My Last Ice Cream Is For You [Part 3]

Judul: My Last Ice Cream Is For You [Part 3]
Writer: @shvla731

Eunhyuk memandangi gundukan tanah basah dihadapannya dengan pandangan kosong. Matanya masih berair dan sembab menampakkan banyak airmata yang sudah keluar dari kedua mata itu. Upacara pemakaman berjalan lancar tanpa kendala berarti. Peti yang menyimpan tubuh kaku appa sudah terpendam dengan baik di dalam tanah.
Tamu undangan berangsur meninggalkan pemakaman, termasuk Eomma dan Sora. Kini benar benar tinggal Eunhyuk dan Soeun yang masih berada di sisi pemakaman itu.
“Oppa, kita pulang?” Soeun mengusap pelan bahu Eunhyuk. Namja itu masih bergeming, tangannya memainkan tanah di pemakaman itu. “Oppa………..” kata Soeun lagi, pelan.
Dengan gerakan yang lemah Eunhyuk bangkit, meraih tangan Soeun dan menggenggamnya sangat erat. Mereka berjalan beriringan keluar dari komplek pemakaman.
Eunhyuk sangat terpukul dengan kepergian appa. Tidak, tidak hanya Eunhyuk yang terpukul, oemma dan Sora tak kalah terpukul dengan kepergian kepala keluarga itu. Suasana rumah berubah sunyi. Setiap malam sepulang dari SM building untuk berlatih, terkadang Eunhyuk merindukan pertanyaan sinis appa mengapa ia pulang larut malam bahkan sebagian hati Eunhyuk merindukan tamparan dan bentakan appa. Apa pun itu asal appa masih bersamanya dan tak meninggalkannya seperti ini. soeun juga ikut sedih melihat keluarga yang sudah ia kenal hampir 2 bulan ini bersedih.
Karena rasa bersalah Eunhyuk pada appanya, ia bertekad melaksanakan permintaan terakhir appa. Eunhyuk mendaftar untuk mengikuti wamil. Berkat appanya yang seorang tentara, Eunhyuk mendapat keistimewaan, ia bisa segera wamil setelah acara kelulusan sekolah. tak hanya itu, Eunhyuk juga mengatakan rencana wamilnya pada pihak SM. Untung saja SM dapat menerima keputusan Eunhyuk jadi SM mengizinkan Eunhyuk untuk mengikuti wamil.
Setelah bersedih cukup lama, sore itu, Soeun memaksa Eunhyuk bermain di taman tak jauh dari komplek rumah. Bukannya bermain dengan bahagia, Eunhyuk malah hanya duduk termenung sambil terus memandang ke langit, merasakan hangatnya udara musim gugur. Daun daun kecoklatan berguguran di sekitar kakinya.
“Oppa, aku mohon jangan seperti ini.” Soeun memandang sendu namja di sampingnya.
“Soeun, besok lusa acara kelulusan.” Kata Eunhyuk masih menatap langit jingga sore itu.
“Karena itu oppa harus bahagia kan? Oppa 3 lulusan terbaik.”
“Aku berjanji pada diriku sendiri untuk memberikan surat kelulusanku pada appa. Aku akan meletakkannya di atas makam appa.”
“Ahjussi pasti sangat bangga padamu, oppa.”
“Tapi appa tidak akan hadir dalam acara kelulusan dan aku tak dapat melihatnya tersenyum bangga padaku.”
“Tapi ahjussi tersenyum bangga padamu dari surga. Aku tau itu”
“Kau dapat bertemu dengannya?”
“Tidak, tentu saja tidak. Kalau aku dapat bertemu dengannya itu berati aku juga sudah meninggal tau!” Soeun cemberut, mengerucutkan bibir mungilnya. Eunhyuk melihat itu lalu mencubit ringan pipi Soeun.
“Haha, malaikatku marah?” tanya Eunhyuk menggoda.
“Aaahhh, oppa kau tersenyum? Aku senang sekali.” Soeun memeluk Eunhyuk erat. Setelah beberapa hari sejak kepergian appa akhirnya Eunhyuk tersenyum. Mereka berpelukan cukup lama.
“Gomawo Soeun-ah.” Soeun mendengar Eunhyuk menghela nafas lega. Setiap dia memelukku seperti ini, segala beban seakan hilang. Sebenarnya kekuatan apa yang Tuhan berikan padanya? gumam Eunhyuk dalam hati.
***
H-1 sebelum acara kelulusan Eunhyuk menyiapkan jas yang akan ia pakai untuk acara esok hari. Seharian Eunhyuk mendatangi berbagai macam toko jas yang tersebar seantero Seoul, tentu saja ditemani Soeun. Eomma tidak dapat menemaninya karena sedang mencari pekerjaan baru untuk menggantikan tugas appa memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Setelah menemukan jas yang cocok, bahkan Soeun mengangkat kedua jempolnya ketika melihat Eunhyuk mencoba jas itu, Eunhyuk memutuskan menghabiskan sisa hari untuk tidur agar esok ia dapat bangun lebih awal. Eunhyuk baru saja selesai mandi, ia melihat Soeun sedang duduk di atas tempat tidurnya sambil mencoret coret kalender meja.
“Ada apa?” tanya Eunhyuk lalu duduk di samping Soeun.
“Ini hari ke 53.” Jawabnya menoleh pada Eunhyuk sejenak.
“Benarkah? Secepat itu?”
“Heem, aku juga tidak menyangka. Aku merasa baru kemarin mengagetkanmu dengan tiba- tiba berada di kamarmu.”
“Kau memang malaikat yang jahil.” Eunhyuk mengacak rambut Soeun.
“Itu karena aku ditugaskan untuk manusia yang juga jahil.”
“Beraninya membalikkan kata kata.” Eunhyuk tertawa lalu teringat sesuatu, “lalu.., berapa sisa ice creammu?” Soeun tampak berpikir sambil memandang langit langit kamar.
“Karena oppa membantuku menghematnya, ice creamku masih ada 7.” Soeun tersenyum bahagia.
“Kau harus tetap meminta izin dulu padaku kalau ingin menggunakan kekuatanmu, arra?”
“Ne. Laksanakan, komanda.” Soeun menghormat pada Eunhyuk seperti tentara.
“Jangan begitu, kau membuatku teringat pada appa.” Senyum Eunhyuk memudar.
“Memangnya kenapa kalau teringat pada ahjussi? Dia kan appamu, wajar kan kau teringat padanya? oppa, manusia hidup bukan untuk melupakan” Seoeun tersenyum memandang Eunhyuk.
“Aigo malaikatku pandai sekali bicara” Eunhyuk mengacak rambut Soeun, dengan cemberut Soeun merapikan kembali rambutnya.
Keesokan harinya adalah hari kelulusan. Eunhyuk siap dengan jas hitamnya, ia terlihat sangat tampan. Eomma dan Sora hadir dalam acara kelulusan itu begitu pula Soeun. Walau masih dalam suasana berkabung, Eomma dan Sora berusaha terlihat bahagia karena hari ini tentu hari bahagia bagi Eunhyuk.
Eunhyuk mendapat banyak ucapan selamat dari teman teman maupun guru gurunya karena ia tiga lulusan terbaik di sekolahnya tahun ini. nama Eunhyuk pun diumumkan kepada semua tamu yang hadir. Dan akhirnya Eunhyuk mendapat surat kelulusannya, tentu dengan nilai yang membuat bangga seluruh keluarga.
“Chukkae uri Eunhyuk, eomma sangat bangga padamu.” Eomma memeluk erat anak lelakinya itu.
“Gamsahamnida eomma.” Eunhyuk tersenyum dalam pelukan eomma.
“Chukkae nae namdongsaeng. Ya! noona tidak menyangka kau sangat pandai.” Sora ganti memeluk Eunhyuk.
“Aku kan sudah bilang pada noona kalau dongsaengmu ini memang sangat pandai.” Eunhyuk membalas pelukan noonanya. Sora mengacak pelan rambut adik kesayangannya itu.
Setelah acara kelulusan, eunhyuk meminta izin kepada eomma dan Sora untuk mengunjungi makam appa. Seperti perkataannya pada Soeun kemarin, ia ingin meletakkan surat kelulusannya di atas makam appa. Eunhyuk mengganti jas hitamnya dengan jaket biru tua dan memasukkan surat kelulusannya di tas begitu saja. Bersama Soeun, Eunhyuk menuju komplek pemakaman appa.
Di tengah jalan menuju pemakaman, saat hendak menyebrang tanpa sengaja surat kelulusan Eunhyuk terjatuh dari tasnya. Soeun melihat itu dan berusaha kembali ke tengah jalan untuk mengambil gulungan surat kelulusan Eunhyuk yang terjatuh. Eunhyuk yang menyadari kalau Soeun tak ada di dekatnya memutar mata mencari sosok Soeun. Dan betapa terkejutnya, dia melihat Soeun berusaha memungut gulungan surat kelulusannya di tengah jalan sementara sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menuju arah Soeun. Tentu saja pengemudi itu tak melihat jika ada Soeun disana.
Eunhyuk terpikir akan janjinya pada Soeun bahwa ia akan menjaganya, membantunya menghemat tenaganya. Kalau sampai mobil itu menabrak Soeun, itu akan menghilangkan banyak tenaga Soeun. Padahal jatah ice creamnya tersisa sedikit. Eunhyuk berlari ke arah Soeun lalu berdiri tepat di depan Soeun, menghalangi mobil itu menabrak Soeun.
Braakkkk
“Oppaaaaaaaaaaaaaaaaa…..” Soeun berteriak histeris melihat darah segar mengucur deras dari kening Eunhyuk. “Oppa bangunlah aku mohon.” Soeun mulai menangis sambil mengusap pelan kening Eunhyuk yang berdarah.
***
“Aku harap ia tidak koma lebih dari 5 hari karena jika itu terjadi aku tidak yakin ia dapat segera sadar.” Kata dokter kepada eomma sebelum meninggalkan eomma yang termenung memandangi anak lelakinya tak berdaya di ranjang rumah sakit.
“Apa kau juga ingin meninggalkan eomma, Hyuk? Setelah appamu, apa seakarng kau juga ingin meninggalkan eomma, Hyuk?” tanya eomma dengan tetesan air mata yang menganak sungai dari kedua matanya. Tapi tentu saja tak ada jawaban dari Eunhyuk.
Dokter menyatakan bahwa keadaan Eunhyuk sangat parah. Ia mengalami pendarahan tak hanya diluar kepalanya namun juga pendarahan di dalam kepalanya. Seoun berdiri mematung memandangi Eunhyuk terkapar tak berdaya dan eommanya terus saja menangis di sampingnya. Baru kali ini Soeun merasa sangat bersalah, sangat sangat bersalah sampai rasanya ia tak dapat memaafkan dirinya sendiri.
“Oppa, sadarlah kumohon? Kenapa kau lakukan ini? lihatlah eommamu sangat sedih melihatmu.” Air mata Soeun jatuh setetes demi setetes di pipinya. “Soeun bodoh, kau ini malaikatnya tapi kau justru mencelakakannya. Tuhan pasti tak akan memaafkanmu. Pabo ya!” Soeun terus menyalahkan dirinya sendiri.
Hari ini hari kelima, Eunhyuk tidak juga memperlihatkan perkembangan yang signifikan. Ia masih koma, dan eomma masih terus berada di sampingnya. Berkali kali Sora membujuk eomma untuk pulang dan beristirahat, tapi eomma selalu menolaknya. Ibu itu benar benar tak beranjak dari duduknya.
Soeun tak tega melihat eomma yang sedih sekali sampai tak memikirkan kesehatannya sendiri. Dia memandang prihatin eomma dan Eunhyuk bergantian. Jika hari ini eunhyuk tak sadar, maka kemungkinan ia tak akan sadar dalam jangka pendek.
“Kau bisa membantu menyadarkannya. Sekarang ini keadaannya tak separah dirimu, sebelum lebih dari 5 hari. Tapi tentu saja kau membutuhkan banyak tenaga. Setidaknya 5 ice cream.”
“Apa? Tapi Tuhan, ice creamku tinggal 5 dan aku masih harus bertahan 1 hari lagi.”
“Eunhyuk membantumu menghemat ice creammu bukan? Sekarang lah saat menggunakannya.”
“Lalu bagaimana jika aku tak dapat bertahan satu hari lagi setelah memberikan tenagaku pada Eunhyuk?”
“Itu resiko, Soeun. Kau harus memilih.”
Percakapannya dengan Tuhan terus terngiang di telingan Soeun. Sebelum terlambat, Soeun harus segera membantu menyelamatkan Eunhyuk dan satu satunya cara adalah menyalurkan tenaganya. Tapi begaimana dengan janjinya pada Eunhyuk untuk menghemat ice cream? Bagaimana kalau kekuatannya habis dan ia tak bisa bertahan satu hari lagi? Bukankah ia harus memenuhi 60 hari disamping Eunhyuk?
“Bagaimana keadaannya dokter?” tanya eomma pada dokter yang baru mengecek kondisi terbaru Eunhyuk. Dokter itu menggeleng pelan.
“Ini hari kelima. Saya khawatir setelah ini akan menjadi lebih buruk, jika ia tak segera sadar.”
“Tidak, dokter. Ia akan sadar hari ini. Lakukan apa pun, ia pasti sadar hari ini, dokter.” eomma terlihat panik.
“Tak banyak yang dapat kita lakukan selain berdoa. Serahkan saja semuanya pada Tuhan.” Dokter itu mohon diri untuk pergi meninggalkan ruang perawatan Eunhyuk.
Eomma duduk di samping Eunhyuk, menggenggam tangannya erat dan menciumnya berulang kali. Sora mengusap pundak eommanya memberi ketegaran walau hatinya tak kalah hancur.
“Eomma mohon bangunlah Hyuk, bangunlah.”
Soeun benar benar tidak sanggup melihat pemandangan ini. ini sangat menyakitkan untuknya. Dan lagi lagi rasa bersalah itu muncul. Ia tidak bisa membiarkan keluarga yang sudah cukup lama dikenalnya bersedih seperti ini. ia tau ada yang bisa dilakukannya untuk membuat semua kembali seperti sedia kala. Sudah cukup kesedihan akibat meninggalnya appa. Lagi pula, keberadaannya hanya sia- sia jika Eunhyuk koma seperti ini.
Kalau Eunhyuk oppa meninggal, akan banyak orang yang bersedih terutama ahjumma. Tapi kalau aku meninggal, aku sudah tak punya keluarga. Tak akan ada yang memperdulikanku. Batin Soeun dalam hati.
***
Soeun berdiri di samping pembaringan Eunhyuk. Gadis itu terus memandangi tubuh Eunhyuk yang tak berdaya.
“Oppa, mianhae aku tidak meminta izin dulu padamu. Tapi aku harus, mianhae oppa.” Soeun terdiam sejenak, memejamkan mata lalu kembali menatap lekat wajah Eunhyuk, namja itu terlihat sangat lelah. “Terima kasih untuk semuanya oppa. terima kasih telah mengizinkanku menemanimu selama ini.”
Soeun memegang erat tangan Eunhyuk lalu memejamkan mata. Soeun berkonsentrasi penuh menyalurkan tenaganya pada Eunhyuk. Dengan cara ini Eunhyuk dapat segera sadar, ya semoga di hari kelima ini Eunhyuk bisa sadar sehingga ia tak harus melihat eomma eunhyuk terus menangis.
Soeun terus mempererat pegangan tangannya di tangan Eunhyuk. Bulir bulir keringat menetes di dahi Soeun, menandakan ia sangat berusaha keras melakukan hal itu. Beberapa saat Soeun menarik nafas panjang lalu kembali berkonsentrasi. Kau harus sadar oppa, kau harus sadar. Aku akan lakukan apapun. Soeun terus menggumamkan hal itu selagi ia berusaha.
“Hosh hosh hosh.” Soeun melepaskan pegangan tangannya. Sekarang dadanya terasa sangat sakit dan ia tau bahwa ini adalah tanda energinya sudah terkuras habis. Soeun berlari keluar ruangan perawatan Eunhyuk.
Tak lama setelah Soeun keluar dari ruangan, Eunhyuk perlahan lahan sadar. Ia mengerjapkan mata mencoba mengumpulkan kesadaran. Ia melihat eomma tertidur di sampingnya. Tangan Eunhyuk membelai lembut tangan eomma dan itu membuat eomma terbangun.
“Hyuk-ah kau sadar?” eomma membelai rambut Eunhyuk lalu memeluknya singkat.
“Eomma, apa yang terjadi?”
“Kau koma setelah kejadian itu.” Memori Eunhyuk terlempar ke tempat kejadian dimana dia tertabrak mobil karena menyelamatkan Soeun. Eunhyuk tiba tiba teringat akan gadis itu.
“Mwo? Aku koma? Berapa lama?”
“sudah lima hari, Hyuk. Dan akhirnya sekarang kau sadar.”
“Lima hari?” Eunhyuk teringat bahwa itu berarti waktu Soeun bersamanya tinggal 1 hari lagi. Matanya berputar mencari jam dinding dan ia sangat terkejut begitu menyadari ini sudah hampir tengah malam. Esok adalah hari terakhir Soeun bersamanya.
Tanpa banyak bicara Eunhyuk segera turun dari tempat tidur dan berlari keluar mencari Soeun. Tak dihiraukannya teriakan eomma yang memanggil. Eunhyuk berjalan cepat menuju ruang perawatan Soeun. Ya, ia tahu ini rumah sakit yang sama dengan rumah sakit tempat tubuh Soeun dirawat.
Sampai di depan ruang perawatan Soeun, Eunhyuk melihat malaikatnya itu terduduk lemas di depan ruangan. Eunhyuk segera mendekati Soeun.
“Soeun-ah…..” katanya pelan. Soeun memandang Eunhyuk takjub.
“Oppa, kau sadar? Benarkah ini kau oppa?” Soeun membelai pipi Eunhyuk.
“Ada apa? Apa yang terjadi?” Eunhyuk khawatir melihat Soeun yang tampak kesakitan karena gadis itu terus memegangi dadanya.
“Mianhae oppa, aku tidak bisa bersamamu lagi. Tenagaku benar benar habis sekarang.” Soeun sangat susah payah mengatakan hal itu.
“Tidak. Bukankah masih ada 1 hari lagi. Kau berjanji padaku untuk tidak menggunakan kekuatanmu tanpa seizinku.” Eunhyuk menatap Soeun marah.
“Hhhhh mianhae oppa. hhhhh….. waktuku sudah habis.”
“Bagaimana dengan sisa satu harinya?”
“Hhhhhhh…… hiduplah dengan bahagia. Jaga ahjumma dan sora eonni, segeralah debut…..” Soeun diam sejenak memandang lurus namja di hadapannya. Gadis itu terus memegangi dadanya, terasa makin sakit saja.
“Soeun…..”
“Oppa, aku mungkin tak akan kembali…. Hhhhhhhh….. Maaf merepotkanmu selama ini.” Soeun tersenyum. Dan ia terlihat sangat berusaha untuk itu.
“Soeun- ah……” Eunhyuk memeluk Soeun dan sedikit demi sedikit tubuh Soeun menghilang. “Soeun, aniyo!” Dan Soeun benar benar menghilang dari dekapan Eunhyuk.
Air mata Eunhyuk mengalir ke pipinya. Entah mengapa ia merasa sangat kehilangan Soeun. Eunhyuk berusaha berdiri, ia memandang tubuh Soeun yang koma dari balik kaca. Eunhyuk terus menangis. Tiba- tiba mesin yang berada di samping tubuh Soeun berbunyi nyaring dan beberapa perawat memasuki ruangan itu, mengerubungi tubuh Soeun.
Eunhyuk hendak memasuki ruang itu untuk melihat kondisi tubuh Soeun namun eomma segera datang dan mencegahnya.
“Eunhyuk, kau belum sembuh betul.” Eomma membantu Eunhyuk berjalan.
“Eomma aku harus melakukan sesuatu.”
“Apa maksudmu? Apa yang kau lakukang di sini. Ayo kembali ke kamarmu, dokter akan mengecek kondisimu.” Eomma menuntun Eunhyuk menuju ke kamar perawatannya. Tak banyak yang bisa Eunhyuk lakukan selain menuruti eomma kembali ke ruang perawatannya.
Dokter memeriksa kondisi Eunhyuk dan dokter nampak senang dengan perubahan kesehatan Eunhyuk. Dia sudah lebih baik sekarang dan dokter optimis kalau Eunhyuk akan kembali pulih dengan cepat.
Sejak saat itu Eunhyuk tak pernah lagi melihat Soeun. Ia sempat mengunjungi kamar perawatan Soeun namun tak ada Soeun di sana. Eomma dan Sora benar benar menjaga Eunhyuk 24 jam sehingga ia tak punya banyak kesempatan untuk mencari tau mengenai Soeun.
Tiga hari kemudian, Eunhyuk sudah diperbolehkan pulang. Ia merasa kesehatannya sudah benar benar pulih. Eunhyuk ingin kembali ke rumah sakit untuk mencari tahu mengenai Soeun. Ketika hendak keluar dari pintu rumah, Sora mencegahnya,
“Hyuk, mau kemana?”
“Aku hanya ingin jalan jalan. Mm, menemui temanku?”
“Kau ini baru keluar dari rumah sakit.”
“Aku baik- baik saja.”
“Kau harus jaga kesehatanmu. Ingat, sebentar lagi kau masuk pelatihan wamil.” Eunhyuk hampir saja lupa akan hal itu. “Hyuk, noona mohon, eomma akan sedih jika kau sakit lagi.”
“Aish, iya baiklah.” Eunhyuk mengurungkan niatnya. Ia kembali memasuki rumah, menuju kamarnya dan hanya dapat melamun. Bayangan saat saat terakhirnya melihat Soeun berkelebat dalam otaknya.
Beberapa hari berlalu, tiba saat Eunhyuk harus memulai pelatihan wajib militernya. Eomma dan sora mengantarkan Eunhyuk ke camp pelatihan. Dan Eunhyuk melalui masa masa wajib militernya tanpa mengetahui apa yang terjadi pada Soeun.
Hari pertama Eunhyuk menjalani masa wajib militernya, ia masih tidak bisa melupakan rasa penasarannya akan Soeun. Malam itu, Eunhyuk berdiri di ujung balkon. Memandang langit tak berbintang, merasakan udara musin gugur yang hangat. Eunhyuk mengehela nafas,
“Kau dimana Soeun? Sadarkah? Atau justru kau sudah bertemu appaku?”

To Be Continued

Previous Post
Leave a comment

10 Comments

  1. arra

     /  March 29, 2012

    Tenang hyukppa q bakal gantiin soeun jd malaikatmu^^

    Reply
  2. Mudah-mudahan Soeun ga kenapa-napa deh
    Kasian Eunhyuk
    Lanjut ya

    Reply
  3. KIM EUN

     /  March 31, 2012

    so eun pasti baik2 saja kan???????
    penasaran nie

    kerennnnnn

    Reply
  4. faigahdiva

     /  April 10, 2012

    Aaa gmn keadaan soeun? :(
    cepet lanjut chinguuuu ><
    penasaran bgt ini..
    Btw daebak nih FF ^^

    Reply
  5. rin_silverly

     /  April 18, 2012

    lanjutannya cepet ya thor,udah ga sabar nunggu nih ^^

    Reply
  6. andri susilowati

     /  May 10, 2012

    q new reader,,, waaa critanyaaa keren thorrrrrrr. sedihhh
    ayo lanjut thorrr

    Reply
  7. Kim Ha Byung

     /  May 11, 2012

    Keren2…
    Sso eonni ga pa2 kan???
    Jgan sampai sso eonni, meninggal :(
    Aku tunggu kelanjuta’a thor….

    Reply
  8. Cheonsa Edelweis

     /  May 11, 2012

    Saya suka ff ini…
    Saya udh bca dri part 1-2..
    Maaf bru coment thor…
    Coz,saya jg bru bca malam ini dan tahu malam ini jg…
    Kemana soeunnya???
    Soeun pasti masih hidupkan??!!
    Udah terbit blum part 4nya??
    Saya pengen bca!!!
    Reader baru ;)

    Reply
  9. minmin

     /  May 11, 2012

    aduh gmn keadaan soeun selanjutnya???
    bakalan happy endinng kan?
    sekarang gantian enhyuk oppa yg jaga soeun,,,,
    ditunggu kelanjutanya :)

    Reply
  10. Gaby Jewels Fishynsparkyu

     /  August 16, 2012

    authior , ceritanya keren . .
    lanjutin donk , ak udh gk sbarn nih . .
    dgn kelanjutan si seoun . . . .

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,885 other followers

%d bloggers like this: