Behind The Scene – Scene 3

Title: Behind The Scene
Author: Kim Kangmi
Rating: PG-13
Genre: Romance, Friendship
Main Cast: Bae Hyunsik, Kim Kibum, Choi Siwon, Kim Heechul, Lee Donghae and Jung Jaeyoon
Other Cast: Luxemburg member (Lee Yongsan, Tsukasa Teru, Han Junji and William Reeves), Manajer Ma, Hong Heesa
Summary : Kibum benar-benar melepaskan kesempatannya dan mmeinta Donghae membantu membernya lolos audisi musikal?
Disclaimer: Saya hanya meminjam nama 4 member Super Junior untuk dijadikan tokoh dalam cerita Saya jadi maklumi apabila OOC, karakter lainnya adalah karakter fiksi buatan Saya. Cerita ini terinspirasi pada tema drama Korea ‘On Air’ tapi tidak sepenuhnya sama karena ini adalah FF Saya.

Kibum masih membaca bukunya dalam kesunyian kamar sementara Yongsan sejak tadi duduk di meja komputer tanpa suara sedikit pun, tak ada komunikasi diantara keduanya karena memang keduanya bukan tipe orang yang mudah dekat dengan orang lain.

“Kau melakukannya?” bariton Kibum memecah keheningan, “Bagus!” lanjutnya, ditutupnya buku yang sejak tadi dibacanya dan diletakannya buku tersebut dimeja komputer, ditumpukan beberapa buku baru yang belum selesai dibacanya.

“Apa maksudmu?” tanya Yongsan berusaha menutupi kegugupannya, “Melakukan apa? Apanya yang bagus? Aku tidak mengerti!” elaknya.

“Gwaenchana!” Kibum menepuk pundak Yongsan seraya memamerkan sederet gigi putihnya, “Aku akan mendukungmu, aku tahu kau lebih berbakat dariku!” perlahan Kibum menarik tanganya lalu menyeret langkahnya menuju ranjangnya, “Tidurlah, jangan sampai kesan pertamamu buruk!” katanya sebelum akhirnya menenggelamkan dirinya didalam selimut biru miliknya.

Yongsan mematung ditempatnya, “Apa katanya?”

Hari pertama mengikuti kelas drama, Donghae sudah bersiap-siap sejak dini hari, pasalnya ia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya akibat membayangkan hari-harinya dikelas drama kelak. Donghae bukannya tak mau berusaha membujuk Siwon, dia bahkan sempat membicarakannya pada Jimyung tapi Jimyung malah menyetujui kemauan Siwon dan memaksa Donghae untuk menurutinya.

“Kau?” Siwon menunjuk Donghae sambil menatap heran sang manajer, Donghae balas menatap galak, “Sudah siap ya? Padahal kan kelasnya baru dimulai jam sepuluh nanti!” kekehnya, Siwon berlalu sambil melempar baju kotornya, “Pergi ke laundry dulu sana!” suruhnya.

“Aish seenaknya!” gerutu Donghae, dengan sedikit terpaksa ia merapihkan tumpukan baju kotor yang tadi dilempar tepat didepan wajahnya, “Pikirnya dia lebih tua dariku jadi bisa seenaknya apa?” katanya terus mengumpat, tangannya kini mulai merogoh setiap kantong baju dan celana milik Siwon, “Yeah!” pekiknya senang ketika menemukan selembar uang lima ribu won, “Dasar ceroboh!” katanya seraya memasukan uang tersebut ke saku celananya, “Lumayan… di dunia ini satu won pun sangat berharga!” katanya tersenyum licik.

“Kenapa melihatku seperti itu? Hati-hati kau bisa jatuh cinta padaku!” Hyunsik nyaris saja memuntahkan sarapannya didepan wajah Heechul, “Aish jorok!” Heechul menatap jijik.

“Aku tidak mungkin jatuh cinta padamu, wajahmu itu lebih cantik dariku tahu!” elak Hyunsik.

“Benarkah? Tapi wajahku kan tampan juga!” narsisnya.

“Siapa yang bilang kau tampan? Tidak juga!” Heechul melotot pada Jaeyoon sementara Hyunsik mengangguk setuju, “Heh kau, tulisanmu buruk sekali sih!” sekarang giliran Hyunsik yang dijatuhkannya, Heechul tersenyum puas sementara Hyunsik memerah malu.

“Memangnya seburuk itu ya?” tanya Hyunsik malu.

“Kau mau membuang waktu dengan mengajarinya menulis? Ada banyak penulis berbakat diluar sana, kenapa harus bersusah payah mengajarinya?” Jaeyoon bertanya pada Heechul mengabaikan Hyunsik.

“Tulisannya bagus kok, hanya perlu dilatih sedikit lagi!” elak Heechul.

“Heh kau pikir kita agensi yang melatih bakat para penyanyi, kenapa tak sekalian saja kau bawa dia ke SJM Ent?” sepertinya Jaeyoon benar-benar tak menyukai keberadaan Hyunsik, sejak pertama bertemu ia selalu melihat Hyunsik sebagai lalat pengganggu yang harus segera dibasmi.

“Kau tahu Park Yoochun? Siapa dia? Dulu semua orang meragukan kemampuannya lantaran statusnya sebagai idola, tapi sekarang para sutradara memperebutkannya, kritikus juga memujinya! Kau tahu kan dulu saja aku hanya seorang pengikut kakak penata busana, aku tidak tahu-menahu tentang dunia film-“

“Iya tapi ini berbeda!” potong Jaeyoon.

“Beda seperti apa Jaeyoon?” Heechul menatap Jaeyoon tajam.

“Dia tidak punya bakat!” kata Jaeyoon menohok, Hyunsik mengepal tangannya hingga buku-buku jarinya memutih, “Silahkan saja kalau kamu membantunya!” Jaeyoon menyambar tas dan berlalu begitu saja menyisakan rasa kesal dihati Hyunsik dan Heechul.

Manajer Ma sadar betul bahwa kali ini Yongsan sudah benar-benar nekat melakukan sesuatu, begitulah ia, selalu melakukan sesuatu sesuai keinginannya tanpa mempedulikan akibat yang akan terjadi pada dirinya dan juga sekitarnya. Tapi Yongsan adalah tipe pemberani dan cenderung membangkang, melarangnya sama saja sedang menantangnya melanggar peraturan.

“Manajer Hyung aku sudah siap!” Yongsan muncul tiba-tiba dihadapanya dengan senyum terkembang. Manajer Ma menatap lurus memperhatikannya lalu beralih menatap member lainnya, “Wae?” tanya Yongsan tak suka diperhatikan seperti itu.

“Kau benar-benar akan melepaskan musikal dan memberikannya pada Junji?” tanya Manajer Ma, Yongsan kemarin mengatakan akan mundur dari tawaran musikal yang datang padanya dan memilih merebut peran disebuah drama yang ditolak Siwon dan Kibum.

“Ya!” Yongsan mengangguk mantap.

Junji berlari cepat ke arah manajer Ma sambil memasang aegyo andalannya, “Aku akan buktikan kemampuanku saat audisi nanti!” katanya, ia semalaman merengek pada sang manajer dan bahkan memamerkan beberapa piagam yang didapatnya saat mengikuti lomba musikal disekolahnya.

“Kibum, sekali lagi aku bertanya… kau benar-benar akan melepaskan tawaran ini?” tanya manajer Ma setengah berharap, ia memang belum melihat kemampuan Yongsan jadi sedikit khawatir sepertinya hal yang wajar.

“Sangat yakin!” tegas Kibum. Yongsan tersenyum puas, begitu pun dengan Junji, pikirnya ia bisa mendapatkan peran dimusikal yang baru saja dilepas Yongsan. Manajer Ma tak bisa berbuat apapun saat semuanya malah terang-terangan mendukung Yongsan, tapi Jimyung sendiri belum mengatakan setuju ia hanya memintanya membawa Yongsan melakukan audisi karena kemampuannya belum diketahui.

“Gaja!” manajer Ma berjalan mendahuli, Yongsan dengan semangat mengekornya setelah sebelumnya melihat keeempat temannya dan mengucapkan terimakasih kepada Kibum.

“Hyung~” Junji bergelayut manja dilengan Kibum, “Ajari aku berakting!” pintanya.

“Mwo?” Kibum terkejut mendengarnya.

“Bukankah kau bisa akting?” tanya Teru diikuti anggukan Will.

“Tapi kan disekolah, aku belum pernah tampil dimusikal sebesar ini!” lirihnya.

“Aku malah tidak pernah tampil dalam musikal, kau tahu kan suaraku tidak sebagus itu?” kata Kibum merendah.

“Aku tahu! Err… ajari saja bagaimana caranya menarik perhatian sutradara supaya aku terpilih!” Junji memaksa.

“Menarik perhatian?” koor Kibum, Teru dan Will.

Junji mengangguk, “Waktu itu kau juga ikut audisi untuk drama kan?”

“Apa yang dinilai itu sama saja?” tanya Will seraya berpikir.

“Pada dasarnya setiap sutradara pasti punya penilaiannya masing-masing, tak peduli dia seorang sutradara, drama, musikal atau film sekali pun!” jawab Teru.

“Kau mengerti sekali tentang drama!” sindir Will.

“Itu karena dorama kami sangat maju, keluargaku juga pecinta dorama makanya aku cukup mengerti!” pamer Teru.

“Kalau begitu…” Kibum menggantung perkataanya membuat ketiga adiknya berkumpul memperhatikannya dengan tampang penasaran, “Kau belajar saja pada Teru!” Kibum menunjuk Junji dan Teru bergantian, sementara yang ditunjuk langsung memasang tampang lesu.

“Hei minta tolong saja sama Siwon, dia kan pernah bermain musikal juga!” kata Will bersemangat.

Donghae membawa senampan minuman dan makanan ringan sambil menekuk wajahnya, hari ini ia sudah mengalami penderitaan yang paling mengerikan menurutnya, berada disebuah kelas dengan sekumpulan orang-orang membosankan ditambah guru wanita kuno yang cerewet, sekarang saat waktunya ia istirahat Siwon malah menjadikannya pembantu rumah tangga.

“Kamsahamnida Manajer-ssi!” ucap Kibum, Junji, Teru dan Will bersamaan, Will mungkin bisa bersikap tidak sopan kepada member Luxemburg tapi tidak kepada orang lain.

“Hn!” jawab Donghae setengah hati, Siwon memelototinya seraya memberi tanda untuknya menyingkir. Donghae pun pergi tapi ia tak benar-benar pergi ia malah berdiri didapur yang berada tak jauh dari ruang tamu, untuk mendengar percakapan Siwon dan para juniornya.

Siwon terlihat menahan tawanya dengan gesture khas, sementara Junji, Teru dan Will menatapnya bingung, “Kenapa bertanya seperti itu padaku?” tanya Siwon setelah meredakan tawanya.

“Err…”

“Karena kau pernah bermain musikal dan sukses!” Kibum memotong Junji, Siwon mengangkat sebelah alisnya.

Ne, karena itu mohon bantuannya sunbaenim!” Junji membungkuk hormat didepan Siwon.

“Duduklah!” perintah Siwon, Junji menurutinya, “Donghae-ya kau mau ikut diskusi ini?” tanya Siwon dengan suara yang cukup keras.

“Tentu saja!” teriak Donghae tapi sedetik kemudian ia memukul mulutnya sendiri, “Ish apa yang kukatakan!” gumamnya pelan.

“Kemarilah, kau sedang dibutuhkan!” kata Siwon menyinggung Donghae.

Yaa jadi kau mau berbicara denganku hanya saat dibutuhkan saja?” tuntut Donghae,

“Tentu saja, itu kan gunanya manajer?” Siwon tersenyum mengejek.

Donghae berkacak pinggang memperhatikan keempat member Luxemburg bergantian, “Dasar merepotkan!” hardiknya kesal.

“Beritahu dia bagaimana caranya aku lolos audisi musikal!” katanya seraya menatapa Junji.

“Untuk apa?” tanya Donghae pura-pura tidak tahu.

“Dia akan membayarmu!” kata Siwon, Junji reflek menggeleng cepat,

“Baiklah, kebetulan lusa aku mau pergi menonton dan makan malam dengan pacarku!” Donghae lalu duduk disamping Siwon dan ikut-ikutan menatap Junji, sementara Junji menatap teman-temannya bingung.

