Author : Natya Priliananda a.k.a. Cho Hyein a.k.a @dark_smoothie
Title : AMATEUR DEATH REAPER’S MESSES
Cast : seluruh member Super Junior, Kim Daera (OC) (Heera dan William ga dimunculin di part ini)
Genre : crunchy thriller comedy, maybe? actually, ga jelas.
Summary : Apa jadinya jika member Super Junior adalah para death reaper?
Disclaimer : This story is mine. Super Junior isn’t mine, but they’re ELF’s. Wait.. it means that THEY ARE MINE, dong! Eh.. but.. AH JADI BINGUNG!
Warning : Fan fiction ini mengandung bentuk penistaan terhadap para cast dan mungkin mengandung genre sweet yaoi yang masih pantas dibaca siswa SMP dan sederajat. Written in Bahasa Indonesia and some (wrong) Korean’s word.
PART 3 – STOP THESE MESS, AND DO SOME PRACTICE!
As what I’ve told, this part will be MORE gaje but with some thriller too. I kinda playing with doors in here, dan saya muncul lagi sebagai author manis baik hati *muntah aja ga apa-apa* yang selalu ngumpet di guci pojokan ruangan.
Banyak pasangan manis mesra juga di sini, loh *menjurus ke genre yaoi jadinya*
And they’ll learn how to take people’s souls in the right way. Start!
Was posted too on darksmoothie.wordpress.com. Yang ini agak sedikit di-edit dari versi yang di blog-ku.
.
.
Kangin mencium aroma manis, membuatnya terbangun dari tidurnya. Ia menggeliat dan mengucek matanya, kemudian menguap. Ia melirik jam di dinding. Pukul 08.00. Ah, sudah pagi rupanya, pikirnya. Kemudian ia berjalan ke arah pintu, mencoba mencari sumber aroma manis yang masih tercium. Belum sempat ia menarik handle pintu..
BAM!!
Pintu terbuka keras ke arahnya, menghantam hidungnya.
“Eeeeeh!? Kangin-ah! Kau gak apa-apa?! Aduh maaf ya, sakit gak?” tanya Leeteuk sambil mengusap hidung Kangin yang lebam.
“ADUUH! Sakit nih hyung! Kau ya yang buka pintu?! ERGH! DASAR!” keluh Kangin kemudian menjitak kepala hyungnya.
“Iih! Aku kan udah minta maaf! Sini, sini, ayo keluar. Kita kompres hidungmu,” kata Leeteuk, menarik Kangin keluar kamar. Kemudian ia mendudukan Kangin di sofa depan TV, pergi ke dapur mengambil kain dan es, dan mulai mengompres hidung si-Racoon.
“Aduh, maaf ya, kalau sakit teriak saja ya,” kata Leeteuk. Tanpa sengaja, Leeteuk menekan keras hidung Kangin.
“AAAAAAAAWWWWWW!” teriak Kangin keras, kesakitan.
BRAKK!
Pintu terbuka keras.
“YAK! HYUNG-DEUL, KALIAN BERISIK SEKALI!! GANGGU ORANG TIDUR TAU GAK SIH?!” bentak Kyuhyun dari kamarnya yang terbuka dengan mata sipit mengantuk. Kemudian ia mencoba menutup pintunya, bermaksud untuk tidur lagi, namun dicegah Sungmin dari belakang.
“Sudah, ayo keluar, sudah pagi,” kata Sungmin sambil menarik tangan Kyuhyun sekaligus mengucek matanya. Kemudian mereka duduk di sebelah Kangin, mencoba memfokuskan pandangan yang masih dihalangi rasa kantuk.
“Aduh, maaf ya aku teriak-teriak, padahal masih pagi. Ini semua gara-gara uri leader nih! Lagian kau ngapain sih hyung, buka pintu kok dibanting?” tanya Kangin dengan hidung yang mulai bengkak. Semua member yang sudah bangun memperhatikan mereka berdua, sang pembuat keributan pagi ini.
“Aku..”
“APAA?” tanya member lain bersamaan.
“Emm… aku… tadinya mau mengejutkan kau, biar kau bangun. Eh, gak taunya kau udah bangun, ada di belakang pintu lagi. Ehehehe, maaf ya?” kata Leeteuk, mengaku salah, mengaruk-garuk kepalanya.
“YAELAH! LAGIAN SIIH ANEH-ANEH AJA KAU HYUNG!” kata Eunhyuk mencekek Leeteuk.
“Ehehehe.. biar rame sedikit..” gumam Leeteuk pelan.
“Ya dikira-kira dong! Masih pagi begini tau,” sahut Zhou Mi di samping TV, mengucek matanya.
“Eeh, sudah, sudah! Pagi-pagi kok ribut? Sarapan dulu yuk! Aku udah bikinin kalian pancake,” kata Ryeowook dengan manis, mencoba menghentikan keributan pagi hari ini.
BRAK!
Sebuah pintu – lagi-lagi – terbuka dengan keras. Oleh Yesung.
“Pancake? Asiik!!” tanya Yesung sambil berlari ke arah dapur dengan riang. Keributan kali ini tidak direspon oleh member lain karena mereka merasa keributan pagi ini sudah cukup banyak.
ooOoo
“Hyung, di kulkas ada sirup Maple tidak?” tanya Henry pada Ryeowook di dapur.
“Sirup maple? Apa itu?” tanya Ryeowook balik.
“Tahu pohon maple nggak?” tanya Henry lagi.
“Nggak,” jawab Ryeowook dengan singkat dan polos.
“Itu looh, yang jadi lambang di bendera Kanada,” kata Henry, kesabarannya mulai habis.
“Oooh, itu.. pohonnya kayak begitu?”
“Yaa.. kira-kira mirip lah.”
“Ooh.. kalau begitu, sirup maple itu sari dari pohon maple?”
“Iya, hyung. Aku biasanya di Kanada makan pancake pake sirup itu. Di kulkas ada gak?”
“Emm… gak tau deh. Cari aja sendiri,” kata Ryeowook sambil lalu, kemudian melanjutkan mencuci pan bekas memasak tadi. Henry gondok, tahu begini mending cari aja sendiri dari awal di kulkas, katanya dalam hati sambil membuka dan mengobrak-abrik isi kulkas. Ternyata ada, sebotol penuh! batin Henry. Dengan riang ia mengambil botol itu, membawanya, duduk di sebelah kiri Kibum yang sedang makan perlahan, dan menuangkan sirup ke atas pancake miliknya. Masih merasa senang, ia mulai makan dengan lahap.
“Wah, ada sirup maple ya?” tanya Kibum.
“Iya, hyung. Want some?” tanya Henry dengan mulut penuh pancake, persis seperti chipmunk *AAA HEN-MUNK!!!^^
“Sure,” jawab Kibum dengan senyuman yang bikin author mimisan dan banjir darah. Henry menuangkan sirup ke atas pancake Kibum yang sudah sepersebelas dimakan. Sepersebelas? Once again, random. Kibum memotong pancakenya, menusuknya dengan garpu, hendak menjejalkan ke dalam mulutnya. Namun potongan itu direbut mulut lain.
“Mashita~” kata Siwon sambil mengunyah nikmat.
“Eeeh.. yah hyung..” keluh Kibum, cemberut.
“Ya ampun, tinggal kau potong lagi kan? Sini, aku suapi,” kata Siwon, duduk di kanan Kibum, memotong-motong pancake Kibum, dan menyuapinya, kadang menyuapi dirinya sendiri.
“Ya ampun, pagi-pagi begini kita sudah dapat tontonan yang sweet gratis ya..” sahut Shindong di hadapan mereka. Ia sudah selesai makan dari tadi, namun masih merasa lapar.
“Kenapa hyung? Ngiri? Cari couple sendiri dong makanya…” balas Siwon, disusul tawa dari Kibum dan Henry.
“Loh, Shindong-hyung bukannya udah punya couple?” tanya Eunhyuk, berjalan ke arah meja makan.
“Siapa?” tanya semua member yang ada di ruang makan.
“Tuh, yang dipojokan, yang ngumpet terus. Si author,” kata Eunhyuk santai. Seketika sebuah wedges bersol kayu mendamprat kepala Eunhyuk.
“HEH, KURANG AJAR!! UDAH BAGUS GUE KASIH LU DIALOG YA DI PART YANG INI!! MAU GUE TENDANG LU KE PUNCAK JAYA WIJAYA TERUS DITOMBAK SAMA ORANG PAPUA?!! DASAR MONYET GAK TAHU TERIMA KASIH! GUE BUKAN COUPLE-NYA SHINDONG YA, TITIK!!!” teriak author dari pojokan dengan murka.
“Ehehe.. Maaf author sayang..” kata Eunhyuk dengan bersalah sambil mengusap kepalanya yang sakit.
“SAYANG, SAYANG.. GUE BUKAN SAYANG LU! CUMA NGERTI KATA ITU DOANG YA? KASIAN. BELAJAR BAHASA INDONESIA SANA SAMA JEWELS INDONESIA!” teriak author.
“Eh? Ada fansku di Indonesia? Senangnyaa~ Eh, author, kamu gak sopan deh, masa kamu manggil aku pake ‘lu’ sih? Aku kan oppa-mu! Ketularan Kyuhyun nih pasti,” tegur Eunhyuk.
