HI, STRANGER! ( Third Story of To My Dearest Roomate, I Give You My Love)

Read This ::  

First story:  To My Dearest Roomate, I Give You My Love

Second story:  Start Over

By: @pssiskarani – 

 

HI, STRANGER!

Aku terbangun dengan malas di kamarku. Sinar matahari menelusup masuk melalui celah-celah kaca jendela kamar. Semalaman, Jakarta diguyur hujan lebat, membuat suhu udara pagi ini turun beberapa derajat.

Aku mematikan pendingin ruangan kamarku dan membuka jendela kamar yang terletak di lantai tiga kediaman Wiranegara. Udara dingin khas pagi hari menyeruak masuk, membuatku secara refleks menyilangkan tangan di depan dada.

What a perfect Sunday morning.

Aku turun menuju ruang makan utama. Ayah dan ibu sudah duduk berdua di meja makan. Mesra sekali, layaknya anak muda yang baru saja dimabuk cinta.  Oh great, bahkan aku dan Kyuhyun tidak se-cheesy itu. Aku mendengus geli.

Good morning, Mom. Good morning Dad. Masih sepagi ini dan sudah setua ini kalian masih saja pamer kemesraan.” Aku menyapa dan mendekati mereka, membuyarkan romantisme picisan mereka. Mereka terkejut, tapi raut wajahnya bahagia. Masing-masing mencium pipiku.

Good morning, Daddy’s little girl. Kok komentarnya gitu sih? Harusnya Tasha seneng dong Ayah dan Ibu langgeng.”

“Loh emang Tasha bilang nggak suka? Tasha kan cuma komentar kalau Ayah dan Ibu ini masih aja suka pamer kemesraan.” Aku beranjak menuju dapur mengambil segelas air putih dan segelas susu full cream. Aku terkikik pelan mendengar ayah yang belum terima disebut tua oleh putrinya sendiri.

You two, stop it now. Kalian ini ayah dan anak sama keras kepalanya. Sarapan dengan tenang sekali ini saja, susah kan bagi kita bertiga untuk berkumpul menikmati quality time.” Selalu ibu yang menjadi penengah. Aku mengoleskan selai kacang ke roti tawarku banyak-banyak sebelum berkumpul di depan tv.

“Tasha, minggu depan ikut Ibu ya?” Ibu menyenggol pelan bahuku melihatku yang sibuk sendiri berkutat dengan iPad ayah. Aku sedang mencari berita tentang Super Junior, jelas. Dan pagi ini, rencananya akan kuberitahu kedua orangtuaku tentang rencanaku dan Kyuhyun.

“Ibu mau kemana?”

“Jadi muse Ibu, weekend depan? Kamu masih terikat kontrak sama label lain?”

“Enggak kok, Tasha lagi free. Ibu mau show dimana?”

Peace Square, Olympic Park Jamsil, Seoul.

Aku tersedak air mineral yang aku minum. Ayah yang berada tepat di sampingku mengelus punggungku perlahan. Tak sengaja mengintip Super Junior yang terputar di iPad ayah.

“Sejak kapan anak Ayah jadi pengagum boyband Korea?”

Shoot! Ini saatnya.

Aku mengulum sebuah senyuman, menarik nafas dalam-dalam sebelum memulai.

“Yah, Tasha sudah punya pacar.”

“Ini pacar yang keberapa, Sayang?” Ayah tertawa menggoda. Aku mendengus kesal, bukannya mengkhawatirkan anak gadisnya berpacaran dengan siapa, malah menggodanya. Ibu juga sama saja.

“Ayah, kok Ayah komentarnya cuma gitu sih? Yang ini lain Yah, dia sudah melamar Tasha.” Aku sengaja memancing emosi. Sejujurnya menyebalkan sekali sepasang orangtua ini. Mengapa mereka tidak mengkhawatirkan putrinya berpacaran dengan siapa, tidak seperti orangtua lain.

“Anak Ibu udah gede ya sekarang, kenapa baru cerita sekarang?” giliran ibu yang bertanya. Sementara ayah sibuk sendiri memperhatikan Super Junior. Aku mendesah berat.

“Ya, Ibu tau sendiri. Kita yang hanya bertiga aja jarang punya waktu bersama. Sebenernya udah lama Tasha mau cerita sama Ayah sama Ibu. Tasha nunggu waktu yang pas, buat quality time kita kaya gini Bu. Tasha pengen denger pendapat Ayah Ibu langsung terhadap pilihan Tasha. Jadi baru sempet sekarang deh. Maafin Tasha.”

“Selama kamu bahagia, jalani saja. Bukannya Ayah sama Ibu nggak sayang sama Tasha terus jadi ngebebasin Tasha buat pilih siapa aja buat jadi pendamping Tasha loh. Ayah sama Ibu percaya Tasha udah gede, udah cukup dewasa buat nentuin jalan hidup sendiri. Kebahagiaan orangtua itu kalau ngelihat anaknya bahagia. Jadi selama Tasha bahagia sama siapapun pilihan Tasha, Ibu juga ikut bahagia.”

Air mataku menetes, terharu. Lama tak bertemu ibu membuatku merindukan banyak hal dari beliau. Aku memeluknya, dan ibu balas memelukku. Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali aku bersama ibu berbicara dari hati ke hati seperti ini.

“Jadi yang mana calon menantu Ayah? Kok Ayah nggak dikasih tau?”

Aku mengambil iPad yang sedang dipegang ayah. Aku terkikik pelan melihat ayah yang sedikit bersungut kesal akan sikapku.

“Tadi Tasha belum jawab kan tawaran Ibu? Tasha ikut Bu, kebetulan Tasha lagi banyak ngurus ijin tinggal di Korea Selatan.”

“Loh, katanya Tasha udah punya tunangan di sini?”

“Emang tadi Tasha bilang kalo tunangan Tasha orang sini yah? Tunangan Tasha orang Korea, ini orangnya. Jadi Ayah udah tau kan kenapa sekarang Tasha hobi nonton boyband Korea?” jawabku ringan sambil memamerkan potret Kyuhyun di iPad ayah. Seulas senyum innocent tercetak di wajahku mendapati ekspresi kebingungan kedua orangtuaku.

.

Aku merebahkan tubuhku di kasur kamarku, sebelah tanganku memegang ponsel Sidekick-ku yang sedang kugunakan untuk menghubungi seseorang. Nada tunggu terdengar dari seberang. Tak sampai semenit suara yang ku rindukan terdengar dari ujung telepon.

Miss me, eh dear?

Why so confident? What if I want to break up again?

Not in any possible way, I’m dead sure. Just admit it that you badly missing me.

Ngah, whatever you say, Mister Self-Praises. Anyway I’m heading to Seoul next week..” belum selesai aku menyelesaikan kalimatku, suara di seberang sudah heboh memotongku.

Omonaa, next week? I can not wait to kiss you.

Sigh, precisely like I thought. You’re the one who missing me.

Ah, I’m a happy man, hihi..

Not that happy yet, Kyuhyun. I have a job to do.

As your mum’s faces, I guess? Then, I’ll go watch your show. Can you get me a front row, dear?” Nada suaranya sengaja dimanis-maniskan di kalimat terakhir. Tipikal Kyuhyun kalau sudah ada maunya.

Ten front row tickets for you and your hyungs. Make sure you guys do not disappoint me next weekend.

That is why I love you, Nat. Have a safe trip.

Aku menutup sambungan teleponku. Secara umur Kyuhyun boleh saja lebih tua dariku, tapi secara mental dia jauh di bawahku.

.

Di sinilah aku sekarang, di backstage perhelatan Fashion Show Ann Demeulemeester Fall/Winter 2011.

Aku mematut bayanganku di kaca sekali lagi, melatih ekspresi wajahku agar tetap datar. Professional stylist berulang kali mengecek gaunku, memberi sentuhan terakhir agar aku terlihat sempurna tanpa cela.

Aku tak pernah merasa segugup ini sebelumnya. Ini bukan pertama kalinya aku turun ke catwalk atau menjadi first face bahkan muse di acara besar. Show ini memang pertama kalinya aku turun kembali setelah hiatus selama beberapa waktu, tapi di luar itu semua ada beberapa hal yang membuatku nervous.

Pertama, ayah menontonku di front row, tepat di samping Kyuhyun. Sejak tadi aku mengintip mereka berdua, entah apa saja yang mereka bicarakan. Kyuhyun terlihat santai menikmati, sesekali dia tertawa. Apapun itu, semoga hal baik.

Kedua, masih tentang ayah. Ayahku yang paling perhatian meluangkan waktunya untuk menonton putrinya tampil di show milik ibu. Masalahnya adalah, ayah juara satu dan paling baik di seluruh dunia mendadak berubah norak jika sudah menyangkut fashion show. Ya Tuhan, sekali ini saja aku mohon jangan biarkan ayah membuyarkan konsentrasiku.

Ketiga, well mungkin aku mengkhawatirkan terlalu cepat, tapi rencananya ayah dan ibu akan mengundang Kyuhyun pada acara makan malam keluarga. Yah, semacam perkenalan lebih lanjut. Dan bagaimana jika mereka tidak setuju? Bagaimana jika mereka justru mengatakan tidak untuk sesuatu yang paling aku inginkan?

Asisten ibu memberiku segelas air hangat untuk menenangkanku. Aku menghirup uapnya perlahan, melonggarkan saluran sinusku. Paling tidak ini bisa sedikit menghilangkan kegugupanku.

Lampu-lampu sudah dimatikan, spotlight sudah dinyalakan. Countdown dimulai, dan bersiaplah untuk menjadi center of attention, Nat. You have a hard job to do.

Aku berjalan perlahan, tepat ketika tirai sudah terbuka sepenuhnya. Lampu sorot menyinar tepat dihadapanku, membuat mataku pedih. Aku meminimalisasi gerakan mata, menjaga ekspresiku agar tetap datar, serta tetap konsisten pada irama jalanku.

Aku mengerling sekilas ke tempat ayah. Toldcha, ayah memang selalu norak setiap menonton fashion show. Dia melambai-lambaikan tangannya penuh antusias. Di sampingnya, Kyuhyun setengah mati menahan tawanya sementara kesembilan hyungnya di Super Junior menatapku penuh perhatian.

Aku berhenti di ujung catwalk. Tahan sebentar. Aku merasakan puluhan pasang mata memperhatikanku serta blitz kamera yang tidak henti menghujaniku. Dan walaupun pekerjaan ini amat sangat melelahkan dan membutuhkan konsentrasi tinggi, aku bersumpah aku menikmati sensasi seperti ini. Aku menikmati kepuasan yang kudapat setelah selesai menuntaskan tugasku.

Aku berbalik ke arah backstage. Memberikan smirk kecil dengan ekspresi wajah sedikit kubuat congak. Penonton bertepuk tangan memuji penampilanku. Perfect ending!

.

Aku melompati after party. Aku kelelahan, dan jujur saja after party doesn’t really suit my style. Sempat melayani beberapa editor magazine dan fotografer yang ingin membidikku, baik di backstage maupun off duty. Segera setelah aku menuntaskan tugasku, aku menyelinap kabur dari backstage.

Overall, show ibu kali ini sukses seperti biasa. Mengingat ini adalah debut ibu di Korea Selatan, harus aku akui aku ikut lega melihat reaksi penonton.

Nice performance Natashaa!” Suara-suara bising menyambutku ketika aku keluar dari backstage. Sepuluh pria tampan menyambutku, beberapa di antara mereka melambaikan tangannya ke arahku. Aku berjalan mendekati mereka, yang segera memberiku kecupan hangat di pipi.

Aku berhenti pada pria yang berdiri paling belakang dalam rombongan. Pria itu tidak mengecup pipiku seperti kesembilan kakak-kakaknya, sebagai gantinya dia memelukku dan memberi kecupan di kening.

That was amazing, Nat. “ Ryeowook berkomentar.

I love the way you smirk, far much better than Kyuhyun’s.” Kali ini Sungmin yang memberikan pujiannya, yang justru mendapat tatapan maut dari Kyuhyun.

“Dan kau seribu kali lebih cantik dari Heechul hyung Nat.” Hyukjae berkomentar, sungguh nyawa sembilan Hyukjae membawa-bawa nama Heenim.

Yah!” Heenim memukul Hyukjae di pundak. Bukan Heenim kalau dia mau dikalahkan olehku.

Benar kan?

“Terima kasih sudah datang dan terima kasih sudah memujiku. Sebuah kehormatan mendapat pujian dari kalian.” Aku tersenyum dan membungkuk hormat kepada mereka.

“Kami yang berterima kasih Natasha-shii, atas undangannya.” Siwon membalas, mewakili saudara-saudaranya.

Ok boys, time to go now. Natasha-sshi, sekali lagi selamat atas penampilanmu. Dan terima kasih sudah mengundang kami. Kyuhyun akan mengantarmu pulang. Selamat malam.” Leeteuk tersenyum lalu berjalan menjauh diikuti delapan adik-adiknya.

So, congratulation Miss Natasha, for your great performance. Tonight I will be your personal driver. I’ll take you wherever you want.” Kyuhyun membungkuk sembari memamerkan senyum artifisialnya. Aku memukul kepalanya pelan, risih terhadap sikapnya yang dibuat-buat.

Dia meringis berpura kesakitan, lalu dengan sekali gerakan, dia memelukku. Para fotografer yang masih memadati venue seperti mendapat mangsa baru melihat aku dan Kyuhyun pamer kemesraan seperti ini.

“Jangan menyuruhku berhenti. Aku sungguh tidak peduli apa yang media tulis tentang kita. Toh, ELF sudah mengetahuinya. Cepat atau lambat seluruh dunia juga akan tahu. Dan kita juga akan segera menikah.” Kyuhyun berbisik sambil terus meletakkan dagunya di bahuku.

“Menikah? Kau bahkan belum mengantongi restu orangtuaku, Mister Confident.”

Kyuhyun menunjukkan seringainya, matanya berkedip licik setelah mendengar kalimatku.

“Tak ada orangtua yang akan menolakku sebagai calon menantu mereka, kau tahu? Anyway, mau kemana kita?”

“Pulang, aku lelah sekali.”

“Kau yakin kau akan melewatkan after party? Your mum will be very disappointed, then.

She knows my habit. So are you come with me, or not?

Fine then, I’ll go with you.

Aku berjalan keluar exhibition hall bersama Kyuhyun yang tengah sibuk melambai ke kamera para paparazzi dengan senyum lebar di wajahnya. Betapa aku sangat ingin membunuhnya saat ini juga. Dia yang biasanya sangat cuek terhadap wartawan mendadak menjadi sangat ramah. Terang-terangan sekali dia menarik perhatian.

Tepat ketika aku keluar lobi, aku menyadari satu hal. Mobil Kyuhyun sudah terparkir rapi di depanku. Tepat sebelum dia masuk ke kursi pengemudi aku mencegahnya.

“Kau menyetir sendiri?”

“Ada apa?”

Aku mengambil kunci yang dipegang Kyuhyun dan mendorongnya ke kursi penumpang.

“Kalau begitu aku saja yang menyetir, masih ada pernikahan yang harus aku urus. Aku tak ingin mati malam ini.” jawabku kalem.

Ya! Kau pikir aku separah itu dalam menyetir?”

“Setidaknya itu yang kubaca di google.”

“Jadi kau lebih percaya google daripada tunanganmu?”

Aku masuk ke kursi pengemudi dan mulai menyalakan mesin, memaksa Kyuhyun untuk segera masuk ke kursi penumpang di sampingku.

“Well, 95 dari 100 bloggers menulis seperti itu di blognya. Tak ada alasan untuk tidak mempercayai.” Jawabku santai sambil menjalankan mobil, mengabaikan Kyuhyun yang berteriak protes.

“Kau ini menyebalkan sekali, Natashaaaa!!”

I love you too, Cho Kyunyun.”

.

Aku memperhatikan bayangan diriku yang terlapis cocktail dress sleeveless satin beraksen drapery berwarna biru langit sebatas lutut. Stiletto milik Salvatore Ferragamo berwarna senada aku padankan sebagai pelengkap gaunku malam ini.

Aku meneguk segelas air putih, berusaha menghilangkan gugup yang sejak tadi sore melandaku. Pukul tujuh kurang lima belas menit sekarang, lima belas menit sebelum pertemuan resmi Kyuhyun dengan kedua orangtuaku. Tak henti-hentinya aku berdoa pada Tuhan agar semua berjalan lancar.

