A Song to Love

Title                       : A Song to Love

Author                  : kyuhyunside

Main Cast            : Cho Kyuhyun, Lee Jinhae

Genre                   : Romance

 

Recommended Song : Valen Hsu – Nan Ren Nv Ren

 

***

 

Sudah cukup lama. Walaupun belum genap satu tahun, tapi tetap saja ini sudah cukup lama. Perasaan yang terus memaksa ingin diungkapkan ini begitu menyiksa.

 

***

 

Seorang laki-laki tampak sedang memperhatikan seorang gadis—teman sekelasnya—yang sedang duduk dengan manis di bangkunya. Disandarkannya kepalanya ke dinding yang memang berada di sampingnya itu. Sampai kapan, sampai kapan ia hanya akan melihatnya dari jauh seperti ini. Baginya, gadis itu terlalu sulit untuk dijangkau. Tapi rasa yang tersimpan dalam hatinya tidak membiarkannya menyerah begitu saja untuk mendapatkan pujaan hatinya itu. Malah semakin lama, rasa itu semakin berkembang. Sampai rasanya ia tidak kuat menahan gejolak untuk segera mengungkapkan isi hatinya itu. Tapi tidak. Tidak sekarang. Ia harus pandai-pandai memilih waktu yang tepat untuk mengungkapkan isi hatinya.

***

 

“Kyu~, kau sudah tahu pembagian kelompok untuk duet mandarin?” tanya gadis itu padanya.

 

Jujur, berada dalam jarak sedekat ini membuat nafasnya sedikit tertahan. Ia selalu berhasil membuatnya salah tingkah, bahkan tanpa melakukan apa-apa. Hanya berada dalam ruang lingkupnya.

 

“Belum. Aku juga ingin tahu siapa pasanganku, tapi sepertinya pembagian kelompok itu akan lama sekali diketahuinya. Kau tahu sendiri kan ketua kelas kita seperti apa….” Jawabnya pada Jinhae—gadis tadi—sambil melirik ke sebelah kirinya. Bangku dimana sang ketua kelas duduk.

 

“Kau benar. Padahal aku ingin segera tahu dan berlatih dengan pasangan duetku. Ingatanku kan payah sekali. Kalau tidak sekarang, kapan aku bisa menghafal lirik lagu mandarin yang bahkan tidak kuketahui artinya itu….” Jinhae tertunduk lesu, membuat Kyuhyun—sang laki-laki—merasa sedikit prihatin, tapi dengan usaha keras, ia menutupi perasaannya tadi.

 

Ya, memang untuk tugas akhir semester, guru bahasa mandarin mereka mewajibkan mereka untuk menyanyikan lagu berbahasa mandarin secara berkelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Aturan yang menguntungkan bagi Kyuhyun, tapi bisa jadi merugikan, eh?

 

***

 

Kyuhyun tengah duduk-duduk di depan kelasnya. Matanya berhenti menyusuri jalan di depannya, melihat begitu banyak siswa-siswi di sekolahnya yang berlalu-lalang ketika seseorang tiba-tiba lewat di depannya membuat konsentrasi matanya buyar begitu saja. Sadar akan siapa yang baru saja lewat di depannya itu Kyuhyun berteriak.

 

“Youngwoon-ah!” panggil Kyuhyun pada temannya dan menyuruh temannya itu datang kepadanya.

 

“Ada apa, Kyuhyun-ah?” tanya laki-laki yang dipanggil Youngwoon pada Kyuhyun.

 

“Aku ingin meminta sesuatu, aku harap kau dapat mengabulkannya…” ucap Kyuhyun sedikit misterius

 

Youngwoon yang mendengar nada bicara Kyuhyun pun mengerti. Ia mendekatkan telinganya dan mempertajam pendengarannya agar ia bisa mendengar dengan jelas apa yang akan dikatakan pleh Kyuhyun.

 

“Kau tahu bagaimana perasaanku pada Jinhae, kan?” tanya Kyuhyun pelan.

 

Youngwoon mengangguk. Memang perasaan Kyuhyun pada Jinhae bukan lagi menjadi rahasia antar para pria di kelasnya.

 

“Aku harap kau tidak keberatan menjadikan Jinhae sebagai pasangan duetku sewaktu tugas akhir mandarin itu…” bisik Kyuhyun ditelinga Youngwoon dengan nada memohon.

 

Youngwoon tersenyum mendegar perkataan Kyuhyun. Ia menganggukkan kepalanya, tersenyum sambil mengangkat jempolnya. Kemudian menepuk punggung Kyuhyun pelan.

 

“Beres, Kyuhyun-ah!”

 

***

 

“Baiklah teman-teman! Sekarang waktunya bagi kita untuk mendengarkan siapa pasangan duet kita untuk menyanyi dalam bahasa mandarin!” teriak Youngwoon di depan kelas dengan selembar kertas ditangannya.

 

Beberapa nama mulai disebutkan. Beberapa dari mereka terdengar tidak senang dengan system pembagian kelompok yang dibuat Youngwoon. Sampai akhirnya nama kedua insan itu disebut.

 

“Lee Jinhae akan berduet dengan.… Cho Kyuhyun.”

 

Refleks Jinhae menoleh ke arah Kyuhyun yang sedang duduk di belakang dengan tenang. Tatapan mata mereka bertemu, membuat Jinhae dengan segera mengalihkan matanya ke arah lain. Tapi tidak dengan Kyuhyun, matanya tetap memandang Jinhae lekat-lekat. Kyuhyun bisa melihat dengan jelas bagaimana mata Jinhae tadi menghindari matanya.

 

Apakah kau ingin menghindar dariku, Lee Jinhae?

 

***

 

“Kyu~. Aku sudah mendapat lagu yang cocok untuk duet kita. Apa kau membawa ponsel? Biar kukirimkan lagu dan liriknya supaya kau bisa belajar di rumah” ucap Jinhae pada Kyuhyun yang sedang duduk di belakangnya.

 

Dengan perlahan Kyuhyun mengeluarkan ponselnya, mengulur waktunya agar dapat lebih lama berada di dekat Jinhae, agar dapat lebih lama diperhatikan olehnya. Kyuhyun mengaktifkan aplikasi yang dapat mengirim dan menerima file itu. Sedikit demi sedikit persentase pengiriman itu semakin terpenuhi. 100 %. Ponsel Jinhae menunjukkan keberhasilannya mengirim file ke ponsel Kyuhyun.

 

“Di lagu itu, penyanyi duetnya sudah laki-laki dan perempuan. Kau dan aku tinggal menghafal liriknya saja, karena pembagiannya sudah jelas.” jelas Jinhae yang hanya dibalas anggukan oleh Kyuhyun.

 

Merasa urusannya telah selesai, Jinhae melangkah pergi dari hadapan Kyuhyun saat tiba-tiba ia merasa seseorang memanggil namanya.

 

“Jinhae-ah~” panggil Kyuhyun yang sontak membuat Jinhae berhenti melangkah, membalikkan tubuhnya menghadap Kyuhyun.

 

Dalam hati, Kyuhyun tertawa. Bahkan dengan memanggil namanya saja dapat membuat tenggorokannya tercekat.

 

“Apa?” tanya Jinhae dengan nada yang terdengar manis di telinga Kyuhyun.

 

“Boleh aku…meminta nomor ponselmu? Untuk memastikan kapan kita bisa latihan bersama.” pinta Kyuhyun lembut pada Jinhae yang dibalas dengan reaksi Jinhae yang sedikit kaget karena belum pernah ada laki-laki yang meminta nomornya secara gamblang selama ini.

 

Perlahan tapi pasti Kyuhyun melangkah ke arah Jinhae dan berhenti tepat di depannya. Dengan ponsel yang masih tergenggam di tangannya, Kyuhyun mulai mengetik angka yang keluar dari mulut Jinhae. Ruang kelas yang begitu gaduh membuat Kyuhyun tidak bisa mendengar perkataan Jinhae. Kyuhyun mengambil langkah cepat, ia segera berjalan dan berdiri tepat di sisi kanan Jinhae. Kyuhyun sedikit merendahkan kepalanya, mendekatkan telinganya ke mulut Jinhae.

 

DEG!

 

Degup jantung itu terdengar jelas oleh Jinhae, tapi tidak oleh Kyuhyun. Jarak itu dirasa terlalu dekat untuk Jinhae. Badannya mendingin seketika.

 

“…tujuh.” ujar Jinhae dengan sedikit tegang.

 

“Oke.” ucap Kyuhyun sambil menekan tombol simpan pada ponselnya.

 

Sadar bahwa urusannya dengan Kyuhyun telah selesai, Jinhae menjauh dari Kyuhyun. Berlari kecil ke arah teman-temannya berkumpul.

 

Mata Kyuhyun bergerak, ikut memperhatikan arah perginya Jinhae. Gadis yang ceria. Gadis yang menunjukkan dirinya apa adanya. Gadis yang manis. Gadis yang cerdas. Gadis yang aktif. Gadis yang bisa membuatnya jatuh hati.

 

Kyuhyun tersenyum. Lagi-lagi jantungnya. Tidak, jantungnya tidak pernah berdebar saat berhadapan dengan gadis itu. Bukan berdebar, ia tidak dapat merasakan jantungnya dimana. Dia tidak merasakan jantungnya sama sekali. Bahkan ia sudah lupa bagaimana jantungnya itu berfungsi saat ia dekat dengan gadis itu. Dengan mudahnya gadis itu memporak-porandakan sistem kerja tubuh Kyuhyun.

 

***

 

“Hari ini kalian akan ujian lisan bahasa mandarin. Pasangan duet akan saya panggil satu persatu. Selain saya dan pasangan duet yang saya panggil, yang lain silahkan keluar. Tidak boleh memasuki ruang tes.” perintah sang guru pada murid-muridnya.

 

Dalam hitungan menit, kelas mulai kosong. Beberapa bangku dengan sengaja mereka mundurkan ke belakang. Menyisakan tempat yang cukup luas. Diletakkanlah meja guru beserta kursinya di tempat luas tadi. Satu persatu kelompok mulai dipanggil. Berpasang-pasang mata mengintip dari jendela kelas untuk melihat suasana yang tercipta dari dalam kelas. Melihat teman-teman di depan kelasnya sedang mengintip, Jinhae pun mendekatkan dirinya ke kaca kelas. Tangannya ia letakkan disamping wajahnya, membantunya untuk memperjelas bayangan tiga insan dalam kelas tersebut. Sedangkan Kyuhyun, ia lebih memilih untuk berdiri jauh dibelakang kerumunan itu dan menyandarkan punggungnya ke tiang di dekatnya, menikmati hobinya yang entah kapan mulai ia lakukan, melihat Jinhae diam-diam.

 

Beberapa nama telah dipanggil. Kyuhyun dan Jinhae yang masih menunggu giliran mereka merasa semakin gugup. Sampai akhirnya dua nama insan itu terucap.

 

“Cho Kyuhyun dan Lee Jinhae!” teriak guru mereka dari dalam kelas, membuat Jinhae dan Kyuhyun saling pandang. Kyuhyun mengangguk seolah mengiyakan tatapan Jinhae yang bertanya-tanya akan kebenaran dari nama yang disebut tadi. Giliran mereka. Ternyata rasanya bisa secepat ini, padahal sepertinya mereka baru saja keluar dari ruangan.

 

“Bagaimana ini, Jihyun-ah?? Aku takuut~ Kakiku lemas” rengek  Jinhae pada temannya dengan lemas.

 

“Kalau aku tiba-tiba lupa liriknya bagaimanaa?” tambahnya lagi.

 

“Aish! Jangan berpikiran negatif seperti itu, Jinhae-ah. Mana Lee Jinhae yang selalu berpikiran postitif? Semangatlah!”

 

Dengan diiringi sorakan dari teman-temannya dan perasaan yang gugup, mereka melangkah masuk ke dalam kelas, menghadap ke arah guru mereka yang duduk menghadap jendela kelas.

 

“Cho Kyuhyun dan Lee Jinhae?” tanyanya pada Kyuhyun dan Jinhae.

 

Kyuhyun dan Jinhae mengangguk.

 

“Nan Ren Nv Ren?” tanyanya lagi, memastikan bahwa judul lagu itulah yang akan mereka bawakan.

 

Dan lagi-lagi Kyuhyun dan Jinhae mengangguk.

 

Wanita berusia dua puluh tahun itu mulai menekan tombol di music playernya untuk memainkan musiknya. Musik yang telah disiapkan mulai mengalun. Kyuhyun dan Jinhae mengambil posisi berdiri mereka yang dirasa nyaman untuk mereka bernyanyi. Tidak cukup dekat, namun tidak cukup jauh.

 

♫ Ai ai ai ai le ji hui

* Love, love, love, having loved a few times,

Ye ming bai qi zhong zi wei

* I’ve understood its inherent taste.

Fu chu de chong lai bu hui deng yu shou hui

* What you’ve given out will never be equal to what you receive.

Wo que hai zai deng dai zhe shei neng chu xian

* I’m still waiting for whomever it is to appear.

 

Suara Jinhae mulai mengalun dengan lembut. Membuat Kyuhyun terpana untuk kesekian kalinya. Bahkan saat latihan pun Kyuhyun tidak pernah bisa fokus begitu mendengar Jinhae bernyanyi. Ia terlalu bahagia mendengar perkataan Jinhae yang berkata bahwa saat itu adalah kali pertama Jinhae bernyanyi di depan orang lain. Terlalu bahagia bahwa faktanya ia adalah orang pertama, orang  paling beruntung yang mendengar suara indah itu mengalun dengan nada-nada yang indah pula.

 

-flashback-

 

“Jadi… hari ini kita latihan? Dimana?” tanya Jinhae pada Kyuhyun yang tengah menunggunya di depan pintu kelas.

 

“Dimana saja, aku tidak keberatan. Piketmu sudah selesai?”  jawab Kyuhyun sekaligus bertanya pada Jinhae.

 

“Sudah. Apa kau tahu tempat yang bagus untuk latihan? Mungkin saja… karaoke?” tanya Jinhae sambil mengambil tasnya dan bersiap untuk pergi.

 

Kyuhyun menaikkan manik matanya, melihat keatas. Ia mencoba mengingat-ingat tempat karaoke yang tidak asing di kepalanya. Ia harus terlihat seperti orang yang selalu siap dengan apapun, termasuk menyiapkan tempat latihan. Demi Jinhae.

 

Kyuhyun menjentikkan jarinya. “Ada! Pamanku pemilik dari everysing yang berada lumayan dekat dari sini. Kau mau kesana?” tanyanya pada Jinhae

 

“Boleh. Tapi… apa boleh anak dengan seragam masuk ke tempat pamanmu? Kudengar di beberapa tempat tidak diizinkan…” ujar Jinhae sedikit putus asa.

 

“Tidak apa-apa. Bukankah disini ada keponakan tersayangnya? Kita pasti boleh masuk. Dengan gratis malah. Aku yang menjamin.” Kyuhyun meyakinkan.

 

“Ayo. Kita kesana bersama. Aku membawa sepeda motor” tawar Kyuhyun

 

“Tapi… katamu tempatnya dekat. Apa tidak lebih baik kalau kita berjalan saja…” ujar Jinhae takut. Mengingat bahwa hanya akan ada mereka berdua diatas motor nanti.

 

“Tenang saja… Aku akan menjamin keselamatanmu. Aku yang akan bertanggung jawab kalau nanti terjadi sesuatu…” Kyuhyun menenangkan Jinhae.

 

Mendengar perkataan Kyuhyun, entah kenapa Jinhae percaya. Nada bicaranya yang terdengar lembut itu sungguh menenangkan hatinya. Ia percaya, Kyuhyun adalah laki-laki yang baik.

 

Jinhae mengangguk mengiyakan tawaran Kyuhyun. Dengan segera Kyuhyun berlari ke tempat dimana sepeda motornya terletak. Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan.

 

Kemudian datanglah Kyuhyun bersama sepeda motornya. Dengan helm dan jaket kulit khas motorbikers berwarna hitam Kyuhyun berhasil membuat Jinhae sedikit tercengang.

 

Kyuhyun membuka sedikit kaca helm-nya.

 

“Ayo. Naik.”  Kyuhyun mengedikkan kepalanya menuju bagian belakang motornya yang akan di duduki Jinhae.

 

Dengan sedikit ragu, Jinhae naik ke atas motornya. Sedikit oleng, lengan Jinhae menyenggol punggung Kyuhyun, membuat Kyuhyun merasakan getaran listrik statis yang datang. Dengan cepat Jinhae meminta maaf dan melingkarkan tangannya pada map di dadanya.

 

Mereka bergerak menuju everysing dalam diam. Sampai akhirnya ucapan Jinhae berhasil jantungnya berdetak.

 

“Aku harap kau nanti tidak akan tertawa mendengarku bernyanyi. Suaraku tidak cukup merdu untuk didengar…”

 

Baru saja ia akan menimpali bahwa suaranya juga sangat jelek dalam bernyanyi, tapi Jinhae lebih cepat melanjutkan pernyataan yang terpenggal tadi dengan suara yang cukup pelan dan malu-malu namun terdengar dengan jelas di telinga Kyuhyun. Membuat mata Kyuhyun melebar seketika. Hampir saja ia akan berteriak gembira kalau saja ia tidak mengingat Jinhae yang berada di belakangnya.

 

“Ini… adalah kali pertama aku bernyanyi di hadapan orang lain…”

 

-flashback end-

 

Kyuhyun tersadar dari lamunannya. Melihat tatapan mata Jinhae yang seolah berkata ‘Ayolah kyu, fokus. Jangan seperti ini lagi. Kumohon seriuslah~’. Sadar bahwa tingkahnya sangat berpengaruh pada nilai Jinhae, ia mulai mengatur pikirannya dan bernyanyi.

 

♫Shang shang shang shang le ji hui

 * Hurt, hurt, hurt, being hurt for a few rounds,

Ye ceng jing wei ai qiao cui

* I too have become wan and pallid because of love.

Ai qing li hao ren zong bi huai ren lang bei

* In love, the good guy is always more discomfited than the bad guys.

Wo que hai shi xue bu hui hen xin dui shei

* But I still can’t get the hang of being cruel towards anyone.

 

Jinhae tersenyum lega. Paling tidak ia tidak akan mengalami hal yang sama seperti latihan biasanya.

 

-flashback-

 

“Ayolah, Kyu~. Ini sudah ketujuh kalinya kita mengulang! Kau tidak bisa konsentrasi! Apanya yang sulit dalam menghafal lagu ini? Katakan padaku! Aku malu kalau harus bernyanyi lagi dan lagi!” protes Jinhae dengan nada putus asa namun diakhiri dengan munculnya semburat merah di pipinya karena kalimat terakhirnya.

 

“Maaf. Maafkan aku, Jinhae-ah. Kumohon maafkan aku. Aku janji ini yang terakhir.” pinta Kyuhyun pada Jinhae dengan perasaan yang amat sangat menyesal.

 

Sulit. Begitu sulit untuk menahan dirinya agar tidak terpesona pada Jinhae. Apakah ia harus mengecewakan Jinhae terus-terusan seperti ini?! Sial! Sepertinya latihan berikutnya kau harus membawa penutup mata dan memakai penutup telinga agar dapat berkonsentrasi, Cho Kyuhyun! Bukankah kau bersumpah agar wajah kecewa itu menghilang dari wajah Jinhae sejak pengulangan lagu yang kedua tadi!

 

-flashbak end-

 

♫ Nan ren nan ren duo xi wang ni shi hao ren

* Man, man, how I hope that you are a good man.

Duo xi wang yong ni de zhen rang wo bu bi zai xin teng

* How I wish that you’d use your sincerity to wipe away the pain in my heart.

 

Jinhae menyanyi dengan suara yang sedikit tertahan. Walaupun beberapa kali latihan, tetap saja sulit bagi Kyuhyun untuk menghilangkan tatapan matanya yang berbinar-binar melihat Jinhae bernyanyi. Demi apa. Tatapan matanya itu sungguh mencerminkan perasaannya dengan gamblang. Semua teman-temannya yang sedang melihat diluar tahu hal itu. Tetapi tidak dengan gadis di depannya ini. Ia harus segera mengungkapkan perasaannya pada Jinhae. Agar gadis itu tahu, betapa ia sungguh berharga baginya.

 

♫Nv ren nv ren wo da ying zuo ge hao ren

* Woman, woman, I promise to be a good man.

 

Teman-teman mereka yang melihat dari luar mendesah kecewa saat lagi-lagi Jinhae mengalihkan tatapannya saat tatapan mereka berdua bertemu.

 

“Aish! Gadis bodoh! Apa dia tidak menyadari perasaan Kyuhyun yang terlihat sangat jelas itu?? Satu kelas bahkan telah lama menyadari hal itu, kenapa dia tidak peka sekali??!!” ujar Youngwoon geram sekaligus frustasi.

 

♫Bu hui zai rang wo (ni) xing teng yi deng zai deng

* To refrain from letting me (you) being hurt, and waiting again and again.

 

“Kau benar, sepertinya gadis itu memang terlalu bodoh. Seharusnya sejak dulu aku bisa mencegahnya membaca berbagai buku pembunuhan tragis dan cerita misteri tak berguna itu.” balas Jihyun pada Youngwoon.

 

♫Ni jiu shi wo deng de na ge ren

* You are the one that I was waiting for.

 

Lagi-lagi tatapan mata mereka bertemu. Namun kali ini Jinhae tidak menghindar. Ia terlalu terkejut saat menyadari kaki Kyuhyun mulai bergerak. Suara teriakan yang tertahan itu terdengar dari luar ruangan saat Kyuhyun tiba-tiba melangkah mendekat pada Jinhae.

 

♫Nan ren nan ren

* Man, man

 

Jinhae menyanyi dengan bingung. Ada apa dengan Kyuhyun? Kenapa ia terus mendekat?

 

♫Nv ren nv ren

* Woman, woman

 

Langkah kaki itu tidak berhenti juga. Jinhae semakin gugup dibuatnya. Sedangkan wanita berusia dua puluh tahun tadi tersenyum. Semakin langkah Kyuhyun mendekat, semakin lebar pula senyumnya. Sedari tadi ia dapat merasakan suasana yang tercipta dari tatapan mata Kyuhyun. Ia tahu bahwa lama-kelamaan ini akan terjadi.

 

Menyadari lagu ini hampir habis, dengan perlahan Kyuhyun mulai merendahkan tubuhnya.

 

♫Duo me xi wang ni shi dui de ren

* How I yearn that you are the correct partner.

 

Lirik terakhir lagu itupun terucap dari kedua mulut mereka. Kyuhyun berlutut di depan Jinhae tepat saat musik tidak lagi terdengar dan mengeluarkan setangkai mawar putih yang masih kuncup, mirip dengan bunga tulip favorit Jinhae. Membuat Jinhae mundur selangkah karena kaget.

 

“Jinhae…” panggil Kyuhyun lembut.

 

“Sudah cukup lama….” Kyuhyun menundukkan kepalanya sejenak lalu kembali mengangkat kepalanya.

 

“Walaupun belum genap satu tahun, tapi tetap saja ini sudah cukup lama. Perasaan yang terus memaksa ingin diungkapkan ini begitu menyiksa….” Ujar Kyuhyun pada Jinhae .

 

“Aku menyukaimu. Maukah kau menjadi kekasihku?” pinta Kyuhyun pada Jinhae.

 

Terdengar suara ricuh dari luar kelas mereka. Teman-temannya itu sedang memuji keberanian Kyuhyun mengungkapkan perasaannya di depan guru dan semua teman sekelas mereka.

 

“TERIMA! TERIMA! TERIMA!”

 

Entah siapa yang memulai, kerumunan teman sekelasnya yang tadi berada di depan kelas mulai masuk dan meneriakkan kata-kata itu. Membuat Jinhae sadar, tidak hanya dia dan Kyuhyun yang ada dalam ruang kelas ini. Tapi guru mereka dan teman sekelas mereka.

 

Jinhae dapat merasakan jantungnya yang berdebar keras dan pipinya yang memanas. Sementara Kyuhyun menunggu dengan harap sambil memejamkan matanya.

 

“Jika kau menerimaku…” Kyuhyun mulai berucap lagi.

 

“Ambil mawar ini dan pegang dengan kedua tanganmu. Letakkan tepat di depan jantungmu…” pintanya lagi.

 

“Tapi jika kau menolakku…” Kyuhyun menelan ludahnya, berharap hal itu tidak akan terjadi padanya.

 

“Ambil mawar ini dan lemparkan di depanku. Injak saja sampai hancur jika kau merasa perlu. Aku… menunggu jawabanmu…”

 

“… sekarang.” ucapnya sambil tetap memejamkan matanya.

 

Teman-teman mereka menahan nafas saat Jinhae mengulurkan tangannya ke mawar putih perlambang cinta yang tulus itu. Tangannya mulai menyentuh tangkai mawar putih itu dan…

 

GREP

 

Jinhae mengambil mawar itu, membuat Kyuhyun refleks membuka kedua matanya dan menatap Jinhae lekat-lekat. Inilah saat yang paling menegangkan yang ia tunggu-tunggu. Mawar itu telah berada di Jinhae. Tinggal menunggu apakah Jinhae akan melemparkan mawar itu ke lantai atau sebaliknya. Beberapa teman perempuan mereka bahkan memejamkan matanya erat-erat. Takut akan kemungkinan bahwa mawar itu akan Jinhae lempar. Mengingat tak ada seorang pun yang mengetahui isi hati Jinhae.

 

Perlahan tangan Jinhae mulai ia tarik. Semakin tinggi dan semakin tinggi. Sampai akhirnya mawar itu berhenti tepat di depan jantungnya, memegangnya dengan kedua tangannya. Sontak mata Kyuhyun melebar dan dengan segera ia bangkit dari posisi berlututnya tadi. Kyuhyun! Ia menerima Kyuhyun!

 

“WAAAA” semua teman-teman mereka berhamburan masuk ke dalam kelas. Para lelaki mengerubungi Kyuhyun, menjitak kepalanya sambil tertawa. Kyuhyun pun ikut tertawa senang. Beberapa temannya mulai menepuk-nepuk bahunya.

 

“Kau hebat, Kyuhyun-ah! Tak kusangka kau akan seberani ini!” ucap Youngwoon di tengah-tengah kerumunan laki-laki yang mengelilingi mereka.

 

Mendengar ucapan ketua kelasnya itu, Kyuhyun hanya tersenyum sambil melihat Jinhae yang sedang tersenyum juga tengah dikerumuni oleh para gadis.

 

“Aigoo. Itu adalah pemandangan terindah yang pernah kulihat dengan mata kepalaku sendiri, Jinhae-ah~!” ujar Jihyun pada Jinhae.

 

“Selamat untuk KyuHae!” teriak sang guru tiba-tiba

 

“YEAAH!!!!” teriak semua orang yang ada di sana. Mereka semua bersorak dengan gembira.

 

Kyuhyun memandang Jinhae yang sedang tersenyum tulus kepada teman-teman yang menyelamatinya. Matanya melengkung membentuk bulan sabit, membuat Kyuhyun ikut tersenyum juga. Merasa sedang diperhatikan, Jinhae menolehkan kepalanya dan mendapati Kyuhyun yang tengah tersenyum kepadanya. Pandangan mereka bertemu, walaupun terhalangi oleh teman-temannya mereka berdua tetap dapat melihat satu sama lain. Mereka berdua saling melemparkan senyum terindah yang mereka miliki. Keduanya terlihat bahagia. Sangat bahagia.

 

Sedikit demi sedikit Kyuhyun mulai melangkah di tengah keramaian yang diciptakan oleh teman-teman sekelasnya tadi. Ia mendekati Jinhae sambil masih tersenyum. Lima puluh senti di depan Jinhae, Kyuhyun mulai berhenti melangkah. Ia menatap Jinhae tepat di manik matanya.

 

“Terima kasih.” Ujarnya pada Jinhae dengan sangat lembut yang dibalas dengan pipi merona Jinhae dan senyuman yang terukir di bibirnya.

 

Jinhae menundukkan kepalanya malu. Dalam hatinya ia menjerit bahagia. Penantiannya selama ini membuahkan hasil. Usahanya untuk menutupi perasaannya selama ini tidak sia-sia.

 

-flashback-

 

Jinhae memandangi Kyuhyun yang sedang tertawa lepas bersama teman-temannya. Tak ada yang mengetahuinya memang, bahwa Jinhae telah memendam rasa sukanya terhadap laki-laki yang ia pandang sekarang ini. Sejak tingkah Kyuhyun berubah menjadi begitu manis dimatanya, ia tidak dapat menahan rasa yang tiba-tiba datang itu. Ia berusaha setengah mati untuk terlihat biasa saja saat di dekatnya. Berusaha untuk menjaga mulutnya dari kata-kata bodoh yang mungkin terlontar secara tidak sadar. Berusaha mengubur dalam-dalam kecemburuan yang ia dapat ketika melihat Kyuhyun bersama dengan gadis lain. Bukankah wanita mudah menutupi rahasianya? Bukankah rahasia adalah perhiasan wanita? Bukankah rahasia membuat seorang wanita menjadi wanita?

 

-flashback end-

 

FIN

 

Maaf ya kalo ceritanya datar banget. Masih dalam tahap belajar membuat konflik.

Leave a comment

22 Comments

  1. Dante

     /  May 22, 2012

    Wah… kalo sekelompok ama Kyuhyun tuh enak… Suaranya dia kan bagus banget…
    Wah, Kyuhyun berani banget ngungkapin perasaan nya di depan guru…

    Reply
  2. yaaak!!! ga datar thor! justru bikin senyum2 sendiri wahahah ayooo posting terus ya^^

    Reply
  3. Wiwik dian

     /  May 22, 2012

    Senyum-senyum sendiri baca ff nie..

    Reply
  4. buset dah.. jd bayangin kalo itu terjadi :$ Guru and temen” sekelas liatin Kyuhyun nembak gueee >w<
    btw, terakhirnya itu Gurunya kemana? :/

    Reply
  5. aviqavipelf27

     /  May 22, 2012

    wah keren bgttttttttttttttttttttt ff nya
    bikin yg lain ya author :D

    Reply
  6. bacanya… dag dig dug.. nyesss~ (?)
    jadi keinget proses jadian temen sekelas.. gyaaa~ ternyata begini rasanya~~ x3 *pegang dada**senyum2 gaje*
    itu.. mana ditambah nembaknya depan guru lagih~ gyaaaa~ x333

    Reply
  7. inggarkichulsung

     /  May 22, 2012

    Keren dan romantis, senangnya ternyata perasaan mereka berdua tdk bertepuk sebelah tangan sama2 saling menyukai. So sweet for this couple Jinhae and Kyu oppa. Great love story author. Thanks

    Reply
  8. Kjjw

     /  May 22, 2012

    seru thor! daebak!
    bikin senyum2 sendiri tau gak, apalagi waktu kyu nembak di depan temen2nya sama gurunya. gurunya loh! gilaa kyuhyun nekad xD

    Reply
  9. nice ff. Kyu romantis nya bikin meleleh. Cinta tak bertepuk sebelah tangan.

    Reply
  10. tiara uno (han soo ae)

     /  May 23, 2012

    Kyuhyunppa so sweeet bangeet :* :3
    Lanjutin dong thor :D
    Hehe,,
    Likelikelike !

    Reply
  11. 김종운♥mala♥조규현

     /  May 23, 2012

    Kerennnnnnnnn
    Senyum-senyum sendiri nih bacanya hehehehehehe
    Tumben si evil bisa romantis bgtu,suka deh ;)

    Reply
  12. sooyoungster0904

     /  May 23, 2012

    Keep writing ;-) B-)

    Reply
  13. Kim Hee-hee

     /  May 23, 2012

    waduuuuuh kyu, koq jd romantis??? biasax kan kaya’ evil, hehe…..
    suka bgt dgn nie ff, kesanx ringan n asik bgt bacax….
    truz berkarya ya chingu, ditunggu next ffx……

    Reply
  14. keren thor…..hehehe
    romaantis banget …..fellnya dapet…
    daebak thor

    Reply
  15. beky

     /  May 23, 2012

    A secret makes a woman woman. Rahasia membuat seorang wanita menjadi wanita. Vermouth quote! Gue baru ngerti arti quote ini skrng. Haha. Thnks author. Nice ff.

    Reply
  16. chai

     /  May 23, 2012

    enggak datar ko’
    itu manis bgt malah… :D
    nice ff thor ^^

    Reply
  17. yowonie

     /  May 23, 2012

    suka sama ceritanya
    so sweet bgt apalagi pas nyatain cinta
    bikin deg2an

    Reply
  18. super senior

     /  May 23, 2012

    ini yang saya suka,cerita tanpa konflik#plaak
    bagus kok thor,sweet banget

    keep writing,ditunggu karya selanjutnya..

    Reply
  19. pom

     /  May 23, 2012

    aku mau dong kayak Jinhae…
    #ngarep.com

    Reply
  20. steph

     /  June 8, 2012

    senengny kalo sekelompok ma kyuppa.. Jd mw nih..

    Reply
  21. Daesungemon

     /  June 9, 2012

    So sweetnya :’) *menghayal,coba aku jadi Jinhae* u,u

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 5,059 other followers

%d bloggers like this: