Sometimes…

Title: Sometimes…

Author: shalof

Rating: PG

Genre: Drama, Angst, Broken!hyewon

Pairing: Siwon/Hyera LOLOLOLOLOL

Summary:

a/n Because Adele’s Someone Like You is just too hard to ignore :p I wrote this, as crappy as this may be. Idk, i cant write? Lmao.

 

Laki laki  itu duduk dengan gugup di sebuah kursi empuk berlengankan kayu oak tua yang antik. Gesturnya terlihat cemas meski dengan sangat baik ia menutupinya. Diliriknya Rolex shiny yang dengan elegannya melingkar di pergelangan tangan kirinya. Beberapa kali ia membenahi Zegna-nya, berharap merapikan dan menyentuh bahan halus itu dapat mengurangi sedikit kegugupannya. Tapi ternyata tidak.

 

Masih ada sepuluh menit sebelum janji yang sudah dibuatnya minggu lalu. Dan rasanya jantungnya siap keluar kapan saja.

 

Ia mengeluarkan iPhone-nya, menggerakkan jemarinya di atas layar sentuh ponsel canggih itu. Ia membaca lagi sebuah percakapan email yang hampir rutin dilakukannya seminggu terakhir ini. Beberapa email terakhir membuatnya jantungnya kembali berdetak tanpa kendali.

hyerahan@bergdorfgoodman.com

 

…..I’ll be in Seoul for some works in the end of february. Can’t wait to see the rest of our buddies there! Miss Korea sooooo much;)

 

siwonchoi@hyundaicorp.com

 

You’re coming? We should really meet up. It’s been a while since the last time we met.

 

hyerahan@bergdorfgoodman.com

 

Really? Well, I’d always love Baccarat ^^

 

siwonchoi@hyundaicorp.com

 

Sure sure, my treat. Can’t wait to see you!

 

Siwon tidak tahu apa yang ada di benaknya ketika ia mengundang gadis itu untuk bertemu kembali dengannya, setelah beberapa tahun berlalu tanpa kontak berarti di antara mereka. Pasti ada yang salah dengan otaknya saat itu. Siwon tidak mengerti kenapa hasrat untuk bertemu dengan gadis itu begitu membuncah ketika ia membaca email tersebut.

 

Missing her too much? God knows the truth.

 

Ia menelan kembali kata katanya. Apa yang sudah terjadi, terjadilah. Jelas masa lalu sudah berada di belakangnya, tak bisa kembali ia raih. Kini ia hanya harus menatap masa depan dan tidak mengulang kembali kesalahan terbodoh yang dia lakukan tiga tahun lalu.

 

Semoga, batin siwon. Nafasnya tercekat ketika ia melihat seorang gadis berambut panjang dengan little black dress berlengan panjang dengan punggung  terbuka tersenyum pada seseorang di meja resepsionis. Menganggukkan kepalanya, gadis itu kini melangkahkan kakinya yang terbalut Louboutin ke arahnya.

 

Get a grip of yourself, Choi Siwon. Keep your sanity, keep your sanity…

 

.

.

.

 

I heard that you’re settled down

That you found a girl and you’re married now

I hear that your dreams came true

Guess she gave you things I didn’t give to you

 

Old friend, why are you so shy

It ain’t like you to hold back or hide from the lie

 

I hate to turn up out of the blue uninvited

But I couldn’t stay away, I couldn’t fight it

I hoped you’d see my face and that you’d be reminded

That for me, it isn’t over

.

.

.

 

Choi Siwon,” gadis itu menyebutkan nama untuk meja yang dipesannya. Sang resepsionis muda, yang berdandan rapi dengan seragamnya, tersenyum lalu mencari nama yang tadi disebutkan dalam buku panjang berisi nama tamu.

 

Tidak lama ia mencari, ia menemukan nama itu dan segera mendongakkan kepalanya. “They’re here already, in the table number 7, near the window by the stairs.

 

Hyera menggumamkan ucapan terima kasih dan melangkahkan kakinya menuju tempat yang dimaksud. Baccarat sudah terlalu familiar dalam ingatannya meski sudah tiga tahun ia tidak menginjakkan kakinya di restoran mewah ini. Tinggal di New York dan membangun karir yang sebenarnya di sebuah departement mewah dan terkenal, Hyera menemukan jalan hidupnya ke depan. Meski ia, walau malu mengakuinya, tetap menganggap Seoul adalah pusat dunianya berotasi.

 

Tadi, ketika ia mengambil langkah pertamanya masuk ke restoran ini dengan clutch bag Alexander McQueen dalam gamitannya, kilasan kilasan masa lalu menerjangnya. Kenangan demi kenangan menyerbu dan menempati setiap sudut yang mungkin berada di otak dan hatinya. Saking penuhnya, Hyera sampai tidak yakin ia tidak punya ruang lain untuk oksigen agar ia bisa bernafas.

 

Serangan emosi mendadak itu menderanya, membuatnya sesak dan tidak bisa bernafas. Air matanya menggumpal di ujung kelopak matanya. Ia panik, kosong. Hyera tidak tahu harus melakukan apa.

 

“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead…”

 

Kini ia mengerti sepenuhnya apa maksud lirik dalam sebuah lagu tersebut. Ia mengerti bahwa terkadang sesuatu bertahan, tapi kadang kenyataan memutar balik keadaan dan menusuknya jauh. Membuat hatinya terluka.

 

Tapi sekarang ia bisa menguasai dirinya kembali. Berjalan masuk ke dalam Baccarat malam ini hanya akan seperti berjalan masuk ke Baccarat di masa masa yang lalu. Ringan dan tanpa tekanan. She’d have a good food, good time, with a good company. As if…

 

Hyera melihat sosok itu duduk di sebuah kursi. Sosok yang mampu membuatnya kembali goyah, membuatnya ingin lari menuju pelukan hangat nan protektif pria itu. Ia ingin melesakkan dirinya dalam dekapan yang dirindukannya.

 

Menarik nafas panjang lalu mengambil langkah mantap menuju meja di mana seseorang sudah menunggunya. Tiga tahun berlalu, dan kini mereka bertemu kembali…

.

.

.

 

Never mind, I’ll find someone like you

I wish nothing but the best for you too.

Don’t forget me, I beg, I remember you said

“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead”

Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead, yeah

 

.

.

.

 

Hi,” sapa Hyera santai. Ia mengembangkan senyum terindah dan paling tulus dibibirnya pada pria yang sedari tadi menunggunya di meja itu.”It’s been a long time.

 

Siwon mendongak, tersenyum kikuk melihat gadis yang dulu mewarnai hari harinya berdiri tepat di hadapannya. Kali ini bukan imajinari, Hyera benar benar berdiri di hadapannya dengan sosoknya yang mempesona. Tiga tahun berlalu dan itu membuatnya tampak semakin dewasa. “Hey, still can’t believe you’re here. Please, have a seat.

 

Gadis itu tersenyum lalu menarik kursi di hadapan Siwon. Ia sempat merapikan bagian bawah pakaiannya sebelum duduk, memastikan bahwa Chanel-nya tidak  mengerut dan meninggalkan bekas lipatan.

 

Why are we in the four-seat table? Are we waiting for other friends?

 

Baru saja Hyera mengutarakan pertanyaan yang mengganggunya—siwon belum sempat menjawab, tentu saja—ketika seorang pelayan, dengan seragam yang sama dengan pegawai di resepsionis tadi, mendatangi mereka dan menanyakan apa yang diinginkan Hyera sebagai appetizer.

 

Strawberrieschetta?” Siwon refleks menyediakan jawaban seraya melemparkan senyum aku-tahu! pada Hyera. Ia masih ingat bagaimana gadis itu selalu memesan Baguette dengan topping mascarpone cheese dan strawberry. Siwon tidak bisa menahan kenangan yang membanjirinya secara tiba tiba. Memang sudah diduga, tapi tidak bisa dihindari.

 

Hyera tertawa penuh nostalgia. Ia menutup buku menu yang tadi disodorkan padanya dan tersenyum pada sang pelayan. “I’d like to have that for my appetizer.

 

Sebagian dirinya mencoba untuk menahan semua perasaannya. Mungkin Siwon hanya bersikap baik, sopan seperti bagaimana dirinya dulu. Ia menahan untuk tidak kembali jatuh dalam pesona hangat dan menenggelamkan pria di hadapannya itu. Ia berusaha…

 

Tapi senyum itu melelehkannya. Sebagian kecil hatinya kini bersorak dalam kegirangan bahwa mungkin, setelah tiga tahun, Siwon sudah berubah. Mungkin keputusan dulu itu bisa dibicarakan kembali. Mungkin keabsenannya di Seoul telah membuat Siwon menyadari bahwa perpisahan mereka adalah sebuah kesalahan. Mungkin…

 

Hyera sibuk memikirkan segala kemungkinan yang  hampir bisa disebut kebetulan. Tapi bukankah kebetulan itu tidak ada? That everything happens for a reason? That both of them are facing each other again, for a reason?

 

Sementara itu Siwon kembali bergumul agar hati dan akal sehatnya berjalan dengan seimbang. Ia tidak ingin membuat gadis itu jatuh dalam pesonanya, tapi ia tidak bisa. Bersama dengan Hyera secara otomatis membuatnya mengeluarkan sisi terbaiknya. As a man, he presents himself as the best person when he is with her.

 

.

.

.

 

You’d know how the time flies

Only yesterday was the time of our lives

We were born and raised in a summery haze

Bound by the surprise of our glory days

 

 “Let’s end this here.”

 

“Oppa…”

 

“I’m sorry, Hye. I’m so sorry…”

 

“But why so sudden?”

 

“It’s been very different between us lately. You didn’t see it coming? We’re no longer what we thought we are.”

 

“Oppa…”

 

“I’m sorry, Hyera.”

 

.

.

.

 

I hate to turn up out of the blue uninvited

But I couldn’t stay away, I couldn’t fight it

I hoped you’d see my face and that you’d be reminded

That for me, it isn’t over, yet…

 

.

.

.

 

Keduanya tampak sibuk dengan pikirannya masing masing, namun senyuman itu tidak  pernah lepas dari bibir keduanya. Seakan kata tidak sanggup melukiskan pembicaraan mereka yang terjalin dengan baik melalui sorot mata. It’s like they have their own world.

 

Mungkin masa lalu yang pahit itu sudah jauh ditinggalkan di belakang, kini berjalan maju ke depan menyongsong masa depan. Kemungkinan yang kini dipikirkan Hyera adalah, mungkinkah hal itu bisa terjadi dengan kedua tangan mereka yang saling bertaut?

 

Lalu kemungkinan itu buyar ketika sebuah tangan lentik menepuk bahu Siwon dengan lembut. Keduanya membalikkan pandangan mereka dari mata satu sama lain ke si pendatang baru. Seorang wanita muda dengan rambut ikal panjang yang menjuntai indah, mengenakan terusan berwarna maroon yang begitu pas di tubuhnya yang seperti model. Sebuah senyum terpampang sempurna di atas pulasan make up profesional.

 

Your old friend’s here?” tanya wanita itu sambil mengecup pipi Siwon. “I’m sorry it took me so long in the powder room.

 

Siwon mengangguk dan mempersilahkan wanita yang baru datang itu untuk duduk di kursi di sampingnya. Sedangkan Hyera sendiri, sepanjang ingatannya yang tidak terlalu buruk, tidak tahu siapa wanita ini. Ia mengerutkan keningnya, berusaha mencari jawaban. Nihil. Ia tidak mengingat Siwon pernah mengenalkan wanita ini padanya, atau melihatnya dekat dengan Siwon. Namun tampaknya mereka berdua begitu akrab, begitu….serasi?

 

Hyera menggelengkan kepalanya, menolak membuat hipotesa yang mungkin membuatnya serasa menusuk dirinya sendiri dengan belati tajam. Jadi, tanpa berpikir, Hyera melontarkan pertanyaan  yang tanpa ia sadari akan melemparnya ke jurang gelap. Jauh lebih gelap dari yang dulu. “I think I’m

Lost here, who is she?

 

Wanita tadi tersenyum, lalu menatap Siwon. “You haven’t told her?”

 

Siwon menggeleng lemah tapi tersenyum. Palsu. Wanita itu lalu menyodorkan tangan kanannya. “I’m Seera Kim”

 

“Seera Kim?”

 

“This lad’s newly-announced fiancée,” jawab wanita itu. Singkat, dengan nada ramah yang begitu ringan. Namun… lima kata itu sanggup membuat Hyera menahan nafasnya. Ia terlalu terkejut untuk bisa mengambil nafas dan menghembuskannya secara normal. Aliran darahnya seakan berhenti,  imaji yang sudah dibayangkannya luluh lantak begitu saja.

 

.

.

.

 

Never mind, I’ll find someone like you

I wish nothing but the best for you too.

Don’t forget me, I beg, I remember you said

“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead”

Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead, yeay..

 

Nothing compares, no worries or cares

Regrets and mistakes they’re memories made

Who would have known how bittersweet this would taste

.

.

.

 

Perpisahan tiga tahun lalu begitu menyakitkan, begitu tiba tiba dan begitu membuatnya kehilangan arah. Hyera tidak tahu kenapa tiba tiba pria yang sangat dicintainya meminta perpisahan. Tidak pernah ada masalah berarti di antara mereka. She just simply didn’t see it coming. Why would she when she felt like she was the happiest girl on earth?

 

Little did she know that it was for her own sake…

 

Siwon bukan pria brengsek. Bukan dulu, bukan juga sekarang. Ia seseorang yang bertanggung jawab, untuk siapapun yang ada dalam kehidupannya. Siwon adalah seseorang yang tahu bagaimana menempatkan diri agar tidak menyakiti hati siapapun, apalagi seseorang yang ia cintai sepenuh hatinya.

 

Ketika akhirnya tiga tahun lalu mereka berpisah, Hyera memutuskan untuk hengkang dari Seoul. Ia tidak bisa hidup dengan bayang bayang Siwon, berharap New York dan segala kesibukannya bisa membuatnya terdistraksi.

 

Tapi ia salah, setelah tiga tahun, ia masih terkungkung dalam kehidupan yang seperti itu.

 

.

.

.

 

Never mind, I’ll find someone like you

I wish nothing but the best for you too.

Don’t forget me, I beg, I remember you said

“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead”

 

Never mind, I’ll find someone like you

I wish nothing but the best for you too.

Don’t forget me, I beg, I remember you said

“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead”

Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead, yeah…

 

.

.

.

 

Makan malam berjalan singkat, canggung, dan menyakitkan. Hyera menyelesaikan main dish-nya relatif cepat. Ia bahkan tidak menyentuh dessertnya, sesuatu yang selalu ditunggunya.

 

Baik Siwon maupun Seera menyadari perubahan mood Hyera, namun tidak satupun berani mengonfrontasinya. Terlebih Siwon, ia tahu konsekuensi yang telah ia perbuat pada mantan kekasihnya itu.

 

I dont feel like finishing my dessert, my stomach hurts.” Hyera menampakkan muka menyesal yang terlalu palsu. Siwon tahu lebih baik dari siapapun yang pernah mengela Hyera. “Rain check?

 

Siwon belum merespon apapun ketika Hyera melipat kembali  serbetnya dan menaruhnya di atas meja. Ia tahu ia keterlaluan, tidak sopan. But screw formality!! She walks away from him as fast as she could.

 

Hyera bahkan menyingkap sedikit gaun pendeknya agar ia bisa berlari dengan lebih cepat. Ia bahkan tidak perduli jika kakinya lecet, atau bahkan terkilir karena Louboutin 4 inchi tersebut. Ia sudah tidak perduli apapun, bahkan pada maskaranya yang mulai luntur karena air mata.

 

Ia menyetop taksi pertama yang dilihatnya. Masuk ke dalam sedan itu tanpa menghiraukan orang lain yang berada di sekitarnya. Tangisan lantangnya keluar tepat ketika pintu taksi itu menutup.

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

 

Siwon mengeluarkan dompetnya, mengambil beberapa lembar kertas dengan nominal yang tidak sedikit. Ia menghitung dan memberikan lebih dari sepuluh lembar pada wanita bergaun maroon yang masih berdiri di hadapannya di depan Baccarat. “Thank you for tonight. You can save the dress for yourself.”

 

“Can I ask something?” tanya wanita itu sambil memasukkan uang yang diberikan Siwon ke dalam purse-nya.

 

Ketika Siwon mengangguk acuh tak acuh, gadis itu bertanya, “why are you hiring me to be your fiancée for only one night?”

 

Siwon tertegun sebentar, mencoba mencari jawaban yang masuk akal. Ia menatap wanita itu lalu berkata, “because the woman you met earlier, she’d leave for New York tomorrow with the first flight she could get.

 

You love her?” kata gadis itu, lebih pada pernyataan yang butuh persetujuan retoris daripada pertanyaan yang butuh jawaban dari Siwon. Seera bisa melihat dari sorot mata pria itu, tidak perlu peramal cinta untuk menerawangnya.

 

“All my life,” jawab Siwon sambil tersenyum.

 

Wanita itu mengerutkan keningnya. Ia tidak mengerti apa alasan pria itu menyewanya untuk menjadi tunangan pura puranya di depan wanita yang dicintainya. Tidak ada logika yang bisa menjelaskan hal itu. “And why you shooed her away?”

 

Kali ini Siwon merespon pertanyaan itu dengan sebuah senyuman manis yang begitu tulus. “Because I love her, I can’t risk her safety for being with someone like me.

 

.

.

.

 

The End

 

BWAHAHAHAH DONT BLAME ME FOR THE CRAPPY ENDING!!! :D :D :D :D :D

25 Responses to Sometimes…

  1. tiga tahun ga ketemu, sekalinya ketemu harus tersakiti. Siwon jahat bgt sih, kasian hyeranya.
    Tapi masih ga ngerti kenapa siwon nyuruh seera buat pura” jadi tunangannya.
    Ffnya bagus, banget :)

  2. Siwon gak mau Hyera tersakiti. Hyera berpikir bahwa Siwon gak akan pernah menyakiti org yang dicintainya. Tapi justru apa yang dilakuin Siwon itu gak sesuai pemikiran Hyera, dan gak sesuai keinginan Siwon. Complicated banget. But, It’s GREAT!!!

  3. bner” dah katanya siwon mencintai Hyera sepanjang hidupnya tapi knapa malah nyewa tunangan pura” …….
    pnasaran sma alasannya Siwon ,,,,
    need sequel ……….

  4. hiks.. gamau hyewon break T_T
    kenapa siwon rela nglakuin kaya gitu? huhuhu
    ntar hyera sama siapa dong kalo ga sama siwon ?????

  5. omo~~ abang siwon tega nih…
    tp, mang kenapa sih alasan siwon bikin hyera begitu
    ga mw jd kayak dia? maksudnya giman thor…
    FFmu kerenlah thor, dua jempol…

  6. Deemi apaa , crita ini juga baru gua alamin seminggu lalu . apa yg hyera lakuin -pergi jauh buat ngindarin siwon- juga gua lakuin 2tahun lalu . lulus smp langsung cuus nglanjutin sma keluar kota , tp ga ngefek apa2 -_- gua smpe skrg gatau apa alasan dia minta putus , tp gua bener2 ngarep kalo alasan dia sm kaya alasan Siwon . amien yg jelas ceritanya ngena ! feelnya dapet banget .

  7. Siwon nyewa cewek itu buat pura2 jd tunangannya utk nyoba kalo hyera masih cinta atau enggak sama dia. Dan siwon harusnya udh dapat jawaban dari sikap hyera. Dan ff ini juga harusnya gk tamat sampe sini.
    Suka jawaban siwon yang, ”you love her?” | ”all my heart” aaaaaa!! Melting :3

  8. Bagian awal2: woaah siwon-hyera lagiiii asiiik. Eh? Tiga taun ga ketemu? Putus ya? Kenapa? Hoo baguslah sekarang ketemuan lagi hihihi /I’m a happy reader

    Bagian tengah: loh loh siapa seera? Apa-apan berani cium siwon di depan hyera! Hah, tunangan? Ngapain coba pake tunangan sama orang lain? Kenapa ga hyera aja? Hiiiih /reader emosi

    Bagian akhir: oh ternyata skenario…syukurlah.. Siwon masih jadi lelaki sopan dan bertanggung jawab :’)

    Hahaha ff ini sukses bikin perasaan jadi kaya roller coaster! Emang yah siwon-hyera ga pernah ga ada konflik. Kenapa ga dibikin mereka hidup tenang, bahagia, sejahtera, sebagai sepasang kekasih yg saling mencintai sehidup semati? T-T

    Oh dan satu lagi, Siwon kenapa malah ga mau Hyera jatuh cinta lagi sama dia? Isn’t he the right man for her?

    Maaf kepanjangan komennya hihihi abisan ini ff mengguncang malam saya

  9. Repost my comment using my usual username :p

    Bagian awal2: woaah siwon-hyera lagiiii asiiik. Eh? Tiga taun ga ketemu? Putus ya? Kenapa? Hoo baguslah sekarang ketemuan lagi hihihi /I’m a happy reader

    Bagian tengah: loh loh siapa seera? Apa-apan berani cium siwon di depan hyera! Hah, tunangan? Ngapain coba pake tunangan sama orang lain? Kenapa ga hyera aja? Hiiiih /reader emosi

    Bagian akhir: oh ternyata skenario…syukurlah.. Siwon masih jadi lelaki sopan dan bertanggung jawab :’)

    Hahaha ff ini sukses bikin perasaan jadi kaya roller coaster! Emang yah siwon-hyera ga pernah ga ada konflik. Kenapa ga dibikin mereka hidup tenang, bahagia, sejahtera, sebagai sepasang kekasih yg saling mencintai sehidup semati? T-T

    Oh dan satu lagi, Siwon kenapa malah ga mau Hyera jatuh cinta lagi sama dia? Isn’t he the right man for her?

    Maaf kepanjangan komennya hihihi abisan ini ff mengguncang malam saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s