GET IT! part.1

Author : hellomingi

======

Annyeong ini ff saya yang sedikit gila. Saya sebelumnya sdh post ini ff di www.ourfanfictionhouse.wordpress.com dan di www.dees9fanfiction.wordpress.com dan di note facebook saya ^^ Jadi kalau ketemu ff yang sama itu bukan plagiat oke ? Sebelumnya disini ada main darah sedikit dan bunuh-membunuh sekedar pemberitahuan. Tolong reader setelah membaca harp comment dan saran dan kritik dan meninggalkan jejak ^^
Happy reading ~

=======

Aku memainkan pisau lipat kesayanganku ini. Pisau ini begitu indah dengan darah segar menyelimutinya. Darah ini sangat membuatku haus hingga aku menjilatnya. Mungkin inilah kebodohanku, membunuh apapun yang menghalangiku, menyakitiku, dan merebut semua yang kuinginkan.

“Baru saja pembunuhan terjadi di kediaman Presdir Taeyoung. Polisi menyelidiki semuanya, sayang….” Aku menatap sekelilingku. Semua gelap.

“Hanrae ! Kau disana?” Itu kakakku, Hangeng. Seorang polisi yang yang mencariku. Malang, ia terlalu bodoh untuk menyadarinya.

“Hanrae ?!” Redup-redup cahaya menghampiriku. Memberikan kehangatan. Kusadari namja bodoh itu mendekat.

“Wae?” Tanyaku dingin.

“Omo! Apa yang kau lakukan?”

“Hanya membantainya..” Aku berbicara ringan menunjuk kucing kesayanganku.

“Hanrae .. Gwaenchana?” Tanyanya cemas

“Ne, Gwaenchanayo.”

“Sini pisau itu!”Aku tak menjawab. Tatapan tajamku kini lurus menembus mata oppaku. Tatapan yang pasti dimengerti olehnya. Ia menghela napas panjang.

“Sudahlah, aku mengerti.” Ia mengusap rambutku pelan. “Tapi..”

“Kucing bodohku telah melukaiku, ia mencakar tanganku.” Aku menunjukkan luka cakar yang diberikan oleh Michan. Hangeng oppa hanya mengangguk paham.

“Yasudah.. kau tidur sana. Ini sudah sangat malam.”

“Ne, tapi biarkan lampu itu disini. Aku takut gelap.” Ia tersenyum menatapku kemudian berlalu dan menghilang di balik pintu.

======

Aku menelusuri jalan setapak, jalanan yang biasa ku lewati ketika berangkat sekolah. Taman, terlewatkan. Rumah sakit, terlewatkan. TK dan SD Solsanim terlewatkan. Dan SMA Solsanim akhirnya sudah ada di depan mata. Kakiku sangat pegal, aku terduduk dibangkuku. Sunyi, sepi dan sendiri sudah menjadi sarapan pagiku setiap hari. Tak punya teman ku anggap sebagai lelucon untuk hidupuku.

“Ara ah, kau pacaran sama kyuhyun oppa ya?”

“Ne.. akhirnya aku ditembak olehnya kemarin.” Pipi gadis itu merona.

Gadis bernama Ara itu membuat luka dihatiku. Dia merebut Kyuhyunku. Kenapa namja pabo itu mengkencaninya, bukan aku? Apa kekuranganku? Dia benar-benar pabo. Lihatkah Kyuhyun, akan ku bunuh Aramu itu, karena ia merebutmu dariku.

“Oh ya? Yaampun chukkae..”

“Hahahahha. Gomawo Sung ah..”

“Lalu nanti kau pulang dengannya kah?”

“Tentu, tadi pun ia mengantarkanku.”

“Omo! Aku iri padamu..”

“Tak hanya itu..”

Cukup, aku tak mau mendengarkan percakapan konyol mereka. Aku memalingkan wajahku yang sedari tadi menatap mereka. Hati ini semakin sakit mendengar perlakuan Kyuhyun terhadap yeoja itu. Aku tidak terima.

======

“Jagiya.. aku tak bisa mengantarmu pulang hari ini. Mendadak pegacara ayahku memintaku ke kantornya.” Kyuhyun menunjukkan muka memelasnya.

“Ah ne jagiya..”

“Gwaenchana?”

“Ne, Gwaenchanayo.” Kyuhyun mengecup kening ahra lembut, semua itu benar-benar membuat amarahku memuncak. Ara benar-benar menerima kecupan itu, rasanya aku semakin ingin membunuhnya.

======

Ara berjalan melewati gang kecil yang sempit dan sepi. Dia benar-benar mempermudahku untuk membunuhnya. Aku terus membuntutinya hingga saat yang tepat benar-benar telah ada dihadapankku.

“Kau bodoh..” Aku berbisik ditelinganya. Darah segar membasahi tanganku. Ia hanya menggigit bibir bawahnya menahan sakit. Aku menusuknya tepat diperutnya dari belakang, lalu mencabut pisau itu.

“Lihat aku! Kenapa kau mengambil Kyuhyun oppa dariku?” Aku berkata dengan suara yang pelan. Lalu, aku membalikkan tubuhnya lalu menusuk perutnya lagi.

“K..ka..u.. Han..rae..tidak.. pantas untuk..nya..” Ia terbata-bata karena menahan sakit.

“Oh ya? Aku rasa kau yang tidak pantas karena terlalu bodoh, membiarkan aku merusak wajahmu sayang..” Aku memberi luka panjang menyamping dipipinya. Ia hanya merintih tak menentu.

“Kau akan mati Ara sayang.. Bye!” Kupaksakan ia memegang pisau itu lalu aku memaksanya lagi menusukkan pisau itu ke jantungnya. Seolah-olah ia
membunuh dirinya sendiri. Dan ia terjatuh ke tanah tak bernyawa. Senyum penuh kemenangan menghiasi wajahku.

=======

“Hanrae , kau sudah dengar kabar temanmu yang meninggal itu?” Hangeng oppa baru saja pulang.

“Ani, siapa?” Tanyaku datar.

“Ara. Ia mati mengenaskan. Sepertinya bunuh diri..” Aku hanya mengangkat alis mendengarnya. Untung saja aku menggunakan sarum tangan agar sidik jariku tak bisa dilacak.

“Bodoh sekali dia.” Celetuk Hangeng oppa lagi.

“Ne, sangat bodoh.” Gumamku pelan, Hangeng oppa tak mendengarnya. Aku yakin, karena ia tak merespon.

“Kemarikan remotenya.” Ia menarik remote di tanganku. Aku hanya mencibir.

“Seorang siswa SMA Solsanim tewas mengenaskan di Jln.Hanbuns yang kecil dan sempit. Di duga gadis remaja bernama Lee Ara ini bunuh diri karena ditemukan sidik jarinya di pisau yang kini menjadi barang bukti.” Ucap reporter di balik layar.

“Kau jangan sampai sepertinya..”

“Eh?”

“Jangan sampai bunuh diri Hanrae.” Ia mengacak rambutku halus. Aku hanya tersenyum. Syukurlah kakakku tak curiga.
Aku bangkit menuju kamarku. Kamar ini terlalu mengerikan untukku. Temboknya saja berwarna merah muda. Sangat girly. Aku berbaring di ranjangku, pintu sudah ku kunci rapat.

“Kyuhyun ah, kau benar-benar tidak adil terhadapku!” Aku menatap foto namja bernama Kyuhyun yang ada di ponselku.

(flashback)

“Hey pabo! Minggir dari hadapanku!” Kyuhyun mendorong tubuhku. Aku nyaris terjatuh kalau tidak cepat-cepat mengembalikan keseimbanganku.

“Kau tidak dengar? Apa kau tuli?” Tanyanya mengejek. Aku terdiam menunduk.

“Hei! Minggirlah!”

“Saranghae oppa..” Aku mendongakkan kepalaku, menatap Kyuhyun memelas.

“Apa? Aku tidak dengar pabo?” Ia mengangkat sebelah alisnya.

“Saranghae oppa..” Ia tersenyum setengah. Lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku. Mencium bibirku.

“Enak?” Tanyanya. Aku mengangguk tersenyum.

“DASAR GADIS MURAHAN! BEGITU SAJA SENANG!! PERGILAH!” Ia menyingkirkanku kasar. Entahlah, aku kini lengah. Aku terhuyung. Tanganku terbentur sebuah rak buku. Sikuku memar. Aku kemudian menatap punggung namja itu nanar. Tunggulah pembalasanku, batinku.

(flashback end)

Aku tersenyum pahit mengingat kejadian itu. Aku benar-benar membencinya tapi juga masih ada rasa sayang terhadapnya, meski itu menurutku hanya 5% saja.

======

“Hei! kau tau tidak Ara pacar Kyuhyun itu sudah meninggal kemarin?”

“Ara yeojanya kyuhyun oppa kemarin meninggal.”

“Ku dengar ia bunuh diri loh.”

“Kau tau yeojanya Kyuhyun meninggal.”

“ARa meninggal, padahal dia baru saja berpacaran bersama Kyuhyun kemarin!” Seisi sekolah gempar mendengar berita kematian Ara. Aku benar-benar bingung mengapa harus meributkan semuanya. Kematian yeoja centil itu kan sudah takdir. Lagi pula Kyuhyun oppa sendiri tak ambil pusing.

“Kyuhyun. Kau sudah tau berita kematian yeojamu?” Tanya Sungmin panic.

“Ne..” Ujar Kyuhyun tenang.

“Kenapa kau tak cemas? Tak sedih?”

“Untuk apa cemas dan sedih terhadap orang yang sudah mati.” Kyuhyun oppa berkata sangat dingin terhadap Sungmin.

Aku terus menatapnya dan mendengar percakapan mereka. Sayang volume suara mereka mengecil. Entahlah, aku tak tau mereka membicarakan apa. Tetapi aku sudah cukup bahagia melihat Kyuhyun oppa yang tak memperdulikan kematian gadis bodoh itu.

======

“Hai! Kau yang bernama Hanrae?” Tanya namja tinggi dengan rambut hitam dan kulit putih. Ia tersenyum. Semua orang menatap aneh kearah kami.

“Ne.” Aku berkata lirih dengan wajah bingung, namun hatiku berbunga.

“Aku Cho Kyuhyun. Kita teman?” Ia menjulurkan tangannya. Aku tersenyum dan menjabat tangannya. Rasanya hangat. Aku merasakan hidupku kemabali, luka karenanya pun sudah terobati.

“Kita pulang bersama bagaimana?”

“Hmmm..” Aku mengusap daguku berpikir.

“Mau ya? Jebal!”

“Baiklah, pulang ke apartmentmu kan?”

“Kau ternyata membaca pikiranku dengan baik.” Kyuhyun tersenyum nakal. Ia merangkulku mesra. Semua mata tertuju pada kami. Aku merasa bangga. Mereka iri, terlihat dari sorotan matanya.

Kini aku dan Kyuhyun sudah sampai di kamar apartment ini. Ia terlihat sudah bernafsu. Dingin dan panas. Kyuhyun melumat bibirku. Ia menatapku sejenak lalu mencoba membuka kancing seragamku.

“Aku tidak mau oppa.” Aku menepis tangannya lembut.

“Wae?”

“Kau bukan namjachinguku.”

“Aku namjachingumu sekarang. Saranghae.” Aku tersenyum puas. Ia benar-benar membuatku tak mampu berkata-kata. Melepaskan diriku kedalam penjara namja tampan sepertinya sangat menguntungkan. Benar-benar membuatku merasa sebagai yeoja paling beruntung di dunia.

======

#Author POV

“Kyuhyun ah! Kau berpacaran dengan yeoja bernama Hanrae itu.” Sungmin berdiri tepat dihadapan Kyuhyun dengan napas yang tersengal-sengal. Kyuhyun hanya bergumam menjawab pertanyaan Sungmin.

“Yaampun Kyu! Kau tidak tau kalau dia itu sama sekali tidak sexy, tidak cantik, dan tidak segalanya!”

“Menurutku kamu salah, aku bahkan sudah hamper mencicipinya.”

“MWO? JINJAYO?” Mata Sungmin membulat.

“Ne, kau tidak percaya?”

“Ara ara, aku percaya. Tapi bukannya dia itu gadis yang kau benci dulu..”

“Sudahlah, itu kan dulu. Sekarang dia berharga untukku.” Kyuhyun menepuk pundak Sungmin. Ia pun berlalu setelah memamerkan senyum evilnya.
Hanrae ternyata mendengar percakapan mereka. Dia benar-benar tidak terima dengan perkataan Sungmin. Wajah Hanrae merah padam, ia marah besar.

======

“Jangan kau bunuh Sungmin jagiya..” Kyuhyun tersenyum ketika memergoki Hanrae yang menusuk-nusuk foto Sungmin dengan pisau lipatnya.

“Wae?”

“Dia sahabatku Hanrae ah..”

“Tapi aku tidak terima ia mngataiku!”

“Sudahlah, aku tak ingin kau ditangkap polisi. Kematian Ara saja sudah cukup karenamu. Arraseo?”

“Kau tau?” Hanrae mengangkat sebelah alisnya.

“Ne..” DEG. Jantung Hanrae berdegup kencang. Rasa takut mengrogoti tubuhnya. Mengapa bisa seperti ini, Kyuhyun ternyata cukup pandai.

“Jadi..”

“Tenanglah, aku tak akan memeberi tahu siapapun. Aku mengikuti kalian..”

“Tapi..”

“Tenanglah jagiya! Kau tak perlu takut.” Hanrae hanya mengangguk.

“Kau mau melakukan sesuatu untukku? Hitung-hitung upah tutup mulut.”

“Apa itu?” Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke telinga Hanrae. Ia berbisik sangat pelan disana. Sepertinya ini sangat rahasia.

“MWO?!” Hanrae tercengang mendegarkan perkataan Kyuhyun. Jantungnya sedang berlari di tempatnya. Darahnya seakan ingin berhenti mengalir. Keringat dingin bercucuran membasahi pelipisnya.

‘Oh Tuhan, mengapa harus aku?’ Batinnya.

-TBC-

Comment ya :)

6 Responses to GET IT! part.1

  1. ya ampun,,,
    jangan2 kyu manfaatin hanrae buat bunuh orang laen,,trus abis itu kyu bakal bunuh hanrae krn dah bunuh pacarnya…..
    haduuuh2,,, imajinasi ku semakin labil,,,bruakakakakkk
    *ditendang author*

  2. ih serem thor -,- kyuhyun itu pantesnya bermanja ria, suka teriakan dan yaaa gitu wkwkwk
    tapi bagus kok ;) keep writing thor :D

  3. kejaammm!!
    tapi kyunya eksotis bgt *?*
    lanjut minnnn!! >< hua penasaran nihhh..
    saiko banget si hanrae ㅠ ㅠ tapi knapa kyu bisa bgtu yaa¿

  4. Annyeong reader, maaf baru mampir.
    Terimakasih sudah baca ya ^^ Ahh senangnya ff ini disuka.
    Lanjutannya udah dikirim ke adminnya. semoga adminnya post secepatnya ya? :) Gomawo jg ke admin yg udah ngepost. Oiya bisa follow @ifitrahidayani_ untuk kenalan kalo mau. heheh ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s