THE DARE

Annyeong^^, saya kembali lagi setelah ff pertama saya di sujuff “Saranghae Oppa”. Mian chingu buat coment yang gg dibalas *bungkuk 900. Tapi tenang aja comentnya aku baca semua. Gomawo ya udah pada coment, author seneng banget *meluk Eunhyuk. Oh ya, Cuma sekedar informasi, ff “The Dare” ini pernah dipost di WP kpopffindonesia yah dan saya adlah salah satu author disana :D , sekalian numpang promosi :p. Buat readers yg pingin baca ff2 saya dan ff2 lainnya silahkan dikunjungi Wp ini http://kpopffindonesia.wordpress.com/2011/12/27/this-is-love-ficlet/ , jangan lupa RCL ya. Kembali lagi kecerita,  sebelumnya aku juga pernah ngirim FF ini tp sepertinya gg kekirim dan castnya SoeKyu. Tapi sebenernya ceritanya itu sama dan itu semua juga murni buatanku. So, gg ada COPAS. Sepertinya aku sudah terlalu banyak bicara. Ok readers, mian sudah menunggu lama. Inilah ff . . .

THE DARE

Main Cast                    : Cho Kyuhyun

Kim Hyomi

Other Cast                          : Kim Minsun

Kim Yujin

Genre                          : Romance

Type                            : Oneshoot

Rating                          : PG 15+

Di sebuah taman yang indah dikelilingi dedaunan berwarna kecokelatan. Seorang yeoja sedang duduk di bangku pojok taman. Mengamati orang – orang yang berlalu lalang, terkadang seulas seyum tergambar di wajah cantiknya itu. Sambil mendengarkan lagu yang dia dengarkan melalui earphonenya, yeoja itu bersenandung pelan. Memejamkan kedua matanya dan menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya. Mengingat kembali kenangan – kenangan indah yang dulu pernah ia lalui dan sekaligus menyesali perbuatan bodohnya saat itu. Tersirat dengan jelas rasa kecewa dan penyesalan di wajahnya, setelah dia mengingat kembali kenangan – kenangan itu.

[FLASHBACK]

“bagaimana dengan kencanmu tadi malam Jin~a? Ayo ceritakan pada kami”  Minsun terlihat sangat antusias menunggu jawaban dari salah satu dongsaengnya itu.

“Siwon oppa sangat romantis! Aku tidak menyangka dia akan seperti itu. Mungkin aku akan kalah kali ini” Yujin menundukkan wajahnya, menyembunyikan semburat merah di pipinya yang halus.

Minsun tersenyum melihat tingkah laku dongsaengnya itu. “Akhirnya kau kalah juga . . .” belum selesai Minsun menyelesaikan ucapannya. Yujin memotong pembicaraan eonninya.

“Sepertinya aku sedang jatuh cinta” ujar Yujin dengan mata berbinar – binar.

Minsun mendecak kesal, dengan salah satu kebiasaan buruk Yujin yang sangat tidak dia sukai, yaitu memotong pembicaraan orang lain. “Aissh! Terserah kaulah Jin~a yang penting itu membuatmu bahagia”

Setelah cukup lama berdebat dengan Yujin, dia menyadari ada seseorang yang sejak tadi diam, membaca buku dan tidak menggubris mereka (Minsun dan Yujin) sama sekali. “Ya! Hyomi! sekarang giliran mu!”

“Mwo?” hanya itulah kata – kata yang keluar dari mulut Hyomi menanggapi pertanyaan eonninya tadi.

“Ne, kali ini tidak ada penolakan Hyo~a. Sudah sering kau menolak tantangan dari kami dan untuk sekarang TIDAK” ujar Yujin.

“Kalian ini kekanak – kanakan sekali” Hyomi tetap berkutat dengan bukunya menghiraukan perkataan eonni – eonninya.

Melihat itu Yujin dan Minsun sangat kesal. Yujin mengambil buku Hyomi dan menatapnya tajam sambil tersenyum sinis. “Kau takut menerima tantangan kami, Hyo~a? Atau kau . . . “

Minsun sengaja menggantungkan perkataannya, dia sangat penasaran dengan reaksi yang akan terjadi pada Hyomi. “ . . .takut pacaran?”

Pertanyaan tadi sontak membuat Hyomi terkejut, tangannya gemetar membuat buku yang dipegangnya terjatuh. “MWO?! Ani… an..”

Minsun dan Yujin tersenyum melihat dongsaeng kesayangannya itu sudah masuk kedalam perangkap mereka. Walaupun Hyomi cantik dan pintar tapi mereka tahu bahwa dongsaengnya itu tidak pernah pacaran sama sekali, bahkan dia hanya berteman dan mengenal seorang namja saja yaitu teman Hyomi dari kecil sampai sekarang. Dan mereka juga tahu, Hyomi akan malu dan takut bila eonni – eonninya ini menyebut kata ‘pacaran’. “Baiklah kalau begitu kau mau kan?” Minsun mendekati Hyomi dan mengerlipkan sebelah matanya.

