Don’t Call Me Ahjussi, My Bride! (Part 3)

Author:  Ulfah Manique

Cast:      Park Jungsoo aka. Super Junior’s Leeteuk (Main cast)

Shin Eunhyo (Main cast)

All Super Junior’s members

Shinee’s Lee Taemin

Genre: Comedy Romantic

Leeteuk’s POV

“Ahjussi, apa kau yang memindahkanku tadi malam ke kamarku? Seingatku, aku tidur di ruang TV tadi malam.” Tanya Eunhyo.”

“Ne.” Jawabku. “Kau turun di Halte bis kan?”

“Ne.” Balasnya singkat. “Ahjussi, gomawo.”

“Ah, cheonman. Kita sudah hampir sampai.” Kataku sambil berusaha mencari tempat perhentian yang pas untuk mobil ini. “Yak! Shin Eunhyo, kau jangan pernah tidur di ruang TV lagi, Ara? Kau itu berat sekali.”

“Aish, paman ini. Aku juga tidak memintamu untuk menggendongku. Kau yang melakukannya. Lagian, aku tidur di mana, itu kan urusanku. Menyebalkan!”

Sial. Aku membangunkan jiwa pembangkangnya. Tak ada gunanya berdebat anak ini.

“Sudahlah. Kita sudah sampai.” Ujarku.

“Ara.” Jawabnya lalu bersiap-siap melangkah keluar pintu mobil.

“Yak, Shin Eunhyo! Jamkkanman! Ucapku berhasil menghentikan langkah pertamanya dari mobil dan berpaling kearahku.  “Kau siap-siaplah nanti sore.”

“Wae? Kenapa aku harus bersiap-siap? Memangnya ada apa?” Jawab Eunhyo ketus.

“Kau tidak mau bertemu Taemin?”

Eunhyo’s POV

Omo! Apa aku salah dengar? Bertemu Taemin? Aku tidak mau. Tapi aku sangat-sangat-sangat MAU. Aduh, Kenapa pipiku jadi panas seperti ini ya? Aigoo! Sepertinya aku benar-benar sakit. Jantungku juga detaknya tak keruan seperti ini. Tubuhku serasa gemetaran. Lihatlah Taemin-a. Mendengar kalau aku akan bertemu denganmu saja, aku sudah sekacau ini. Bagaimana kalau benaran aku bertemu dengamu?

“Eunhyo-a!”
Aigo! Aku harus pakai nanti malam? Ahjussi bilang itu acara formal. Apa aku punya gaun? Seingatku gaun yang kupunya hanya tiga buah. Gaun ketika prom-night, gaun pengantin, dan gaun pemberian Eommanya ahjussi.

“Yak! SHIN EUNHYO!”

“Omo! Aish! Kau ini mengagetkanku saja, Minji-ya. Aku hampir mati mendengar teriakanmu itu.” Pekikku pada gadis yang tiba-tiba menghampiriku dengan menepukku dari belakang.

“Ya ampun. Mengagetkanmu? Kau ini tuli apa, chingu? Dari tadi aku sudah berteriak-teriak seperti orang gila memanggil namamu, kau tidak dengar juga. Kau mengakhayal lagi ya? Aigoo. Kebiasaan burukmu itu belum hilang juga.” Balas Minji.

“Menghayal? Ani. Aku tidak mengahayal Minji-ya. Tapi hayalanku yang selama ini kau cibir itu akan menjadi kenyataan.” Jawabku penuh yakin.

“Memangnya hayalanmu yang mana? Hayalanmu kan banyak sekali. Menjadi penari professional,  jalan-jalan ke London, mempunyai studio dance sendiri, menikah dengan Taemin, lalu…”

“Nah, itu kau tau.”

“MWO? Kau mau menikah dengan Taemin? Kau bercanda?”

Aissh! Anak ini menyebalkan sekali mengatakan kalimat terakhirnya dengan ekspresi tidak percayanya  itu.

“Aku tidak akan menikah dengannya sekarang. Tapi aku yakin sekali kalau beberapa bulan lagi, namja itu akan menjadi milikku. Hei, apa kau tau? Nanti malam aku akan bertemu dengannya. Bagus sekali bukan? Itu artinya, jalanku untuk mendekatinya semakin lancar saja. Aigoo, sepertinya Tuhan memang mentakdirkan seorang Lee Taemin hanya untuk Shin Eunhyo seorang.”

“Kau ini percaya diri sekali. Tapi, bagaimana kau bisa akan bertemu dengannya? Paling-paling juga kau hanya menonton konsernya saja.”

“Ani. Bukan konser, fan signing atau acara-acara semacam itu. Aku benar-benar akan bertemu dengannya. Sudahlah! Susah menjelaskannya padamu.” Jawabku tanpa melanjutkan alasan kenapa aku bisa akan bertemu dengan namja favoritku itu. “Nanti kau temani aku ke mall, ya? Aku harus membeli gaun untuk acara nanti malam. Ingat, kau akan menemaniku, bukan aku yang akan menungguimu. Ara?”

“Aish! Kau barusan meminta atau memerintah? Baiklah, pulang kuliah kau kutemani ke mall. Kita ke salon sekalian. Kau pasti ingin tampil maksimal kan?”

Ternyata temanku ini pengertian sekali. Beruntung sekali aku.

“Ngomong-ngomong, kau kapan akan mengajakku ke rumah barumu? Kau ini sahabatku atau tidak? Sudah hampir sebulan, kau tidak pernah mengajakku ke sana.”

Bagaimana ini? Apa yang harus kukatakan? Tidak mungkin aku katakan Kau tidak boleh datang kerumahku karena aku tidak mau kau tahu kalau aku menikah dengan seorang ahjussi-ahjussi.

“Kau ini apa-apaan? Kau ini sahabatku. Bagaimana mungkin aku tidak mengajakmu ke rumahku sendiri. Tapi, tidak sekarang Minji-ya. Keadaan di rumahku sedang tidak baik. Suatu saat nanti, pasti aku akan mengajakmu ke rumahku.”

***

                Ternyata wajahku ini cantik juga kalau dirias seperti ini. Natural tapi tetap menonjolkan sisi imut yang memang cocok sekali dengan imejku. Mini dress warna peach pucat selutut ini juga pas sekali untukku. Aigoo! Cermin di depanku ini memang tidak bisa berbohong.

Tapi, sudah jam berapa ini? Omo! sudah jam 6, tapi ahjussi belum menghubungiku juga. Ah, acaranya kan jam 8. Mungkin ahjussi masih dalam perjalanan. Apa aku yang menghubunginya saja ya? Sepertinya harus.

Aish! Apa-apaan ini. Kenapa HPnya tidak aktif? Apa Ahjussi bercanda dengan perkataannya tadi pagi? Ah, tidak mungkin. Dia sangat serius mengatakannya padaku. Dia juga bukan tipe orang yang bisa bercanda denganku. Atau dia lupa? Omona! Dia kan ahjussi-ahjussi. Mungkin saja dia lupa. Aigoo!

Hufft!! Aku benar-benar tidak tahan lagi. ini sudah Jam setengah delapan. Sudah berjam-jam aku duduk menunggu ahjussi, tapi dia belum juga muncul. Dia juga benar-benar tidak bisa dihubungi. Omo!! Ahjussi menelepon.

“Yak, Ahjussi! Kemana saja kau? Kenapa belum sampai? Apa kota Seoul begitu macetnya?”
                “Mianhae, Eunhyo-a. Tadi aku sedang sibuk. HPku kutitipkan ke manajer. Aku tidak tahu kalau kau menelepon.”

“Ya, sudah. Cepatlah kemari. Aku sudah lelah menunggu. Aku tidak ingin terlambat ke acara itu. Bisa-bisa Taemin sudah pulang ketika kita sampai.”

“Eunhyo-a. Aku benar-benar minta maaf. Sepertinya, kau tidak bisa bertemu Taemin malam ini.”

“Apa maksudnya Ahjussi. Aku tidak bisa bertemu Taemin? Bagaimana bisa….?”

“Ne. Tadi manajer tiba-tiba membeitahu kalau aku harus mewakili Super Junior di acara Amal di kantor Walikota. Aku tidak bisa menolak, Eunhyo-a. Aku Benar-benar minta maaf kepadamu.”

“Tidak bisa menolak, huh? Jadi ahjussi bisa menolak kalau aku yang meminta? Kau tidak bisa dipercaya, ahjussi. Kau benar-benar menyebalkan.”

“Eunhyo-a. Aku…..”

***

                “Apa kau sudah baikan, anakku?”

“Ne, Eomma mertua.”

“Aigoo! Kau ini memang menantu Eomma. Tapi, tidak bisakah kau memanggilku tanpa embel-embel kata mertua? Aku ini kan Eommamu juga. Ara?”

“Ne. Eomma.”Jawabku menurut.

“Manis sekali! Nah, Itu baru menantuku.”

Aigoo! Ternyata seperti ini rasanya mempunyai ibu mertua. Aku begitu diperhatikan. Eomma mertuaku ini memang paling bisa menenangkan hatiku. Bagaimana tidak, disaat aku sangat kesal karena Ahjussi membatakan janjinya, Eomma tiba-tiba menelepon dan menghiburku. Sekarang Eomma malah mentraktirku makan siang di restaurant yang bisa dibilang cukup mewah ini. Oh ya, dia juga memberitahuku tingkah-tingkah konyol Ahjussi sewaktu kecil yang berhasil membuatku terkekeh. Sebenarnya, tidak itu saja, Eomma juga menceritakan rahasia-rahasia yang hanya Eomma saja yang tahu. Sepertinya ini akan jadi menarik saja, Ahjussi.

“Oh ya, masalah tadi malam, kau jangan pikirkan lagi ya. Jungsoo itu memang pantas dihukum karena berani-beraninya membatalkan janjinya makan malam denganmu. Tapi percayalah pada Eomma, Jungsoo itu bukan tipe orang yang akan membatalkan janjinya begitu saja. Apalagi kau ini orang penting baginya.” Jelas Eomma.

Penting? Apa seperti itu posisiku bagi Ahjussi? Ah! Sepertinya tidak mungkin. Mianhae Eomma, aku membohongimu. Aku tidak berani mengatakan kalau malam itu seharusnya aku akan bertemu Taemin, namja yang kusukai, bukannya makan malam berdua dengan Ahjussi. Aku tidak ingin kau membenciku, mengetahui perjanjianku dengan Ahjussi, dan juga kehilangan kasih sayang yang selalu engkau tunjukkan padaku. Egois sekali, huh?

“Ne, Eomma.” Jawabku menurut.

***

                “Kau sudah pulang?”

“Ne.” Jawab Ahjussi dengan tampang kelelahan. Pasti harinya harinya buruk sekali. Lihat saja wajahnya merana seperti itu. Aigoo.

“Ahjussi, kau mau makan es krim tidak? Tadi aku beli lumayan banyak. Aku tidak sanggup menghabiskannya sendiri.” Tawarku.

“Gomawo, Eunhyo-a. Tapi aku sedang tidak mood. Aku sangat lelah dan ingin istirahat saja. Lagian, kau kan bisa menyimpannya di kulkas kalau kau tidak bisa menghabiskannya.”

“Aissh! Ahjussi ini. Kau ingat Ahjussi? Kau belum kumaafkan atas kejadian tadi malam. Jadi, kali ini, kau harus menurutiku, eo?” Pintaku lalu menarik tangannya dan memaksanya duduk di sofa ruang TV.

“Chan!! Lihat es krimnya kelihatan enak, kan? Ini es krim yang paling enak di Seoul ini. Apa kau tidak tau?”

“Enak juga.” Balas Ahjussi setelah mencoba suapan es krim pertamanya, lalu menyendoki es krim  dari mangkuknya kemulutnya. Sepertinya Ia suka.

“Benarkan, apa kataku? Ahjussi, kau tahu tidak? Sebenarnya makan eskirm itu bisa menenangkan perasaan kita. Bahkan yang kudengar, lebih menenangankan dari pada minum wine. Makanya aku suka sekali dengan es krim. Apalagi yang rasa stroberi ini.”

“Benarkah?”

“Mmm…” Jawabku menggumam karena es krim dimulutku belum leleh benar. “Tapi kau jangan memakannya terburu-buru. Kau harus menikmati rasanya meleleh dimulut sambil membayangkan kalau es krim itu adalah masalah-masalahmu, lalu baru ditelan. Maka, masalah yang kau rasakan itu akan perlahan-lahan hilang.”

“Kenapa begitu?” Tanya Ahjussi.

“Kalau kau melakukannya, kau malah akan semakin bernafsu menghabiskannya. Apa Ahjsusi mau menjadi gemuk? Es krim yang enak itu biasanya mengandung lemak. Eisssh! itu saja Ahjussi tidak tahu.” Ungkapku sinis.

“Benar juga.” Ujarnya mengangguk.

“OMO! Kau selalu mengataiku anak kecil. Lihat dirimu, Ahjussi.”

“Memangnya kenapa?”

“Aigoo. Sudah setua ini, tapi makan es krim saja tidak becus. Apa kau tidak pernah makan es krim sebelumnya?”

Leeteuk’s POV

“OMO! Kau selalu mengataiku anak kecil. Lihat dirimu, Ahjussi.” Pekik Eunhyo.

“Memangnya kenapa denganku?” Tanyaku penasaran.

“Aigoo. Sudah setua ini, tapi makan es krim saja tidak becus. Apa kau tidak pernah makan es krim sebelumnya?”

Anak ini senang sekali mengataiku dengan embel-embel kata tua. Bahkan aku sudah terbiasa dia memanggilku dengan sebutan Ahjussi. Sekarang aku benar-benar tampak bodoh dihadapannya. Tapi tak apalah, setidaknya ia sudah memaafku atas kejadian kemarin. Mungkin.

ASTAGA!!!

Apa-apaan ini? Bibirku barusan? Apa aku tidak salah lihat? Benar, dia baru saja mengusap bibirku dengan jari-jari tangannya. Anak ini!

“Sudah bersih kan sekarang. Kau ini payah Ahjussi. Makan es krim saja belepontan seperti ini.” Protesnya.

“Gomawo.” Balasku kaku.

Sial! Kenapa jantungku jadi tak beraturan seperti ini?

***

                Tiga hari ini benar-benar melelahkan. Aku benar –benar ditawan oleh jadwal-jadwal ketat persiapan SuperShow besok di Beijing ini. Belum lagi jadwal menjadi bintang tamu di beberapa stasiun TV  dan Radio di negara asal Han Geng ini. Ah! Bagaimana kabar bocah itu sekarang? Kudengar sekarang dia sedang mempesiapkan album solonya. Apapun itu, yang penting dia bisa hidup dengan baik.

Kuhela nafasku melihat member-memberku yang terkulai lemas di lantai setelah rehearsal selama 3 jam terakhir. Mereka benar-benar terkapar sekarang. Tapi latihan harus tetap dilanjutkan, apa mereka mau jumlah video-video yang mempertontonkan kesalahan-kesalahan dan kebaboan kami selama di stage bertebaran di YOUTUBE?

“Yak! Bangun kalian!” Perintahku. “Kita masih harus latihan lagi.”

“Sebentar lagi, Hyung.” Pinta sindong.

“Iya. Istirahat setengah jam lagi, eo?” Timpal Donghae.

“Kalian ini…….”

                Drrrttt!!

Ponselku bergetar. Siapa lagi yang menelepon  disaat seperti ini? Ah, Ternyata bocah ini.

“Yoboseyo”

                “Ahjussi, Jeongmal-jeongmal gomawoyo. Kau benar-benar keren.”

Ada apa dengan anak ini? Semangat sekali.

“Kau ini kenapa?”

                “Yak! Ahjussi. Gweinchana? Kenapa suaramu terdengar menyedihkan seperti itu? Apa kau sakit di sana?”

“Ani. Aku hanya sedikit kelelahan saja setelah latihan. Ya sudah. Katakan ada apa? Yak, kenapa berisik sekali di sana? Kau ada di mana sekarang”

                “Aku meneleponmu karena sekarang aku bisa berada di sini. Gomawo untuk tiket yang kau berikan.  Aku sedang….. WOAH… ITU TAEMIIIIIINN……!!!”

Kenapa dia memutuskan teleponnya seperti ini? Taemin? Ah! Pasti dia sedang nonton konser. Pantasan berisik sekali. Tapi apa harus dia memutuskan panggilannya begitu saja? Sesenang itukah sampai-sampai memutuskan panggilan?

Kurasakan sesuatu yang bergetar dari saku celanaku. Ah! Pesan masuk.

               

From: Eunhyo

Jeongmal 10000x Gomawoyo

tiketnya Ahjussi, Konserny

Keren SEkali…

PS: Apa penyakit pelit akutmu itu sudah sembuh?

(^_*)Y

“Yak! Hyung! Kau ini kenapa senyum-senyum seperti itu? Siapa yang barusan mengirimmu pesan? Senang sekali sepertinya!” Sela Siwon.

“Ani. Tadi itu Eunhyo.”

“Keponakanmu yang datang ke dorm beberapa minggu lalu? Pantas saja kau senyum begitu. Member bilang dia imut dan lucu.  Hi..hi.. Aku jadi penasaran seperti apa Eunhyo itu. Sayang sekali aku tidak ada waktu dia datang ke dorm waktu itu.” Tukas Donghae.

“Kau sudah pernah bertemu dengannya.”

“Benarkah? Kapan?”

“Sudahlah! Nanti kau akan tahu sendiri. Hya… Dongsaeng! Kajja kita lanjutkan latihannya!” Bujukku pada member-memberku yang sudah beristirahat melewati batas yang disepakati.

“Sebentar lagi, Hyung!!”

***

Eunhyo’s POV

                “Ahjumma, ceritakan padaku bagaimana pernikahanmu. Maksudku bagaimana Ahjumma dulu bisa menikah dengan suami Ahjumma?” Tanyaku pada Kim Ahjumma yang sedang menyetrika kemeja putihnya  Ahjussi.

Apa tidak ada warna lain, huh? Tumpukan kain yang sudah disetrika itu didominasi warna putih. Rumah ini juga, furniturnya juga.