“BERAPA KALI GUE HARUS BILANG SIIH, NYET? GUE AUTHORNYA, SUKA-SUKA GUE DONG MAU GIMANA! GA ADA HUBUNGANNYA SAMA KYUHYUN!”
“BAGUS! BAGUS THOR! TINDAS SI MONYET! Eh tunggu bentar. ‘Ga ada hubungannya sama Kyuhyun’? Lah bukannya kau ngebiasin aku? Ih jahat kau,” kata Kyuhyun merengek.
“AAAAH BERISIK LAH KALIAN! UDAH DEH YE CEPETAN SARAPAN, BENTAR LAGI KALIAN DIJEMPUT DAERA!” kata author tidak santai, kemudian kembali ke tempat persembunyiannya.
*Sebenernya author gak tahan ngeliat Kyuhyun merengek dengan manja, tapi karena sebagai author yang baik hati saya gak boleh pilih kasih, jadi maaf ya, Kyuhyun, kamu terpaksa author bentak*
“Ah, iya, bangunin yang lain! Suruh cepetan sarapan! Ayo yang belum mandi cepetan mandi! Kalo gak sempet mandi cuci muka aja! Toh udah ganteng kan kita semua ini,” perintah Leeteuk sambil berbangga ria. “Ah, khusus buat Eunhyuk sama Henry, kalian HARUS MANDI, gak boleh nggak!” lanjutnya.
“EEH? INI DISKRIMINASI!” teriak Eunhyuk dan Henry bersamaan. Yang lainnya mengabaikan mereka dengan melakukan aktivitas masing-masing, membangunkan member lain, mandi, membereskan tempat tidur. Ya, keributan pagi ini sudah cukup banyak dan cukup melelahkan.
Author : “Apa? Belom cukup? Mau author tambah lagi?!”
Sungmin : (Memelas) “Eh, eh, jangan thor! Jangan, ya ya ya?? Udah pusing nih aku huee..”
Author : “Aduh, Min, kamu melas banget sih? Cup cup cup.”
ooOoo
Pukul sembilan pagi. Pintu depan diketuk tiga kali dan tak ada yang membukanya. Otomatis gadis di depan pintu itu main membukanya saja dengan satu gerakan jarinya, seperti biasa. Dan mendapatilah ia pemandangan yang dapat membuat para yeoja di dunia – termasuk author – histeris.
Donghae baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya. Zhou Mi berdiri mengeringkan rambutnya dengan handuk hanya memakai celana jeans. Kyuhyun memonopoli hair-dryer dalam keadaan TANPA ATASAN *MOMENT SANGAT YANG LANGKA*, tidak rela baju favoritnya basah, membiarkan Kibum lama-kelamaan masuk angin tanpa atasan, menunggu giliran. Dan gadis berambut merah itu hanya menaikan satu alisnya dan membelalakan matanya, melipat tangan di dada.
“KYAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!” teriak keempat orang itu dengan histeris.
“YAK! Daera-ssi! Kenapa main masuk ke dorm namja?!” teriak Kyuhyun, menutupi dadanya dengan kedua tangannya *ya elah ga usah ditutupin juga ga apa-apa kali Kyu HAHAHA! à maunya si author
“HEI! Ketuk pintu dulu, Daera-ssi!” teriak Zhou Mi sambil segera menutup tubuhnya dengan handuk yang ia gunakan. Sementara Donghae teriak-teriak sambil lari, menggedor-gedor pintu kamarnya sambil menahan erat handuknya (di dalem ada Eunhyuk soalnya), kemudian masuk dan mengunci pintu. Kibum lari ke kamarnya dengan sok cool. Bisakah anda membayangkan situasi ini?
“Aku sudah mengetuk pintu kalian tiga kali, tak ada jawaban. Lagipula apakah kalian harus berkeliaraan tanpa atasan?” tanya Daera dengan santai.
“Ya, tapi bukankah tidak sopan kalau kau membuka pintu tanpa mengetuknya dulu?” tanya Kibum yang kini sudah memakai atasan dan kembali dari kamarnya.
“Aku sudah bilang kemarin, ‘besok kalian harus siap’. Aku salah?”
“JELAS!” teriak mereka bertiga. Bertiga? Ya, Donghae masih shock di dalam kamar.
“Baiklah, lagipula kemarin aku tidak memberi tahu kalian kapan aku akan datang. Jeongmal mianhae,” kata Daera, membungkukan badan dengan sopan dan tenang. Kemudian ia menegakan badan, menggerakan telunjuknya dan seketika kelimabelas member sudah berbaris di ruang tamu. Kyuhyun dan Zhou Mi masih belum sempat memakai atasan. Sungmin menggunakan kaus pink terbaiknya. Leeteuk berpakaian putih-putih. Member lainnya menggunakan pakaian berwarna cerah. Lagi-lagi Daera mengangkat satu alisnya. Siwon merasa tersaingi, karena gaya Daera dalam menaikan alisnya jauh lebih dahsyat daripadanya.
“Terlalu lama, nanti kalian terlambat kalau harus ganti baju lagi, tapi memang salahku,” gumam Daera pelan. “Mulai besok kalian harus pakai baju bernuansa hitam, Kyuhyun dan Zhou Mi, cepat pakai baju kalian,” perintahnya dengan malas.
ooOoo
“Baiklah, kalian sudah tahu apa yang hari ini akan kalian lakukan. Karena kalian berjumlah 15 orang sementara pelatih kalian hanyalah satu orang, maka kalian akan dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok satu, Donghae, Kibum, Shindong, Ryeowook, Kangin. Kelompok dua, Henry, Hangeng, Yesung, Sungmin, Siwon. Kelompok terakhir, Heechul, Kyuhyun, Eunhyuk, Zhou Mi, Leeteuk. Cepat berkumpul dengan anggota kelompok masing-masing dan jangan protes!” perintah Daera dengan malas.
“Untuk mencabut nyawa kita memang harus berinteraksi dengan manusia yang nyawanya ingin kita cabut. Karena itu kita harus turun ke bumi…”
“YAYYY!!!!” kelimabelas orang itu berteriak girang.
“Aku mau ketemu Kkoming ah, kangen!” teriak Yesung.
“Aku mau main sama Heebum!” teriak Heechul.
“Aku mau beli CD game terbaru ah! Sama ngambil koleksi DVD drama Korea-ku!!” teriak Kyuhyun.
“YAK BABO!! KALIAN TURUN KE BUMI BUKAN UNTUK DARMAWISATA! KALIAN AKAN MENCABUT NYAWA! MENCABUT NYAWA! JADI JANGAN MELAKUKAN HAL LAIN DI BUMI SELAIN MENCABUT NYAWA MANUSIA!! AAH AKU MENYESAL KENAPA AKU MENAWARKAN DIRI UNTUK MELATIH KALIAN! TAHU KALAU KELAKUAN KALIAN GILA SEMUA AKU TAK AKAN MAU!!!! ANDWAE!!!” teriak Daera histeris dengan ekspresi setan murka. Cukup mengejutkan bagi lima belas orang itu mengingat Daera nyaris tak pernah berekspresi. Ya, seperti kata Kangin dalam AMATEUR DEATH REAPER’S MESSES part 2, Kim Daera jauh lebih mengerikan dari pada maknae setan mereka.
“AH SUDAHLAH! KELOMPOK SATU CEPAT KEMARI, KITA TURUN KE BUMI! KELOMPOK YANG LAIN, TUNGGU DI SINI DAN JANGAN BUAT KERIBUTAN SELAMA KELOMPOK SATU KE BUMI! AWAS SAJA!” teriak Daera sambil menuntun kelompok satu ke sebuah gerbang hitam. Kemudian mereka menghilang. Sepuluh orang yang masih menunggu di depan gerbang duduk diam karena takut akan gadis itu. Namun ada satu orang yang murka karena ternyata ada orang yang lebih mengerikan dan lebih setan daripada dirinya. Dan ia bertekad dalam hatinya, ‘Aku harus bisa lebih baik daripada gadis itu!’
Mianhae, Kyuhyun-ssi. Gelarmu selama ini telah direbut dalam waktu kurang dari duapuluh detik oleh gadis yang belum ada sehari mengenalmu itu.
ooOoo
Kelompok terakhir belum dipanggil, mereka masih menunggu hingga kelompok dua kembali. Sementara kelompok satu yang sudah kembali menceritakan pengalaman mereka selama di bumi kepada kelompok terakhir.
“Aduh, susah sekali! Tadi aku gagal mencoba!” kata Kibum.
“Aku juga gagal. Soalnya tempatnya ada di depan restoran daging, konsentrasiku jadi buyar!” kata Shindong.
“Yah, itu mah masalahmu! Dasar,” sahut Kangin. “Aku juga tadi gagal, soalnya manusianya seorang yeoja, cantik pula, aku jadi tak tega!” lanjutnya lagi.
“Yak! Dasar playboy!” sahut Eunhyuk.
“Aku.. juga.. Hiks.. Aku juga gagaaaaal! Aku tak tegaaa!” teriak Ryeowook sambil menangis. Ia berpelukan dengan Donghae yang juga gagal.
“Yeoja itu kasihan sekaliii!” teriak Donghae bercucuran air mata.
“Memang caranya seperti apa sih?” tanya Heechul penasaran.
“Maaf hyung, kami gak boleh kasih tahu kalian sebelum kalian tahu sendiri caranya,” jawab Kibum dengan menyesal.
“Siapa yang nggak bolehin?” tanya Zhou Mi.
“Daera, lah, siapa lagi,” kata Kangin.
“Lah, memangnya dia bakal tahu kalau kalian kasih tahu kami?” tanya Leeteuk.
“TENTU SAJA AKU TAHU KALAU KALIAN NGOMONG DI DEPANKU! AYO KELOMPOK TERAKHIR, KITA BERANGKAT!” teriak Daera dengan murka, mengagetkan para namja yang sedang membicarakannya. Rupanya ia telah membawa kelompok dua kembali. Kelompok terakhir pun berangkat dengan rasa penasaran, tak sabar menghadapi apa yang akan terjadi nanti.
Mereka sampai di sebuah jalan raya di depan pertokoan. Sebuah kecelakaan mobil telah terjadi di sana. Korbannya adalah seorang yeoja yang terjepit di dalam mobil yang hancur. Yeoja itu nyaris tak sadar. Kepalanya kena pecahan kaca mobil dan ia menahan rasa sakit yang luar biasa.
“Yeoja itu adalah sasaran kalian, dan kalian harus menabut nyawanya. Coba singkirkan rasa tak tega, karena seorang death reaper bertugas untuk mencabut nyawa, tak peduli siapapun itu sasarannya,” jelas Daera. Semuanya mengangguk-angguk tanda paham.
“Tak ada mantera khusus untuk mencabut nyawa. Yang kalian harus lakukan adalah rentangkan tangan kalian ke depan, tatap mata sasaran denan tajam dan dalam, lalu pikirkanlah bahwa nyawa sasaran sedang kalian lepas dari tubuhnya sambil perlahan kalian tarik tangan kalian. Satu lagi, kalian harus fokus dan yakin. Dan nyawanya pun akan lepas. Kalian paham?”
Kelima orang itu mengangguk.
“Kalau begitu cobalah lakukan apa yang tadi kukatakan.”
Mimik kelima orang itu langsung berubah. Mereka takut.
“Daera-ssi, apakah sasaran untuk latihan harus yeoja ini? Sepertinya ia tidak bersalah,” tanya Zhou Mi, mencoba membuang-buang waktu.
“Yeoja ini memang ditakdirkan untuk meninggal hari ini. Lagipula kurasa lebih baik ia meninggal daripada terlalu lama menahan rasa sakit. Tak peduli apakah seorang sasaran memilik dosa yang besar atau nyaris tak berdosa sama sekali, semua orang nantinya cepat atau lambat akan meninggal, kan? Ayo cepat, cobalah! Yeoja itu menderita! Dari sepuluh orang yang berlatih tadi belum ada yang berhasil mencabut nyawa dari tadi.”
Satu orang melangkahkan kakinya ke arah yeoja yang sekarat itu. Kyuhyun berusaha menghilangkan rasa takutnya, ia takut melihat kondisi yeoja yang mengenaskan itu.
‘Tuan Cho, singkirkan rasa takutmu, kau sudah bertekad untuk menjadi lebih baik daripada yeoja setan itu kan?’ batinnya. Kemudian ia merentangkan tangannya ke arah yeoja itu, menatap mata yeoja itu, berpikir bahwa ia sedang melepas nyawa yeoja itu. Kyuhyun melakukan apa yang sudah dijelaskan oleh Daera tadi. Rasa takutnya kini hilang. Mimik wajahnya serius sekali.
Yeoja itu membuka matanya dan menatap mata Kyuhyun. Kyuhyun terkejut, namun ia mencoba untuk tetap fokus. Dan perlahan nyawa yeoja itu terlepas, terpisah dari tubuhnya.
“AAAAAA! Apa yang kau lakukan padaku?!” tanya yeoja itu.
“… Lebih baik seperti ini daripada kau menderita menahan sakit. Mianhae…” jawab Kyuhyun. Kemudian arwah yeoja itu menghilang entah ke mana. Dan tubuh yeoja itu sekarang sudah kaku, sudah tak bernyawa.
“Nyawa yeoja itu ke mana?” tanya Kyuhyun pada Daera dan lainnya di belakang. Daera hanya memandang Kyuhyun dengan pandangan kagum, yang lainnya melongo takjub.
“Wae?” tanya Kyuhyun sambil berjalan ke arah mereka.
Plok, plok, plok.
“Cho Kyuhyun, selamat, kau orang pertama yang berhasil mencabut nyawa. Daebak!” kata Daera sambil bertepuk tangan. Dan tersenyum kecil.
“CHO KYUHYUN NEOMU DAEBAK!” teriak empat hyungnya.
“Ah, aku tahu aku ini memang hebat!” teriaknya saat berada di depan mereka. Boleh lah, nyombong sedikit. Namun sebenarnya kedua hal itu sukses membuat Kyuhyun bersemu merah. Ia merasa agak malu. Tapi juga bangga karena bisa jadi orang yang pertama kali sukses. Pundak Kyuhyun ditinju kecil oleh Zhou Mi, rambutnya diacak oleh Leeteuk, tubuhnya dipeluk erat oleh Eunhyuk dan Heechul. Semuanya berteriak girang, rusuh sekali.
“Sudah, ayo kita kembali,” kata Daera, mencoba menghentikan kerusuhan mereka. Semuanya berjalan sambil mendorong-dorong tubuh Kyuhyun, masih bangga pada maknae setan itu.
“Ah tunggu, kau belum jawab pertanyaanku, Daera-ssi,” cegah Kyuhyun.
“Ah benarkah?… Coba pikirkan sendiri, besok akan kuberi tahu,” kata Daera datar, namun mukanya jahil.
“Kenapa harus besok? Sekarang tidak bisa?” tanya Kyuhyun ingin tahu.
“Kau tidak ingin merayakan keberhasilanmu dulu?”
ooOoo
“Waaaa dongsaengku ini memang hebat!” kata Sungmin dengan riang sambil memeluk Kyuhyun.
“Kyuhyun kau hebat!” teriak Henry.
“Baru kau saja kan yang berhasli melakukannya? Daebak!” teriak Yesung.
“Waah aku bangga padamu!” teriak Hangeng.
“Yak, bagaimana kau bisa melakukannya tadi?” tanya Donghae ingin tahu.
“Hmm, bagaimana ya, hyung? Hmm, aku juga tak tahu,” jawab Kyuhyun.
“Mwo? Yang benar saja! Masa kau tidak tahu? Kan kau sendiri yang melakukannya!” teriak Shindong
“Ah, iya ya. Oh aku tahu! Aku tahu kenapa!”
“Memangnya kenapa?” tanya seluruh member.
“Karena aku.. MEMANG HEBAT! MUAHAHAHAHA!” jawab Kyuhyun diiringi ketawa setan andalannya.
“YAK!!” teriak semua member, mengacak-acak rambut Kyuhyun.
“AAAA KYUHYUN-AH NEOMU DAEBAK!!!” teriak author di belakang Eunhyuk dan Leeteuk yang ada di depan Kyuhyun. Halah, dasar author, mentang-mentang biasnya aja, langsung dia berlagak manis. Pilih kasih. Jijik dah. Eh. Tunggu. KAN GUE AUTHORNYA. Laaah ini mah gue menistakan diri gue sendiri dong?
Ah lupakan. Lanjut sana bacanya.
“Ah, gomawo, author,” kata Kyuhyun dengan manis. Saking manisnya sampai membuat author overdosis dan langsung kena diabetes melitus. Apakah itu diabetes melitus? Tanya Mbah Gugel sana *efek terlalu banyak belajar biologi
“Naah, sekarang mari kita rayakan keberhasilan uri evil maknae ya! Tadi aku udah beliin soju buat kalian, hari ini kalian boleh minum-minum! Tuh, udah kusiapin di meja. Aku juga udah bikinin kalian kimbab, tuh. Sana, sana, ke ruang makan!” kata author girang, menarik Ryeowook ke ruang makan.
“Kenapa aku ditarik-tarik, author?”
“Bantuin aku siapin piring!” jawab author.
“Aku capek! Yang lain aja!” kata Ryeowook malas.
“Yah, kamu mah! Aku suruh siapa dong?”
“Shindong aja, tuh. Dia mah pasti mau kamu suruh-suruh,” kata Ryeowook sambil menarik Shindong ke arah author.
“Mwo?!” teriak author dan Shindong bersamaan. Sial, batin author.
“Udah lah, daripada gak ada yang bantuin kamu, thor,” sahut Sungmin polos. Author hanya memandang Sungmin tajam.
“AH! Ya udah deh! Shindong! Kamu mau gak bantuin aku?!” tanya author malas.
“Gak masalah,” jawab Shindong enteng.
“Ya udah, bagus deh, daripada gak ada yang bantuin aku. Sini kau,” kata author pasrah sambil menyeret paksa Shindong ke dapur. LIHATLAH HAI READERS YANG KERAP KALI MENJODOHKAN SAYA DENGAN SHINDONG, KALI INI SAYA PASRAH. PUASKAH KALIAN?! HANYA KALI INI! KALI INI!
“Eh, Shindong-hyung, jangan nyomot kimbab-nya! Diet, hyung, diet!” teriak Eunhyuk memanasi suasana. Kok bisa? Ya iya lah si Eunhyuk hot begitu. HOT. HOT!*apa sih?
“Yak! Gak akan! Aku gak akan berani nyomot di depan author!” balas Shindong sambil masih diseret oleh author. Author berhenti menyeret Shindong dan memandanginya.
“Kamu kenapa, author?” tanya Shindong heran pada author. Author hanya tersenyum miring.
“Bagus, bagus,” kata author sambil menepuk pundak Shindong, kemudian kembali menyeretnya. Ternyata ada juga yang takut sama author. Senangnya.
ooOoo
“Author, kimbab-nya higienis, gak?” tanya Leeteuk waswas.
“Author, kok kimbab-nya abstrak?” tanya Donghae.
“Rasa kimbab-nya enak gak, thor?” tanya Kyuhyun ragu. Semuanya memandangi tumpukan kimbab yang terlihat agak mengenaskan yang tersusun di atas meja.
“Yak, kalian meragukanku?” tanya author keras.
“Ya.. habisnya kan kau belum pernah masak kimbab sebelumnya..” sahut Siwon pelan di saat hening, yang sukses membuat perkataannya terdengar jelas oleh semuanya.
“Yak, jangan lihat dari penampilannya! Rasakan dulu! Ah, paling tidak, coba masukan ke mulut kalian saja! Kurasa kimbab buatanku masih layak untuk masuk ke mulut kalian, kok! Aku yakin, kalian gak akan muntah kok! Percaya deh!” kata author, mencoba menyakinkan mereka.
“Emmm…” gumam semuanya, bingung. Mereka ragu. Tapi satu tangan terjulur dan meraih sepotong kimbab di atas meja dan melahapnya. Mata yang lain tak percaya atas apa yang sudah mereka lihat barusan. Mulut itu mengunyah perlahan, kemudian bibir itu tersenyum.
“Mmm, mashita!” kata ….
…
Ayo! Tebak! Kata siapa, kira-kira?
Comment, ya! Jawabannya di next chapter. Oke, oke?
HAAAAH? CUMA SEGINI?? KEPENDEKAAAN!
Kagak, lah! Lanjut!
…
“Mmm, mashita!” kata AUTHOR.
JENG-JENG! AYOOO, TADI KALIAN PIKIR YANG NGOMONG ITU SIAPA??
“YAK! BISA SAJA, KAN, KAU BERPURA-PURA MENGATAKAN BAHWA KIMBAB BUATANMU ENAK!” teriak Heechul.
“Kalian tidak percaya? Coba saja sendiri! Sudahlah, aku mau pergi. Rayakan saja sendiri ya, oppa-deul. Aku buru-buru, kalau ada yang ingin kalian tanyakan padaku, besok saja ya! Ah! Kimbab itu harus habis, aku tak mau tahu! DAN TIDAK BOLEH KALIAN BUANG! Aku akan tahu kalau kalian membuangnya!!” kata author sambil teriak.
“Bagaimana kau tahu kalau kami membuangnya?” tanya Henry polos.
“TENTU SAJA AKU TAHU, AKU INI AUTHORNYA! Ah sudahlah, sampai nanti, oppa-deul!” kata author sambil berlari ke pojok ruangan dan masuk ke dalam guci. Tak muncul lagi.
“Ah, sebenarnya di dalam guci itu ada apa sih? Aku penasaran,” kata Kangin.
“Sudahlah, ayo kita rayakan keberhasilan uri evil maknae! Sini gelasmu, Kyuhyun-ah! Kutuangkan soju untukmu!” kata Sungmin girang. Semuanya mulai menuangkan soju ke gelas masing-masing dan bersulang. Mengabaikan puluhan potong kimbab di depan mereka.
“Ah, tak ada yang mau makan ini? Sudahlah, ku makan saja, kasihan si author sudah capek membuatnya,” kata Shindong, menjulurkan tangannya ke tumpukan kimbab itu. Yang lain memandang tak percaya saat Shindong memasukan benda itu ke mulutnya. Cukup lama ia mengunyah, perlahan ia telan. Ia membelalakan matanya.
“Yak! Kau kenapa, hyung?” tanya Kibum waswas.
“Ah.. kimbab ini.. ini..”
“Kenapa?” tanya Henry.
“… NEOMU MASHITA!! JJINJA! Coba kalian cicipi!” kata Shindong sambil tersenyum.
“Jjinja? Coba sini, mana?” tanya Siwon sambil mencomot dua potong kimbab. Ia mengunyahnya perlahan, dan mulai menelannya sambil melotot lebay *tahu kan ya, ekspresi Siwon yang melotot lebay itu* saat..
“YAK! OPPA-DEUL! KALIAN TAK AKAN PERCAYA INI!” teriak author sambil terengah-engah karena berlari.
“UHUKK! UHUKK!” batuk Siwon.
“Yak, author! Jangan mengejutkan kami! Lihat, tuh, Siwon tersedak!” teriak Hangeng.
“Kenapa sih, kamu? Kehabisan napas begitu? Habis lari-lari ya? Kenapa sih?” tanya Kyuhyun.
“Lihat ini! Baca headline nya!” perintah author sambil membawa-bawa se-eksemplar koran.
“Apa, sih? Nyatai, dong, thor. Sini korannya,” kata Leeteuk, menyambar koran dari tangan author dan meletakannya di meja makan. Ia membaca headline-nya dan terkaget sendiri.
“MWO?!! …
‘Kematian Super Junior Merenggut Nyawa Para ELF’?!!”
Hayoloh! Their deaths make another mess in the earth!
Whaddaya think? Thrillernya berasa gak? Kok pas author baca-baca lagi, gak terlalu berasa, ya? Masih tetep gaje ya? Muahahahahahaha. Part kali ini agak saya panjangin.
Gomawo for read and comment and like ^^




ElynELF
/ May 31, 2012seru kok seru….
moga makin bgs, makin bgs, dan mkin bgs lg…
fighting…..<3
@YundaTripleS501
/ May 31, 2012Kelanjutannya gmana yah? Udh lm bgt nunggu part3x.. Part4 yah
veeELF
/ May 31, 2012hahaha…daebak banget nich, jadi yeoja tadi ELF a, hahaha
lanjut deh thor…
Natya Priliananda
/ June 5, 2012humm, maksud chingu si Daera? Daera itu ELF? ELF? Humm dia ELF bukan ya??? *author minta ditabok* ahahahaha kau tunggu aja di beberapa part selanjutnya ya
)
Lindia 상 우 ELF only
/ May 31, 2012wah…. thor! menegangkan humor sama thillernya PAS! NEOMU DAEBAK! author sama kyu aja deh pantesnya….
Mae Jong Woon
/ May 31, 2012Akhirnya muncul jg ne ff..mmm.. iya thor tambah gaje aj critanya, thrillernya kurang, banget malah hehe^^
tapi tetep “KOMPOR GAS” ngerti ga thor? Klo ga silahkan n0ntoN s***d up c*****y
Alya Shafira Lamato
/ June 1, 2012Maksudnya Stand up Comedy yaa??? Hahahahhahhhahahahha
Alya Shafira Lamato
/ June 1, 2012Ngomong ngomong.. aku juga evil lohh~ #promosi #siapaygpeduli
Hahahahhhhahh!!! Kalau gitu biar aku aja yg gantiin daera! Seneng bgt bisa liat perut buncit kyu o.O
Kyahaha.. kematian SJ merengut nyawa ELF?? kalau gitu aku gamau jadi ELF lagi.. jadi ELFSEJATTI SAJAHH ahahah
Cerita daebak thor! !! Lanjut ya!
Natya Priliananda
/ June 5, 2012kamu evil? KITA SAMA, DONG!! #ehsalah
chingu kamu yakin mau gantiin Daera? entar kamu pusing loh ngadepin tingkah laku oppa-deul wakakak author juga mau siiih tapi takutnya ribet entar hidup aku wakakakakak
gomawoo^^
ocha
/ June 1, 2012Kyu emang evil sejati ya, ckckckck
Lanjut ya thor
Natya Priliananda
/ June 5, 2012misii misii author numpang lewat yaaa ehehehe
makasi semuanya yang menyukai FF abal saya ini yaa, yang udah baca makasiii, yang udah baca DAN COMMENT terima kasih banyaaak saya cipokin satu-satu mau ga? ngga? Ya udah deh hahahaha saya doain tiap malem ngemimpiin bias masing-masing yaaa wakakakakak
naah kalo pada nunggu part 4, kan di SJFF2010 below dipost, kalian baca di blogku aja, tapi plis jangan lupa comment ya
sekali lagi, gamsahamnida ^^
karin sparkyu
/ August 4, 2012nie cerita gila banget sih tapi seru kok
SinHye
/ September 9, 2012Seruuuuuu!!! Lanjut thoooor ;D