Please Don’t Go (⌣́_⌣̀)

Ini sedikit cerita yang mampu kutawarkan pada kalian. Agar beberapa dari kalian tahu bahwa waktu itu sangat penting. Sungguh sangat penting. Cobalah untuk tidak menyia-nyiakannya. Karena jika suatu saat kamu menyia-nyiakannya, tentunya rasa sesal akan selamanya menghantui hidupmu .

**

Menyukainya. Menyayanginya. Bahkan sampai aku mencintainya. Bagiku adalah anugerah yang sangat indah. Hanya waktu singkat yang mampu  mengajari hati ini untuk lebih memperhatikannya. Caranya berbicara  padaku. Caranya melihatku. Dan caranya mengerti keadaanku. Itu semua mampu aku ingat.

 

Selama ini aku hanya bisa menyimpan perasaan ini di dalam hati. Tak sedikit pun aku coba untuk memberitahunya. Karena rasa takut, malu dan gugup lebih besar dari rasa sukaku. Dan yang bodohnya, aku malah berharap ia dapat tahu dengan sendirinya bahwa aku menyukainya. Sedangkan faktanya, ia sama sekali tidak memperdulikan hal yang berkaitan dengan “Cinta” .

 

**

Ini hari terakhir di mana aku dapat bertemu dengannya tiap pagi. Waktu yang sedikit ini sangat aku manfaatkan dengan baik-baik. Tentu saja tidak boleh ada sedetik pun terlewat di pagi ini .

 

Wajahnya. Aku ingat itu. Wajah itu mendeskripsikan sikapnya yang lembut. Yang mengutamakan perasaan perempuan. Yang dapat mengerti perasaan perempuan sebaik-sebaiknya. Aku suka itu .

Senyumnya. Aku lihat itu. Begitu lepas. Menunjukkan betapa bahagianya ia pagi ini. Ah ! Baru saja dia tersenyum melihatku. Segera aku balas senyum manisnya itu.

 

Matanya. Aku baca itu. Ada sedikit guratan kesedihan. Yang biasanya terlihat berbinar, sekarang tampak sedikit kusam. Lebih terlihat berkaca-kaca. Aku tahu, dia juga tak ingin meninggalkan tempat ini .

 

**

Diam-diam aku merekam pembicaraannya . Kali ini dia duduk di depan sana untuk berbicara sedikit tentangnya. Aku pahami hal itu baik-baik. Karena ini waktu tersisa. Aku harus mampu mengingat momen ini sebaik-baiknya.

 

**

Bodoh ! Sore ini aku buru-buru pulang agar tak melihatnya. Padahal, di satu sisi aku ingin bersalaman dengannya sebagai kata pisah. Sayangnya pikiranku terlalu egois. Sampai aku pergi begitu saja tanpa menunggu dia.

 

**

 

Malam ini kami akan makan bersama. Tidak hanya aku dan dia saja. Ada jteman-temanku dan teman-temannya. Dan ini adalah momen di mana pertama kali aku bertamu ke rumahnya serta menyalami Ibunya.

 

Hidangan sudah tersedia di atas meja makan. Beberapa dari teman-teman kami sudah mengambil porsinya. Sedangkan aku masih melihat-lihat sekitar. Aku belum mau makan .

 

“ Kenapa tidak makan ? Menunya tidak menarik ? “ tanya dia tiba-tiba. Lamunanku pun buyar.

 

“ Tidak. Aku akan makan sebentar lagi . “ kataku mengulur waktu.

 

Tapi dia malah bangun dari kursinya. Mengambil piring dan memberi gumpalan nasi ke atas piring .

 

“ Ini sudah cukup ? “ tanyanya padaku seraya menunjukkan porsi yang besar bagiku.

 

“ Itu terlalu banyak. Aku saja yang mengambilnya sendiri . “ kataku sedikit membantah. Tapi dia tetap memegang porsi milikku dan mengurangi sedikit nasinya. Bagiku itu masih terlalu banyak.

 

“ Aku tahu jumlah porsi yang biasa dikonsumsinya . “ kata Kyu Hyun tiba-tiba. Dia pun memberi porsiku ke Kyu Hyun.

 

“ Ini pasti sudah cukup. Ayamnya yang kecil atau besar ? Yang kecil saja ya. Sayurnya sedikit saja kan ? Kuahnya tiga sendok saja sudah cukup ? Ini . Makanlah . “ kata Kyu Hyun seraya memberi kembali porsiku. Benar-benar mereka. Porsi milikku di jadikan permainan. Aku mendengus kesal.

 

“ Makanlah . “ katanya menawariku makan.

 

“ Iya. “ sahutku manis. Aku pun mulai untuk makan.

 

**

 

Hari ini dia kembali ke luar negeri. Cukup jauh bagiku. Saat ini aku bertanya, kenapa harus sekarang dia pergi ? Tapi, kenapa sebelumnya aku harus kenal dengannya ? Tapi .. Kenapa ? Kenapa aku bertanya kenapa ? Kalau aku tidak bisa menerima kepergian dia, pasti ini bukan caranya aku menyesal !

 

Awalnya aku tidak mau ikut untuk mengantarnya ke Bandara. Aku takut menangis jika ada di sana. Karena aku tahu, kalau aku memang cengeng.

 

**

 

“ Terima kasih buat waktu kalian selama ini. Kalau aku kembali, kita harus bertemu lagi. Senang kenal dengan kalian . “ ucapnya sopan. Aku hanya menunduk dan diam. Rasanya aku ingin berkata  Jangan pergi ..

 

“ I will back. I’m promise. One again, thanks. Bye .. “ katanya lagi seraya berbalik .

 

Please .. Don’t go , Park Jung Soo “ Dia tidak mendengarkanku. Dia tidak mampu mendengar teriakan hatiku. Hatiku sudah berteriak keras.

 

Dorabwa .. (Kembalilah) “ Aku memelas dalam hati. Tetap saja dia tidak bisa mendengarkanku.

Di sini aku menyesal. Kenapa aku tidak berani berteriak hanya untuk menahan kepergiannya ?

 

**

10 Comments (+add yours?)

  1. agrivinna
    Sep 22, 2011 @ 13:31:43

    Betapa berharganya waktu dan sebuah kesempatan dalam hidup kita,
    jangan pernah menyia2kan keduanya karena kita tidak tahu apa yang terjadi besok..

    Nice FF!

    Reply

  2. Stevany
    Sep 22, 2011 @ 15:46:56

    ini apaan ??? >.< chingu!! aku bingung .. ada terusannya??

    Reply

  3. park min rin
    Sep 22, 2011 @ 16:29:40

    Galau beuh >.<

    Reply

  4. Lee Hae Rin
    Sep 22, 2011 @ 16:35:43

    galau >.< good job ^^d
    tapi coba ditambah feel nya pasti lebih bagus ^^

    Reply

  5. Febryani
    Sep 22, 2011 @ 16:47:54

    beuhh menggalau di sore harii -_-”

    Reply

  6. wellkyu
    Sep 22, 2011 @ 18:32:49

    bagus, so deep
    ga perlu deskripsi yang jelas, uda ngerti kok apa maksudnya
    keren, pemilihan kata-katanya bagus
    ga terlalu panjang tapi ngena
    good, keep writing
    wait for your FF ^.^

    Reply

  7. Qhaa Chibum
    Sep 22, 2011 @ 21:57:05

    Thanks for all :)

    Reply

  8. ^~Mrs.Andrew~^
    Nov 14, 2011 @ 19:34:16

    iqha maaap ya onn baru baca/nyengirlebar/

    ciri iqha bgd deh
    emg paling jago deh ne ank klo bwt ff yg menyayat2 hati bwt galau #eaaaa

    ahh saia bnr2 telat buat komen/nyungsepkelobanglandak~~(?)

    Reply

  9. mrs.cho
    Nov 26, 2011 @ 09:52:11

    galau ihh bacanya (⌣́_⌣̀)

    Reply

  10. TiOPi Class
    Dec 28, 2011 @ 18:54:26

    galaaaaauuuu ! *sit up dibawah shower*

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,861 other followers

%d bloggers like this: