This Is War
Author : @kenyaivana
Maincast :
[admin: gambar tidak available karena salah format]
1. Feizl Kingboo as Moon Hayoung
2. Choi Siwon as Choi Siwon
3. Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun
4. Ok Taecyeon as Ok Taecyeon
5. Meng Jia as Meng Jia
6. Park Soo Young (Lizzy) as Lizzy Park
7. Lee Donghae as Lee Donghae
8. Kang Hyuk Min as Jang Jiyo (Jang-nim)
9. Wang Fei Fei as Wang Fei Fei
Genre: Action, Romance, Friendship, Family
Rating: PG-15
Summary: Moon Hayoung is Shin’s special agent who is on a mission inSeoul, her hometown which is hated by her because of a bad memory in the past. To complete the mission, she team up with her old team, The Black Mamba and…, her past.
Disclaimer : Moon Hayoung belongs to me, the rest belongs to God. The plot is mine, purely comes out from my brain. Enjoy.
Garis wajah tegas tertampang dengan jelas di wajah gadis cantik yang tinggi semampai itu. Ditariknya koper louis vuitton 5 juta won yang dibelinya di lelang branded di Myeongdong kemarin malam. Gadis itu membuka kacamata hitam charles & keith-nya, memandang jauh ke jalan raya yang ada di hadapannya sekarang.
Seoul.
Entah mengapakotaini membangkitkan kebencian lama yang sudah berusaha keras dikuburnya dalam-dalam selama ia tinggal diNew York. Bahkan udara bersih yang dihirupnya dikotaini seakan-akan sebuah pelopor pertarungan di dalam paru-parunya. Ya, kenangan lama yang begitu dibencinya ada dikota ini. Berada entah di mana di sekarang.
Jika boleh memilih, dapat dipastikan ia akan lebih memilih terbang ke Kutub Utara untuk menyelesaikan sebuah misi melawan robot antariksa yang sangat mematikan daripada terbang keSeouluntuk membunuh seekor semut. Namun misi mendesak yang diberikan Jang-nim kepadanya kali ini tidak boleh ditawar apalagi ditolak. Misi yang mengharuskannya menginjakkan kakinya lagi dikotatempat seseorang telah menorehkan luka permanen di hatinya.
‘Wang Fei Fei, 25 tahun, seorang mafia kelas kakap, pembunuh ulung, ketua klub geng motor dan gangster besar, penyelundup narkoba licik dan bunglon. Julukannya ‘The Queen of Ruger’ atau ‘The 1000 faces’. Kuperingatkan padamu, gadis ini bukan gadis lemah atau penjahat kelas teri yang biasa kau habisi di hari Minggu, tetapi benar-benar penjahat kelas dunia. Dia bisa menyamar menjadi siapapun. Moon Hayoung, ini misimu. Bunuh dia dengan cara apapun. Selama Wang Fei Fei masih hidup, jangan pernah berani menginjakkan kakimu di New York. Arrasseo?!’
Titah Jang-nim yang masih terngiang-ngiang di kepala gadis itu–Moon Hayoung–seakan sebuah rekaman video rusak yang tidak bisa dihentikannya. Hayoung melangkah pasti ke sisi jalan, dengan satu misi tertanam kuat di dalam otaknya; Wang Fei Fei harus segera dibunuh agar ia bisa cepat meninggalkanSeouldan melupakan kenangan buruknya itu lagi.
Hayoung mengeluarkan LG optimus 2X nya dari dalam saku jaketnya, menekan speed dial 1. “MHY-8890 di Naesu-dong, 10 detik dari sekarang,” ujarnya cepat kemudian segera mematikan sambungan telepon. Tepat 10 detik setelah ia mematikan sambungan telepon, lamborghini gallardo pink hasil modifikasi berhenti dengan sempurna tepat di depannya. Gadis itu tersenyum tipis, kemudian dengan gesit memasuki mobil itu, mengambil alih kemudi.
Moon Hayoung mengendarai mobil mewah tersebut layaknya pemilik jalan raya Naesu-dong yang lengang saat ini. Ia menikung tajam di belokan yang cukup luas kemudian memacu mobil pada kecepatan 150 km/jam. 1 tahun tidak memegang kemudi mobil membuatnya kalap saking senangnya. Setahun belakangan ini yang dikendalikannya adalah jetpack eksperimen perusahaannya untuk misi penangkapan penyelundup uang palsu diRio De Janeiro.
Hayoung membuka atap mobil mewah tersebut, membiarkan angin menerpa rambut coklat panjangnya. Ternyata Seoul tidak buruk juga, pikirnya. Jalanan sepi dan angin begitu bersahabat, membuainya dalam fantasinya sendiri. Sejenak membuatnya melupakan kebencian hebatnya padakotaini.
“MHY-8890 arrived, over,” katanya pada benda seukuran koin 100 won yang disebut communicator, yang terpasang di ujung kerah kemejanya. “Copy,” jawab suara di ujungsana. Sementara itu, Hayoung membanting setirnya ke kanan, ke sebuah gang sempit seukuran mobilnya. Jalan aspal gang tersebut terbuka lebar, menampakkan jalan masuk ke dalamnya.
Markas bawah tanah Shin–badan mata-mata besar yang berdiri di Korea Selatan untuk melindungi negaranya sendiri dan membantu negara tetangga dalam perang ataupun kasus kejahatan–adalah tempat Hayoung memijakkan kakinya setelah turun dari lamborghini gallardo nya yang sudah terparkir manis di lapangan parkir.
Hayoung memandang pintu baja yang menjulang tinggi di depannya. Ia melihat eye scanner di samping kiri pintu tersebut. Hayoung tahu apa yang harus dilakukannya, melihat ke dalam scanner itu agar bola matanya dapat di-scan sebagai agen resmi Shin dan pintu besi itu terbuka.
Setelah pintu besi terbuka, Hayoung melangkah masuk ke dalam gedung dengan interior modern dan komputer serta monitor-monitor HD transparan di setiap sisi ruangan. Hayoung membuka jaket abu-abu miliknya dan melemparkannya ke lantai, membiarkan tangan besi otomatis yang muncul dari lantai marmer mengambilnya darisanadan membawanya ke ruangannya. Kini tinggal kemeja biru tanpa lengan dan hot pants super pendek yang melekat di tubuhnya, memberikan kesan seksi dan elegan seraya ia melangkah ke eskalator untuk mencapai ruangan di mana beberapa orang sedang menunggunya.
Baru selangkah Hayoung menginjak tangga eskalator yang bergerak naik secara otomatis, sekitar 2 mutant hasil pencampuran DNA beruang dengan manusia–produk yang sedang dikembangkan Shin–menghadang jalannya. Hayoung tidak tampak terkejut. Ia menertawakan teman agen bodohnya yang mengira skill bertarung Hayoung sudah hilang seiring berjalannya waktu. Teman bodohnya itu pasti tidak membaca koran harian Shin ataupun menonton TV spesial Shin yang menyiarkan berita kemenangan telak Hayoung untuk kasus-kasus kejahatan yang diembannya.
“Tuan Choi? Beri aku waktu 15 detik,” kata Hayoung lalu dengan gesit menarik 2 pisau lipat kecil dari dalam dompet kain kecil yang djahit pada hot pants-nya. Ia mengambil ancang-ancang kemudian melompat melewati 2 makhluk jelek yang ada di hadapannya. Kedua mutant tersebut langsung berbalik kanan dan menyerbu Hayoung, tetapi gadis tersebut dengan sigap dan jitu melemparkan pisau-pisau ditangannya, tepat mengenai jantung 2 mutant yang ada di hadapannya. Ia berpegang pada sisi kiri dan kanan eskalator, memanfaatkan tubuh ringannya untuk melakukan salto dan menendang makhluk-makhluk amis itu hingga terpental tak berdaya dari eskalator. Singkat tetapi tuntas, karena waktu sempit yang dimilikinya tidak mengijinkannya bermain-main terlebih dahulu dengan ‘boneka-boneka’nya.
Dengan elegan Hayoung melangkah ke lantai dua setelah menghabisi 2 produk. Tidak menghiraukan pandangan kagum dari setiap staff dan karyawan di dalam gedung itu, ia melangkah mantap menuju eskalator ke lantai tiga. “12.24 detik. Aku hebatkan, tuan Choi?” kata Hayoung puas. Gadis itu berjalan ke sebuah ruangan yang berjarak 16 langkah dari eskalator di lantai tiga, yang pintunya berwarna hitam pekat. Didorongnya pintu ruangan tersebut, dan dilihatnya wajah-wajah yang sudah begitu lama tidak dilihatnya menantinya di dalam sana.
“Selamat datang kembali, agen MHY-0889.”
Hayoung menatap 5 orang yang sedang duduk melingkar di meja bundar. Choi Siwon, Meng Jia, Park Lizzy, Cho Kyuhyun, dan Ok Taecyeon. Tim lama Hayoung yang sudah hampir 14 tahun tidak ditemuinya.
Hayoung menarik kursi kulit kosong yang letaknya ditengah-tengah Jia dan Kyuhyun. Ia menatap semua kawan lamanya yang duduk melingkar, yang juga sedang menatapnya. Dapat tersirat dengan jelas tatapan rindu di mata kelima temannya itu, sementara Hayoung hanya menatap mereka kosong.
“Lama tidak berjumpa, Young-ah,” Kyuhyun membuka pembicaraan. “Ne. Sudah lama sekali,” jawab Hayoung datar. “Kudengar sudah banyak perubahan terjadi padamu?” kata Lizzy. “Memang. Kemampuanku sudah berubah drastis demikian dengan fisik dan pertahananku,” kata Hayoung ringan, tidak mencoba menyombongkan diri. “Aku tahu, nona Moon. 2 melawan 1 dalam waktu 12 detik, merupakan rekor untuk gadis yang dulunya cengeng sepertimu,” ucap Siwon. Hayoung hanya mendelik. “Ah, terimakasih atau ‘pujian’-mu, agen Choi,” balas Hayoung. Seisi ruangan hanya tertawa renyah menanggapi ucapan terimakasih Hayoung. Sementara memperhatikan satu per satu temannya tertawa, kenangan Hayoung terbang begitu jauh ke masa-masa lalu, ketika mereka berenam masih sebuah tim.
14 tahun yang lalu, tepatnya ketika Hayoung berumur 7 tahun, mereka berenam adalah tim mata-mata muda yang paling dibanggakan oleh Shin. Walaupun masih dalam usia belia antara 7-12 tahun, Hayoung bersama dengan tim-nya yang waktu itu bernama The Black Mamba berhasil melacak dan meringkus seorang pembunuh ulung bernama Kang Hani. Seluruh koran berita di seluruh dunia memberitakan kemenangan The Black Mamba. Namun ketika itu Hayoung bukanlah gadis yang keras seperti sekarang. Ia mudah menangis hanya karena sedikit luka goresan saja. Karenanya, Hayoung hanya bisa berlindung kepada Jia atau yang lainnya ketika menghadapi musuh yang datang.
Tetapi Hayoung adalah gadis yang cerdik di umurnya yang ketujuh. Ialah yang membongkar pertahanan markas Kang Hani dengan beberapa rumus kimia yang dipelajarinya sejak umur 5 tahun.
Kebersamaan The Black Mamba tidak bertahan lama setelah keberhasilan mereka yang gemilang.Para anggotanya ditugaskan di beberapa negara yang saling berjauhan satu sama lain. Hayoung ditugaskan diNew York, Siwon di Taiwan, Jia dan Taecyeon di Rusia, sementara Lizzy dan Kyuhyun di Sydney. Terpisah jarak juga memisahkan komunikasi mereka. Tapi dengan adanya perpisahan jarak, masing-masing anggota The Black Mamba bisa berkembang dengan sempurna. Moon Hayoung adalah salah satu contoh nyatanya. Gadis yang tadinya begitu lembek dan cengeng, kini tidak meringis sedikitpun walaupun tertembak peluru roulette di bagian lengan. Hayoung sudah terlalu kebal dengan luka tembak, apalagi luka goresan dan tusukan ringan.
Setelah 14 tahun terpisah jauh, hari ini The Black Mamba kembali bersatu dengan satu misi : membunuh Wang Fei Fei.
“Kurasa kau sudah mengetahui misi kita bukan, Moon Hayoung?” tebak Jia. “Tentu saja, nona Meng,” jawab Hayoung mantap. “Aku akan menjelaskan detil misi ini, agar tujuan kita menjadi semakin jelas,” kata Siwon. Siwon menjentikkan jarinya, dan dengan cepat dinding di belakang Hayoung berubah menjadi sebuah layar touch screen yang menampilkan data musuh mereka.
Mau tidak mau, Hayoung harus mengakui Wang Fei Fei adalah gadis yang cantik, bahkan sangat cantik. Matanya sayu tetapi tajam, parasnya anggun dan senyumnya manis. Jika ia tidak memilih menjadi seorang penjahat, mungkin sekarang ia ada di layar televisi, tersenyum pada kamera dan disorot sebagai seorang model terkenal atau bintang film layar lebar.
“Waaah, neomu yeppeosseo..,” komentar Taecyeon yang dihadiahi cubitan di pergelangan tangan oleh Kyuhyung. “OTC-8587! Fokus!” tegur Kyuhyun galak. Melihat tingkah keduanya, Lizzy hanya tergelak pelan. Hayoung tetap memasang tampang datar, tampak tidak tertarik sedikitpun untuk membuka mulutnya untuk sesuatu yang dianggapnya tidak penting.
“Wang Fei Fei, 27 April 1987 adalah seorang mafia kelas kakap, pembunuh ulung, ketua klub geng motor dan gangster besar, penyelundup narkoba licik dan bunglon–“
“Err, kalau boleh tahu, dia memimpin kelompok gangster apa?” sela Lizzy polos. “Jin Ying (The Golden Eagle),” jawab Siwon, kemudian melanjutkan lagi penjelasannya,
“Kelompok mafia dan gangster pimpinan Wang Fei Fei tidak hanya beroperasi di Korea Selatan namun mempunyai anggota di seluruh dunia. Mereka beroperasi secara profesional tanpa dapat dilacak jejaknya. Karenanya akan begitu sulit menemukan markas Wang Fei Fei yang belum pernah dijamah orang luar. Apalagi dengan kemampuan menyamarnya menjadi siapapun. Kabarnya, gadis itu juga pernah menyamar sebagai Barrak Obama dan memerintahkan untuk meledakkan White House. Untung saja perintah tersebut tidak dilaksanakan para tentara dan pihak keamanan,” jelas Siwon panjang lebar.
“Seorang pelacak internasional memperkirakan Wang Fei Fei berada di Jeju saat ini. Untuk itu, subuh nanti kita akan segera berangkat ke Jeju,” kata Siwon.
“MWO?!” Jia dan Kyuhyun bangkit secara bersamaan. “Kenapa mendadak sekali?!” koor mereka berdua serempak. “Kita harus segera meringkus Wang Fei Fei, rekan,” jawab Siwon enteng sambil mematikan touch screen dengan jentikan jari.
“Oh iya, Siwon hyung, kenapa kau tidak sekalian memperkenalkan agen baru yang akan bergabung dengan kita?” kali ini Taecyeon yang angkat bicara. “Aigoo! Aku sampai lupa! Ah, untuk misi kali ini kita mempunyai seorang anggota baru. Silahkan masuk, agen LDH-86101,” perintah Siwon. Pintu ruangan terbuka dan sesosok pria tampak berdiri di depan sana.
Hayoung melihat pria itu, tampak gagah dan tampan. Tetapi sejurus kemudian hatinya mencelos. Pria itu…, adalah akar kebenciannya pada Seoul.
Flashback : ON
Gangnam-gu, Seoul
January 16th 2000
Hayoung mengenali seorang pria yang mengenakan jaket biru yang sedang berjalan sekitar 5 meter darinya, dengan seorang wanita bergelayut di lengannya. Mereka tampak benar-benar mesra.
Hayoung tahu, pria itu adalah kekasihnya. Gadis itu tidak mungkin salah melihat. Hayoung kenal dengan jelas, rambutnya, punggungnya, dan jaket pemberiannya yang dikenakan pria itu, tidak mungkin dia salah mengenali orang.
Dengan menepis semua pikiran buruk dari otaknya, Hayoung berjalan cepat mendekati dua orang yang bermesra-mesraan seakan dunia hanya milik berdua tersebut. Hayoung berhenti tepat di depan mereka. Pria itu langsung kelihatan kaget, namun sesaat kemudian memasang wajah dingin.
“Donghae oppa?“ panggil Hayoung dengan suara dibuat manis. “Dia siapa?” tanya Hayoung sambil menunjuk gadis yang bergelayut manja di lengan kekasihnya. “Kau siapa?” ujar Donghae dengan nada datar, seperti berbicara dengan orang asing.
Bagaikan ditimpa godam 100 kg, air mata Hayoung meluncur tak terkontrol dari pelupuk matanya. Air mata yang sudah ditahannya dan segala pikiran buruk yang sekeras mungkin dienyahkannya dari otaknya, kini mengalir keluar memenuhi hati dan pikirannya.
“Oppa? Aku Moon Hayoung! Kekasih oppa!” kata Hayoung masih mencoba mengontrol emosi. “Oppa, dia siapa?” kini perempuan yang bermanja-manja dengan Donghae yang mulai bertanya bingung. “Molla, jagiya. Aku tidak kenal. Mungkin dia fans-ku tetapi mengaku-ngaku sebagai kekasihku,” kata Donghae kejam. Mendengarnya, Hayoung naik pitam.
“Lee Donghae, lihat aku! Kau anggap apa hubungan kita 2 tahun belakangan ini?” tanya Hayoung mulai menaikkan volume suaranya. “Minggirlah, gadis gila. Aku tidak pernah mengenalmu,” kata Donghae lagi, kemudian berjalan cepat dengan gadis itu meninggalkan Hayoung yang masih shock setengah mati di belakang mereka.
Hayoung jatuh terduduk di tengah kerumunan orang yang lalu lalang di jalanan Gangnam-gu yang ramai, dengan wajah pucat dan air mata bercucuran tanpa ampun di pipinya yang halus. Keadaannya tampak kacau, namun hatinya lebih kacau.
Bagi Hayoung, Lee Donghae adalah segalanya. Teman, sahabat, kekasih, oppa, appa, haraboji, namdongsaeng, bahkan adeul. Namja yang sudah 2 tahun menemaninya, kini terang-terangan berkhianat di depannya, bahkan berkelit sewaktu disuruh mengakui statusnya dengan Hayoung.
Moon Hayoung tahu dirinya hancur. Moon Hayoung tahu hatinya retak. Namun ia tahu jiwanya dijilat api kebencian. Ia mengepalkan tangannya. Di tengah jalanan gangnam-gu yang bersalju dan berangin, dengan kepala mendongak ke langit gadis itu berdiri dan meneriaki Lee Donghae yang samar-samar masih dapat dilihatnya dari kejauhan,
“Bwara, Lee Donghae! Suatu saat, akan kubuat kau berlutut di hadapanku! Akan kubuat kau menyesal telah menghancurkan hatiku! Akan kubuat kau melihat Moon Hayoung yang baru, yang tidak tunduk pada nama cinta! Yang tidak mengenal cinta lagi! Geugoseul deudgo!!!”
Flashback : OFF
Hati Hayoung kembali ditelan kebencian. Lagi dan lagi Hayoung memalingkan wajah ke arah jendela yang menghadap ke ruangan yang penuh dengan mutant, merupakan ruang eksperimen. Begitu enggan menatap wajah Donghae, tetapi telak menyembunyikan kebenciannya pada Donghae dengan sempurna dari rekan-rekannya. Ia tidak mau hanya karena masa lalunya, misi mereka menjadi gagal karena Hayoung pecah konsentrasi.
“Hayoungie!” Taecyeon memanggil Hayoung dengan nama kecilnya, membuat gadis itu mau tak mau menoleh sekilas. “Mwohae?” tanya Hayoung acuh tak acuh. “Kau belum berkenalan dengan agen Lee,” tegur Taecyeon dengan raut wajah bingung. “Oh, ne. Moon Hayoung imnida,” Hayoung mencoba bersikap profesional. “Lee Donghae imnida,” demikian dengan Donghae, sambi mengulurkan tangannya kepada Hayoung yang terang-terangan ditolak oleh gadis muda itu. “Jangan sok akrab denganku,” kata Hayoung ketus, mendapat lirikan aneh dari Jia dan Lizzy.
Jia menyikut lengan Hayoung, menggelengkan kepala atas sikap ketus dongsaengnya yang menunjukkan perubahan sikap 180 derajat dari sikap Hayoung yang dikenalnya 14 tahun yang lalu. “Ssst, Hayoungie. Bersikaplah ramah sedikit. Buat dia betah di tim kita. Ingat, di sini kita harus bekerja sama,” bisik Jia tepat di telinga Hayoung. “Shireo. Dia mati pun aku tidak peduli,” bisik Hayoung balik, membuat Jia melongo kaget. Tetapi Hayoung tampak tidak terlalu perduli.
“Geurae, pertemuan selesai, sekarang kalian boleh berkeliling-keliling gedung untuk melakukan latihan, bersantai, ataupun kegiatan lainnya,” kata Siwon yang segera beranjak keluar ruangan, disusul Kyuhyun lalu anggota lainnya. Hayoung melangkah cepat keluar dari ruangan, berlari menuju ruang kerjanya di lantai 4.
Ruang kerjanya masih sama dengan ruang kerja yang terakhir dilihatnya 14 tahun yang lalu. Dindingnya dicat dengan warna hijau muda, dan perabotan pun serba hijau. Sedikit sentuhan warna kuning di beberapa sudut ruangan membuat ruang kerja tersebut tampak begitu cerah. Tidak sedikit debu pun menempel di perabotan manapun. Ruang kerja yang dibersihkan setiap hari secara otomatis ini tampak begitu apik.
Hayoung tidak sedikitpun terhibur dengan suasana ruang kerjanya yang terang dan ceria. Sebaliknya, hati dan mood nya tetap kelabu. Dikutuknya Jang-nim habis-habisan karena telah mengirimkannya untuk sebuah misi bersama dengan orang yang dibencinya setengah mati.
“AAAH! Jang-nim sialan!” umpat Hayoung sambil mengambil sebuah panah dart dan melemparkannya kepada papan dan yang ada di dekat lemari. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 panah dart menancap sempurna, membuat cacat pada papan dart yang tadinya mulus tersebut.
Hayoung merutuki segala yang terjadi padanya hari ini. Mulai dari kedatangannya di Seoul sampai pertemuan kembalinya ia dengan orang yang berusaha mati-matian dilupakannya selama 12 tahun belakangan.
Hayoung merosot ke lantai, memeluk lututnya dan melihat ke arah jendela besar yang ada di sisi kirinya. Disana, produk mutant Shin sedang dikembangkan dan dilatih melayani manusia. Diperhatikannya satu per satu gerak gerik mutant mutant itu, mereka ada yang merangkak, melata, berjalan seperti biasa, bahkan merayap di dinding dan melayang. Hayoung tidak menemukan titik kemenarikan seekor mutant yang membuat Shin begitu serius mengembangkan makhluk jelek tersebut, tetapi mungkin melatih skill dengan mereka akan sangat menarik.
Hayoung bangkit dari duduknya, mengingat tekadnya untuk tidak kembali terpuruk pada sakit hatinya dan berlarut-larut dalam kesedihan. Justru, ini adalah kesempatan baik untuk mengembangkan kemampuannya dengan memanfaatkan kebencian di hatinya yang sudah pasti akan meningkatkan kelihaiannya 3 kali lipat.
Hayoung berjalan ke arah laci besar yang menempel di dinding, berisi senjata yang disediakan Shin untuknya. Hayoung mendecak kecewa melihat isinya yang diperuntukkan untuk gadis lemah 14 tahun yang lalu bernama Moon Hayoung. Isi laci itu hanya ruger, walther, busur dan panah, pisau lipat, dan katana. Tidak nyaman menggunakan senjata standar untuk bertarung, tetapi apa boleh buat. Hayoung mengambil dua walther, satu katana dan mengantongi dua pisau lipat, kemudian keluar ruangan.
Tepat sebelum Hayoung menaiki lift yang akan mengantarnya ke ruang para mutant, Kyuhyun menghentikannya.
“Hayoungie, apa yang kau lakukan? Sudah waktunya makan siang,” ajak Kyuhyun sambil tersenyum. “Anni. Aku ingin latihan,” tolak Hayoung singkat. Mata Kyuhyun langsung tertuju kepada dua walther di genggaman Hayoung. Sesaat ia tergelak. “Kami menyediakan waktu latihan setelah makan siang. Sekarang makanlah dulu, jangan melanggar jadwal,” ujar Kyuhyun bijak. Hayoung membantah dalam hati, tetapi ia tetap mengikuti Kyuhyun.
Kafetaria Shin adalah satu dari sekian banyak hal yang dirindukan Hayoung. Bau keju segar dan kacang kenari yang harum dari dapur selalu menariknya untuk masuk ke dalam kafetaria meskipun tidak ingin makan. Cukup berdiam diri sambil mengasah pisau di dalam kafetaria sudah cukup mengenyangkan bagi Hayoung.
Ketika gadis itu dan Kyuhyun sudah masuk ke dalam kafetaria, Siwon, Jia, Lizzy, Taecyeon, dan Donghae sudah menunggu mereka. Kyuhyun dan Hayoung mengambil tempat. Tempat yang tersisa hanya di sebelah Jia dan di sebelah Siwon. Hayoung memilih duduk di sebelah Jia. Tetapi ia tidak menyadari bahwa yang duduk di hadapannya adalah Donghae.
Meja mereka terbuka secara otomatis dan menampilkan makanan yang menjadi menu makan siang mereka hari ini. Pasta keju dan potongan daging rusa muda yang di cah dengan bawang bombay adalah menunya. Patut diakui, bahkan untuk Hayoung yang selalu memasang ekspresi datar, bau keju yang begitu harum dan menggelitik mampu mengubah wajah datar gadis itu menjadi wajah tersenyum yang begitu menggemaskan.
“Selamat makan!” seru Hayoung ceria, membuka acara makan mereka. Kyuhyun, Siwon, Taecyeon, Jia, Lizzy, dan Donghae langsung melongo kaget. “Nah, dari tadi harusnya kau seperti ini, Hayoungie! Seperti Hayoung yang dulu, sangat ceria!” kata Kyuhyun sambil tertawa, disambut kekehan kecil yang lainnya. “Ah, ne, menunya membuatku terlalu bersemangat,” kata Hayoung yang dengan segera memperbaiki image-nya, kembali kepada gadis dingin yang semula.
“Hayoung, daging rusa ini adalah makanan favoritmu kan?” kata Kyuhyun. “Ne?” jawab Hayoung. “Aku sengaja memesan menu ini untuk menyambut kembalinya kau,” ujar Kyuhyun sambil tersenyum. “Kamsahae,” kata Hayoung. Sesungguhnya gadis itu gembira karena rekannya masih mengingat dengan baik makanan apa yang disukainya. Itu berarti, masih ada orang yang peduli padanya. Tetapi sepertinya Hayoung terlalu gengsi untuk mengakuinya.
Tidak butuh waktu lama untuk mereka menyelesaikan makan siang. 5 menit kemudian , piring bersih dari makanan. Mereka memang sudah dilatih makan cepat sejak kecil, untuk mewaspadai adanya keadaan darurat yang mengharuskan mereka makan dengan sangat cepat.
“Kyuhyun-ya,” panggil Hayoung sambil mengelap mulutnya. “Sudah bolehkah aku latihan?” tanya Hayoung. Kyuhyun hanya mengangguk. Hayoung kembali mengasingkan dirinya, melangkah cepat ke lift menuju ruang mutant. Siwon yang menyadari arah langkah Hayoung langsung memanggilnya cepat, “Hayoungie!” serunya. Hayoung menengok sekilas. “Jangan menghabisi semuanya!” seru Siwon lagi. Hayoung memberikan ok sign dengan jari-jarinya dan kembali melangkah.
=====
Bau anyir yang begitu menyengat menusuk hidung Hayoung di detik pertamanya menginjakkan kaki di dalam ruang kedap suara yang berisi ratusan mutant ini. Tetapi bau aneh itu tidak dipedulikannya. Ia melangkah lebih dalam ke dalam ruang mutant tersebut, membusungkan dada seperti menantang setiap makhluk yang ada di dalamnya.
Banyak mutant ditarik ke atas, mungkin Kyuhyun yang melakukannya hingga menyisakan 5 mutant berbadan besar, mungkin campuran antara beruang dan manusia.
Hayoung tersenyum tipis sambil melempar handgun-nya, pikirnya mungkin akan lebih menyenangkan jika ia menunjukkan keahliannya dengan katana dan pisau lipat. Hayoung berdiri dikelilingi 5 mutant besar-besar itu. Hayoung menelan ludah, mengambil ancang-ancang, ketka seseorang melangkah masuk ke dalam ruangan.
“Jadi, inikah nona Moon Hayoung yang katanya akan membuatku tunduk padanya?” kata suara berat itu, membuat Hayoung dongkol. “Shikkeuro,” desis Hayoung merasa terusik.
Kehadiran Donghae di dalam satu ruangan yang sama menaikkan emosi Hayoung berkali-kali lipat. Tanpa ragu Hayoung menggenggam erat kedua pisau lipat di tangan kanan dan kirinya, melakukan salto ke belakang dan berhenti setelah membuat jarak antara dia dan mutant-mutant tersebut, serta Lee Donghae. “Bwara, Lee Donghae-sshi!” seru Hayoung emosi.
Ia berlari ke depan dan tanpa keraguan melakukan double-high kick tepat di wajah dua mutant yang berdiri paling depan. Setelah mutant-mutant itu kehilangan keseimbangan, pisau Hayoung mengincar jantung mereka dan mendapatkannya. Kedua makhluk itu roboh dengan cairan hijau menjijikkan keluar dari luka yang dibuat Hayoung.
Hayoung mengambil katananya dan tanpa bermain-main lagi menebas kepala tiga mutant lagi dengan pedang panjang Jepang yang ada di dalam genggamannya. Ia tertawa karena dengan gampangnya sudah menuntaskan 5 lawan dalam waktu 1 menit.
Hayoung membuang senjatanya yang sudah berlumur cairan hijau lengket. Ia berjalan keluar sambil mendengus, melewati Donghae yang bergeming di tempatnya.
Donghae sama sekali tidak menyangka, gadis yang 12 tahun lalu begitu takut kepada kecoa dan preman di kawasan gangnam-gu, gadis yang 12 tahun lalu membutuhkan punggungnya untuk berlindung, kini hanya membutuhkan kedua kakinya sendiri untuk berdiri teguh, kuat dan tidak membutuhkan siapapun.
Donghae tahu dengan jelas, penyebab perubahan sikap Hayoung dan kemampuannya adalah sikap playboy Donghae yang menghancurkan Hayoung 12 tahun yang lalu. Tetapi ia tidak pernah menyangka Hayoung akan terus menyimpan rasa sakit hatinya dan membenci Donghae selama 12 tahun. Donghae tidak tahu. Dia tidak pernah tahu.
Gadis yang membuatnya mengkhianati Hayoung waktu itu bernama Im Yoon Ah. Gadis yang boleh dibilang cantik, bahkan sangat cantik sampai membuat gila. Tetapi 2 hari setelah Donghae mencampakkan Hayoung untuk gadis bernama Im Yoon Ah tersebut, justru Im Yoon Ah lah yang mencampakkan Donghae untuk pria kaya bernama Kang Junghyo. Tetapi ketika itu tidak terbesit sama sekali di pikiran Donghae untuk kembali kepada cinta lamanya, Moon Hayoung. Kembali kepada gadis lemah, cengeng, dan biasa-biasa saja, sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya.
Semenjak mengakhiri hubungan dengan Hayoung maupun Yoon Ah, Donghae menyibukkan dirinya dengan latihan wushu, taekwondo, judo, dan segala jenis seni bela diri semacamnya. Karenanya, 4 tahun yang lalu Donghae ditemukan sebagai juara turnamen taekwondo tingkat nasional, yang langsung direkrut oleh Shin sebagai anggota trainee. 2 bulan lalu, Donghae baru diangkat menjadi agen resmi.
Masuk ke Shin waktu itu merupakan sebuah kebanggaan bagi Donghae, apalagi setelah ia tahu bahwa Shin adalah badan mata-mata besar yang dibuat untuk negaranya dan kerjasama dengan negara tetangga. Didengarnya juga kabar tentang seorang agen kebanggaan Shin yang ditugaskan di New York, yang bernama Moon Hayoung dan akan turun bersamanya ke lapangan suatu hari nanti untuk menyelesaikan misi. Donghae tidak menduga Moon Hayoung yang dimaksud adalah Moon Hayoung yang merupakan masa lalunya dahulu.
2 tahun bersama-sama dengan Hayoung membuat Donghae benar-benar afal sifat Hayoung luar dan dalam. Gadis lembek, mudah menangis, tidak suka luka, tidak suka darah, tidak suka pertengkaran, selalu menjaga keharmonisan hubungan, manis, baik hati, ceria, dan setia, adalah sifat-sifat lama Hayoung yang membuat Donghae terpikat kepadanya. Namun dalam waktu 12 tahun, gadis yang sama itu sudah berubah menjadi seorang yang asing, dingin, tidak banyak bicara, kuat, tidak membutuhkan orang lain, tegar, pandai bertarung, keras kepala, dan mengukir prestasi untuk misi-misi berat yang berhasil diselesaikannya.
‘Kepada, The Black Mamba. Mohon berkumpul di ruang rapat utama, segera.’
Suara speaker pemberitahuan mengagetkan Donghae, ia langsung menarik paksa otaknya yang tadinya memikirkan perubahan sikap Hayoung kepada suasana yang sebenarnya. Sambil mencerna pemberitahuan yang diumumkan Siwon, Donghae berlari dengan segera ke ruang rapat utama tempat pertemuan pertama mereka tadi.
=====
“Pakaian dalam, baju, celana, kaos kaki, rompi anti peluru, pisau lipat, peluru cadangan, senter, korek api, handgun,” gumam Hayoung, mengecek satu per satu barang bawaannya untuk dibawa ke Jeju.
Keberangkatan ke luar kota menurut Hayoung adalah hal yang sangat merepotkan. Kau harus mempersiapkan ini itu dan segala tetek bengek yang kemungkinan mempunyai manfaat jika kau bawa denganmu. Kalau boleh jujur, Hayoung ingin sekali terbang ke Jeju dengan jetpack-nya hanya dengan membawa handgun, pisau lipat andalannya, dan rompi anti peluru. Bagi gadis acuh sepertinya, bawaan seperti itu saja sudah cukup. Tidak perlu uang, karena Shin sudah menjamin biaya makan minum-mu. Baju ganti juga tidak perlu.
“Hei, kita akan berangkat naik apa?” tanya Lizzy polos. “Tentu saja dengan jet, babo. Kau ini seperti tidak pernah menangani kasus di luar negeri saja,” jawab Taecyeon ketus sambil mehrong ke arah Lizzy. Lizzy mehrong balik, membangkitkan semangat peperangan diantara dirinya dan Taecyeon.
“Ah, sudah, sudah, kalian berdua. Jangan bertengkar lagi,” Siwon menengahi. Hayoung menggelengkan kepalanya. Dua rekannya ini, dari kecil sampai sebesar sekarang sama sekali tidak pernah berubah dewasa.
Hayoung menghela napas dan melirik kepada jam digital yang melekat di dinding. Menunjukkan pukul 1 pagi. Hayoung tidak menyadari waktu berlari begitu cepat. Dengan hanya melempar-lempar panah dart saja dari tadi sudah membunuh waktu begitu banyak.
“Semua sudah siap?” suara berat Siwon membuat Hayoung refleks menengok ke arah si pemiliknya, lalu dengan mantap ia mengangguk. Digendongnya ransel hitam besar dengan resleting emas khas Shin, kemudian berdiri mengikuti yang lainnya. Hayoung melihat rekan-rekannya, semua sudah siap dengan long sleeve shirt warna hitam, rompi anti peluru, baggy pants hitam yang senada dengan baju mereka dan bots.
“Kkaja.”
=====
Landasan jet dan pesawat terbang milik Shin tampak sepi. Hanya The Black Mamba yang tampak berkeliaran di landasan, bersiap menuju jet yang telah disiapkan untuk mereka. Jet berwarna hitam dengan corak emas berlambang Shin di sayap kanannya adalah jet milik The Black Mamba. Usianya sudah 20 tahun tetapi badannya masih bagus dan mesinnya benar-benar awet.
Satu per satu anggota The Black Mamba menaiki jet tersebut, dan segera mencari tepat duduk. Tanpa basa basi lagi, Hayoung segera menempati tempat duduk di sebelah Jia, rekan yang paling dipercayanya dari dulu.
“Eonnie, Hayoung duduk di sini,” izin Hayoung sebelum menjatuhkan tubuhnya di kursi penumpang yang empuk. “Oh, tentu saja, Hayoungie,” jawab Jia sambil memberikan tempat duduk di dekat jendela. “Aku tahu kau suka duduk di sini,” bisik Jia, yang membuat Hayoung menyunggingkan senyum tipis.
Tidak banyak yang dilakukan Hayoung di dalam jet, kecuali mendengarkan lagu dari iPod shuffle-nya dan memandang gumpalan awan yang menghampar di luar jendela. Seouldari atas sini begitu cantik, lampu-lampu gedung dan kendaran gemerlapan berwarna-warni seperti kotak perhiasan, sejenak seperti menghipnotis Hayoung untuk tidak mengalihkan pandangan dari jendela. Lagu yang diputarnya, “This Song Saved My Life,” mengalun khusus di telinganya, membuat Hayoung hampir jatuh tertidur.
=====
“I was bleeding
Stop believing
Could’ve die
This song saved my life.”
=====
“Hayoung, ireona!” Jia mengguncangkan tubuh Hayoung, membuat gadis yang tertidur lelap itu mengerjapkan matanya, mencoba mengontrol cahaya berlebihan yang masuk ke mata besarnya. “Sudah sampai?” tanya Hayoung sambil mengucek matanya.
Hayoung melihat wajah kaget dari seisi pesawat, bahkan Jia juga memasang ekspresi yang sama tanpa menjawab pertanyaan Hayoung. Hayoung mendengus sebal, kemudian ia sendiri melihat ke arah jendela untuk melihat apa yang ada di bawahsana.
“Ya Tuhan,” batin Hayoung.
Pemandangan yang menghancurkan hati masuk ditangkap matanya, disimpan di dalam otak. Pulau Jeju yang begitu cantik, kini hancur, porak poranda seperti habis di bom. Sisa-sisa bara bekas jilatan api masih menyala-nyala. Puing-puing kotor berserakan dan terlihat jelas dari atas sini.
Jeju telah hancur. Dan penyulut api peperangan dipastikan hanya seorang.
Wang Fei Fei telah mengobarkan api peperangan.
Ijebuteo jeonjaengiya.
-To Be Contnued-
=====
A/N : Kyaaaaaaaaa! Seneng banget akhirnyaaaa bisa nulis FF action sampe selesai walaupun sepertinya masih cacat bgt TT^TT *mian, authornya biasa nulis FF galau-_-v* Jadi, ini ff bergenre action perdana dari author. Yang mau kritik, saran, komentar, silahkan yaaa! Aku menunggu respon untuk melanjutkan part 2^^ kamsa :3




vinisa
/ June 28, 2012baguuuus…
dilanjut ya…
penasaran..
kwon991015
/ June 29, 2012gomawo^^
Yesungmin
/ June 28, 2012KEREN WOY THOR!! KEREN!! DAEBAK SUMPAH!!
LANJUTANNYA CEPET YA THOR!!
Udah gatau lagi mau ngomong apa, pokoknya daebak!
kwon991015
/ June 29, 2012thankyuuuu^^
han gi
/ June 28, 2012#tigakata keren banget sumpah .
Next part nya ditunggu
kwon991015
/ June 29, 2012maaciih :3
yuki
/ June 28, 2012kereeeeeen
ga tau kenapa aku paling suka ff action
apalagi ttg agent2 gini
lanjutannya jangan lama2 ya
hyun mey
/ June 28, 2012woww
ff ini,, ff galau yg biasa saia baca yg pling ngetop aj kalah. feel na dpet bget. sokorin thu si hae, ngehianatin orang d hianatin balik. kalo bsa thor, ending na youngie jgan sma hae. ama yesung aj. tmbahin tko yesung gto. haha #d tabok ngatur”
kwon991015
/ June 29, 2012gomawo ya!^^ haha iya nanti kl bisa ditambahin deh XD
amoy
/ June 29, 2012bagus thor crita….
lanjutan na jngan lama2 ya thor
coz na pnasaran bngat nhe dgan kelanjutan na
kwon991015
/ June 29, 2012gomawooo!^^
han ah young
/ June 29, 2012AUTHOOOOORRRRR~!!!!!!!!
AYO CEPET DILANJUTIN!!!!!!!!!!!!
CERITANYA BAGUS!!!!
Thor, mianhae, capslocknya keinjek heebum ^^v
kwon991015
/ June 29, 2012kamsa XD
EvitaKipson
/ June 29, 2012Wang Fei Fei huahuahuaaa yang pas Obama itu aku agak ngakak.__.v
Ayo lanjutannya!
Rhina
/ June 29, 2012Keren bgtzzzz….lanjut ya thor.
kwon991015
/ June 29, 2012gomawo ya!^^
Elsa (@elsamrntk)
/ June 29, 2012Aaaaaa! Sumpah keren banget thor. Selalu excited tiap ada ff action kayak gini. Oh ya, ngomong-ngomong disini Hayoung umurnya berapa ya ? Hehe. Next part nya ditunggu ya
Fighting!!^^
kwon991015
/ June 29, 2012errrr berapa ya, author ngasal sih, ga pake ngitung dulu kekekeke ._____.v gapapa ya, umurnya unknown aja XD
kkk gomawo ya^^
Mayleen
/ June 29, 2012keren chingu alurnya…
perang,,, rahasia negara, agent,, dendam,, cinta,,,
seru bgt chingu…
gak sabar buat baca next partnya,,,
smangat y chingu,,, (^___^)v
Natasya Lee (@frnsiscanatasya)
/ June 29, 2012KEREEENNNN!!!!!!!!!
Ditunggu sequelnya ya thorr
Sung HyeIn
/ June 29, 2012ishh!!! keren! daebak! ditunggu kelanjutannya!
Adhis_Cloud
/ June 29, 2012KEREN BANGET thor..
buruannya ya pasrt selanjutnya
lee hyun bin
/ June 29, 2012daebak thor! dilanjut cepet ya thor, gak sabar nih XD
ocha
/ June 29, 2012Bagus banget thor (y)
Lanjutannya cepetan ya thor
Shafira Firdaus
/ June 29, 2012Good story, thor. Keep writing! I like story with action genre^^
sclouds9
/ June 29, 2012ninggalin jejak dulu ah..
han ki yoong
/ June 29, 2012bagus bgt… lanjutanx jgn lama2 thor…
sakuravipmorimoto
/ June 30, 2012Keren…
Aku kira oneshoot tp ternyata tbc..
Penasaran ama ceritanya,,
apalagi sama kisah cintanya..
Di tunggu part selanjutnya,
jgn lama2 postnya author..
Keep writing yah..
megian
/ July 3, 2012apa apaan ini? kenapa ffnya seru gini? dan kenapa harus tbc pula? ngajak perang nih authornya. haha,
keep writing!
jangsing
/ July 10, 2012lanjut thor. penasaran nih >.<
chohyunji
/ August 25, 2012lanjut dong!! pensaran nihh ^^