Love Dust : Our First Meeting
Hongdae,South Korea.
14.00 KST
Aku menyeruput secangkir latte hangat yang baru saja disajikan oleh seorang pelayan di Mount Coffe Shop yang berada didaerah Hongdae.Toko kopi ini sering kukunjungi untuk sekedar melepas penat yang menyerangku.Aku merasakan setiap inci aroma latte yang menusuk hidungku dengan perasaan bahagia,aku suka latte bahkan orang-orang sekitarku tahu bahwa aku seorang ‘Maniak Latte’.Dengan perlahan aku menaruh kembali cangkir latte-ku diatas meja bundar berwarna coklat tua.Cangkir latte yang baru saja kutaruh diatas meja merupakan cangkir latte ke-6 hari ini.
Aku memperbaiki syal hitamku yang sedikit berantakan dan membuatku tidak nyaman.Setelah selesai dengan memperbaiki letak syal yang melingkar dileherku,aku memandangi jalanan Hongdae yang dipenuhi butiran-butiran salju dari kaca transparan besar yang tepat berada dihadapanku.Aku sengaja memilih meja yang langsung berhadapan ke jalan agar dapat mengurangi rasa bosanku saat menunggu kedua sahabatku yang tidak tepat waktu.Aku melirik arloji berwarna keemasan yang melingkar manis dipergelangan tangan kiriku dengan kesal,sudah 2 jam aku menunggu tapi batang hidung mereka belum terlihat jua.
Mereka adalah dua orang sahabatku sejak duduk dibangku SMP.Kami sangat dekat,sudah seperti keluarga.Pada dasarnya aku tidak mengerti kenapa kami bisa sangat dekat seperti sekarang,semua berjalan secara alami.Aku mengeluarkan ponsel dari saku mantel biru tuaku kemudian menekan tombol panggilan cepat 4 untuk menghubungi salah satu dari kedua sahabatku.Dari arah pintu toko,aku mendengar bunyi ‘Tiing’ yang menandakan ada orang baru masuk ke toko kopi ini,pandanganku langsung tertuju kearah pintu dan mendapati dua manusia yang tengah berjalan kearahku.Segera aku menekan reject pada ponselku.Mereka yang baru masuk adalah dua orang sahabatku.Aku yakin mereka tengah bertengkar dengan hanya melihat wajah kusut yang sedang mereka perlihatkan padaku dari jauh.
Aku menghembuskan nafas panjang untuk lebih menenangkan diriku.Sebenarnya aku ingin sekali marah pada mereka karena telah membuatku lama menunggu namun aku tidak bisa seperti itu,jika kami bertiga penuh dengan emosi maka komunikasi tidak akan berjalan dengan baik.”Apa kau sudah lama menunggu?”Tanya seorang gadis berparas manis dihadapanku sambil tersenyum lebar yang memperlihatkan deretan gigi-gigi putihnya yang terawat,Ahn Chaerim.Aku memajukan bibirku beberapa senti dan itu membuatnya tertawa.
“Tentu saja!Aku sudah lama menunggu.Hey…2 jam,kau tahu?”aku mendengus kesal setelah mengeluarkan unek-unekku yang tertahan sedari tadi pada Chaerim namun dia hanya tersenyum kemudian duduk disofa yang berada disebelah kananku.
“Maaf…ada beberapa masalah tadi yang harus segera diselesaikan.Yah..aku tahu kau kesal tapi kami sudah disini,ya ‘kan?”
“Ini bukan yang pertama kalinya Ahn Chaerim,kalian berdua memang selalu tidak tepat waktu dalam hal apapun.Aku bosan menunggu kalian tapi ya sudahlah,lupakan saja!”aku mengibaskan tangan kananku tidak peduli.
“Sebenarnya aku bisa datang tepat waktu dan membuatmu tidak menunggu tapi ini semua…”Chaerim terlihat menghembuskan nafas panjang sambil memandang seorang pria berperawakan tinggi dan memiliki kulit putih pucat dengan garang kemudian menunjuk lelaki itu dengan tatapan intens.”Dia..Cho Kyuhyun!!Dia yang salah karena sangat lambat dalam segala hal ditambah dia itu pelupa,sudah seperti kakek yang berusia 70 tahun.Kakekku saja tidak seperti dirinya itu,menyebalkan..”Chaerim melipat kedua tangannya didepan dada dan mengalihkan pandangannya pada jalanan yang terhalang kaca transparan milik toko kopi ini.
“Hey…hey…hey…Seenaknya saja menyalahkanku!”pria yang ditunjuk Chaerim tidak terima dipersalahkan begitu saja oleh nona Ahn itu,Cho Kyuhyun.”Bukannya kau yang salah karena menghilangkan kunci mobilku tadi,huh?”geram Kyuhyun kemudian berjalan kehadapan Chaerim.”Aku menaruh kunci mobilku diatas meja yang berada diruang keluargamu kemudian pergi menuju kamar mandi,kau tahu itukan nona Ahn?”Chaerim memajukan bibirnya beberapa senti dengan tatapan ‘Seenaknya saja kau,Evil Cho’.”Kau bisa jelaskan padaku dan Hyowon,kenapa kunci mobilku bisa berpindah ke dalam lemari pendingin yang berada didapurmu?”
Chaerim menyampirkan poninya yang cukup panjang kebelakang telinga kanannya kemudian merapikan pakaian yang dikenakannya,aku dan Kyuhyun terus memandangnya,menunggu jawaban dan pembelaan dari Chaerim.”Mungkin kunci mobilmu punya kaki…”aku hanya dapat menggelengkan kepalaku dengan ekspresi ‘dasar pembohong’ namun Chaerim balas melotot padaku.Aku beralih pada Kyuhyun yang berdiri sambil menatap Chaerim datar, perlahan aku seperti melihat tanduk kecil berwarna merah keluar dari kepala Kyuhyun,oh well,ini hanya perumpamaanku saja,sebentar lagi Kyuhyun akan ‘meledak’.
”Kau ini bisa tidak dewasa sedikit?Dari kita bertemu saat SMP,kau tak pernah berubah.Selalu saja bertingkah seperti anak kecil yang menyusahkan hidupku dan Hyowon…”aku membesarkan sepasang mataku sambil memandang tak percaya pada Kyuhyun,bagaimana mungkin dia membawa namaku?Aish…He is the real evil now.
“Huh?Kenapa namaku dibawa-bawa?”tanyaku pada Kyuhyun ,dia meletakkan telunjuk kanannya didepan bibir,menyuruhku untuk tidak menginterupsi,aku menghela nafas sambil pandanganku mengitari toko kopi ini.Pengunjungnya tidak terlalu ramai dan dapat kuhitung dengan jari,wajar saja hal itu terjadi karena sekarang bukan hari libur ataupun akhir pekan,paling tidak suasana menjadi tenang kalau tidak saat duduk menghabiskan 1 cangkir kopi saja maksimal 20 menit karena masih panjang antrian yang menunggu,Coffe Shop ini cukup terkenal dikalangan anak muda.
“Begitukah?Sungguh aku menyusahkan kalian berdua?”balas Chaerim dengan raut wajah yang tenang,aku memandangnya lekat-lekat.Aku tahu siapa Ahn Chaerim itu,kami bertiga sudah bersama sejak SMP sampai kuliah sekarang,hampir 9 tahun dan itu bukanlah waktu yang singkat,aku mengenalnya dengan sangat baik,apapun mengenai dirinya.Meskipun dia bersikap tenang tapi sebenarnya hati dan pikirannya berkecamuk.
“Tentu saja,sangat menyusahkan.Oleh karena itu,ubahlah perilakumu!Jangan bertingkah seperti putri manja lagi,mengerti?”bentak Kyuhyun sambil menggebrak meja,aku menyentuh dadaku dengan cepat,tak percaya Kyuhyun akan melakukan itu.Chaerim tersenyum kecil,matanya terlihat berbinar kemudian dia berdiri.Chaerim menatap mata Kyuhyun selama beberapa detik.”Kau ke..ke..napa?”Tanya Kyuhyun terbata-bata.Dia mungkin heran kenapa Chaerim tidak marah atau mengeluarakan omelan panjang sepanjang sungai nil miliknya.
Chaerim bangkit dari sofa yang didudukinya kemudian berdiri,berhadapan dengan Kyuhyun.Kyuhyun menghembuskan nafas pendek sambil melipat kedua tangannya didepan dada.Chaerim menyeringai dan itu terlihat sangat mengerikan,aku hanya dapat menelan ludah dengan susah payah dan aku yakin Kyuhyun dalam keadaan yang jauh lebih buruk dari padaku.”Yaak…kaulah yang seharusnya merubah perilakumu itu,kau tahu kalau kau itu bukanlah orang yang peka dengan lingkungan sekitar,kau itu egois,pemarah,tidak konsisten dan yang paling utama kau itu mesum!Cih…sadar diri sedikitlah.Jangan hanya mengkritik orang lain tapi perbaiki dulu dirimu.Dasar mulut wanita,ember,huh?”Omelan sungai nil itupun muncul.Chaerim memeletkan lidahnya dihadapan Kyuhyun dengan penuh kemenangan.
Asap mengepul diatas kepala Kyuhyun,dia memelototkan kedua matanya kearah Chaerim dengan garang. “A..aa..pa kau bilang?Me..mesum?Ember?”Kyuhyun berteriak histeris sambil menjambak rambutnya frustasi.Dia tersenyum kesal kemudian mencengkram lengan kiri Chaerim sedikit kuat,Chaerim meringis kesakitan.”Beraninya kau Ahn Chaerim!”teriak Kyuhyun lagi dengan nada jauh lebih tinggi dari sebelumnya.
Aku menghela nafas,aku bahkan sudah tidak tahu sudah berapa kali aku menghela nafas karena dua sahabat autisku ini.”Bukankah kau yang ember,suka bergosip sana-sini tanpa mengenal lelah.Lihat bibirmu yang semakin tebal dari hari ke hari karena dosa yang semakin bertambah oleh ‘dunia pergosipanmu’…Ah ya,bukankah kau juga suka melihat video-video…eum..ya yang begitulah.Kau jauh lebih mesum dari padaku,mengerti tidak?”
Chaerim memutar kedua bola matanya mencari cara agar Evil Cho dihadapannya itu bertekuk lutut,aku tahu itu.”Aku tidak terima disamakan dengan ember.Aku ini cantik dan terpandang.Apa hakmu menghakimiku dengan mengatakan dosaku bertambah,apa kau pikir kau Tuhan,huh?Dan ingat kau tidak punya hak menghina teman-temanku…”Chaerim menunjuk Kyuhyun dengan jari telunjuk kanannya dengan amarah yang sudah membuncah.
“Kau pikir aku peduli,heh?Terserahmu sajalah..”Kyuhyun mengangkat kedua bahunya ringan dan tidak mau ambil pusing dengan amarah Cherim,dia juga sedang penuh emosi.Aku harus menengahi adu mulut mereka kalau tidak rencana untuk bercengkrama bersama bisa berubah menjadi bercakar-cakaran bersama.”Aish…kalian ini seperti anak kecil saja,masalah kunci mobil itu hal sepele kenapa menjadi buruk seperti ini dan melebar seperti lapangan sepak bola.Ingat kalian itu sudah tua..”aku melihat kedua sahabatku itu melotot kepadaku karena aku menyebut mereka ‘tua’.
”Oh come on.That’s fact,you’re getting older guys..Kita ini sahabat baik seharusnya akur jadi kumohon hentikan pertengkarannya.Aku lelah menunggu kalian selama 2 jam dan ditambah dengan adu mulut kalian,aku benar-benar marah dan muak.” pekikku kesal dan tak terkendali.”Sekarang duduklah disofa kalian masing-masing!” perintahku nyaring.Aku melihat Kyuhyun dan Chaerim menundukkan kepalanya dengan lemah,merasa menyesal heh?.Mereka kemudian duduk,Kyuhyun disofa yang berada disisi kiriku sedangkan Chaerim dikananku,aku yang berada ditengah.
”Maafkan kami Hyowon.We were playing around,right Chaerim?”Kyuhyun menaikkan alisnya dihadapan Chaerim dengan seringaian evil miliknya,Chaerim hanya mengangguk pasrah.Aku menggembungkan pipiku lemah.”Terus saja berbohong begitu,kalian pikir aku ini anak kecil yang bisa dengan mudahnya menerima apapun perkataan orang lain.Ku mohon ubahlah perilaku emosian kalian itu,kalian sudah dewasa,sudah pantas untuk membina rumah tangga juga.”
“Jadi kau merasa bahwa kau sudah bersikap dewasa begitu?Cih..kau saja setiap tidur malam harus ditemani oleh ibumu,belum lagi kau suka memakai pakaian dalam berwarna pink yang bergambar kartun kesukaanmu,Hello Kitty,kita itu sama saja Hyowon sayang,belum dewasa.Kita ini masih seperti anak kecil yang suka bermain sana-sini semaunya dan melakukan apapun yang disenanginya,tak ada yang bisa melarang termasuk kedua orang tua.”mulut pedas nona Ahn itu benar-benar sesuatu,bagaimana bisa dia menyerangku balik dan membocorkan aibku,ya Tuhan.
Aku melihat Kyuhyun yang terkekeh geli sambil memegang perutnya dengan senang.”Yaak..Chaerim,kau cari mati,huh?”teriakku tidak terima dengan semua perkataan Chaerim,dia hanya mengangkat bahunya sambil tersenyum mengejek.
Aku mengambil cangkir latte yang ada dihadapanku dengan tergesa kemudian meminum sisa latte yang ada didalamnya.Perlahan cangkir latte itu kutaruh kembali ke tempatnya semula,diatas meja.Aku menaruh tangan kananku didepan dada sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya,dadaku terasa sangat sesak dan sulit untuk bernafas.”Kau baik-baik saja?”tanya Kyuhyun dengan ekspresi khawatir,Chaerim mengenggam pergelangan tangan kiriku dengan tatapan lembut namun penuh kekhawatiran juga,aku tersenyum kearah kedua sahabatku.
”Aku baik-baik saja..”jawabku namun mereka merasa tidak puas dengan jawabanku.”Aku memang sering begini jika aku sedang dalam keadaan tidak baik atau berada pada situasi yang kurang nyaman.Paru-paruku terasa sesak,kalian tahu itu.Aku baik-baik saja,sungguh..”
“Baiklah kalau begitu..”ucap mereka bersamaan,aku tersenyum mendengarnya.”Sebaiknya kita hentikan saja perdebatan yang tidak penting ini.”cetus Kyuhyun dan diikuti oleh anggukan kepalaku dan Chaerim.”Ya,aku lelah..”lanjutku dengan perasaan senang.
”Jangan pernah diulangi lagi hal seperti tadi dan aku harap itu yang terakhir.Oh..ya aku juga ingin mengatakan..ehem..jika kalian saling menyukai janganlah bertengkar terus,itu tidak baik.Jangan mencari kesalahan dan kemudian menyalahkan,lihat diri masing-masing dahulu atau kalian bertengkar hanya untuk mendapatkan perhatian satu dengan yang lain,eong?”aku tersenyum puas saat melihat ekspresi wajah mereka berdua sekarang.
”Cepat nyatakan perasaan kalian masing-masing,itu akan lebih baik.Sebagai pria,kau..Kyuhyun sebaiknya memulai terlebih dahulu atau juga bisa kau..Chaerim yang menyatakan dahulu,sekarang sudah jaman modern dan emansipasi wanita.Kalian tinggal pilih saja!”aku menahan tawaku yang sudah akan meledak jika tidak kutahan dengan sekuat tenaga.
Yah..aku sangat senang saat menggoda mereka,ekspresi wajah mereka terlihat menggemaskan.Kyuhyun dan Chaerim memandangku tidak percaya,Chaerim menepuk-nepuk kedua pipinya pelan sementara Kyuhyun menjambak lemah rambut kecoklatannya.”Bagaimana mungkin kau berkata seperti itu nona Shin?Aku tidak mungkin menyukai wanita galak dan mengerikan seperti dia,Ya Tuhan!”Kyuhyun menjatuhkan kepalanya keatas meja dengan pasrah kemudian mengetuk-ngetukkannya,frustasi heh?Hahaha…aku suka.
“Aku juga tidak suka dengan pria tidak sopan dan pemarah sepertimu,kau tahu tidak?”teriak Chaerim tidak terima,aku rasa teriakannya mencapai 4 oktaf,hiiii…
”Apa katamu?Keterlaluan sekali kau,Ahn Chaerim!”Kyuhyun dengan cepat bangkit dari sofa yang didudukinya kemudian berkacak pinggang dengan ekspresi tidak senang dihadapan Chaerim.Chaerimpun tidak mau kalah,dia juga berdiri sambil mengepalkan kedua tangannya didepan dada dengan ekspresi ehm..’ingin memakan Kyuhyun’.Aku menjadi menyesal karena menyulut pertengkaran yang sudah terhenti tadi.Chaerim gencar memeletkan lidahnya pada Kyuhyun,akupun menghembuskan nafas panjang dengan perlahan.
”Oh ya,kau itu juga manja sebenarnya.Kau itu pantasnya masuk ke taman kanak-kanak lagi,hahaha…”tawa puas Chaerim membahana disekitarku dan Kyuhyun.
“Yaak…”teriak Kyuhyun kemudian berdiri dengan gaya menantang dihadapan Chaerim.Cibiran meremehkan keluar dari mulut Chaerim,diapun mengikuti tindakan Kyuhyun.Mereka saling berhadapan pada posisi berdiri.Melotot seperti manusia kerasukan makhluk dari dunia lain,itulah yang mereka lakukan sekarang.
”Apa yang kalian lakukan?”teriakku khawatir.Bagaimana tidak khawatir,mereka pasti akan melakukan tindakan anarkis sebentar lagi dan aku tak bisa mencegaahnya,bisa-bisa aku yang jadi korban dengan banyak tanda biru disekujur tubuhku.Tidakkah ini berlebihan,hehehe…
Chaerim mencondongkan tubuhnya dan membuat jarak antara dia dan Kyuhyun mendekat,dia kembali memutar kedua bola mata coklat gelap miliknya dengan perlahan,berpikir.Sementara tuan muda Cho itu melipat kedua tangannya didepan dada,menunggu reaksi Chaerim.Kedua tangan Chaerim terangkat keudara,seriangaian mengerikan miliknya terlihat lagi.
”Kyaaa….”Oh Tuhan,kedua tangan yang lembut permukaannya itu menyambar kepala seorang pria dengan ganas,aku terkejut,sungguh.Chaerim menjambak rambut Kyuhyun tanpa ampun,dia menariknya kekiri-kanan,sesekali meremasnya.Kyuhyunpun tak tinggal diam,dia juga melakukan hal yang sama seperti apa yang Chaerim lakukan dan tentu saja pada Chaerim,tidak mungkin padaku,huft..
“Beraninya kau Ember Ahn,Gosip Ahn dan errr..mesum..!”teriak Kyuhyun disela kegiatan ‘kurang manusiawi’ mereka.
Aku mengedarkan pandanganku dan yup seluruh pengunjung Coffe Shop ini melihat kearah meja kami,tontonan yang menarik dan err.. memalukan.Ada yang tertawa,bisik-bisik sampai ada juga yang geleng kepala,merasa takjub,heh?”Matilah kau..”Chaerim semakin kuat menjambak rambut Kyuhyun dan Kyuhyunpun tidak mau kalah.Jenis kelamin bukan masalah bagi mereka kalau mereka sedang bertengkar.Aku benar-benar malu,mereka sungguh kekanak-kanakan.
Prang….
Kya…cangkir latteku dibuang begitu saja oleh Chaerim dengan sembarang..
Praang..
Oh!Tuhan piring Strawberry Cake-ku juga dibuang tapi kali ini oleh Kyuhyun.Aku memijit-mijit dahiku dengan frustasi dan menjatuhkan kepala ku mencium meja.
Tap…tap…tap…
Suara langkahan kaki yang mendekat kearah meja kami.”Bisa dijelaskan apa yang terjadi sekarang?Saya tidak ingin pelanggan Coffe Shop disini takut dan kemudian tidak berkunjung lagi.”aku mendengar suara berat seorang pria menginterupsi suara teriakan dari kedua makhluk autis yang sedang bertengkar itu dari arah kiri tubuhku.
Aku mendongakkan kepalaku dengan lemah kemudian mengalihkan pandanganku keasal suara itu.Pria dengan setelan jas rapi berwarna hitam,wajah manis dengan postur tubuh rata-rata pria Korea pada umumnya dan mata sipit yang tajam itu memandang kesal dan marah kearah kedua makhluk autis itu.Kim Jongwoon nama pria itu,ada di nametag yang tersemat didada kanannya,manajer Coffe Shop ini.
”BUKAN URUSANMU…”teriak Kyuhyun dan Chaerim bersamaan,sang manajer hanya dapat tercengang,mulutnya bergerak mengucapkan kata-kata yang tidak jelas.Manajer itu menutup kedua matanya sesaat dan tiba-tiba kedua mata itu terbuka lebar,seperti ada kobaran api yang besar didalamnya.”KALIAN KELUAR!”teriak sang manajer kuat.
Aku harus menghentikan kejadian ini segera,bisa-bisa aku masuk daftar hitam dan tidak dapat menikmati secangkir latte atau bahkan lebih di Coffe Shop ini yang menjadi kesukaanku.Aku menarik ujung pakaian Chaerim dan Kyuhyun dengan pandangan memohon.”Berhentilah!Aku tidak mau lagi bertemu dengan kalian jika seperti ini terus.”aku mengeluarkan suara yang dari tadi tertahan dikerongkonganku,kedua sahabatku itu terdiam kemudian menjatuhkan tubuh mereka disofa masing-masing dengan keadaan berantakan.Jujur,perasaanku campur aduk saat melihat mereka,antara kesal dan ingin tertawa keras.Ini pemandangan langka,rambut mereka acak-acakan seperti orang gila.
Aku mengalihkan pandanganku ke manajer Coffe Shop ini kemudian tersenyum dengan manis.”Mohon maaf atas ketidak nyamanannya.Ini diluar dugaan,saya akan membayar uang ganti rugi.”ucapku dengan lembut dan perlahan.
Manajer itu tersenyum yang membuat kedua matanya menghilang,menggemaskan.”Ah..baiklah kalau begitu.Saya harap tidak terulang kembali,terima kasih.”dia tersenyum kemudian membungkukkan tubuhnya,akupun membungkukkan tubuhku.”Ya,saya jamin itu tidak terulang kem…bali.”aku juga ragu dan tidak bisa menjamin mengingat kedua sahabatku yang masih’bocah’.Senyum itu tidak pernah hilang menghiasi bibir pria manis itu.
”Apa ada yang aneh diwajah saya sehingga anda terus tersenyum begitu?”tanyaku penasaran,pria itu menggeleng dengan cepat.”Tidak ada yang aneh..hanya emm..”dia terlihat menggaruk kepala bagian belakangnya dengan cengiran malu.”Anda sangat cantik..”lanjutnya dengan senyum yang semakin lebar,ups..apa wajahku memerah?hahaha..
”Terima kasih atas pujiannya.”balasku kemudian memberikan senyuman termanis milikku.Dia pergi,semudah itukah menyelesaikannya?Terlalu.Aku kembali pada kedua sahabatku yang memandangku dengan tatapan datar.Mereka tengah memperbaiki penampilan.
“Jatuh cinta,heh?”tanya Kyuhyun dengan tidak senang,aku mengangkat bahuku ringan sambil tersenyum.”Untung saja kita tidak jadi diusir.Kalian jangan mengulah lagi.”ucapku dengan santai.
”Cih.. pria itu sudah terpikat olehmu,aish..kami bersyukur karena wajah cantik yang bisa memikat para pria hanya dengan sekali lihat sehingga kami terhindar dari masalah.”Chaerim menatapku dengan kesal sambil memajukan bibirnya,aku tertawa keras.”Sudahlah,kalian pasti lelah dan belum memesan apapun.Pesanlah!Pasti lelah setelah ‘perang’.”aku terkekeh geli,mereka hanya diam,merenungi tingkah merakakah?
“Kau yang bayar?”Kyuhyun bertanya dengan antusias,aku mengangguk,sekali-sekali mentraktir mereka tidak akan membuatku jatuh miskin bukan?”Baiklah,pesan apa yang kalian inginkan.”Mereka memesan ini dan itu,aku menggeleng tidak percaya,seperti manusia yang tidak makan 1 tahun penuh,eh.
”Sejak kapan kalian suka mocca?”tanyaku,mereka saling pandang.”Ah itu sejak beberapa bulan lalu.”jawab Kyuhyun diikuti anggukan Chaerim.”Aku juga begitu.”Kyuhyun mendelik pada Chaerim tapi Chaerim tidak menggubrisnya.Ada yang mencurigakan diantara mereka,ah lupakan saja.
Pesananpun tiba diatas meja.Keheningan menyeliputi kami yang terdengar suara hembusan nafas dan suara seruputan dari cangkir minuman masing-masing.”Ehm..”Kyuhyun berdehem,aku dan Chaerim mengalihkan pandangan kami pada Kyuhyun.Dia menunjukan cengiran tanpa dosa yang sudah mengganggu ketenangan kami.”Ada apa Kyuhyun?Kau mau pesan lagi?”tanyaku bingung dengan dirinya yang sudah senyum-senyum tidak jelas.
”Dasar gila!”gumam Chaerim pelan namun masih dapat didengar jelas.Kyuhyun tetap saja senyum-senyum,biasanya dia akan langsung marah jika dikatai begitu.”Ah tidak ini sudah cukup.”balas Kyuhyun dengan senang.”Begini Hyowon sayang,aku hanya ingin bermain-main saja.Aku masih memiliki satu permintaan lagi padamu bukan?”
fuss..angin dingin menerpa tengkukku,pertanda burukkah?Aku mengangguk dengan pasti.Kyuhyun dan Chaerim memiliki dua permintaan tapi permintaan Chaerim sudah terkabul semua.Pertama,nona Ahn itu meminta tiket perjalanan selama dua minggu ke Afrika dan tentu saja aku harus mengabulkannya,sudah janji.Ayahku mengomel tidak jelas karena melihat tabunganku yang berkurang drastis.Kedua,nona Ahn itu memintaku untuk membelikannya seekor anak anjing poodle,aku mengabulkannya lagi tapi itu masih wajar daripada Kyuhyun yang memintaku untuk mencium bibirnya didepan orang banyak,hey..tentu saja aku menolak.
Tapi tetap saja aku harus menciumnya meskipun dipipi.Dia,Evil Cho tersenyum puas dan senang dan sekarang tinggal satu permintaan lagi.Hal ini terjadi karena aku kalah dalam perlombaan memakan udon diawal musim dingin ini dari mereka berdua.Perlombaan selalu kami lakukan setiap awal musim datang tentunya dengan perlombaan yang berbeda-beda dan sudah berlangsung sejak kami menjadi sahabat,sembilan tahun lalu.Pemenang berhak untuk meminta apa saja selama itu masih rasional pada yang kalah tapi terkadang diluar akal sehat juga,huft..
“Apa permintaanmu?Mobil sport terbaru atau rumah mewah di Beverly Hills?”tanyaku tidak antusias,Kyuhyun menggeleng cepat.”Tentu saja bukan itu,aku kasihan padamu jika harus meminta benda-benda itu.Tapi ini sesuatu yang harus kau lakukan langsung,yah..seperti live show.Kami -pengunjung Coffe Shop- yang akan menjadi penontonnya.Unik bukan?Sesuatu yang baru.”Aku tersenyum kecut,perasaan tidak enak mulai menjalar disekujur tubuhku,apa rencana sahabat anehku yang satu ini.
”Jangan menyuruh Hyowon melakukan hal ‘gila’ tapi sebaiknya ‘sangat gila’,hahaha..”Chaerim memberikan saran pada Kyuhyun dengan tertawa puas kemudian kembali pada hidangan yang ada dihadapannya.Aku mendengus sebal pada Chaerim,dia tidak membantu sama sekali.Kyuhyun diam sambil kedua bola matanya bergerak mengitari seluruh sudut Coffe Shop ini,aku melipat kedua tanganku didepan dada,pasrah.”Hahaha…ini dia waktunya.”Kyuhyun tertawa dengan kencang,aku bergidik ngeri.
”Hey..Hyowon,lihat pria itu!”perintahnya padaku,akupun mengikuti arah telunjuk Kyuhyun yang sedang menunjuk sesuatu.Pria tampan dengan mantel coklat tua,rambut hitam legam yang rapi dan senyum yang manis,figur sempurna.Aku mengerjap-ngerjapkan kedua mataku yang tidak percaya pada pemandangan yang ada didepanku.Kyuhyun menjentikkan jarinya didepan wajahku.”Terpukau,heh?Kagum?Aku tidak salah pilih Shin Hyowon,aku tidak akan membuatmu menyesal ataupun malu”
“Langsung saja ke intinya,aku sudah mulai kesal dengan tingkah anehmu!”titahku dengan mencengkram kerah kemeja putih Kyuhyun.Kyuhyun tersenyum dengan jahilnya sambil menuntun lembut tanganku agar lepas dari kerah kemejanya.”Wowowo..oke.Aku ingin kau melamar pria itu?”Apa?melamar?Aku melotot kearah Kyuhyun dengan ganas,dia hanya menampilkan cengiran ‘polos’ miliknya.
”Kenapa?Kaget?Hahaha..kau tinggal menghampirinya kemudian ucapkan ‘Pria tampan yang baik hati,menikahlah denganku!Kita akan hidup bahagia selamanya sampai maut memisahkan..’.Setelah itu kau juga bisa mengerlingkan mata menggoda atau menggerakkan bibirmu seksi.Whatever..”setiap kata yang keluar dari mulut Kyuhyun terasa lancar,seenaknya saja pria autis ini.
Apa dia pikir aku wanita murahan yang mengobral ‘cinta’ kepada pria manapun yang kutemui.Aku masih diam tidak merespon.”Ini lebih dari gila Kyuhyun..kau hebat!”kyuhyun menepuk dadanya bangganya,ucapan Chaerim barusan sungguh membuatnya senang ternyata.”Tentu saja,aku ini jenius!”mereka berdua ber high-five dengan senangnya diatas penderitaanku.
“Aku tidak mau,aku masih punya malu tidak seperti kalian.”ucapku sambil meremas tangan kanan Kyuhyun dan menatapnya tajam.Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada wajahku,5 cm jarak yang sangat dekat ketika harus menatapnya.”Kau harus melakukannya,kita sudah janji.Tak ada yang boleh melanggar.Oh ya boleh saja jika kau tidak mau tapi gantinya..”aku merasakan permukaan bibirku disentuh oleh sebuah benda,tepatnya telunjuk Kyuhyun.”Bibir merah yang manis ini..perbolehkan aku menciumnya!”Kyuhyun menjauhkan telunjuknya kemudian menjilat telunjuk yang tadi ada dibirku dengan tatapan seduktif.Aku mendorong tubuhnya agar menjauh dariku.
”Gila!”pekkiku marah,bagaimana mungkin dia meminta permintaan itu lagi?Kyuhyun tertawa kuat sambil memegang perutnya sementara Chaerim hanya terdiam memandang kami berdua.”Aku bercanda.Lupakan saja!Masalah pria tadi kau harus tetap melakukannya,tidak ada penolakan.”aku menggeleng kuat,tak mau.
”Huft..kau ingat bagaimana awal musim gugur tahun ini,beberapa bulan lalu.Kau memintaku berpakaian wanita seksi dengan rok mini ,stocking merah jaring-jaring dan juga dengan kemeja transparan putih,lebih parahnya lagi kau menyuruhku juga memakai bra,jauh lebih parahnya lagi kau menyumpalnya dengan kaus kaki Jaewon –adik laki-lakiku- yang sudah bau sekali.Kau menyuruhku untuk berdiri ditengah jalanan Seoul,tepat waktu seluruh penduduk Seoul pulang dari aktifitas mereka masing-masing,kau juga memintaku mengangkat banner ‘Kiss Me,Please!Aku seksikan?’ kemudian meliuk-liukkan tubuhku.”Kyuhyun menghembuskan nafas sambil mengacak rambut coklatnya.
“Aku malu,sangat malu.Kedua orang tuaku marah besar melihat anak laki-laki tunggalnya melakukan hal yang tidak terpuji dan memalukan.Bagaimanapun juga ayahku punya jabatan penting dinegara ini.Apa aku marah?Menolak?Tidak!Jadi kau juga tidak boleh menolak,ini jauh lebih baik dibandingkan denganku.”lanjutnya.
Aku menelan ludah susah payah,sekelebat kenangan lucu itu melintas dikepalaku.Kyuhyun sangat lucu saat itu tapi aku tidak tahu mengapa aku menyuruhnya untuk melakukan hal bodoh itu.Kalau diingat lagi,aku menjadi menyesal.Aku memandanganya dengan sendu kemudian menganggukkan kepalaku.”Baiklah,aku mau.”kataku dengan senyuman manis sambil menggenggam kedua tangan Kyuhyun,diapun tersenyum.
”Ini hanya permainan saja,tidak serius.Setelah itu kau kembali kesini.”Kyuhyun menyentuh puncak kepalaku dengan senang.Aku suka setiap dia menyentuh kepalaku dengan lembut seperti sekarang,aku lagi-lagi hanya tersenyum.
“So sweet.Evil Cho,aku juga mau disentuh kepalaku seperti Hyowon..”rengek Chaerim,Kyuhyun meletakkan tangannya dipuncak kepala Chaerim,ah mereka sangat serasi.”Sekalian menciummu boleh tidak?”tanya Kyuhyun sambil memajukan bibirnya.”Kau mau mati?”teriak Chaerim galak sambil menjewer telinga Kyuhyun,pria itu meringis kesakitan,haha.
”Lakukan sekarang saja,jangan ditunda.Aku takut pria tampan itu pergi dari Coffe Shop ini,kalau itu terjadi kau melakuaknnya pada kakek tua bersweater merah itu saja.”aku memandang kakek yang dimaksud Kyuhyun dengan datar.Lebih baik melakukannya pada pria itu saja dari pada si kakek,bisa-bisa aku dihajar istrinya.
“Aku mau melakukannya tapi ada yang aku khawatirkan…”
“Apa?Katakan saja!”respon Kyuhyun dengan memandangku,manis.Bisa-bisa aku jatuh cinta pada sahabatku ini,aish..tidak boleh,kami sudah seperti keluarga,itu dilarang.
”Bagaimana kalau dia menganggap serius dan menerimaku?Aku masih 22 tahun,belum ada kepikiran membina rumah tangga.Aku juga cantik,berbakat,cerdas dan baik hati,aku juga rajin menabung,pastinya aku ini seorang mahasiswi dari Universitas Nasional Seoul,hargaku juga sangat tinggi tak sembarang orang bisa menjadi pendamping hidupku.Eum..lagipula orang tuaku pasti terkejut mendengar aku akan menikah dalam waktu dekat.Masa depanku bisa hancur…”Kyuhyun terkekeh geli mendengar paparanku,dia geleng-geleng dengan tertawa kuat.
”Aku setuju dengan Hyowon,apa yang akan kau lakukan Kyuhyun?”Chaerim akhirnya setuju dengan perkataanku setelah ada dipihak Kyuhyun sebelumnya,aku memeluknya erat.
“Look,this is just a game girls.Aku yakin dia tidak akan menerimamu,bagaimana bisa?Aku yakin diluar sana masih banyak wanita yang mengejarnya dan jauh lebih baik darimu,tenang saja!Kau ini ternyata sangat narsis sampai harus mengatakan dengan rinci siapa kau itu,Shin Hyowon,hish..Lagipula jika dia menerimamu,kau tidak akan rugi.Dia tampan dan sepertinya berduit.Tak akan rugi pokoknya,dijamin mutlak!”
“Dari mana kau tahu?Bisa-bisa saja dia saeorang mafia atau apapun itu yang berhubungan dengan kejahatan,kau bisa menjamin keselamatan Hyowon?”mataku berbinar memandang Chaerim dan semakin mengeratkan pelukanku.Kyuhyun berdecak kesal.
”Berlebihan sekali kau,Ahn Chaerim.Positive Thingking,please!Kapan kau majunya jika berpikiran negatif terus,huh?Aku juga tidak tahu siapa dia tapi setidaknya err..berpikiran positifkan tidak salah.Setelah permainan berakhir,semua akan berakhir juga.”Chaerim memeletkan lidahnya pada Kyuhyun,jitakan ringan mendarat dikepala Chaerim,tentu saja Cho Kyuhyun yang melakukannya.”Berani sekali kau?”Chaerim mendengus sebal sambil mengusap bekas jitakan Kyuhyun,sementara Kyuhyun yang memeletkan lidah.
“Hey..Shin Hyowon,kau mau tidak?Kalau tidak,pilihan lain yaitu menciumku..disini.”Kyuhyun menunjuk bibirnya dengan telunjuk kanannya,antusias.”Mesum..”gumamku pelan namun Kyuhyun melotot.”Aku mendengarnya Hyowon sayang,aku tidak mesum.Aku ini pria normal.”aku menghembuskan nafas panjang untuk menghilangkan rasa gugup juga takutku.”Ayo cepat lakukan,aku lelah menunggu..”
“Hyowonnie,semangat ya.Ini hanya sebentar.Jangan sedih,aku mendukungmu.”Chaerim berbisik ditelingaku dengan lembut,akupun mengangguk.
”Haish..kalian ini bertingkah bahwa sesuatu yang akan dilakukan Hyowon itu mengerikan,ini hal yang biasa.Sesuatu yang WOW itu jika aku menyuruhnya untuk masuk kedalam kolam piranha..”aku dan Chaerim melotot tajam kearah Kyuhyun namun dia mengibas-ngibaskan tangan tak peduli.
”Aku akan balas dendam.”peringatku pada Kyuhyun,dia mencibir.
”Kau pasti akan kalah lagi,aku jamin.Yah setidaknya kau harus berlatih untuk memasuki perlombaan musim semi agar menang tapi itu juga tidak menjadi jaminan,hahaha..”aku selalu berpikir kenapa aku bisa bersahabat pada pria ini,Cho Kyuhyun.Selalu saja ada hal yang membuatku kesal dan marah,aku bisa tua sebelum waktunya,keriput bermunculan disetiap inci kulitku dan itu mengerikan tapi tak jarang dia juga membuatku senang dan bersikap jauh lebih dewasa dari padaku,persahabatan yang kompleks.
“Terserahmu..ish..”aku kemudian bangkit dari sofa yang kududuki.Aku merapikan penampilanku dengan perlahan kemudian menghembuskan nafas yang sangat panjang,aku mengulangi hal itu sampai 5 kali.
Aku memandang Chaerim,dia tersenyum manis padaku sementara Kyuhyun menyeringai dengan sangat mengerikan kemudian dia berdiri sambil berkacak pinggang dihadapanku.”Yaak..kenapa lama,ayo cepat.!Let’s go Shin Hyowon..pung ..pung!”Kyuhyun berteriak gemas.”Iya,ini mau dilakukan.Sabar sedikit,aku ini sedang persiapan.”
“Aku tidak peduli.Aku mau sekarang,cepat!”Evil Cho itu akan mendapatkan hukumannya,lihat saja.Aku harus menang pada perlombaan musim semi kali ini.
Kulangkahkan kedua kakiku menuju ketempat pria itu yang terletak disudut belakang Coffe Shop ini dengan gugup dan sesekali aku menoleh kebelakang.Kyuhyun medelik tajam,aku hanya dapat memajukan bibirku dengan lemah.Aku terus berjalan dan tanpa kusadari aku sudah sampai di depan meja pria itu,aku langsung berhadapan dengannya yang mungkin hanya berjarak 1,5 meter.Pria itu sedang menyeruput secangkir kopi hitam miliknya dengan tenang,sungguh berkelas dan berkharisma.Apa yang harus kulakukan sekarang?Pria itu menaruh kembali cangkirnya keatas meja dengan perlahan.
”Ehm…”aku berdehem pelan untuk menarik perhatiannya,tidak lama kemudian dia melihatku dan tersenyum manis,lesung pipi itu menambah manis senyumnya.Aku menarik-narik ujung bajuku dengan tempo yang tak terkendali,keringat mengucur dari dahiku dengan segera aku mengelapnya dan jantungku ini kenapa berdetak sangat kencang.
”Ada yang bisa dibantu?”ucap pria itu ramah,suaranya sungguh seksi.Aku menelan ludahku dengan sulit.
Aku terus diam,tidak tahu kenapa lidahku ini terasa kelu hanya untuk mengucapkan satu patah kata.Pandangan mataku terus menatap intens manusia ciptaan Tuhan yang indah dan sayang untuk dilewatkan.”Ada yang bisa saya bantu?”tanyanya lagi.Dia mengernyit,bingung?Tentu saja apalagi melihat tingkah tidak jelasku.
Aku tersenyum kaku.”Ehm..ada yang ingin saya sampaikan?”ucapku akhirnya.Perasaan lega menyelimuti diriku,paling tidak aku sudah bisa mengendalikan diriku.”Katakan,saya dengan senang hati akan mendengar!”senyum tidak pernah hilang dari wajah tampan pria itu.
”Err…apa anda pernah bertemu dengan wanita nekat yang mengjak menikah,err..melamar anda?”Yup,pertanyaan bodoh yang kulontarkan sukses membuatku merutuki diriku sendiri.
“Banyak yang melakukannya,mereka melihatku sosok yang sempurna.Rupa,uang,kedudukan semua ada padaku,tak ada wanita yang menolak pesonaku termasuk kau nona manis,benar?Tapi aku menolak mereka semua.”
Apa?Aku menundukkan kepalaku,bagaimana mungkin dia tahu tentang aku yang mulai tertarik padanya dan dia itu lumayan narsis tapi apa yang dia ucapkan mungkin memang benar,aku percaya.Aku kembali mengangkat kepalaku dan tersenyum,lebih baik aku tak usah menjawab pertanyaan yang mungkin jebakan itu,lebih baik langsung keinti.
“Anda pria yang baik dan ramah pasti juga baik hati,huft..oleh karena itu maukah anda menikah dengan saya?Maukah anda menghabiskan sisa hidup anda dengan saya dalam senang maupun susah sampai maut memisahkan.”aku ingin rasanya melompat girang karena sudah menyelesaikan permintaan Kyuhyun.
Pria itu tertawa pelan sambil menggerak-gerakkan tangan kanannya dibibir,aku masih tetap dia menunggu respon pria itu.Dia mengambil kembali cangkir kopi hitamnya kemudian menyeruputnya dengan senyum,yah..tersenyum teruslah pria tampan.”Boleh juga,kau cukup berani melakukan ini.Kalau aku menerimamu apa yang akan kau lakukan?”Deg..aku terdiam,jawaban apa yang harus kuberikan karena pada awalnya ini hanya permainan.
“Ah itu..”aku menggaruk pelipis kananku dengan cengiran lebar.”Anda tidak perlu menanggapi serius apa yang sudah saya ucapkan.Saya hanya bercanda,sungguh.Sahabat saya yang meminta saya untuk melakukan ini,jangan dimabil pusing.”Aku tersenyum sambil membungkukkan tubuhku.”Terima kasih.”Aku berdiri tegak kemudian membalikkan badan dan berniat kembali menuju meja tempatku dan dua sahabatku.
Aku melangkahkan kakiku perlahan.”Shin Hyowon,namamu Shin Hyowon kan?”langkahku terhenti saat pria itu menyebut namaku,dari mana dia tahu?Aku membalikkan badanku kemudian menatapnya canggung.
”Baiklah jika itu maumu,kita akan menikah pertengahan tahun depan,bisa dipercepat atau diperlama..tergantung situasi!”tenggorokanku rasanya tercekat,bagaimana mungkin dia dengan santainya mengucapkan itu.
“Aish..saya sudah menjelaskan kalau saya hanya bercanda,tidak serius!Kita saja tidak saling kenal,bagaimana bisa menikah?Ah lagipula saya ini belum ingin menikah,masih muda.”cerocosku panjang lebar,pria itu terkekeh pelan,aku memandangnya bingung.
”Mungkin anda tidak serius dan hanya ingin mengerjai saya tapi saya tidak main-main,saya jamin itu.Saya punya prinsip ‘apapun yang keluar dari mulutku harus ada pertanggung jawabannya’ dan kali ini saya tidak mungkin tidak bertanggung jawab,anda harus menikah dengan saya.”Aku melotot tak percaya,seenaknya saja memerintah orang.
”Kalau tidak mau apa yang akan kau lakukan?”tanyaku mulai tersulut emosi dan berkata tidak sopan.”Pada akhirnya anda akan tetap menikah dengan saya,sekeras apapun anda menolak tetap kita akan menikah.”
“Kenapa kau berbicara begitu?Kita bahkan tidak saling kenal,oh well..mungkin kau mengenalku tapi tidak denganku.Yang pasti aku tidak ingin menikah,kau tidak cocok denganku.”jelasku dengan tenang,pria ini sungguh terlalu dan mengerikan dan ini semua ulah si Evil Cho itu sehingga aku terlibat disituasi membingungkan ini.”Kau mengenalku,Shin Hyowon.Aku yakin itu.”dia tetap tersenyum manis didepanku,aku menggeleng.
”Aku sungguh tidak mengenalmu dan kita berbeda,tidak cocok sama sekali.Kita juga tidak saling mencintai,ingat itu!”geramku,pria itu mengangkat bahu dengan tenang sambil memandangku penuh arti.
“Cinta itu datang dengan tiba-tiba,kau tidak akan bisa menghalangi jika cinta itu datang.Setelah anda pergi dari sini dan tidak melihat saya,saya jamin anda akan merindukan saya nona Shin.”
“Yah yah..terserahmu saja.Memang kau mencintaiku sehingga bersikeras menikah denganku?”tanyaku penasaran sambil menyipitkan mataku.”Saya tidak tahu masalah itu dan tidak bisa menjawab.”
“Dengar,dia saja tidak mencintaiku tapi ngotot menikah denganku,cih..enak saja!”batinku meremehkannya.
“Kau sudah gila..”cibirku kesal.”Mungkin anda benar..”balasnya,aku memijat tengkukku yang sedikit berat.Ini terlalu sulit dan err..misterius.
Sebaiknya aku pergi dari sini,bisa-bisa aku ikut gila sama sepertinya.Aku membalikkan badanku kemudian melangkahkan kedua kakiku dengan cepat.Baru melangkah lima langkah aku merasakan seseorang mencengkram lengan kananku,aku memandang seseorang yang mencengkram lenganku dan pria itu yang melakukannya.Dia memutar tubuhku hingga berhadapan dengannya,aku meraskan kedua tangan kekarnya memeluk pinggangku.”Apa yang kau lakukan?”pekikku kaget,ini diluar dugaan bahwa pria itu akan menjadi seagresif ini.
Dia menatap dalam kedua bola mataku,aku terbius dengan tatapannya,hangat.”Aku hanya ingin memeluk calon istriku sebelum aku pergi.”ucapnya sambil terus menatapku,aku hanya dapat memutar kedua bola mataku dengan pasrah.
”Yah terserahmu saja.Sebaiknya kau cepat pergi sebelum aku menelpon polisi dan err…lepaskan tanganmu dari pinggangku,risih.”namun pria itu bukannya melepaskan tangannya pada pinggangku malah dia sekarang memelukku.
Kepalaku bersandar pada leher jenjangnya,aku merasakan buah jakun miliknya naik turun dan itu memberikan sensasi geli padaku.”Kau harus menikah denganku dan kau mengenalku Shin Hyowon.”suara itu terdengar tegas dan berwibawa,aku menelan ludahku cepat.Aku bahkan tidak meronta saat dipeluknya,sarafku serasa mati.Perlahan pelukan itu melonggar hingga aku bisa memandang wajah tampan itu lagi.
Chu~ aku merasakan sentuhan lembut pada bibirku,pria itu menciumku singkat dan ciuman itu terasa sangat manis,itu ciuman pertamaku.Dia tersenyum lebar sementara aku hanya dapat memperlihatkan wajah bingungku.”Aku harus pergi,kau jaga diri dengan baik.Aku tidak ingin kau terluka.Kita akan bertemu lagi,aku jamin.Selamat tinggal nona manis,Shin Hyowon.Kau harus ingat,KITA AKAN MENIKAH,PASTI!”bisiknya ditelinga kananku dengan lembut.Aroma nafas pira itu membuatku melayang,mint..aku suka.Pelukan itupun terlepas,pria itu pergi meninggalkanku yang mematung.
Derap langkah kakinya perlahan menghilang,’Ting’ suara bunyi bel yang terdapat dipintu Coffe Shop ini berbunyi dan suara pintu terbuka,kudengar jelas langkah kaki itu semakin jauh dan tidak terdengar lagi olehku.Aku masih saja tetap terdiam,ini kejadian yang langka.Kemudian aku melangkahkan kakiku menuju kemejaku semula dan duduk.
”Hyowon kau baik-baik saja?”tanya Chaerim sambil memelukku erat.Aku mengangguk.”Aku sungguh tak percaya bahwa kau akan seperti ini,pria itu mengerikan tapi aku tidak bisa melakukan apapun karena Kyuhyun menghalangiku.”Chaerim menangis dipundakku,aku tersenyum sambil membelai rambut panjang bergelombang coklat yang dibiarkannya terurai dengan lembut.
”Ah tak apa,inikan sebuah permintaan dan aku sudah melakukannya,tak peduli apapun resikonya jadi jangan menangis lagi Chaerim,sahabatku yang manis.”Chaerim mengangguk didalam pelukanku.Aku melihat semua pengunjung Coffe Shop ini melihatku sambil tersenyum,aku hanya dapat membalas senyuman itu.Aku mendapati Jongwoon,manajer Coffe Shop ini menatapku datar,biasanya dia tersenyum,aku mencoba memberikan senyuman terlebih dahulu namun dia tetap memperlihatkan ekspresi datar kemudian berlalu pergi,aneh.
Prok..prok..prok..
Aku mendapati Kyuhyun tengah bertepuk tangan sambil menatapku takjub.”Kau melakuakn dengan baik Shin Hyowon,good job.Aktingmu juga sangat oke sampai kau mau dicium olehnya,apa kau terlalu menghayati peran?Diluar dugaanku,sungguh.”Kyuhyun tersenyum mengejek kearahku.
”Terserahmu tapi yang aku tahu aku dalam masalah.Dia tahu namaku dan mengatakan aku mengenalnya padahal aku sama sekali tak mengenalnya.Dia bersikeras menikah denganku meskipun aku sudah menjelaskan kalau aku hanya bercanda dan aku tinggal menunggu tanggal main hingga dia datang padaku dan menikahiku,kau puas!”ucapku kesal pada Kyuhyun,namun dia terkekeh pelan.
“Jangan tanggapi terlalu serius,anggap saja dia tahu namamu tanpa sengaja,contohnya seperti dia melewati meja kita dan mendengar namamu,semua ada kemungkinan jadi kau tenanglah.Dia tidak akan melakukannya,menikahimu..jangan kau pikirkan,nanti kau bisa tertekan.”Kyuhyun mengacak rambutku sambil tertawa.
Aku menggigit bibir bawahku dengan cemas,bagaimana kalau pria itu serius?Aku bisa gila karena sebentar lagi aku akan menjadi istri dan aku tidak sanggup membayangkannya,aku belum bisa,ini tak bisa dibiarkan.Ah lagipula aku yakin kami tidak akan bertemu lagi dan aku jamin pria itu hanya kembali mengerjaiku karena kesal dengan apa yang sudah kulakukan padanya.
“Hahaha…ayo kita pergi!”ajakku pada dua sahabatku sambil merangkul mereka kemudian keluar dari Coffe Shop ini,mereka hanya memandangku heran,kenapa ekspresiku berubah drastis?Yang berlalu biarlah berlalu,masa depan sudah menunggu.
################
Seoul National University,South Korea.
11.00 KST
Aku duduk termenung dimejaku sekarang sambil menatap keluar jendela,diluar sana ada banyak butiran salju yang turun tapi sejujurnya aku kurang menyukai musim dingin.Aku sangat menyukai musin gugur,daun yang berguguran dari pohon dengan warna kecoklatan itu indah dimataku.Aku menghembuskan nafasku pada permukaan kaca jendela pada sisi kiri tubuhku,aku merasa tidak antusias berada di kampus sekarang,bosan apalagi harus mengingat kejadian sebulan lalu dengan pria itu.Harus kuakui bayangan pria itu tidak bisa hilang dari pikiranku.Dia sangat misterius bagiku.
“Hyowon kau tak apa kami tinggal sendiri dikelas?Atau kau mau ikut dengan kami menuju aula untuk mata kuliah umum?”aku mendengar suara seorang wanita,aku memandangnya dengan lembut kemudian menggeleng.Wanita itu teman sekelasku,Baek Youngran.Aku juga dapat melihat beberapa teman sekelasku yang mengelilingiku,aku melontarkan senyum pada mereka.
”Aku tak apa sendiri disini,kalian tahu aku tidak pernah menghadiri mata kuliah umum jadi aku tidak akan pergi.”
“Baiklah,kami pergi dahulu.Sampai berjumpa lagi.”aku hanya tersenyum saat seluruh teman sekelasku pergi ke aula sementara aku hanya duduk terdiam dibangkuku,sunyi.Aku menopang daguku dengan kedua tanganku diatas meja sambil memandang lurus kedepan,kosong.
Braak..
Aku mendengar suara pintu kelas terbuka dengan kasar dan aku mendapati Chaerim ada diambang pintu dengan nafas tidak beraturan.Aku menghampirinya dengan cemas.”Kau tak apa?”Chaerim memegang dadanya kemudian mengangguk.”Ya,aku tak apa.Aku kemari untuk mengajakmu ke aula,mata kuliah umum,kau sudah tahukan?”Aku mengangguk malas.
“Aku ingin kau sekali saja datang kesana,aku juga mendengar yang akan jadi pembicaranya masih muda dan sangat tampan,kau tidak akan rugi..”
“Cih kau datang kesana hanya untuk melihat pembicaranya apa ingin mendapat ilmunya?”Chaerim menyengir lebar.Aku hanya tersenyum.Aku dan Chaerim dalam fakultas yang sama dan kami juga dalam jurusan yang sama namun berbeda kelas sementara Kyuhyun berbeda kampus dengan kami,dia masuk di Universitas Yonsei.
“Terserahlah tapi aku mau kau ikut denganku,temani aku.”mohonnya sambil menunjukkan puppy eyes miliknya yang menggemaskan itu.”Tapi aku lelah dan mengantuk,aku juga yakin jika aku kesana itu sebuah sejarah besar bagi kelasku mengingat aku sudah 3 tahun tidak kesana semenjak menginjakkan kakiku disini”
“Sejarah besar?Kau berlebihan sekali.Kau harus ikut denganku,mau atau tidak mau.”Chaerim menyeretku dengan sekuat tenaga namun aku akhirnya pasrah dan mengikuti kemauannya. Aku berjalan dengan malas-malasan sementara Chaerim dengan semangat menyeretku,aku malas ke aula dan aku juga tidak akan menerima ilmu yang akan diberi pembicara akibat rasa lelah yang menyerangku.
Ini disebabkan karena ibuku menyuruhku untuk membuat kue kering kesukaan ayahku,sesungguhnya ibu bisa saja menyuruh pelayan rumah tapi ibu berkata ‘Kue kesukaan ayahmu hanya kau yang dapat membuatnya,kalau kau yang membuatnya takaran bahan-bahannya sesuai.Intinya,ayahmu menyukai kue kering buatanmu.Cepat kerjakan,sweetie..’.Aku mengerjakannya,mulai dari mengadon,membentuk hingga membakar dan memasukkanya kedalam tempat penyimpanan kue sampai pukul 05.00 dan aku harus kekampus pukul 08.00,aku mengantuk Ahn Chaerim.
“Lihat,pintu aulanya sudah ditutup dan aku jamin kuliah umumnya sudah dimulai,kau lama sekali berjalan,aish..”Chaerim mengomel kesal,aku hanya mendengus sebal.Bukannya tadi dia yang memintaku untuk menemaninya meskipun aku tidak mau dan sekarang dia marah padaku karena jalanku yang malas-malasan.”Aku tidak peduli..”balasku,Chaerim mendelik tajam padaku,aku hanya dapat diam.
Krret…pintu aula yang besar dan tinggi itu dibuka oleh Chaerim,kontan seluruh orang yang ada didalamya melihat kerah kami,mereka menatap kami dengan ekspresi tidak senang karena telah mengusik konsentrasi mereka.Aku dan Chaerim membungkukkan badan dan meminta maaf kemudian masuk tapi sebelumnya kami menutup dahulu pintu aula itu.
Ada dua bangku kosong pada barisan paling depan yang berhadapan langsung dengan pembicara meskipun terpisah jarak yang cukup jauh namun aku masih dapat melihat dengan jelas kedepan termasuk kearah pembicara,aku dan Chaerim memutuskan duduk dibangku itu.
“Hyowon..Hyowon..itukan pria yang di Coffe Shop tempo hari!”aku mendengar Cherim berbicara dengan kaget,aku memandangnya kemudian mengikuti arah pandangannya.Kya..itu pria agresif waktu itu,pria yang di Mount Coffe Shop,pria gila yang sudah merebut ciuman pertamaku.
“Kenapa kau bisa bertemu lagi dengannya,ini mengerikan dan sepertinya kau akan berada dalam masalah.Percayalah!Kau harus mempersiapkan dirimu untuk menjadi istri,mulai dari memasak,bersih-bersih rumah hingga melayani suamimu diatas ranjang.”Chaerim terkekeh geli sambil menutup mulutnya dengan tangan.Aku menjitak kepalanya kesal,kenapa dia malah menurunkan semangatku.
Aku memang selalu mengingat pria itu dan terkadang aku juga merindukannya.Sepertinya aku harus berhati-hati dengan pria itu,apa dia seorang psikopat yang memburu wanita cantik sepertiku?Hiii…
“Pria itu pembicaranya?Ya Tuhan,dunia ini benar- benar sempit.”Chaerim mengoceh sambil menaruh tas ransel warna pinknya diatas meja yang ada dihadapannya.Aku hanya diam sambil memandang pria itu datar,bagaimana bisa kami bertemu lagi?Takdirkah?Tanpa sengaja pandangan kami bertemu dan dia tersenyum padaku,senyum yang sama dipertunjukkanya saat di Coffe Shop sebulan lalu.
Kuliah umumnya baru saja mulai dan pembicaranya memulai dengan pengenalan diri.Aku mendengarkan suara para mahasiswi yang mengoceh,mereka terpukau dengan pria itu karena yang keluar dari mulut mereka kata-kata yang berunsur rasa kekaguman dan ketertarikan.Aku mengingat kembali perkataan pria itu bahwa banyak wanita yang terpikat dan mengejarnya,namun dia menolak.Seharusnya aku juga ditolak waktu itu tapi…aku diterima,kenapa?
“Perkenalkan nama saya Choi Siwon,pemilik Choi Corp yang bergerak dibidang elektronik juga real estate.Hari ini saya akan menjadi pembicara dan saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk anda,mohon dengarkan dengan baik.Terima kasih.”pria itu mengedarkan pandangan dan senyumnya kesuluruh penjuru aula.Pandangannya berhenti padaku.”Senang bertemu dengan anda..”ucapnya kemudian.Dia tersenyum sangat manis,hangat.Aku terdiam.
“Choi Siwon?”




MsAidenLee
/ May 17, 2012Aaaaa , suka suka .
Seru bgt , bikin penasaran juga .
Next part sangat ditunggu ^.^
Cho Shin Hyeon
/ May 17, 2012Wah wah wah wah wa penasaran stengah hidup kkk
Daebak,wajib lanjut nih
Gampang nebak siwon,soalnya di situ d jelaskan rambut hitam dann lesung pipi
m43yuli
/ May 17, 2012eh?? ini to be continued apa end?? *bingung*
padahal keren ceritanya.. *anguk2 bareng ddangko*
Jung Hyojin
/ May 17, 2012TBC kah???
haduh,,bkin penasaran,,
daebak,,!!
d tunggu lanjutannya thor,,!!
Ellyza47
/ May 17, 2012demi apa, ni ff kereeeeeen aku penasaran bgt ma lanjutan ceritanya
thor cepetan yak lanjutannya ….. ditunggu thor
Neville
/ May 17, 2012Thor lu harus tanggung jawab thor, sumpeh thor….KYAAAAAAAAAAAAAAAA*teriakpaketoa
ff ni daebak kereeen ayo thor lanjut…….
tanggung jawab lu thor gw pnasaran bgt ma ni ff di lanjut yak thor
han gi
/ May 17, 2012Like it . Penasaran banget nih author . Haha
fishyunrin
/ May 17, 2012Ceritanya menarik thor ><
Di tunggu kelanjutannya
deviezone
/ May 17, 2012aaaa… Suka bgt thorrrr!!!
Lanjutannya ditunggu!
Arin
/ May 17, 2012kekekk..ga kebayang deh punya 2 sohib dengan kelakuan ajaib dan autis
next part, ASAP ya author *kedip kedip*
ryui
/ May 17, 2012Aaaa!!! Lanjuuut !! Keereee,! Kalo aku nebak siwon soalnya dijelasin orangnya berkarisma dan tampangnya berduit ahahahahahahahah!!! Daebak!!! LANJUT (●̮̮__●̮̮)
ryui
/ May 17, 2012Mmm maaf comment lagi, tadi bukan kere maksud aku keren ahahaha -_-”
dyukrn
/ May 18, 2012authorr ini bakal continue atau udah selesaii? dilanjutin dongggg
meiskeolga
/ May 18, 2012udah curiga dari awal. tdk lain dan tidak bukan adalah seorang choi siwon. aish. nekat banget ngecium di cafe. gimana bisa kenal? ngebuat penasaran nih authornya. ㅋㅋ.
kyu evilnya keterlaluan deh. curiga pasti si kyu udah rencana sama siwon. ngapain juga musti dijodohin? kan bisa dijodohin sama author *eaea
benar benar d-a-e-b-a-k lho thor. si kyu kok yadongnya kumat ya? haha. berantemnya sadis XC
김종운♥mala♥조규현
/ May 21, 2012Sukaaaaaaaaaa bngt sama ffnya
Ini continue atau??????
kalo iya lanjutannya jngn lama2 ya
D’tnggu loh oche
novitaddicted
/ May 21, 2012ditunggu next partnya
Mrs.shfly
/ May 23, 2012wahh komenan aku udah ditulis smuadi comen2 sblumnya hmm gg sbar next partnya ditunggu ya thor ^^
Hyo In
/ May 24, 2012lanjutannya mana?? keren loh critanya??? aku ga sbar pgin tau lanjutannya
cho nisakyu
/ May 25, 2012lanjutanya donx, penasaran nich. bagus bgt critanya…….
hannari
/ June 14, 2012miiiin ngegantung nih.ga ada lanjutannya padahal keren banget lho!
Choi Hyunsa
/ September 4, 2012wah daebak, ditunggu next partnya dong….
author fighting!!!!