubuhnya sedikit terguncang.
“Ming-ah jangan menangis. Mianhae jongmal mianhae. Jebal uljima..” aku benci melihatnya menangis. Hatiku sakit saat melihatnya menangis. Aku memeluknya perlahan dan dia membalas pelukanku, akhirnya aku mengeratkan pelukanku padanya membiarkan ia tenang di dekapanku. Aku tersenyum ‘kini semuanya telah baik-baik saja’ aku berpikir. Aku menghujaninya dengan ciuman di puncak kepalanya
“I’m sorry Ming” dia mengangguk dan melepaskan pelukannya.
“bisa kita pulang sekarang? Aku lelah sekali” dia menyeka air matanya. Aku lalu menggendongnya bridal style dan dia menyenderkan kepalanya di dadaku lalu segera pulang.
“tidurlah chagi” aku membaringkannya di ranjang kami ketika kami sampai di penthouse. Aku menyelimutinya dan berbaring disebelahnya
“good night” dia menggeliat di pelukanku dan aku pun terlelap.

2 Bulan Kemudian…….

Author POV
Semua berjalan baik-baik saja. Ming dan Kyuhyun sudah berbaikan 2 bulan yang lalu dan semua berjalan seperti biasa. Sudah 2 minggu terakhir ini Ming mengadakan photoshoot di Jepang, dan disitu pula Kyu setia menemani. Kyu takut kejadian 2 bulan yang lalu akan terulang sehingga dia lebih memilih ikut dan menyerahkan control ‘Cho Hotel’ kepada Leeteuk. Ya, mereka seperti pasangan yang sedang honeymoon walaupun mereka berdua belum menikah. Ketika tidak ada jadwal, maka mereka berdua akan pergi mengelilingi Jepang. Mulai dari shibuya, harajuku, fukushima, Nagasaki, Hiroshima, dll. Berbelanja banyak sekali.
Tapi liburan itu cepat sekali berlalu. Kyu kembali bekerja seperti biasa dan Ming mendapat cuti selama 3 hari setelah pulang dari jepang.

Kyuhyun POV
Aku sedang bekerja ketika tiba-tiba seseorang membuka pintuku secara tiba-tiba, aku hampir saja marah tetapi ketika melihat siapa yang datang, aku langsung menghela napas
“Lee Yoonmi, bisakah kau tidak mengagetkanku? Kalau aku kena serangan jantung bagaimana?”
“hahaha mianhae Kyu”
“apa yang kau lakukan malam-malam begini? Kupikir kau sedang menikmati liburanmu dirumah. Sebentar lagi juga aku pulang” aku kembali sibuk lagi. Menandatangani proposal A, B, C.
“I’m miss you” katanya dan aku melihatnya dengan tatapan heran
“kau sakitkah? Kita baru saja bertemu tadi pagi”
“memang tidak boleh?” dia cemberut. Ah lucu sekali! Jangan ada yang berharap bisa melihat Mingku seperti ini selain aku
“miss you too beb” aku memegang tangannya dan dia tersenyum lalu membantuku membereskan kertas-kertas yang berceceran di mejaku
“apa ini? ‘One day with the Bless of God’?” aku mengangguk
“dalam rangka children day. Tapi aku rasa aku tidak mau ikut”
“waeyo?” tanyanya
“kau kan tau aku tidak suka anak kecil”
“hahaha Kyu, anak kecil tidak selalu menangis dan berteriak-teriak tau” ujarnya
“I don’t care. They’re annoying” aku mengingat 1 tahun lalu, ketika ada children day juga dan aku terperangkap di sebuah panti asuhan khusus bayi dan balita-balita yatim piatu. Astaga rasanya mereka semua merangkak ke kakiku dan memintaku menggendong mereka, tapi ketika aku sudah menggendong salah satu balita, dia terus-terusan menangis dan berteriak melengking lalu muntah di jas dan kemejaku. Dan salah satu balita yang kugendong itu tidak mau melepaskan tangannya di dari rambutku. Ya, setelah dia muntah dibajuku, dia menjambakku! Kalau dia sudah besar, pasti sudah kutonjok dia. Sebelum kesabaranku habis akhirnya ibu panti itu mengambilnya dengan paksa dari gendonganku dan aku tersenyum kecut. Memikirkannya lagi membuatku merinding
“bagaimanapun juga kau harus menyingkirkan presepsi burukmu itu Kyu. Memangnya nanti kau tidak mau mempunyai anak?” tanyanya dan aku menggeleng cepat
“kita tidak perlu punya anak, Ming-ah. Biar saja kita hidup berdua sampai tua nanti” usulku dan dia menatapku seerti ‘are you sure?’ dan aku membalas tatapannya ‘ofcourse!’
“lagipula, apakah kau tau kalau kebanyakan model tidak suka hamil dan punya anak? Tubuhmu akan melar nanti”
“ani, maksudku, memangnya aku mau menikah dan hidup denganmu?” DEG! dia tiba-tiba mengatakan sesuatu yang kuartikan seperti “hey Kyu, kiamat akan datang besok!”
“Ming…” aku menatapnya tidak percaya dan dia tertawa terbahak-bahak
“kau saja belum mem proposeku Kyu” dia melanjutkan tertawanya lagi dan aku memijit-mijit keningku. Dia terlalu banyak membuat kejutan untukku hari ini.
“tapi bagaimana kalau ternyata secara tidak sengaja, aku nanti hamil dan kita punya anak?” dia bertanya lagi dan wajahnya berubah menjadi serius. Aku menimbang-nimbang untuk menjawab
“bagaimana kalau nanti dia kita titipkan saja di rumah ommaku atau ommamu. Atau kalau tidak, kita bisa menitipkannya di panti asuhan. Tapi aku… Ming?” kulihat mukanya gelisah.
“Ming kau kenapa?” aku menghampirinya
“ah aniya, aku pulang duluan ya Kyu” dia mengambil tasnya dan aku menahannya
“kita pulang bersama. Aku sudah selesai juga kok. Kau bawa mobil?” tanyaku dan dia mengangguk
“mana kuncinya? Kau pulang denganku saja” dia menyerahkan kuncinya dan menyerahkannya lagi kepada Leeteuk. Di mobil aku melihatnya yang terus saja melihat keluar jendela
“ada apa Ming? Kau gelisah sekali” aku membuka percakapan
“kwenchana, mungkin aku tidak enak badan” dia memijat tengkuknya
“kau sakit? Ayo kita ke rumah sakit saja” ajakku
“ah, andwae! Tidak usah, aku cukup tidur saja Kyu” dia mencegahku dengan sikap yang sedikit… berlebihan?
“arraseo” setelah sampai di penthouse dia segera tidur setelah mandi. Aku mengelus rambutnya dan menciumnya, mencium aroma lavender dari shampoo yang dipakainya. Aku menyanyikan satu lagu untuknya…

Baby I just want to love you
You open up my heart… So I
I know and I believe in love at first sight.
When I open my eyes in the morning I can feel
the kiss that left me in last night’s dream.
That feeling is still there and I smile all day thinking about you.
So I pray for you (oh) so I
So I promise you (oh) so I
I promise you everything.
I am going to believe that it’s you (I’m going to believe that it’s you)
Will you come to me
I want to be just a little closer to your embrace
Oh I love you my love
I’m always going to be this way
Then and now those words still make my heart race,You love me.
I wait but am afraid that this feeling of emptiness might
just be my own selfishness.
Even if I’m afraid of lonliness, I genuinely want you.
So I pray for you (oh) so I
So I promise you (oh) so I
I promise you everything.
I am going to believe that it’s you (I’m going to believe that it’s you)
Will you come to me
I want to be just a little closer to your embrace
Oh I love you my love
I’m always going to be this way
You’re the only one who makes my heart race and the only one for me
I love you so much like this
I love you, and I’m always so thankful
So I pray for you (oh) so I
So I promise you (oh) so I
I promise you everything.
I am going to believe that it’s you (I’m going to believe that it’s you)
Will you come to me
I want to be just a little closer to your embrace
Oh I love you my love
I’m always going to be this way
So… I love you…

Yoomin POV
Aku bisa mendengar suaranya. Mendengar lagu yang ia senandungkan untukku. Aku ingin menangis tapi kutahan karena nanti pasti dia bisa merasakan air mataku di dadanya. Akhirnya saat yang kutunggu datang, aku melihatnya sedang tertidur dengan lelap sembari memelukku. Perlahan aku memindahkan tangannya dan bangun dengan hati-hati agar tidak membangunkannya. Kulihat jam, jam 21.15. tanpa mengeluarkan suara, aku mengambil koper besarku dari atas lemari, membukanya dan mulai mengisinya. Pertama baju-bajuku, perhiasanku, alat-alat makeup, beberapa sepatu, dan sebuah fotoku dengan Kyuhyun saat berlibur di Paris 6 bulan yang lalu dengan latar belakang menara Eiffel. Air mataku tidak berhenti-hentinya mengalir sangat mengepack barang-barangku. Dan barang terakhir adalah 3 buah box yang kuambil dari tempat terpojok di laciku. Aku membuka box pertama dan mengeluarkan sebuah benda dengan 2 strip merah yang terihat disana begitu pula dengan isi box kedua dan ketiga. Ya, itu adalah testpack. Aku positive hamil 2 minggu. Aku sudah menggunakan testpack itu kemarin dan memutuskan untuk ke dokter kandungan siang tadi untuk mengecek apakah benar aku hamil atau tidak, dan ternyata aku positive! Sebenernya aku berencana untuk memberitahukan hal ini kepada Kyuhyun hari minggu ini, di hari ulang tahunnya yang ke 25 tahun, tapi pernyataannya tadi siang cukup membuatku mengerti bahwa ia sudah menolak bayi ini. Bagaimanapun juga aku harus mempertahankan bayi ini dan pergi dari sini. Jujur aku kecewa, sangat kecewa kepadanya. Aku… aku tidak mengerti bagaimana jalan pikirannya. Setelah yakin semua barang penting sudah kubawa, aku mengambil tas tanganku dan keluar dari sana.
“mianhae Kyu. Gomawo atas segalanya”

annyeonghaseo Kyuhyun’s wife imnida. bangapseumnida chingudeul~ ini ff pertamaku yang berhasil kuketik dgn ditemani suami tercinta selama 3 hari xD jongmal mianhae kalo ffku yang ancur lebur ini membuat kalian bosen atau nguap ya :( kritik dan saran sangat sangat dibutuhkan buat nyambungin ff ini. gomawo buat admin sjff dan chingudeul yg udh mau luangin waktu buat baca ffku :) ))) *bungkuk sama kyuhyun*

penulis: Kyuna

83 Responses to [FF Of The Week] “Kyuhyun: They’re my girls”

  1. cuma smpe sini doang ? lanjutin donk! . Ini FF-ny keen bgt,,,,
    please lanjutin……………..

    “Jdi kyu ma yoomin kumpul kebo ya?” *abaikan*

  2. kyu napa gak mau tanggung jawab? *gamparkyu*
    lnjutin dong thorr.. pasti seru deh klo dlanjut…
    please thor,lanjutin yah?*puppy eyes*

  3. masi ada lanjutannya kan??

    aaahhh sumpah bikin penasaran ngegantung bangeeett >,<

    eh chingu, dikit koreksi ya
    "dan kaki kirinya memegang pipiku." itu maksudnya tangan kan?
    cz tadi rada cengo pas baca part itu hehehehehe

    doh, sweet couple ini adegan romantisnya bikin mupeng
    Teuki dikasi dialog dong chingu, kesian banget cuma jadi asisten hahahah

    next part ada kan chingu? pleaseee T_____T

  4. Aku pengen liat lanjutannya!!
    Kalau endingnya begitu ga bgs chingu, agak nge gantung :(
    Lanjutin dong chingu >_< bagus bgt ffnya

  5. endingnya ga enak banget~
    hahaha
    meskipun gantung tapi kalo mau digantung ini masih terlalu cepet :P
    mending dilanjutin kekekeke~
    anyway aku suka! makanya ga rela endingnya terlalu cepet wkwkwk

  6. yee?? Oneshoot ato continue niy?
    Tega sekali si kyu, sampe nyaranin buat dititip k panti asuhan. . Itu uda keterlaluan bgt. . Sequelny ada ga? Ato emang gantung?

  7. Ini ada lanjutannyakan..??
    Masih asyik baca udah abis aja…

    Ampun dech kyu oppa ampe segitunya nggak suka ama anak kecil…!!
    K’sian leeteuk oppa cman jadi assistan tnpa dialog pula… Kekeke….

  8. sumpeh demi apa end gitu aja
    lanjutin lah thor sayang bgt ini ffnya seru bgt paling nggak bagian yg mereka baikan gitu hehehe
    jahat amat si kyu segitunya sm anak,kan kasian si yoomin :(

  9. uwaa nanggung amat ceritanya
    gantung…

    cepat amat piginya tanpa kompromi ma kyu…
    baiknya di lanjutin ff nya
    biar ending nya jlas
    hihihikk

  10. Miaaaan, author mau minta maaf dulu kalo byk typo sana sini, maklum author baru msh amatiran /bakar/. Tapi tapi responnya bgs ya, dipikir gk bakal ada yg baca hehe ntr aku bikin lanjutannya dh^^ gomawoyo *bow*

  11. Yahhh nangung amat ff nya ..
    Ayooo dong lanjutin lgi , penasaran nihhh kyunya mau tanggung jawab apa engga !!!

    Aku harap ff ini ad lanjutannya , aminnnnn !!!!

  12. Kyu bodoh /plak
    Part selanjutnya post besok ya! 너무몯침니다! (?)
    Saran boleh? :D
    karena Ming itu model *berasa ngomongin sungmin-_-* property dia disebutin aja brandnya biar kece B) /apaini /abaikan

  13. bang kadir asisten?? hahahhaa :D ^^v #peace bwt bang kadir yah :D

    lanjutin donk thor!!! jebal..jebal..jebal.. ane penasaran nihhhh .. gimana nasibnya tuh si Yoomin .. huhuhu :/

    si kyu nolak bayi,bener2 lu kyu gimana kalau ntar kamu pu.y anak.. hahh *heboh ala emak2 nonton sinetron* :D ..

    ff.y bagus kok thor, keren, seru juga.. sukses bwt author.y ^o^

  14. Yah thor nanggung banget bikin sequel dong biar rame ayo ayo fighting thor! Aku pasti baca deh soalnya keren banget!

  15. masih ada lanutannya kok, sabar ya, aku baru post hari ini hehe smoga cepet di publish^^ VERY KAMSA YANG UDAH COMMENT *ciumin satu-satu* aku treharu seriusan :’) semoga chapter dua nya gk mengecewakan ya :) annyeong c:

  16. saya yg lebay atow bagaimana yaa tp mo nangis baca yg terakhir dilanjut ya author jgn biarkan aq nangis *apa’an sehh*
    kerennnnnn pokoknya harus ada lanjutannya ^^

  17. Kenapa ga bilang aja ke Kyu kalo Yoomin hamil?
    Kalo bilang kan Kyu-nya juga pasti nerima. Bagus loh ffnya chingu.. ^^
    Ditunggu next chapnya.
    Maaf kalo komen aku ke double, maklum komen di hape -_-”

  18. Ini end???? Aaaaaah, lagi rame rame nya juga -_- kyu, kenapa km ga suka banget sama anak kecil deh?? Ah, kyu! Yoomin nya jd pergi kan??!! Eh, tp btw aku ga ngerti ama judul ff nya ._. Hehehehehehe

  19. ini masih tbc kan?
    ngegantung banget soalnya
    dilanjutin ya thor?
    abisnya ni ff keren sih :)
    ditunggu yah lanjutannya ^^

    oh iya yg ini typokan?
    “dan kaki kirinya memegang pipiku.”

  20. annyeonggg….. ^^
    pleaseee…. lanjutin donggg…..!!!!!!!!!!!
    sueerrrrr nich epep bgus bnget….. :D :D :D
    sampe” q uda bca 4 kali…. #lebehhhh tp bener,,, hehehehe :D :D :D :D

    fighting authoorrrr. . . . . !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  21. seru nih ff y kisah percintaan modern ini ya????
    wow pasangan perfect bgt,,,, cwo y kaya raya n cwe y cantik n terkenal…..
    yoomin y mau pergi ninggalin kyu,,,wah kyu bakal kebakaran jenggot nih kyk y klo diliat dr sifat y,,,, yoomin ngak ada kabar ja langsung main perintah…..
    lanjut ah…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s