“Aissh! ne”

Mendengar itu Yujin dan Minsun tersenyum puas, rencana mereka untuk memancing Hyomi tidak sia – sia.

[HYOMI POV]

“Aissh! ne” Dengan malas aku mengatakannya. Semoga saja mereka tidak memilihkan namja yang aneh – aneh. Awas saja bila sampai itu terjadi. Aku tidak akan memaafkan mereka.

“Baiklah Hyo~a, kau tahu namja yang sedang duduk di dekat pohon besar itu”

Aku mulai mengedarkan pandanganku mencari obyek yang dikatakan Minsun onnie. Setelah menemukan apa yang dimaksud aku mengangguk pelan.

“Kau sudah tahu peraturannya kan? Menjadikan namja itu sebagai namjachingumu, membuatnya jatuh cinta dan tertarik denganmu. Tapi ingat itu hanya pura – pura saja, kau tidak boleh sampai jatuh cinta dengannya. Kami memberikanmu waktu sebulan. Dan setelah itu kau putuskan dia. Harus kau duluan yang memutuskannya tidak namja itu. Ara?” tambah Minsun eonni.

Ku angguk – anggukan kepalaku mencoba mengerti dan terus mengamatinya. Sampai beberapa saat  “Eonni siapa namanya?” tanyaku dengan polosnya

PLETAKK

Dua jitakan berhasil mendarat mulus di kepalaku.

“Aissh! Kau ini apa kau tidak tahu siapa dia?” tanya Yujin eonni

Aku menggeleng pelan sambil memegang kepalaku yang terkena jitakan tadi. Untuk apa aku bertanya bila mengetahui tentang namja itu, yang pada akhirnya aku mendapatkan bonus dua jitakan dikepalaku. Dasar eonni – eonni babo.

“Dasar kau ini! Dia itu namja terpintar di kampus kita, tidak hanya itu dia juga tampan dan kaya. Dan sangat terkenal di kalangan para yeoja kampus kita. Tapi sifatnya sangat dingin, dia juga jarang mendekati para yeoja. Dan namanya itu Cho Kyuhyun. Menarik bukan” ujar Yujin eonni

Kuperhatikan lagi namja itu memang benar walaupun tampan tapi dia terlihat angkuh. Sepertinya sulit untuk mendekatinya.

“Dan satu lagi. Menurut kami dia adalah target tersulit. Bila kau ragu untuk mendapatkannya. Kau bisa mengatakannya pada kami dan kami akan mengganti targetnya”

Kualihkan pandanganku menuju Minsun eonni. “Jinjayo?”

“Yah bisa saja. Dan kami juga akan mengganti hadiahnya?” ujar Yujin eonni

“Memang apa hadiahnya? Paling – paling juga peralatan make up keluaran terbaru. Atau tas dan baju mahal keluaran terbaru, iya kan?”

“Terserah kau sajalah. Tapi sebenarnya kami bermaksud memberikan kumpulan karya Conan Doyle. Yah berhubung kau mau mengganti targetnya. Kami juga akan mengganti hadiahnya.”

“MWOYA?!” Kutatap Yujin eonni yang sedang mengeluarkan smirknya. Aissh! Menyebalkan jika melihatnya seperti itu. Kenapa mereka baik sekali akan menghadiahkan kumpulan karya Conan Doyle. Bukankah novelnya sangat sulit ditemukan apalagi koleksi lengkap Sherlock Holmes. Apa lagi Conan Doyle itu penulis novel favoritku.

“Ya! Masih baik kami akan memberikanmu hadiah kumpulan novel yang mahal. Tapi kenapa malah meneriaki kami. Dasar dongsaeng kurang hajar”

Aku hanya tersenyum menatap kedua eonniku. “Mianhae Yujin eonni”

Sepertinya aku bertambah semangat apa lagi hadiahnya sangat menggiurkan. Ehm… pertama – tama apa yang harus kulakuan agar bisa dekat dengannya. Pasti sangat sulit. Tapi aku harus bisa, aku tidak mau kalah dari eonni – eonniku, bisa – bisa mereka malah mengejekku dan novel – novel yang cantik itu pasti tidak akan pernah kudapatkan, mengingat harganya yang sangat mahal. Hyomi FIGHTING!!

[HYOMI POV END]

**

Pagi itu Hyomi sedang bersenandung pelan selama perjalan menuju perpustakaan. Tanpa Hyomi ketahui ada sesorang yang terus memperhatikan gerak – geriknya.

Setelah menempatkan dirinya di spot yang nyaman, di bagian pojok perpustakaan yang tertutupi rak – rak buku yang tinggi, di situlah tempat favoritnya membaca buku. Dia mulai membuka buku dan melanjutkan kegiatan membacanya yang sempat tertunda karena ulah eonni – eonninya. Sambil berkonsentrasi membaca dia masih bersenandung pelan, mendengarkan lagu lewat earphonenya. Karena asiknya dengan kegiatan itu, Hyomi sampai tidak menyadari bahwa di sebelahnya sudah ada seseorang dan sedang mengajaknya bicara.

“Bolehkan aku duduk di sini” ujar seseorang itu, melihat tidak ada respon sama sekali. Dia hanya tersenyum dan duduk disebelah Hyomi.

Setelah sekian lama membaca Hyomi merasa lapar, dilihatnya jam tangannya. “Sudah siang rupanya, pantas saja aku merasa lapar” ujarnya pelan. Dia melepaskan earphonenya yang sedari tadi menempel di telinganya. Menyadari ada seseorang di sebelahnya Hyomi menoleh untuk melihatnya. Karena bagi dia jarang sekali ada orang yang tahu tempat favoritnya ini.

[HYOMI POV]

Aku terus memperhatikan namja yang ada di sebelahku ini, sepertinya aku pernah melihatnya tapi aku lupa. Walaupun jarak kami lumayan dekat tapi aku masih belum mengetahuinya. Perlahan namja itu menoleh ke arahku. Sepertinya dia sadar kalo dari tadi aku mengamatinya. OMMO?!

“Wae? Kau tidak menyanyi lagi?” ujarnya sambil tersenyum hangat.

Mendengar itu pipiku bersemu merah. Pasti dari tadi dia mendengarkanku. Tapi sejak kapan dia di sini. Dan mengapa dia ada di sini. Setahuku dia jarang ke perpustakaan ini. Aku masih menatapnya heran mencoba menyembunyikan wajahku yang mulai memerah karena melihat senyumnya.

“Tenanglah suaramu itu bagus. Tadi aku sudah bertanya padamu ‘apa boleh aku duduk di sini’ tapi kau tidak meresponnya sama sekali malah asik dengan kegiatan membaca dan menyanyimu. Jadi aku hanya diam saja takut mengganggumu”   Senyum hangatnya masih saja terlukis di wajahnya.

Aku kembali membereskan barang – barangku. Namja ini benar – benar membuatku malu sekarang. Aissh! Aku harus segera pergi dari tempat ini. Tapi bukankah ini kesempatan bagus. Bukankah dia targetku. Sepertinya ini hari keberuntunganku.

“Dan… siapa nama mu?” dia mengulurkan tangannya dan tersenyum.

Aissh~ lagi – lagi dia tersenyum seperti itu. Menurutku sangat memuakkan. Apa dia tidak capek tersenyum terus seperti itu. Ku balas uluran tangannya sambil tersenyum semanis mungkin. Karena aku tidak mau membuang – buang kesempatan emas ini.

“Kim Hyomi imnida. Kau bisa memanggilku Hyomi”

“Cho Kyuhyun imnida. Panggil saja aku kyuhyun atau kyuhyun oppa”

Aku tersenyum mendengar itu. Lucu sekali rasanya berkenalan seperti ini tapi sebenarnya aku sudah tahu namanya dan lagi dia pede sekali, menyuruhku memanggilnya oppa? Menggelikan sekali. Baiklah bila tidak karena tantangan ini aku tidak akan melakukannya.

“Ehmm. . .Kyuhyun oppa” kataku sedikit ragu. Rasanya lidahku sedikit keki mengatakan ini. Pertama kalinya aku memanggil seorang namja yang baru pertama kali kenal dengan sebutan oppa. Ini semua karena tantangan eonni – eonniku.

“Wae?”

“Aku pergi dulu, sehabis ini ada kelas oppa”

“Ah, ne. Aku juga ada kelas. Kita kesana sama – sama ya”

Dia mulai membereskan barang – barangnya dan kami berjalan bersama sampai di depan kelas. Sepertinya dia tidak seangkuh itu. Dia cukup menyenangkan. Kurasa aku akan menang kali ini. Pasti itu. Aku pun tersenyum puas. Sampai suara itu menyadarkanku.

“Ya! Hyomi, baru kemarin kami memberitahukannya. Sekarang kenapa kalian terlihat seperti sudah kenal lama dengannya?” tanya Minsun eonni.

“Ne, kenapa bisa seperti itu. Aku saja membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk mendekati Siwon oppa” sekarang giliran Yujin eonni yang menanyaiku.

“Aku juga tidak tahu eonni . .” kulihat eonni – eonniku tampak bingung mendengar perkataanku.

“Tadi pagi aku bertemu dengannya di perpustakaan dan kami pun berkenalan. Yah, kurasa itu saja”  tambahku sambil menerawang kejadian pagi tadi.

“MWO?!” ujar mereka bersamaan. Suara mereka benar – benar membuat gendang telingaku hampir pecah. Dengan segera aku meninggalkan mereka di depan pintu rumah kami dengan wajah babo.

Setelah tersadar, mereka langsung berlari menaiki tangga dan menuju ke kamarku  “Ya! Hyomi mau kemana kau?!”

Aissh, Yujin eonni cerewet sekali. “Waeyo?” ujarku sambil menatap datar mereka yang sudah ada dipintu kamarku. Apa lagi yang diinginkan eonni – eonniku itu. Aishh!

“Hanya seperti itu? Kenapa kalian terlihat dekat sekali. Ada yang aneh. Baru sehari saja, tapi gosip tentang kedekatan kalian sudah menyebar dikampus” ujar Minsun eonni dengan tatapan menyelidik. Aku hanya mengangkat kedua bahuku.

“Eonni sudahlah. Itu artinya Hyo~a tidak bisa mentraktir dan menuruti semua kemaun kita” Yujin eonni mendengus kesal. Aku hanya terkekeh pelan melihat kelakuan eonni – eonniku ini. Ah ya, ada satu lagi peraturan dalam tantangan ini. Bila tidak bisa melakukan tantangan maka akan ada hukuman. Dan hukumannya adalah menuruti semua kemaun sang penantang. Benar – benar mengerikan. Dulu ketika Yujin eonni kalah dari tantangan ini, dia menjadi budak dadakan Minsun eonni. Aissh! Jangan sampai hal itu terjadi padaku.

**

“Hyomi!”

Ku cari sumber suara yang memanggilku. “Ah, Kyuhyun oppa”

Dia tersenyum melihatku. “kau mau kemana Mi~ah?”

‘Mi~ah?’aku mengerutkan dahi mendengar ucapannya. Walaupun baru pertama kali ada orang yang memanggilku seperti itu. Tapi kedengarannya tidak buruk juga.

“Ke toko buku oppa, aku ingin mencari buku untuk tugasku”

“Wah kebetulan sekali, aku juga sedang mencari buku untuk tugas Park seongsaenim. Kajja!”

Tanpa menunggu jawabanku Kyuhyun oppa sudah menggandeng tanganku menuju mobilnya. Kami sudah merasa tidak canggung lagi. Sudah hampir 2 minggu kami bertemu, entah itu kebetulan atau tidak. Tapi bagiku itu tidak masalah. Toh ini juga mempermudahku untuk memenangkan tantangan eonni.

“Ya! Hyomi? Kim Hyomi?!” teriak Kyuhyun oppa sambil melambai – lambaikan tangannya di depan wajahku.

“Ah, ne oppa. Wae?”

“Apa yang sedang kau lamunkan. Dari tadi kau hanya memegangi buku yang kau beli itu. apa kau tidak lapar?”

Ah iya, sejak tadi siang aku belum makan sama sekali biasanya tidak seperti ini, tapi ketika dengan Kyu oppa, aku sering lupa makan. Aissh~ kau menyiksaku oppa. “Ne oppa. Kurasa aku lapar”

“Kajja! Kita pergi makan” ujar Kyu oppa setengah berteriak sambil menggandeng tanganku. Melihat tingkah lakunya ini aku hanya terkekeh pelan. Dia selalu bisa membuatku nyaman berada didekatnya. Dan dia juga selalu bisa membuatku tersenyum. Aissh! perasaan apa ini.

Dengan cepat aku menggeleng – gelengkan kepalaku mengusir perasaanku itu. sekarang kami sudah sampai di sebuah cafe clasic. Kami memilih di bagian pojok ruangan dekat jendela yang langsung mengarah ke luar. Suasana cafe ini terasa tenang dan sejuk, warna hijau mendominasi cafe ini. Sambil menunggu pesanan, aku melihat keadaan sekeliling cafe, yang membuatku terkejut. Jarang sekali aku menemui tempat seperti ini. Di bagian luar terdapat berbagai pot gantung dan tanaman – tanaman hias lainnya. Di dalam, terdapat setengah wallpaper berbentuk daun hijau di sepanjang dinding cafe, dan juga terdapat cat berwarna biru langit yang menutupi setengah bagian dinding lainnya. Meja kursinya pun terbuat dari kayu, yang terplitur sangat indah. Membuatku nyaman untuk makan disini.

[HYOMI POV END]

Sedari tadi Kyuhyun memperhatikan yeoja yang ada didepannya itu. Dia selalu tersenyum melihat tingkah laku Hyomi yang tidak henti – hentinya menatap setiap penjuru cafe itu dengan rasa kagum. “Cafe ini bagus bukan?”

Dia menoleh dengan cepat ke arah Kyuhyun dan mengangguk dengan mantap.

“Aku menemukan tempat ini seminggu yang lalu. Waktu itu aku sedang jalan – jalan di taman yang tidak jauh dari sini. Apa kau mau ke taman itu. Suasana di sana juga hampir seperti ini, nyaman dan sejuk.”

“Benarkah itu oppa? Setelah makan nanti kita kesana ya? Jebal!” Hyomi menggenggam kedua tangannya di depan dada dan memandang Kyuhyun dengan tatapan memohon. Melihat itu Kyuhyun hanya bisa tersenyum dia tidak bisa menolak tatapan Hyomi yang seperti itu.

**

Walaupun hari sudah malam, taman itu makin terlihat indah dengan pantulan cahaya lampu. Beberapa pengunjung masih ada disitu untuk menikmati keindahan malam hari taman tersebut, termasuk Kyuhyun dan Hyomi yang tengah duduk dibagian sudut taman menikmati pemandangan taman itu. Cukup lama mereka berdiam diri dan terhanyut dalam pikiran masing – masing hingga Kyuhyun memecah keheningan itu.

“Apa kau menikmatinya, Mi~ah?”

“Ne, oppa. Gomawo sudah menunjukkan tempat – tempat yang indah ini, oppa”

Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi jawaban Hyomi. Dia menatap Hyomi dalam walaupun Kyuhyun sendiri tahu bahwa Hyomi tidak menyadarinya. “Mi~ah . .” suara lembut itu berhasil membuat jantung Hyomi berdetak lebih kencang, dan menatap sang pemilik suara tersebut. Dilihatnya wajah namja itu mulai dari mata sampai bibirnya, bagi Hyomi terlihat sangat sempurna.

“Mi~ah, mau kah kau jadi Yeojachinguku” Kyuhyun menggengam kedua tangan Hyomi dan menatapnya lembut.

Mendengar pernyataan tadi Hyomi sangat senang, itu karena dia menang dalam tantangan eonninya itu. Di pasangnya senyum termanis yang Hyomi miliki. “Ne oppa”

Perlahan kyuhyun mendekatkan wajahnya, tangan kanannya meraih tengkuk leher Hyomi dan tangan kirinya memegangi pinggangnya. Hyomi mulai menutup matanya, ia mengerti apa yang akan dilakukan namjachingunya itu. Dengan perlahan Kyuhyun memejamkan kedua matanya dan menyentuh lembut bibir Hyomi. Dilumatnya bibir merah Hyomi dengan lembut. Sampai beberapa saat Hyomi mulai membalas ciuman namja tersebut. Hingga mereka larut dalam suasana tersebut.

**

[HYOMI POV]

“Hyo~ah, kau hebat” puji Yujin eonni pada ku. Aku hanya tersipu malu mendenger perkataan Yujin eonni.

“Tapi, masih ada satu tugas lagi yang harus kau lakukan Hyo~ah” ujar Minsun eonni dengan tegas.

Aku menatap Minsun eonni dengan heran, “Apa maksudmu eonni?”

“Kau lupa tantangannya?”

Ah, benar aku lupa. Masih ada satu hal lagi yang harus kulakukan.

Yujin eonni yang sedari tadi diam akhirnya berbicara. “Kapan kau akan memutuskannya Hyo~ah?”

DEG

Ada apa ini, kenapa kalimat itu terasa menyakitkan. Bukankah itu tujuan utamaku, memenangkan tantangan ini. Kulihat Yujin eonni dan Minsun eonni sedang menunggu jawabanku. “Minggu depan, setelah acara wisuda”  jawabku sambil menundukkan kepalaku. Dapat kurasakan sekarang kedua mataku mulai memanas.

“Baiklah, bila itu keputusanmu, Hyo”  Minsun eonni menepuk bahuku lembut lalu pergi meninggalkan aku dan Yujim eonni.

Entah kenapa tiba – tiba air mataku keluar. ‘Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa aku bisa seperti ini’ runtukku dalam hati.

“Sudahlah, Hyo~ah” ujar Yujin eonni memelukku sambil mengelus lembut punggungku. Aku masih terisak dalam tangisanku. Kenapa rasanya hatiku ini sangat sakit, aku tidak boleh jatuh cinta dengannya karena itu semakin membuatku susah untuk memutuskan dan melupakannya. Yujin eonni melepaskan pelukannya, tangannya yang lembut menghapus air mataku.

“Jangan memaksakan dirimu, Hyo~ah”  Yujin eonni melepaskan pelukannya dan menatapku dengan senyumannya, lalu meninggalkanku sendirian di taman ini.

**

Hari ini Kyu oppa terlihat semakin tampan, senyumannya tak pernah lepas dari wajah itu. Sedari tadi kami hanya diam sejak 15 menit yang lalu. Tiba – tiba saja kami merasa kikuk. Karena ini hari terakhirku bertemu dengannya. Besok adalah upacara pelepasan, tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Kulihat Kyu oppa sedang memandang lurus kedepan sambil memainkan jari – jari tanganku.

“Oppa, ada yang ingin kutanyakan”

Kyu oppa mengalihkan pandangannya, menatapku dengan lembut dan masih tersenyum.

“Oppa, perasaan cinta itu seperti apa?” tanyaku dengan polosnya.

Kulihat Kyu oppa sedikit terkejut mendengar pertanyaanku. Dia mengubah posisi duduknya yang semula di sampingku menjadi di depanku.

“Menurutku, saat berada di dekatnya rasanya jantung ini berdetak dengan cepat. Selalu ingin bersama dengannya, dan yang terpenting tidak ingin kehilangan orang itu. Orang yang selalu ada di hatiku dan di pikiranku”  setelah mengatakan itu Kyu oppa tersenyum lebar.

Tapi rasanya hatiku sangat sakit ketika mendengar penjelasannya tadi. Siapa sebenarnya yang telah mengisi hatimu oppa? Apa aku harus menyerah?

“Bagiku dia begitu sempurna. Dia bagaikan malaikat yang selalu membuatku tersenyum. Bukan karena kecantikannya saja tapi juga karena hatinya yang tulus dan juga sifatnya yang polos”

‘Oppa kumohon hentikan, jangan memaksaku untuk melanjutkan keinginan konyol ini. Memutuskanmu secara sepihak. Aku hanya ingin berada di samping mu Oppa’.

[HYOMI POV END]

**

Matahari hampir tenggelam. Kampus itu terlihat mulai sepi, upacara pelepasan berjalan dengan lancar.

Dilihatnya jam tangan itu berkali – kali, Hyomi sedang menunggu seseorang yang sedari tadi tidak menampakkan batang hidungnya. Setelah tidak sabar menunggu akhirnya dia memutuskan untuk mencari orang tersebut. Dia tidak ingin keberanian yang di kumpulkan akan hilang bila harus menunda – nundanya.

Ketika melewati ruang musik, Hyomi mendengar suara yang sudah tidak asing di telinganya. Di hentikkan langkahnya, memastikan pemilik dari suara yang di dengarnya tadi.

“Kurasa aku tidak bisa, Hyung”

“Ehm. . . akhirnya kau mengaku kalah juga, Kyu”

‘Kalah? Apa maksudnya? Kenapa Kyu oppa hanya diam saja, biasanya dia tidak terima jika dikatakan kalah’  gumam Hyomi pelan

“Lalu bagaimana dengan PSP mu ini, kyu”  ujar namja yang dipanggil Hyung tadi, sambil mengayunkan sebuah PSP.

‘Apa itu milik Kyu oppa? Kenapa bisa ada di tangannya’ batin Hyomi

“Terserah kau mau apakan, tapi aku tetap tidak bisa melanjutkan taruhan ini”  Kyuhyun masih berdiri, tidak mengubah posisinya sejak tadi dan menatap Hyungnya itu dengan tajam.

“Wae? Apa Hyomi yang mengancammu untuk tidak memutuskannya? Kenapa kau menjadi lemah seperti ini, Kyu? Bukannya kau semangat saat menerima taruhan ini. Dulu kau rela berpacaran dengan Hyomi demi PSP ini kan? Kenapa sekarang kau meninggalkan benda ini begitu saja. Ehm… dan sepertinya tidak hanya itu saja bukan. Kau menjadikan Hyomi sebagai yeojachingumu juga karena kau ingin membalas dendam dengan Taejun yang dulu pernah merebut yeojachingumu atau lebih tepatnya kusebut mantan yeojachingumu! Memisahkan jarak antara Hyomi dan Taejun agar dia mengalami penderitaan yang pernah kau alami. Benar begitu kan CHO KYUHYUN?!”

Kenapa rasanya sesakit ini ketika mendengar kenyataan yang sebenarnya. Jadi selama ini dia mendekatiku, menghiburku, selalu tersenyum untukku hanya untuk mendapatkan sebuah Psp. Bukankah dia sama sepertiku, menjalaninya hanya karena tantangan. Tapi bukankah perasaan ini telah berubah. Cinta, kenapa perasaan datang disaat yang tidak tepat. Disaat kedua orang sedang menjalani permainannya masing – masing dan terperangkap dalam perasaannya masing – masing.

[HYOMI POV END]

Prangg

Tanpa sengaja Hyomi menyenggol pot bunga yang berada sebelahnya dan membuat itu terpecah. Menyadari hal itu, dia segera berlari. Dia takut bila Kyuhyun dan hyungnya tersebut menyadari keberadaan Hyomi yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka. Lari dan berlari itulah yang dilakukan Hyomi dan terus menerus menangis sepenjang perjalanan. Kata – kata itu terus terngingang dalam telinganya.

‘jadi itu semua bukan karena cinta. Ternyata aku telalu berharap padamu oppa’ gumam Hyomi lirih.

[FLASHBACK END]

Yeoja itu menyandarkan tubuhnya di bangku taman. Menghembuskan nafasnya perlahan, mencoba mengatur emosinya. Senang, sedih, marah semua bercampur menjadi satu. Perlahan air matanya jatuh membasahi pipi lembut yeoja itu. Dipejamkannya lagi mata yeoja itu, mencoba menghapus kenangan – kenangan itu. Dia tidak pernah menyangka, kepulangannya ke Seoul akan membuatnya semakin sedih.

Dari kejahuan terdapat seorang namja yang sedang berjalan mendekati yeoja itu. Tanpa yeoja itu sadari sang namja telah duduk disampingnya dan menghapus air mata Hyomi dengan lembut. Hyomi yang merasa ada seseorang yang menghapus air matanya, tidak memperdulikan itu sama sekali. Karena hatinya benar – benar sedang sedih saat itu. Sampai Hyomi mendengar orang itu berkata. “Kau masih sama seperti dulu, tetap cuek dan cengeng” ujar namja itu sambil mengapus air mata Hyomi dengan tangannya.

Hyomi mendengar suara yang sudah sangat lama sekali tidak dia dengar. Suara yang sangat dirindukannya. Suara yang selama bertahun – tahun selalu menghantui pikirannya. Hyomi membuka matanya perlahan. Betapa kagetnya, ketika dia melihat namja yang ada di sampingnya sedang tersenyum manis dan menatap lembut dirinya. Dengan segera dia berdiri dan pergi dari tempat itu. Tapi sebuah tangan menghentikannya dan menariknya kedalam pelukan namja itu.

“Kau ingin pergi kemana lagi? Kau tahu selama 2 tahun ini aku selalu mencarimu. Setiap hari aku selalu menunggumu disini, berharap kau akan datang untuk menemuiku. Dan ternyata penantianku ini tidak sia – sia. Jadi kumohon jangan pergi lagi tetaplah disampingku, sudah cukup selama 2 tahun ini kau membuatku gila”

Mendengar perkataan Kyuhyun tangisan Hyomi semakin keras. Dia tidak tahu apa yang harus dikatakan pada Kyuhyun untuk menjawab perkatannya tadi.

“Tenanglah, Mi~ah. Mulai sekarang aku akan ada di sisimu. . .”

Tiba – tiba Hyomi memotong perkataan Kyuhyun dan memukul dada Kyuhyun yang sedang memeluknya “Oppa, kau jahat!”

“Kau jahat sekali, oppa!!”

“Jahat! Jahat! Jahat!”

Hyomi terus menerus memukul dada kyuhyun dengan berlinangan air mata. “Aku benc…”

Belum selesai Hyomi menyelesaikan perkataannya Kyuhyun sudah mengunci bibir Hyomi dan menciumnya dengan lembut. Sangat lembut, walaupun Kyuhyun tidak tahu mengapa  Hyomi bersikap seperti itu.

[KYUHYUN POV]

Hening itu yang kurasakan, dari tadi Hyomi tidak berbicara sama sekali. Apa dia semakin marah karena aku telah sembarangan menciumnya. Dia hanya diam, meletakkan kepalanya di pundakku dan memejamkan matanya. Apa dia tertidur.

“Mi~ah . . .” ucapku dengan lembut.

“Ne oppa?” Dia masih saja memejamkan matanya dan tidak mengubah posisinya sama sekali.

“Apa kau marah?” tanyaku dengan hati – hati.

“Ne” ujarnya dengan mantap

“Waeyo?”

“Kau jahat oppa! Kau telah mempermainkanku”  Dia mengangkat kepalanya dan memandang lurus kedepan. Perlahan dia menghembuskan nafasnya, melanjutkan kata – kata yang ingin diucapkannya.

“Kau menjadikanku yeojachingu oppa, karena oppa ingin menjauhkanku dari Taejun oppa!”

Aku terkejut mendengar perkataan Hyomi, dari mana dia mengetahui itu semua. Aku tidak pernah memberitahukan ini dengannya.

“Dan satu lagi oppa menjadikanku yeojachingu hanya demi PSP!!”

Kulihat dia mengerucutkan bibirnya, pasti dia sedang kesal. Hyomi berdiri dari tempatnya. Dan mulai berjalan menjahuiku. MWO?! Mau kemana dia, kenapa meninggalkanku sebelum aku menjelaskannya. Dengan segera aku berdiri dan mengejarnya. Aku menarik tangannya yang membuat Hyomi menghadap ke arahku.

“Mi~ah, aku tahu aku salah tapi, Sarahae Kim Hyomi”  Kutatap kedua mata bulatnya dengan lembut.

CHU~

Aku membelakkan mataku. Terkejut dengan sikap Hyomi yang mengecup bibirku secara tiba – tiba. Dia membalikkan badan dan meninggalkanku yang masih mematung. Tak lama setelah itu Hyomi membalikkan badannya dan menatapku. Senyum manis itu menghiasi wajahnya yang cantik.

“Oppa aku ingin jujur denganmu, sebenarnya waktu itu aku menerimamu menjadi namjachinguku karena aku sedang melaksanakan tantangan dari eonni – eonniku. Mereka menantangku, menjadikan seorang namja pintar yang tampan tapi memiliki hati seperti es menjadi namjachinguku yaitu kau oppa. Dan kau juga harus berterima kasih padaku oppa. Karena kau aku merelakan kumpulan novel Conan Doyle. Padahal itukan mahal sekali. Aissh~”

Setelah mengatakan itu dia melanjutkan berjalan. Aku mencoba mencerna perkataan Hyomi. Setelah mengerti aku mengejarnya dan menjitak kepalanya.

PLETAKK

“Aww . . oppa!” pekik Hyomi sambil memegangi kepalanya.

“Ini hukuman karena kau juga telah mempermainkan ku!” ujarku sedikit berteriak. Kukeluarkan sebuah kotak kecil lusuh yang ada dalam saku celanaku. Hyomi terlihat bingung dengan benda yang kupegang.

“Dan sebagai hukuman karena kau telah meninggalkanku selama 2 tahun. Kau harus menikah denganku, Kim Hyomi. Saranghae”   Kuperlihatkan senyuman termanis dan tertampan yang kumiliki.

Hyomi menggigit bagian bawah bibirnya. Wajahnya sudah memerah. Matanya mulai berkaca – kaca. Dia menatapku seolah – olah tidak percaya. “Nado saranghaeyo Cho Kyuhyun”

-END-

**

“Kurasa aku tidak bisa, Hyung” Kyuhyun menundukkan kepalanya.

“Ehm. . . akhirnya kau mengaku kalah juga, Kyu” namja itu tersenyum sinis.

“Lalu bagaimana dengan PSP mu ini, kyu” ujar namja itu sambil mengayunkan sebuah PSP.

“Terserah kau mau apakan, tapi aku tetap tidak bisa melanjutkan taruhan ini” Kyuhyun masih berdiri, tidak mengubah posisinya sejak tadi dan menatap Hyungnya itu dengan tajam.

“Wae? Apa Hyomi yang mengancammu untuk tidak memutuskannya? Kenapa kau menjadi lemah seperti ini, kyu? Bukannya kau semangat saat menerima taruhan ini. Dulu kau rela berpacaran dengan Hyomi demi PSP ini kan? Kenapa sekarang kau meninggalkan benda ini begitu saja. Ehm… dan sepertinya tidak hanya itu saja bukan. Kau menjadikan Hyomi yeojachingumu karena kau ingin membalas dendam dengan Taejun yang dulu pernah merebut yeojachingu mu. Memisahkan jarak antara Hyomi dan Taejun agar dia mengalami penderitaan yang pernah kau alami. Benar begitu kan CHO KYUHYUN?!”

Kyuhyun mendongakkan kepalanya menatap namja yang berada didepannya dengan tajam. “Ne, karena itulah aku menerima taruhan dan tantangan darimu, hyung. Sejak peristiwa itu aku tidak mempercayai yeoja manapun. Tapi Hyomi mengubah pandanganku. Dia berhasil melelehkan hatiku yang telah membeku selama bertahun – tahun. Dia selalu membuatku tersenyum bila bersamanya. Awalnya aku tidak menyadari perasaanku ini padanya. Sejak dia menjadi yeojachinguku. Aku mulai sadar dengan  perasaanku ini. Aku telah jatuh cinta pada Hyomi. Yeoja cantik dan pintar tetapi cuek. Itu hanyalah topeng yang digunakan Hyomi selama ini. Sebenarnya dia adalah yeoja yang sangat cantik, pengertian, polos, cengeng, penyayang, perhatian dan masih banyak lagi sifat  yang dia miliki yang mungkin belum aku ketahui Hyung. Maka dari itu aku kalah dari tantangan dan taruhanmu ini hyung karena aku ingin mengetahui berbagai sifat Hyomi yang selalu membuatku penasaran. Selain itu aku juga sangat mencintainya. Karena Hyomi, seorang malaikat yang dapat menenangkan seorang evil Kyu ini hyung” ujar Kyuhyun menepuk dadanya sendiri dengan tersenyum puas. Karena dia telah mengatakan semua yang telah dia pendam selama beberapa bulan terakhir ini.

“Ini! Untuk mu saja, Kyu” ucap namja itu seraya melemparkan PSP ke arah Kyuhyun yang berhasil menangkapnya. Namja itu berdiri dan melangkahkan kakinya keluar ruangan ketika melewati Kyuhyun dia menepuk bahu Kyuhyun dan mengatakan sesuatu.

“Kuharap dengan kehadiran Hyommi di kehidupmu kau dapat berubah Kyu”

Lalu namja itu melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan tersebut. Kyuhyun hanya tersenyum mendengar perkataan sahabatnya ini. “Gomawo, Hyung. Itu semua berkat kau, Park Jung Soo hyung”

 

FIN

 

Bagaimana dengan FF-nya? Mian kalo ff-nya agak aneh dan susah dimengerti (:D). Dan jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, berupa coment atau like (haha).Gomawo :D

18 Responses to THE DARE

  1. ternyata udah dipost ya XD
    gomawo buat admin maupun author yg udah mau ngepost ff abal ini kkkkk ^^
    gomawa juga buat chingu yang baca ff ini XD
    ak eneng liat komen2 kalian kkkkk ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s