“Katakan apa yang mau kau tanyakan padanya!” suruh Siwon, Junji diam saja, dia tak berani bertanya karena itu artinya dia harus memberi bayaran kepada Donghae yang terkenal matrealistis.

“Ah sudah langsung saja, kalau kau mau berhasil tambahkan bayaranku, nanti kau pergi audisi denganku pasti kau lolos!” paksa Donghae dengan nada angkuh.

“Eh? Aku bahkan belum mengatakan apapun Manajer-ssi!” bantah Junji.

“Baiklah kapan kau audisi?” tanya Donghae.

“Besok!” sahut Will.

“Bagus, berarti besok aku sudah bisa pegang uangnya kan?” Donghae tersenyum licik.

“Mati aku…” gumam Junji nyaris tak terdengar.

‘Blam’

“Hei kau mau merusak pintu mobilku?” tegur Heechul, Jaeyoon diam tak menanggapi, “Kau ini kenapa begitu ketus dan menyebalkan?”

“Kau yang menyebalkan, untuk apa membicarakan gadis itu terus didepanku?” marah Jaeyoon.

“Kau cemburu?” tanya Heechul sarkastik.

“Ku beritahu, saat sebuah drama berhasil aktor dan sutradara akan dipuji setinggi langit tapi ketika gagal penulisnya lah yang akan dijatuhkan sedalam-dalamnya!” Jaeyoon melenggang masuk ke apartementnya meninggalkan Heechul tanpa kata-kata pamit seperti biasanya.

“Kuharap penilaianku tidak salah Jaeyoon-ssi!”

Hyunsik tertidur dimeja kerjanya, seharian ia duduk menghadap layar dan mengetik ribuan kata demi memuaskan keinginan Heechul sekaligus untuk meyakinkan Jaeyoon kalau tulisannya tidak seburuk yang dikatakannya. Hyunsik menelungkupan tangannya sementara kepalanya tenggelam didalamnya, gadis itu terbangun ketika instrument keras dari musisi Jepang faforitnya berdering dengan perasaan kantuk dan lelah yang luar biasa gadis itu mengintip layar ponselnya, tapi karena belum bangun betul gadis itu langsung saja menerima sambungan telepon tersebut.

“Yeobeoseyo!” sapanya dalam keadaan setengah tidur,

Yeobeoseyo Sunbaenim, ini aku Hong Heesa juniormu dikampus,” kata orang diseberang memperkenalkan diri, “Err… kau ingat aku tidak?” tanyanya ragu.

Hyunsik menegakan tubuhnya kemudian berpikir sejenak, “Ah iya, kau anak kelas drama kan?” terkanya,

“Ne!” suara Heesa terdengar senang ketika Hyunsik mengenalinnya, “Maaf apakah aku mengganggumu?” tanya gadis itu sopan.

Ani, aku hanya sempat tertidur saat sedang menulis tadi. Kau mau bertanya sesuatu?” Hyunsik mempersilahkan.

Ye, beberapa waktu yang lalu kau menjatuhkan sebuah note saat sedang berkunjung kekelas kami err… dan aku belum sempat mengembalikannya!” Heesa memulai.

“Oh kau mau mengembalikannya?” tebak Hyunsik.

“Sebenarnya aku sudah membaca semuanya, maksudku aku tak sengaja tapi karena penasaran aku lanjut saja!” kata Heesa takut-takut, wajar saja ia telah berani membaca catatan seseorang tanpa ijin.

“Memangnya note itu isinya apa?” tanya Hyunsik, gadis ini terlalu banyak menulis sampai-sampai tak sadar bahwa tulisannya ada yang hilang.

“Piano Cinta, judulnya Piano Cinta!”

Hyunsik berpikir sejenak, ia lalu mencari-cari sesuatu ditumpukan buku catatannya. “Sepertinya memang tak ada!” gumamnya, “Heesa-ssi kau masih disana?” tanyanya.

“Ne!”

“Itu memang milikku yang hilang, bisakah kau kembalikan?” pinta Hyunsik, tiba-tiba saja ia merasa bahwa tulisan itu cocok untuk dipamerkannya kepada Heechul dan Jaeyoon.

Sunbaenim aku tertarik dengan ceritamu, bolehkah aku memakainya untuk tesku nanti?” suara Heesa terdengar memohon, Hyunsik menggigit bibir bawahnya hendak bepikir, “Aku berjanji akan tetap memakai namamu sebagai penulisnya!”

“Tidak bisa, aku benar-benar butuh tulisan itu!” tolak Hyunsik sedikit jengkel.

“Kau bisa menulis cerita yang lainkan?”

“Memang bisa, tapi mencari tema yang berbeda itu sulit!” Hyunsik mengetukkan jemarinya dimeja, “Kalau begitu, begini saja…”

Semua member berkumpul seperti biasanya, sarapan bersama sebelum pergi dengan aktivitas masing-masing, Yongsan sejak tadi tersenyum memandangi member lain, Will sibuk bertanya tentang dorama kepada Teru, Kibum menghabiskan sarapannya dengan tenang sementara Junji kehilangan nafsu makannya.

Yaa kenapa wajahmu ditekuk seperti itu?” tegur Yongsan pada Junji, Junji diam tak menjawab, “Kenapa, belum berusaha sudah menyerah!” ejek Yongsan.

“Dia terancam kehilangan uangnya Hyung!” beber Will.

“Kenapa memangnya?” tanya Yongsan.

“Bukan urusanmu!” ketus Junji, Yongsan yang sensitif bersiap memukulnya kalau saja Kibum tak mengehentikannya. Kibum bertanya tentang dramanya, Yongsan bercerita bahwa ia sudah berhasil menyelesaikan audisinya dan berhasil mendapat peran pembantu utama dalam drama tersebut.

Kibum dan Will memberinya selamat tapi Teru mengejeknya sebagai orang ketiga sementara Junji masih terus menekuk wajahnya.

“Pagi semua~” kelima pria itu menoleh kearah seorang pria yang dengan gaya flamboyannya berjalan mendekati mereka.

“Manajer Siwon-ssi mengapa kesini?” gumam Yongsan heran.

Donghae tersenyum sambil mencubit pipi Yongsan gemas, “Hei tampan aku kesini untuk membantu dongsaengmu tahu!” katanya sambil melirik ke arah Junji, “Kau siap Junji?”

“Err…” Junji bergumam.

“Bagus!” potong Donghae, “Ayo kita berangkat, ngomong-ngomong belikan aku bensin ya? bensin mobilku kan bisa habis mengantarmu kesana-kemari, kau belum punya mobil pribadi kan?” Donghae menarik Junji, dibelakangnnya Teru berlari mengejar mereka.

“Aku saja tidak bawa dompet!” ujar Junji polos.

“Eh?” kaget Donghae.

“Junjiji ini tasmu tertinggal, kau tidak bawa uang sama sekalikan?” Teru tersenyum kemudian menghilang, Junji tersenyum pasrah sementara Donghae kembali menyeretnya.

“Donghae-ssi mau apa Hyung?” tanya Yongsan pada Kibum, baru kali ini Donghae datang kedorm mereka.

“Membantu Han~” jawab Will bangga.

“Membantu?” heran Yongsan, “Dia kan… matrealistis…” katanya hati-hati, Kibum dan Will mengangguk bersamaan.

“Tapi dijamin lolos audisi!” Will meyakinkan.

“Licik!” cibir Yongsan.

TBC

p.s. sorry telat bgt posting lanjutanya, entah masih pda inget or ngga =,=)a mian makin kesini makin banyak cast, tapi kebanyakan cuma numpang lewat aja kok ^^V dan lagi untuk kebutuhan cerita oh iya karena saya tidak berbakat mencari nama, bolehkah bantu saya? Kedepannya akan makin banyak nama yang saya butuhkan, so saya perlu sumbangan nama /plak terserah deh itu mau nama kalian, atau temen kalian terus namanya cewek-cowok ya? Insya Allah saya masukin kedalam cerita meski numpang lewat /plak
ok makasih buat yg kasih kritik n saran buat aku, aku dengan senang hati menerimaa kalau ada yg mau ngasih kritik n saran lagi ^^

5 Responses to Behind The Scene – Scene 3

  1. mian baru komen skrang,,,, kmren aku ol ny dari hp… ff nya bagus author… tapi ad sdkit saran,, kalo mau ganti cerita misal dari siwon k kibum di kasih tanda dong biar ngak bingung… mian sebelumnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s