Aku turun ke lobi gedung apartemenku, ketika kudapati Kyuhyun yang baru saja keluar dari mobilnya. Dia mengenakan setelan kemeja berwarna gelap, dengan rambut yang sedikit terlihat messy. Secara keseluruhan dia terkesan rileks, harus aku akui keberanian yang dia miliki sangat besar menghadapi momen seperti ini.

Aroma maskulin menguar lembut dari tubuhnya ketika dia sudah berada tepat di hadapanku. Dia tersenyum menenangkanku yang gelisah.

“Tak usah segugup itu. Kau kan akan menemui kedua orangtuamu.”

“Entahlah, seharusnya kau yang gugup, mengapa jadi aku yang gelisah seperti ini.”

“Kau memikirkan terlalu banyak, sayang. Everything will be alright. Ayo.” Kyuhyun membuka pintu mobil dan mempersilahkanku masuk terlebih dahulu. Tak sampai sepuluh menit, kami sudah sampai di sebuah restaurant mewah bergaya western tepat di jantung kota Seoul.

Seorang pelayan senior membungkuk memberi hormat ketika melihat aku dan Kyuhyun memasuki restaurant. “Selamat malam, Mr. Cho, Miss Wiranegara. Mr. dan Mrs. Wiranegara sudah menunggu Anda di dalam. Silahkan lewat sini.”

Tepat di depan sebuah pintu besar, kami berhenti. Dengan satu gerakan sopan, pelayan tersebut membuka pintu tersebut dan mempersilahkan kami masuk. Di dalam ruangan dengan interior merah marun, sudah menunggu ayah dan ibu yang langsung menoleh ketika pintu terbuka.

Aku menarik nafas panjang-panjang sebelum masuk. Tuhan, tolong buat semua berjalan sesuai rencana.

“Sudah menunggu lama, Yah? Bu?” Aku mendekati mereka dan mencium pipi masing-masing, sementara Kyuhyun hanya tersenyum dan membungkuk memberi hormat.

“Baru saja, kalian duduklah.”

Kyuhyun menarik kursi di samping ayah, mempersilahkanku duduk, baru ia kemudian duduk di sampingku.

Setelah basa-basi sebentar, suasana berubah menjadi serius. Tepat setelah masing-masing main course sudah terhidang aku membuka pembicaraan.

“Ayah, Ibu, kenalin ini Kyuhyun, pacar Tasha sekaligus tunangan Tasha. Sejujurnya Tasha dan Kyuhyun sudah merencanakan pernikahan kami.” Aku menggigit bibir, kurasakan tangan Kyuhyun menggenggam erat tanganku.

Good evening, Mr. and Mrs. Wiranegara. My name is Cho Kyuhyun. It is truly an honor to meet you in this special opportunity.” Kyuhyun tersenyum lembut, sekali lagi membungkuk hormat. Aku mengerling ekspresi ayah ibu yang balas tersenyum ke Kyuhyun.

Selama beberapa saat, tak ada yang bersuara. Ayah dan ibu masih sibuk memperhatikan Kyuhyun. Aku menanti dalam diam, sesambil terus berdoa agar semua berjalan sesuai yang kuinginkan.

“Ini yang Tasha cerita waktu di rumah kemarin ya? Yang kata Tasha anggota boyband Super Junior? Kemarin nonton show Ibu juga kan sama Ayah?”

“Iya, kemarin Kyuhyun duduk di samping Ayah. Kemarin juga Super Junior dateng di show ibu.”

“Hmm, gimana menurut Ayah?”

Aku menegang di tempatku, kurasakan genggaman Kyuhyun semakin erat di tanganku.

“Tasha yakin mau ngejalanin seperti ini?” tanya ayah sambil menatap aku dan Kyuhyun bergantian. Aku memutar mata, bergerak sedikit merilekskan posisi dudukku.

“Seperti kata Ibu, Yah. Selama Tasha merasa bahagia, Tasha akan ngejalanin. Tasha siap dengan semua konsekuensinya, Yah.”

Jeda lagi. Selama beberapa saat hanya suara garpu dan pisau yang beradu dengan piring. Aku menggigit bibir, dan menegak sedikit wine merah di depanku.

“Begitu ya? Baiklah.”

Aku membulatkan mata, menanti jawaban mereka. Ketika sampai tiga menit aku tak mendengar apapun jawaban dari ayah maupun ibu, aku mulai tak sabar.

“Jadi Yah? Bu?”

Ibu tersenyum, sementara ayah tertawa lembut. Ayah mengambil sebuah amplop yang tergeletak di meja tepat di depan ayah, lalu menyerahkannya pada Kyuhyun.

Kyuhyun menerima amplop itu dan membukanya perlahan. Aku mengawasinya dari tempat dudukku. Di kertas di dalam amplop tersebut, aku melihat dengan jelas sebuah tanggal enam bulan dari sekarang. Aku membulatkan mataku, tanpa sadar bibirku mencetak sebuah senyuman. Begitu juga Kyuhyun.

“Ayah dan Ibu merestui kalian. Itu tanggal pernikahan kalian, semoga kalian nggak keberatan sama tanggal pilihan ayah dan ibu. Hiduplah dengan bahagia. Tuhan memberkati kalian.”

Tuhan, terima kasih.

.

Kyuhyun menjemputku sore ini, langsung setelah dia baru saja menyelesaikan acara musik di salah satu stasiun tv. Agenda kami hari ini adalah mengunjungi kediaman keluarga Cho. Ayah dan ibu sudah dalam perjalanan ke London, sibuk dengan urusan mereka sendiri.

Aku merapikan kemeja hitam yang Kyuhyun kenakan. Dahinya masih dipenuhi bekas-bekas keringat, dan wajahnya terlihat sedikit kelelahan. Tapi di balik itu semua, dia sangat antusias.

“Apa kau tak pernah menyisir rambutmu? Setiap aku bertemu denganmu, rambutmu selalu saja berantakan.” Tanyaku pada Kyuhyun yang masih sibuk bermain tetris di iPadnya. Mobil yang kami tumpangi terus membelah jalanan Seoul sore hari.

“Jika dengan tidak menyisir rambut kau akan terus merapikan rambutku, aku tak mau menyisir rambutku lagi seumur hidupku.”

CheesyKyu.

“Kau tidak nervous, dear?”

“Anehnya tidak. At least, tidak senervous saat memperkenalkanmu pada keluargaku. Kau sendiri?”

“Tak ada kemungkinan kau ditolak, mengingat apa yang telah kau lakukan padaku dulu.” Kyuhyun berkata tenang. Aku mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu.

Ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan keluarga Kyuhyun. Aku pernah bertemu dengan mereka, saat Kyuhyun mengalami kecelakaan kala itu. Mereka semua berterima kasih sekali padaku, sedikit saja terlambat kemungkinan nyawa Kyuhyun tidak tertolong.

Terutama Cho Ahra, kakak perempuan Kyuhyun. Dia memelukku lama, di malam setelah aku mendonorkan darahku. Aku tak terlalu mengingat, karena setelahnya aku pingsan karena kelelahan. Tapi seperti yang kudengar dari member Super Junior, dia mengkhawatirkanku sama seperti dia mengkhawatirkan Kyuhyun.

Aku menarik nafas, kembali berdoa agar Tuhan memberi kelancaran malam ini.

.

“Natasha-sshi, it’s nice to meet you again.” Cho Ahra menyambutku dengan penuh antusias setibanya aku di kediaman keluarga Cho. Kyuhyun bersungut, melihat kakak kandungnya langsung menggandengku tanpa menghiraukan Kyuhyun sama sekali.

Annyeong, Ahra-sshi. It’s nice to see you again.” Aku membalas sapaannya. Dia tertawa lembut sembari menggandengku masuk ke ruang keluarga. Kami bertiga duduk di satu sofa, aku di ujung kiri, Kyuhyun di ujung satunya, sementara Ahra berada di antara kami. Kyuhyun sudah sibuk dengan acara kartunnya di tv sementara Ahra masih dengan antusias mengajakku mengobrol.

“Tak perlu seformal itu denganku, Nat. Just call me eonni. You are one year younger than Kyuhyun, am I right?

Aku tersenyum, Ahra benar-benar pribadi yang hangat. Tak berbeda dengan Kyuhyun. “Yes, eonni. I hope we can get closer soon.

“Tentu saja, little sister. Aku sudah menebak kau akan datang ke rumah kami cepat atau lambat. To be honest, I expect you to come here earlier.” Ahra melirik Kyuhyun yang menunjukkan seringainya. Aku tertawa pelan melihat kekompakan mereka.

“Mana Eomma dan Appa?” tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan tatapannya dari tv.

“Mereka sedang keluar, akan kembali sebelum makan malam. Kau ingin berkeliling rumah ini Nat? Kyuhyun akan menemanimu?”

Ya! Kenapa harus aku? Kau sajalah, aku lelah.”

“Aku akan menyiapkan makan malam, Kyuhyun. Kita semua tak mau mati keracunan kalau kau yang menyiapkan makan malam.” Ahra memukul kepala Kyuhyun. Kyuhyun bangkit berdiri, menghindari serangan berikutnya dari Ahra. Dalam gerakan cepat dia menggandeng tanganku yang sedang melihat-lihat foto keluarga Kyuhyun.

“Ayo ikut aku, ada yang ingin kutunjukkan.” Aku berjalan mengikuti Kyuhyun menaiki tangga menuju lantai dua. Kami berhenti di depan sebuah kamar di ujung lorong.

Kyuhyun membuka pintu kamar, ruangan itu tampak bersih dan terawat. Cat dindingnya berwarna biru laut, melambangkan kestabilan dan kedamaian.

Aku memasuki kamar Kyuhyun dan sebuah pemandangan langsung menyita semua perhatianku. Tepat di dinding seberang pintu masuk, tergantung sebuah pigura besar dengan potret seorang wanita muda di dalamnya.

Potretku. Saat debut pertama sebagai model profesional di ad-campaign for Ann Demeulemeester Ready-To-Wear Spring/Summer 2009.

Aku mendekati potret tersebut, lalu tersenyum sekilas. Kyuhyun berjalan di belakangku. Aku kembali mengamati seisi ruangan. Di meja panjang tepat di bawah pigura tersebut, terdapat belasan pigura dengan ukuran yang lebih kecil tertata rapi dengan foto-foto kami berdua di dalamnya. Aku kembali menjelajahi seisi ruangan.

Aku berhenti tepat di depan lemari kaca di samping rak televisi kamar Kyuhyun. Di dalam rak tersebut terdapat ratusan aksesoris game, novel-novel detektif dan misteri, serta puluhan DVD film berbagai genre. Di atasnya, poster besar Super Junior dengan kelima belas anggotanya tertempel di dinding. Secara keseluruhan kamar ini terlihat sangat rapi dan bersih.

“Siapa yang kau pekerjakan untuk selalu membereskan kamarmu?” Aku menahan senyumku sambil menoleh ke arah Kyuhyun yang sudah berbaring nyaman di ranjangnya.

“Sejelek itukah pandanganmu padaku?”

Aku tertawa lembut, enggan mengomentari pertanyaannya. “Dari mana kau dapatkan itu?” Aku bertanya sambil menunjuk fotoku yang tergantung di dinding. Seingatku, aku menjalani pemotretan itu jauh sebelum aku mengenalnya.

“Ada banyak di internet, tulis saja ‘Natasha Wiranegara’ di kolom keyword google.”

Aku mencubit pipi Kyuhyun yang sedang memejamkan matanya. Belum sempat aku memikirkan balasan, sebuah suara teriakan bergema di seisi rumah.

“Kyuhyun, cepatlah turun dan ajak Natasha. Eomma dan Appa sudah pulang, makan malam segera dimulai.”

Kyuhyun bangkit berdiri lalu merapikan kemejanya. Dia menggandeng tanganku sembari memamerkan seringai khasnya. “Bersiaplah,” bisiknya pelan.

.

Annyeonghaseyo. Joneun Natasha Wiranegara imnida. Bangapseumnida.” Aku membungkuk hormat kepada Mr. dan Mrs. Cho. Walaupun ini bukan pertemuan pertama, aku tetap harus memberikan impression yang baik.

“Ah, sudah sudah acara formalnya. Eomma, Appa, Nonna, ini Natasha tunangan Kyuhyun. We’re getting married, six months from now. Kyuhyun pulang untuk meminta restu dari Eomma dan Appa.” Kyuhyun dengan santai meneruskan makannya, sementara aku merasa amat sangat salah tingkah.

“Natasha-sshi ini yang mendonorkan darahnya waktu Kyuhyun kecelakaan dulu Eomma, Appa.” Ahra membantuku, aku tersenyum kepada kedua orangtua Kyuhyun yang tersenyum padaku.

“Natasha yang dulu? Senang bertemu lagi. Terima kasih sudah menyelamatkan nyawa Kyuhyun.” Mrs. Cho berbicara padaku. Nadanya halus dan ramah, dan sepasang matanya menatapku ketika beliau berbicara padaku. Sepasang mata yang diwariskan langsung pada Kyuhyun.

It doesn’t matter, ahjumma. Be my pleasure.

“Jadi kalian sudah menentukan tanggal?” Giliran Mr. Cho yang bertanya. Ekspresinya datar, sangat sulit diartikan. Aku merasa jantungku mulai bekerja di luar kendali. Aku memejam sebentar, berusaha melambatkan kinerja otot-otot jantung agar lebih tenang.

“Ya.” Aku mendengar Kyuhyun menjawab. Nada suaranya terdengar sangat santai. “Dan Eomma dan Appa tak punya alasan untuk tidak merestui.” Lanjutnya. Aku memperhatikan ekspresinya sekilas. Dia terkikik kecil selesai menyelesaikan kalimatnya. Tahu benar bahwa dia sudah menang.

Mr. Cho mendesah berat. Jantungku kembali kehilangan irama detakannya. Mungkinkah beliau tidak merestui?

“Baiklah kalau begitu. Eomma dan Appa merestui. Kau ini memang keras kepala sekali, Kyuhyunnie.” Mr Cho melanjutkan. Raut wajahnya masih tenang tak berubah, hanya ditambah sedikit kerutan di sekitar matanya, jengah terhadap putranya yang bandel.

Sungguh di luar perkiraanku, beliau langsung memberi restunya pada kami.

Sesederhana itu dan secepat itu ternyata.

.

Jadwal kami hari ini adalah konferensi pers tentang hubunganku dan Kyuhyun. Agensi tempatnya bernaung sengaja mengosongkan jadwal Super Junior hari ini, memberi kami keleluasaan untuk mempersiapkan ini itu segala rupa. Ruangan konferensi pers sudah disiapkan sejak siang tadi. Para wartawan sudah berkumpul di lobi gedung, padahal konferensi baru akan dimulai satu jam lagi.

Aku dan Kyuhyun mempersiapkan diri. Eum, mempersiapkan mental lebih tepatnya. Leeteuk membawakanku segelas air untuk mengurangi kegugupanku. Ketika akhirnya konferesi pers dimulai, Kyuhyun maju menuju podium. Kilatan blitz mulai bekerja tanpa jeda. Dia menarik nafas panjang sebelum memulai.

Di sinilah kegugupan yang sesungguhnya dimulai.

“Terima kasih atas kedatangan rekan-rekan media di SM Building sore ini.” Kyuhyun mengambil jeda, pandangannya mantap menatap kamera-kamera yang merekamnya maupun mengabadikannya.

“Saya, Cho Kyuhyun dari Super Junior secara resmi mengumumkan bahwa saya akan segera menikah.”

Kilatan blitz semakin ramai menghujani Kyuhyun. Para member Super Junior duduk tak jauh dari podium Kyuhyun berdiri, sepenuhnya memberi perhatian. Sebagian terlihat waspada.

Nyaris semua wartawan mengangkat satu tangannya demi mendengar pernyataan Kyuhyun. Tangan yang lain bersiaga di notebook masing-masing, mencatat semua jawaban Kyuhyun. Kyuhyun menarik nafas, mendengarkan dengan seksama pertanyaan yang dilontarkan.

“Mengapa terkesan buru-buru? Apa motivasi anda?”

“Kami sudah merencanakan sejak lama, hanya menunggu waktu yang tepat. Tak ada hal buruk di luar harapan kami, jika itu yang anda pikirkan.”

“Kapan tepatnya anda akan melangsungkan pernikahan anda?”

“Kami sudah menentukan tanggal pasti, untuk sementara masih kami rahasiakan.”

“Bagaimana tanggapan dari SM Entertainment dan dari rekan-rekan anda di Super Junior?”

“Mereka mendukung keputusan saya.”

“Anda tidak takut pernikahan anda akan mempengaruhi karir Super Junior?”

Sebelum Kyuhyun sempat menjawab, Leeteuk maju dan mengambil alih mikrofon yang dipegang Kyuhyun.

“Dengan atau tanpa pernikahan Kyuhyun, saya yakin hal itu tak akan berpengaruh pada karir Super Junior. Terima kasih.”

Kyuhyun menambahkan, “melalui konferensi pers ini saya meminta dukungan dari seluruh pendukung saya dan Super Junior untuk terus mendukung Super Junior. Tolong relakanlah saya untuk menikah dengan wanita pilihan saya. Tolong tetap dukung dan cintai Super Junior. Dan tolong untuk tidak terlalu mengkhawatirkan pernikahan saya. Saya akan terus mencintai kalian, ELF. Tak akan ada yang berubah dari Super Junior. Berita yang pernah beredar dulu, adalah benar. Wanita pilihan saya adalah Natasha Wiranegara, seorang model dari Indonesia. Dia juga yang menyelamatkan hidup saya, pada kecelakaan beberapa bulan yang lalu. Saya tak terlalu mempermasalahkan pernikahan antar negara. Jadi saya harap, ELF dapat mengerti dan tidak terlalu mencampuri kehidupan pribadinya. Terima kasih.”

“Bisa kau perkenalkan calon pengantinmu, Mr. Cho?”

Kyuhyun berjalan menghampiriku yang berdiri menyaksikan semuanya dari belakang panggung. Dia mengajakku berjalan menuju podium, tanpa melepas genggaman tangan sedikitpun. Kilatan blitz tak henti-hentinya menghujani kami berdua.

Aku membungkuk, lalu berdiri tegak sembari mengulas senyum. Tahan sedikit, aku tak mau dicap sebagai gadis manis yang kelewat bahagia bisa menjadi tunangan seorang idol. Bukan berarti aku ingin imageku menjadi bad girl, tapi gadis centil sama sekali bukan karekterku.

Annyeonghaseyo. Joneun Natasha Wiranegara imnida. Please treat me well.

“Kyuhyun-sshi, Natasha-sshi, tahan sebentar. Kami ingin mengambil gambar kalian.”

Aku berdiri sedikit lebih lama bersama bersandingan dengan Kyuhyun yang tersenyum simpul. Segera setelah media puas, Kyuhyun menutup konferensi pers sore ini.

Semua member mendesah lega, begitu juga aku dan Kyuhyun. Satu tahap selesai.

.

Sudah seminggu ini aku tak bertemu Kyuhyun, kesibukannya yang super padat membuat intensitas pertemuan kami menurun. Tak masalah bagi kami yang sudah terbiasa long distance, sebenarnya. Hanya saja aku merasa sedikit aneh. Kenyataannya adalah aku berada kurang dari seribu meter dari tempat Kyuhyun tinggal. Tetap saja, kami jarang bertemu.

Aku tak ingin mengganggu Kyuhyun. Dia sudah sibuk dan pasti sangat lelah bersama Super Junior. Biarlah dia gunakan waktu luangnya untuk beristirahat.

Sebagai gantinya, selama seminggu ini aku terus memantau perkembangan berita pernikahanku dan Kyuhyun. Tak ada kejadian yang benar-benar mengganggu, kecuali insiden kecil yang terjadi pada hari ketika Kyuhyun mengadakan konferensi pers. Sejam setelah konferensi pers tersebut diadakan, aku menutup semua akun social network yang kumiliki. Dalam sedetik, ribuan postingan masuk ke semua social networkku demi mengetahui kehidupan pribadiku. Dan atas saran seluruh member Super Junior, aku menonaktifkan semua media sosialku.

Aku beranjak dari kursi malasku, ketika bel pintu penthouseku berbunyi. Aku melirik intercom sekilas dan segera membukakan pintu, dimana Kyuhyun sudah berdiri menungguku. Sore ini dia tak ada jadwal, dan rencananya kami akan menemui Wedding Organizer untuk memulai menyusun rencana pernikahan.

.

Kami berdua mendatangi salah satu Wedding Organizer terbaik dan terpercaya di Korea Selatan. Resepsionis menyambut kami dan menanyakan apakah kami sudah membuat jadwal. Setelah mengurus seluruh administrasi, kami diantarkan ke salah satu ruangan, dimana Mrs. Claire, pemilik Wedding Organizer tersebut sudah menanti kami.

“Selamat sore, selamat datang Mr. Cho, Miss Wiranegara. Sebuah kehormatan dapat melayani anda.” Mrs. Claire menyambut kami dan mempersilahkan kami duduk di sofa putih di depan meja kerjanya.

“Aku dengar kalian akan menikah enam bulan dari sekarang. Kapan tepatnya tanggal pernikahan kalian?”

Aku melirik Kyuhyun yang duduk tenang dan menganggukkan kepalanya, lalu menjawab, “18 Juli 2011. Dan kami belum membuat pemberitahuan resmi tanggal pernikahan kami.”

“Anda bisa mempercayai kami, Mr. Cho. Silahkan tanda tangani ini.” Mrs. Claire menyerahkan satu bendel kertas pada Kyuhyun untuk ditandangani kami berdua. Isi kertas tersebut adalah kontrak kesepakatan dan kerahasiaan sampai acara pernikahan kami selesai.

“Kalian sudah mendiskusikan tema pernikahan kalian?”

Yeah, we did. What do you think about classic minimalism and trendy infusion?” Kyuhyun bertanya pada Mrs. Claire. Kami sudah mendiskusikan tema pernikahan kami sejak jauh-jauh hari dan memutuskan untuk memakai western style, karena aku dan Kyuhyun berbeda kewarganegaraan.

Good choice. So have you decided the place?

We want some outdoor and garden wedding, with little chapel as the central. Do you have any suggestion, Mrs. Claire?

Mrs. Claire tampak menimbang-nimbang jawabannya sesaat. Dia membuka notebook di hadapannya dan memperlihatkan beberapa foto pada kami.

I think Jade Garden Sheraton Grande Walkerhill would be a perfect idea. These are the slides.” Aku memperhatikan dengan seksama foto-foto venue yang dipamerkan Mrs. Claire, dan tersenyum ke arah Kyuhyun yang juga tersenyum antusias.

What do you think, Cherie?” Kyuhyun bertanya padaku. Pertanyaan retoris, jelas sekali aku menyukai usulan Mrs. Claire.

We’ll take it, Mrs. Claire. Please book it for us. Thank you.” Kyuhyun tertawa pelan, sebelah tangannya mengacak rambutku. Aku mendesis sebal, menghindari kebiasaannya yang selalu mengacak-acak rambutku.

“Minggu depan kami akan kembali untuk membahas food testing. Anda punya waktu, Mrs. Claire?”

“Tentu saja. Terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama Anda.”

Aku bangkit dari kursi diikuti Kyuhyun yang memeluk pinggangku. Dalam perjalanan menuju rumah, tak hentinya kami tertawa bahagia. Ah, this will be our one and only perfect wedding!

.

Empat bulan sebelum Juli 2011.

Kyuhyun sudah mengajukan hiatus sementara dari dunia entertainment ke agensinya. Pihak SM Entertainment dan Super Junior amat sangat mengerti dan menghargai keputusan Kyuhyun. Dan walaupun keputusan resmi dari agensinya belum keluar, mereka sudah memberikan banyak kelonggaran bagi Kyuhyun untuk mengurus acara pernikahan kami.

Siang ini aku dan Kyuhyun akan mulai berburu invitation card yang sesuai dengan tema pernikahan kami, serta mencari florist untuk dekorasi venue kami. So many things to do and so little time left. Aku mendesah pelan, khawatir dengan pikiranku sendiri. Kyuhyun yang menyadarinya melingkarkan tangannya di pundakku.

“Aku tahu apa yang kau pikirkan. Tenanglah, pernikahan kita masih empat bulan lagi. Masih banyak waktu mempersiapkan semuanya.” Kyuhyun mencium pipiku.

Yeah, I feel much better.

.

Tiga bulan sebelum Juli 2011.

Lima puluh persen dari keseluruhan persiapan acara pernikahanku dan Kyuhyun sudah disiapkan dengan matang. Invitation card, souvenirs, bouquet, food and catering, cake, make up, hair do, dokumentasi, bahkan musik dan master of ceremonial sudah ditangani dan disiapkan dengan profesional oleh Mrs. Claire.

Dan di sinilah kami sekarang, di sebuah butik yang khusus menyediakan wedding dress bagi mempelai wanita yang hendak menikah. Dan demi keleluasaan dan privasi kami, ayah menyarankan untuk menutup butik tersebut sehari dari publik, sehingga aku dan Kyuhyun bisa lebih nyaman memilih. Thanks for the Almighty Dad.

Aku mematut bayanganku di kaca sebelum melangkah keluar dari kamar ganti. Ini adalah gaun ketiga yang aku coba. Kyuhyun benar-benar perfeksionis. Dia sangat teliti dalam memilih gaun pernikahanku. Bahkan gaun milik Alexander Mc Queen hanya diliriknya saja. Dan jika gaun milik Vera Wang ini ditolak juga, lebih baik aku menikah berkostum celana jeans.

Dari ketiga gaun yang aku coba siang ini, Vera Wang adalah favoritku. Size 6, berwarna putih sederhana, dengan korset berenda, dan sepuluh lapisan kain tulle membuat gaunnya serupa gaun para puteri dari negeri dongeng. Seutas pita berwarna ungu muda tersampir di bagian pinggang, menghilangkan kesan monoton dari gaun tersebut.

Aku keluar dari kamar ganti dan mendapati Kyuhyun yang memperhatikan penampilanku. Seulas senyum menaungi bibirnya yang sempurna. Pertanda baik, semoga.

I bet Vera Wang loves you. You look the most perfect in that dress.” Aku tertawa dan mendekatinya, berputar sedikit di hadapan Kyuhyun agar dia bisa melihat keseluruhan penampilanku.

I’ll take it.” Aku berkata pada pelayan.

Perfect, I’ll go get more champagne.” Pelayan menjawab sebelum melangkah menjauh. Aku duduk di samping Kyuhyun yang sibuk menghabiskan champagne di gelas tinggi yang dipegangnya.

What’s next after your wedding dress?

Milan trip, get a Giorgio Armani for my groom.

Kyuhyun tertawa gelak-gelak.

.

When I said something, I meant it.

Aku memasuki butik terbesar dan termewah Giorgio Armani, tepat di jantung kota Milan. Semalam aku baru saja menempuh sepuluh jam perjalanan lintas benua bersama Kyuhyun. Demi mendapatkan tuksedo dengan kualitas super fine untuk mempelai lelakiku.

Dia terlihat mewah dengan three pieces Armani melekat di tubuhnya. Rambutnya yang selalu acak-acakan justru menambah kesan seksi dari keseluruhan penampilannya. Kyuhyun melirikku dari pantulan kaca yang merefleksikan bayangannya, tangannya masih sibuk berkutat dengan dasinya. Cengiran innocent tercetak ketika matanya menangkap mataku yang sedang memperhatikannya.

Aku beranjak dari kursiku dan merapikan dasi kupu-kupu di leher Kyuhyun. Tak sampai semenit, Kyuhyun sudah terlihat sempurna. Aku memperhatikan dengan seksama setiap detail dari Kyuhyun. Matanya, hidungnya, bibirnya, lehernya, garis bahunya yang tegas, dadanya yang bidang, sungguh sebuah maha karya yang sempurna.

Aku mendekatkan bibirku dan mencium bibirnya yang hangat sekilas. Detik berikutnya aku memeluk tubuh tegap dihadapanku.

“Ada apa, Nat? Tak seperti biasanya kau seperti ini?” Kyuhyun balas memelukku. Sebelah tangannya mengelus pelan rambutku.

“Aku baru sadar, ternyata kau setampan ini.”

Kyuhyun mendengus keras mendengar jawabanku. Dia mengacak rambutku, jauh sekali dari romantisme sedetik yang lalu.

“Kemana saja kau ini sampai baru menyadari? Aku tampan dari dulu, asal kau tahu.”

Aku menciumnya sekali lagi, demi membuat seorang Kyuhyun yang narsis berhenti mempromosikan dirinya.

.

Satu bulan terakhir sebelum hari istimewa, adalah bulan dimana hidupmu serasa di neraka.

Selama tiga bulan ini aku terus menjaga pola makanku, aku melakukan diet ketat. Yah, ketika kau memesan Vera Wang untuk pernikahaanmu, kau tak bisa merubah ukuran gaunmu agar muat di tubuhmu. Tubuhmu yang harus kau ubah agar muat dengan gaunnya. Jadi bersiaplah dengan segala konsekuensinya termasuk diet yang sangat menyiksa.

Kyuhyun sudah berulang kali memperingatkanku untuk tak terlalu memforsir diri. Dia bahkan menyerahkan seluruh persediaan vitaminnya agar kesehatanku terus terjaga. Jujur saja, fisik dan mentalku benar-benar lelah. Aku nervous menghadapi pernikahanku sendiri, bahkan sejak dua bulan sebelum jatuh tanggalnya.

Malam ini kami berdua berangkat ke New York. Kyuhyun belum mendapatkan cincin pernikahan. Kyuhyun bersikeras untuk tinggal sedikit lebih lama di New York, dia ingin memberiku liburan. Agar aku bisa beristirahat dan sedikit lebih rileks.

.

Aku dan Kyuhyun berjalan keluar dari sebuah toko yang terletak di 37 Wall Street, Manhattan. Tiffany and Co. Kami baru saja membeli cincin pernikahan untuk Kyuhyun. Cincin sederhana hampir serupa milikku minus sebuah berlian sebagai tahtanya. Alih-alih berlian, cincin tersebut dihiasi oleh mata kecil di tengahnya. Kyuhyun terlihat puas dengan cincin barunya, begitu pula aku.

Aku mengecek ulang agendaku. Memastikan tak ada yang terlewat.

“Akan kemana lagi kita hari ini, Nat?”

“Kita akan menjalani sesi pre wedding besok, so now we’re free I guess.”

Hmm, you forget something?” Kyuhyun tersenyum jahil, tipikal Kyuhyun jika sedang memiliki ide gila.

I think I’m not. I checked my note zillion times today.

You do forget something. Come with me.

Where will we go, dear? Pissing me off definitely is not a good decision.

Hehehe, tell me. Which one is more gorgeous? Victoria’s Secret or Agent Provocateur?

Aku memukul kepalanya. Kyuhyun meringis tertawa, ekspresinya seperti anak kecil yang baru saja mendapat kado natal.

“Apa kau sepervert ini?”

“Hanya padamu, Nat. Ekspresi wajahmu itu benar-benar membuatku ingin selalu menggodamu.” Aku memukul kepalanya sekali lagi. Kyuhyun terkekeh semakin keras. Dia baru berhenti tertawa setibanya kami di The Plaza.

Kyuhyun merebahkan dirinya di ranjang hotel tempat kami menginap. Aku duduk di sampingnya memperhatikan wajahnya. Guratan-guratan halus timbul di sekitar kedua mata Kyuhyun. Aku mendesah frustasi, beranjak mengambil masker awet muda milik Shu Uemura yang kubeli siang tadi.

“Kau tak pernah merawat wajahmu, Cheri. Lihatlah, banyak sekali jerawat. Dan Ya Tuhan, kau bahkan berkeriput!” Aku berteriak dengan nada sedikit dibuat-buat. Kyuhyun hanya tertawa melihatku sibuk merawat wajahnya. Matanya kembali terpejam, tapi telinganya mendengarku dengan baik.

“Kau tak malu terhadap fans-fansmu? Kau akan kehilangan banyak fans kalau wajahmu terus seperti ini.”

Just in case you forget, Nat, aku sudah kehilangan banyak fansku sejak aku mengumumkan pernikahanku.”

“Kau menyesal?”

“Tak pernah sekalipun.”

Kami berdua sama-sama terdiam. Aku masih sibuk mengoleskan masker menutupi wajah tampan Kyuhyun.

“Bagian mana dari wajahmu yang kau operasi?” aku memecah keheningan, jemariku menari lincah di permukaan kulit wajah Kyuhyun yang separuhnya sudah tertutup masker.

“Kelopak mata. Kau pernah operasi?”

Aku tersenyum sekilas sebelum menjawab. “Yeah, I did.

“Bagian mana?”

“Kelamin.” Jawabku kalem. Seketika Kyuhyun membuka mata dan duduk tegak di hadapanku. Ekspresi wajahnya horor berlebihan, sebelum akhirnya kami berdua sama-sama tertawa.

You better have a new haircut. I dislike your current hair, too long and too bright. Aku lebih suka rambut pendek gelapmu yang messy.”

Kyuhyun mengangguk, lalu kembali terpejam. Dia merebahkan dirinya di sampingku yang sudah terlebih dahulu menyentuh kasur.

“Aku bosan, Cheri.”

Kyuhyun menyamping menghadapku, matanya membulat dramatis.

I have an idea, how about having an early honeymoon?” Selesai mengatakan satu kalimat itu, dia meringis memamerkan gigi putihnya. Kedua tangannya dia tangkupkan di atas kepalanya, berjaga-jaga. Aku mendesah berat.

“Aku akan membatalkan pernikahan kita.”

Kyuhyun tertawa tergelak. Selanjutnya, dia mendekapku erat sampai aku bisa mendengar jantungnya berdetak. Dia menyenderkan kepalaku di dadanya lalu mencium dahiku lembut. Dengan wajah masih belepotan masker.

Heaven.

.

Pemotretan pre wedding lebih terasa seperti pemotretan ad-campaign clothing line bagiku. Aku setengah mati memikirkan konsep pre wedding kami, dan tak menemukan satu idepun yang benar-benar sesuai dengan apa yang kuinginkan. Sampai akhirnya inilah konsep yang aku pilih.

Ibu bilang bahwa pemotretan ini akan ditangani oleh seorang fotografer kenalan ibu. Dan seharusnya aku sadar bahwa fotografer yang dimaksud adalah Mario Testino, fotografer yang kehandalannya sudah diakui di jagat fashion internasional. Mario Testino bahkan pernah memotret supermodel sekelas Kate Moss, dan sekarang dia menangani pre weddingku? I feel like Christmas comes earlier.

Sebuah ruangan putih, yang diatur serupa ruang baca, dengan langit-langit tinggi, sofa-sofa nyaman, grand piano hitam, pula perapian mewah menjadi lokasi pemotretan kami. Konsepnya yang minimalis dengan tatanan ruangan yang elegan menjadi pilihan yang tepat.

Aku dan Kyuhyun diarahkan agar mendapat foto dengan kualitas terbaik. Tak ada kendala yang berarti selama sesi pemotretan. Aku yang sudah terbiasa dengan dunia modellingku, dan Kyuhyun yang sudah terbiasa dengan dunia entertainmentnya membuat kami sama-sama mampu berpose luwes di depan kamera.

Melalui tangan dingin Mr. Testino, gambar-gambar sederhana terasa lebih bernyawa. Tak kurang dari lima puluh foto dalam tiga jam sesi pemotretan kami. Mr. Testino dengan profesional mampu menangkap seluruh ekspresi kami, dan menerjemahkannya dalam dua dimensi yang terasa nyata. Dan walaupun aku secara jelas melihat gurat-gurat kelelahan di wajah Kyuhyun, dia tersenyum puas mendapati hasil foto pre wedding kami.

.

Minggu, 12 Juli 2011

Another meeting with Mrs. Claire. Hari ini adalah pengecekan total dari seluruh rangkaian persiapan pernikahan kami. Hal-hal yang berhubungan dengan teknis seperti undangan, karangan bunga, MC, dan lain sebagainya sudah disiapkan dengan sangat profesional oleh Mrs. Claire bahkan sejak beberapa bulan yang lalu.

Mrs. Claire memastikan apakah kami sudah mendapatkan wedding costume dan wedding rings kami. Beliau tertawa sopan mendengar Kyuhyun yang bercerita – yang sangat dilebih-lebihkan tentu – bagaimana aku memaksanya mengunjungi Milan dan New York demi mendapatkan tuksedo dan cincin pernikahan Kyuhyun.

Sore ini juga aku, Kyuhyun, dan Mrs. Claire mengecek venue pernikahan kami Sabtu esok. Tepat sesuai dugaanku, sangat tidak mengecewakan. Aku tersenyum puas.

.

Senin, 13 Juli 2011

Pukul sepuluh pagi dan kami sudah di backdoor salah satu Rumah Sakit di Seoul. Jadwal kami hari ini adalah menemui seorang dokter ginekologi untuk check-up dan berkonsultasi. Aku bukan hendak memeriksakan kandunganku, Kyuhyun dan aku tak segila itu. Kami akan menjalani premarital check-up.

Kami memasuki sebuah ruangan, dimana seorang lelaki setengah baya menyambut kami dengan ramah. Dokter Jung yang akan menangani kami hari ini. Segera setelah aku dan Kyuhyun berganti kostum, kami menjalani pemeriksaan di tempat terpisah. Pemeriksaan yang aku jalani meliputi check-up kesehatan dasar, golongan darah, kesiapan rahimku, genetik, sampai pemeriksaan penyakit menular dan menurun.

Aku dan Kyuhyun sudah sepakat untuk menunda kehamilanku beberapa tahun. Kami ingin lebih menyediakan waktu berdua untuk satu sama lain. Dokter Jung memberikan kami keseluruhan hasil pemeriksaan kesehatan kami. Dan syukurlah, aku dan Kyuhyun tak memiliki gejala maupun penyakit yang akan membahayakan calon janin kami nantinya.

“Kalian bahkan memiliki golongan darah dan rhesus yang sama. Jarang sekali saya memiliki pasien dengan golongan darah O negatif.” Dokter Jung berkomentar.

Aku dan Kyuhyun terkikik geli.

.

Selasa, 14 Juli 2011

Ruang rapat SM building dirubah untuk keperluan konferensi pers siang ini. Ya, sekali lagi kami mengadakan konferensi pers, untuk mengumumkan tanggal resmi pernikahan kami.

Kyuhyun tak diizinkan tampil di depan umum, terkait keputusannya untuk menghilang sementara dari dunia entertainment. Sebagai gantinya eksekutif produser Super Junior yang akan menemui para wartawan.

Konferensi pers kali ini berlangsung lebih cepat daripada konferensi pers kami enam bulan yang lalu. Dalam pidato singkatnya, eksekutif produser Super Junior mengumumkan tanggal resmi pernikahan kami dan absennya Kyuhyun dari Super Junior maupun dari dunia entertainment. Beliau juga menghimbau para wartawan dan ELF untuk menghormati privasi kami pada hari pernikahan kami dengan tidak memaksa masuk ke venue. Pihak SM Entertainment berjanji untuk memberikan dokumentasi lengkap seluruh acara kami sebagai gantinya.

Aku dan Kyuhun memperhatikan keseluruhan konferensi pers dari balik panggung. Dan mendesah lega tepat ketika konferensi pers selesai.

.

Rabu, 15 Juli 2011

Hari ini adalah jadwalnya kami mempersiapkan penampilan kami. Aku mengaharapkan penampilan flawless di hari spesial kami, tentu. Dan mengingat betapa dekilnya Kyuhyun belakangan ini, salon menjadi tempat yang wajib dikunjungi.

Kyuhyun memotong pendek rambutnya, merubah tatanan rambutnya dan mewarnainya menjadi lebih gelap. Aku tak begitu nyaman dengan rambut cokelat terang miliknya. Membuat wajahnya terlihat lebih pucat, dan terlalu kekanakan. Aku lebih suka rambut pendek gelapnya. Yang menurutku membuat dia jauh lebih maskulin dan dewasa.

Tak banyak yang aku rubah dari rambutku. Hanya sedikit memotong ujung-ujungnya yang mulai berantakan dan merapikan poniku yang terlalu panjang. Untuk masalah poni, Kyuhyun yang memintanya sendiri. Dia bilang dia lebih suka melihat poniku terpotong pendek sebatas alis. Aku yakin itu hanya akal-akalan Kyuhyun, agar dia lebih leluasa mengacak poniku.

Sesi nail treatment tak berlangsung lama. Di samping karena aku hanya memilih French manicure untuk kuku-kuku jariku, Kyuhyun juga sudah bosan berada di sini. Dari tadi, dia setengah mati menolak untuk dirawat kukunya.

Aku mendesah melihat Kyuhyun menungguku sambil cemberut.

.

Kamis, 16 Juli 2011

Setelah kemarin kami seharian berada di salon untuk perawatan rambut dan kuku, hari ini kami akan melakukan perawatan untuk kulit.

Terutama Kyuhyun, kulit wajahnya kering akibat terlalu sering bersentuhan dengan make up. Jerawat dan bekas-bekas jerawat tersebar di seluruh wajahnya. Dan bahkan lingkaran gelap dan garis-garis keriput mulai tampak di sekitar matanya.

Setelah lebih dari lima jam kami melakukan perawatan kulit di tempat terpisah, kini saatnya spa dan foot massage. Aku tak terlalu menikmati pijat sesungguhnya, tapi melihat Kyuhyun yang setengah mati membujukku untuk mau menjalani foot massage, aku tak kuasa menolak.

Kulihat Kyuhyun tertidur ketika foot massage, sementara aku menggigit bibir menahan sakit.

.

Jumat, 17 Juli 2011

Hari ini seluruh keluarga dan sahabatku datang demi menghadiri acara pernikahanku besok. Tak banyak yang datang sebenarnya, mengingat ibu adalah anak tunggal sementara ayah hanya memiliki satu saudara. Begitu juga dengan sahabat-sahabatku. Sebagian dari mereka berhalangan hadir. Sejujurnya aku sedikit menyesali, tapi ya sudah lah.

Malam ini aku akan mengadakan bachelor party. Semacam pesta lajang terakhir sebelum aku masuk ke kehidupan pernikahan. Dan jangan mengharapkan alkohol dan penari striptease bertebaran, jika ayah dan ibu berada di sekeliling. Pesta lajang ini hanya untuk keluarga dan teman terdekatku saja.

Aku tak bertemu Kyuhyun seharian ini. Kabar yang kudengar dari Heenim, dia kembali ke kediaman keluarga Cho, untuk berkumpul dengan keluarganya.

Aku masuk ke kamar hotel tempat seluruh tamuku menginap dan merebahkan diri di ranjang. Malam ini aku harus tidur cepat. Tak lucu jika kantung mata menghiasi wajahmu tepat di hari pernikahanmu.

.

Sabtu, 18 Juli 2011

Aku terbangun akibat suara ponselku yang berdering tanpa henti. Tanganku terulur dengan malas meraih ponselku. Tanpa melihat identitas pemanggil, aku mengangkat cepat teleponku.

“Halo?”

How are you, darling?” Sebuah suara hangat menyapaku. Dan walau aku belum sepenuhnya membuka mata, walau belum sepenuhnya nyawaku terkumpul, aku amat sangat mengenali suara ini.

“Kau baru saja merusak tidurku, Sayang. Dan jika nanti sore kau melihat lingkaran mata di wajah pengantinmu, ketahuilah itu salahmu.”

Kyuhyun tertawa pelan, sebelum menjawab “Walau kau berubah menjadi hijau seperti Shrek sekalipun, aku akan tetap menikahimu.”

“Apa maksudmu aku berubah jadi Shrek? Kau mau bilang aku ini gendut?”

Kyuhyun tertawa sekali lagi, “Kau bukan Shrek, Sayang. Kau lebih cocok sebagai Madam Lestrange, seperti kata Ryeowook hyung dulu. Cepatlah bangun dan bersiap. Aku tak sabar menunggu nanti sore.”

“Terserah kau saja, Tuan Voldemort. Kau juga bersiap. Sampai ketemu di altar.”

Aku menutup sambungan telepon, dan mulai membuka mata. Celah-celah jendela memamerkan sinar keemasan matahari yang mengintip malu-malu. Aku menggeliat, lalu duduk dan meminum air mineral di samping ranjangku.

Hari ini adalah hariku.

.

Pernikahanku dilaksanakan pukul lima sore ini, dilanjutkan after party pada malam harinya. Aku dan Kyuhyun sudah berada di venue, hanya di tempatkan di ruang yang berbeda karena kami belum diizinkan bertemu.

Sudah sejak pukul dua siang aku dirias. Professional stylist dan hairstylist bergantian mendandaniku, agar aku terlihat sempurna sore ini. Mereka memoleskan make-up tipis agar tak terkesan berlebihan. Rambutku digelung ketat ke atas, di atasnya diselipkan sebuah tiara dan veil sebagai bagian dari wedding dressku.

Tepat pukul empat sore aku sudah siap. Aku mematut bayanganku di cermin, dan mendapati seorang gadis dalam balutan gaun pernikahannya sedang tersenyum bahagia padaku. Terselip satu bentuk syukur pada Tuhan atas kebahagiaan yang aku dapat sampai detik ini.

Aku hanya diperbolehkan meminum sedikit champagne untuk mengurangi kegugupanku. Dan dalam waktu satu jam aku menunggu, beberapa orang mengunjungiku. Pertama, Mrs. Claire, yang mengecek kesiapanku. Dia tersenyum lebar mendapatiku sudah dalam balutan wedding dress milik Vera Wang. Memujiku betapa cantiknya aku sore ini.

Lalu datang empat belas gadis-gadis cantik dan manis yang kuketahui dari SNSD dan f(x). Mereka satu agensi dengan Super Junior dan amat sangat ramah dan menyenangkan. Bahkan mereka tak henti-hentinya bergosip tentang kakak-kakak mereka di Super Junior.

Tak lama setelah mereka pergi, datang Cho Ahra, kakak Kyuhyun. Dia terlihat amat sangat  mempesona dalam balutan gaun berwarna ungu muda.

“Sudah siap untuk hari ini, Natasha?” dia bertanya. Aku merasa semakin gugup dari waktu ke waktu. Dia menyadarinya, lalu mulai menggengam tanganku, menenangkanku.

“Kau cantik sekali. Kyuhyun memilih wanita yang tepat. Aku selalu ingin memiliki seorang adik perempuan. Dan ternyata kaulah yang menjadi adik perempuanku, aku sangat senang Nat.”

Aku tertawa gugup, tak mengira akan dipuji seperti ini. “Terima kasih, eonni.”

“Tak perlu gugup. Semuanya akan baik-baik saja. Kyuhyun sudah gelisah sejak tadi. Kurasa dia tak kalah gugup darimu.” Cho Ahra memelukku hangat sebelum pamit meninggalkan ruangan.

Tak lama berselang, Mrs. Claire memasuki ruangan.

It’s time.

Aku berusaha keras menormalkan degup jantungku.

.

Ayah bertindak sebagai pengiringku, dia menggandeng tangan kananku sementara tangan kiriku menggenggam sebuket bunga mawar putih. Mrs. Claire memberi aba-aba kapan kami harus mulai berjalan.

Aku menoleh sekeliling, memperhatikan sebuah taman yang sudah disulap sedemikan rupa menjadi perwujudan nyata dari negeri dongeng. Karpet putih membentang lurus di depanku sampai ke altar, tempat dimana Kyuhyun sudah menungguku. Di sepanjang sisi karpet, rangkaian-rangkaian mawar putih tertata anggun sebagai dekorasi. Tak kurang dari dua ratus tamu undangan, yang sebagian besar adalah rekan kerja Kyuhyun, duduk di kursi tamu yang beratapkan langsung langit sore kota Seoul.

Sebagai pusatnya, terdapat sebuah kapel kecil yang terletak tepat di tengah-tengah taman. Di situ berdiri Kyuhyun dalam balutan jas Armani hitamnya, tersenyum bahagia menantiku.

Semua undangan serta merta memandangku ketika aku mulai melangkah di sepanjang karpet putih. Aku perhatikan seluruh member Super Junior, lengkap dengan Kim Kangin, Kim Kibum dan Tan Hangeng serta Zhou Mi dan Henry Lau menyempatkan waktunya demi pernikahanku. Seluruh manager, stylish, dan semua orang dibalik layar Super Junior, bos besar agensi tempat dimana Kyuhyun bernanung, seluruh trainee SM Entertainment, dan beberapa artis Korea lain yang aku tak tahu namanya datang untuk memberi kami doa restu.

Aku berjalan pelan sembari mengulas senyum malu-malu. Beberapa tamu undangan, walau aku tak mengenal mereka, tersenyum ke arahku. Aku mengerling sekilas di kursi-kursi tamu sebelah kiri. Di baris ketiga dan keempat, berkumpul bandmates Kyuhyun, Super Junior. Shindong datang bersama Nari, tunangannya. Kuperhatikan Donghae dan Siwon masing-masing duduk bersama seorang gadis. Mereka terlihat mesra. Dan Heenim, astaga, dia bahkan membawa serta Heebum di gendongannya. Dia menggerak-gerakkan kaki depan Heebum seolah sedang melambaikan tangan.

Ayah mengantarkanku sampai di depan altar. Dia mencium keningku. Ciuman terakhir dari seorang ayah ke anak perempuannya, sebelum anaknya dipersunting lelaki pilihannya. Kyuhyun menjulurkan tangannya, meraih tanganku yang diserahkan oleh ayah. Lalu ayah mundur, duduk di kursi barisan depan tepat di samping ibu.

Aku tersenyum menatap Kyuhyun yang tersenyum tenang. Dia tak pernah setampan ini sebelumnya. Setelan Armani yang melekat di tubuhnya hanya sebagai pelengkap dari objek utama kesempurnaan; dia. Tak ada kegugupan sedikitpun dari seluruh gestur tubuhnya sore ini. Dia menggenggam tanganku erat, lalu berbisik pelan di depanku.

Hi, stranger!” Aku tersenyum semakin lebar. Ingatanku mulai berlarian ketika pada suatu masa, di suatu malam di Cairo, seorang asing memintaku untuk menjadi roommatenya. Orang asing itu kini berdiri di depan altar, tepat di sampingku. Siap mengucapkan janji suci sehidup semati bersamaku.

Dearly beloved, we are gathered here today..” Sang Pendeta mulai melaksanakan tugasnya. Aku tak terlalu memperhatikan apa yang diucapkan. Pikiranku terlalu sibuk menenangkan jantungku yang menari-nari di dalam dada. Aku merasa tangan Kyuhyun semakin erat menggenggamku.

Aku terus berkonsentrasi melambatkan degup jantungku, sampai aku mendengar Sang Pendeta telah sampai di kalimat terakhirnya. Kyuhyun menarik nafas panjang, lalu mulai mengucapkan janjinya.

I, Cho Kyuhyun, take you, Natasha Wiranegara, to be my wedded wife. To have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness or in health, to love and to cherish ’till death do us part. And hereto I pledge you my faithfulness.”

Aku tersenyum tenang, walau dalam hati aku gugup bukan main. Dalam satu tarikan nafas, aku melafalkan janji nikahku.

I, Natasha Wiranegara, take you, Cho Kyuhyun, to be my wedded husband. To have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness or in health, to love and to cherish ’till death do us part. And hereto I pledge you my faithfulness.”

Kyuhyun tersenyum, lalu memasangkan cincin yang dia berikan padaku di Barcelona di jari manis tangan kananku. Aku balas tersenyum, melakukan hal yang sama pada Kyuhyun.

I now declare you husband and wife. You may kiss.

Tepuk tangan tamu undangan membahana, seiring Kyuhyun yang semakin mendekat. Dia mencium bibirku, pelan namun hangat.

Let me introduce myself, I am Mrs. Cho Kyuhyun by now.

.

 Aku turun ke lantai dansa tepat ketika lagu lawas L.O.V.E diputar. Kyuhyun mengajakku berdansa, bersama puluhan pasang SM artists yang lain.

L is for the way you look at me, O is for the only one I see …

Kyuhyun memeluk pinggangku, menuntunku untuk mengikuti gerakan dansanya yang ringan. Aku melingkarkan lenganku di sekeliling lehernya. Kemudian dia berbisik.

“Kau tahu, kau hampir saja membuatku terkena serangan diabetes. Kau terlalu manis waktu di altar tadi.”

“… V is very very extraordinary, E is even more than anyone that you adore.

“Dan sejak kapan kau menjadi segombal ini, Husband?

Can love is all that I can give to you, love is more than just a game for two …

Kyuhyun tertawa menanggapinya, lalu meluncurkan sebuah kalimat yang mampu membuat jantungku kembali berdegup kencang, “Kaulah gula-gula kapas, yang sekedar untuk membayangkan manismu, aku harus menahan napas, Sayang.” || *taken from twitter, username: (at) adimasnuel.

“… Two in love can make it, take my heart but please don’t break it. Love was made for me and you.

Kalau tidak ingat ini adalah hari pernikahanku, aku mungkin sudah mati di tempat.

.

Ya, Kyuhyun-ah!” sebuah suara memanggil dari belakang punggungku. Kyuhyun serta merta mendongakkan kepala dan mendengus kesal karena kegiatannya berdansa denganku diinterupsi.

Annyeong, Natasha-sshi. Selamat atas pernikahanmu dengan demon satu ini. Entah apa yang ada dipikiranmu mau-maunya menikah dengannya.”

Aku terkikik mendengar kalimat Changmin. Dia dengan ringannya mengucapkan kalimat yang dia pikirkan, sementara Kyuhyun sudah menatapnya dengan pandangan siap membantai.

“Sudah menggali liang kuburmu, Changmin-ah?”

“Aku hanya tak mempercayai bagaimana ini bisa terjadi, Kyuhyun-ah. Kau bahkan tak lebih tampan dariku. Bagaimana mungkin kau mendapatkan istri secantik ini, sementara aku masih single?”

Seperti biasa, hanya seringai andalan yang keluar dari Kyuhyun menanggapi pujian terselubung dari seorang Changmin.

Aku menepi dari Kyuhyun dan Changmin yang sudah sibuk sendiri beradu mulut. Siwon pernah memberi tahuku suatu ketika, bahwa Kyuhyun dan Changmin adalah sepasang sahabat. Keduanya mungkin keras di luarnya, tapi jauh di dalam mereka saling peduli selayaknya adik dan kakak. Sama-sama bungsu di grupnya, sama-sama memiliki kandungan feromon melimpah dalam tubuhnya. Dan setahuku mereka sama-sama memiliki kemampuan berfikir yang luar biasa cepat dalam hal mempermalukan kakak-kakaknya.

Aku berkeliling memperhatikan tamu-tamuku. Kyuhyun dan Changmin sudah berdamai. Dan alih-alih bertengkar mereka justru sedang berdansa bersama di bawah alunan lagu legendary milik Natalie Cole, This Will Be (An Everlasting Love).

This will be an everlasting love on me. Loving you is some kind of wonderful, because you show me just how much you care. You’ve brought a lot of sunshine into my life; you’ve filled me with happiness I never knew. You gave me more joy than I ever dreamed of, and no one, no one can take the place of you!

Aku tersenyum, beberapa ikatan di dunia ini tak akan bisa putus. Ikatan persahabatan sebagai contoh. Kyuhyun dan Changmin adalah bukti hidup ikatan tersebut. Separah apapun mereka berkelahi, mereka selalu memiliki lentera di hati mereka masing-masing untuk saling kembali dan meminta maaf.

Kali ini Siwon menemaniku berkeliling. Memperkenalkanku pada Kangin, Kibum, Hangeng, Zhoumi dan Henry. Mereka memberiku selamat dan memaksaku untuk bercerita awal mula bagaimana aku bisa bertemu dengan Kyuhyun. Super Junior adalah keajaiban dunia nomer delapan, menurut logika praktisku. Mengingat betapa tampannya kelima belas anggotanya.

Aku kembali memperhatikan sekeliling. Betapa aku sangat bahagia hari ini, memperhatikan tamu undanganku yang sebagian besar penyanyi. Mereka dengan senang hati menyumbangkan suara emasnya bergantian. Kulihat Yesung di salah satu ujung, sedang menari dengan gerakan tangannya yang absurd bersama Hyukjae, Ryeowook, Shindong dan a baby-faced boy yang belakangan ku ketahui bernama Lee Taemin.

Benar kata orang-orang, Yesung memang jauh lebih baik bernyanyi.

“Kau seharusnya menikmati pestamu, Natasha.” Sebuah suara mengejutkanku. Sang pemilik suara lalu berdiri di sampingku, ikut memandangi para tamu undangan. Aku tersenyum sederhana, dia terlihat tampan di balik tuksedo hitamnya. Sebelah tangannya dia selipkan di saku celana panjangnya.

Congratulation for your marriage, Natasha-sshi.

“Terima kasih Jungsoo-sshi. Aku mungkin tak akan ada di sini saat ini jika kau tak menyuruhku datang ke Korea waktu itu.”

“Aku yang seharusnya berterima kasih, Natasha-sshi.”

“Untuk?”

Leeteuk mendesah berat sebelum menjawab. Kuperhatikan ekspresinya berubah sedikit murung. “Aku berharap hari ini tak pernah berakhir.”

Aku diam saja. Setengah dari diriku tahu persis kemana pembicaraan ini akan bermuara. Setengahnya lagi, aku ingin mendengarnya langsung dari seorang Park Jungsoo.

“Sudah lama aku tak melihat para dongsaengku tertawa sebebas ini semenjak Super Junior kehilangan beberapa anggotanya. Aku berharap hari ini tak pernah berakhir, sehingga Super Junior bisa terus berkumpul dengan formasi lengkap, sehingga aku bisa terus memandang kebahagiaan di wajah mereka. Bagaimanapun, kau telah menyatukan kembali kami. Kau telah membawakan kami kebahagian dengan caramu, terutama untuk Kyuhyun. Dan untuk itu, aku sangat berterima kasih, Natasha.”

 Leeteuk tersenyum, menampilkan senyum malaikatnya yang rupawan. Aku tak tahu harus menanggapi apa, maka ketika dia menggandengku untuk kembali turun ke lantai dansa, aku membiarkannya.

Let’s take picture together, everybody!!

Perlu waktu tak kurang dari empat puluh lima menit untuk mengatur formasi seluruh artis SM Entertainment agar muat dalam satu frame. Ketika akhirnya barisan sudah tertata, aku yang harusnya menjadi objek utama justru sama sekali tak terlihat. Tertutup dongsaeng Kyuhyun yang manis-manis.

Aku kembali turun ke lantai dansa, dengan Kyuhyun berada di depanku tepat ketika lagu favoritku, You’ve Made Me So Very Happy milik Brenda Holloway dinyanyikan. Kami berdansa bersama puluhan artis SM yang ikut berdansa lepas.

I chose you for the one, now I’m havin’ so much fun. You treated me so kind, I’m about to lose my mind. You made me so very happy, I’m so glad you came into my life.

I’d spend my whole life with you, ‘cause you came and you took control. You touched my very soul, you always showed me that, lovin’ you is where it’s at. You made me so very happy, I’m so glad you came into my life.

.

Aku sudah rapi mengenakan sleeveless top bermotif leopard, celana jeans gelap berpinggang tinggi, black leather jacket, sepatu bersol rendah beraksen sequin serta topi fedora yang melindungi rambutku yang sedikit berantakan pagi ini.  Aku menjinjing Birkin Bag Hermes Himalaya series P yang harga satu tasnya sama dengan seluruh bayaranku menjadi model. Siang ini aku dan Kyuhyun akan bertolak menuju Musha Cay Private Island menggunakan jet pribadi ayah untuk menghabiskan sebulan waktu libur kami. Sengaja aku meminta ayah untuk meminjamkan jet pribadinya. Mengingat betapa luar biasanya reaksi publik terhadap pernikahan kami, sudah pasti bandara umum akan lumpuh total jika kami memamerkan diri untuk pertama kali setelah sah menjadi suami istri.

Jika ada perlombaan manusia terlambat sedunia, sudah pasti Kyuhyun akan menang sebagai juara umum tanpa tandingan. Sudah sejak satu setengah jam yang lalu tadi aku menunggu Kyuhyun yang sedang sibuk memilih kostumnya di kamarnya di dormitory Super Junior. Shindong yang menemaniku sejak tadi di ruang tamu mulai berteriak tak sabar.

Ya, Kyuhyun-ah. Cepatlah sedikit, kau tak lihat istrimu sudah menunggumu sejak tadi?”

Kyuhyun keluar dari kamarnya, dengan penampilan di atas rata-rata. Entah karena kami sudah berubah status, atau dia yang memang sedang tampan. Di balik itu semua, dia memang tampan hari ini. V-neck putih yang menampilkan leher jenjangnya, dipadu dengan jeans hitam. Alih-alih menggunakan jaket atau coat, dia memadukan cape sebagai luaran. Dan sebuah aviator yang tak pernah absen dari hidung mancungnya.

Dia memamerkan tawa khasnya padaku dan seluruh hyungnya yang menantinya dengan bosan. Sebelah tangannya menyeret koper berukuran super olympic dan sebelahnya lagi membawa tas tangan. Dia berjalan mendekatiku yang memandanginya dengan tatapan bodoh.

“Akui saja aku ini tampan, Natashaa.”

Dia tertawa sendiri mendengar gurauannya, sementara aku mendengus kesal. Dia berbalik menghadapi para hyungnya yang sudah ingin mendepaknya keluar dari dormitory sejak tadi, sebelah tangannya yang bebas koper membuka shadesnya lalu memberikan lambaian.

Hey hyungs, I’m going to spend my honeymoon in Musha Cay Island. So have a peacefull month ahead. Good bye.

Serta merta dia keluar dari dormitory sambil membawa barang-barangnya yang melimpah ruah. Dan bahkan aku, partnernya dalam liburan kali ini, sama sekali belum beranjak dari kursiku.

Peacefull, finally. Kau tahu, Nat? Sejak Kyuhyun bergabung dengan Super Junior, kami hampir tak pernah mendapat hari tenang.” Heenim mendesah. Aku tertawa dan mendekatinya, mengucapkan selamat tinggal pada seluruh member Super Junior.

.

Sembilan puluh persen waktu perjalanan Seoul – Musha Cay kuhabiskan dengan tidur. Tak kuhiraukan Kyuhyun yang setengah mati menyuruhku untuk tetap terjaga. Dia bahkan mencoba segala cara, garis bawahi, segala cara untuk membangunkanku. Dari mulai menggoyang-goyang tubuhku, sampai cara terekstrim, menyanyi keras-keras menggunakan mikrofon pramugari, aku tetap tidak akan bangun.

Anak ini terlalu antusias sepertinya. Seandainya aku tak ingat bahwa dia SUAMI YANG BARU SAJA KUNIKAHI KEMARIN SORE, dia sudah aku lempar ke lautan Pasifik.

.

Musha Cay terletak di Kepulauan Bahama, Karibia. Merupakan pulau terbesar di gugusan Rantai Exuma. Musha Cay sendiri adalah sebuah pulau pribadi yang dimiliki oleh seorang illusionist terkenal, David Copperfield. Letak geografis Musha Cay yang dikelilingi tiga pulau kecil menjadikan Musha Cay sangat melindungi privasi para tamunya.

Harus kuakui, Musha Cay adalah sebuah paradise. Pantainya dengan pasir putih serupa butiran gula halus adalah mahakarya tanpa cela. Dengan sunrise dan sunset sepadan puluhan ribu dollar per harinya, Tuhan benar-benar mendesain pulau ini dengan sangat kemampuan terbaiknya.

Aku tiba di Musha Cay siang hari waktu setempat. Matahari khas iklim tropis menyambut kami dengan penuh suka cita. Serta merta Kyuhyun melepas capenya, meminimalisasi panas yang dirasakan tubuhnya.

Beach villa yang kami tempati tepat di pinggir pantai. Luas, dengan total delapan kamar tidur utama. Kamar tidur yang kami tempati persis di samping pantai dengan hamparan pasir putih dan ombak-ombak yang berlarian sebagai halaman belakang. Dua buah jendela besar ditempatkan untuk menyuguhkan pemandangan eksotis pantai Musha Cay. Sebuah grand piano hitam berdiri anggun di salah satu sudut kamar.

Pekerjaan kami hari ini adalah mengexplore keseluruhan beach villa kami. Secara keseluruhan, aku seperti kembali ke rumah. Rumah dalam artian sesungguhnya. Banyak sekali ornamen-ornamen Indonesia di sini. Wayang sebagai hiasan dinding, sebuah patung budha, ukiran-ukiran Jepara, pula sebuah wind chime berbentuk angklung di pintu masuk.

Aku merasa nyaman di sini, ayah memilih tempat dengan sangat jenius.

.

Aku mandi dan berganti pakaian. Kyuhyun menungguku di kamar, dan Ya Tuhan dia bahkan tak mau beralih sedikitpun saat aku mengganti pakaianku. Aku membuka lebar-lebar lemari pakaianku, membiarkan pintu-pintu lemari menghalau pandangan Kyuhyun yang dengan sengaja ingin melihatku berganti pakaian. Demi Tuhan, aku tak pernah sekikuk ini seumur hidupku.

Oke, biar kuperjelas. Aku adalah istri sah Kyuhyun. Itu artinya, kami bebas untuk melakukan apapun yang sepatutnya dilakukan sepasang suami istri. Tapi ayolah, ini pengalaman pertamaku berganti pakaian di depan seorang lelaki. Dan, demi keteraturan kosmos, wajar kan kalau aku gugup?

Kyuhyun terkekeh gembira melihatku sudah selesai berganti pakaian dengan sungutan tercetak jelas di wajahku. Dia berbaring malas-malasan sambil terus menggodaku.

“Untuk apa kau sengaja membuka pintu lemari? Kau lupa? Aku ini suamimu.”

“Dan itu bukan alasan aku bisa tampil bugil sebebasnya di depanmu kan? Sudahlah cepat bangun. Aku lapar.”

Aku menarik salah satu tangan Kyuhyun, tapi Kyuhyun punya idenya sendiri. Alih-alih terbangun, dia justru mendorong tubuhku sehingga aku jatuh tepat di atas tubuhnya yang terlentang.

Detik berikutnya, bibir manisnya, bibir yang selalu menguarkan aroma mint segar, sudah menempel di bibirku. Aku menahan nafas. Darahku berdesir, gelenyar hangat menguasai seluruh jaringan syaraf tubuhku. Ciuman Kyuhyun begitu hangat dan intens. Satu tangannya mengusap pelan rambutku, tangan yang satunya melingkar manja di pinggangku.

Satu hal yang menjadi favoritku dari Kyuhyun adalah ciumannya yang selalu tenang namun hangat. Dia mampu menyimpan rapi nafsunya, sehingga apa yang kurasakan di balik ciumannya adalah sebuah perasaan. Perasaan sayang, bahwa aku memang pantas untuk dicintai.

Kyuhyun melepas ciumannya. Sebuah senyum menggantung di bibirnya sebagai ganti. Dia berbisik tepat di telingaku, “Terima kasih untuk semuanya, Sayangku. Terima kasih, telah menerimaku apa adanya dengan segala kekuranganku. Aku memulai kisah hidupku tanpamu, tapi aku berjanji kau akan selalu menjadi kisahku sampai akhir. Dengan segala kerendahan hati, aku mencintaimu Natasha.”

Aku merasa seperti anak muda yang baru kehilangan ciuman pertamanya.

.

Makan malam kepagian kami sudah disiapkan oleh kepala pelayan yang dalam sebulan ke depan akan melayani kami. Aku pikir kami akan makan malam di ruang makan superb yang mampu menampung seratus orang di beach villa ini. Ternyata tidak.

Sebuah meja banquet ditata rapi di sebuah dermaga kayu tepat di bibir pantai. Permadani mewah Mediterania melengkapi tatanan deck dinning super romantis ini.*

Are you happy?” Kyuhyun menatapku dari sebelah. Kami sudah selesai makan, dan sedang menikmati dessert; suatu senja lengkap dengan semburat-semburat keemasan mentari, dan lautan luas bagaikan hamparan permadani jingga.

“Kenapa kau tanya seperti itu?”

“Kau tak banyak tersenyum hari ini.”

Aku tersenyum sekilas mendapati Kyuhyun yang masih memperhatikan senja. Aku mendekatkan diriku dan mencium pipi kirinya pelan. Dia menoleh dan mengerjap sekilas. Seukir senyum muncul dari sudut-sudut bibirnya.

“Apakah itu cukup sebagai jawaban?” Kyuhyun mengacak poniku, membuat rambutku semakin berantakan setelah sebelumnya tertiup anak-anak angin. Lalu dia duduk bersandar di kursi, kedua tangannya telipat di dada.

“Mencintaimu adalah kebahagian baru bagiku, Cho Kyuhyun. Jadi, jangan pernah bertanya apakah aku bahagia atau tidak. Kau selalu tahu jawabannya.”

.

Aku merebahkan diriku di atas ranjang, dengan piyama tidur menyelimuti tubuhku. Aku menggerak-gerakkan jari-jari kakiku, sementara jemari tanganku menelusuri iPad untuk memantau perkembangan berita. Aku mendongakkan kepala ketika pintu kamar mandi terbuka, mendapati sebuah pemandangan yang mampu membuat rahangku nyaris lepas.

Kyuhyun baru saja selesai mandi, dengan rambut hitamnya yang acak-acakan dan basah. Genangan air di karpet mulai terbentuk sebagai akibat dari air yang tak henti menetes dari tubuh dan rambutnya. Dia hanya mengenakan celana pendek di atas lutut, menampilkan permukaan kulitnya yang putih bukan buatan. Tetesan air yang menghiasi dada dan perutnya, semakin menambah – oh hell, yes I admit! – kesan seksi pada dirinya.

Dia terkekeh, memamerkan wajahnya yang mesum lalu berjalan mendekatiku. Aku masih menganga takjub melihat sesosok Lucifer yang sedang topless di hadapanku.

“Kau terpesona keseksianku kan? Akui saja, bahwa kali ini kau kalah. Aku memang tampan dan seksi juga memukau, Istriku.” Dia berbaring di sampingku, masih topless dan masih setengah basah berpose sok seksi.

“Mau apa kau seperti ini? Menggodaku?”

“Menurutmu? Ini kan malam pertama kita.”

Aku terkesan akan jawaban lugasnya. Lugas dan langsung ke inti sasaran. Aku tersenyum licik, memegang kedua pipi putihnya dan mencubitnya pelan.

I’m sorry dear Husband. But I’m getting my period right now. Yang artinya, kau tak diizinkan menyentuhku sampai setidaknya seminggku ke depan.”

Kyuhyun mengerang frustasi.

.

Aku terbangun dengan kepala berat keesokan harinya. Badanku terasa amat sangat lelah, seperti baru saja melakukan maraton. Kyuhyun mengkhawatirkan kondisiku, tapi aku memaksanya dan berkata aku tak apa. Kemarin Kyuhyun bilang dia ingin menghabiskan seharian waktunya di pantai bersamaku hari ini. Dan aku merasa cukup kuat untuk itu.

Dan di sinilah kami sekarang, menyusuri pantai berdua. Kyuhyun mem-piggyback diriku. Aku menyesap aroma manis vanilla yang menguar dari lehernya. Sebenarnya itu parfumku, yang diklaim sebagai forever favorite Kyuhyun. Dan dia pagi tadi dengan semena-mena memakainya, tanpa seizinku.

I have some rhymes for you Nat, mind to listen?” Dia bertanya sambil terus berjalan menyusuri pantai. Anak-anak ombak menghantam kakinya pelan. Aku mengangguk antusias dan mendengarkan rimanya.

I love you like a kid loves his blanket. I still adore you like I did the moment we first met.

Aku tersenyum mendengarnya, dan mulai menyusun kata-kata di kepalaku sebagai jawaban. Ketika akhirnya aku mendapatkannya, aku membisikkan tepat di telinga Kyuhyun.

I love you like a kid loves lollipop. I love you so much, I even start to forget how to stop.

Dia tertawa bahagia, lalu mulai membalas lagi.

I love you like Cho Kyuhyun loves game.” Aku menepuk pelan kepalanya, atas kalimatnya yang aneh dan terang-terangan sangat dirinya. Dia tertawa lagi, lalu melanjutkan, “I love you forever, because for me you always stay the same.

I love you like a clock loves its needle. Every time i see your smile, I think my love for you turns double.

I love you like a man loves his wife. You are the best I have ever had in this life.

I love you like sandwich with smoked beef. I love you without any regrets and what-if.

“I love you like Shakespeare loves book. I fell for you even from the very first look. And I love you like shell to the sea of sand. I love you for now to the end.

Aku terdiam kehilangan kalimatku, tak mampu membalas. Kyuhyun tertawa lembut. Sambil terus menggendongku dan terus berjalan dia berkata.

“Kau kalah, Nat. Sebagai hukuman kau harus menciumku.”

“Hukuman yang membahagiakanmu sekali, Mr. Cho.” Aku mencium puncak kepalanya, menyesap wangi shampo yang secara magis mampu membuatku merasa tenang. Kyuhyun tertawa semakin keras, aku pun ikut tertawa, masih di punggungnya. Sungguh sebuah kebahagian bagi kami.

I love you, Cho Kyuhyun.

.

Aku merasa badanku semakin lemas malam harinya. Aku tak ingin apa yang paling kutakutkan terjadi saat ini, di depan Kyuhyun. Aku sedang duduk di atas ranjangku, menunggui Kyuhyun yang sedang mandi.

Aku menekuk lututku, dan menenggelamkan kepalaku di antaranya. Tanganku melingkar memeluk lututku. Mataku terpejam erat, sembari menggigit bibir bawahku. Tubuhku mulai menggigil di luar kendali.

Celah-celah jendela kamar meniupkan angin pantai yang dingin, yang terbawa sampai ke kamarku. Aku menutup mataku semakin erat dan tanpa kusadari aku mulai menangis. Kilasan kejadian-kejadian buruk mulai berkelebatan di balik mataku. Tak ada gunanya aku memejam, bayangan itu sejelas seperti aku sedang menonton film.

Ada ayah yang hampir tak pernah membacakan bed time stories untukku. Ibu yang tak pernah mengambil raporku saat kenaikan kelas. Kematian kakak. Bayangan Kyuhyun yang terbaring antara hidup dan mati setelah kecelakaan.

Aku menangis semakin keras ketika teriakan Kyuhyun memenuhi ruangan. Serta merta dia berlari dan memelukku. Menenggelamkanku dalam pelukan protektifnya yang luar biasa. Aku terisak sejadinya, persetan dia menganggapku wanita yang lemah dan cengeng. Aku tak mau sendirian lagi.

“Natasha, tak perlu sedih lagi. Kau memilikiku sekarang. Kau bisa mengandalkanku mulai saat ini. Demi Tuhan, berhentilah menderita. Berhentilah merasa sakit, karena akupun merasakan sakit yang kau rasakan.”

Aku mengeluarkan seluruh emosiku. Mengeluarkan semua unek-unek di dada dengan Kyuhyun sebagai sandaran. Sepasang lengan Kyuhyun memelukku saat ini, seperti sepasang sayap malaikat yang hangat. Sekarang aku tak sendirian lagi, dan aku akan mulai melawan ketakutanku.

Aku merasa aku mulai dapat mengontrol tubuhku. Syaraf-syaraf tubuhku kembali bekerja di bawah kendali otakku. Aku mengatur nafas, dan mulai mengontrol tangisanku.

“Maafkan aku, Kyuhyun.” Aku berbicara masih di balik pelukannya. Kyuhyun mengelus rambutku pelan, menunggu kelanjutan ceritaku.

“Aku tak sekuat apa yang kau lihat selama ini. Dan maafkan aku yang tak mampu mengontrol emosiku sampai aku lepas kendali seperti tadi. Maaf.”

“Natasha, dengar baik-baik karena aku tak akan mengulanginya lagi. Aku mencintaimu apa adanya dan aku bersungguh-sungguh. Persetan dengan kelemahanmu. Bahkan seandainya kau adalah seorang monster aku akan tetap mencintaimu, Nat. Kau pikir aku akan meninggalkanmu setelah aku melihatmu menangis? Ya Tuhan Natasha, you are my life.

“Jangan pernah berpikir seperti itu lagi, aku mohon. Lepaskan semua emosimu. Kau tak perlu menjadi orang lain di hadapanku, kau tak perlu berpura-pura kuat saat bersamaku. Aku suamimu, dan aku akan membantumu keluar dari trauma masa lalumu. Aku janji. Sudah tugasku lah untuk selalu melindungimu. Kau pikir tugasku hanya menghamilimu?”

Aku menyempatkan sebuah senyuman demi mendengar kalimat terakhirnya. Hal terakhir yang aku ingat, dia mengecup keningku, sebelum akhirnya kesadaranku terkikis habis. Aku tertidur dalam pelukannya.

.

Sudah seminggu kami menghabiskan liburan kami di sini. Dan seperti yang aku bilang, Kyuhyun sama sekali tak bisa menyentuhku. Segera setelah aku kembali normal setelah traumaku kambuh, kami kembali seperti hari-hari sebelumnya. Menjadi pasangan kelewat bahagia yang hobi menyiksa satu sama lain.

Aku terbaring di ranjang kami, dengan Kyuhyun di sampingku. Memandangi rinai-rinai hujan melalui kaca jendela di kamarku. Tiba-tiba Kyuhyun tersenyum jahil dan menyamping menghadapku. Perasaanku sedikit tak nyaman meilhat Kyuhyun yang terus tersenyum jahil. Aku menggigit bibir bawahku.

“Kau tahu apa yang kupikirkan, Nat? Kurasa sudah saatnya.”

Aku menelan ludah, berharap dengan begitu gugup juga akan hilang. “Untuk?”

“Malam pertama kita.” Dia terkikik geli sementara aku melotot memandangnya. Degupan jantungku terasa semakin keras.

“Lihatlah ekspresimu. Seperti aku akan memperkosamu saja.”

“Bukannya begitu?”

Kyuhyun mendesah pelan. Tatapannya melunak, satu jarinya mengelus pelan pipiku. Lalu mulai berpidato.

“Aku mencintaimu, kau tahu itu. Aku tak akan memaksamu untuk melakukannya. Aku serahkan padamu, sampai kau benar-benar siap menerimaku. Menyakitimu adalah hal terakhir yang ingin kulakukan di dunia ini. Aku akan menunggumu, walaupun harus menunggu satu tahun lagi.”

Aku tersenyum pelan mendengar ketulusan di setiap kata-katanya. Namun seketika senyumku lenyap ketika mendengar kalimat lanjutannya. “Tapi aku tak yakin aku bisa menunggu sampai satu tahun. Jika memang harus begitu, kemungkinan akan kucampur sarapanmu esok dengan obat sehingga kau yang mengerjarku.”

Aku mendengus kesal mendapati Kyuhyun yang tertawa puas. Aku bangkit berdiri, mematikan lampu kamar dan berbisik kejam di telinga Kyuhyun, “Awas saja jika kau langsung menghamiliku. Akan kubunuh kau. Aku masih punya beberapa kontrak yang harus kuselesaikan di Jakarta.”

Kyuhyun tertawa terbahak-bahak sebelum kami berdua tenggelam di balik selimut.

.

Dua tahun kemudian

Aku sedang menyiapkan sarapan untuk Kyuhyun ketika kurasakan mataku berkunang-kunang. Aku merasakan desakan di perutku untuk segera mengeluarkan isinya. Seminggu ini aku sakit-sakitan. Badanku benar-benar lemas seperti tak bertulang.

Kyuhyun menghampiriku, mengambil pisau yang sedang kupegang. Dia yang akan menggantikanku memasak pagi ini. Dua tahun membina rumah tangga dengannya, dia menjadi lebih mahir menangani dapur. Thanks to me, yang dengan sabar mengajarinya berkenalan dengan dapur.

Aku sedang berjalan pelan ke kamar ketika tanpa sengaja aku melewati kalender. Mataku terbelalak sempurna. Secepat kilat aku berlari ke kotak obat, mengambil sesuatu dan berlari ke kamar mandi.

Jika Tuhan sedikit saja menciptakan kesalahan, sudah dapat kupastikan kedua bola mataku akan lepas saking lebarnya aku melotot. Aku memegang sebuah tabung pipih, dengan dua garis di dalamnya. Satu tanganku yang lain secara refleks memegang perutku, dan mengelusnya perlahan.

“KYUHYUUUUUUUUUUNNNNN !!”

Kyuhyun berlari ke arahku, sebelah tangannya masih memegang piring saking paniknya dia mendengar jeritanku. Dia mengomel sekaligus mendesah lega mendapati tak ada kesalahan dalam diriku.

“Demi Tuhan, berhentilah membuatku panik Natasha. Kau selalu saja menga..”

“Aku hamil.” Aku memotong kalimatnya dan menunjukkan test pack yang kupegang.

Kudengar suara piring pecah tepat di bawah kakiku.

.

EPILOG

Suara lengkingan merdu piano terdengar jelas memenuhi ruang keluarga. Alunan temponya cepat, tanpa ada nada yang meleset sedikitpun. Kyuhyun tersenyum, sambil terus menarikan jemarinya di antara tuts-tuts piano. Dia sangat lihai memainkan instrumen mahal tersebut.

Tak lama suara tingginya terdengar, mengimbangi alunan piano. Sebuah lagu lawas dipilih Kyuhyun untuk dinyanyikan, Isn’t She Lovely.

Belum sempat dia menyelesaikan lagunya, nyanyiannya diinterupsi oleh lengkingan dua suara nyaris serupa yang menggema di seisi rumah. Kyuhyun mendengus kesal, lalu duduk di sampingku yang tersenyum simpul.

“Kau yang merusakkannya, Nic. You’re the master of mutiny, just like Heenim ahjusshi said.

No, I’m not. Sudah begini sejak kau memberikannya padaku, Nate.”

Ya!” Suara Kyuhyun menginterupsi pertengkaran kedua makhluk kecil yang sekarang berada di depanku dan Kyuhyun. Mereka langsung terdiam, takut pada suara dalam ayahnya.

“Ada masalah apa kalian berdua? Mommy dan Daddy pernah bilang kan kalo Mommy tak suka kalian bertengkar.”

“Maafkan kami Mommy, Daddy.” Mereka berkata berbarengan, menundukkan muka, tak berani menampakkan wajahnya. Aku mendekap salah satu putra kembarku, sementara Kyuhyun memeluk yang satunya. Tujuh tahun sudah kami menikah, dan pada tahun kedua pernikahan kami Tuhan memberi kami sepasang anak kembar identik. Aku nyaris meledak saking bahagianya mengetahui bahwa aku mengandung bayi kembar. Ketika akhirnya mereka lahir, Kyuhyun sama sekali tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya sebagai seorang ayah.

Dan sekarang, dua bayi kembarku sudah tumbuh menjadi jagoan kecil. Jagoan kecil kebanggan ayah ibunya. Mereka berdua sangat identik, dan jika itu saja belum cukup, mereka adalah copycat seorang Kyuhyun dengan tingkat kemiripan sembilan puluh sembilan persen. Matanya, hidungnya, bibirnya, bentuk wajahnya, rambutnya, semua adalah warisan Kyuhyun. Aku sedikit lebih beruntung, karena mereka berdua mewarisi warna mataku.

PSP yang Daddy berikan sebagai kado natal kemarin rusak. Dan aku dan Nate tidak tahu siapa yang merusaknya.” Nic, yang berada di pelukan Kyuhyun menjawab. Dia lebih tua tiga menit dari adiknya, Nate. Sikapnya yang leader-like benar-benar cocok sebagai hyung bagi Nate yang cenderung lebih tenang.

“Kalau begitu Daddy anggap ini salah kalian berdua.” Kuperhatikan mereka terkejut. Kedua pasang bola mata mereka membulat seketika, bibir mungilnya mengerucut membentuk huruf O.

“Jangan membantah Daddy, itu kebiasaan tidak bagus.” Aku menambahkan, Kyuhyun memberikan seringainya yang tak pernah berubah semenjak pertama kali aku melihatnya delapan tahun yang lalu.

“Tapi Mum, kami berdua kan tidak sengaja merusakkannya. Tak bisakah Mommy and Daddy memaafkan kami?” Nate mengeluarkan suara, sambil berkedip-kedip manja.

“Tentu saja Mommy and Daddy memaafkan. Tapi bukan berarti kalian tidak mendapat hukuman.”

“Dan hukumannya adalah kalian tidak boleh main game dalam bentuk apapun sampai semester ini berakhir. Sebagai gantinya, kalian harus belajar setiap malam.” Timpal Kyuhyun.

Serta merta mereka berteriak protes. Kyuhyun hanya tertawa penuh kemenangan mendapati kedua juniornya merengek.

“Baiklah, Daddy akan memberikan PSP baru untuk kalian, tapi dengan satu syarat.”

“Apa Daddy?”

“Kalian harus mengalahkan Mommy and Daddy, setuju?”

Secepat kilat mereka bangkit dan menata laptop mereka di meja panjang di ruang keluarga. Kyuhyun ikut bangkit berdiri, mengambil laptop untukku dan dia lalu menatanya di seberang si kembar yang duduk bersebelahan.

“Siap?” tanya Kyuhyun ketika keempat laptop kami sudah masuk ke server game.

Si kembar bahkan tidak menjawab dan sudah bergerak lebih dahulu. Mereka bermain dengan sangat lincah. Aku dan Kyuhyun adalah partner, menjadi musuh bagi mereka berdua.

“Nate, cepat serang Daddy. Aku tak bisa menahan lagi, Daddy terus menerus menyerangku.”

Kyuhyun menyempatkan diri tertawa, dia tak pernah tak antusias dalam bermain game. Dan kemampuannya tak pernah menurun sedikitpun walaupun dia sudah jarang bermain.

“Tak bisa, Nic. Mommy juga terus menerus menyerangku.”

Tak sampai sepuluh menit, permainan kami berakhir. Aku dan Kyuhyun keluar sebagai pemenang tentu. Kulihat ekspresi si kembar yang cemberut. Bagiku mereka justru sangat menggemaskan.

“Sesuai kesepakatan, kalian tidak diperbolehkan bermain game sampai akhir semester. Buktikan pada Mommy and Daddy bahwa kalian berprestasi. Lalu hukuman akan Daddy cabut. Sekarang saatnya tidur, sudah malam.”

Walaupun mereka memasang ekspresi tidak rela, walaupun mereka keberatan dengan hukuman yang diberikan Kyuhyun, tapi toh mereka tetap melaksanakannya. Aku dan Kyuhyun mengawasi mereka, yang mengganti pakaiannya dengan piyama, menggosok gigi dan mencuci kaki lalu naik ke atas ranjang.

“Selamat malam, Nicholas Cho. Selamat malam, Nathaniel Cho. Maafkan Mommy and Daddy, kalau hukumannya terlalu kejam. Daddy nggak mau kedua putra Daddy jadi anak yang manja dan nggak bertanggung jawab.”

Aku mencium pipi mereka, begitu pula dengan Kyuhyun. Mereka tersenyum, yang artinya mereka tidak menyimpan amarah pada ayah ibunya walaupun kesenangan mereka diambil.

“Selamat malam Mommy. Selamat malam Daddy. We love you.

Aku mematikan lampu kamar, lalu mengikuti Kyuhyun yang sudah terlebih dahulu keluar kamar. Setelah aku menutup pintu kamar mereka dan berjalan ke kamar kami, Kyuhyun tersenyum jahil dan berbisik di telingaku.

“Kau tahu Nat, kupikir mereka butuh adik baru. Eum, a baby girl, maybe?”

Aku memukul kepalanya. Kyuhyun tertawa keras-keras.

.

TAMAT

(*) with the help of (at)KeNamGiL and (at)annisaaf

(**) all rhymes belong to (at)ftkf and (at)dwikaputra

.

Author’s note:

Akhirnya ending juga. Maaf ya kalo part ini panjangnya nggak kira-kira, hihi. Makasih buat semua yang udah baca fanfiction ini dari yang pertama banget sampe tamatnya ini. Rencananya masih ada satu bonus chapter lagi dari Kyuhyun untuk Natasha. Tungguin aja ya, kalo masih mau nunggu. :)

Anyway, intinya makasih buat yang udah mau baca. Dan aku mohon ya buat semuanya kesadaran nggak memplagiat sebagian atau keseluruhan isi fiction ini dan dipublish di tempat lain tanpa izin atau ngaku-ngaku. Ini fiksi walaupun masih banyak cacatnya juga bikinnya pake mikir. Jadi tolong dihargai ya. Dengan nggak memplagiat itu, sama dengan menghargai penulisnya, dan itu semacam bentuk penghargaan paling tinggi, menurutku.

Terimakasih buat semuanya yang udah bantuin, baik langsung atau ga langsung. Thank you eonni @KeNamGiL for your undying support. Thank you my dearest partner in moaning, euhm I mean partner in writing and brainstorming @annisaaf. Nanti kita ke Musha Cay berempat lagi yah. Nic sama Nate pengen punya sepupu. *kedip-kedip*

Thank you elf, untuk segala sharing mengenai Super Juniornya (WELL, I’M NOT AN ELF ACTUALLY :D ) dan thank you Cho Kyuhyun, for being my muse of my stories. Jika kau membaca ini, ketahuilah bahwa kau berhutang banyak padaku yg telah membebaskanmu dari image evil. You may kiss me, darling. Cause I’m your Natasha, and you’re my forever Cho Kyuhyun.

 

Previous Post
Next Post
Leave a comment

151 Comments

  1. HUAAAA
    Keren banget thor,ga nyangka author bikin story about them lagi,bahkan sampe nikah :) *terharu
    By the way,nice story thor!
    Gara gara author akhirnya semangat buat bikin ff terbit lagi thor,gomawo thor!><

    Reply
  2. daebakkkkkkkkk~~~

    Reply
  3. Really really love it, thor!
    Cool bangetlah
    Ditunggu sequelnya ya dan jangan lama-lama haha ;3
    Klo perlu sequelnya lebih panjang dari ini
    Mian ya thor kebanyakan ngedumel nih mueheheh :$

    Reply
  4. nn

     /  June 22, 2012

    keren abis
    gag tau ngomong apa lg,
    suka kepanjangan dr love,
    hahh TOP BGT! !

    Reply
    • itu lirik lagu, coba download nat king cole L.O.V.E atau versinya michael buble yg lebih ringan.

      anyway, thank you. :)

      Reply
  5. vanda

     /  June 22, 2012

    cerita nya keren banget thor…. :)
    aku suka banget sm ceritanya…

    daebak thorr… !!

    *ditunggu ff lainnya… :)

    Reply
  6. Cho Sae Lin

     /  June 22, 2012

    Huaaaa sumpah daebak banget nich FF aku selalu baca dari part pertama dan emang deh suer nich FF emang keren banget, author DAEBAK !!!!
    romantis tapi lucu, bikin aku terharu juga tapi sambil ketawa juga, ada part lagi thor, waahhh jadi gak sabar nih, jangan lama2 yaa thor, HWAITING AUTHOR !!! ^^

    Reply
  7. “Benar kata orang-orang, Yesung memang jauh lebih baik bernyanyi.”
    Oh my peculiarly lovable 4D namja… (╥﹏╥) *hugYesung*
    U’ve done a wonderful job in displaying the whole wedding thingy! :D
    But, did I miss something or U havent mentioned what shoes Natasha wears 4 the wedding? O_o *sobbing4Loubs*
    N I’m sure U’ve made the bridging story between the wedding n the uproar appearance of the yin n yang twins, Nic n Nate ♥(´⌣`ʃƪ)
    Cant wait for that!!!! \(^_^)/
    I have nothing else to say other than G-R-E-A-T! :D

    Reply
    • actually, Natasha’s wedding shoes is Lacoste hahahaha *forgive me God, I’m ruining Natasha’s wonderful image*

      Nicholas and Nathaniel is Heechul and Jungsoo’s younger version. they’re my favorite here.

      and, thank you eonni, for your compliment. I love you. :’)

      Reply
      • heechulie___

         /  June 23, 2012

        LOL 4D ness????

        Nat Kyu are officially married!!!! Yaaaayyyy!!!!

        I really happy to read this part!!!! The honeymoon section, then kyuhyun’s monologue about heechul… Am I spoiling too much? Anyway I love you putri! You deserve a 6jib with Kyuhyun cover from me!

      • PS Siskarani

         /  June 23, 2012

        me? me? ME?
        *speechless*

        ME? *DYING*

      • dear annisaa, you know I love you. :*

  8. cho haena

     /  June 22, 2012

    kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnn

    Reply
  9. taritory

     /  June 22, 2012

    huwaaaaa…….
    kereeeeennnn…happy enddd….
    panjangggg n puasss bngtt bcaanyaa…
    gomawoo udh bwat ff yg kereennn…
    aq gtw mw ngoment apa lgii..hbs bcanya dr awal ampek akhir enjoyy bngt…hehehehehe^^
    daebakkk pokokkee…!!!

    Reply
  10. HUAA kakaknya jago banget sih ! aku nggatau harus komen apa, aku kagum, kaget karena kakak jago nulis banget :( aku iri sama kakak._. suka banget sama ke-fashionable-an natasha disini aku jadi bisa tau brand2 baju terkenal^^. jujur lho ya kak, ini lebih santai bahasanya, ngga berat-berat amat ya walaupun aku masih raguragu sama kemampuan translate bahasa inggrisku-_- aaaaa pokonya aku mau jadi natasha juga !^^

    Reply
    • yakin mau jadi natasha? she is even doesn’t real. doesn’t exist.
      tiap orang punya takdirnya sendiri kok, nggak usah iri sama orang lain. :)

      dan yg fashionable sebenernya natasha atau penulisnya? hahaha.

      Reply
  11. party cho

     /  June 23, 2012

    wawwww……daebak thor….next part q tunggu scpat’a ea ^_^

    Reply
  12. VieLeeJiDiGOnew

     /  June 23, 2012

    Huaaaaa……..!?!!?! D.A.E.B.A.K – T.O.P G.O EUNHYUK SUHO ONEW bangeet…!!! FF nya kelas tinggi, saya baca ff nie mlah lebih fokus ma merek2 + nama2 tempatnya loh, detail banget…!, kebayang gto klo saya yg jdi Natasha nya…wkwkwkkwkwk!!!! Udh segini ja Thor/sist/chingu? Gda sekuelnya lagi?
    *Basa basi => saya mu minta maaf krna gg ngsih komen di ff sblumnya (part2{lupa jdulnya apa}) alna wktu ntu pas udh baca trnya plsa say abis hehehehe:D , trus sbenernya udh bca nie ff dr td sore, tp pas mu ngomentar, sinyal gie ngadat *maklum ol di hp*
    #merasa bersalah klo gg ngasih coment di ff yg bgus macam ini…hehehe! #KyuSha/KyuNat shipper….!!! L.O:V.E it..!!!

    Reply
  13. PS Siskarani

     /  June 23, 2012

    writernya lagi nunggu jemputan travel jam tiga pagi.

    balesin komennya besok aja yah, janji.

    good night, readers.

    Reply
  14. septyhafidz

     /  June 23, 2012

    thor ceritax super bagus,alurx,bhsax,trus feelx dpt bgt,salut bgt dr pertama ampe yg trakhirne q suka semua ceritax.good job

    Reply
  15. uwaa>.<")
    fighting ♥☺!!!

    Reply
  16. Finally!Happy ending
    Gpp thor kepanjangan tp puas baca nya :D
    Alurnya enak ga kelamaan&kecepetan + feel nya dapet
    keep writing ya thor buat kyu-natasha nya!*like this couple*
    Fighting♥☺!!!

    Reply
  17. nstellaritami

     /  June 23, 2012

    Hi! I’m a real Natasha hehehe.. Btw, I love this fanfic! Since the main cast name is Natasha and Cho Kyuhyun -my bias-! I really get the feel and.. Oh my God! I just love your fanfics!

    Reply
  18. ceaaa

     /  June 23, 2012

    Comment singkat aja ya, gak ada kata lain selain keren :D
    Hmm bakal ada kelanjutannya lagi gk? Sayang cuma 3 part =)) ceritanya seru banget!

    Reply
  19. Puja Indah Geani

     /  June 23, 2012

    kereeeeeeen (y)
    kyuhyun sama nat nikah jugaaaa~
    gk kebayang gantengnya nya si nic sama nate ckckckckckck bapak mya aja udah ganteng gitu muahahahaha

    Reply
  20. Andinny Jo

     /  June 23, 2012

    Nic&Nate! Kyaaaaa kalian berdua pasti lucu sekali, nak. Se-unyu bapakmu (?) kkkk.
    Nat, aku sungguh iri padamu. Sumpeh aku iri. *permak badan biar dapet laki kece kayak Kyuhyun*
    Eonnie, lanjutin eoh? Masa trilogy doang -.-

    Reply
    • PS Siskarani

       /  June 23, 2012

      lanjutin ga yaa?

      Reply
      • Andinny Jo

         /  June 24, 2012

        Lanjutin laaaaah. Aku tau eonnie lagi bikin lagi u,u *sok cenayang*
        Well, biarkan aku menggunakan jubah gaib-nya Harry Potter untuk ikut denganmu ke Natasha’s wedding. Sumpah pingin ikut -,,,,-

      • PS Siskarani

         /  June 24, 2012

        natasha sepupuku
        sik meh lempar bunga *bersiap*

  21. dinny501kyu

     /  June 23, 2012

    panjangnyaaaaaaaaaaaa hihi keren lohh ya daebak seperti biasa. Bahasanya yang rapi, pokoknya teratur deh. Duh, aku orangnya ngga bisa terlalu ngasih komen. Pokoknya overall daebak deh :)
    Oh! Dan makasih buat authornya yang selalu mention aku buat kasih tau sequelnya :) (@/Dinny501)
    keep writing, thor :D

    Reply
  22. Keeeeerrreeeeennnnn!!!!!! Sumpah yaaaa pas yadong yadong dikit tuh mau ketawa ama pas yg di tanya bagian mana operasinya jawabnya malah begituh!! Wkwk sumpah ini keren abis dr awal aku baca ff ini tuh emang keren kata katanya! You should be novelis! Bikinin cerita yg lain eon! Si hyukjae atau puny yg lain mungkin keren! Sekalian ningkatin skil menulis eonnie ! Mmm sekali lagih aku bilang KEREN!!! Keep writing eonnie! Fighting! (•̀_•́)ง.

    Reply
    • PS Siskarani

       /  June 23, 2012

      next couple? siapa yaaa? hihihi
      udah disiapin kok

      cek aja komentarnya heechulie di atas, dia partner nulisku.
      kayanya dia ngasih spoiler banyak hihihi.

      Reply
  23. Safira Gina

     /  June 23, 2012

    Author demi apapun ini keren bangeeeet! Aku udah baca dari yang pertama sampai yang ketiga ini dan semuanya itu benar2 bagus banget! Alur dan cara berceritanya enak buat dibaca dan itu benar2 keren10000x banget:D Tetap semangat dan terus berkarya author!^^

    Reply
  24. Cuapcuap

     /  June 23, 2012

    Huaa keren thor.. Akhirnya mereka nikah jg punya anak kembar lg ^^

    Reply
  25. Ima

     /  June 23, 2012

    kyyyyaaaaa…… sangat sangat bagus,,,,,
    kereeennnnn….. 4jempol buat author.

    ditunggu cerita selanjutnya….

    Reply
  26. ide ny dri mna si thor bkin ff bginiann??kerenn bgttt!!!(Y)(Y)(Y)(Y)(Y)(Y)

    Reply
    • PS Siskarani

       /  June 23, 2012

      sepupuku menikah sama pacarnya natasha besok
      dari situ aku dapet nama natasha wiranegara dan semua ide wedding :)
      and so I guess this is a wedding gift for her

      Reply
  27. gila!! ini keren banget!!
    ga nyangka kalo mereka bakal dapet restu semudah itu.. itu pernikahan biayanya berapa ya? hahaha
    terharu sama omongannya leeteuk ke natasha pas pernikahan..
    ciyeeee…. punya anak kembar niyee…
    ikut seneng sendiri deh..
    daebak!!

    Reply
  28. gila!! ini keren banget!!
    ga nyangka kalo mereka bakal dapet restu semudah itu.. itu pernikahan biayanya berapa ya? hahaha
    terharu sama omongannya leeteuk ke natasha pas pernikahan..
    ciyeeee…. punya anak kembar niyee…
    ikut seneng sendiri deh..
    daebak!!

    Reply
  29. shin sung young

     /  June 23, 2012

    wahh . . Happy ending :D
    puas banget nih, udah panjang trus happy ending pula.
    Sukaaaa
    baca yg part ini ikutan berasa nyiapin pernikahan, detail banget hahaha
    orang tua nya natasha asik bnget ya, cm sibuk doang sih.

    Wehehe, yesung nongol .
    Hihi, aq cuma nyengir gaje baca part yg bahas yeye.
    Abis emang bener dia mah lbh baik nyanyi aja .

    Aku nunggu after story nya lho author :D

    Reply
  30. anis_ekaa

     /  June 23, 2012

    Ini author bener bener yahhh…!
    Bener bener berbakat :D walaupun panjang, tapi seru nya banget bangetann.. jadi ga kecewa baca ff ini dari awal sampe akhir..
    Next part nya ditunggu banget loh Thor^^
    Semoga Kyuhyun sama Natasha have a new baby girl..
    Kyuppa jangan yadong ya, kasihan kak Tasha nya. Hihihi

    Reply
    • PS Siskarani

       /  June 23, 2012

      ciyee kak Tasha hahahaha

      tasha itu aku loh :p

      Reply
      • anis_ekaa

         /  June 23, 2012

        kan dari Indonesia thor^^
        cast Tasha nya aku pinjam ya. Hahaha :D
        Dilanjut ya thor, penasaran nih pengen liat baby girl nya kyu sama nat^o^

      • PS Siskarani

         /  June 23, 2012

        dipinjem gimana maksudnya?

  31. LJK~

     /  June 23, 2012

    waaaa baguuss
    panang dan aku suka bgt
    gk trburu2
    sweet momentnya jg dpt
    ini masih ada lanjutannyaa?

    Reply
  32. Eun Kyu Phiet

     /  June 23, 2012

    WOW! GREAT STORY :)

    Reply
  33. tessaa

     /  June 23, 2012

    hwaa~ keren pol author. DAEBAK!
    kata-katanya loh keren banget. jadi minder aku -.-
    ditunggu karya selanjutnya ^^

    Reply
    • PS Siskarani

       /  June 23, 2012

      hihi ngapain pake minder segala
      sama sama belajar kok hihi

      Reply
  34. 4ever ELF~EXOtic~Shawol

     /  June 23, 2012

    Kereeeen~ daebakkkkk~buaguss bgt~ gila jalan ceritanya bgs deh^^ lanjuttt :)

    Reply
  35. aku baru sempet baca nih, hehe
    Disini kyu emang ga evil ky biasanya, suami yang baik! Hahaha
    Mw nic sama nate dong. Kecil” uda jaga main game, pasti gedenya keren! Hahah
    Ini yg mw dibikin married life? Hehe ;)

    Fighting bwt next FF’a ya thor ^^

    Reply
    • kata temenku yg udah pernah kyuhyun di belakang panggung, kyuhyun yg asli emang nggak evil dan cenderung ramah banget.
      jadi aku pake image kyuhyun yg asli, yg dari deskripsi temenku itu. :)

      Reply
      • dibayangan aku juga gitu, hehehe
        Pas baca artikel tentang gimana dia milih kakakny sbg orang yang paling dia sayang, krn kalo milih salah satu dari papa-mama itu gaadil. Sama pas cerita ttg kecelakaan 2007
        pandangan aku, aslinya dia pasti ga seevil yang sering bicarakan, wkwk
        Ternyata emang gitu ya? Waa..
        Oya, cepet thor bikim critanya.. Aku tunggu loh. Tiga crita kamu ini bahasanya bnr” dh. Bikin aku minder..
        Daebak!

      • PS Siskarani

         /  June 24, 2012

        haha aku bosen imagenya kyuhyun kok evil bgt
        ini aku bikin beda makanya

        halah biasa aja, itu malah masih banyak yg asal tulis.

  36. wndyzz

     /  June 23, 2012

    omona keren author eonni! sampe speechless.. ditunggu ya next story-nya Kyu-Tasha:D

    Reply
  37. chocoFin

     /  June 23, 2012

    Aaaa…..tak ada kata lain selain daebak ^^
    Keren lah pokoknya kyuhyun sweet begete…
    Trus semuany diceritain sedetil-detilnya,jadi kita berasa ngerasain,bahkan ikut juga (?)..

    Daebak lah.. Keep writing ^^

    Reply
  38. Wooow
    Keren bangeeettt
    Mian banget baru komen di part yang ini ya thor
    Daebak ga ketulungan deh
    Ditunggu sekuelnya thor

    Reply
  39. nori

     /  June 23, 2012

    aku sampe butuh 2hr buat baca ff ini *lebay*
    tp emang seneng bgt akhirnya mereka nikah. .
    punya anak kembarlg. .
    tp mirip bgt sama kyu. .
    keren ffnya. .

    Reply
  40. Aaaaaaaaaaa !! KEREN !!
    ak ska bgt thor^-^ !!
    kta*ny itu low bkin lumer >.<

    punya ank kmbar lg , aiishh ..
    persis sma yg tk pngen *curcol –'

    nunggu lanjutn.ny thor ..
    g sabarr ^~^

    Reply
  41. susan

     /  June 24, 2012

    Akhirnya happy ending. . . . Dtggu bonus chapnya

    Reply
  42. Gaem

     /  June 24, 2012

    Bonus chapternya cepetan di post ya!

    Reply
  43. 김종운♥mala♥조규현

     /  June 24, 2012

    Sumpah thor satu kata buat ff ini KERENNNNNNNNNNN
    Suka bngt deh sama pasangan ini so sweet,prjalanan cinta mereka itu penuh perjuangan bngt.
    Beruntung bngt ya jd natasha,berawal dri ktmu ga sngaja n tinggal brng.lama2 jd saling cinta n akhirnya menikah sumpah thor ngiriiiiiiiii bngt nih

    Ya ampun kyu,kmu itu ya udah cakep,keren,trkenal romantis pula (mau dongggggg jd natasha) hehehehehehe

    Buat sequel lagi dong thor ya ya ya,kan merka blum pnya anak cewe tuh,kasian juga nic n nate mereka psti pngn punya adek juga :D

    D’tnggu loh
    Author hwaiting ;)

    Reply
  44. widiar_santi

     /  June 24, 2012

    DAEBAAAKK!! walopun awal2nya agak gmna gtuuu.. tp tetep OK bgt!!!!! kereeennn … bikin iri :p

    Reply
  45. Mrs.Shfly

     /  June 25, 2012

    aq ud lma gg buka ni blog ktinggalan brita ? #PLAKK pdhal bru 2hri gg bka, :) ) ehhmm apa yg aku mau komen2 udh di komen smua di atas .. gg tau knpa . mngkin dsni PART HAPPINESS kli yah eon .. jd gg ad adegan2 tegang or haru biru jiaahh #lebayy .. dan dengan part yg super panjangg huffttttt jd aku sdkit bosen .. ditambah aq blum tw wjud natasha dr awal bnget smpe abisnyaaa -________________-” alhasil aku ngebayanginnya Emma Watson *kedipkedip* yah sran aku buat next after storynya eonn jgan kpanjangan lbih bagus dbkin 2part aj biar pnasaran .. dan klo bsa dibumbuin prtengkara2n kecil yg membangkitkan emosi..hehehe bkannya menggurui. ya eonn.. aq jga writercma blum prnah nyoba bkin FF kkkkk ~ tp scra keseluruhan DAEBAK !! *bow ^^

    Reply
    • PS Siskarani

       /  June 25, 2012

      wow, thank you masukannya

      iya part ini emang nggak dipecah, soalnya nggak ada titik buat mecahnya
      lagian kasian yg nungguin kalo dipecah-pecah

      aku juga ngerasa panjang bgt, tapi buat nyiapin wedding emang nggak bisa nggak detail
      akhirnya honeymoon-nya yg dikurangin banyak, padahal di situ romantisnya

      kalo mau tambah konflik otomatis tambah halaman lagi
      berarti tambah panjang lagi
      konfliknya mau menikah nggak ada yg simple
      makanya aku bikin lurus
      lagian yg di chapter dua udah banyak konflik
      kyuhyun natasha sendiri karakternya aku setting buat nggak gampang terprovokasi
      jadi masing2 nggak ada konflik internal

      natasha sendiri jujur emang nggak aku kasih foto, biar pembaca bayangin sendiri
      tapi kalo emma watson kayanya kejauhan ya
      natasha rambutnya item panjang, dia mukanya jawa tapi ada sentuhan baratnya, dan warna matanya hijau
      mukanya malah cenderung indonesia banget
      emmm, hampir mirip dian sastro tp versi mudaan dikit dan ditambah agak bule
      hampir lho ya bukan dian sastro persis

      anyway, thank you

      Reply
  46. hello, readers.
    blog personal saya sudah saya buka
    themovingdiary.tumblr.com is currently unprotected.
    silahkan yg mau buka-buka,
    ada beberapa overheard, quotes daaan penampakan Natasha, hihihi.
    sore ini kemungkinan saya ngepost ficlet baru, hihihi.
    so, meet me there folks. happy reading. :)

    Reply
  47. Demi Cho Kyuhyun yang jadi my next future boyfriend semenjak SS4INA day 3 (tetep my husband itu Lee Hyuk Jae), ini ff ter-daebak deh ya. Bener2 ga kerasa kalo part ini panjangnya super duper mega loooooong banget. Promise to us (reader) that the next part must be longer than this muahahaha *evil laugh*

    Reply
  48. masih ada yang baca ff ini?
    saya lagi bikin project fan fiction baru,
    dan saya butuh 9 nama korea, cewek, yang bersedia jadi tokoh saya.
    silahkan pilih bias yang kalian suka (satu) aja
    bias yang ada: leeteuk, yesung, kangin, sungmin, hyukjae, donghae, siwon, ryeowook, kyuhyun.
    syaratnya: mention twitter saya di @pssiskarani, sebutkan nama korea kalian dan bias.
    saya pilihnya random, nggak ada kriteria khusus. tetapi diutamakan follower twitter saya.
    bersedia? silahkan mention saya. saya tunggu. terima kasih. :)

    PS: kalo udah daftar, berarti harus siap, akan jadi seperti apa ya tokoh kalian. saya nggak terima protes nantinya. tenang, nggak aku buat mati kok. hihihi.

    Reply
  49. eonni (at) yasdfghjkl, I cant reach your twitter account
    are you deactivated your account?

    Reply
  50. sparkyuna

     /  June 28, 2012

    demi apapun! keren bgt !!!! DAEBAK ! ga bosen bacanya! lanjut ya thor, ada after storynya kalau bisa hehehe …

    Reply
  51. memei jongwoon anae♥

     /  June 30, 2012

    makan malam kepagian muehehehe lucu :D

    Reply
  52. thank you very much :)

    Reply
  53. hihi, terima kasih :)

    Reply
  54. Daebak!!!! So sweet bgt critanya thor :) )
    Kerenlah pokoknya ^^

    Reply
  55. ve~ chocopink

     /  July 3, 2012

    bagus thor agak kepanjangan sih hhe tp good kok, jadi bisa bayangin truly wedding tu gimana, detail bgt soalnya, sama merk2nya juga keren. daebak thor

    Reply
  56. go visit my personal wordpress at themovingdiary.wordpress.com
    thank you. :)

    Reply
  57. okay, saya sebut ini an elite-high-class panpic muehehehe :) epilog-nya manis #ditambahpakegulasoalnya XD I don’t mind if you share the story about them with their baby girl #maunya Kkeut >O<

    Reply
    • ew, what a sweet compliment. thank you. there’s no baby girl, unfortunately. but I’ll try to write another one.
      once again, thankies. :)

      Reply
  58. Thor!!!! ini D.A.E.B.A.K Banget!!! >< apalagi pas love rhyming itu… So sweet Banget…. Lanjut Thor!!! FF Gak Lanjut, PSP melayang xD

    Reply
  59. Dari awal aku menempatkan diriku sebagai natasha. HUAAAAA, bahagianya diriku \=D/ hehehe.
    Ditunggu nih lanjutan kisah diriku bersama abang kyu :-p

    Reply
  60. kim ashley

     /  July 12, 2012

    ROMANTIS!! bhkan blum ckup buat muji ini karya..
    ini bca ff tapi berbyang kenyataan thor! crtany seperti nyata! daebak!
    aku suka bnget ><
    tapi evil ny mash ada thor.. tanpa menghlangkan kesan romantis keren ,keren! detail bnget nyertain ny!
    aku tnggu karya klnjtan ya!
    author Saranghae~ :*

    Reply
  61. suka bangettt !!!
    ga sabar nunggu sequelnyaaa :D

    Reply
  62. khun ong

     /  July 24, 2012

    Kereennn bgt sumpaahh.. Ini emg butuh sequel! Keke

    Reply
  63. yesungwife

     /  July 29, 2012

    Wat author. .
    Daebak. . .super duper daebak mantap jaya pkokx.. . Halah. . .pkokx keren abiesssssss. . . .
    Btw part slnjutx dah d post lum ea????…
    Bru smpet bca skrang pdhal dah lma q save pagex. . .kekekeke. .
    *khamsa karena dah ksih tulisan luar biasa ini. . .

    Reply
  64. Rivanasikyuhe

     /  September 23, 2012

    Chingu… Kreen…
    Bri thu aq ya klw skuelnya sdh ada!

    Reply
  65. buat yg nyariin sekuel ff saya
    sila buka themovingdiary.wordpress.com
    disitu ada beberapa side storynya ini
    dan ff lain yg belum masuk sini
    thank you! :)

    Reply
  66. magnaelover

     /  December 25, 2012

    Omoooo !!!!!!!
    Aku udah baca ini di blog lain dan masih daebak !!!!
    Ga ngerti sama jalan pikiran authornya kenapa bisa sampe sekeren ini :(
    Dari yang besar sampe terkecilpun diperhatiin -_-
    Sampe merk aja hafal. Uwoo !!!
    Aku suka yang pantun itu !!!!
    Maknanya kebaca banget.. Ngomong” kelanjutannya judulnya apa ???
    let’s see … Baby girl is coming !
    Daebak !!!

    Reply
  67. kaoru

     /  March 16, 2013

    udah speechless baca ni ff..
    gak tau deh mau komen apa lagi, yang jelas ditunggu terus kelanjutannya.. :D

    Reply
  68. Thor, judul yg barunya apa ya? Di kasih tau dong… Ya…ya…ya…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 5,059 other followers

%d bloggers like this: