Miss You
Author: stillthirteen13
Tittle : Miss You
Tags : Cho Kyuhyun, Lee Sora (OC), Lee Donghae
Genre : family, oneshot
Rating : G
Length : 3.379 words
Cerita ini lanjutan dari FFku yang sebelumnya, judulnya Wish. Bagi yang belom baca yang Wish Kalo bisa sih kalian baca dulu yang Wish, tapi kalo nggak bisa juga gapapa. Hehehe
Yasudah, Selamat membaca^^
Aku menyantap semua makanan yang tersedia di meja yang cukup besar ini. nafsu makanku sedang tinggi. Bagaimana tidak, besok adalah hari yang sangat kutunggu-tunggu.
“ kenapa? “ tanyaku sambil membersihkan sudut bibirku. Pria ini sejak tadi hanya memandangiku dan tidak menyentuh makanannya sama sekali.
“ baru kali ini kau makan dengan lahap. Aku sampai kenyang melihatnya “ aku hanya tersenyum dan menghisap sumpit yang masih berada dalam mulutku.
“ jangan dihisap seperti itu. Jorok. Aku bisa pesankan sepuluh porsi lagi kalau kau mau. “ orang itu menarik paksa sumpit dari tanganku dan meletakannya didepannya. Aku mendelik sebentar lalu tersenyum kepadanya.
“ terima kasih, dokter.. mulai besok kau sudah tidak perlu menjagaku. Kakakku akan pulang besok!“ seruku sambil menghentakkan kakiku berkali-kali. Senang rasanya akan bertemu dengan kakak. Lee Donghae. Bagaimana keadaanya sekarang ya? Pasti tubuhnya tambah kekar.
Selama menyusuri jalanan kota Seoul yang sudah penuh dengan cahaya lampu, aku tersenyum sendiri karena membayangkan apa saja yang akan aku lakukan besok. Sesekali aku menandak-nandak karena saking girangnya. Aku menghentikan langkahku tiba-tiba karena dadaku mulai sesak.
“ terus saja. Aku lelah memperingatkanmu “ memang orang ini marah, tapi dia tetap peduli. Dia menepuk-nepuk punggungku diiringi dengan seminar medis singkat miliknya.
“ maaf. Mulai besok kau tidak perlu memperingatkanku. Mulai besok kakak akan kembali menjagaku. Hmm, tinggal 13 jam lagi. 13 jam lagi aku akan bertemu kakak! “ seruku setelah melirik jam ditanganku. Ya, 13 jam lagi. Sudah dua tahun kurang 13 jam aku memegang janjiku menunggu kakak. Tiba-tiba saja rasa hangat menjalar keseluruh tubuhku. Pria itu membenamkanku kedalam pelukannya.
“ setelah besok pun aku akan terus menjagamu “ gumamnya disamping telingaku. Dia melepaskan pelukannya, memegang bahuku dengan kedua tangannya dan mensejajarkan pandangan kami.
“ ingat itu “ sorot matanya terlihat berbeda. Berbeda dari biasanya. Sangat. Namun senyumku kembali mengembang mengingat besok aku bisa bertemu dengan kakakku.
“ sudah kubilang tidak perlu. Mulai besok ada kakakku. kau ingat? Besok dia akan pulang.. “ suaraku semakin mengecil karena wajah dokter ini memberikan reaksi yang berbeda dari apa yang kubayangkan. Dia hanya menatapku sendu. Tak lama setelahnya dia tersenyum.
“ setelah besok pun aku akan terus menjagamu. aku tadi juga sudah bilang kan? “ jawabnya sambil melepaskan kedua tangannya dari bahuku. Dia berlalu begitu saja meninggalkanku beberapa langkah dibelakangnya. Aku hanya bisa menatap punggungnya yang semakin menjauh. ‘ Ada apa dengannya? ‘ tanyaku dalam hati. Aku berpikir keras selama beberapa detik. dan setelahnya aku menghembuskan nafas panjang lalu mengangkat bahuku. ‘ entahlah. Yang penting besok kakak pulang ‘ pikirku. Senyumku kembali mengembang. Dengan segera aku berlari kecil menyusul langkah dokter yang sudah berada didepan mobil hitam miliknya itu. Hari ini aku terpaksa menginap di rumah sakit lagi begitu pula dengan dokter Cho karena ada pasien yang harus dipantau selama 24 jam.
—
Setelah pintu tertutup rapat, aku meregangkan otot-ototku. Rasanya ingin sekali berbaring. Aku lelah sekali. Aku baru saja memeriksa keadaan pasien dikamar bernomor 214 ini. kudekap kembali papan berisikan informasi keadaan pasien ini dan membawanya menuju sebuah ruangan. Langkahku terhenti ketika melihat secercah cahaya yang perlahan masuk dari jendela dan tak lama kemudian ruangan ini telah dipenuhi dengan terangnya cahaya matahari. Matahari sudah menampakan dirinya. Aku melirik jam tanganku dan sebuah senyum kembali terukir diwajahku. Lima jam lagi tepat dua tahun. Segera kupercepat langkahku menuju sebuah pintu bertuliskan ‘ Dr. Cho Kyuhyun ‘. Dengan tidak sabar kubuka pintu itu.
Ceklek~
aku segera membungkam mulutku saat melongo kedalam. Dengan halus aku melangkahkan kakiku menuju meja kerjanya. Semua kertas bertebaran tak beraturan. Dokter itu sedang tidur, wajahnya terlihat sangat kelelahan. Perlahan aku membereskan mejanya, pergi keluar ruangan dan kembali lagi dengan secangkir kopi ditanganku.
Author POV
Aroma segar secangkir kopi panas bercampur dengan udara diruangan berukuran 4×5 itu. Seiring dengan oksigen yang dihirup, aroma kopi itu dengan mulus membangunkan sesosok pria tinggi dengan seragam putihnya. Pria itu menggeliat. Merentangkan kedua tangannya sebelum ia membuka mata.
“ hmm.. bau apa ini? “ ujarnya sambil kembali meregangkan otot-otot dan tulangnya. Dia menegapkan posisi duduknya lalu mendekatkan kursi kerjanya ke meja.
“ waah, terima kasih “ tanpa menghiraukan kopi yang masih panas itu ia menyesapnya dengan hati-hati. Matanya terbuka lebar dan wajahnya langsung segar saat cairan hitam dengan rasa khasnya itu melewati kerongkongannya yang jenjang.
“ kopi buatanmu memang sangat enak. “ pujinya. Si gadis dengan rok selutut berwarna putihnya itu hanya tersenyum.
“ aku sudah memeriksa keadaan pasien dikamar 214. Kondisinya stabil. Emm, kau perlu sesuatu lagi? “ pria jangkung itu menggelengkan kepalanya.
“ tidak. Ah, bagaimana kalau temani aku sarapan. Aku sangat lapar. “ kedua alis tebal yang membuat wajahnya terlihat tegas kini terangkat. Dia menelengkan kepalnya sedikit kesamping untuk meminta pendapat dari gadis yang bercantumkan nama Lee Sora diseragamnya.
“ baiklah. Aku akan mentraktirmu. Ini hari special. “ jawab gadis itu tanpa melepas senyumnya. Setelah kesepakatan itu, mereka pun berjalan menuju cafeteria yang berada di lantai dasar di rumah sakit megah ini. dua porsi makanan sehat kini tersedia didepan mereka. Masih hangat dan pasti lezat. Kedua orang itu menggosokan kedua telapak tangan mereka didepan dada lalu dengan sigap mereka meraih sumpit disebelah mangkuk berisikan nasi yang ada dihadapan mereka.
—-
Sora tengah menatap bayangan dirinya dicermin besar yang ada di dalam toilet. Disingkapnya anak-anak rambut yang menutupi wajahnya. Dengan cekatan ia menggabungkan semua rambutnya kedalam satu ikatan dibelakang kepalanya. Tangannya dengan apik memoleskan bedak diwajahnya yang putih mulus. Ia meratakan lipstick berwarna natural dibibir mungilnya lalu memasukan semua perlengkapan kosmetiknya kedalam tas berwarna pink. Dengan riang ia melangkahkan kakinya menuju sebuah ruangan.
“ dokter, aku ijin keluar sebentar ya. “ katanya saat baru memasuki ruangan milik Kyuhyun. Kyuhyun memperhatikan penampilan Sora yang cukup berbeda hari ini dari ujung rambut hingga ujung kuku kaki. Tidak biasanya sora menguncir rambut panjang kecoklatannya.
“ kau mau kemana? “ tanya Kyuhyun. Sora mendengus kesal.
“ tentu saja ke camp militer. Kakak pulang hari ini, kau ingat? “ Sora tampak bersemangat namun tidak dengan Kyuhyun. Wajahnya berubah lesu. Lalu dengan sedikit terpaksa ia memamerkan senyumnya.
“ aku ikut. Tunggu sebentar ya “ Kyuhyun melepas jas berwarna putihnya dan melepaskan dasi hitam yang mengitari kerah kemeja putihnya. Digulung lengan panjang kemejanya hingga ke-siku lengannya. Merapikan kembali penampilannya lalu menyambar kunci mobil yang berada tak jauh dari sudut meja.
“ eh? Sekarang baru jam setengah sepuluh, bagaimana kalau kita minum kopi dulu? “ tawar pria berkulit pucat itu. Dengan cepat tawarannya ditolak mentah-mentah oleh Sora. Gadis itu menggeleng sangat kencang.
“ kita harus tiba disana satu jam sebelum jam 11.23. jangan sampai kakak menunggu. Ayo!! “ Sora menarik tangan Kyuhyun dan menyeretnya hingga ke tempat parkir. Mobil hitam itu pun melesat menyusuri jalanan kota Seoul yang tidak begitu ramai. Sepanjang perjalanan Sora tak henti-hentinya bersenandung dan sesekali bersorak kegirangan.
“ kyaa!! Apa yang akan kulakukan lebih dulu ya? Banyak sekali yang ingin kulakukan bersama kakak! Emm.. pertama pasti memeluknya hingga ia sesak nafas karena aku sudah sangat rindu padanya. Lalu setelah itu apa ya? Mengajaknya makan dulu atau pergi ke taman bermain? Dokter, bagaimana menurutmu? “ Sora menghadapkan tubuhnya kearah Kyuhyun.
“ terserah kau saja. Apa peduliku, memangnya aku diajak? “ jawabnya dingin. Tak sedetik pun ia mengalihkan pandangannya dari jalanan didepannya. Sekalipun ia menoleh, ia hanya melihat kaca spion.
“ tentu saja kau ikut. Anggap saja ucapan terima kasih dariku juga kakak. Aku akan mentraktirmu hingga kau puas. Bagaimana? “ Sora melepaskan seat-beltnya dan mendekatkan tubuhnya kearah Kyuhyun. Dia sangat bersemangat.
“ kita tidak akan kemana-mana kecuali satu tempat, Sora “ balas Kyuhyun masih dengan sikap dinginnya. Dahi Sora mengerut dan ia terlihat sedang berfikir. Beberapa detik kemudian Sora menjentikan jarinya dan tersenyum lebar.
“ tentu saja. Kita hanya akan membawanya pulang. Dia pasti sangat merindukan rumah. Kau betul tuan Cho. “ Sora tersenyum puas dan menepuk pundak Kyuhyun cukup kuat hingga membuat Kyuhyun meringis. Kembali dengan senandungannya, Sora memasang seat-belt dan melihat keluar jendela. Akhirnya mereka tiba ditempat tujuan mereka. Mereka memasuki sebuah ruangan yang bisa dibilang itu lobby. Kemudian mereka duduk di kursi yang tersedia tak jauh dari pintu keluar-masuknya para peserta wajib militer.
“ kemana kakak? Ini sudah jam satu. Kenapa dia belum keluar juga? “ Sora berjalan mondar-mandir didepan Kyuhyun. Sudah lima belas menit dia seperti itu. Bertanya ‘kenapa kenapa dan kenapa’ sambil bolak-balik melihat jam tangannya. Dengan sekali tarikan Kyuhyun berhasil membuat Sora duduk disampingnya. ia menghela nafas sambil memejamkan matanya dan memegang kedua bahu Sora dengan erat.
“ hentikan Sora.. kakak pendekmu itu tidak akan datang. “ suara Kyuhyun terdengar berat. Dan Sora hanya mengerutkan dahinya.
Sora POV
“ hentikan Sora.. kakak pendekmu itu tidak akan datang. “ suaranya terdengar berat. Bicara apa dia? Kakak sudah berjanji padaku, dia pasti datang. Dengan keras aku menyingkirkan kedua tangannya dari bahuku.
“ kau! Kalau kau lelah lebih baik kau pulang. Aku bisa menunggunya sendiri “ aku sedikit membentak. Ucapannya itu aku sungguh tidak suka mendengarnya.
“ mau berapa jam lagi kau menunggunya? Dua puluh empat jam lagi ataupun satu abad dia tidak akan datang. Kumohon hentikan ini Sora “ dengan kasar ia memegang bahuku dan nada bicaranya meninggi namun semakin melembut pada akhirnya.
“ apa maksudmu? Aku menunggu kakakku apa itu salah?! “ air mataku menetes begitu saja.
“ tidak jika itu setahun yang lalu. “ ‘ apa yang dia bicarakan? Aku tidak mengerti. Dia— apa salah kakak padanya hingga ia berkata seperti kakak.. seolah kakak sudah.. tidak. Tidak. ‘ aku menggelengkan kepalaku cepat dan kembali menatapnya tajam.
“ lalu maksudmu sekarang salah? “ suaraku bergetar dan pria itu menunduk lemas.
“ ya.. kakakmu sudah meninggal Sora.. sampai kapan kau mau seperti ini? “ katanya sambil memelukku. ‘ Apa? Apa dia bilang? Kakak.. hah dia gila! Bercandanya keterlaluan. Apa hari ini hari ulang tahunku? Tapi bukankah sebulan yang lalu aku baru merayakannya bersama Kyuhyun. Apa ini tanggal satu april? Ya, setelah ini ia akan berteriak ‘ april mop!! ‘. Tapi ini sudah bulan agustus. Ah, apa hari ini hari kebalikan dan sebentar lagi kakak akan muncul dibelakangku? kumohon.. kumohon seseorang katakan padaku bahwa ini hanyalah lelucon. ‘ sunyi. Sudah cukup lama aku menunggu seseorang mengatakan padaku bahwa aku sedang dikerjai. Mengatakan padaku bahwa ini hanya lelucon. Aku pun melepaskan diri dari pelukan dokter Kyuhyun.
“ tidak. Kau pasti bohong. “ segera kuseka air mataku dan aku berjalan menghampiri seorang paman berseragam.
“ paman.. kakakku Lee Donghae, harusnya dia pulang hari ini. kenapa dia belum muncul juga dari pintu itu? Apa masa wajib militernya diperpanjang? “ tanyaku sambil menunjuk kearah sebuah pintu yang bisa tertutup dan terbuka secara otomatis itu.
“ ah, tunggu sebentar.. saya periksa dulu.. “ pria itu menghilang dari hadapanku. Aku menunggunya sambil mengepalkan kedua tanganku didepan dada. Setelah beberapa menit, pria itu kembali. Wajahnya muram. Dan jantungku mulai berdebar kencang.
“ Lee Donghae? “ tanyanya. Aku mengangguk mantap dan menantikan jawabannya. Jawaban yang akan membuat Kyuhyun mengakhiri leluconnya.
“ tanggal lahirnya 15 oktober 1986? “ tanya paman itu lagi. Ayolah, jangan membuatku semakin takut. Paman itu menepuk pelan bahuku sambil menyingkirkan kertas yang sedari tadi berada didepan wajahku.
“ dia gugur dalam tugas. Kau adiknya kan? masa kau tidak tahu? “ tuturnya yang sontak membuat darahku berhenti mengalir.
“ kau pasti salah orang. Itu pasti Lee Donghae yang lain. “ sanggahku. Paman itu menggeleng pelan dan menunjukan kertas yang dipegangnya.
“ dia tidak sengaja tertembak teman satu timnya saat sedang menjalankan tugas.. “ jelas paman itu. Aku memperhatikan lembaran kertas itu. Ya itu foto kakakku. nama, tanggal lahir dan bahkan ada keterangan bahwa aku Lee Sora adalah adik perempuannya. Kakiku terasa hancur. Aku tidak bisa mendengar apapun yang sedang dikatakan paman itu. Yang ada di otakku hanya bayangan kakak. Bagaimana bisa? Dia pergi begitu saja. Tenggorokanku terasa sakit. Pandanganku buram. Jantungku berdetak kencang. ‘ Dia.. baru satu kali aku melihatnya. Setelah lima belas tahun hanya mengenalinya melalui telapak tanganku, tiga tahun tetap tidak bisa melihatnya meskipun aku sudah mendapatkan penglihatan, dan setelah itu aku tidak melihatnya lagi selama dua tahun setelah sekali aku bisa melihat wajahnya. ini terlalu menyakitkan. Dan lagi, katanya kakak sudah meninggal sejak setahun yang lalu. Kenapa aku baru tahu sekarang? ‘ Aku terduduk lemas dilantai. Tiba-tiba saja sebuah sentuhan hangat menjalari pipiku. Orang itu menatapku sendu dan membantuku untuk berdiri.
“ maaf Sora.. “ katanya lirih.
“ kau.. kenapa menyembunyikannya dariku? “ pria itu menggeleng. Dia menuntunku menuju mobilnya. Membiarkanku duduk dikursi depan dan hanya duduk diam dibelakang kemudi. Tidak menjalankan mobilnya bahkan tidak menyalakan mesin mobilnya.
Kyuhyun POV
Dia terus menangis. terus memanggil kakaknya padahal kakaknya tidak mungkin menjawabnya. Mungkin Donghae bisa melihatnya sekarang, berada disampingnya dan ikut menangis bersamanya. Aku hanya diam ditempatku. Membiarkan gadis lemah ini menangis sepuasnya. Ini sudah setahun dan ia baru menyadarinya. Tidak. Aku tidak meyembunyikan semua ini darinya tapi dia yang menolak kenyataan ini. bahkan setahun yang lalu ia tidak menghadiri pemakaman kakaknya sendiri. Dia bersikukuh bahwa kejadian itu hanya mimpi buruknya. Waktu itu ia sudah mendengar kabar itu. Dia hanya tertawa ditengah tangisnya. Berjalan pulang dan tidur dikamarnya. Keesokan harinya ia kembali seperti biasa seolah kejadian nyata itu benar-benar hanyalah sebuah mimpi. Dan bodohnya aku, aku malah mengikuti alur cerita yang sedang dimainkannya.
Setelah isakannya melemah, aku menjalankan mobilku. Mengarahkan keempat roda itu menyusuri jalan menuju suatu tempat. Saat sampai, Sora menatap sekelilingnya bingung. Ratusan batu mewah memenuhi tempat ini. aku menggiringnya menuju sebuah batu bertuliskan nama kakaknya.
“ ini.. “ dia menatap miris batu didepannya. Dia memandangi gundukan tanah yang ditumbuhi rumput-rumput hijau.
Sora POV
“ yang sedang kau injak itu namanya rumput. Warnanya hijau.. dan ini terasa dingin karena embun-embun yang membasahi tubuh mereka “ terbesit kalimat itu diotaku ketika melihat benda-benda hijau yang tumbuh rapi diatas gundukan tanah didepanku. Kutelusuri rumput-rumput itu dengan telapak tanganku. Pandanganku kembali buram karena air mataku. Teringat jelas diotakku kenangan-kenangan ketika kami menginjakan kaki kami diatas rumput, berolah raga bersama sambil merasakan hangatnya cahaya matahari. Kualihkan pandanganku ke batu nisan yang bertuliskan nama Lee Donghae.
“ kau tahu, Lee Donghae adalah orang terberuntung sedunia karena memiliki seorang Lee Sora sebagai adiknya “ aku ingat jelas ucapannya yang selalu terdengar bangga itu ketika mengatakan bahwa aku adalah adiknya. Adik tercintanya. Meskipun tidak melihatnya, aku yakin ia tersenyum saat mengatakan itu. Tersenyum dengan sangat lebar. Kutundukan kepalaku sedikit sehingga membuatku dengan jelas melihat susunan angka 23-08- 2010. Itu setahun yang lalu sebelum hari ini.
“ hanya dua tahun, setelah itu aku pasti menemuimu dan tidak akan meninggalkanmu lagi, Sora.. tunggulah dua tahun lagi.. mungkin akan sulit bagimu, tapi selama tiga tahun ini kau bisa bertahan.. bertahanlah sebentar lagi, ya? “ isakan-ku semakin menjadi begitu mengingat kalimat itu. Itu janjinya sebelum akhirnya ia kembali pergi dari pandanganku.
“ sekarang kau benar-benar meninggalkanku, kak.. bahkan setahun sebelum kau menepati janjimu..“ aku menekuk kaki-ku dan berjongkok menghadap tembok batu itu. Menyembunyikan wajahku kedalam lipatan kakiku.
“ kalau sudah seperti ini berapa lama lagi aku harus bertahan menunggumu? “ gumamku disela tangisku. Dadaku rasanya sakit sekali. Sangat sakit.
“ berapa lama lagi kak….? “ aku tahu tidak satu orang pun didunia ini yang bisa menjawab pertanyaanku sekalipun orang itu adalah orang terjenius didunia. isakan ku semakin kuat. Dapat kurasakan Kyuhyun duduk disampingku, menyandarkan tubuhku ke tembok batu yang sedikit tajam itu dan menenggelamkanku kedalam pelukannya. Aku memeluknya erat-erat. Kuremas kemejanya sekuat tenaga. Ini terlalu sakit. Aku memejamkan mataku, kembali membayangkan wajah kakak. Aku takut melupakannya. Aku takut wajah yang baru sekali kulihat itu terhapus dari ingatanku.
Aku membuka mataku perlahan sambil berpikir dimana aku sekarang sebelum mataku melihat dengan jelas. Hal pertama yang kulihat adalah ratusan batu berbentuk balok. Kuedarkan pandanganku sambil mengingat apa yang sebelumnya terjadi. Kembali kurasakan sakit ditenggorokanku saat semuanya telah teringat jelas dikepalaku. Air mataku sudah mengalir lagi. Meskipun tidak ingin, tapi harus kuakui aku berada di makam kakakku sekarang. Langit sudah berwarna jingga dan matahari hampir sampai pada penghujungnya. Aku tersenyum pahit.
“ kenapa kita masih disini? Kau pasti kedinginan kan.. “ aku berusaha berbicara senormal mungkin meskipun hasilnya nihil. Suaraku bergetar.
“ aku tidak ingin saat kau bangun kau hanya menganggap semuanya adalah mimpi buruk seperti tahun lalu. “ segera kutengadahkan kepalaku menghadap dokter Cho saat sebaris kalimat itu telah sampai pada ‘titik’.
“ ya, dan kau menghancurkannya. Aku sungguh sangat berharap bahwa ini semua hanya mimpi. “ air mataku mengalir. Aku menggigit bibir bawahku. Ini semua terlalu menyakitkan.
“ benar. Aku mengahancurkanmu sekarang. Hari ini aku telah membuatmu merasa hancur dua kali. Aku hanya tidak ingin kau hancur lebih jauh karena selalu menolak kenyataan yang bahkan sudah menjadi masa lalu. Kau harus menerimanya Sora.. “ dengan lembut ia menyeka setiap tetes air yang keluar dari mataku. Aku tahu aku harus menerimanya, tapi aku tidak mau. Aku tidak mau menerima kenyataan bahwa kakak benar-benar hilang sekarang. Aku masih berharap kakak muncul dihadapanku dan berkata bahwa ini semua hanya lelucon. Tapi tempat ini dan batu itu terlalu nyata.
“ aku baru melihatnya sekali.. kau tahu disini rasanya sangat sakit sekali. Jauh lebih sakit dari biasanya. Aku ingin kakakku.. “ aku memegang dadaku. Rasanya sesak sekali. Kueratkan pelukanku padanya. Hanya dia yang ada disampingku sekarang. Bukan kakak dan tidak akan pernah lagi ada kakak yang bisa kupeluk. Tidak akan ada lagi kakak yang selalu membangunkanku, mengajakku olah raga. Tidak akan ada senyum kakak yang bisa kulihat lagi. Harapanku untuk melihat kakak lagi sudah musnah sejak setahun yang lalu dan aku baru menyadarinya sekarang. Dokter Cho membantuku berdiri dan kini aku kembali memandangi gundukan tanah berselimut rumput itu. Dibawah tanah ini ada..kakak. tangisanku semakin jadi. Dan lagi-lagi Kyuhyun memelukku.
“ didalam sini ada kakak.. iya kan? “ isakanku terhenti seketika dan dalam sekejap aku melepaskan diri dari pelukan dokter Cho. Aku menyentuh rerumputan itu dan memandanginya. Ingin sekali kusingkirkan semua benda hijau ini juga tanah yang menyembunyikan kakak dariku. Aku ingin melihatnya lagi. Aku ingin melihat kakakku. aku ingin melihatnya. Tuhan.. kumohon kembalikan kakak padaku.
Tiba-tiba saja tubuhku menjauh dari tempat itu dan aku mendapatkan kesadaranku kembali. Saat sadar aku melihat rumput dan tanah yang berserakan disekitarku. Dan tanganku dipenuhi dengan tanah.
“ apa yang kau lakukan?! “ Dokter Cho berteriak tepat didepan wajahku lalu kembali mendekapku dengan erat.
“ aku..hanya ingin melihat kakak lagi… “ jawabku. Semakin kueratkan pelukanku, mencoba menghilangkan rasa sakit didadaku. Rasanya seperti sedang dihunus puluhan pedang tepat dijantungmu tapi kau masih bisa merasakannya bukan mati seketika.
“ kakak ada didalam situ.. aku ingin melihatnya.. “ ucapku lirih. Kini kemeja putih dokter Cho telah dipenuhi bercak berwarna coklat dari tanganku. Seakan tak peduli, dia terus memelukku. Semakin erat dan semakin hangat.
“ kakakmu tidak didalam situ tetapi dia ada didalam hatimu dan pikiranmu. Harusnya kau tahu itu.. “ katanya tepat disamping telingaku.
“ iya, tapi wajah yang ingin kulihat disembunyikan oleh benda hijau itu juga tanah itu.. aku takut aku melupakan wajahnya.. seumur hidup aku baru melihatnya sekali.. aku takut melupakannya. “ dengan lembut dokter Cho melepaskan pelukannya dan mensejajarkan wajah kami.
“ kau tidak akan melupakannya. Kalaupun itu terjadi, aku akan selalu menceritakannya padamu. Bagaimana wajahnya dan bagaimana senyumnya. Meskipun harus menjelaskannya padamu seumur hidup, aku pasti akan melakukannya. Kau ingat janjiku ah tidak sumpahku ini.. “ dokter Cho menggantung kalimatnya.
“ setelah hari ini pun aku akan terus menjagamu “ sambungnya diiringi senyum yang sangat lembut. Aku bergulum kepelukannya dan menangis sekuat yang aku bisa.
***
Aku mengerjapkan mataku dan menyadari bahwa aku sudah berada dikamarku. Dan siapa ini? seseorang sedang duduk disampingku sambil memelukku. Kepalaku juga tepat berada diatas dadanya yang bidang. Apakah..
aku berhitung dalam hati. 1..2..3.. kutengadahkan kepalaku.
“ kau sudah bangun? “ ujarnya. Aku tersenyum dan air mataku menetes. Kugigit bibir bawahku agar tangisku tidak pecah begitu saja. Dia mengendurkan pelukannya dan semakin membuat jarak hingga kami kini saling berhadapan. Noda itu. Melihat noda di bajunya itu membuatku merasa bodoh dan hancur disaat yang bersamaan. Kehangatannya sama. Kelembutannya sama saat menyapaku. Tapi dia bukan kakak. Dia bukan Lee Donghae. Dia adalah Cho Kyuhyun. Dokter yang selalu menjagaku selama lima tahun ini. Kakak benar-benar sudah tidak ada disampingku. Aku tersenyum pahit dan mengangguk untuk menjawab pertanyaannya.
“ kecewa? Aku paham.. sangat paham. “ dia kembali memelukku dan mencium puncak kepalaku. Ya aku sangat kecewa. Kenapa bukan kakak? Kenapa semua yang baru saja kulalui bukanlah sebuah mimpi? Kenapa harus seperti ini? Kakak.. aku merindukanmu. Aku sungguh sangat sangat merindukanmu, kak…
END—
Gomawo uda mau baca FFku sampai selesai.. boleh Kritik dan kasih saran..
Sekali lagi, makasih..
GBU^^




LJK~
/ May 14, 2012aaa sedih sedih sediiih
Ini harus ada lanjutannya!
Kisah sora dan kyuhyun
Heheheh
siput~ri
/ May 14, 2012nangis aku bacanya :’)
bikin sequelnya dong, lanjutannya yg ini, gimana kyuhyun waktu jaga sora
MsAidenLee
/ May 14, 2012Yah , sequel dong thor.
Blum puas nh ama endingnya .
Sora ga ama kyuhyun nh ??!
InekeChoi
/ May 14, 2012Gilaa thorr !! Cerita nya bner” bkin nangis.. Daebakk !! Salutt !! Bkin lanjutannya lagi ya thor.. Bner” d tungguin nih
Fi Drei Elf
/ May 14, 2012End?? Thor buat sequelny donk?? Bneran, ceritany mengharukan sangat!! DAEBAKK ^^
Arin
/ May 14, 2012suka ama karakternya Kyuhyun oppa disini ^^
Dokter Kyuhyun perginya lama amat, apa ngga dimarahi tuh ?
InekeChoi
/ May 14, 2012Gilaa thorr !! Cerita nya bner” bkin nangis.. Daebakk !! Salutt !! Bkin lanjutannya lagi ya thor.. Bner” d tungguin nih
kyula88
/ May 14, 2012sumpah aku nangis bacanya T___T nyesek bgt chingu ;(
Ngga bisa ngebayangin klo ak jd sora. pasti rasanya sakit bgt. eh chingu, buat sequel lagi donk! Jebaaal… *puppy eyes*
syafira0620F
/ May 14, 2012hueeek,, sad bgt thor, feelny dpat bget, pokokny hebat, gk ad kslhan tlis, sequel cho ma lee ny thor , *please
inggarkichulsung
/ May 14, 2012Sedih banget, pas diawal baca kyu oppa bilang kepada Sora bahwa aku akan menjagamu selalu stlh hr ini jadi feeling bhw sepertinya donghae oppa nya Sora sdh tdk ada. Menangis membaca setiap perasaan yg diungkapkan Sora terutama jika ia teriang2 kata2 rutin yg diucapkan kakak nya dulu saat dia blm bs melihat. Kyu oppa jg hebat selalu mencoba agar Sora tetap tegar meski kakaknya sdh tdk ada. Really like this ff. Daebak author. Gomawo
Kim Hee-hee
/ May 14, 2012hikss, sedih bgt ceritax…
author mesti tanggung jawab nie dah but aq mewek…
sequelx lg ya thor….
elitasyaravina
/ May 14, 2012jangan sampe itu terjadi
ya ampun sedih banget thor
nyesek nyesek banget feelnya dapet
nice ff thor! ddaebak >.<
kalo bisa sequel doonghiks T.T
lukyu88
/ May 15, 2012Hueeee sedih deh seriusa, harus kudu wajib fardu ada lanjutannya!! Hehehe keep writing chingu ^^
mendut
/ May 15, 2012mantep……sangat” penasaran denag ff selanjutnya…ditunggu
stillthirteen13
/ May 15, 2012waa, makasih readers..
Sequel? Aku usahain dh, tp psti lma..
Soalnya aku blm kpikiran, hehe
Sekali lagi, gomawo~
devy
/ May 15, 2012Annyeong..
Hikss hikss (╥﹏╥)
Ywdh jgn sedih lg so~ra.. Kan udh ada kyuuu..
tiara bedingfield
/ May 15, 2012aaaaa kali ini aku gg liat kyu sbgai si EVIL dan maniak GAMERS !! dy bertranformsi mnjadi sosok yg dewasa yg bisa di andalkan owhh so sweet oppa ^^ kren thor
sclouds9
/ May 15, 2012huaa..thor,tanggung jwb,mewek aq.meskipun gx bca wish,tp bca ini aq udah paham,keren bgt,nyentuh deh.sequel ya?
✗mut✗ (@mtragryn)
/ May 15, 2012aish ini mengharukan…aaah butuh sequel lagi dong eheheh bagus loh^^
Ifa Raneza
/ May 16, 2012lanjutin jdi romance xD *plaak
ini FFnya berhasil banget! aku sukaaaa~ sukses thor!
stillthirteen13
/ May 16, 2012makasih, chingu~
Author usahain dh bikin seq’a..
Tp bakalan lama nh kykny, hehe
Gomawo~
littlevilkyu
/ May 16, 2012huhuhu sedih :’(
tp kyu dpet bgd perannya ><
VieLeeJiDiGOnew
/ May 16, 2012Yaakk…! Thor’ apa ini??? Knp donghae nya meningggal???? Kasian sora nya,,,! Nyesek tau….hiks.hiks.hiks #lebayMoodOn# bgus koq thor:……..! Dtunggu ff2 yg lainnya… DAEBAK…!
jangsing
/ May 17, 2012slalu sukses mmbuatku nangis T.T
aceell
/ May 18, 2012jeongmal daebakida!!
author, kau membuatku menangis T.T
sekuel dong thor, ceritain tentang Kyuhyun-Soranya ^^
김종운♥mala♥조규현
/ May 20, 2012Yahhhhhh authorrrrr kenapa donghae d’buat mati sih?????
Sumpah thor ceritanya daebak bngt sihhhhhh
Sedih lagi smpe brlinang air mata nih bacanya
Kalo bisa buat sequel lagi ya thor,kan blum jelas tuh hubungan sora n kyuhyun gmna???? Oche d’tnggu loh
stillthirteen13
/ May 21, 2012annyeong, readers..

Aku baru selesain sequelnya nh, dan sudah aku kirim hari ini..
Kyny bakal lama nh di post’a.. Semoga readers sekalian mw nunggu ya, dan semoga bisa memuaskan kalian.. Gomawo~
*bow
Dina jewspark
/ May 22, 2012author aku serius, super duper serius, aku nangis baca ini T.T
mau dibilang lebay atau apa, nggak tau kenapa aku nangis…
jadi kebayang klo aku nggak bisa ngeliat kakak aku..
komen’na telat hehe
stillthirteen13
/ May 27, 2012thanks a lot, dear..
Mian, rep’a telat pake banget.. Hehe ^^v
Alniee
/ May 31, 2012Thor,bkn sequelnya dunkk… Aku amp ngs ne
rheny
/ June 4, 2012daebakkk thor (y)
salsaelf
/ June 8, 2012aku g tau mo ngomong apa?? but at least daebak author^^
keep writing ya
LovelyHae
/ July 6, 2012Sumpah author, FF’y sedih bgt aku sampe nangis baca’y :’(. Kenapa Donghae dibikin meninggal sih thor? Kasian Sora :’(. But overall keren thor, keren bgt :’(