Rasa itu, terlambat ku sadari ..
Terlambat ku rasakan ..
Setelah semuanya terjadi, aku baru merasakannya ..
Setelah semuanya hilang, aku baru mencarinya ..
Setelah semuanya pergi, barulah aku muncul ..
Kemanakah aku selama ini??
Kemanakah perasaan itu selama ini??
Terlambat .. Semuanya sudah terlambat ..
Kini aku bagaikan pohon yang menyesali kepergian sang daun yang gugur tertiup angin ..
Ketika sang daun masih bersama pohon, sang pohon tak memperdulikannya ..
Membiarkannya terhempas angin kesana kemari merasakan kesakitannya sendiri ..
Matanya tertutup oleh bunga-bunga yang menghiasi pohon, memperindah kehidupannya ..
Dan ketika sang daun sudah pergi dari sisinya, ia mulai menyadari ia sangat membutuhkan sang daun ..
Sang daun merasa lelah dan jenuh akan cintanya yang tak berbalas pada pohon ..
Mengagapnya tidak ada ..
Sekuat apapun pohon yang menyokong sang daun, ia tetaplah sebuah daun yang rapuh ..
Sampai akhirnya sang anginpun datang ..
Kejenuhan dan lelah yang dirasakannya membuat daun memilih pergi dari sisi pohon ..
Daun tidak ingin meninggalkan pohonnya, tapi semuanya terlalu melelahkan baginya ..
Pohon hanya tersenyum memandang kelelahan daun ..
Seakan pohon tidak memintanya untuk tinggal, ia pun terbang mengikuti angin ..
Meskipun daun tahu untuk meninggalkan pohon yang selama ini ia tinggali membutuhkan banyak kekuatan ..
*****
Seorang gadis memandang sebuah pohon yang daunnya berguguran. Pandangannya seakan menerawang jauh. Kosong. Hampa.
Angin musim semi yang bertiup sore hari terasa hangat ketika menerpa tubuhnya. Tapi tidak dengan hatinya. Hatinya masih beku. Seakan musim dingin belum berlalu baginya.
Wajahnya terasa panas menahan emosi. Bukan emosi kemarahan, melainkan penyesalan. Ia merasakannya kini. Dan semua sudah terlambat untuk disesali.
Perlahan bulir-bulir air keluar melalui pelupuk matanya. Setetes demi setetes air matanya menyeruak keluar. Perlahan tapi pasti tetes-tetes air mata itu semakin deras seiring dengan emosinya yang tertahankan. Semuanya bagaikan air sungai yang tak terbendung. Mengalir mengikuti arus.
Pikirannya mulai mencari-cari kenangan itu. Bagaikan adegan dalam sebuah film, gambaran-gambaran itu mulai bermain dalam kotak masa lalunya. Sosok itu, pria itu, Hangeng, kembali hadir dalam ingatannya. Membuat semuanya begitu berat baginya.
Rasa pedih yang dirasakannya mulai menjadi. Kebodohannya dimasa lalu membuatnya cukup penat saat ini. Keangkuhannya cukup membuatnya menderita selama ini.
Melihat sosok itu pergi dari hadapannya membuatnya akhirnya menyadari semuanya. Tapi terlambat. Kini Hangeng sudah bersama pilihannya. Pilihan hatinya yang dapat benar-benar menyayanginya. Atau mungkin lebih tepatnya, menyadari bahwa ada orang yang begitu menyayanginya dan membutuhkannya.
Tidak seperti dirinya, gadis itu. Dirinya terlambat menyadari kehadiran pria itu. Sikap angkuhnya membuat dirinya tak pernah tahu bahwa Hangeng benar-benar menyayanginya.
Dan kini semuanya terlambat. Gadis itu menyesalinya. Gadis itu kini sadar bahwa ia menyayangi pria itu. Ia membutuhkan sosok itu disampingnya.
Terlambat. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan gadis itu. Hanya kata maaf yang dapat diucapkannya. Hanya kepedihan yang harus dirasakannya. Hanya rasa cinta yang mendalam yang dapat dipendamnya. Hingga saatnya tiba, ia akan melepaskan semuanya. Tapi bukan sekarang. Bukan saat ini. Suatu saat.
*****
terima kasih dan maaf aku harus menjadi pohon yang begitu kejam pada daunnya ..
- dwiandar -





missfishyjazz
/ March 21, 2012Singkat padat dan jelas
Feelnya kerasa banget, sedih, dan itu bagus banget
Funny Cemplux
/ March 22, 2012feelnya dapet bgt..
han ji eun
/ March 22, 2012Huhu #nangis guling2
Sumpah ni ff pas bgt sma yg gw rasain. Lg galau bru krasa skit’a *curcul*
Nice ff (y)
leehaeeun
/ March 22, 2012Ahhh… merinding bacanya! Memang singkat, tapi kata-katanya yang rapi dan indah bener-bener bikin feelnya kerasaa banget. I like it! Daebak Thor!! ^^
Penyesalan memang datang di akhir. Gak ada yang bisa dilakukan saat semuanya sudah terlambat! Suka Ide ceritanya ^^
Nabilacho41
/ March 23, 2012Sedih… kayak aku rasain juga..
chenhye
/ June 1, 2012Kerennn ^^
feelnya dapet bgt!
Jjang!
fullkaler
/ June 17, 2012sad T.T
ryeonggulove
/ July 28, 2012no comment to this ff. sumpah kren bgt!!!!!
Joely
/ November 25, 2012Singkat.
Tapi menjelaskan semua yang terjadi.
Aku suka banget sama kata-kata pohon dan daun. Keren.
sophiemorore
/ May 21, 2013suka
kata2nya puitis
dan walaupun kayaknya bukan fanfiction
tapi ya tetap sukaaa