Tittle: In The Corner Of Jealousy
The Casts:
-Park Jung Soo
-Jung Je Ah
Author: haracheonsa
Genre: Romance
Notes: FF yang terinspirasi dari puisi karya Amar di sinetron KKDB, jadilah tercipta ff ini. Tadinya sih pengen ane yang jadi cast, tapi bingung apa yang mau di cemburuin dari bias-bias ane. Dan pada akhirnya aku memilih cast di atas.
Semoga suka yah. . .hehe J
Cemburu merupakan pertahanan hati akan harta yang dimilikinya dengan menggenggam erat-erat sebuah cinta yang agung. . .
Seperti biasa, gadis itu kembali menatap kesunyian yang menyelimuti apartment-nya. Sebuah apartment mewah yang berada di lantai 10 di kawasan Incheon, Seoul. Ruangan yang beberapa hari ini merekam berbagai macam aktivitasnya, termasuk perasaan gusar yang mendera hatinya saat ini. Disitu juga merupakan tempat yang bebas untuk meluapkan emosi selain kepada member A2.
Semenjak tadi ia hanya tiduran di sofa yang empuk itu, tak ada sesuatu pun yang bisa membuatnya bergerak. Ia hanya memandangi ruang-ruang hampa tempat itu dengan senyuman yang ‘dipaksakan’. Hatinya kini tengah digeluti rasa cemburu karna kekasih yang amat dicintainya sedang melakukan kencan dengan wanita lain. Setahun yang lalu, ia telah menemukan seseorang yang sanggup memberikan keceriaan di kesunyian hatinya. Figur Park Jung Soo atau yang terbiasa dipanggil Leeteuk olehnya, bukan hanya sekedar seorang kekasih, namun terkadang bisa menjadi seorang sahabat, ayah, bahkan kakak laki-laki. Ia mengakui sesungguhnya sejak pertama kali bertemu dengan Leeteuk, ia sudah merasakan getaran aneh di hatinya, yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Jea, sebetulnya tidak begitu percaya akan cinta pada pandangan pertama. Ia lebih menghargai cinta yang terbina lewat kedekatan individu dengan sebuah ketulusan dan kejujuran. Begitulah menurutnya. Namun teorinya tentang ‘First Sight’ mulai tidak berlaku lagi semenjak Leeteuk hadir dalam kehidupannya.
Jea membenamkan dirinya meresapi ketenangan malam di kamarnya. Memejamkan mata, menikmati aroma bunga Lavender yang begitu menyeruak di sekitar ruang tamu yang menyatu dengan dapur. Perlahan, ia menggerakkan bibirnya untuk bersenandung kecil, menyanyikan lagu favoritnya ‘Listen To You’, sebuah lagu yang enak untuk di dengar dan dipadu dengan musik dan aransemen yang luar biasa.
Memorinya melayang. . .mengingat kenangan-kenangan yang pernah terukir bersama kekasihnya, disaat mereka pertama kali bertemu, disaat lelaki itu menyatakan cintanya dengan cara yang konyol, disaat mereka tertawa, bertengkar, saling menyalahkan, amat begitu banyak kisah bersama sang kekasih yang telah tersusun rapi di lembaran hatinya. Begitu angannya kembali mengingat acara TV yang menayangkan acara kekasihnya, ia membubarkan memori masa lalu yang kembali terputar itu. Perasaan tidak mengenakkan kembali menghantui. Ia sadar semuanya memang bermula dari kebodohannya yang dengan mudah menyetujui Leeteuk mengikuti WGM, dan sekarang ia merasa sangat menyesal melakukan itu.
Memang. . .kencan yang dilakukan kekasihnya itu bukanlah suatu hal yang nyata melainkan hanya akting belaka dikala mereka sedang melakukan syuting WGM. Namun tetap saja hati Jeah tak bisa berkompromi ketika ia memandang kekasihnya bersama wanita lain di TV, apalagi banyak adegan-adegan romantis layaknya Romeo & Juliette yang membuat nyeri dihatinya semakin terasa.
Perasaan cemburu kerap bertaburan di hati insan yang sedang dihujani cinta. Meskipun realitanya tidak selalu seperti itu. Seseorang bisa saja merasa cemburu ketika sahabatnya menemukan teman barunya yang lain, dan kita tidak menyukai hal itu. Ada semacam dorongan batin untuk mempertahankan apa yang dimilikinya dan tidak sudi dibagi dengan orang lain.
Entah sudah berapa lama kesunyian itu berlangsung, sampai ketika seseorang masuk pintu apartment itu tanpa seizin sang pemilik. Tiba-tiba saja Leeteuk menyembul dari balik dinding dengan membawa beberapa kantung plastik makanan dan minuman. Jea langsung beranjak dari sofa sebab terkaget akan kedatangan kekasih-nya yang tiba-tiba dan terlihat seperti pencuri. Laki-laki itu memakai jacket lengkap dengan masker dan topi untuk mengelabui para penggemarnya yang tentu akan terus mengikutinya kemana pun.
“Aissh, kau mengagetkanku bodoh. Masuk tanpa izin kemari dan terlihat seperti pencuri.”umpat gadis itu dengan tatapan sinisnya yang terus mengarah terhadap kedua mata Leeteuk.
“Yah. . .aku akui kalau aku adalah seorang pencuri. Tapi tindakan pencurianku ini tidak berbau kriminal, karna yang kucuri itu adalah hatimu” Sedetik. Dua detik. Jea masih terdiam tak bisa memberikan respon apapun selain tatapan yang menyaratkan kebingungan. Namun setelah ia benar-benar meresapi perkataan Leeteuk, yang terdengar seperti seseorang yang sedang menggombal membuatnya tertawa terbahak.
“Aigoo~, kau rupanya sudah berguru dengan dongsaengmu yah untuk urusan merayu wanita” gadis itu masih tak bisa menahan tawanya sembari memegangi perutnya yang mulai terasa sakit.
“Aissh, sudahlah kau tak perlu mentertawaiku begitu. Aku tau, aku memang tidak pandai dalam hal merayu wanita tapi itu bukan berarti bisa jadi bahan leluconan-mu Jung Je Ah” ia merengut dan Jea yang sudah berhenti tertawa mulai memandangi wajah tampan kekasihnya yang sekarang terlihat seperti anak kecil yang tengah merajuk pada ibunya.
“Arasseo, aku tadi hanya bergurau. Kenapa kau seserius ini hah menanggapinya? Oh ya, mengapa kau tiba-tiba datang kemari? Memangnya kau tidak ada jadwal syuting WGM?” tanya Jea yang langsung mendapatkan perhatian dari sang kekasih.
“Perasaanku jadi tidak enak, mengapa kau tiba-tiba menanyakan hal itu? Are you jealous?” celetuknya yang membuat gadisnya membelalakkan mata.
“Mwo??” sergah sang gadis cepat dengan bulatan kedua bola matanya.
“Kapan aku bilang begitu? Aku tidak cemburu, lagipula untuk apa aku menghabiskan waktu ku hanya untuk mencemburuimu. Pekerjaan ku terlalu banyak oppa!!” lanjutnya lagi dengan pengucapan yang gelagapan dan berapi-api.
“Semakin terlihat kalau kau tengah cemburu padaku, sudahlah mengaku saja. Apa susahnya bilang kalau kau itu tidak suka melihatku dengan Kang Sora, iya kan?”
Jea mendengus pelan, dalam hati ia berpikir. Aku masih punya harga diri untuk mengakui kalau aku merasakan hal yang namanya cemburu.
“Kalaupun aku bilang tidak suka melihat kau berdekatan dengannya, tetap tidak akan mengubah keadaan kan? Yah, kurasa tidak.. Kau pasti tetap melakukan syuting, terus bertemu dengannya, tersenyum di depannya, berkencan dengan suasana romantis, menyanyikan lagu untuknya, memberinya bunga mawar dan. . . ” Jea menghentikan ocehannya, ia mengatur nafas sejenak dan menenangkan dirinya.
“Dan. . .apalagi?” Leeteuk mendekati gadisnya, menatap matanya dalam. Mencoba memahami apa yang kini dirasakan oleh gadis yang sekarang berada di hadapannya.
“Lebih baik kita berpisah. . .” Tanpa dapat dicegah, buliran air mata itu jatuh menuruni kedua pipi Jea dengan leluasa. Karna tak ingin dilihat sedang menangis, ia memalingkan wajahnya dan memutar tubuhnya membelakangi Leeteuk. Seketika itu tangan Leeteuk tergerak untuk melingkarkan lengannya ke leher Jea, dan membenamkan wajahnya ke pundak gadis itu.
“Tetaplah seperti ini, dan tetaplah disisiku. Tidak peduli apa yang akan kau lakukan nanti, menjauh dariku, mencampakkanku, bahkan pergi meninggalkanku. Aku akan tetap berusaha mengejarmu, tetap berjalan beriringan denganmu, menjalani hari demi hari bersama dan sampai kapanpun akan selalu berada disampingmu.”
“Aku tau kau lelah dengan keadaan ini, tapi apa kau tidak mengasihiniku jika hidup tanpa seorang Jea disisiku? Dalam suatu hubungan kekasih, tidak hanya membutuhkan cinta namun juga butuh ketulusan dan kepercayaan. Aku yakin kau sudah memiliki ketulusan, tapi tak bisakah kau memberiku kepercayaan itu? Kumohon, percayalah bahwa sampai kapanpun di hatiku hanya akan terukir satu nama yaitu Jung Je Ah!!”
Gadis itu terperangah. Terenyuh. Kalimat-kalimat yang meluncur dari bibir kekasihnya begitu menyentuh hatinya. Jea lalu menyunggingkan senyum yang ia sematkan indah di bibirnya. Dan kini ia juga bisa merasakan getaran lain di dinding hatinya.
“Aku ingin memberikan puisi untukmu! Kau mau mendengarnya?” tawar Leeteuk yang segera ditanggapi anggukan oleh Jea.
“Di Sudut Cemburu”
Di sudut cemburu, tercampakkan, terhempas, terhina.
Hanya berselimut kekecewaan.
Di sudut cemburu, aku bertumpu, meradang, membara dan sia-sia.
Aku hanya berkawan dengan putus asa.
Belailah aku, peluklah aku dan yakinilah aku.
Berdiri di sudut cemburu dan bertumpu di sudut cemburu.
Berarti berdiri dan bertumpu di sudut cinta.
Untuk kedua kalinya hati Jea tersentuh, tatkala mendengar puisi itu diucapkan oleh kekasihnya. Ia terhenyak, seakan waktu telah terhenti sesaat dan membiarkankannya menghayati pembebasan molekul hatinya. Elemen cintanya.
Membalikkan tubuhnya seperti semula, dan memandangi serta mengagumi kedua mata teduh sang kekasih. Perlahan gadis itu menempatkan kepalanya di dada bidang milik Leeteuk, yang dibalas kecupan hangat di puncak kepala gadis itu.
“Saranghae, jebal. . .Don’t Leave Me!!” Leeteuk berkata di keheningan suasana ruangan itu, membiarkan Jea merasakan kehangatan yang tercipta. Mereka saling menginteraksikan rasa. Menitipkan kisah yang wajib dikenang saat ini. Meski sempat bagi Jea tertatih merenda hubungan ini, namun sekarang ia optimis untuk tetap menjadi seorang kekasih dari Park Jung Soo.
THE END…
Ih waw, akhirnya selesai juga buatnya. Akhir-akhir ini lagi suka buat yang singkat, karna tak memakan waktu juga gak terlalu menguras otak.Jgn lupa kunjungi my Blog, http://yewoonfanficworld.wordpress.com , komennya ditunggu loh!! Thanks juga buat semua yang udah bersedia coment, kritik dan sarannya juga sangat saya nanti…
Gansahamnida, udh post ff ini disini admin!!
uwaaah~~ keren!!
nice ff thor~~^^
uah eon,gomawo cast nya teukppa.suka deh ..
singkat dan menyentuh
Kkeke coba lbih panjang
RT RT RT aq suka ffnya.pendek tapi so sweeeeet…
suka puisinyaaaa
so sweet…
teukppa bljar gombal dari haeppa ya??? *readers ngawur.
saya suka, chingu…
Ngegombal bener2 lgi menjamur hha
sekarang aja udah merambah ff belajar dari sule yg chingu
hha
*aku memang seorng pencuri. Pencuri hatimu
wkwk
bener2 bikin geli..
bgus chingu aku suka
hehehehh,,, aq suka juga yg singkat2 thor,,,@^
Puisinya paten kali thor d^o^
Ceritanya juga kok,apalagi pas jea blang putus, bacanya ikut tersentak