Author : @rin169
**
Seorang gadis mengantri di tempat yang sama dengan Kyuhyun. Antrian panjang saat peluncuran game Star Craft edisi terbaru, Deluxe Edition. Gadis itu memakai celana jeans biru dongker dengan sobekan-sobekan di pahanya, memakai jaket yang menutupi sampai lehernya, masker yang menutupi sebagian wajahnya dan juga topi hitam yang menutupi dahinya.
“Lagi-lagi dia” batin Kyuhyun.
Ini bukan pertama kalinya Kyuhyun melihatnya disana. Di tempat yang sama mengantri Star Craft. Dia mengenali gadis ini dengan baik, tentu saja siapa yang tidak mengenalnya. Gadis itu adalah gadis popular akan kepintarannya, gadis modis yang merupakan salah satu siswa unggulan di sekolahnya. Bahkan gadis itu yang mengucapkan pidato sambutan saat penerimaan siswa baru.
Tapi sekali lagi, Kyuhyun melihatnya disini dengan penyamaran lengkap. Jika ini adalah kedua kalinya Kyuhyun melihatnya disini, maka Kyuhyun hanya akan menganggapnya kebetulan. Tapi ini adalah keenam kalinya dia melihat gadis itu disini. Mana mungkin jika gadis itu hanya kebetulan? Terlalu kebetulan.
Kyuhyun memperhatikan gadis itu setelah kedua kalinya mereka bertemu di tempat yang sama, siapa sangka jika si gadis itu adalah siswa kaya yang dielu-elukan sekolahnya. Tapi yang Kyuhyun dapati kini gadis itu dengan penyamaran penuh, datang ketempat peluncuran game yang sama dengannya?
Kyuhyun sudah memantapkan niatnya, jika hari ini gadis itu ada disana, maka dia akan menanyakan langsung di sekolah tanpa ragu. Diam-diam Kyuhyun sedikit tertarik dan penasaran dengan gadis itu.
**
Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju ruang kelas 2-5, tempat si gadis Star Craft itu. Kyuhyun tidak perlu mencari lama keberadaannya, gadis itu sedang duduk di bangkunya dan sedang bercanda dengan beberapa teman-temannya. Tanpa basa-basi Kyuhyun berjalan dan langsung berdiri tepat di sebelah gadis itu. Gadis dan para teman-temannya langsung terkejut dan menengadahkan wajahnya pada Kyuhyun. Gadis dengan mata tajam, seperti kucing, dagu tegas, pipi berleseung di sebelah kanan dan juga senyumnya yang selalu ramah.
“Byul~ssi, bisa bicara sebentar?” tanya Kyuhyun. Semua gadis yang ada disana langsung saling menoleh, tidak mengerti siapa yang dimaksud Kyuhyun dengan ‘Byul’ yang dimaksudkan Kyuhyun. Akhirnya gadis itu angkat bicara.
“Cho Kyuhyun~ssi, kau mencari siapa kalau boleh tau?” tanya si gadis yang dari tadi diperhatikan Kyuhyun. Kyuhyun melengos, kesal lawan bicaranya tidak mengerti apa yang Kyuhyun maksudkan. Akhirnya Kyuhyun menghembuskan nafas penuh kesabaran.
“tentu saja denganmu, Byul~ssi. Siapa lagi kalau bukan kau?” tanya Kyuhyun sekali lagi. Gadis dan teman-temannya semakin bingung. Siapa itu ‘Byul’ yang dimaksud? Mereka mengira Kyuhyun salah orang. Si gadis itu pun memberanikan tersenyum, menjawab pertanyaan Kyuhyun.
“Kyuhyun~ssi, sepertinya kau salah paham. Tidak ada yang bernama Byul disini.” Jawab si gadis berlesung pipi saat tersenyum. Kyuhyun sempat teralihkan dunianya saat melihat si ‘Byul’ tersenyum. Bagaimana bisa dia jatuh hati setiap kali melihat senyum itu? Lagi-lagi dia teringat saat pertama kali pertemuan dengan si gadis saat di toko game.
**
FlashBack
“Ahjussi, kamshahamnida telah menyimpannya untukku!” kata seorang gadis yang sedang membungkuk pada kasir penjaga toko game. Kyuhyun yang saat itu sedang memilih beberapa kaset, langsung mengarahkan pandangan keheranan di sumber suara. Kyuhyun heran, karena mendengar suara perempuan di toko game yang penuh dengan game laki-laki yang penuh kekerasan. Kyuhyun terkejut, saat mengarahkan pandangannya ke kasir, dia melihat gadis memakai seragam sekolah yang sama dengannya sedang tersenyum senang, dan juga memeluk erat kantung kertas berisi game yang barusan dia beli.
“sepertinya dia bahagia sekali.” Bisik Kyuhyun dalam hati saat melihat gadis itu. Entah kenapa dia langsung tersenyum saat melihat ada gadis yang begitu bahagia karena telah membeli kaset game.
“ada-ada saja”, batin Kyuhyun. Entah bagaimana bisa Kyuhyun ikut merasakan kesenangannya saat si gadis yang ternyata satu sekolah dengannya. Kyuhyun pun melangkahkan kakinya kebilik sebelah, tanpa disadarinya tatapannya kembali kearah kasir. Dia melihat si gadis tersenyum bahagia dengan lesung pipi yang menawan dan senyum yang indah. Kyuhyun sempat melongo dan kaku, tidak menyangka bahwa senyum yang dilihatnya begitu mempesona. Kyuhyun memperhatikan gadis itu, sampai dia sudah tidak ada lagi di depan kasir. Kyuhyun pun mengelus rambut di belakang telinganya.
“bukankah dia biasa saja?” umpat Kyuhyun dalam hati, tidak menyangka gadis yang sering dilihatnya berlalu lalang di sekolahnya kini begitu menarik di bayangannya. Kyuhyun benar-benar merasa rendah plus kesal. Bagaimana mungkin dia jatuh cinta pada seorang gadis hanya karena gadis itu tersenyum dengan senyum luar biasa? Bukahkah gadis itu sudah sering dilihatnya? Kenapa bisa dia jatuh cinta sekarang padanya. Ini suatu keanehan..
Delapan bulan berlalu setelah pertemuan di toko game, dan semenjak itu pula Kyuhyun memperhatikan gadis itu. Gerak-gerik di sekolahnya. Cara dia tersenyum, tertawa, bergaul, kepintarannya, hobinya dan banyak lainnya. Kyuhyun merasa ada yang konslet dengan otaknya. Pasti ada yang salah dengannya. Yah, pasti. Kyuhyun pun memantapkan dirinya bertanya pada kakak yang lebih tua dua tahun darinya. Tetapi Kyuhyun sempat ragu, apa kakaknya bisa menjaga rahasia dan benar-benar menjawab yang ingin ditanyakan Kyuhyun nantinya?
Saat tersadar dari lamunannya, Kyuhyun sudah ada tepat di depan kamar kakaknya. Si vampire penghisap darah yang sangat suka mengerjainya setiap hari. Kyuhyun sudah berpikir dan mundur ratusan kali untuk tidak menanyakan perasaannya tentang ‘Byul’ pada kakaknya. Tetapi, dia merasa harus menanyakannya, karena kakaknya adalah satu-satunya wanita yang ada di dekatnya dan yang terpenting tidak mengejar-ngejarnya seperti perempuan lainnya.
Tanpa disadari, Ahra sudah membuka kamarnya dan mendapati Kyuhyun mematung di depan kamarnya tanpa menyadari perasaannya sama sekali. Ahra meletakkan tangannya di dada, menunggu Kyuhyun tersadar dari lamunannya. Tapi kesabaran Ahra habis, saat menyadari adiknya tidak sadar dari lamunannya sedari tadi. Ahra pun kesal, dia memajukan wajahnya mendekati Kyuhyun, seakan ingin menciumnya. Tiba-tiba Kyuhyun menyadari keberadaan Ahra, dia pun mundur kebelakang dan menabrak tembok dan terduduk di lantai seketika.
“ya! Apa yang kau lakukan Noona!” umpat Kyuhyun, mengelus belakang kepalanya dan juga punggungnya yang kesakitan karena tertabrak tembok. Ahra pun membungkukkan badannya dan memandang remeh Kyuhyun.
“tsk. Adikku yang malang, kau belum pernah berciuman? Bagaimana bisa kau sekaget itu saat melihat ada gadis yang ada di depan matamu tiba-tiba? Baboya! Kau yang akan rugi sendiri dan tidak akan bernah merasaka kissu!” ejek Ahra habis-habisan dengan senyum menyedihkan pada Kyuhyun. Kyuhyun merasa terhina, dia pun berdiri dan memandang kakaknya dengan tatapan membunuh.
“cih, kau kira aku tidak tau ciuman pertamamu baru beberapa bulan yang lalu? Hanya seperti itu saja sok pede! Dasar mulut besar.” Umpat Kyuhyun balik. Kyuhyun merasa senang saat menyadari kakaknya membulatkan mata dan pupilnya seolah terbuka lebar. Bahkan kakaknya berlali menuju meja belajarnya dan membuka laci secepat yang dia bisa, mengacak-acak seisi laci dan mengambil sesuatu yang mirip buku harian. Ahra memperhatikan buku harian itu perlahan, masih terkunci. Dengan geram Ahra mencoba memandang Kyuhyun di pintu, sayangnya Kyuhyun sudah duduk manis di ranjang Ahra dengan kaki terlipat.
“Cho Kyuhyun! Bagaimana bisa kau tahu paswordnya?” teriak Ahra frustasi mendapati adiknya yang super jenius. Kau tidak akan merasakan betapa susahnya memiliki adik yang pintar dan selalu ingin tahu.
“tanggal lahir pacarmu, itu hal yang mudah saat pacarmu datang ke rumah dan tentu saja menanyakannya langsung.” Jawab Kyuhyun santai dengan tangan terlipat santai tanpa rasa bersalah. Ahra frustasi dadakan, dia terduduk di kursi belajarnya dengan dahi di tangannya. Pasrah.
“cepat katakan apa yang kau inginkan? Setelah itu kau harus pergi dari hadapanku.” Kata Ahra cepat. Mencoba membuat perjanjian singkat dengan adiknya yang selalu ingin tahu. Kyuhyun menyungnggingkan senyum kemenangan, rasa malu dan khawatirnya hilang saat tadi berkutat di depan pintu.
“sepertinya aku jatuh cinta.” Jawab Kyuhyun singkat. Ahra merasa telinganya salah mendengar, dia mengibaskan rambut yang mengelilingi telinganya dan bertanya lagi dengan tatapan penasaran pada Kyuhyun.
“bisa kau katakan sekali lagi?” ucap Ahra hati-hati.
“kukira aku jatuh cinta.” Ucap Kyuhyun lagi, dengan wajah merah menahan malu saat mengatakannya sekali lagi di depan kakaknya yang jahil. Ahra mematung, memikirkan betapa bahagianya hidupnya kelak jika Kyuhyun memiliki pacar dan tidak akan mengganggu kehidupan asmaranya lagi. Ahra langsung berdiri dan duduk di sebelah Kyuhyun.
“ceritakan lebih detil.” Ucap Ahra. Kyuhyun mengangguk dan menceritakan dengan wajah semerah tomat, menahan malu sekaligus menghilangkan penat yang ada di kepalanya selama beberapa bulan ini. Setelah menceritakannya Ahra pun mengangguk pelan, seolah mengerti situasi Kyuhyun. Ahra menyandarkan dirinya di tembok dan menatap Kyuhyun, berpikir kalau Kyuhyun harus mendapatkan gadis yang disukainya, apapun dan siapapun boleh. Dia tau adiknya bisa memilih gadis manapun yang dia suka, tapi sayangnya Kyuhyun cukup malas memilih gadis karena perempuan selalu membuatnya sesak karena tidak memberinya ruang pribadi setiap saat. Tetapi ini posisi yang lain, jika Kyuhyun memiliki pacar, dan gadis itu adalah pilihannya, maka ini adalah kesempatan yang sangat langka!
“kalau begitu katakan saja perasaanmu.” Kata Ahra tiba-tiba. Kyuhyun meloncat tiba-tiba dan jatuh kebawah lantai seketika. Dia pun mencoba berdiri dan menatap lekat kakaknya yang sedang menerawang.
“aku bercerita padamu karena kuharap kau akan memberikanku solusi.” Jawab Kyuhyun kesal. Ahra hanya menatapnya malas.
“aish jinjja! Bukankah kalau Byul memiliki perasaan yang sama denganmu, maka itu malah menguntungkanmu? Kau bisa berpacaran dengannya.” Kata Ahra membela diri. Kyuhyun mengerutkan alis.
“pacaran? Aku?” tanya Kyuhyun menunjuk dirinya sendiri. Ahra memajukan badannya dan menarik pinggang Kyuhyun agar duduk bersamanya di kasurnya.
“mau sampai kapan kau akan berpacaran dengan PSP dan laptopmu? Kau menyedihkan. Kurasa semua gadis akan kabur jika melihat dengan mata kepala sendiri saat kau menciumi PSPmu berkali-kali.” Ucap Ahra berusaha meyakinkan adiknya yang hanya memikirkan kesenangan dirinya sendiri tanpa mau melakukan hubungan yang serius dengan perempuan.
“tapi noona, kau tau aku sudah bosan dengan perempuan yang selalu mengikutiku. Aku tidak suka jika ada perempuan di dekatku dan mengatur hidupku.” Elak Kyuhyun kesal. Merasakan bagaimana nantinya jika berniat serius dengan seorang gadis pilihannya kelak, sekalipun itu adalah gadis yang membuatnya jatuh cinta.
“lantas, bagaimana kalau gadis itu memiliki pacar? Bagaimana jika kau tidak bisa melihatnya dengan bebas? Sekalipun kau melihatnya, kau pasti akan melihatnya dengan pria lain.” Ucap Ahra, sedikit menggertak Kyuhyun. Berusaha menyadarkan adiknya dari pikiran bodoh yang selalu menyelimutinya.
“mwo? Andwae! Enak saja! Bagaimana bisa dia dengan pria lain! Aku jatuh cinta dengannya noona!” teriak Kyuhyun tidak jelas saat mendengar perkataan kakaknya yang telah memberinya resiko panjang lebar. Ahra tersenyum kegirangan.
“kalau begitu, lakukan saja.” Bujuk Ahra. Kyuhyun menatap kakaknya dengan perasaan kalut. Kakaknya sama sekali tidak memberikan solusi, tetapi menakut-nakutinya. Dia merasa menyesal sudah menceritakan semuanya pada kakaknya.
“aku pergi.” Ucap Kyuhyun. Dia berdiri dari kasur kakaknya dan saat akan berjalan, kakaknya menahan tangannya. Kyuhyun menoleh, merasakan kakaknya menatapnya dengan pandangan serius.
“Kyuhyun~aa, aku tidak ingin melihatmu patah hati karena Byul. Kau tidak ingin melihat Byul dengan pria lain kan? Cepat lakukan sesuatu. Ini demi kepentinganmu.” Ucap Ahra dengan nada serius dan membujuk secara halus. Padahal dalam hati dia pun mengumpat apa yang barusan dia katakan pada Kyuhyun. Bagaimana bisa dia menjadi kakak baik dan menasihati adiknya? Sungguh menjijikkan. Pikir Ahra.
“haruskah?” tanya Kyuhyun balik. Kyuhyun bimbang, bagaimana mungkin dia melakukan itu. Melakukan sesuatu? Dengan cara apa? Kyuhyun bahkan merasa Byul sama sekali tidak mengenalnya. Dia takut, kalau dia melakukan sesuatu dan itu membuat Byul menjauh darinya.
**
Cho Kyuhyun POV
Ya, kurasa aku sudah gila. Benar-benar gila. Bagaimana mungkin kini aku sudah mengajak Byul keatas atap hanya untuk menyatakan cinta sesuai saran kakaknya? Aish, sudah kukatakan sekali lagi kalau aku gila! Tapi, kemungkinan terburuk yang dikatakan kakakku ada benarnya. Hatiku belum siap saat melihatnya dengan pria lain. Dan kata-kata kakakku benar adanya. Saat melihat dia berjalan beriringan dengan seorang sunbae dari kelas tiga. Hatiku panas, sepanas yang belum pernah kurasakan seumur hidupku. Dan kalian tahu? Rasanya sungguh menyebalkan.
“Kyuhyun~ssi?” tanya Byul yang ada dihadapanku. Ah, apa yang harus kulakukan? Akhirnya aku berjalan, menuju ujung pembatas dinding atap sekolah. Jalanku entah seperti apa jadinya, karena aku berusaha bertahan untuk tidak jalan terseok-seok.
“Kyuhyun~ssi? Kenapa mengajakku kesini?” tanya Byul lagi, dia berjalan beriringan denganku, mengkuti langkahku yang cukup lebar. Nyatanya, dia terlihat sedikit terengah-engah mengikuti langkahku. Sampai pada ujung pembatas, aku hanya diam. Memandang suasana lapangan sekolah dari atas. Tak berapa lama, bel masuk pun berbunyi.
“ah Kyuhyun~ssi! Aku harus kembali ke kelas.” Katanya tiba-tiba. Panik. Dan justru berbeda denganku, panikku semakin bertambah karena tidak mengatakan apapun dari tadi. Akhirnya kusambar tangannya yang sudah berjalan selangkah mundur untuk kembali.
“chakkaman Byul~aa.” Ucapku. Menahan sebisanya. Byul membalikkan badannya, menatapku heran. Dia tersenyum, memperlihatkan lesung pipi kanannya lagi. Neoumu yeppo.
“Kyuhyun~ssi? Kyuhyun~ssi?” ucapnya lagi. Ah, lagi-lagi aku melamun. Sungguh menyedihkan. Kenapa bisa selalu terpesona dengan senyumnya?
“mianhae. Tapi, bisakah menemamiku disini?” pintaku memelas, menatap matanya memohon. Byul melihatku bingung, tetapi tersenyum pasrah sesudahnya.
“baiklah Kyuhyun~ssi.” Kata Byul. Aku pun melepaskan tanganku sesaat. Dan memajukan badanku melihat pemandangan di bawah lapangan sekarang sudah ramai kembali. Ternyata sekarang ada kelas olahraga, beberapa siswa sudah berjajar di bawah dengan pakaian olah raga lengkap.
“Kyuhyun~ssi, gomawo.” Ucap Byul tiba-tiba. Aku pun menoleh padanya. Gomawo? Untuk apa? Apa yang kulakukan padanya sampai dia mengucapkan terimakasih untukku?
“kau ini kenapa?” ucapku santai, membalikkan badanku ke depan. Sedangkan Byul maju, bersebelahan denganku menatap arah yang sama denganku.
“karena mengajakku kesini. Gomawo.” Ucapnya. Akupun meliriknya. Dia menutup matanya sesaat. Kenapa dia? Memangnya kenapa mengajaknya kesini? Bukankah seharusnya dia kesal karena harus membolos? Bukankah dia siswa terpelajar?
“hah? Hanya itu?” ucapku terkejut. Tetapi Byul kembali tersenyum, lesung pipi kanan itu selalu mengganggu mataku, terlalu menyilaukan bagiku. Byul, tersenyum. Menghadapkan wajahnya padaku dengan terseri-seri.
“karena bisa bersamamu walaupun hanya sesaat, Kyuhyun~ssi.” Jawabnya. Wajahnya memerah, semerah tomat. Aish, apa wajahku juga begitu saat kemarin di hadapan kakakku? Kemarin Ahra Noona mengatai wajahku semerah tomat-__-!!
“jadi hanya itu?” tanyaku lagi, tidak percaya dengan perkataannya. Tetapi Byul hanya tersenyum. Dia sedikit membenarkan rambutnya yang sedikit teracak angin. Rambutnya yang tergerai jadi berantakan dan tidak tertata. Akhirnya aku pun mengambil tindakan.
“apa rambutmu sebaiknya diikat saja?” ucapku saat mambantunya menata rambut di daerah belakang kepalanya. Gerakan tangan Byul pun berhenti seketika, dia diam seribu bahasa. Tanpa diduga, Byul memajukan wajahnya mendekati wajahku, matanya terpejam. Ah, aku teringat situasi ini. Ini situasi yang sama saat kemarin kakakku mengerjaiku saat mencoba menciumku. Kata kakakku, jangan mundur. Jadi haruskah aku?
‘chuuu’
Aku membelalakkan mataku tak percaya, Byul menciumku? Dan tak berapa lama dia menjauhkan bibirnya dari bibirku. Cukup terkejut. Bagaimana bisa dia menciumku? Hei, aku ini namja, bagaimana mungkin dia mencium sembarangan. Tak berapa lama Byul panik, dia menutup bibirnya dengan tangannya.
“ah, apa yang kulakukan?” tanyanya panik, mengingat apa yang barusan dia lakukan padaku. Sedangkan aku hanya diam mematung. Jadi seperti itukah yang namanya ciuman? Dan barusan aku merasakannya. Kisseu?
“mianhae Kyuhyun~ssi, aku..” ucap Byul lagi. Matanya menunjukkan kepanikan yang luar biasa. Tangannya masih saja di bibirnya. Dan akhirnya dia menarik badannya berjalan mundur kebelakang. Akupun memegang tangannya kembali.
“kau ini, kenapa selalu lari dariku?” ucapku kesal, sedikit berteriak. Byul langsung menunrunkan air mata di pipinya. Tak kusangka, dia menangis. Aku panic, dan langsung memeluknya.
“mianhae, aku tidak bermaksud membentakmu.” Ucapku, mengelus rambutnya pelan. Byul langsung memundurkan badannya, seolah tidak ingin kupeluk.
“sudahlah Kyuhyun~ssi. Maafkan aku, aku tidak layak menyukaimu.” Ucapnya, sambil mengusap air mata di pipinya. Aku terkejut, menyukaiku?
“kau menyukaiku?” tanyaku balik tidak percaya. Bingung, bagaimana mungkin dia menyukaiku? Byul menarik nafas dalam-dalam, menatapku dengan tatapan takut-takut. Dan akhirnya memberanikan diri bercerita.
“sebenarnya sejak lama menyukaimu. Tapi akhirnya kusadari, saat di toko game, kau di toko game yang sama. Karena itu, aku malu. Dan menyamar setiap kali akan kesana agar kau tidak mengenaliku. Dan tidak membenciku karena aku menyukai game. Aku bisa memahami, jika pria tidak menyukai gadis maniak game sepertiku.” Jawabnya panjang lebar. Tanpa pikir panjang, aku pun langsung menyambar bibirnya. Menyentuh dagunya erat. Merasakan kesenangan yang luar biasa. Dia milikku! Setelah beberapa detik, aku pun melepaskan bibirku. Menatapnya dengan pandangan yang berseri-seri.
“kita memiliki perasaan yang sama Byul. Maukah kau menjadi kekasihku?” ucapku tanpa basa-basi dengan senyum memikatku yang selalu kukeluarkan saat menginginkan sesuatu pada wanita, dan terbukti belum ada wanita yang menolak senyumanku ini.
“Kyuhyun~ssi, kau?” tanyanya balik, dia menutup kedua mulutnya seakan tidak percaya dengan perkataanku. Tapi itu tak bertahan lama, karena setelah itu, dia langsung menurunkan tangannya dan tersenyum girang.
“terimakasih Kyuhyun~ssi.” Ucapnya. Aku mengelus rambutnya pelan.
“berhenti memanggilku seformal itu Byul..” ucapku penuh dengan kasih sayang. Byul lagi-lagi tersenyum. Senyum itu lagi, ah, sungguh. Aku tidak menyesal bisa melihat senyumnya. Aku pantas jatuh hati padanya.
“baiklah, Kyuhyun.” Ucapnya malu-malu dengan wajah tertunduk. Tiba-tiba aku menyadari kalau tenggorokanku haus, ini pasti efek kepanasan di atas terik matahari di atas atap.
“nah begitu kan bagus. Ngomong-ngomong, apa kau tak haus?” tanyaku balik, memegang leherku dengan kedua tangan. Oh ya, apakah aku terlalu kaku? Maaf saja, kurasa ini efek karena selalu menjauhi wanita yang mendekatiku. Jadinya begitu kaku seperti ini. Cih.
“yah, sedikit.” Ucapnya setengah berbisik dengan malu-malu dan mengibaskan tangannya di depan bibirnya. Ah, bibir.
“lantas, kenapa tadi kau menciumku?” tanyaku tanpa basa-basi. Byul pun langsung memerah seketika dan membalikkkan badannya kebelakang. Aish, ni orang benar-benar pemalu rupanya. Bukankah tadi dia dengan sengaja menciumku dengan beraninya? Kenapa sekarang begitu malu?
“anu. Mianhae. Sebenarnya itu ciuman pertamaku.” Ucapnya tanpa menatapku, masih menghindari tatapanku. Ah, jadi itu ciuman pertamanya? Apa dia sangat menyukaiku sampai-sampai nekat menciumku seperti itu? Sudahlah. Dipikirkan juga tidak akan ada habisnya.
“sama sepertiku.” Jawabku santai. Byul langsung membalikkan badannya padaku. Aku terkejut, kenapa dengannya? Bukankah dia harusnya bersikap biasa saja?
“jinjjayo? Kau tak membohongiku?” tanyanya serius. Aku terheran, ada apa dengannya?
“kau kira aku pencium yang hebat sampai tidak percaya? Aku sama bodohnya denganmu.” Ucapku sambil tertawa. Tapi Byul tidak percaya perkataanku begitu saja.
“aniyo, masa itu yang pertama bagimu? Jinjjayo?” tanyanya lagi. Aku berhenti tertawa saat melihat tatapan Byul begitu serius saat menatapku. apa dia benar-benar tak percaya? Saat itulah kutarik tangannya menuju sebuah ruangan kecil yang ada di hadapanku. Saat di depan pintu, kulihat pintunya tidak di kunci, akhirnya kubuka dan aku masuk disana sambil menarik Byul tentunya. Aku pun menutup pintunya dam membiarkan pintunya terbuka sedikit.
“mau dibuktikan?” tanyaku. Byul yang tadinya menatapku dengan tatapan semerah tomat, kini mengangguk kecil. Yah, kuartikan sebagai persetujuan. Akupun menarik dagu Byul, kutempelkan bibirku disana dengan mata tertutup. Kugerak-gerakkan bibirku sesaat, melumatnya sebisaku. Sesudah itu kulepas begitu saja.
“bagaimana? Masih payah bukan?” tanyaku pada Byul. Byul terlihat memerah dan hanya memandangku tidak percaya. Dan dia memelukku seketika itu pula.
“saranghaeyo.” Ucapnya. Aku langsung membeku seketika. Jadi seperti inikah saat seseorang yang kau cintai mengatakan ‘saranghaeyo’? jadi seperti inikah rasanya? Perasaanku terasa seringan kapas yang berterbangan di awan. Tak lama Byul pun memundurkan pelukannya. Dia menatapku dengan tersenyum.
“gomawo telah mencintaiku. Nado saranghaeyo.” Ucapku menatap matanya lekat, tanganku masih melekat di pingganggnya. Entah ini reflek atau apapun itu, aku tidak mengerti. Yang kutahu mata Byul menutup dan aku pun menutup reflek begitu saja. Tanpa terasa bibir kami sudah bertemu dan saling melumat. Rasanya sedkit aneh saat menggerakkan bibir, tetapi di saat yang bersamaan ada yang melumat bibirku. Jadi seperti inikah? Dan rasanya tidak buruk. Akupun tak menghentikan gerakanku, sampai beberapa saat kemudian Byul melepaskan bibirnya dariku. Dan kutatap wajahnya kesal.
“Kyuhyun.. ciumanmu itu. Ah, aku tidak bisa menilainya karena aku pun baru merasakannya.” Ucapnya malu-malu. Aku tersenyum jahil padanya.
“mau mencoba yang lebih?” ucapku. Tanpa menunggu jawabannya, aku pun menciumnya langsung pada bibir Byul yang sedang terbuka. Byul pun mengeratkan tangannya melingkari pundakku, seketika itu pula dia membalasku,melumat bibirku. Dan saat pikiran kotorku bekerja, entah baru kusadari kalau lidahku sudah ada di dalam mulutnya. Merasakan sensasi hangat yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Byul sempat berhenti dan memundurkan badannya spontan.
“ah, mianhae. Aku terbawa suasana.” Ucapku meminta maaf. Sedangkan Byul mengusap-usap bibirnya perlahan seolah jijik atas apa yang barusan kulakukan. Wajahnya terlihat tidak terlalu senang atas perlakuanku.
“ah aniyo. Mungkin hanya belum terbiasa.” Jawabnya. Raut wajahnya berbeda. Aku merasakan bersalah, entah kenapa. Mungkin seharusnya kami tidak berciuman. Ini baru beberapa menit setelah kami saling menyatakan perasaan. Akhirnya aku pun memeluknya pelan penuh dengan kehangatan.
“mianhae, aku tidak bermaksud menyakitimu.” Ucapku meminta maaf. Byul hanya diam tak membalas pelukanku. Rasa bersalahku terasa berlipat ganda. Aku tak menyangka tindakanku begitu bodoh sampai-sampai membuatnya seperti itu.
“bagaimana kalau diteruskan?” kata Byul tiba-tiba. Aku melepaskan pelukanku seakan tidak percaya dengan perkataannya.
“kau yakin?” tanyaku meyakinkan. Byul tidak menjawabku. Dia pun mengangguk dan tersenyum manis, lesung pipi kanannya terlihat lagi. Sungguh menawan. Aku pun langsung mengecup bibirnya sesaat dan melepaskannya begitu saja.
“lain kali Byul, ciuman itu bertahap. Itulah yang dikatakan kakakku di buku hariannya.” Ucapku, mengingat beberapa hal yang ditulis kakakku di buku harian konyolnya. Salah sendiri menulis hal pribadi seperti itu di buku harian. Jangan salahkan aku jika aku mengutak-atik buku konyolnya sesaat.
“gomawo Kyuhyun.” Ucapnya pelan. Aku hanya mengangguk dan tersenyum puas padanya. Kurasa tadi dia hanya terbawa suasana seperti saat mengatakan akan meneruskannya.
“oh ya, kenapa memanggilku Byul?” tanyanya tiba-tiba. Aku pun mengerutkan dahiku.
“kenapa menanyakannya tiba-tiba? Kenapa tidak dari tadi?” ucapku kesal. Sedikit berpura-pura. Byul memundurkan wajahnya menjauh seakan tidak percaya dengan apa yang ada dipikirannya.
“jangan-jangan kau tidak tau namaku?” tanyanya panic. Aku tertawa puas sekali. Mana mungkin tidak tau namanya? Penjuru sekolah pun tau namanya. Aku memanggilnya Byul karena saat itu kulihat dia di toko game, karena game yang dia beli adalah Star Craft kesukaanku. karena itulah kupanggil dia Byul (bintang=star) agar tidak ada orang lain tau selain beberapa teman dekatku dan kakakku. Karena Byul cukup popular di kalangan pria.
“apa iya begitu Kyuhyun? Kau jahat sekali!” teriaknya dan menarik-narik blazer seragamku dengan merengek. Wajahnya begitu terluka.
“jangan sedih Lee Rinka sayangg, mana mungkin aku tidak mengetahui namamu.” Ucapku dengan nada sedikit manja dan mencubit pipinya sesaat. Dan wajahnya pun kembali ceria sekali. Sungguh menyenangkan bisa melihat senyumnya. Senyum hangatnya yang tidak tergantikan.
“ulangi sekali lagi.” Pintanya, lagi-lagi menarik blazer seragamku. Aish jinjja. Manja sekali gadisku ini.
“sudahlah Byul, percuma karena tak akan kuulangi lagi.” Ucapku dengan nada yang sama manjanya dengan suaranya. Tetapi wajah manjanya berubah menjadi marah dan kesal.
“aku bukan Byul, Kyuhyun~ssi!” ucapnya kesal setengah berteriak. Aku mengerutkan dahiku kesal. Kyuhyun~ssi? Aish, bukankah kami sudah berpacaran? Kenapa dia harus memanggilku seformal itu? Benar-benar dia ini.
“jangan memanggilku Kyuhyun~ssi, Byul!” bentakku ganti padanya. Byul langsung melipat tangannya di dada.
“I’m not Byul, Kyuhyun~ssi.” Ucapnya datar. Aish jinjja! Bagaimana mungkin dia masih memanggilku seformal itu? Benar-benar gadis ini! Kalau begitu kucium dia sampai dia mengatakan namaku tanpa embel-embel formal! Huh. Kusambar bibirnya, dan ciuman yang menjijikkan baginya berlangsung kembali lagi. Tetapi bukannya dia marah, Byul malah membalas ciumanku. Awalnya cukup terkejut, tapi kuteruskan saja, tidak ada ruginya jika ciuman ini dilanjutkan. Akhirnya, setelah benar-benar capek, aku dan Byul langsung melepaskannya.
“Kyuhyun, kau ini.” Ucapnya berdecak kesal yang langsung ada di pundakku. Sedangkan aku hanya tersenyum saat mendengar dia memanggilku Kyuhyun. Aku memeluknya erat dan berbisik di telinganya.
“terimakasih, Lee Rinka sayangg.” Ucapku, dan mencium dahinya sesaat. Tersenyum puas. Tidak ada salahnya mengutak-atik buku harian Noona. Ternyata perempuan seperti itu ya? Mudah terpancing dengan pria yang dicintai. Sedikit berbasa-basi dan langsung disambar, perempuan pasti menurut. Ah, dasar noona. Padahal kalau dia di rumah galaknya minta ampun, seolah-olah pacarnya ada digenggamannya. Tetapi itu hanya wujud luarnya saja. Dasar Cho Ahra. Aku pun menggelengkan kepala tanpa sadar. Dasar Noona kesayanganku. Tapi tak apalah, dia sudah banyak andil hari ini. Gomawo, Noona dan buku harian konyolmu.
~End~
Annyeong readers, Rinchun imnida. Saya balik lagi setelah FF continue Good Person, My Namja tamat. Dan nama pemerannya sama
FF ini dibuat pas jenuh saat proses pembuatan FF continue berikutnya. Maklum sibuk kuliah, latian GB dll, jadi buatnya pas ada di rumah dan kangen menulis
Dan belom buat sequel GPMN.. mianhae ~bow~
Semoga suka dengan FF oneshot ini. Maaf kalo ada salah kata atau apapun itu. Saya buatnya pas lagi ngantuk+capek. Makasih yang udah suka dan ninggalin komen *lempar bias satu-satu* sampai jumpa di FF berikutnya..annyeong
aaaa…..so sweet…daebakk!!!whoah..ini eonni yang buat good person my namja?aku juga suka yang itu…nice ff!!
ini bagus ko’ chingu..
keep writing ^^
bnyk kissux,,mNambh smangt!!
hehehe..(plak)
best kisseu
Wow kissnya byk bgt ya. Hehe
Keren loh ffnya ^^
hahaha. aish- jinja?
Ceritanya cinta pertama yg lucu,
kasih 2 jempol deh bt author.
suka suka suka
eiy bru beberapa menit pcran udah ciuman berapa kali tuh?
dasar kyuhyun
wets baru jadian langsung main cium aja….. akkakkkkkakakkaka
oh begitu….
q pikiran y beda,,, q pikir pa cwe y kembar jd kyuhyun salah sangka n salah satu y penyakitan tau y q salah,,,, org y sama cuma byul tu nama cwe y d tempat game ya???? j kyu manghil kyk gy…..
mantap kyu baru jadian udah nyosor ja mana ada berbagai macam praktek gaya ciuman lg dr level rendah sampe yg hot………
romantis bgt,gag nyangka rinka nyosor dluan ke kyu..asik
lucu banget lihat org yg baru jatuh cinta…
ckckck… banyak banget kisseunya…
Kekekee. Kissu mulu
Sweeet..hehe (: