Writer : Shelly
Terdengar dentingan-dentingan pen yg keluar dari tanganku. Aku sedang duduk di meja belajarku. “Apakah ini tidak terlalu mencolok? Berlebihan tidak ya?” tanyaku pada diri sendiri. “Apakah aku harus pakai bahasa formal atau tidak ya?” tanyaku lagi. “Ah, sepertinya formal lebih cocok, aku kan tidak akrab dengannya.” ujarku. “Oh, nama apa yg harus ku pakai? Oh tulis saja Bae”. Aku kembali melanjutkan menulis suratku. Tiba-tiba…
BRAKK ~ “Hah? Sedang apa kau?” Tanya adikku.
Aku benar – benar kaget. Segera ku sembunyikan surat yg ku tulis itu di bawah buku. “Ya! Ketuk pintu dulu dong baru masuk!” ujarku yg kesal.
“Oh kau menulis surat cinta untuk pacarmu ya? Naa ketahuan.” Goda adikku.
“Apa yg kau bilang? Sudahlah kau mengangguku saja! Sana pergi!” ujarku.
“Baiklah, baiklah” kata adikku yg agak kesal sambil pergi menutup pintu.
Sesaat setelah adikku menutup pintu, segera aku kunci pintu kamarku dan kembali duduk di meja ku. Ku ambil lagi surat yg ada di bawah buku itu.
Ada benar nya juga yg dikatakan oleh adikku. Tapi, tidak sepenuhnya benar. Kalian tahu surat ini untuk siapa? Ini untuk Kyuhyun, cowok yg memang cukup popular di sekolahku. Dia sekelas denganku. Sudah lama aku menyukainya. Dia duduk sangat dekat denganku, dia duduk di depanku. Tapi, meskipun begitu, kami sama sekali tidak pernah bertegur sapa, sama sekali tidak pernah berbicara apalagi memandang satu sama lain. Jadi, kali ini, aku memberanikan diri untuk memberikannya surat cinta ini. Meskipun mengatasnamakan Bae. Ya, namaku adalah Bae Ji Na. Bae adalah margaku. Pasti banyak orang yg memiliki nama Bae selain diriku, sehingga aku berani menulisnya di surat itu.
“Jina makan!” teriak ibuku dari dapur.
“Ne, ma!” teriakku. Aku lalu memasukkan surat itu ke dalam tas ku dan bergegas ke dapur.
Keesokan hari nya di sekolah …
Bel istirahat berbunyi, semua nya segera pergi keluar, meninggalkan kelas untuk pergi ke kantin. Ku lihat sekeliling, tidak ada orang. Segera ku masukkan surat itu kedalam tas Kyuhyun yg berada di depanku. Jantungku benar-benar berdetak kencang. Aku sangat berharap dia membacanya.
Malamnya, aku benar-benar tidak bisa tidur. Apakah Kyuhyun membacanya? Bagaimana pikirannya terhadapku? Apa yg akan dia lakukan? Itu yg terus ada dalam benakku. Aku bisa gila dibuat nya.
Besok nya di sekolah..
“Hoamm ..” aduh, aku ngantuk sekali. Mungkin karena aku tidak tidur semalaman memikirkan surat itu.
Aku pun kemudian menundukkan kepalaku di meja di bangkuku. Berusaha untuk tertidur sebentar untuk menyegarkan kepalaku.
“Jina aa..” Aku mendengar seseorang memanggilku. Tapi aku tidak menghiraukannya. “Jina aa..” kali ini dengan lebih keras. Tapi aku benar-benar tidak menghiraukannya. “Jina aa!” suara kali ini benar-benar kelas. Aku terbangun kaget. Segera melihat sekeliling dengan pandangan yang masih buram. Ku lihat di depan, Kyuhyun yg memandangku. Apakah ini mimpi? Aku menggosok-gosok mataku. Benar, dia melihatku dan tersenyum padaku. Tetapi ku lihat semua nya tertawa dan menghadap ke arahku.
Ku lihat ke arah temanku, JaeAh. Dia menunjuk ke arah di depan kelas. Ku lihat pak Kim yg sudah ada di depan papan tulis.
“Jina aa! Keluar dari kelas!” teriak pak Kim.
Segera aku keluar dari kelas. Dan lalu melakukan hukuman yg sudah biasa bagi murid-murid, yaitu berlutut dan lalu mengangkat kedua tangan ke atas. Meskipun terdengar gampang, ini cukup melelahkan. Tanganku sangat pegal. Kenapa tidak ada satu orang pun yg membangunkanku ? aa! Aku tertunduk. KRUUK ~ aa aku lapar sekali. Aku berusaha menahan rasa lapar ini. Tiba-tiba..
“Keluar !” ku dengar pak Kim yg berteriak dari dalam kelas. Seseorang kemudian keluar dari kelas sambil tertawa-tawa kecil. Aku tidak menghiraukannya dan masih terus menunduk. Orang itu berlutut di sampingku dan mengangkat tangannya. Dia masih terus tertawa. Aku lalu menghadap ke arahnya. Itu Kyuhyun! Sedang apa dia? Jantungku berdetak dengan kencang tak karuan.
“Jina.. kau benar-benar lucu tadi, aduh aku tidak bisa menahan tawa ku. Hahahah ~” katanya sambil tertawa terpingkal-pingkal.
“Ya! Kau meledekku?” tanyaku kesal.
“Benar-benar kau lucu sekali. Aduh.. aku tak dapat menahannya.. hahha” kata nya sambil masih terus tertawa.
“Sedang apa kau di sini?” tanyaku penasaran.
“Tentu saja sedang menertawakanmu.” Katanya sambil terus tertawa.
“Ya! Kau meledekku lagi” ucapku dengan kesal.
Senyumannya benar-benar sangat manis. Seperti senyum malaikat yg turun dari langit. Tanpa sadar, aku juga tertawa bersamanya. Tapi, KRUUK ~ … Kyuhyun terdiam. Ya ampun! Ini suara perutku! Kenapa dia harus merusak suasana seperti ini? Aaa !
“Jina, kau lapar?” Tanya nya.
“Hah?” kataku sambil kaget.
Aku hanya menunduk karena malu.
Ia lalu memandang sekeliling memastikan tidak ada yg melihat dia. Setelah dilihatnya tidak ada orang, ia menurunkan tangannya dan mengambil roti yg ada di saku baju nya. Ia lalu memasukkan roti itu ke dalam mulutku. Aku benar-benar kaget. Jantungku berdetak makin kencang. Tiba-tiba..
KRUKK ~ kali ini bukan suara perutku. Aku lalu menatap ke arah Kyuhyun.
“Makanlah..” katanya dengan malu-malu.
Aku lalu membelah roti yg belum sempat masuk ke dalam mulutku. “Ini, kau juga” kataku sambil memberikan roti itu padanya. Aku tidak berani langsung menyuapi nya karena akan dianggap tidak sopan. Ia lalu tersenyum melihatku. Tingkahnya sangat lucu. Aku pun tertawa melihatnya. Entah kenapa, ia juga ikut tertawa denganku. Hukuman itu serasa tidak lagi melelahkan. Apakah dia sudah membaca suratku? Atau dia tidak membacanya?
Sejak saat itu, kami berdua benar-benar sangat akrab. Di kelas, Kyuhyun selalu menghadap ke belakang untuk berbicara dengan ku. Ada saja topik yg kami bicarakan dan bahan tertawaan yg kami tertawakan. Sepertinya ia jarang menghadap ke depan, ke arah guru.
“Waa, Jina, sekarang kau akrab sekali dengan Kyuhyun.” Goda temanku Jaeah.
“Apanya? Aa, kami Cuma teman kok” pinta ku.
“Teman apa teman?” Jaeah semakin menggodaku.
“Ya! Jangan berpikir macam-macam” kataku padanya
Aku dan Kyuhyun memang teman. Tapi, juga tidak bisa di bilang teman biasa. Kami sering teleponan, pergi bersama, dan juga belajar bersama. Ada saja yg kami lakukan. Ia sudah seperti sahabat bagiku sekarang. Aku ingin terus seperti ini, akrab dengannya. Meskipun dalam hatiku yg terdalam, aku ingin meminta lebih, hubungan yg lebih dari sahabat.
Hari ini, Kyuhyun mengajakku ke taman bermain. Kami bermain berbagai macam permainan. Tak kusangka ia takut naik roller coaster. Hahaha ~ memang cukup konyol. Kami juga makan es krim dan mengambil foto dengan kamera Polaroid yg di bawa oleh Kyuhyun.
“Ini untuk mu satu dan untukku satu. Jaga baik-baik, simpan terus ya” katanya sambil memberikan selembar foto yg kami foto tadi.
“Mwo?” ujarku kaget.
“Ini, simpan ya” ujarnya dengan tersenyum
“Baiklah.” Kataku
Sudah malam, jadi kami segera pulang. Hari ini benar-benar hari paling bahagia dalam hidupku. Aku benar-benar bahagia. Kyuhyun akan mengantarku pulang. Meskipun kami hanya jalan kaki, tapi itu tidak masalah, karena ditemani oleh Kyuhyun.
“Gimana hari ini, senang?” Tanya nya.
“Tentu saja. Akan lebih senang jika kau mau naik roller coaster itu.” Kataku sambil meledeknya. Aku kemudian berlari-lari kecil sambil tertawa.
“Ya! Kau meledekku?” ujarnya sambil mengejarku.
Aku berlari agar tidak dikejarnya. Ini benar-benar menyenangkan. “Ya! Awas kau … Hahah ~” ku dengar Kyuhyun yg tertawa di belakang. Aku pun ikut tertawa sambil terus berlari. Tapi, langkahku terhenti… Nafasku sesak. Aku langsung terduduk di jalan. Aku benar-benar tak dapat bernafas. Segera ku ambil alat bantu nafasku dan mengenakannya. “Hah ~” lama kelamaan aku pulih kembali. Akhirnya bisa bernafas lagi.
“Jina aa!” ku dengar Kyuhyun yg berteriak cemas.
“Kwaenchana?” tanyanya dengan cemas dan juga kelelahan karena harus berlari.
“Kwaenchana. Ini sudah biasa. Aku menderita asma.” Ujarku agar ia tidak cemas.
Ia lelu memukul kepala ku. “Ya! Kau tidak boleh memukul orang sakit!” ujarku kesal.
“Ini hukuman karena kau telah mengejekku tadi.” Ujar nya. Ia lalu memukulku lagi. “Ya!” ujarku yg kesal sambil menggosok-gosok kepalaku yg sakit karena dipukuli dia.
“Ini karena kau tidak memberitahu tentang penyakitmu ini padaku.” Ujarnya yg masih sediki cemas.
Ia lalu membantuku berdiri. Ia lalu jongkok dan berkata “Ayo, naiklah”. “Mwo?” aku benar-benar kaget. Sambil menatap ke arahnya. “Naiklah..” ujarnya sambil menunjuk ke arah punggung nya. “Aku akan menggendongmu.” . “mwo? Tidak usah. Aku bisa jalan kok, lagipula aku juga berat” ujarku sambil berusaha menolak. “ Ya! Kau harus naik. Kalau tidak aku pukul lagi kepalamu. Ayo,naiklah.” Ujarnya dengan nada agak mengancam. “Aku tak bisa membiarkan asma mu kambuh lagi. Apalagi jika itu akibat diriku.” Ujarnya. “Ah,bukan, ini bukan karena mu kok. Memang aku yg agak lelah.” Kataku agar ia tidak terus menyalahkan dirinya.
Aku pun segera naik ke punggungnya agar ia tidak terus merasa bersalah. Aku memegang erat kedua tanganku agar aku tidak jatuh.
“Lain kali, kau harus memberitahu ku mengerti?” katanya.
“iya, arraso.” Ujarku
Kyuhyun ternyata sangat perhatian. Seandainya tiap hari bisa seperti ini. Apa dia belum membaca surat ku? Tapi aku berharap dia tidak pernah membacanya. Ini sudah cukup bagiku. Aku ingin bisa terus seperti ini dengannya.
Hari ini kami janjian untuk pergi ke danau di dekat sekolah untuk mengerjakan tugas sekolah bersama. Kami duduk di tepi danau, dengan udara yg segar, burung-burung yg berkicauan, dan juga bunga-bunga di tepi danau, semakin membuat hariku bahagia. Tapi, hari ini kami harus serius dalam mengerjakan tugas sekolah, tidak boleh main-main lagi. Ku lihat Kyuhyun yg serius ternyata manis juga. Tiba-tiba …
“Ya! Kyuhyun , apa yg kau lakukan disini?” “Eh, ada Jina juga ya?” “Sedang apa kalian berdua disini” teman-teman Kyuhyun tiba-tiba muncul dan langsung mengarahkan pertanyaan padaku dan Kyuhyun.
“Aa..” baru saja aku ingin menjawab, teman-temannya yg nakal mengutak-atik tas Kyuhyun dan lalu menemukan sesuatu, selembar kertas.
“Oooh, apa ini? Ini kan surat cinta?” ujar salah satu temannya. Mereka kemudian tertawa.
Jantungku tersentak. Itu adalah surat yg ku masukkan ke dalam tas Kyuhyun! Mampuslah aku! Eotteokhae? Aku benar-benar cemas.
“Ayo kita baca isi nya.” Ujar temannya yg lalu membuka surat itu. “Sini ku bacakan” ujar temannya yg lain.
-Isi Surat-
“ Dear, Kyuhyun-nim.
Aku sudah lama menyukaimu. Bisakah kita berteman atau berpacaran? Setidaknya kau bisa menyapaku.
From,
Bae “
“Woo, siapa ini? Konyol sekali” ujar temannya sambil tertawa terpingkal-pingkal.
“Jangan-jangan kau ya Jina? Namamu Bae Jina kan?” Tanya salah satu temannya dengan nada curiga.
Jantungku berdetak kencang. Rasanya jantung ini copot dari tempatnya. Keluarlah keringat dinginku. Kutatap Kyuhyun yg sedang menunduk. Sepertinya ia sedang menahan amarah nya dan juga mungkin malu? Ia lalu menatapku dengan tatapan yg benar-benar tak dapat kutuliskan. Tatapan marah, malu , tetapi juga bercampur pengharapan.
“Pasti kau kan Jina?” Tanya temannya yg makin curiga.
“Bukan! Tentu saja bukan! Mana mungkin aku menulis surat seperti itu? Kan banyak juga yg memiliki nama Bae, bukan hny aku saja! Lagi pula, dia menggunakan bahasa formal, aku kan sudah akrab dengan Kyuhyun, aku tidak akan menggunakan bahasa formal seperti itu!” kataku sambil terus mengelak, berusaha menutup-nutupi hal itu.
“Betul juga, tidak mungkin dia yg menulisnya. Sudahlah, ayo kita cari tahu.” Ujar temannya.
Mereka lalu meninggalkan kami sambil terus tertawa. Perasaan ku agak lega. Benar-benar, teman macam apa mereka? Aku lalu menatap ke arah Kyuhyun yg masih menundukkan kepala nya.
“Kwae..kwaenchana?” tanyaku dengan ragu dan takut.
Ia langsung meninggalkan ku dan pergi. Mungkin dia marah atau malu karena surat itu?
Sejak kejadian itu, hubungan kami menjadi rengang. Kami tidak pernah lagi berbicara bahkan bertatap muka. Aku sudah mencoba selalu menyapanya, tapi ia tidak peduli denganku bahkan tidak balas menyapa atau pun menatapku. Aku sudah mencoba menelponnya tapi ia tidak pernah mengangkatnya lagi. Ia berusaha menjauhiku. Aku tidak mengerti, apa yg terjadi padanya? Apa dia marah padaku? Apa yg telah ku perbuat? Aku ingin kami bisa akrab seperti dulu lagi. Tak sengaja, aku mendengar pembicaraan Kyuhyun dengan teman-temannya..
“Ya! Kau tidak mengobrol lagi dengan Jina?” Tanya temannya.
“iya, biasanya kau selalu mengajaknya mengobrol. Wae?” Tanya salah satu temannya.
“Tidak, itu sudah masa lalu.” Ujar Kyuhyun.
Setelah mendengar perkataannya itu, aku merasa di permainkan oleh nya. Apakah ia hanya ingin bermain-main denganku? Ada apa dengannya sekarang? Aku benar-benar bingung. Apakah aku ini bodoh menganggap dia adalah sahabatku? Aku bingung, benar-benar bingung karena cinta.
Keesokan harinya ..
“Jina, keluar ..!” teriak pak Kim si guru killer.
“aa, kenapa aku selalu tertidur?” tanyaku kesal.
Aku keluar kelas dan melakukan hukuman seperti biasa. “Hah ~” akhir-akhir ini aku benar-benar kurang tidur. Aku tidak bisa tidur karena Kyuhyun. Seharusnya dulu aku tidak pernah menulis surat itu. KRUUK ~ aduh aku lapar sekali. Sudah beberapa hari ini aku tidak makan karena tidak nafsu makan. Hah~ seperti nya aku benar-benar kacau. Aku hanya menundukkan kepalaku agar tidak dilihat orang lain. Rasanya hukuman ini sangat menyakitkan jika tidak ada Kyuhyun yg selalu membuatku terawa. Tiba-tiba..
Seseorang keluar dari kelas. Aku berharap itu adalah Kyuhyun. Ternyata benar itu Kyuhyun! Aku menatap nya dengan penuh pengharapan, berharap ia akan ada disisiku lagi. Ia lalu menatapku. Tapi kali ini dengan tatapan yg lain. Bukan dengan senyuman, ia hanya menatapku tanpa ekspresi apapun. Aku masih terus menatapnya. Ia pun menolehkan mukanya dan berjalan pergi ke toilet. Aah, aku berharap terlalu berlebihan. Ia sekarang berbeda, kami tidak akrab lagi, jadi wajar saja. Aku benar-benar rindu dengannya, dengan senyumannya,candaannya, semua yg ada padanya. KRUUK ~ aaduh, aku benar-benar lapar sekarang. Tidak ada lagi yg memberiku roti untuk ku makan. Sekarang ku tahu, betapa pentingnya Kyuhyun dalam hidupku.
Pak Kim benar-benar menantangku atau apa? Setelah berlutut seharian, sorenya, setelah pulang sekolah, ia menyuruhku untuk mengepel lantai 7 – lantai 5 ! aduh, aku sudah lapar dan lelah. Aku harus segera menyelesaikan tugas ini dan pulang untuk makan.
Beberapa jam kemudian…
“Hah, sisa lantai 5, kelas ku” ujarku sambil mengelap keringat yg sudah bercucuran di wajahku.
Saat akan mengepel lantai 5, ku lihat Kyuhyun yg keluar dari kelas kami. Jantungku berdetak kuat. Mungkin karena lelah menuruni tangga. Dia baru mau pulang. Sedang apa dia sampai – sampai baru pulang jam segini?
“Annyeong..” kataku sambil membungkuk padanya saat ia keluar pergi.
Tetapi ia hanya diam dan tidak memperdulikanku. Ia tidak menatapku dan hanya terus berjalan.
Aku merasa benar-benar dicampakkan oleh nya sebagai seorang sahabat.
“Kyuhyun ya!” teriakku. Tetapi ia tidak menoleh dan terus berjalan.
“Kyuhyun aa! Mianhaeyo.” Ujarku. Langkah nya pun terhenti , tetapi ia tidak menoleh padaku.
“Mianhaeyo! Memang aku yg menulis surat itu untukmu! Aku tidak ingin mengakuinya karena takut akan merusak pertemanan kita.” Ujarku. Entah kenapa, air mataku bercucuran keluar. Aku menangis.
“Bisakah kau memaafkanku? Jujur saja, aku memang menyukaimu! Aku tak bisa hidup tanpamu! Meskipun aku tdk tahu kenapa kau seperti ini, aku ingin kau bersamaku!” entah napa semua perasaan yg kupendam kuluapkan semua saat itu.
Kyuhyun lalu meneruskan berjalan pulang menuruni tangga area kanan. Aku terduduk di lantai sambil menangis. Apakah ini sia-sia? Apakah tidak bisa kami kembali seperti dulu? Seharusnya aku mengakui surat itu dulu. Rasanya hatiku seperti disayat oleh belati. Sepertinya aku memang harus melepasnya pergi. Aku tak bisa meneruskan mengepel. Segera ku ambil tas ku di kelas. Aku berlari menuruni tangga area kiri, tangga yg berbeda dgn tangga yg di turuni Kyuhyun, aku ingin pulang. Aku lelah.
Tetapi makin lama melangkah, langkah ku semakin berat. Tubuhku serasa berat. Langkahku pun terhenti di lantai 3. Dan akupun terduduk di tangga. Napasku sesak. Asma ku pasti kambuh lagi. Segera ku bongkar tas ku, tapi aku tidak menemukan alat bantu nafas itu. Aku benar-benar panik. Pasti tertinggal di kelas. Aku berusaha bangkit untuk kembali ke lantai 5. Tapi, “Aduhh!” perutku sakit. Seperti ditusuk jarum. Aku tak kuat lagi untuk berjalan ke atas. Saat foto yg diberikan Kyuhyun padaku terjatuh dari dalam tas aku berusaha menuruni tangga mengambilnya. Kepalaku seperti di tusuk jarum. Saat berhasil mendapatkan kembali foto itu, aku kehilangan keseimbangan dan jatuh dari tangga itu. Pandanganku mulai buram, tetapi aku melihat seseorang yg berlari ke arahku dan lalu menggendong ku, dan sambil berteriak “Jina, mianhae..jina aa..ini salahku!” “jina”. Lalu aku tidak ingat lagi apa yg terjadi.
Kepalaku sakit. Ku lihat ruangan yg terang dan dingin. Aku berusaha bangun, tetapi aku tidak kuat mengangkat berat tubuhku ini. “Jina aa” itu yg kudengar. Penglihatanku masih buram. Tetapi aku mendengar suara ibuku , “Syukurlah kau sadar. Hey, sudah ku bilang untuk makan, kan lihat lah kau terkena maag”
“Hah? Dimana sekarang?” tanyaku.
“Rumah sakit.” Ujar ibuku. “Sudahlah, aku akan urus dulu administrasimu” kata ibuku sambil meninggalkan ruangan.
Ku lihat selang di tanganku, masker oksigen di hidungku. Oh ya, ini memang rumah sakit. Aku berusaha mengingat kembali apa yg terjadi. Oh iya, asma,maag, foto yg jatuh, tangga, seseorang yg menggendongku. Oh, orang? Siapa? Foto? Mana fotoku? Tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar dengan keras. Siapa itu? Ku lihat lebih jelas, itu Kyuhyun! Apa yg dia lakukan disini?
“Ya! Kwaenchana?” Tanya Kyuhyun cemas.
“hah?” saking kaget dengan tingkah nya, aku tak dapat berkata apa-apa.
“Maafkan aku, gara-gara aku, kamu seperti ini. Maafkan aku.” Katanya.
“aa, tidak.. tidak apa. Bukan salahmu. Bukan.” Kataku sambil masih tidak percaya.
“Kau yg membawaku kesini?” tanyaku
“ya..” ujar Kyuhyun
“Kenapa? Bukankah kau benci padaku?” tanyaku heran.
“maafkan aku, se sebenarnya..”
** Flashback **
Kyuhyun sebenarnya pulang lebih siang untuk memastikan apakah Jina baik-baik saja di sekolah. Saat Jina datang dan membungkuk pada Kyuhyun, Kyuhyun tahu pasti dia baik-baik saja, sehingga dia segera pulang. Kyuhyun yg kaget dengan pernyataan Jina, ia pun gugup dan segera turun. Tetapi, Kyuhyun berubah pikiran, ia naik kembali untuk mengejar Jina, foto Kyuhyun dengan Jina pun tertinggal di kelas. Kyuhyun juga bermaksud mengambilnya. Saat, Kyuhyun sampai di kelas, di lihatnya kain pel yg di tinggal begitu saja, Jina menghilang. Kyuhyun masuk ke dalam kelas untuk mengambil foto itu sekaligus mencari Jina. Di lihatnya alat bantu nafas Jina yg tertinggal di meja kelas. Kyuhyun yg khawatir segera mencari Jina dan ditemukannyalah Jina di tangga area kiri. Dipakaikannya lah Jina alat bantu nafas itu dan segera menggendongnya ke rumah sakit.
Juga saat Jina di hokum karena ketiduran, Kyuhyun sebenarnya keluar untuk memastikan apakah Jina baik-baik saja, sebenarnya bukan untuk pergi ke toilet.
**Flashback END**
Kyuhyun pun menyerahkan foto yg terjatuh tadi padaku. “Ini fotomu”
“Lalu kenapa kau menjauhiku?” tanyaku
“aa, sebenarnya aku kecewa karena kau berbohong soal surat itu.” Ujar Kyuhyun
“Hah?” aku benar-benar bingung.
** Flashback **
Saat Jina memasukkan surat itu, Kyuhyun yg ingin mengambil dompet di kelas melihatnya. (“Benar-benar kau sangat lucu saat memasukkan surat itu ke dalam tas ku. hahhaha ~” ujar Kyuhyun sambil tertawa.) Kyuhyun hanya diam melihatku.
** flashback END **
“Mwo? Jadi kau sudah membacanya ?” tanyaku kaget
“Belum. Aku tidak membacanya.” Ujar Kyuhyun yg tertawa.
“Lalu? Kenapa kau menjauhiku?” tanyaku yg masih bingung dengan semua ini.
“Se se benarnya, dari dulu aku sudah menyukaimu. Aku mencoba lebih dekat padamu saat kau di hukum. Tapi, saat kau berbohong mengenai surat itu, aku kecewa. Ku kira kau tidak menyukaiku dan hanya menganggapku teman. Jadi, aku ingin berusaha melupakanmu, tetapi aa aku terus khawatir padamu.” Ujarnya dengan nada yg agak putus asa.
“aa..sungguh bukan seperti itu..” Aku berusaha menjelaskannya. Tetapi Kyuhyun langsung menutup mulutku.
“Sudahlah, aku sudah tahu. Bukankah kau sudah bilang? Kau istirahat saja.” Ujarnya tersenyum padaku sambil mengelus kepalaku seperti anak kucing.
“Sebenarnya kau ketahuan sekali, karena di kelas kita, hanya kau yg memiliki nama Bae. Kau benar-benar tidak pandai dalam hal menipu. Hahaha ~” ujar Kyuhyun sambil tertawa.
“Ya! Kau benar-benar..” ujarku kesal.
Tapi kekesalan ku sirna saat Kyuhyun lalu mencium dahiku. Aku benar-benar kaget. Ku pandangi dia yg terus tersenyum padaku.
“Istirahatlah, kalau kau sudah sembuh, Kita pergi lagi ke taman bermain, hmm?” ujarnya sambil terus mengusap rambutku.
Kyuhyun benar-benar bisa membuatku tersenyum, selalu tertawa bahagia. Tak kusangka bisa seperti ini. Tadinya aku sudah ingin menyerah.
Aku lalu mengangguk padanya dan tersenyum. Akhirnya, kembalilah aku dan Kyuhyun menjadi akrab , bukan hanya sebagai sahabat , tetapi juga sebagai kekasihku.
============ END ===================
WOW..
Ceritanya keren chingu..
bikin squelnya donk..
Wow..kyuhyun evilnya ilang, haha XD nice ff~^^
Bagus ßи̲̮̣̥̅̊⌣ªª⌣Nƍêt cerita nya…. Pokok nya aq suka de…. Keep writing Ɣª thor,,, ϑΐ tunggu karya selanjutnya…(^_^)
ih…
kyuppa…
dirimu malu2 mau nich dsini,,,
bda ama aslinya yg evil bgt. *ditabok kyuppa.
wkwkwkwkwk
kyaaaa…seru chingu,hehehehhe..sering2 bikin ff kyu yg oneshoot kaya gini ya:)
ada lanjutannya ngga……………
Keren,daebak thor.
kerenn
suka suka
nice
sok cool kyu itu. .
tp ternyata dy jg suka jina. .
nice ff. .
so sweet… mau jg ditolongin sm kyu XD
Kyuhyun perhatian disini…
ceritanya bagus.enteng..easy banget konfliknya jadi gampang paham…bagus bgt
waaah!!
ternyata kyuhyun juga suka..
kasian banget waktu dia dijauhin kyuhyun
ini namanya, penyakit pembawa berkah
hahaha
nice
Sweet bangeeeet oh my god
pemirsah saya patah hati ternyata kyu juga mencintainya dari dulu….
ini seru pemirsahhh FF nya…
._____. pemirsah?
Adegan d hukum’a mrip2 sma drama 49days.
Kren crita’a author kpan aku bsa kya gt sma kyuppa #ngarep tngkat dewa