“Bagaimana ya. Sebenarnya Ahjumma dan suami ahjumma menikah karena dijodohkan.”  Jawab ahjumma.

“Dijodohkan? Aish! Kenapa orang tua dahulu dan sekarang tidak ada bedanya ya? Aigoo! Menyedihkan sekali! Tapi, kenapa Ahjumma tidak menolak saja waktu itu? Atau, Ahjumma memang mencintai suami ahjumma sebelum dijodohkan?”

“Ya, Ahjumma tentu saja menolak. Sangat menolak.” Timpal Ahjumma lalu meminimalkan panas setrika ketingkat paling rendah. Sepertinya Ahjumma semangat sekali mau bercerita.

“Kau tahu? Ahjumma dulu sudah punya pacar yang Ahjumma  cintai sebelum dijodohkan dengan suami Ahjumma sekarang. Tapi, pada akhirnya Ahjumma menyerah. Dan kau tahu kenapa Eunhyo-a? Semua itu Karena ucapan seseorang pada ahjumma  beberapa hari sebelum Ahjumma dan pacar Ahjumma dulu berniat kawin lari. Orang itu bilang pada Ahjumma Perjodohan memang terdengar egois. Orang lain memaksamu menjalani hidup dengan cara yang mereka inginkan. Tapi bukankah orang lain itu adalah orang tuamu sendiri. Orang yang mencintaimu bahkan belum kau dilahirkan. Orang yang mengenalmu dengan baik, bahkan sebelum kau mengenal satu nama di dunia ini. Orang yang mengkwatirkanmu lebih dari dirimu sendiri. Jadi, mereka memaksamu menikah bukan karena mereka egois. Tapi justru karena mereka terlalu memikirkanmu dan mengkhawatirkanmu. Mereka khawatir kalau-kalau mereka tidak ada lagi, apa ada pria yang bisa memikirkanmu dan mengkhawatirkanmu dengan baik?

Hatiku seperti tertohok mendengar kalimat-kalimat barusan. Kedengarannya kalimat ahjumma tadi seperti? Entahlah!

“Tapi Ahjumma, bagaimana kau bisa menjalani hidup tanpa mencintai suamimu? Bukankah menikah itu perlu cinta?”

“Siapa bilang aku tidak mencintai suamiku.”

“Bukankah tadi Ahjumma bilang, Ahjumma punya orang yang Ahjumma cintai sebelum menikah dengan suami Ahjumma?”

“Itu memang benar. Awalnya susah sekali hidup bersamanya. Kami selalu canggung, bertengkar karena hal-hal kecil. Tapi, semakin lama Ahjumma mengenal pribadinya, Ahjumma perlahan-lahan mengaguminya dan …. mencintainya. Dan barulah Ahjumma paham maksud ucapan seseorang yang ahjumma bilang tadi.”

“Tapi, bukankah banyak sekali pasangan karena perjodohan yang tidak berhasil? Jadi, kondisi seperti itu bagaimana, Ahjumma?”

“Aigoo, anakku ini. Bukan perjodohannya yang salah, tapi mereka yang dijodohkanlah yang tidak belajar memahami pasangan masing-masing. Mereka bahkan tidak memberi diri mereka kesempatan untuk belajar. Di dalam pikiran mereka tertanam pikiran bahwa perjodohan adalah sesuatu hal yang mengerikan yang harus diakhiri.”

Benar juga kata-kata Ahjumma barusan. Memberi kesempatan untuk belajar mencintai!

“Oh, ya. Memangnya kenapa kau menanyakan ini pada Ahjumma? Apa kau ada masalah dengan Jungsoo?”

“Tidak ada, Ahjumma. Hanya saja, Ahjussi itu terlalu tua.” Ujarku.

“Aissh! Kau ini. Dia itu suamimu bukan pamanmu. Dan Ahjumma rasa dia tidak setua itu. Kalian hanya beda 9 tahun. Jungsoo itu benar-benar serasi denganmu. Kau akan buktikan sendiri nanti ucapan Ahjumma. Percayalah!”

“Entahlah, Ahjumma.” Balasku tak yakin.

“Yak! Jangan bertingkah tidak bersemangat seperti itu. Semangat, Eo? Omo! Aku hampir lupa. Tadi, Jungsoo bilang kalau dia akan pulang larut. Dia ada urusan di dorm. Jadi, kau tidak usah menunggunya.”

“Siapa yang mau menunggunya?”

Percaya diri sekali Ahjussi ini. Ada urusan di dorm, huh? Di dorm? Sepertinya mengasyikkan.

Leeteuk’s POV

“Akhirnya selesai juga mendiskusikan konsep tur selanjutnya. Manajer dan kru juga sudah pulang ke tempatnya masing-masing. Kalau begitu, bagaimana kalau kita berpesta, Hyung?” Rengek Eunhyuk.

“Aku lelah dan ngantuk. Aku mau pulang saja.” Balasku tak bersemangat.

“Siapa yang mengajakmu, Hyung? Kalau mau pulang, ya pulang saja. Kami kan mau berpesta di dorm kami. Jadi tidak akan mengganggumu.” Cibir Kyuhyun.

Kejam sekali dongsaengku yang satu ini. Ucapannya barusan berhasil mengundang ledekan member-member lain terhadapku.

“Yak! Kalian ini menyebalkan sekali.” Protesku

                TING TONG!!!

“Buka pintunya, Wookie!” Perintah Kyuhyun.

“Shiroe! Kau selalu menyuruhku. Kau saja yang buka.”

“Kalian ini.” Cibir Siwon

Dan akhirnya Siwonlah yang mengalah membukakan pintu. Tak salah dia dijuluki gentleman di SJ.

“Nuguseyo?” Tanya Siwon melalui intercom.

“Eunhyo-imnida.” Balas seseorang melalui speaker intercom.

Gadis ini. Kenapa malam-malam begini dia ke sini?

“Awas! Biar aku yang buka.” Sela Eunhyuk menghalangi Siwon membuka pintu.

“Aigoo! Eunhyo-a. Kau datang lagi. Kau kangen sekali pada oppa ya? Kajja mari masuk.” Ujar Eunhyuk semangat menarik Eunhyo ke dalam dorm.”

“Ne. Oppa. Aku kangen sekali. Kangen sama Heebum dan Ddangkoma.” Jawab Eunhyo usil.

Kontan kalimat Eunhyo tadi berhasil membuat member-member mentertawai Eunhyuk yang sekarang tampak kesal dengan ekspresi manyunnya.

“Anieyo. Oppa. Aku juga sebenarnya rindu padamu. Sedikit.” Bujuk Eunhyo sambil menggandeng lengan si Bocah Ikan Teri ini. “Aku tadi hanya bercanda. Kau jangan marah, Eo?” Pinta Eunhyo manja.

Sejak kapan mereka menjadi seakrab ini. Bahkan Eunhyo tidak pernah menggandengku seperti itu kecuali ketika acara pernikahan kami dulu. Itupun karena terpaksa.

“Yak! Shin Eunhyo! Kau jangan dekat-dekat dengan si Ikan Teri. Bisa-bisa nasibmu berakhir ditangan pasangan ikannya.” Tukas Heechul sadis sembari melirik Donghae.

“Yak! Aku tidak seperti itu, hyung.” Balas donghae. “Jamkkanman! Bukankah kau gadis yang waktu itu bertemu denganku dan Teukkie hyung di bar? Kau kan imut gadis yang menari waktu itu?”

“Ne. Oppa itu aku. Shin Eunhyo-imnida.” Sapa Eunhyo menunduk pada Donghae.

“Tak ku sangka ternyata kau ini keponakan Teukkie hyung.” Ujar Donghae memandangi Eunhyo dari ujung rambut hingga ujung kakinya. “Yak! Hyung, kenapa tidak kau bilang kalau keponakanmu ini ternyata gadis yang sama yang pernah kau bentak-bentak di depan toilet bar dulu?”

“Kau membentak-bentak Eunhyo? Tega sekali kau, hyung.” Timpal Ryeowook memandangiku.

“Yak! Aku membentak-bentaknya karena aku tidak suka dia ada di tempat seperti itu. Sudahlah! Aku malas mengungki-ungkit kejadian itu. Apa pestanya tidak jadi?” Jawabku mengalihkan pembicaraan.

“Tentu saja. Tapi kita masih menunggu beberapa orang lagi. Ini pasti akan seru.” Jawab Heechul.

“Kalian mau mengadakan pesta, Oppa? Aku boleh ikut ya?” Pinta Eunhyo.

“Tentu saja kau harus ikut. Soalnya kalau tidak ada kau, pesta ini tidak akan seru. Kau akan berterima kasih pada Oppa nanti. Kau lihat saja Eunhyo-a.” Balas Heechul dengan smirknya.

Apa yang ada di pikiran si Setan Senior ini? Jangan-jangan dia mau mengerjai Eunhyo. Aish! Apa yang harus kulakukan.

“Eunhyo-a. Kita pulang saja. Ini sudah malam. Bukankah kau besok pagi kuliah?” Ujarku.

“Shireo! Aku tidak mau pulang. Di rumah sangat membosankan. Besok aku juga tidak kuliah. Mengapa aku harus pulang?”

Aish, anak ini keras kepala sekali. Kau tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh dongsaeng-dongsaengku ini padamu.

“Sudahlah, hyung. Kau tidak usah beralasan seperti itu. Kau khawatir kalau kami akan menjahilinya, kan? Kami tidak sekejam itu, Hyung.” Sela Kyuhyun.

                TING TONG!!

“Mereka sudah datang, Wookie, buka pintunya! Ppalli!” Perintah Heechul.

“Kenapa aku lagi hyung?” Jawab Ryewook menggerutu, tapi akhirnya bangkit juga menuju pintu dan melihat ke arah intercom. “Omo! Ada member-member Shinee. Ternyata mereka yang mau datang.”

Eunhyo’s POV

“Eunhyo-a. Kita pulang saja. Ini sudah malam. Bukankah kau besok pagi kuliah?” Ujar Ahjussi.

Aissh! Menyebalkan sekali bukan? Apa dia tidak bisa melihat orang senang sedikit?

“Shireo! Aku tidak mau pulang. Di rumah sangat membosankan. Besok aku juga tidak kuliah. Mengapa aku harus pulang?”

“Sudahlah, hyung. Kau tidak usah beralasan seperti itu. Kau khawatir kalau kami akan menjahilinya, kan? Kami tidak sekejam itu, Hyung.” Sela Kyuhyun oppa.

Aigoo. Ternyata oppadeul benar-benar baik padaku. Mengajakku pesta, sekarang membelaku dari Ahjussi diktator ini

                TING TONG!!

Omo! Mereka sudah datang. Tapi siapa kira-kira yang dimaksud Heechul oppa tadi ya? Sepertinya penting sekali.

“Mereka sudah datang, Wookie, buka pintunya! Ppalli!” Perintah Heechul oppa.

“Kenapa aku lagi hyung?” Jawab Ryewook oppa. Tapi akhirnya bangkit juga menuju pintu dan melihat ke arah intercom. “Omo! Ada member-member Shinee. Ternyata mereka yang mau datang.”

MWO??? SHINEE? Berarti Taemin juga ikut. Eotthokkhae? Apa yang harus kulakukan? Aigoo. Kenapa jadi gugup seperti ini. Tenang, Shin Eunhyo. Kau harus tenang.

Author’s POV

“Akhirnya kalian datang juga. Kenapa lama sekali, huh?” Tanya Kyuhyun.

“Mianhae. Kami baru saja selesai mengisi acara di KBS dan juga membeli makanan dan minuman sebelum ke sini. Jadi agak sedikit terlambat.” Jawab O-new merasa dengan tampang merasa bersalah.

“Ya sudah! Kajja, mari kita mulai saja pestanya.”

***

“Membosankan sekali. Dari tadi kita hanya makan, minum, dan ngobrol saja. Apa tidak ada yang lain yang bisa kita lakukan?” Protes Heechul.

“Bagaimana kalau kita memainkankan sebuah permainan saja? Semua harus ikut. Arasso?” Cetus  Kyuhyun memaksa.

“Aku tidak mau bermain Starcraft. Membosankan sekali.” Timpal Minho.

“Siapa yang mau memainkan permainan itu? Kalian sudah tahu kan, kalau kalian tidak akan bisa mengalahkanku? Jadi, aku ingin permainan yang semua orang bisa memainkannya. Kalian tahu permainan Truth or Dare?” Tanya Kyuhyun. Dan sepertinya Kyuhyun puas dengan jawaban yang diberikan oleh orang-orang disekelilingnya walaupun jawabannya hanya sekedar manggut-manggut.

“Baiklah, kita gunakan saja botol minuman ini untuk menentukan giliran. Ara?”

“Baiklah. Ingat, tidak ada yang boleh curang, berbohong, atau tidak ikut permainan ini. Semua harus ikut.” Ancam Heechul. “Kau Shin Eunhyo! Kau jangan hanya diam begitu. Kau ini kenapa? Sejak member-member Shinee datang, kau jadi diam seperti ini? Mereka itu tidak seseram yang kau lihat.”

“Seram katamu, Hyung?” Balas Key. “Kaulah orang pertama yang mengatai kami seperti itu. Kau Eunhyo, apa kami semenakutkan itu?”

“Ani. Kalian tidak menakutkan, kok. Kalian bahkan menggemaskan. Aku seperti ini hanya karena sedang tidak enak badan saja. Jangan hiraukan aku. Kalian bermain saja.” Jawab Eunhyo kaku.

“Kau itu sehat-sehat saja. Sudahlah! Pokoknya aku tidak mau tahu. Kau harus ikut.” Perintah Heechul sadis sembari menunjukkan pandangan membunuhnya pada Eunhyo. “Kau juga Lee Taemin. Jangan hanya diam saja. Kalian berdua ini kenapa sih? Dari tadi hanya diam dan saling pandang. Kalian pikir aku tidak lihat, huh? Apa kalian  ingin mengatakan sesuatu?”

“Ani.” Jawab Eunhyo dan Taemin kompak.

“Baiklah! Biar aku yang memutar terlebih dahulu.” Inisiatif Shindong. “WUah…. Teukkie Hyung. Ini giliranmu.”

“Hyung, ambil kertas pertanyaannya dari mangkuk ini. Dan bacakan keras-keras isi dari kertas yang kau pilih.” Instruksi Eunhyuk pada Leadernya itu.

Kapan dan di mana ciuman pertamamu? Aigoo. Pertanyaan macam apa ini? Ya, ganti saja pertanyaanya. Kalian semua kan sudah tahu itu.”

“Sudah! Jawab saja, hyung. Tidak semua orang yang berada di sini tahu itu.” Tegas Jonghyun.

“Ciuman pertamaku, di box telepon umum, saat itu sedang hujan di malam hari.”

“Woah….. “Seru seluruh penghuni dorm kecuali Eunhyo dan Taemin yang kadang-kadang tampak saling curi pandang.

“Pasti hot sekali hyung, suasana hujan begitu pasti seru.” Tukas Eunhyuk yadong.

Pletak!!

“Yak! Hyung, appo.” Balas Eunhyuk mengelus-elus kepalanya bekas jitakan sang Leader.

“Kita putar lagi botolnya, okei?” Seru Minho “Kau yang kena!!” Seru minho melirik wajah seseorang  yang ia lupa namanya.

“Aku?”

“Tentu saja, kau Eunhyo-a. Kau tidak lihat kepala botol itu mengarah kepadamu?” Ujar Yesung.

“Baiklah.” Jawab Eunhyo enteng. “Ciuman pertamamu dengan siapa?” Ucap Eunhyo. “Yak! Oppa apa tidak ada pertanyaan selain ini? Kenapa dari tadi pertanyaannya tentang ciuman terus? Pikiran kalian mesum sekali!” Cibir Eunhyo dengan memandang sinis pada namja-namja yang ada disekelilingnya. Ternyata ia baru sadar kalau ia satu-satunya yeoja di ruangan ini.

“Sudah jawab saja, Eunhyo-a!.” Perintah Eunhyuk tidak sabar.

“Oppa, apa cium dikening juga masuk hitungan?” Tanya Eunhyo polos.

“MWO? Hua…ha…ha…” Tawa dari seisi penghuni dorm menyeruak.

“Cium di kening itu bukan ciuman Eunhyo, babo.” Ejek Kyuhyun “Ciuman seperti itu tidak musim lagi. Kau baru bisa dibilang pernah berciuman, kalau ada namja yang menyentuh bibirmu dengan bibirnya. Arasso? Itu saja kau tidak tahu!”

“Yak, Teukkie hyung!” Sela Eunhyuk.  “Sepertinya keponakanmu ini perlu diajari. Biar aku saja yang melakukannya, eo?”

“Andwae!!!!” Protes Leeteeuk dan Taemin kompak. Tindakan refleks mereka ini kontan menjadi perhatian semua orang di dorm.

“Kalian ini kenapa sih? Berlebihan sekali! Aku hanya bercanda. Aku mana tega melakukan hal bodoh seperti itu dengan yeoja sepolos ini.” Jawab Eunhyuk meluruskan kalimatnya tadi. “Kau, Taemin! Kau kenapa tidak rela seperti itu? Kalau Teukkie hyung, sih wajar. Dia itu Ahjussinya Eunhyo. Dia ingin melindunginya. Kalau kau? Mencurigakan.”

“Ani. Aku hanya…” Jawab Taemin ragu.

“Sudahlah! Mari kita lanjutkan permainan ini.” Sela Siwon.

“Yak! Shin Eunhyo apa benar kau tidak pernah berciuman?” Tanya Heechul penasaran.

“Kalau cium di kening tidak masuk hitungan, berarti tidak pernah.” Jawab Eunhyo ketus.

“Benarkah?” Tanya Donghae masih penasaran.

“Oppadeul ini aneh sekali. Ada orang yang mau jujur, malah ditertawakan. Tapi yang berbohong malah dipercaya.”

“Siapa maksudmu berbohong?” Tanya Heechul.

“Siapa lagi!.” Jawab Eunhyo sambil melihat sinis ke arah Leeteuk dan diikuti oleh member-member Super Junior dan Shinee.

“Jadi, hyung, ciuman pertamamu bukan di box telepon umum? Ceritakan pada kami yang sebernarnya, ppalli!” Perintah Sungmin penasaran.

“Sudahlah. Itu tidak penting” Jawab Leeteuk malas.

“Yak! Ahjussi. Bukankah kau juga belum pernah berciuman? Eommamu bilang kau hanya mengarang cerita saja agar kau tidak ditertawakan member-membermu. Ayo mengaku saja.”

“Yak! SHIN EUNHYO. Kau ini! Aissh…!”

***

                “Yak! Shin Eunhyo. Ireonna (bangun) ppalli! Kita harus pulang. Ini sudah pagi.” Bujukku.

“Nanti saja. Aku masih ngantuk.” Balas Eunhyo dari balik selimutnya.

Anak ini benar-benar susah dihentikan. Aku malu sekali atas kejadian tadi malam ketika ia membeberkan rahasia yang selama ini kusimpan dan hanya aku dan Eomma saja yang tahu. Aku terpaksa menuruti keinginan member-memberku mengenakan pakaian wanita plus riasan yang sangat mencolok. Dan aku berhasil jadi bulan-bulanan keisengan member-memberku. Dan anak ini malah ikut-ikutan mentertawaiku.

Tapi entah mengapa yang aku tidak terima adalah ketika Taemin mencuri-curi pandang kearah yeoja ini. Mereka terkadang saling lempar senyum. Dan itu sedikit menyebalkan. Ternyata mereka sudah pernah bertemu sebelumnya. Aku tahu ini Karena aku tak sengaja mendengar pembicaraan mereka di dapur.

FLASHBACK

                “Aku bisa minta air putihnya?” Pinta Taemin menyodorkan gelasnya pada Eunhyo yang memang sedang menggenggam gagang teko kaca.

                “Ne.” Jawab Eunhyo.

                “Aku tak tahu kalau kau ini keponakannya Leeteuk hyung.” Ujar Taemin memandang wajah Eunhyo malu.

                “Aku juga tidak menyangka kalau kau dan hyung-hyungmu yang akan datang ke sini.” Balas Eunhyo kikuk.

                “Apa kau kecewa karena kami yang datang?”

                “Anieyo. Jangan salah paham. Aku suka Shinee.  Aku hanya sedikit terkejut saja.” Jawab Eunhyo.

                “Baguslah. Jadi, namamu Shin Eunhyo? Kita belum berkenalan secara resmi. Lee Taemin-imnida.” Sapa Taemin membungkuk sopan.

                “Shin Eunhyo-imnida.” Balas Eunhyo.

                “Mengenai kejadian di mall itu, aku benar-benar berterima kasih padamu. Kalau tidak ada Eunhyo-ssi, mungkin aku tidak bisa melanjutkan pemotretan kami.”

                “Cheonman. Kau jangan berlebihan seperti itu Taemin-ssi. Aku tidak sehebat itu.”

                “Em… mengenai benda merah yang kuberikan padamu waktu itu, aku minta maaf. Aku benar-benar tidak tahu benda itu apa dan mau diapakan. Jadi…. “ Ucap Taemin ragu-ragu sambil menggaruk-garuk kepalanya.

                “Sudahlah. Aku juga sudah melupakannya. Aku percaya kalau kau tidak ada niat apa-apa. Jadi, kita lupakan saja benda bodoh itu, eo?”

                “Ne. Sepertinya kau akrab sekali dengan hyung-hyung di sini?”

                “Mereka sangat baik dan menyenangkan. Tidak ada orang yang menolak diperlakukan seperti itu. Wajar saja jika aku membalas mereka dengan cara yang sama. Bukankah kau juga akan seperti itu?”

                “Kau… benar. Kudengar kau juga seorang dancer? Ternyata kita menyukai hal yang sama.”

FLASHBACK END

Menyebalkan melihat mereka berdua seperti itu. Yeoja ini sepertinya sangat senang. Setelah member-member Shinee meninggalkan dorm ini, ia tak henti-hentinya memuja-muja ketampanan dan keimutan wajah Taemin itu. Belum lagi ketika Taemin ditantang menunjukkan dancenya, yeoja ini bahkan akan ikut bergabung dengannya. Untung saja aku menarik tangannya dan memandangnya dengan tatapan sangat tidak setuju. Dan untungnya, diapun menurutiku.

Yeoja ini bahkan tidak sadar kalau dia kelelahan dan tertidur di ruang TV di dorm ini. Dan akulah yang harus mengangkatnya ke kamar yang dulu kutempati dengan Donghae, sementara Donghae mengungsi di sofa di ruang TV bersama-member lain.

Eunhyo’s POV

Benar-benar tak bisa dipercaya. Bertemu Taeminnie ku tadi malam benar-benar seperti mimpi. Dia benar-benar seperti yang kubayangkan selama ini. Imut, menyenangkan, ramah, lugu, dan tentunya tampan dan dancenya benar-benar keren. Mataku bahkan tak bisa berkedip ketika dia memamerkan kemampuan menarinya. Aku bahkan tidak sadar menggoyang-goyangkan badanku mengikuti irama musik pengiring dancenya dan hampir ikut menari bersamanya. Kalau saja Ahjussi menyebalkan itu tidak menarik tanganku dan memperlihatkan tatapan membunuhnya, aku sudah pasti bisa sedikit memamerkan kemampuan danceku.

Tapi, satu hal yang membuatku merasa kesal malam itu. Aku ditertawai karena permainan bodoh itu. Apa begitu memalukannya jika belum berciuman? Sial. Bukankah seharusnya aku harus bangga karena tidak mengumbar bibirku sembarangan pada pria yang belum tentu jadi belahan jiwamu? Benar, aku harus bangga. Dasar namja! Tapi, bagaimana jika Taemin tidak berpikir demikian? Bagaimana kalau dia menyukai gadis yang pandai mm.. berciuman? Aissh!… Apa-apaan aku ini.

***

                “Masuklah!” Perintah Minji dari dalam rumah loteng tempat dimana aku dulu pernah tinggal bersamanya. “Kau seperti baru pertama kali ke sini. Apa karena sangat berantakan? Aku tidak sempat membereskannya tadi pagi.”

“Kenapa sepi? Kemana sepupumu yang kau bilang tinggal di sini?” Ucapku sambil melihat-lihat keadaan rumah loteng yang kurasakan memang sedikit agak berbeda dari waktu aku tinggal di sini dulu. Sedikit lebih berantakan maksudku.

“Ah, dia pulang ke rumah pamanku. Maksudku ke rumah orang tuanya. Tepat sekali waktunya. Bukankah kau bilang ingin tinggal di sini selama beberapa hari?” Tanya Minji.

“Ne. Appa dan Eommaku sedang pergi ke Busan untuk beberapa hari. Jadi aku tidak berani tinggal sendiri di rumah. Aku kebetulan rindu sekali dengan rumah loteng ini. Jadi, terima kasih ya telah mengijinkanku tinggal di sini.” Balasku.

Alasan yang tidak bermutu. Sepertinya aku harus belajar mengarang cerita yang lebih baik. Aigoo! Kenapa sejak menikah dengan Ahjussi, aku jadi hobby berbohong seperti ini. Sebenarnya aku mengungsi ke sini karena di rumah Ahjussi terlalu sepi. Ia pergi ke Manila karena mengisi beberapa acara dengan Super Junior di sana. Kim Ahjumma juga sedang cuti.

“Kau tidak usah sungkan. Kau istirahatlah. Aku ingin menonton Starking dulu.” Ujar Minji lalu menyalakan TV.

“Aku juga ingin nonton.”

“Omo! Super Junior!!” Pekiknya Minji.

Benar saja. Leeteuk ahjussi dan Eunhyuk oppa jadi bintang tamu di acara favorit rakyat Korea ini.

“Eunhyuk OPPA!!” Teriak minji histeris.

“Aissh kau ini berisik sekali” Protesku. “Sejak kapan kau begitu menyukai Eunhyuk oppa? Bukankah kau dulu tidak suka Idol Group?”

“Sejak oppa begitu sexy dengan six-packednya. Oppa juga kelihatan polos sekali. Aigoo!” Jawabnya santai tanpa melihat wajahku, matanya sibuk memandangi wajah Eunhyuk oppa

. Mwo? Sexy? Polos? Kalau kau bertemu dengannya Minji-ya, kau akan berpaling dalam hitungan detik. Namja itu meskipun di luarnya terlihat polos, tapi otak yadongnya itu tidak tertolong lagi. Tapi, aku tetap suka padanya. Ia namja yang sangat perhatian.

“Yak! Shin Eunhyo. Kau sendiri, sejak kapan kau memanggil Eunhyuk oppa dengan embel-embel ‘oppa’? Bukankah kau tidak kenal mereka?” Selidik Minji.

“Ani. Aku hanya refleks memanggilnya begitu karena kau juga memanggilnya begitu.” Jawabku berbohong.  Aku benar-benar malas mengarang cerita kali ini.

“Kau ini!” Cibir Minji sinis. “Omo! Gadis-gadis ini siapa? Kenapa berpakaian begitu minim? Mau apa mereka?”

Benar saja. Lima orang gadis asal Thailand dengan wajah cantik khas Thailand mengambil posisi yang sepertinya hendak perform dance mereka. Benar juga kata Minji pakaian mereka benar-benar minim. Celana pendek yang memamerkan paha dan tanktop membalut tubuh langsing dan tinggi mereka.

Lumayan juga gerakan awalnya meskipun terlihat sedikit kurang maksimal. Mereka mengcover dance lagu berbahasa korea yang kurang akrab di telingaku. OMO! APA-APAAN INI?? Kenapa satu per satu mereka menghampiri…….. Ahjussi? ASTAGA!! Gadis itu, BERANI-BERANINYA dia duduk di pangkuan Ahjussi? Aissh!!

“Omo! Apa Leeteuk oppa begitu terkenalnya di Thailand? Gadis-gadis itu bernafsu sekali mendekati oppa.” Cetus Minji

“Menyebalkan!” Pekikku.

Bagaimana tidak? Wajah Ahjussi terlihat senang sekali ketika gadis-gadis itu menari menghampirinya, mengelus pipinya, dan bahkan duduk di pangkuannya. Ia bahkan ikut menari ketika  gadis yang yang duduk di pangkuannya tadi menariknya untuk menari bersama. Ahjussi bahkan melepaskan Blazernya dan memakaikannya ke badan gadis itu.

Sebegitu senangkah Ahjussi ini? Sampai-sampai wajahnya merah begitu. Ia juga terlihat malu-malu ketika di minta oleh MC Kang Hodong untuk saling tukar pandang dengan gadis tadi. Benar saja. Dia memandang gadis yang di sebut-sebut sebagai leader di groupnya itu dengan mata begitu berbinar-binar dan dengan senyumnya yang menyebalkan itu.

“ Eunhyo-a!!”

Ahjussi benar-benar menyebalkan. Dia tidak pernah tersenyum seperti itu padaku.

“Yak! Shin Eunhyo!”

Ahjussi bahkan lebih suka memarahiku karena hal-hal kecil. Menceramahiku, mengataiku anak kecil, dan sepertinya ia juga tidak suka aku menari. Apa jangan-jangan dia membenciku? Atau….. Ahjussi menyukai gadis itu?

“YAK! SHIN EUNHYO!!”

“Astaga! Kau mengagetkanku saja? Apa kau tidak bisa memanggilku sedikit lebih lembut? Aku ini tidak tuli Minji-ya.” Ujarku kesal.

“Lembut katamu? Ya! Aku sudah memanggil-mangilmu berkali-kali, tapi kau tidak dengar juga. Berarti kau memang tuli.” Balas Minji. “Apa sih yang kau pikirkan? Apa kau mengkhayalkan sesuatu? Aigoo! Lihat wajahmu itu! Sepertinya kau kesal sekali melihat gadis-gadis barusan.”

“Kesal? Siapa yang kesal? Aku hanya tidak percaya saja gadis tadi berani sekali duduk di pangkuan Ahjussi.”

“Kesal juga tidak apa-apa. Aku juga sedikit kesal sih melihat gadis-gadis itu. Benar katamu. Gadis tadi yang duduk tiba-tiba di pangkuan Leeteuk oppa begitu agresif mendekati oppa. Mengerikan sekali!” Sambung Minji dengan wajah sinisnya. “Tapi, siapa yang kau sebut ahjussi? Kau ini berani-berani sekali mengatai Leeteuk oppa ahjussi. Kau ini ternyata tidak hanya sedikit tuli, tapi matamu itu juga perlu di periksa ke dokter mata. Wajah imut dan tampan begitu mana pantas kau sebut Ahjussi. Kau tidak lihat kenapa gadis-gadis tadi bernafsu sekali mendekati oppa?” Cibir Minji padaku. “Ya, tidakkah kau berpikir kalau Leeteuk oppa itu begitu Gentleman? Caranya memakaikan blazernya pada yeoja tadi benar-benar membuat hatiku meleleh. Kesannya dia tidak ingin membiarkan yeoja itu mengumbar bodynya yang cukup terbuka itu. Aigoo! Benar-benar seperti malaikat pelindung. Keren sekali!

“Aku tidak peduli!” Jawabku lalu berlalu menuju kamar.

“Yak! Kau kenapa?”

Leeteuk’s POV

                Yeoja ini aneh sekali akhir-akhir ini. Dia selalu menjawab ketus setiap pertanyaanku. Ketika dia kuantar hingga halte bis tadi pagi juga begitu. Ia hanya diam saja dan memasang muka cemberut selama perjalanan. Ada apa dengan yeoja ini? Tak seperti biasanya. Apa dia sedang PMS? Eissz! Apa-apaan aku ini.

“Jung Soo-ya, kau ini kenapa? Sudah! Jangan menghayal yadong siang-siang seperti ini. Sekarang giliranmu. Fotografernya sudah menunggumu sejak tadi.” Cibir Heechul.

“Siapa yang yadong!! Eissz! Kau ini.”

***

                “Eunhyo-a. Kau besok ada waktu?” Tanyaku pada Eunhyo yang kelihatannya sibuk mengerjakan tugas kuliahnya di meja ruang TV ini.

Aneh sekali anak ini. Bagaimana bisa dia konsentrasi belajar dengan TV menyala seperti ini? Paling-paling dia tertidur lagi di sini. Anak ini!

“Besok aku kuliah!” Jawabnya singkat tanpa menghentikan pekerjaannya.

Eommoni dan Abojiku meminta kita datang ke rumah. Kita belum pernah berkunjung ke sana setelah hari pernikahan kita. Kau tahu tradisi Korea, kan? Mengunjungi keluarga mempelai pria setelah beberapa hari pernikahan. Tapi ini sudah hampir dua bulan. Aku sedikit mereasa bersalah dan tidak enak pada mereka. Bagaimana menurutmu?”

“Baiklah.” Jawab Eunhyo singkat.

“Jadi kita bisa pergi besok?” Tanyaku.

“Mmm… tapi kita berangkat setelah aku pulang kuliah. Besok aku ada ujian, jadi Ahjussi jemput aku saja.” Balas Eunhyo dan lagi tanpa melihat wajahku.

“Ya! Kau ini datar sekali menjawabku? Apa aku melakukan kesalahan? Akhir-akhir ini kau ketus padaku.” Tanyaku.

“Ani. Aku hanya…” Jawabnya ragu. “Ahjussi, apa kau menyukai gadis itu? Kau kelihatan senang sekali ketika gadis itu menggodamu.”

“Gadis apa?” Jawabku bingung.

“Aissh! Kau pura-pura tidak tahu. Sudahlah, lupakan saja!” Ucapnya malas.

Gadis yang mana, sih? Aku benar-benar tidak tahu apa maksud ucapan anak ini? Selama ini memang banyak gadis-gadis yang mendekatiku. Tapi aku tidak pernah menanggapi mereka dengan serius. Aku dicap Cassanova di SJ itu bukan fakta. Aku hanya berpura-pura akrab gadis-gadis itu murni hanya untuk kepentingan acara saja. Tidak ada yang lain. Walaupun sekali-kali aku terlihat menggoda gadis-gadis itu, itu kulakukan hanya untuk mempertahankan gelar Cassanovaku yang terdengar ya, lumayan keren kusandang. Lagi pula, kenapa dia berkata sinis seperti itu?

“Yak! Shin Eunhyo. Jangan bilang kau menyukaiku. Aigoo! Ternyata benar kata orang-orang, kalau wajahku semakin tampan saja.”

“MWO!! Menyukaimu? Cih, aku mana mungkin menyukai Ahjussi sepertimu. Kau tahu standarku kan, Ahjussi? Aku hanya akan menyukai ahjussi-ahjussi. Aku berani jamin orang-orang yang mengataimu tampan itu, pasti matanya rusak semua. Tampan katamu? Ck..ck..” Ujar Eunhyo sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan memandang sinis ke arahku.

Sial. Hobby sekali anak ini mengataiku Ahjussi. Sekarang malah menyangkal kalau aku tidak tampan. Baiklah! Sepertinya anak ini harus diberi sedikit pelajaran.

Eunhyo’s POV

“Yak! Shin Eunhyo. Jangan bilang kau menyukaiku. Aigoo! Ternyata benar kata orang-orang kalau wajahku semakin tampan saja.”

“MWO!! Menyukaimu?” Apa Ahjussi ini tidak salah bicara? Pede sekali dia. “Cih, aku mana mungkin menyukai Ahjussi sepertimu. Kau tahu standarku kan, Ahjussi? Aku hanya akan menyukai ahjussi-ahjussi. Aku berani jamin orang-orang yang mengataimu tampan itu, pasti matanya rusak semua. Tampan katamu? Ck..ck..” Ujarku tak terima.

Aku menyukainya? ANDWAE! Bisa jatuh pasaranku. Tidak ada satu hal pun yang membuat aku menyukai namja yang karenanya aku tidak bisa leluasa mendapatkan namja idamanku, Taemin. Benar kata Eunhyuk oppa. Ternyata namja satu ini mengidap penyakit ‘narsis’ akut.  Mengerikan sekali.

Aigoo! Apa-apaan ini?

“Ya!” Ucapku takut.

Kenapa Ahjussi bertingkah aneh seperti ini?

“Ahjussi.” Ucapku kaku memandang wajahnya yang kini berjarak sekitar15 senti dari wajahnya.

“Eunhyo-a” Ucapnya lembut memandang manik mataku dan makin mendekatkan jarak.

“Ya, Ahjussi” Ucapku gemetaran dan mencoba mengalihkan pandanganku dari matanya.

Omo! Dia mau apa? Kenapa rasanya aku semakin tersudut dengan pandangannya ini. Wajahnya semakin mendekat. Pandangannya kini mengarah ke ….  bibirku.

“Eunhyo-a.” Balasnya lembut sampai-sampai aku bisa merasakan hela nafasnya diwajahku. “Kau benar-benar….”

Aigoo.! Apa-apaan ini. Kenapa sepertinya badanku tidak bisa memberontak. Jantungku kenapa tak karuan seperti ini?

“Kau benar-benar…BWHA… HA.. HA!!!!” Pekiknya tertawa lepas. “Ternyata benar. Aku memang tampan. Lihat wajah babomu sekarang.  Kau bahkan tidak bisa berbuat apa-apa hanya dengan melihat wajahku. Jadi kau tidak usah menyangkal kalau Ahjussi mu ini memang tampan.”

Sialan! Berani-beraninya mengerjaiku. Sekarang malah mengataiku babo danmentertawaiku, huh?

“Tampan? Cih! Ahjussi kau tahu…” Balasku ragu. “Kau tahu kenapa aku tidak bisa berbuat apa-apa? Wajahmu terlalu menyeramkan! Jadi aku tidak berani melihatnya. Huh! Percaya diri sekali.” Lanjutku tidak mau kalah.

“Sudah, mengaku sajalah. Aku benar-benar tampan kan?”

“Ya Tuhan! Benar-benar narsis expert level” Jawabku memanyunkan bibirku.

“Yak! Kau jangan serius begitu. Aku hanya bercanda, eo?” Balas Ahjussi seraya menyunggingkan senyum dengan lesung pipi khasnya. “Beberapa hari ini kau sepertinya mengacuhkanku. Aku sedikit heran. Aku bahkan mengira kalau kau telah dirasuki oleh setannya Heechul. Tapi sekarang, kau bertingkah seperti ini, aku sedikit lega. Eunhyo-ku, kau telah kembali.” Ucap ahjussi lalu mengusap kepalaku dan berlalu ke kamarnya.

EunhyoKU? Apa aku tidak salah dengar? Cih, Sepertinya bukan aku yang kerasukan, tapi Ahjussi. Sejak kapan aku jadi miliknya? Aneh sekali?

Leeteuk’s POV

Aigoo! Apa-apaan aku tadi? Kenapa aku jadi kekanak-kanakan seperti itu. Bodoh sekali mempermainkannya seperti itu. Tapi, siapa suruh mengacuhkanku dan mengataiku Ahjussi terus? Melihat ekspresinya tadi benar-benar menggelikan. Tapi, sebenarnya aku tidak tahan juga memandangi wajahnya polosnya lama-lama. Aku bahkan tidak bisa menghindar memandangi sekilas bibir mungilnya yang berhasil membuatku menelan ludah. Kalau saja tidak mengingat bahwa aku sedang mengerjainya, mungkin aku tak tahu apa yang akan terjadi padanya.

***

                “Aigoo! Jungsoo dan menantuku datang juga!” Ujar Eommanya Ahjussi menyambut kami girang.

“Ne, Eomma.” Balasku lalu membungkuk sopan kepada Omoni dan Aboji. “Mainhaeyo Aboji, Omoni. Kami baru datang sekarang.

“Annyeonghaseyo, Aboji, Omoni!” Sapa Eunhyo lalu membungkuk sopan.

“Ne.” Balas Omoni lalu menghambur memeluk Eunhyo. “Ya! Menantuku, kenapa baru sekarang kalian datang, mm? Padahal eomma kangen sekali melihat menantu eomma ini. Kau baik-baik saja selama ini, kan?”

“Ne, Eomma.” Jawab Eunhyo. “Gweinchana. Eomma, ini ada sedikit hadiah untuk Eomma dan Appa. Aku harap Eomma dan Appa menyukainya.”

“Wah! Gomawo, Eunhyo-ya.” Aigoo! Bagus sekali bross ini. Pasti mahal sekali ya.”

“Jagiya, Kau ini! Tidak pantas menanyakan harga barang pemberian seseorang.” Sela Aboji. “Gomawo, menantuku. Kalian duduklah. Appa ingin berbincang-bincang dengan kalian.”

Eunhyo’s POV

Menyenangkan sekali rasanya bertemu eomma dan appa mertuaku. Aissh! Sepertinya aku harus berhenti menonton drama-drama bodoh dimana karakter ibu dan ayah mertuanya seperti setan yang tak henti-hentinya menyiksa menantunya.

Tapi, bertemu mereka sedikit membuatku merasa malu juga. Bagaimana tidak? Ketika tadi aku dan Ahjussi bersujud memberi hormat pada mereka, aku, yeoja yang tidak begitu ahli melakukan hal-hal formal tradisional seperti itu, dengan babonya hampir tersandung oleh kakiku sendiri karena sambil melakukan gerakan, aku mengintip gerakan ahjussi dengan maksud menirunya. Untung saja aku tidak jatuh karena ahjussi berhasil menarik pergelangan tanganku dan menyelamatkanku dari hal yang mungkin lebih memalukan lagi. Karena kebodohan yang aku lakukan, aku dan ahjussi harus mengulang ritual ini hampir dua kali dan berhasil membuat mertuaku yang saat itu berada tepat di depan kami dan Inyoung  eonnie menahan-nahan senyum mereka.

Belum lagi ketika aku dengan entengnya memanggil Ahjussi seperti biasanya dengan sebutan ‘Ahjussi’. Padahal, aku sudah diingatkan olehnya dalam perjalanan tadi untuk tidak memanggilnya begitu. Untung saja Ahjussi berhasil mengarang cerita kalau fans-fansnya yang masih anak-anak memanggilnya dengan sebutan ‘ahjussi’ dan aku meniru anak-anak itu untuk menggodanya. Brilian dan norak sekali, huh? Dan hasilnyaa, aku terpaksa memanggilnya dengan panggilan ‘yeobo’ karena paksaan Eomma. Aissh! Menyebalkan sekali. Membuat aku merinding saja mendengarnya.

“Jungsoo-ya, kalian malam ini menginap di sini saja.” Sela Inyoung eonnie.

Omo! Menginap di sini? Bagaimana ini?

“Eomma, mianhae. Sepertinya kami tidak…”

“Aigoo. Jangan bilang kau sibuk. Eomma sudah bosan mendengar penolakan darimu karena alasan itu. Eomma tidak mau tahu. Malam ini kalian harus menginap di sini. Lagipula ini pertama kali kalian datang ke sini, ke rumah orang tua kalian. Tidak pantas rasanya berkunjung ke rumah orang tua sendiri tanpa menginap. Eo?” Pinta eomma.

“Yak, Dongsaeng! Kau ini tega sekali melihat eomma memelas seperti itu.” Cibir Inyoung eonnie pada ahjussi. “Eunhyo-a, kau juga mau menolak seperti adikku yang sombong ini?” Tanya eonnie.

Aku harus jawab apa? Kalau kutolak, aku tidak tega. Tapi kalau kuterima?

“Ara, ara. Kami akan menginap di sini.”

MWO??? Apa-apaan ahjussi ini? Kenapa tidak tanya-tanya dulu padaku?

“Jinja? Aigoo! Eomma senang sekali.” Pekik eomma sumringah. Cepat sekali perubahan ekspresi eomma ini. “Eomma dan eonnie-mu sudah menyiapkan kamar spesial untuk kalian berdua.”

“MWO???”

Apa-apaan ini? Aku satu kamar dengan ahjussi? Eottokkhae?

“Kalian tidak bawa pakaian ganti kan? Eomma sudah siapkan semua. Kalian tenang saja.”

“EOMMA!!!” Ucapku dan ahjussi tak percaya

TBC

Mianhae readers tercinta.. kayaknya part ini agak panjaaaang ya? Author jg agak berfilosofi gaje di part ini.. author harap readers sekalian gak mual2 bacanya ya..   ^_*     AND always… author minta commentnya ya.. kritik, saran, and apa aja deh uneg2 readers mengenai part ini. Asal jgn dibashing ya.. WE’RE ELF.. WE’FAMILY, right??

Author harap readers smuwa suka ya…. I’ll try my best in the next part. Need u’r support… LOVE U ALL..BYE….

Author mw mejeng dulu ke kampny nampyeon aku ‘Heechul oppa’. Kangeng berat nih!!
#lambai2 tangan bw koper sambil tebar flying kisses a la miss uniperes#

Next Post
Leave a comment

54 Comments

  1. Gak kepanjangan koq, kepanjangan malah lebih baik ._.v *biar puas baca.na
    Ini ff gak bikin perut mual
    TAPI……….
    bikin perut mules kebanyakan ketawa *peace author ._.v

    Reply
  2. kyuhyun's wife

     /  January 8, 2012

    tinggalin jejak dlu :D

    Reply
  3. Lethi

     /  January 8, 2012

    author, aku nunggu-nunggu banget ini ff, akhirnya di publish juga.
    gapapa dah agak kepanjangan juga.
    keren author, di tunggu part selanjutnya ya author :D

    Reply
    • gomawo, chingu
      #deep bow
      mianhae ya postingny lama2..
      maklum, aq nulisnya curi2 waktu
      i’ll try my best..keep supporting me ya..

      Reply
  4. thor part berikutnya bikin mereka lbh dkt y…
    bikin mrk sdkt jth cinta y
    HWAITINGG!!!

    Reply
  5. Mianhe q bru komen di pert ini,q ska critanya,dah lma q tnggu klnjutanya..eh akhirnya publis juga…next pert jgn lma2 ya…….penasaran…….

    Reply
    • gak apa2 br comment skarang..
      yg penting udah ada jejaknya….skrang
      hi..hi..
      it’s nice to know that u can’t wait to read the next part..
      GOMAWO!!!

      Reply
  6. arra

     /  January 8, 2012

    G pa2 Eunhyo ma Taemin,biar tar Teukie oppa ma q z,hahaa #luv u teukppa<3 <3 <3

    D tunggu lanjutan'a thor;-)

    Reply
  7. elfishy27

     /  January 8, 2012

    Ffnya pnjg aku suka.. Lnjutt!!! Di tunggu ya..

    Reply
  8. elfishy27

     /  January 8, 2012

    Ini ff yg aku tunggu2.. Part 4 Lnjutt!!! Di tunggu ya..

    Reply
  9. maviraaa

     /  January 8, 2012

    Aaaaa meskipun udah panjang,tapi masih berasa kuraaaaang
    Authorr tega sekali nulis tbc pas lagi seru serunya kayak gini >.<"
    Pokoknya part selanjutnya cepetaaan ya thor, tetep panjaang dooong
    Penasaran kkkkk
    Authro fighting!!!!!

    Reply
  10. sclouds9

     /  January 8, 2012

    Huaaa..seru!lanjutannya..ASAP..

    Reply
  11. raeKyu

     /  January 8, 2012

    eon biasnya teukppa?
    sama iiiii …
    suka deh sm semua ff yg cast nya teukppa :)

    Reply
    • i’m heechul biased… akut.. bgt…
      tp eon suka juga ma teukpa.. abis gk nahan liat dimplenya…
      Gomawo ya dah RCL
      ^_*

      Reply
  12. cloudyeppa

     /  January 8, 2012

    dari part ke part, ff ini selalu buat aku ngakak karena kekocakannya dan terkesima karena ff nya bagus dalam penulisan kata katanya dan ceritanya #oke lebay.. good ff..! ga sabar buat next partnya

    Reply
    • HUa,,,,,a……a…
      #author melayang2+guling2+lompat2…..
      jadi ge er gini ya???
      he..he…
      gomawo dah RCL ya..
      next part..nyusul..

      Reply
  13. nungkz

     /  January 8, 2012

    yeeaay lanjut thor..
    Seru nih..jd bayangin dimple couple hehehe..untg sora ga manggil ahjusi k teukie oppa kkk

    Reply
  14. Sarah K (@sarah3sj)

     /  January 8, 2012

    fighting bwt part2 seterusnya,
    hubungan ahjussi sama eunhyuo lebih deket dong yayayaya..
    next part jgn lama2 ^^ y

    Reply
    • next part tunggu heechul oppa balek wamil..
      #dirajam readers..
      Bo’ong dink…
      mana tega saia tinggalin readers segitu lama..
      teukpa ma eunhyo lebih dekat???
      kasih tau gk ya???
      #plak!!

      Reply
  15. hyun

     /  January 8, 2012

    Daebak……. ngiri bnet q ma eunhyo.. >,< cerita x jga lucu….. ga sabar nunggu part selanjut x :D author fighting

    Reply
  16. han eun ji

     /  January 8, 2012

    Ya ampuuuuuun,kesaaaaaaaal kesal karena dari lubuk hati yg paling dalam gk sabar nunggu lanjutannya #ceilahlebaynya.
    Tp sumprit daebaaaaaaakkkk thoooooor
    d >w<b

    Reply
  17. ViKeyKyuLov

     /  January 8, 2012

    Wuahhhhh,, suka,, sukaa,,, Udah nunggu part ini dari lama,,,, Lucu,ringan, ceritanya juga ngalir gitu ajj,,, terutama cast-nya member SJ digabung sama SHInee,,,

    Daebakk lahh thor,,, what happen next chapt saat ahjussi dan “ponakannya” itu bermalam dlm satu kamar,,hehe

    Reply
    • GOMAWO…..
      sok atuh ditunggu..
      tp mianhae ya… dah buat nunggu2. Soalnya saia baru terjun dlm dunia per ep-epan .. jadi perlu konsep yg agak matang. Kerjaan saia juga kurang memungkinkn buat nyediain waktu cukup bwt nulis..
      #curhatan nih ye….

      Reply
  18. Elf

     /  January 8, 2012

    Pokoknya lnjutannya hrus cpeeet…
    >.<
    *lhoo kok maksaa..

    Reply
  19. makin seru lanjut nya buruan thor

    Reply
  20. LHJ_203

     /  January 9, 2012

    Lanjut thor!! Sumpah ga sabar baca part 4 :D daebak!!!!!

    Reply
  21. aaarrghhh….ini ga kepanjangan tp mlah kurang!!! ayooo lanjutannya jgn lma2 ya author.. ok?

    Reply
  22. bum

     /  January 9, 2012

    lanjutannya…

    Reply
  23. Bwahahahaha, kocak juga bacanya nii
    Lanjut ya

    Reply
  24. park yeon rin

     /  January 9, 2012

    Author udah lama ak nantikan …akhirnya d publish juga…part selanjutnya kapan author?jangan lama” ya..ffnya seru banget…

    Reply
    • sip dah!!!
      makasih 100000x + deep bow
      mianhae juga ya…
      waduh, jadi ngerasa bersalah ne..posting lama2

      Reply
  25. jgn2 baju tidur yg d sediain buat eunhyo baju tidur sexy lg,,,,,,, eunhyo n teuki udah paa mulai cemburu diem2,,,,,, makin seru lanjut…….!!!!!

    Reply
  26. Shin Ha Rin

     /  January 10, 2012

    bagus,
    d tunggu lanjutannya y author, jngan lma2 :)

    Reply
  27. parkhyera

     /  January 10, 2012

    ayo thor cpetan di postnya..
    aq slalu nunggu nih ff..

    Reply
  28. lanjutannya mna thor..
    penasaran nhee seru juga haha #gajeh :D

    Reply
  29. Kim Ni Sha

     /  January 10, 2012

    Kelanjutannya di tunggu terus

    Reply
  30. Lucuu crita’a……
    Tapi koq nyari part 1′a gda si ‘,’a…

    Reply
  31. ana ae

     /  January 11, 2012

    yg dtunggu2 akhirnya nongol jg…
    selalu menunggu kpn eunhyo dn ahjussi ini saling jatuh cinta.
    lebih panjang lebih bagus. suka ma ff yg panjang2. lbh puas bacanya.
    dtunggu part selanjutnya..
    hwaiting!!

    Reply
    • kykny saia dah t’knl suka telat postingin the next part ya??
      Mianhae ya, chingu…
      bukan sengaja, tp mang kadang mood aq sering gk bagus klw nulis. maklum i’m newbie dlm dunia per ep-ep an..
      kelanjutannya sabar ya…
      GOMAWO dah RCL…

      Reply
  32. maumau

     /  January 11, 2012

    di tungguuuu bgt k’lanjutannya…..

    Reply
  33. fanyyseung

     /  January 15, 2012

    ditunggu banget kelanjutannya…..

    jangan lama lama yach author,,,,,

    Reply
  34. cheva

     /  January 18, 2012

    .menurutku malah kurang panjang thor !!! (maunya~dikasih death glare author).
    .part selanjutnya ditunggu.

    Reply
  35. mellowwss

     /  January 22, 2012

    ayoo dung thorr!
    gak sabr sm part lanjutannya…
    akunyyaa nunggu sampe lumutan niih *lebeh
    huhuhhuuu,, ditunggu ya thor

    Reply
  36. lbh panjang malah lbh bgus. Law prlu sampai 100 hlama aja *plakk minta d gampar*
    knpa lama publishnya chingu. Aq sampai beruban nunggunya *lebay mode on*.
    d tggu ea part lanjutannya.

    Reply
  37. author ko lama bged publishnya…
    ga sabar nii thorr….
    ku tunggu yaa thor part 4 nyaa
    Fighting…!!!!

    Reply
  38. choi

     /  July 14, 2012

    aduh.. eomma nya yah.. hehehehe

    Reply
  39. haha, makin seru,
    Next partt ..

    Reply
  40. dindaPJJ

     /  August 6, 2012

    kereeen ><

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 6,258 other followers

%d bloggers like this: