C’est La Vie – Part 9 END
Ketika membaca suatu dongeng dan menemukan kata ‘happily ever after’, hampir semua orang tersenyum senang lalu dengan perasaan bahagia menutup lembaran buku tersebut. Puas dengan akhir yang manis dan membahagiakan. Lalu mereka meninggalkan cerita itu tanpa ingin tahu apa yang terjadi setelahnya. Beyond happily ever after.
Dan kadang manusia, sepintar apapun mereka, tidak menyadari bahwa kehidupan ini seperti jam pasir yang permukaannya berwarna gelap. Butiran butiran cokelat yang kasar itu akan turun dari sisi atas ke sisi bawah dengan perlahan namun pasti, sampai akhirnya butir pasir terakhir jatuh dan menyisakan sisi atas jam itu kosong. Tapi tidak ada yang tahu kapan jam pasir itu benar benar kosong pada satu sisinya karena dindingnya yang tak tertembus cahaya.
.
.
.
Lorong rumah sakit itu sepi dengan bau steril yang memuakkan. Jejeran kursi kosong telah ditinggalkan pengunjung rumah sakit sejak berjam jam lalu karena jam besuk sudah lewat. Seorang pria muda di awal usia tiga puluhannya duduk dengan kening ditopang kedua tangannya di salah satu kursi. Sama seperti malam malam sebelumnya selama dua mingu ke belakang.
Ia menghela nafas lagi entah untuk ke berapa kalinya sejak ia duduk di kursi itu dua jam lalu, ritualnya sejak kecelakaan Hyera dua minggu lalu. Terlalu banyak yang memenuhi otaknya dan ia sama sekali tidak mengerti bagaimana lagi rasanya bernafas tanpa beban. Kali ini, seakan setiap tarikan nafasnya membuatnya kesakitan, paru parunya seakan tertancap godam raksasa.
“Kami tidak yakin bisa menyelamatkan keduanya..”
“Keduanya?”
“Istri anda dan bayi dalam kandungannya.”
“Bayiku?”
“Ya, janin berusia delapan minggu dalam rahim nyonya Hyera.”
Siwon tidak bisa melupakan konversasi singkat yang mengguncang akal sehatnya saat itu. Ia baru saja merasakan kebagiaan untuk bisa kembali berkumpul dengan keluarga kecil yang dicintainya dengan sepenuh hati. Namun kini, potongan puzzle itu harus hancur di detik yang sama puzzle itu berhasil dirangkai sempurna. Puzzle kehidupannya kini hancur lebur tak bersisa.
Setetes air mata baru saja jatuh dari pelupuk matanya ketika ia mendengar derap langkah terburu buru dari ujung koridor. Beberapa perawat dan dokter yang jaga malam itu berlarian menuju salah satu ruangan di lorong itu. Siwon terlonjak ketika ia menyadari ruangan mana yang dituju.
.
.
.
Mungkin jam pasir itu masih menyisakan sisa sisa kebahagiaan untuk Siwon. Mungkin akhir yang bahagia itu benar benar bisa digapai Siwon. Mungkin Tuhan sedang berbaik hati padanya. Apapun itu, air matanya kini berderai tanpa henti ketika melihat malaikat hidupnya menatapnya dengan sepasang mata sayu yang kelelahan.
“Siwon Oppa…,” lirihnya dengan suara serak akibat selang yang dipasang di tenggorokannya selama perawatan intensif di ICCU. Hyera masih dengan wajahnya yang pucat dan dingin berusaha menampakkan senyum lemahnya. Istrinya hanya akan memanggilnya ‘Oppa’ saat ia membutuhkan sepasang lengan protektif Siwon untuk memeluknya.
Siwon is more than willing to do so. Lalu masih dengan jejak air mata di bawah kedua matanya, Siwon membaringkan diri di samping Hyera, menyelonjorkan kakinya yang panjang dan menaruh lengan kanannya di bawah leher Hyera, berbagi ranjang rumah sakit yang sempit itu hanya untuk memeluk gadis kesayangannya.
“Yes, sweetheart,” ucap Siwon sambil mengecup lagi kening sang istri. “Aku di sini, kau tidak perlu khawatir.”
“The baby…”
Tak menjawab pertanyaan yang belum diselesaikan Hyera, Siwon mengeratkan pelukannya. Ia menarik Hyera dalam pelukannya dan sekali lagi mencium keningnya. Ia tak kuasa memverbalkan kejadian yang menimpa janin kecil mereka.
Ringisan tangis yang tertahan menjadi respons Hyera. Ia tahu apa yang dia gadaikan ketika ia berlari menyelamatkan Sashi dari mobil yang menyambar itu. Pilihannya hanyalah keselamatan Sashi atau penderitaan karena kehilangan gadis ciliknya itu. Hyera bahkan tidak peduli dengan kehidupannya jika yang bisa ia berikan pada Sashi adalah kesempatan lain untuk tumbuh. Bahkan janinnya…
Ia hanya sedih, sama sekali tidak menyesal karena setidaknya ia masih bisa menyelamatkan Sashinya. Dilema memang, tapi hidup adalah sebuah pilihan dan ini adalah pilihan yang ia putuskan untuk dijalani.
Malam merambat terang digantikan subuh, ketika matahari hampir terbit tangisan parau itu sudah berganti menjadi hembusan nafas halus yang teratur. Kedua mata Hyera terpejam, namun Siwon masih dengan senyum tak percayanya menatap sang pujaan hati. Dekapannya semakin erat.
Ada secercah harapan meski tak pasti.
.
.
.
“MUMMMYYY!!!!” suara lantang itu membahana di ruang perawatan yang ditempati Hyera. Gadis kecil yang tadi berteriak masih dalam busana sekolahnya, terlonjak girang mengetahui sang ibu sudah sadar dari ‘tidur panjang’ selama dua minggu ini.
“Hi, kiddo!” Hyera mengecup puncak kepala putri sulungnya, tersenyum lemah dengan selang infus yang masih menyuplai sebagian besar nutrisinya. Keadaannya memang sudah stabil, tapi bukan berarti ia sudah bisa melepaskan selang selang yang mendukung kerja organnya. “How are you?”
Raut wajah girang Sashi berubah kelabu. Ia memeluk sang ibu dan berbisik, “Mummy, I’m so sorry that I was so reckless and I didn’t see the car was coming and—”
“Shh, kiddo, nothing to worry. I’m okay.” Hyera berbisik balik, memotong ucapan Sashi karena ia sama sekali tidak ingin mendengar lebih lanjut perkataan gadis kecilnya itu. Meski dua minggu terakhir berada dalam keadaan koma, tanpa tahu bagaimana kelanjutan hidupnya, Hyera masih bisa mengingat dengan jelas detik demi detik kejadian naas itu. Bagaimana dengan mengerikannya sedan itu menebas tubuhnya. “I’m all fine now.”
Isakan kecil Sashi masih terdengar, Hyera menatap sang putri sedih sedangkan Siwon hanya bisa membuang pandangannya ke arah jendela, mencari pemandangan lain. Hal yang paling dibenci Siwon adalah pembicaraan seperti ini. Ia tidak suka mendengar Sashi menyalahkan dirinya sendiri, ia juga benci mendapati bahwa apa yang dirasakan malaikat kecil itu juga dirasakan dirinya.
“But you were asleep for the past two weeks. I missed you so much it hurts.”
“I miss you, too.” Hyera kembali mengecup kening Sashi. Ia lalu berbalik pada Siwon yang kini sudah berdiri di samping tempat tidurnya. “Love, can you leave us a second? I need a girl-time.”
Siwon melemparkan pandangan bingung pada Hyera, tak pernah tahu Hyera berniat menyembunyikan apapun darinya. Tapi kemudian Hyera memberikan tatapan memohon, satu hal yang tak bisa Siwon abaikan begitu saja. Dan pada akhirnya ia menurut untuk membiarkan kedua ibu dan anak itu berbicara empat mata. “Buzz me up if anything, sweetheart,” katanya mengecup kening sang istri, lalu ia beralih mengecup kening Sashi. “Be nice, sweetie.”
Sashi tersenyum, lelehan air mata sudah mengering di pipinya. “I will, Appa.”
Selepas Siwon pergi, Hyera mendekap erat sang putri kecil. “Sweetie, if I could have you wishes to be granted, what would it be?”
“One wish?” Mata Sashi bersinar terang.
Hyera tertawa lalu menggelengkan kepalanya. “Unlimited number of wishes. And you could get anything you want.”
“Anything I want?” Kali ini mata Sashi bersinar lebih terang, dengan kilauan kilauan penuh suka cita. Ia menatap ibunya sejenak lalu mulai berpikir. “Umm, let me think about it, Mum.”
Jeda sejenak sebelum bibir itu kembali berceloteh. Sashi dengan semangat menjelaskan keinginannya. “I can only think about one wish, and I think that’s all I want.” Kedua mata Sashi berbinar dengan penuh harapan. Ia lalu melanjutkan, “I want us to go on a vacation in Grandpa’s beach house in Jeju island. Me, Mum, and Appa going together as a family, like when I was a baby. Spending time on a beach, splashing the water, watching the sun set, eating dinner in the seaside. Just a happy vacation.”
“Is that all?” Hyera bertanya heran. Ia pikir Sashi akan meminta hal lain yang lebih ‘anak-anak’, bukan permintaan penuh filosofi seperti ini. “You don’t want any princess’ dresses, wand, or tiara? No life-time supply of ice cream and cotton candy like you always ask me?”
“I could get it every day, Mum. But this vacation will be different.” Sashi tersenyum lebar, kali ini yakin sang ibu akan mengerti.
“I’ll try to grant your only wish, sweetie. I will try.” Hyera memeluk Sashi, mencoba mengenyahkan perasaan tak menentu setelah mendengar permintaan Sashi. Ia tahu bahwa akan ada sesuatu yang mengganjal di depan, tapi ia tidak ingin menunjukkannya. Selama ia bisa, ia akan berdiri tegak untuk membahagiakan permata hatinya.
.
.
.
Pertama kali aku melihatmu, aku tahu bahwa kau lah yang akan menjadi ibu dari anakku kelak. Aku percaya bahwa sepasang mata berwarna gelap itu adalah mata yang akan selalu menyambutku setiap pagi ketika pertama kali aku membuka mataku untuk menyambut datangnya hari. Pertama kali aku melihatmu, aku tahu aku akan mencintaimu sepanjang hidupku.
Pertama kali aku melihatmu, aku tahu bahwa aku akan menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Aku tahu bahwa tidak akan mudah mencapainya, tapi aku percaya bahwa segalanya akan berjalan baik, bahwa pada akhirnya cinta akan mengalahkan segalanya. Dan sejak saat itu, desahan nafas ini berhembus hanya untuk dirimu.
Aku mendapatkan kabar paling menggembirakan ketika aku tahu bahwa kita akan memiliki malaikat hasil dari perpaduan genetik DNA kita. Kau tahu, saat itu aku rasa aku bisa menyerahkan apapun di dunia ini demi bisa menggapai mimpiku bersamamu.
Aku hampir tidak percaya ketika dua garis merah itu tergambar jelas di permukaan kecil tabung pipih itu. Rasanya ada kegembiraan membuncah karena aku tahu bahwa ‘kita’ sudah benar benar menjadi ‘kita’.
Kuucapkan janjiku di depan altar, di luasnya laut Aegea, dengan sepenuh hati menyatakan bahwa kau adalah pasangan masa depanku. Aku adalah pria paling berbahagia.
Kuucapkan janjiku di depan altar, di luasnya laut Aegea, dengan sepenuh hati menyatakan bahwa kau adalah teman surgaku. Aku adalah wanita paling berbahagia.
Lalu semua permasalahan itu muncul, namun tak sedikitpun aku mengenyahkan fakta bahwa kau tetap satu satunya wanita yang bisa kucintai. Bahwa bagaimanapun buruknya keadaan saat itu, kita akan terus bertahan satu sama lain. Demi kau, demi aku, demi Sashi kecil.
Lalu semua permasalahan itu datang, hampir semuanya karena aku, keegoisanku, dan ketidaksiapanku. Tapi dalam hati kecilku aku selalu yakin bahwa semuanya akan berlalu. Kita akan bertahan. Demi kau, demi aku, demi Sashi kecil.
Tapi kita bertahan, seperti yang sudah aku yakini. Aku mencintaimu, meski waktu tak lagi berjalan.
Tapi kita bertahan, seperti yang sudah aku yakini. Aku mencintaimu, meski waktu tak lagi berjalan.
Seminggu lalu aku masih terombang ambing dalam kekalutan menunggumu, menunggu detik di mana kau akan menatap mataku dan kembali memanggil namaku. Aku menunggumu kembali menjadi seseorang yang bisa aku dekap erat tanpa takut ada selang yang terhambat. Dan akhirnya momen itu datang, kau kembali menjadi ratu hatiku yang nyata.
Seminggu yang lalu aku bermimpi bertemu denganmu di sebuah padang rumput luas yang hijau. Saat itu aku terjatuh dan kau menolongku. Ketika aku menengadahkan kepalaku, aku bisa elihatmu tersenyum padaku. Dan aku tahu, bahwa aku harus kembali untuk mengucapkan apa yang belum sempat diverbalkan.
Kini, setelah tahunan berlalu, aku masih mencintaimu seperti pertama kali kita bertemu.
.
.
.
Lembayung matahari sore sejenak membuat semua hal berwarna jingga. Tiga sosok manusia tampak berbaring kelelahan di pinggir pantai. Sebagian tubuh mereka basah terkena cipratan air laut yang mereka mainkan sesorean tadi. Dengan damai, mereka memandangi matahari di salah satu pantai Jeju yang secara perlahan masuk kembali ke peraduannya.
Hari ini mereka berkumpul sebagai satu keluarga manis yang sedang berlibur, melakukan semua kegiatan yang bisa mereka lakukan. Makan siang bersama, berenang di pantai, belanja, mengabadikan gambar. Semuanya dilakukan atas dasar satu firasat.
Bahwa ini akan segera berakhir.
Siwon tidak mengerti bagaimana, tapi ketika ia melihat wajah putrinya, ia tahu ada yang tidak benar. Sashi menatap ibunya dengan satu tatapan yang membuat Siwon bergidik, bahwa ‘jam pasir’ itu mungkin akan benar benar habis. Mungkin ada hal yang dokter tidak tahu, tapi gadis kecil itu tahu.
Sashi tersenyum selebar mungkin, berusaha menciptakan kenangan terindah yang akan dikenangnya. Karena jauh di lubuk hatinya, ia tahu bahwa segalanya akan berakhir dalam sekejap mata. Sashi kecil bisa melihat perubahan air muka sang ibu di detik yang sama sang ibu memberikannya ‘permintaan tak terbatas’ itu.
Hyera jauh lebih paham dari siapapun bahwa waktunya tidak banyak. Ada hal yang luput dari CT Scan tapi tidak terlewat dalam mimpinya. Bahwa ketika ia bermimpi dalam periode komanya tersebut, ia hanya punya waktu yang cukup untuk melakukan hal yang harus dilakukannya. Bukan hal yang besar, hanya membuat kenangan untuk orang orang yang akan ditinggalkannya. Kali ini lebih lama dari sekejap mata menyeramkan di taman waktu itu.
Hyera, Siwon, dan Sashi berbaring berurutan. Lengan kekar Siwon menjadi bantal bagi dua kepala yang berharga dalam hidupnya, lebih dari apapun.
Sashi menahan nafasnya ketika ia tahu bahwa detik di mana matahari itu lenyap dari pandangannya, tangan lembut yang dia genggam juga akan terkulai tanpa daya.
Siwon menahan nafasnya ketika ia merasakan tensi leher Sashi di lengan kanannya menegang, pertanda bahwa detik itu semakin mendekat.
Hyera hanya bisa tersenyum, menggenggam tangan kecil itu lebih erat seraya mencium tengkuk pria yang dicintainya. Hanya itu yang bisa ia lakukan ketika nafas itu tidak lagi menjadi miliknya.
.
.
.
Rest in Peace
Beloved daughter, dearest friend, irreplaceable mother, and one-in-a-lifetime wife
Thank you for being a part of us, just a matter of time ‘till we meet again
Choi Hyera
July 1990 – May 2015
Tanah itu masih basah dengan sebuah nisan yang diukir dengan indah di atas batu marmer berwarna abu abu tua. Beberapa buket bunga peony nampak mengelilingi pusara yang baru saja ditimbun tanah itu, di atasnya ratusan kelopak bunga berwarna putih menutupinya.
Angin yang berhembus pelan seakan mengantarkan kepergian wanita muda itu kembali ke pangkuan Sang Pencipta. Isak tangis sama sekali tidak terdengar, hanya ada desah lega dan senyum penuh rasa syukur bahwa setidaknya 25 tahun yang dilewati wanita itu ditutup dengan sebuah kenangan yang menyenangkan.
Rasa sakit itu sudah hilang, berganti dengan kehampaan. Namun hampa itu tidak abadi, jauh ke depan, akan ada kebahagian lain yang masih menunggu untuk didapatkan.
Jam pasir dengan dinding gelap memang sudah kehabisan pasir di sisi atasnya, namun puzzle kehidupan itu masih bisa terselamatkan. Masih banyak bagian yang bisa dipasang kembali, masih banyak waktu tersisa untuk menikmati setiap detiknya.
Seorang gadis kecil yang menggamit lengan sang ayah meletakkan buket peoni terakhir yang berwarna putih tepat di tengah pusara tersebut. Sang ayah menggigit bibir,berusaha menahan arus perasaan kalut yang tiba tiba menderanya. Tapi sedetik kemudian ia takjub ketika melihat wajah putri kecilnya. Ia tidak menangis, bahkan terulas senyum di bibirnya. Bibir tipisnya melafalkan kalimat perpisahan yang begitu manis.
“I love you, Mummy. Appa loves you. ‘till we meet again, be happy in heaven…”
-The End-
Author notes:
- Yes, it ended here. As surprising as it is, as unsatisfying as it is, as crappy as it is, the last chapter of C’est La Vie is here.
- I’m truly sorry for ending this story this soon [or even too long?] and in this kind of ending. To be honest, I’ve considered making a happy ending, but this one had to end like this. Beyond happily ever after, I told you.
- If you ask, how’s Sashi and Siwon’s life after Hyera’s leaving, I will be posting an epilog soon, very soon. Dont worry ^_^
- DONT SUE ME PLEASE!!! Hahahahaha /runs and hides in Siwon’s heart/
xoxo,





saskiasasii
/ May 9, 2012Omg its cool..
firstly i thought that hyera and siwon will have a new child in the end and it’ll be happy ending..
Author jjang
missfishyjazz
/ May 9, 2012Bikin nyesek ..
Hikss .. Nangis” nggak karuan ..
DAEBAKK!!
heemeoww
/ May 10, 2012wonnie appa? saya siap jadi step mother buat Sashi. . .
bener2 unpredictable. .
daebakkkk. .
han gi
/ May 10, 2012Absen dulu
cemoymoy
/ May 10, 2012huwaa….ku nangis beneran ni
asli nyesek bgt…~T_T~
sesuai judulnya ni, ga semuanya hidup tu happily ever after
great story!!…after story dtunggu..
stillthirteen13
/ May 10, 2012wew.. Thor, keyen!
Nyesek kata2nya.. TT
Like it!
Daty
/ May 10, 2012salam kenal…
akhirnya end juga… bagus dan menyedihkan…
inggarkichulsung
/ May 10, 2012So sad story author truly make me cry. Sashi tegar banget, ternyata Siwon oppa sdh ada feeling tertentu sejak kejadian tabrakan yg membuat Hyera koma selama 2 minggu. Siwon oppa semangat msh ada Sashi yg sayang oppa. Very corious for after story, dont patient to read that. Great love story. Rest In Peace Hyera, you have 2 sweet angels in your life your beloved daughter Sashi and Strong husband Choi Siwon. Daebak author. Kamsahamnida
karera
/ May 10, 2012authoooorrr, endinya sedih banget
could you possibly give us another end, but the happy one..
This story made me cry successfully
just wondering, how if the story ends with another side(i mean the happy one)
but, it’s up to you, thor
this story was great btw
daebak!
xna_cloudsjewelspumpkins
/ May 10, 2012Sumpah demi apa sis,,im crying…
Shock pas bc bhwa ne akn sgra brakhir..
U mngcaukn prsaanq,,huaaaa
D kala na q trsenyum n skrg bner” mwek..
Mnk hyera knp c sbnr na,,
Hmm..mnrtq end ne jg udh kreeen bgd,,
thnks forgreat ff,,
fira fridiyani
/ May 10, 2012Aaaa apa yang terlewat dari ct scan? Huh hah huh hah terlalu banyak pertanyaan menggantung di pikiran…
Kalau hyera meninggal, ga aka ada ff hyera-siwon lagi dong? Hiks. My fav couple ;~;
han gi
/ May 10, 2012Akhirnya bikin terharu banget aselinya . Author daebak (y)
aralee87
/ May 10, 2012kejammmmmmmm……
padahal aku optimis bakalan happy ending…
but still, ini bener” bikin nangis bacanya.
Kang Hyu Ni
/ May 10, 2012yahhh…endnya sedihh kali thorr….hukzz…
Jadi siwon menduda ini??kekeke??
theayu0221
/ May 10, 2012nangis bacanya… TT.TT
kirain hyera masih bisa diselamatin tp kehilangan bayinya..
itu masih mending..
tp ga tau justru siwon malah jd kehilangan dua”nya..
menguras air mata…
Maria~Hae
/ May 10, 2012Wow author DAEBAK!!
Aku nangis T.T
gk nyangka akan berakhir gini :“)
epilognya ditunggu
marriejr
/ May 10, 2012amazing story (y)
your cool author, keep doing it.
tiara bedingfield
/ May 10, 2012vous savez? ce FanFiction UN GRAND que j’ai jamais lu! PRESQUE PARFAIT! S’IL VOUS PLAÎT SQUEL THOR: D MERCY ^^
ocha
/ May 10, 2012Keren banget
Feel nya dapet, ampe nyesek gini bacanya
Daebak eonn (y)
LJK~
/ May 10, 2012sedih bgt
dr awal udah nyangka bakal sedih
tp pas ketengah hyera siuman kirain dia bakal hidup lebih lama
demi sashi
semua
udah berkaca2 aja bacanya
epilognya jgn ada wanita lain ya d khdupn siwon sashi
gk rela
huahauhua
intinya ini keren bgt
gk sia2 nunggu lama publisnya
semangat terus yaa
park_ahrin
/ May 11, 2012kereeeen ><
ga nyangka akhirnya sad ending sekaligus happy ending, hmm..
perpaduan yg menarik bgt
ditunggu epilognyaa onnie
pink_queen
/ May 11, 2012nyesekkk bacanyaaa
tersentuhh bangettt ma nii crita…^^
bikinn nangiss jugaaa…
snoweRhii
/ May 11, 2012endingnya ga terduga, ku kira bakalan happily ever after
Tapi biarpun menyedihkan akhirnya, ff ini tetap keren. Author daebak!
raraa
/ May 11, 2012sayang saya bacannya potong2 , coba kalau saya bacanya langsung gag potong2 , pasti lebih kena ceritnya heheheh
adhyra10
/ May 12, 2012Omggg! Hyera nya
even I don’t like sad ending story, but I fall in love with this ff! Sebenernya gak sepenuhnya sad ending sih ya… Tp kl meninggal ttp aja sad hahahaha
Aku br baca hari ini dan ngebut tp menghayati, jd chapter sebelumnya aku cm Like2 aja, gpp ya..
Siwon nya disini bikin aku melt bangettt! Hua!
Daebak!!
Vien
/ May 13, 2012Maaf, aq nemu wp yg ff.a kea gni jga.. Persis bgt dgn jdul yg sma, cma cast.a minho ma taemin,, aq k0men d cna tentang plagiat
shalof
/ May 13, 2012ngga papap itu temen aku kok uda izin ganti cast ^^
tomomikazuko13
/ May 13, 2012im crying sa :’(
Ai
/ May 16, 2012aku selalu berpikir dr awal kalo endingnya akan happy tapi ternyata…..
Na
/ May 16, 2012Sad End
aku kira bakal happy end T.T
keep writing author
sumpah demi apapun nyesek banget T.T
ko sad end sih author? Emang hyera.a punya pnyakit ya? Huhu, ni ff paling aku tunggu, tp kok yaa~ sad end
over all, like this story
cho eunmi
/ May 21, 2012ooh noooo. not happy ending
but enough to make me curious about epilog .
how siwon and sashi’s life.
bener gak ketebak deh sha eon. sangkain mah bakal seneng. ngelewatin beberapa chapter.
perbandingan waktu hidupnya hyera ama jam pasir itu bikin miris banget.
tapi kerewwwn.
SalsaELF
/ May 23, 2012“ I love you, Mummy. Appa loves you. ‘till we
meet again, be happy in heaven… ”
i cried hard while read the last sentence from sashi ㅠ.ㅠ its really awesome. never thought that it would be like this befre.
actually when i read the story its remind me to a movie titled ‘my sister keepers’ even though the stories are different, but its end w/ watching the sunset on the beach and after that live happily beyond ever after
daebak!!
Nisaiueo [한늘미]
/ June 1, 2012dapet banget feelnya.. thumbs up for you, kak sha!
Minkijaeteuk
/ June 8, 2012ya kno hyera y meninggal padahal dah seneng bgt hyera y sadar walaupun kehilangan janin y…..T________________T
tapi kenangan hyera,siwon n sashi buat tu so sweet…..
chingu q boleh bgeluarin uneq2 qu….
menurut q ni ada yg terlupakan di jalan cerira y deh,,, cwe yg nanyain k dokter Alex tu kan masi blm kejawab n apa rencana dia nak di lanjutin cuma nongol begitu ja n ngebuat dia bakal jadi pembuat masalah n tau2 y part2 berikut y dia ngak nongol n tau y masalah y jadi kecelakaan n meninggal n sosok cwe ini terlupakan….padahal di part tu semua reader yg baca pasti nyangka y cwe yg nelfon tu yg bakal timbul jadi masalah,,, klo cwe yg nelfon tu ngak di ceritain lebih lanjut aturan y ceruta dua y jgn dibuat ngeganting gt…….atau nakbusah di masukin/dihilangkan ja…..
ni pendapat q ja ya chingu *jangan marah ya* ceria y bagus kok cuma yg ganjil di situ y ja si cwe pebelfon ngilang gt ja……
mpitviya
/ June 14, 2012hueeeeeee~ udh lama gk bukan nie WP pas buka ada ff pavoritku…
hueeeeeee~ Shalof dirimu memang DAEBAKKK…hueeee~
gk bisa comnet apa2 lagi…terharu..ma perjuangan Hyera…
Park Hyunra
/ July 15, 2012EONNNN!!!!!!!!!
Demi bumi dan isinya,ni ff daebak bangeet *abaikanyangini
Ending nya amat sangat gak terduga thor
Daebak banget deh ^^
Chiyo
/ May 14, 2013So,, amazing! This ff! Author Jjang!