Writer: @shvla731
Seorang wanita paruh baya yang biasa dipanggil Guru Song sedang menulis angka- angka di papan tulis. Beberapa menit kemudian ia berbalik dan mulai membuka suara.
“Baik, ada yang berminat mengerjakan soal- soal ini?” kalimat pertama guru Song.
“Aku!” ucap seorang yeoja dan namja mantap dan bersamaan. Mereka saling memandang dengan wajah marah.
“Aku saja, Guru.” Ucap namja bernama Kyuhyun itu.
“Tidak bisa begitu. Aku lebih dulu!” yeoja bernama Sohyuk tak mau kalah.
“Tapi aku yang juara olimpiade matematika.” Kyuhyun menyombongkan diri.
“Kau pikir Fisika tidak butuh matematika? Aku juga bisa!” Sohyuk meradang mendengar Kyuhyun menyombongkan dirinya.
“Hey, berhenti kalian berdua!” guru Song menatap nanar kedua muridnya. “Keluar dari kelas saya!” Kyuhyun dan Sohyuk berlalu keluar kelas dengan kepala menunduk. Tapi hati mereka menggelorakan dendam satu sama lain.
Seluruh siswa Hyundae High School tahu bahwa Kyuhyun dan Sohyuk adalah musuh bebuyutan. Permusuhan itu sudah dimulai sejak tahun pertama senior high school, padahal saat masih junior high school mereka adalah sepasang kekasih sekalipun di sekolah berbeda. Hubungan mereka berakhir dengan tragis setelah Sohyuk mendengar perbincangan Kyuhyun dengan temannya. Kyuhyun mengatakan bahwa ia menjalin hubungan dengan Sohyuk hanya untuk main- main sambil berharap ia bisa membuat masalah dengan Sohyuk tepat sebelum olimpiade untuk membuat Sohyuk hilang konsentrasi dan mengalahkannya saat olimpiade. Kyuhyun berhasil, Sohyuk kalah dalam olimpiade dan harus menerima kemarahan teman- teman sekolahnya. Sejak itu hubungan mereka berakhir. Di senior high school, Sohyuk memilih beralih ke fisika untuk menghindari Kyuhyun.
Sudah dua minggu sejak kejadian itu. Di kelas, Kyuhyun mendapat banyak kesempatan untuk mengerjakan soal- soal di papan tulis karena Sohyuk lebih sering meninggalkan kelas. Sohyuk sedang bersiap untuk menghadapi olimpiade fisika yang akan dilaksanakan 1 bulan lagi. Sohyuk mendapat pelatihan khusus dari seorang dosen Seoul National University. Ini adalah perlombaan yang sangat dinantikan oleh Sohyuk. Perlombaan ini mempertaruhkan nama besar sekolah karena salah satu yang akan menjadi lawannya adalah Geosang High School, sekolah yang merupakan musuh utama Hyundae High School sekaligus tuan rumah pada perlombaan tahun ini. selama ini Hyundae High School telah meraih kemenangan untuk 7 tahun berturut- turut dan itu merupakan beban tersendiri bagi Sohyuk.
***
Kyuhyun berjalan menyebrangi lapangan sekolah, dia merasakan aura berbeda di sekolahnya hari ini. “Sepertinya hal buruk telah terjadi.” Batin Kyu. Namja itu masuk ke kelas dan langsung menuju bangkunya. Tidak lama, guru biologi mereka, guru Jang masuk dan memulai pembelajaran. Kyuhyun menoleh ke bangku sebrangnya, “kemana dia? Kenapa belum datang?” tanya Kyu dalam hati saat melihat bangku Sohyuk yang kosong.
Bel istirahat berbunyi. Kyu sedang berjalan di salah satu lorong sekolahnya, tiba- tiba segerombolan anak berlari sambil mengumpat menuju satu arah. Kyu mengikuti gerombolan anak yang berlari itu. Ketika gerombolan itu akhirnya berhenti, Kyu menerobos untuk mengambil barisan terdepan. Ia melihat seorang yeoja membungkuk 90 derajat ke hadapan seluruh anak yang ada di tempat itu.
“Maaf. Jeongmal mianhae. Aku memang bersalah.” Kata yeoja itu yang tak lain adalah Sohyuk. Kyuhyun merasa di atas angin karena musuhnya berada di titik terendah.
“Haha, maaf? Kalian yakin mau memaafkan gadis bodoh ini? dia kalah. Kalian tau kan arti kekalahan? Gadis itu sudah menginjak injak nama sekolah ini, nama kita semua!” kata Kyuhyun memprofokatori. Kyuhyun berteriak sambil berkacak pinggang dan menampakkan evil smilenya. Ujung matanya menangkap bayangan Sohyuk yang diluar dugaan hanya menunduk tanpa melakukan pembelaan.
“Benar. Tidak cukup dengan kata maaf!” ucap sebuah suara dengan nada tinggi yang semakin menyulut api kemarahan seluruh sisiwa. Tiba- tiba sebutir telur mentah menghantam tembok di samping wajah Sohyuk. Kyuhyun sangat terkejut, ia tidak menyangka kalu kemarahan teman- temannya akan separah ini. sebelum sebutuir telur lagi melayang, Kyu sudah berlari untuk mendekap tubuh Sohyuk. Satu, dua, tiga butir telur yang ditujukan kepada Sohyuk justru mengotori punggung Kyuhyun.
“Hey, Kyu minggir!” teriak sebuah suara tapi Kyu tidak menghiraukannya. Kyu membiarkan butir- butir telur mentah ituu mengotori punggungnya.
“Lepaskan aku.” Kata Sohyuk lemah. Kyu juga tidak menghiraukan kata- kata Sohyuk, dekapannya justru semakin erat. “Lepaskan aku, Kyu” pinta Sohyuk sekali lagi.
“Sudah jangan banyak bicara. Kau mau seragammu kotor?” kata Kyuhyun sambil mempererat pelukannya.
Keadaan menjadi lebih tenang karena bel masuk berbunyi. Satu per satu mereka kembali ke kales dan meninggalkan Kyu yang masih memeluk Sohyuk. Kyuhyun menuntun Sohyuk menaiki tangga yang membawa mereka ke atap gedung. Kyu mengunci pintu tangga ketika mereka sudah sampai di atap. Sohyuk duduk lebih dulu di sebuah bangku, ia masih saja menunduk dan tak mengeluarkan sepatah kata pun. Kyu menghampirinya dan duduk di samping yeoja itu. Sohyuk mengambil tissue di kantongnya dan berdiri untuk mulai membersihkan punggung Kyu. Sohyuk berpindah menghadap Kyu untuk membersihkan rambut Kyu. Kyuhyun menarik tangan Sohyuk hingga yeoja itu terduduk tepat di hadapannya dan mata mereka bertemu.
“Kenapa tadi diam saja? Kenapa tidak membela diri?” tanya Kyu beruntun.
“Kenapa kau melindungiku?” Sohyuk balik bertanya.
“Jawab pertanyaanku dulu!” bentak Kyu. Sohyuk terkejut, ia pun menunduk karena tak sanggup menatap mata Kyu. Kyu merasa bersalah membentak yeoja itu. Namja itu mengangkat dagu Sohyuk dan memaksa yeoja itu menatap matanya.
“Tatap mataku, Lee Sohyuk. Katakan apa yang sebenarnya terjadi?” kata Kyu lembut agar tak menyakiti hati Sohyuk.
“Aku tidak tahu.” Sohyuk menggeleng pelan.
“Aku tidak percaya kau kalah. Katakan padaku, kenapa?”
“Aku, aku tidak tahu. Mereka memberiku 30 soal tapi peserta lain 50 soal. Aku terlambat untuk mengetahui keanehan itu. Aku sudah mencoba protes tapi mereka bilang ini kesalahanku” tanpa terasa setitik air mata jatuh dari pelupuk mata Sohyuk. Kyu menggeser duduknya agar lebih dekat lalu memeluk Sohyuk lagi. Kali ini lebih erat dan lebih hangat. “Aku tidak menyangka teman- teman akan sedemikian marah dan kecewa padaku” isak Sohyuk dalam pelukan Kyu.
“Aku kan sudah sering bilang, hanya akau yang dapat menerimamu dalam keadaan apa pun.” Tegas Kyu. Kyuhyun mengusap lembut punggung Sohyuk, mencoba mengalirkan rasa tenang pada Sohyuk.
***
Selang 1 minggu, keadaan mulai tenang walau sesekali umpatan kasar dan lemparan telur mentah masih terjadi. Sohyuk berusaha menerima ini. terkadang hatinya protes dan memintanya meninggalkan Hyundae High School, tapi harga dirinya menolak. Sangat bodoh orang itu jika ia meninggalkan sekolah yang diinginkan banyak orang di seantero Seoul bahkan Korea selatan.
Sohyuk menyusuri salah satu lorong sekolah menuju lokernya. Sohyuk berhenti tepat di depan lokernya, tangannya mulai meraih pegangan pintu loker namun sebuah tangan menahan pintunya.
“Mulai sekarang, kau pakai saja lokerku.”
“Ani Kyu, aku bisa menghadapinya.”
“Tidak! Kau tidak bisa!” bentak Kyu sambil menyerahkan kunci lokernya. Sohyuk menerima kunci itu kemudian berlalu menuju loker Kyuhyun. Setelah memastikan Sohyuk tak bisa lagi melihatnya, Kyuhyun membuka loker Sohyuk dan menemukan foto Sohyuk berlumuran darah. Kyuhyun tahu Sohyuk tidak suka darah, mungkin yeoja bisa pingsan melihat ini.
***
Guru Song masuk ke kelas, menuju mejanya lalu meletakkan setumpuk buku di sana.
“Sohyuk, segeralah ke ruang guru. Kepala sekolah Park mencarimu.”
“Baik, Guru.” Jawab Sohyuk lalu meninggalkan kelas menuju ruang kepala sekolah Park. Sohyuk sampai di depan pintu ruangan yang ditujunya. Sohyuk membuka pintunya dengan hati- hati.
“annyeonghaseyo” sapa Sohyuk sambil membungkuk memberi hormat.
“Oh, Sohyuk. Selamat ya, kau juaranya.” Kepala sekolah Park berdiri dan mengulurkan tangan pada Sohyuk. Yeoja itu bingung dengan perkataan dan uluran tangan kepala sekolah itu. “Ya Sohyuk, kau juara olimpiade fisika tahun ini mengalahkan wakil dari Geosang High School. Mereka menemukan kecurangan yang dilakukan sekolah itu lalu mereka mnetapkan peringkat ke duanya yaitu kau menjadi pemenangnya.” Sohyuk terkejut mendengar itu, dengan ragu ia mengulurkan tangannya untuk membalas tangan kepala sekolah Park.
Sohyuk keluar dari ruangan kepala sekolah dengan rasa bingung sekaligus senang. Ia melihat Kyuhyun sedang bersandar pada tembok di lorong itu. Sohyuk menghentikan langkahnya,
“Kyuhyun-ah, gomawo.” Katanya Sohyuk sambil berjalan pelan mendekati Kyu. Kyuhyun tergeragap mendengar itu, ia tidak menyangka Sohyuk ada di dekatnya.
“Untuk apa?” kata Kyu sambil berusaha menutupi rasa terkejutnya karena kepergok mengikuti yeoja itu.
“Sungguh aku tidak pernah menceritakan tentang 30 soal itu pada siapa pun. Hanya padamu.”
“Hmm, baiklah kalau akhirnya kau menyadarinya juga. Ne cheonma.”
Sohyuk merasa pembicaraannya cukup sampai di situ. Ia berjalan meninggalkan Kyu untuk kembali ke kelas. Kyuhyun terus memandangi punggung Sohyuk yang semakin menjauh darinya. Kyu tampak berpikir sejenak lalu akhirnya ia berlari sepanjang lorong yang sepi itu untuk mengejar Sohyuk. Ketika jaraknya sudah dekat, Kyuhyun menarik tubuh Sohyuk dan memeluknya dari belakang. Sohyuk dapat mendengar nafas Kyu yang terengah- engah di telinganya. Tapi entah mengapa ia tak berusaha melepaskan pelukan Kyu.
“Saranghae” kata Kyu setelah ia berhasil menormalkan nafasnya. ‘Tidak Kyu, jangan. Jangan katakan itu’ bisik Sohyuk dalam hati. “Lee Sohyuk, saranghaeyo.” Sohyuk sangat terkejut karena dengan berani Kyu mengulangi kalimat itu. “Jawab aku, jawab cintaku Lee Sohyuk” pinta Kyu berbisik di telinga kiri Sohyuk. Yeoja itu bergeming saking terkejutnya, dia sama sekali tak mengeluarkan sepatah kata pun. Kyuhyun melepaskan pelukannya dan memutar tubuh Sohyuk supaya mereka berhadapan. Kyuhyun mengangkat dagu Sohyuk dan mendekatkan wajahnya. Kyuhyun menutup matanya begitu pula Sohyuk lalu mencium bibir Sohyuk dengan lembut. Beberapa detik Sohyuk menikmati ciuman itu sampai akhirnya ia melepaskan ciuman itu secara paksa dan mendorong tubuh Kyuhyun.
“Wae?” tanya Kyuhyun dengan wajah kecewa.
Gambaran masa lalu saat Kyu dengan enteng menceritakan alasannya berpacaran dengan Sohyuk, saat Kyu tersenyum sinis padanya karena berhasil membuat Sohyuk kehilangan konsentrasi menghadapi olimpiade berkelebat di otak Sohyuk. Rasa marah itu masih ada di hatinya sekalipun akhir- akhir ini Kyu sangat baik padanya. dendam itu begitu besar merajai hati Sohyuk.
“Apa lagi yang kau takutkan? Aku sudah tidak mungkin mengalahkan dan kalah darimu lagi, Sohyuk. Kita sudah berbeda jurusan. Kali ini aku benar- benar mencintaimu.” Kyuhyun diam sejenak. Ia melihat setitik air menetes dari kelopak mata Sohyuk. Kyuhyun maju dua langkah mendekat pada Sohyuk. “Jeongmal mianhae, jeongmal mianhae. Aku mohon berusahalah mencintaiku lagi, aku mohon.” Kyuhyun menggenggam kedua tangan Sohyuk. Yeoja itu mengangguk lalu memaksakan seulas senyum untuk Kyu.
END
Ini bukannya udah pernah dishare??
padahal musuhan tp kyu ngelindungi soohyuk soalnya dy cinta sama soohyuk. .
so sweet. .
bagus ffnya. .
sprti’y aq prnah bca… tp dimana ya???
Koq agak gantung Ɣ᪪α , mian.
good job chingu!
seneng karena semuanya berakhir dengan bahagia ^^
Kyu jahat,,
Sohyuknya terlalu baik.. Tapi keren thor ceritanya..
Sequel dong..
gantung?
eummmm
aku dah pnah bca ini…tpi??? di mana yah??lupa.. tpi wlau udah pnah bca,aku sukka..cma krang panjaaaang dan krang konfliknya *sok bgt aku*hahaa maap authoorr..
bukannya udh prnah dipost? (-_-?)
annyeonghaseyo. sy writernya.
ff ini pernah ak postin di 2 blogku. kalo di blog ini sendiri ak blm pernah tau.
terima kasih buat semua komennya.
smg ff selanjutnya bisa lebih baik berkat readers.
gomawo ^^
kyu so sweet bangett, ampe rela ngelindungin sohyuk gitu
bagus thor… next ffnya ditunggu
Sama” org pintar bisa so sweet jg..
kyu jahat bgini tp romantis..
Gantung thor :/ sequel dong!
di terima gak sih s kyu…??
iya nih gantung, tapi seruuuuu…..
Sequel author.
Mrang mantep kalo brenti d sini.
Keep writing and figting ^^
aku paling suka baca FF niiih ><