MY LOVE STORY
Author : elitasyaravina
Genre : Romance (?)
Anyyeeeeoong!!! Thank’s buat admin yang ngepost ff ini! Ada yang kangen sama author?? *ditimpuk pake sendal, maafkan yah ff yang kali ini gak dapet feelnya ini cuman curhatan hati author yg lagi mellow, di mohon commentnya!! No bashing and plagiatism! Ini murni dari otak author >.<
-Nara POV-
Apa yang kalian fikirkan jika sesuatu yang kalian inginkan tidak pernah kalian capai?
Sakit bukan? Saat kita menjauhkan diri dari-nya dari seorang namja yang bisa menjungkir balikkan pikiran, dunia, bahkan mengendalikan air mata kita.
Berapa kali sudah hati ini diterbangkan sampai kelangit dan dihempaskan begitu saja, itu yang hampir semua yeoja rasakan ketika sedang patah hati.
Mendengar ia telah memilih perempuan lain? Kita menangis, menangis menyesali kenapa bukan kita yeoja yang beruntung itu?
Ketika semua orang tahu bahwa Tuhan menuliskan sebuah cerita bahwa ia menjalin hubungan dengan yeoja lain, dengan santainya namja itu menghubungiku lagi dan apa? Sebagai yeoja aku menerimanya.
Mungkin itu terdengar bodoh, munafik atau apalah, tapi memang duniaku sudah berhasil dia kendalikan, kata semua pujangga semuanya disebabkan oleh satu kata yang indah CINTA, that’s jerk!
Yeoja sepertiku yang mengaku sudah tidak percaya dengan ‘cinta’ berhasil diperbudak olehnya, apapun yang ia lakukan tidak pernah aku cerca, selalu aku maklumi.
Saat semua orang menghangatkan diri di dalam rumah saat musim dingin yang menusuk tiba, saat itu paling menyakitkan, aku duduk diluar rumah menangis karena merindukannya, berharap salju yang dingin digenggamanku bisa mendiginkan hati yang pedih.
Disaat musim semi datang, ia menghubungiku, seperti tanpa masalah ia menghubungiku dan menceritakan pengalaman berkencannya dengan yeoja yang sekarang menjadi kekasihnya, tidakkah itu menyakitkan?
Tapi aku tetap mendengarkannya, dengan senang hati malahan, buakn karena ceritanya mendengarkan suaranya yang berbunga bunga itu sudah menjadi obat penghantar rasa brengsek ini
Berharap pada angin bahwa tolong sampaikan rasa sesak yang menghimpit dada ini kepadanya, tapi juga takut akan kehilangan suara yang dengan ringannya berbicara padaku semua hal yang ia rasakan kala itu.
Disaat musim panas datang ia kembali menghubungiku, menceritakan tentang masalah yang ia alami dengan yeoja itu, mereka bertengkar.
Jujur dari diri seorang yeoja, ada perasaan yang menelisik berharap hubungan mereka berakhir dan ia kembali ke dekapanku, tidak kupungkiri itu terjadi.
Tapi mendengar suaranya yang sedih dan kecewa, ada perasaan marah yang datang, betapa lancangnya yeoja itu membuat namja yang begitu aku harapkan seperti ini.
Disaat musim gugur ia juga menghubungiku, memarahiku mengapa aku bisa terserang flu atau apalah, mengomeliku agar aku bisa menjaga diri.
Meminta maaf karena ia tidak bisa menjagaku seperti dulu, hatiku kembali di bumbungkan karena perhatiannya.
Aku menangis dan marah, aku mengatakan bahwa yang aku butuhkan hanyalah dirinya, dia obatku, hanya dia penyambung nafasku.
Tapi apa yang aku dapatkan hanya perkataan ‘istirahatlah, kau sakit, bicaramupun sudah diluar control’ bukan.. bukan karena aku sakit, itu perasaan jujurku tapi ia mengira bahwa itu hanya dampak dari seorang yeoja yang sakit.
Aku menunggunya, menunggu ‘obat’ ku untuk datang kembali padaku, menyambung nafasku, tapi semuanya berubah, penantianku hancur, SEMUANYA duniaku hancur saat benda itu dikirimkan ke rumah mungilku
Undangan…
Undangan dari pesta pernikahannya dengan yeoja itu
Penantianku berakhir dengan sangat menyesakkan , kisah cintaku berakhir buruk, SAD ENDING
Senyumku mengembang, air mataku tumpah, pertahananku hancur, ditambah dengan suaranya yang datang ketelingaku, ia menghubungiku ‘Datanglah Nara-ya calon istriku ingin melihat orang yang selama ini menjadi penyambung kisah cinta kami, aku mengharapkanmu’
Tidakkah ia berpikir bahwa aku ingin mati sekarang?
Obatku telah pergi, pergi untuk selamanya, ia mematikanku secara perlahan dan menyiksa, kesakitan ini memang sangan menusuk jantungku.
-Author POV-
Namja itu berdiri di depan altar mengucapkan janji sucinya, dan ia mencium pengantin wanitanya, seorang yeoja yang hadir dan ikut memberikan tepuk tangan di barisan paling belakang melihatnya, ia menahan seluruh tangisannya benteng hatinya diuji sekarang, ia tetap berdiri tegak dan menyunggingkan senyum kepalsuan
Merasa pertahanannya akan runtuh ia keluar dari gereja itu, tetapi ada yang menahan tangannya, namja itu.
“Nara-ya, kau maafkan aku..”
Yeoja itu berbalik, tidak berani menatap namja itu “Apa yang harus aku maafkan?”
“Aku tahu kau mencintaiku Nara-ya.. tapi kenapa kau tidak berusaha Nara-ya?”
“Apa maksudmu?
“Kenapa kau tidak berusaha memperjuangkan cintamu dengan menarikku dari yeoja lain? Kenap kau justru menyiksa dirimu Nara-ya?”
Yeoja itu tercekat, kepalanya terangkat menatap mata teduh namja itu “Kau… kau… kau bilang aku tidak memperjuangkanmu? Aku juga seorang yeoja, aku tidak bisa mengambilmu darinya, kenapa kau yang tidak menarik diri darinya dan kembali kepadaku? Sekarang semuanya sudah terlambat” Yeoja itu memegang kedua pipi namja itu
“Berbahagialah Donghae-ya.. di kehidupan selanjutnya aku akan memperjuangkanmu dan jadilah penyambung nafasku lagi, berbahagialah donghae-ya”
Yeoja itu melepaskan tangannya dan berbalik pergi, obatnya telah pergi cinta yang ia tahan telah pergi untuk selamanya, penantiannya telah usai, ia hanya berdoa pada Tuhan bahwa dikehidupan selanjutnya tulislah kisah cintanya jauh lebih baik lagi.
15151515151515151515
Huwaaaa! Akhirnya selesai juga ff galau ini! Mian kalo feelnya gak dapet mohon comment dan likenya yah reader *deep bow J >.<




HanSeul
/ July 2, 2012Galau banget kesian Naranya ya
Keep Writing
farhana fishy
/ July 2, 2012Huwaa kasian naRa.nya ditinggal sama haeppa T.T. Sapa c yg ngrebut haeppa dr nara.
.daebak author. ^^
natasha
/ July 2, 2012sequel dong thor bikin nara balik sama donghae :O
endingnya bikin galau
tapi keren thor^^
@Haerica
/ July 2, 2012Kalo aku jadi nara udah gila tuh pas tau orang yang kita cintai maunikah XD
han gi
/ July 2, 2012Author ini ceritanya rada ngena dikit nih . Fufu
pssiskarani
/ July 3, 2012this is sweet, and daebak.