Fell Apart – Part 1

 

 

Author: helmyshin1 (http://helmymikyung.wordpress.com/)

Main cast: Yesung Super Junior

Park Kyuri Ah

Eunhyuk Super Junior

Suport Cast: Yesung’s parents, and Kyuri Ah’s parents.

Genre: Romance, Friendship, Hurt/Comfort

Lenght: Sekuel

Rating: PG-15

Summary: Di saat rasa cinta tak juga tumbuh. Walau di pupuk dengan pupuk terbaik dan di siram dengan air paling murni. Benih cinta itu justru berevolusi menjadi kebencian.. yang sangat dalam.

Shin1 Note: Ini lanjutannya dari Fallen Flower.. tapi karakternya Yesung agak berubah di sini. Hope you like it!

Fell Apart,

­­2012 helmyshin1 imagination and storyline

Pria itu melemaskan otot-otot lengannya yang kaku. Ia merosotkan bahunya sembari menerjap-nerjapkan kedua matanya di kursi yang ia duduki. Hembusan nafasnya terdengar mengandung rasa lelah yang cukup. Beberapa saat kemudian, ia menegakkan posisi duduknya lalu kembali serius terhadap laptop yang menyala di hadapannya.

Tik.. tok.. tik.. tok..

Jarum jam dinding terus bergerak seiring dengan berjalannya waktu. Memecah keheningan di dalam ruangan yang cukup besar itu. Namun, larutnya malam tidak menyurutkan semangat pria itu untuk merampungkan pekerjaannya.

Saat ini, ia mencoba sefokus mungkin pada tugas-tugasnya. Karena dengan itu, ia mungkin bisa sejenak melupakan masalah yang nyaris membuatnya tidak punya alasan untuk melanjutkan hidup.

Drrrt…ddrrrt…

Ia merasakan ada sesuatu yang bergetar di atas mejanya. Tak lama waktu yang ia perlukan untuk menyadari itu. Pria dengan pipi yang agak chubby itu menyabet ponsel hitam yang tergeletak di samping tumpukan kertas yang tak putih polos lagi.

“Yeoboseyo,” Suara berat khas miliknya menyapu kesunyian malam, membesitkan sedikit rasa kesal dalam ucapannya. Pria itu bergumam setelah orang yang menelefonnya mengatakan sesuatu. Ia nampak tidak menikmati obrolannya, bisa dibilang, muak dengan obrolannya.

“Tidak ada hal penting yang mau kau katakan, kan? Baiklah kalau begitu, aku mau tidur. Annyeong..” katanya kemudian.

Seketika ia menekan tombol merah pada tuts ponselnya, lalu melemparnya asal. Ia tidak punya gairah untuk melakukan apapun setelah perbincangan tadi. Bahkan semangatnya dalam pekerjaan seakan runtuh seketika.

Tiba-tiba, terdengar suara berdebam cukup keras saat pria itu membanting tubuhnya sendiri ke atas tempat tidur. Dalam satu detik saja, dia telah terlelap. Membangun imajinasi mimpi yang akan menghiasi tidurnya.

***

“Lollipop?”

Sebuah lollipop yang nampak nikmat tiba-tiba berada di hadapan Kyuri. Wajah yeoja itu pun berubah sumringah seketika. Tangan kanannya segera menyabet tangkai lollipop itu. Tapi bibirnya berubah cemberut ketika ternyata, ia tidak berhasil meraih lollipop itu.

“Hei! Itu seharusnya untukku!!” protesnya dan bangkit dari bangku panjang yang ia duduki.

“Kata siapa?! Enak saja..” balas seorang namja yang ternyata adalah pemilik permen tadi. Ia lalu membuka plastik bening yang membungkus lollipop itu dan menjilati lollipopnya.

“Aish.. tunggu aku!” teriak Kyuri. Ia segera menyusul namja yang sudah terlebih dahulu berjalan meninggalkannya.

“Jadi, kau benar-benar akan menikah dengannya?” tanya namja tadi sembari menyodorkan sebuah lollipop kepada yeoja di sampingnya.

Yeoja itu membuka bungkusan plastik lollipop dengan tersenyum. “Ne. Kau tau, aku begitu bahagia! Bisa menikah dengan orang yang aku cintai..”

“Kenapa berhenti?” lanjut yeoja itu. Memandang penasaran wajah sahabatnya. “Anii.. kau benar-benar mencintainya? Kau kan baru bertemu dengannya..” ujar namja bermata agak sipit itu dengan pelan.

Kyuri melangkahkan kakinya dengan lambat sembari menikmati salah satu makanan favoritenya itu. Membayangkan wajah seorang pria yang kini merenggut hatinya. “Aku mencintainya.. sejak pertama kali bertemu dengannya.”

Tiba-tiba saja, namja tadi sudah berjalan beriringan dengan Kyuri. Ia nampak mengernyitkan dahinya, agak penasaran. Segera ia melontarkan sebuah pertanyaan lagi. “Kau percaya dengan cinta pertama?” dan dibalas anggukan oleh Kyuri.

“Oh iya, jangan lupa datang ke pernikahanku, hari kamis, ne?”

***

“Appa.. harus berapa kali aku bilang, aku sama sekali tidak mencintainya. Bahkan aku baru saja mengenalnya!!!” suara yang menggema itu membuat setiap orang bergetar mendengarnya. Tapi bagi pria paruh baya tersebut, ini bukanlah apa-apa.

Si pria paruh baya tetap pada pijakannya walau putra semata wayangnya nampak belum puas melampiaskan emosinya. Entah apa yang anaknya katakan atau pun lakukan, tidak akan bisa merubah pendiriannya.

BLAM!

Sebuah debaman terdengar beberapa saat kemudian. Pintu kayu itu dibanting begitu saja tanpa mempedulikan apa akibatnya. Ada atmosfer ketegangan yang tiba-tiba menyelinap diantara mereka berdua.

“Bisakah kau menuruti perkataan orang tuamu untuk masa depanmu?! Jangan seperti anak kecil yang kehilangan hewan peliharaannya, Yesung!!”

Akhirnya pria paruh baya itu bersuara. Suaranya agak parau mengingat usianya yang tak lagi muda. Kulitnya yang mulai keriput dan kelopak mata yang berbayang menatap kosong pintu kayu gelap itu. Ia benar-benar marah kali ini. Tapi, ia hanya mengepalkan kedua tangannya. Mencoba mengontrol amarahnya agar tidak menguap sia-sia.

Sementara itu, Yesung masih belum puas meluapkan emosinya. Ia membuang apa saja yang ada di meja dan menarik kasar rambutnya sendiri.

Frustasi.

***

Disebuah rumah besar nan megah, yang biasanya menampakkan aura keceriaan, nampak berbeda malam ini. Kali ini, justru hawa kepedihan lah yang menguasai rumah itu. Dan pada saat itu, tiba-tiba terdengar sebuah jeritan seorang perempuan yang merupakan pemilik rumah itu.

“Kenapa kau melakukan ini, hah?! Kau bilang kau sangat mencintaiku dan akan selalu berada di sisiku. Kenapa?”

Yeoja itu menjerit dengan air mata yang terus bercucuran membasahi wajahnya. Kelopak matanya bahkan sudah bengkak karena terlalu lama menangis.

“Hahaha.. sungguh.. kau memang perempuan paling bodoh yang pernah aku temui. Aku hanya menginginkan hartamu, bodoh!!” terdengar balasan dari seorang pria kemudian. Perempuan tadi langsung menjatuhkan dirinya di lantai. Memeluk erat-erat kaki kanan pria ber-jas hitam itu.

“Aku mohon.. jangan tinggalkan aku..” rintihnya kemudian, mempererat dekapannya.

“Minggir, perempua murahan!!” si pria menggerak-gerakkan kakinya dengan cepat agar dekapan perempuan tadi bisa lepas. Ia merasa sangat risih dengan dekapan itu.

Perempuan itu menggeleng cepat. “Tidak… tolong.. jangan tinggalkan aku!!” Rengekan perempuan itu semakin kencang. Ia memeluk kaki itu lebih erat lagi, sehingga tetesan air matanya pun jatuh membasahi celana sang pemilik kaki itu.

BRAGH!

Ia terjerembab karena didorong kasar oleh pria tadi. “Celanaku bisa kotor, bodoh!!!” bentak si pria kemudian berjalan menuju pintu dengan langkah yang cukup cepat.

“Tidaaak!! Jangan!!”

Rambutnya yang sangat lusuh itu nampak sudah tak terurus. Dibiarkan tergerai begitu saja tertiup angin. Perempuan tersebut mencoba bangkit. Walau dengan langkah yang terseok, ia terus mencoba mengerahkan kekuatannya untuk mengejar pria yang sangat dicintainya itu. Sungguh seperti kehilangan sesuatu yang paling vital dalam hidupnya.

“Brengsek kau!!” jerit si perempuan. Mengeluarkan segala kekesalannya walau hanya dengan dua kata. Tapi, dua kata itu sudah cukup untuknya.

Pria tadi menghentikan langkahnya, membalikkan badannya yang tinggi. “Hahaha.. apa kau baru menyadari itu, bodoh?” lalu membalikkan badanya lagi. “Sayounara..”

Pergi dengan tawa yang menggema.

***

“Aaaarrghh.. aku benar-benar pusing menghadapi semua ini..” rutuk Yesung. Pria itu memajukan posisi duduknya mendekat ke meja lalu menyeruput segelas es jeruk dengan kasar.

“Setidaknya orang tuamu benar. Lagipula, apakah kau tidak akan menikah? Semakin hari umurmu semakin bertambah, Yesung hyung..” balas seorang Pria berambut blonde yang duduk bersebrangan dengan Yesung.

“Tapi kau juga tau kan, cintaku hanya untuk Aiko!”

Si rambut blonde malah tertawa. Nampaknya ada sesuatu yang lucu dari kalimat yang diucapkan teman karibnya itu.

“Hahaha.. di jaman seperti ini sudah tidak ada cinta sampai mati. Itu sudah basi. Kau juga tau itu..”

“Tapi ini fakta. Lihatlah! Sampai saat ini cintaku masih untuk Aiko, kan? Bukan untuk siapa pun. Tak perlu dijelaskan pun kau pasti juga sudah tau..”

Pria blonde itu segera menyahut ucapan Yesung sebelum ia benar-benar muntah karena bosan mendengarnya, “Ya. Aku tau. Cintamu itu besar. Sangat besar sampai-sampai kau melupakan dirimu sendiri, hampir kehilangan hidupmu, dan lupa bahwa masih banyak orang yang menyayangimu.” Kali ini bicaranya terdengar seperti sebuah sindirian. Dan memang begitu adanya.

Yesung hanya memalingkan mukanya memandang langit yang beranjak gelap. Mengacuhkan sindiran pria di hadapannya.

“Sudahlah.. mungkin kau perlu bersabar sedikit untuk menghadapi masalahmu. Bicara baik-baik pada appamu..” lanjut si pria blonde. Masih berkutat dengan cheese cake-nya.

“Sabar.. sabar.. dan sabar.. apa dengan begitu masalahku bisa terselesaikan? Bayangkan saja, jika tiba-tiba kau dipaksa menikah dengan orang yang sama sekali tidak kau cintai bahkan tidak kau kenal. Apa kau akan menyetujui pernikahan itu?” hentak Yesung, setidaknya sukses membuat beberapa pengunjung lain menoleh ke arahnya.

Seorang pengunjung tertangkap basah oleh pria berambut blonde tadi saat menatap heran ke arah mereka –dia dan Yesung- membuat pengunjung itu harus berpura-pura melihat ke arah lain.

Pria yang duduk di seberang Yesung kemudian menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Tergantung.. kalau orang itu cantik dan manis, mungkin aku bisa belajar mencintainya..”  sambil memainkan sendok logam di dalam minumannya.

“Kau tidak mengerti, Hyukjae. Sama sekali tidak mengerti. Dan lagi, terimakasih atas sindirannya.” Yesung mengambil mantel di sandaran kursinya, dan bergegas keluar dari cafe itu. Nampak kecewa dengan perkataan pria berambut blonde itu. Tapi si pria berambut blonde yang bernama Hyukjae tersebut hanya memicingkan matanya sejenak ke arah Yesung. Membiarkannya berlalu.

Detik berganti detik. Lee Hyukjae belum mengalihkan pandangan matanya dari air yang sedari tadi ia aduk-aduk asal. Entah kenapa, sebuah senyum tersungging dari bibir tipisnya. Sebuah senyum pernuh arti.

***

Yeoja dengan rambut yang tergurai di bahu itu berdiri di atas balkon rumahnya. Matanya berbinar menatap sang rembulan yang bulat total. Ia masih belum mampu mengatur detak jantungnya yang tak beraturan. Nampaknya, kali ini sang penguasa malam tengah berpihak padanya. Menambah kebahagiaan dalam hidupnya.

“Kyuri Ah..” sebuah suara lembut membuat Yeoja bernama Kyuri itu menoleh ke belakang. “Ne, eomma?” balasnya. Entah kenapa wajahnya bersemu merah. Mungkin terlintas di benaknya kejadian beberapa hari yang lalu.

“Kau belum tidur, Kyuri?” sang eomma mendekat perlahan.

Yeoja yang dipanggil ‘Kyuri’ tadi membalikkan tubuhnya kembali ke arah langit. Dress putihnya yang agak transparan sedikit berkibar ketika diterpa angin malam.

“Aku masih ingin di sini.” Jawab Kyuri lirih.

“Tidak biasanya. Baiklah kalau kau mau disini. Tapi jangan tidur terlalu larut, ne?” ujarnya sembari mengusap rambut ikal putrinya. Jujur saja, nyonya Park belum bisa merelakan putri bungsunya itu menjadi milik orang lain. Tapi toh, memang sudah waktunya. Mau bagaimana lagi?

“Ne.” Kyuri menyipitkan matanya sejenak menatap wajah wanita yang telah melahirkannya itu. Memberinya senyuman hangat.

***

“Appa.. jebal.. aku sama sekali tidak mencintainya. Jangan memaksaku, appa..” Pinta Yesung. Nada bicaranya terdengar berbeda dengan kemarin. Kali ini terdengar lebih.. lembut.

“Sudahlah.. percayalah dengan pilihan appamu. Kau pasti bisa mencintainya suatu saat nanti.” Balas si ayah sembari membaca koran harian yang nampak baru.

Yesung hanya bisa diam. Mencoba mencerna.. tidak! Dia sudah paham betul apa maksud ayahnya. Ia hanya berpikir, mungkinkah ia benar-benar bisa mencintai Yeoja itu?! Sementara hatinya masih dipenuhi oleh Yeoja lain?!

Yesung pun bangkit dari sofa ruang keluarga. Berjalan tanpa semangat menuju kamarnya.

“Hyukjae, bisa bantu aku menggagalkan pernikahanku?” Yesung menempelkan ponselnya ke daun telinganya.

“MWO?! Uhuk..uhuk..”

“Kalau sedang makan jangan sambil bicara, pabo.”

“Tapi kau yang menelponku, bodoh! Lagipula, aku tidak yakin akan berjalan lancar. Kau kan juga tau, ayahmu itu kepala batu! Sangat persisi denganmu!”

“Ayolah.. bantu aku!” pinta Yesung dengan nada memelas. Nampaknya dia nyaris putus asa dengan apa yang ia hadapi.

“Anio. Aku bisa ikut mati nanti. Memangnya kau berencana melakukan apa? Kabur dari rumah? Mengurung diri? Cih, kau akan rugi sendiri nanti. Ya sudah, aku jadi ikut pusing memikirkan masalahmu. Annyeong..”

“Tapi, Hyuk..”

Tut..tut..tut..

“Aish, sial!” kali ini Yesung hanya dapat berdecak kesal. Kecewa pasti. Ternyata sahabat yang paling dekat dengannya pun enggan membantunya.

Yesung memandangi kalender yang terpasang di dinding kamarnya. Matanya belum bergeser sedikit pun dari angka 7 dalam bulan Juni. Imajinasinya melayang jauh. Membayangkan apa yang akan ia lakukan nanti jika sudah menikah.

Tapi kemudian, ia teringat akan seorang wanita yang masih sangat ia cintai hingga saat ini. “Ayolah, Yesung.. berpikirlah.. apa yang harus kau lakukan..” ujar Yesung dengan lirih. Berbicara kepada batinnya sendiri.

Yesung mengepalkan tangan kanannya dan melayangkannya menghantam dinding.

“Sial!! Aku harus bagaimana..”

“Kau tidak boleh menikah dengan gadis itu.. kau harus merebut Aiko!!”

***

Entah sudah berapa kali Yesung mengitari kamarnya sendiri. Mencoba mencari suatu ide yang terselubung di dalam otaknya. Namun ide itu tak kunjung datang walau ia sudah berpikir keras.

Tok..tok..tok..

Pria itu menghentikan langkahnya. Memutar kepalanya ke arah pintu kamar lalu berjalan dengan lambat ke arahnya.

Cklek,

“Eomma?” Yesung mengangkat sebelah alisnya. Tidak biasanya ummanya masuk ke kamarnya. Apalagi dengan ekspresi wajah yang begitu sulit ditebak.

“Pernikahanmu tidak jadi tanggal 7.. tapi.. besok.”

“APA?!”

***

Sebuah motor sport hitam melaju dengan kencang, membelah jalanan fajar yang masih sepi. Pengendara motor itu terus saja menggerutu karena mobil silver yang mengikutinya masih bisa mengikuti jejaknya. Ia menancap gas lagi dan melaju dengan kecepatan hampir maksimal.

Ckiiiiit…

Motor dan mobil itu berbelok di tikungan yang tajam. Membuat sebuah suara berdecit yang bisa membuat kita harus menutup telinga.

Tiba-tiba mobil silver tadi sudah melaju lebih dulu, berhenti di depan motor itu. Nyaris si pengendara motor itu menabrak mobil tadi jika saja ia tak mengerem dengan cekatan.

“Siapa mereka?!” ujar pengendara motor itu saat membuka mobilnya. Bertanya kepada dirinya sendiri.

4 pria dengan jas hitam dan berbadan besar keluar dari mobil silver tadi dan segera menghampiri pengendara motor tersebut.

“Shireo!” umpat si pengendara motor itu ketika menyadari siapa orang-orang yang mengikutinya tadi. Kedua lengannya dicengkram oleh beberapa orang berjas hitam. Membuatnya sulit bergerak. Tapi ia masih mencoba memberontak agar terlepas dari mereka.

“Kau berniat kabur, hah?! Tidak mau menuruti perintah orang tuamu, Yesung?!” tiba-tiba seorang pria paruh baya yang juga berjas hitam menghampiri pengemudi tadi yang tak lain adalah Yesung, denga marah. Membuat Yesung menghentikan berontakannya.

PLAK!

Sebuah tamparan mendarat ke pipi kanan Yesung dengan mulus. Pria-pria yang menahan tubuh Yesung dengan cengkramannya diam saja. Tetap memandang lurus kedepan.

PLAK!

Kali ini tamparan itu mengenai pipi kanannya, sehingga Yesung pun hanya bisa meringis menahan panas dan sakit di wajahnya.

“Bawa dia.” perintah si pria paruh baya pada 4 orang anak buahnya tadi. 2 orang mengawal Yesung dan membawanya ke mobil silver milik keluarganya, dan 2 orang lain mengambil alih motor sport yang tak lain adalah motor pribadi Yesung.

“Lepaskan! Aku bisa masuk sendiri!” teriak Yesung. Dan ia terpaksa masuk ke mobil keluarganya dengan perasaan yang sungguh tidak menyenangkan.

“Langsung ke gereja. Dia akan menikah hari ini.”

“MWOYA?!”

=TBC=

Don’t forget to leave your comments!!

Leave a comment

9 Comments

  1. Masih belum rada ngerti . Mhehe

    Reply
  2. hyuk_ka

     /  May 14, 2012

    yg kakinya dipeluk2 yeoja itu yesung kah?
    ceritanya rumit tp menarik!
    ditunggu lnjutanny!!

    Reply
  3. Gaem

     /  May 14, 2012

    Lanjutkan!

    Reply
  4. alfira_putri

     /  May 16, 2012

    msih blum bisa memahami waktu yg mimpi dapet lollipop itu..itu gmana sih critanya..wkwkwk

    Reply
  5. sherlyeye

     /  May 29, 2012

    wah,, yeye langsung nikah paksa,, wkwk

    Reply
  6. alfy

     /  August 1, 2012

    penasaran yeoja yang ditendang itu ?? penasaran nie ,, lanjut ya ,,

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,886 other followers

%d bloggers like this: