Broken promise?

Broken promise? I hope not

Cast : Kim Heechul,Park Yeri

Author : Axel

Genre : Romantic, Sad

“Kau tahu Ini janjiku dan tidak akan aku ingkari, Aku akan kembali sehat dan kembali mendekap dengan pelukan hangat dan tidak akan melepaskanmu lagi” – Kim Heechul

 

“Sudah 2 tahun aku menunggumu, Selamat datang. Aku merindukanmu” dekapnya dengan penuh hangat. Dia pun terus mengalirkan air matanya dengan penuh haru,ditambah wajah merahnya yang semakin padam karena tidak bisa menahan semua emosinya.

“Maaf..Maaf membuatmu harus terus menunggu,maaf membuatmu terus menangis seperti ini,maaf aku tidak bisa mendekapmu seperti ini” jawabku dengan menyesal dan menciup kening di wajahnya.

“Kau..berenti menyalahkan dirimu,dan jangan pernah meninggalkan diriku. Kau tau aku takut kau tidak menempati janjimu” balasnya sambil membuat pipi gembungnya ditambah mencubit pinggangku dengan tangan mungilnya.

“YA!! Kau ini sakit tahu! Lagian apa kau tidak dengar kalimatku waktu itu dengan baik” sambil melepaskan dekapanku dari tubuhnya.

“Aku tidak akan pernah lupa AHJUSSI” jawabnya terkekeh bahagia dan memandangiku dengan muka hangatnya.

“Kau ini!” jitakku kecil ke kepalanya dan mendekapnya lagi dengan erat. Oh tuhan betapa aku terlalu merindukannya. Gadis ini gadis tergila dan tercantik di muka bumi ini. Aku bahagia sekali bisa melihat wajahnya lagi, aku terlalu mencintainya.

Tapi ternyata itu …

.

.

.

Heechul POV

“Apa ini benar benar keputusanmu dan ini jalan terbaik dan memang harus tahun ini?” Jawabnya dengan badannya yang sedikit gemeteran sambil menundukkan kepalanya.

“Aku harus melakukannya,Aku tidak bisa berlama lama untuk mengulurkan waktu” jawabku dengan mengenggam tangannya. Aku melihat wajahnya begitu memerah, mengigit bibirnya yang mungil itu. Dan mencoba untuk mengontrol emosinya.

“….” dia pun tidak menjawab.

Aku tau jika emosinya sudah mencapai puncak dia akan terdiam dan otaknya akan kosong melompong. Emosi disini bukan untuk marah tetapi karena batinnya tidak atau pun terlalu sudi menerima kejadian pahit yang dialaminya.

“Kau tahu  Ini janjiku dan tidak akan aku ingkari, Aku akan kembali sehat dan kembali mendekap dengan pelukan hangat dan tidak akan melepaskanmu lagi” Jawabku dengan menekan kalimat itu dan terus memandangi wajahnya yang semakin memerah.

“ehm..” sahutnya kecil sambil menghembuskan nafas.

“Aku tahu kamu akan mengerti tugas ini, Jika memang tidak di ‘wajib’ kan aku juga tidak ingin untuk pergi meninggalkanmu dengan wajahmu merah yang lucu ini. Cubitku di wajah pipinya sambil tersenyum memperlihatkan bahwa kami berdua akan baik-baik saja.

“Aku tahu itu, Bukan masalah jika kau akan wajib militer tapi yang aku takutnya dari segala macam alasan,aku takut kau akan tertembak nanti. Aku takut melihatmu seperti itu. Jangan paksakan dirimu jika kau tidak ingin” jawabnya dengan muka takutnya yang sudah stadium akhir mukanya yang panik dan terus mengigit bibirnya.

“Hei,aku akan baik baik saja. Aku tidak akan meninggalkanmu tidak akan.Ingat” aku pun mendekapnya dengan hangat. Memukul kecil punggungnya yang kecil,terkadang mendengar tangisan kecil yang ditahan oleh gadis pujaanku ini.

.

.

.

Esoknya…

“Aku berangkat, Ingat aku akan kembali. Ingat janjiku” jawabku sambil mengeluarkan jari kelingkingku.

“Aku percaya janjimu” jawabnya sambil tersenyum dan mengeluarkan jari kelingkingnya dan melilitkannya di jari kelingkingku.

“Sampai jumpa,tunggu aku dirumah 2 tahun lagi” jawabku sambil melambaikan tangannya dan pergi masuk ke dalam gedung militer itu.

Dia pun melambaikan tangannya kepadaku dan terus tersenyum dan semoga dia terus ingat dengan janjiku.

Yeri POV

Dia pun pergi menjauh.  Kini aku tidak bisa melihat dirinya dari pandangan mataku. Aku pun berbalik dan pergi menjauh dari gedung militer itu.Disepanjang jalan aku terus megigit bibirku dan terkadang aku melihat ponselku dan melihat wallpaper kami ya disitu terlihat foto kami berdua yang sedang tersenyum bahagia.

“2 tahun itu lama..” jawabku sendiri sambil menunggu bus di sebuah halte. Aku terus melamun melihat ke arah keluar. Saat itu di Seoul adalah musim gugur cuacanya pun mendukung. Jam menunjukan pukul 2 siang. Satu jam aku meninggalkan Heechul di gedung militer itu. Tapi hatiku tidak senang. Aku sesekali memenjamkan mata dan mencoba untung tenang dan yakin akan janji. Aku pun menuju arah pulang.

Sesampai dirumah…

Aku pun memasak bimbibap ditambah kimchi, semua bahan  selalu ada dirumahku. Karena Heechul selalu memakan bimbibap dan juga kimchi. Aku pun makan ditemani suara televisi acara musik meski lagu lagu yang diputarkan sangat bagus untuk membuat suasana hati bahagia, Tapi tidak padaku aku pun teringat akan Heechul aku pun gemeteran aku terus mengigit bibirku. Dan semakin erat memengang sumpit besiku. Aku memandang ke arah bangku di depanku biasanya heechul selalu makan di hadapanku denga penuh lahap, dan selalu tertawa jika aku selalu menyanyi jika ada lagu kesukaanku diputarkan di televisi.

“Heechul..” panggilku pelan.

“Heechul!” panggilku sekali lagi

“Heechul!!!” panggilku tegas

“Heechul..Aku takut !!” aku pun langsung mengeluarkan air mata layaknya air keran yang bocor dari mataku.

“HUWAAAAAA, HEECHUL HEECHUL HEECHUL HEECHUL” aku terus memanggil namanya, seumur hidupku sedetik pun Heechul tidak pernah meninggalkanku. Aku cuma takut Heechul terjadi sesuatu.

Setelah aku terdiam atas perlakuan yang gila tadi aku pun langsung membereskan meja makanku dan mencuci perlengkapan makan yang telah aku pakai. Setelah itu aku pun langsung membuat coffee hangat dan menonton televisi. Aku hanya terdiam menonton televisi meski terlihat lucu dimataku tapi aku hanya merasakan bahwa suara tertawaku telah mati. Mati disaat Heechul pergi dan aku hanya menunggunya 2 tahun lagi. Setelah itu aku tertidur di sofa.

.

.

.

Pagi harinya…

“Euhm…” aku pun terbangun dari tidurku yang malam itu tidak ada mimpi yang menghampiriku.

Aku pun langsung mengusam mataku dan berusaha memperjelas penglihatanku. Kulihat televisi yang menyala semalam. Aku langsung beranjak dari sofa empuk berwarna merah itu dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diriku.

Setelah mandi aku bersiap siap untuk pergi ke supermarket. Aku pun pergi dan mengunci pintu kamar apartementku. Aku pun pergi dengan santai sambil menghirup udara embun di pagi hari.

“Selamat pagi nak..Selamat datang” sambut seorang perempuan sedikit berumur 35an.

Aku hanya menunduk kecil dan tersenyum dan pergi beranjak mencari barang barang apa yang aku butuhkan.

“Telur,sayur,apalagi ya?” aku pun melihat catatan berlanjaanku. Semua sudah lengkap yang aku butuhkan sudah adadi kotak ranjang berlanjaanku. Dan segera pergi ke meja kasir dan bertemu dengan perempuan yang sedikit berumur tadi.

Dia sibuk menghitung harga harga barang yang aku beli.

“Totalnya liat di layar harga nak” jawabnya ramah. Aku pun mencari Uang yang untuk membayarnya.

“Kau cantik sekali nak,apa kau sudah punya pacar? Aku yakin pacarmu beruntung sekali” jawab perempuan itu sambil tersenyum ramah.

“Ah, bagaiman kau tau bu? Terima kasih atas pujianmu” jawabku terkekeh kecil dengan menutup mulutku dengan malu.

“ Dimana pacarmu? Kenapa dia tidak ada disini”?”jawab perempuan itu bingung.

“ ehm, dia sedang melakukan wajib militernya. Kemarin dia baru saja masuk” jawabku dengan tenang.

“Aku tau perasaanmu,dulu saat aku masih muda aku juga pernah merasakan hal yang denganmu. Aku menunggu kekasihku selama 2 tahun. Tapi aku ingat janji untuk tetap setia kepadanya. Dan dia pun kembali dengan keadaan baik dan sehat. Aku yakin pacarmu akan seperti” dengan senyuman memberikan semangat.

“Terima kasih bu atas pengalaman yang kau ceritakan,kalau begitu aku pergi dulu ya bu” jawabku sambil memegang tangannya yang cukup keriput.

“Sama sam nak cantik” dia pun membalasnya sambil melambaikan tangannya.

“ Baru kemarin kau meninggalkanku heechul  bodoh! Apa kau sehat disana?apa kau sudah makan? ” senyumku kecil melihat wallpaper handphone punyaku. Aku pun mengambil earphone dan mendengarkan lagu kesukaan Heechul. Aku merasakan bahwa Heechul selalu ada di sampingku. Berkat semangat dari ibu penjaga supermarket tadi kini aku merasa baikan.

Aku pun kembali kerumah dan melakukan aktivitasku seperti biasa,memasak,membersihkan apartementku,menonton televisi,aku terus menikmati hidupku tanpa heechul disampingku. Aku pun tetap percaya dengan janji heechul kepadaku.

Satu tahun pun berlalu. Dan tepatnya sudah hampir dua tahun mereka berdua tidak bertemu.  Hingga akhirnya waktu mereka bertemu hanya selisih 3 minggu lagi. Sungguh perjuangan yang luar biasa untuk mereka berdua.

Heechul POV

Waktu itu aku melihat dirinya terus tersenyum hangat. Apa dia dalam keadaan baik baik saja? Aku yang sedang ada waktu beristirahat masih diperbolehkan oleh Tuhan untuk sejenak memikirkan gadis itu.

“KALIAN SEMUA! BESOK KITA AKAN PERANG,MENGGUNAKAN SENJATA API. JADI PERSIAPKAN DIRI KALIAN.” Teriak Komando Militer kami.

“Perang?jadi sekarang ya waktunya” jawabku dalam hatiku. Sesaat aku berdoa semoga aku masih diberi perlindungan oleh Tuhan. Tinggal 3 minggu lagi aku dapat melihat gadis pujaanku kembali lagi dan terus mendekapnya dan tidak akan meninggalkannya. Sungguh karunia bahagia jika aku masih bisa diberi nafas dan diberi keajaiban. Tuhan …aku mohon kabulkan doaku ini.

.

.

.

3 Minggu kemudian..

Yeri POV

“Heechul bagaimana kabarmu? Apa kau sehat ?Sudah 2 tahun aku menunggumu, Selamat datang…Euhm Aku merindukanmu” Aku pun terus tersenyum meski wajahku memerah akut tidak mengigit bibirku yang di poleskan lipstik merah yang tidak merona. Aku hanya terus memegang semua muka mawar putih. Aku terus melihat sebuah lisan bertuliskan “Dengan Hormat Kim Heechul” aku terus menahan air mataku yang sudah tidak bisa ditahan lagi. Air mataku akhirnya membasahi bedak tipisku itu. Sepasang tangan merangkulku dari samping dia terus mengelus kepalaku dengan tangan lembutnya. Dia pun ikut menangis.dia bukanlah ibu Heechul atau pun Ibuku tetapi melainkan Ibu supermarket yang waktu itu kujumpai. Aku hanya terus mengenggam mawar putih itu dan terus melihat batu lisan serta bau aroma rumput hijau. Aku pun teringat kembali..

*Flashback on*

“Bwara Mr.simple simple SJ call”

Ponselku berbunyi di sore hari. Aku pun meranjak bangun dari sofaku dan segera mengangkatnya.

“Hallo?” jawabku sambil duduk kembali di sofa empuk merah itu.

“Apa ini nyonya Park Yeri?” jawab seseorang pria dengan suara tegas.

“Iya ini aku yang berbicara, Ada perlu apa ya?Dan dengan siapa aku berbicara? Jawabku heran.

“Maaf..” jawab pria itu dengan sedikit nada suaranya yang pelan.

“Maaf? Maaf ada apa?” jawabku yang semakin heran dibuatnya.

“Saya dari komando militer Korea, Kami informasikan bahwa saudara Kim Heechul telah tewas ketika menjalankan sebuah perang. Dia tertembak oleh lawan. Dia mati di tempat dan sudah tidak bisa tertolong lagi. Maaf kami tidak bisa melakukan apa apa.” Sahut suara pria itu dengan kembali tegas.

Ponselku pun terjatuh tepat di sofa empuk itu. Otakku pun langsung gelap,mataku kosong yang bisa kulihat hanyalah wajah heechul saat meninggalknku dengan senyumannya. Aku langsung mengigil dan mengigit bibirku dengan kencang. Hingga bibirku sedikit berdarah aku mengeluarkan air mata yang seperti darah yang begitu cepat keluar. Aku langsung memeluk diriku sendiri mengatakan pada diriku bahwa aku sedang tidur siang di sofa dan terlelap. Berkali kali aku mencubit tanganku sambil berwarna biru. Aku menampar wajahku sambil memerah. Ini bukan mimpi ini nyata. Sebuah kenyataan yang sangat pahit untuk dikenang. Aku pun langsung berdiri dari sofaku mengambil handphoneku dan berlari sambil menangis menuju Supermarket. Perempuan itu melihatku dari kejauhan saat aku dihadapannya. Dia mengelus wajahku

“Kau kenapa nak?” tanya pelan.

“Kau bohong! Kau bohong.. kau bohong” jawabku dengan wajahku yang letih karena berlari non stop untuk menuju ke supermarket ini.

“Bohong?soal apa?” jawabnya kaget.

“Kau bilang pacarku akan kembali dalam keadaan baik dan sehat. Kau bohong! DIA SUDAH MATI TADI SIANG!” teriakku pada perempuan itu. Aku menggempalkan tangan ku di meja kasir dan terus menangis. Sakit rasanya seprti serasa jantung akan terbelah dua dan di hancurkan layaknya kertas sampah yang berada di pinggir jalan.

Perempuan itu langsung pergi dari meja kasir dan berjalan ke arahku dan langsung memelukku.

“Ikhlaskan dia, Dia akan tenang disana. Dia akan bahagia di surga” jawabnya pelan sambil mengelus rambutku.

“Dia telah berjanji bu..dia telah berjanji. Ingkar janji? Aku harap tidak bu” jawabku sambil terhisak.

“Dia berjanji akan pulang dan mendekapmu dengan hangat yaitu dari surga nak” jawabnya pelan. Dan menghapus air mataku dari wajahku.

“Tapi aku belum melihat wajahnya selama 2 tahun ini. Kenapa dia jahat bu” jawabkuyang lagi lagi mengigit bibirku.

“Tidak, dia tidak jahat padamu. Tuhan sudah mengaturnya jika kau tuhannya aku yakin kau akan membangunkannya lagikan. Tapi itu mustahil tetaplah ikhlas dan beri dia kebebasan untuk melihat dirimu berbahagia dengan kehidupan indahmu di Seoul “ jawabnya.

*Flashback off”

Setelah dari pemakaman, Aku pun pergi sendiri ke gedung militer, harusnya hari ini aku bertemu denganmu di depan gedung militer ini kita berpelukan di tempat ini melepas rindu disini dan menempati janjimu untuk mendekapmu dengan hangat dan dalam keadaan baik dan sehat. Angin pun berhembus. Aku merasakan angin sejuk di sekitar daerah situ. Dan tiba tiba aku merasakan Heechul mencium bibirku dengan hangat dan berbisik

“Ini janjiku,aku mendekapmu dengan hangat dan dalam keadaaan baik dan sehat,tapi bukan badanku yang kini kau lihat melainkan angin hangat yang kau rasakan, Aku tidak mengingkarinya kan? Hahaha”

Dan angin itu pergi menghilang entah kemana dan aku pun memandang ke langit biru di kota Seoul sambil melambaikan tanganku ke atas langit dan berteriak

“HEECHUL!! TUNGGU AKU !!! TEMANI AKU DI DUNIA INI! DUNIA KITA BERDUA” dan aku pun tersenyum dan berjalan menjauhi Gedung Militer yang menjadi awal dan akhir cerita dari kami berdua. Dan membuatnya dengan episode yang baru

END

Maaf ya kalau terlalu pendek dan tidak terlalu romantic. Hehehe. Mohon comment nya \^^/

Next Post
Leave a comment

10 Comments

  1. reza

     /  October 8, 2012

    kurang panjang sedikit hehehehehe…
    d tunggu new posting… and new story.. :D

    Reply
  2. HaeFans

     /  October 8, 2012

    huft T_T

    Reply
  3. ehm ..
    thor aku tau kalo ff itu cuma imajinasi kita tapi tiap baca ff yang ceritanya soal wamil dan endingnya si cowo mati gegara tugas kok aku jadi takut sendiri ya.
    cerita ini brasa real banget. aku sampek takut kalo itu beneran terjadi sama heenim oppa :’( TAT

    Reply
  4. Nyesek >,< huwaaaaa heechuuuuul T-T

    Reply
  5. “ Ya bodoh. Hentikan tingkah mu…. Sebegitu tidak lakunya kah kau hingga menggoda para pelayan restaurant ku di pesta seperti ini?. bisa-bisa kau mempermalukan Siwon.” Tegur Heechul dengan nada berbahaya, Hyukjae pun langsung diam setelah mendapat teguran dari Heechul. Sedangkan couple ikan itu entah pergi ke mana.

    Reply
  6. kok endingnya jadi kayak gini? -___-”
    kasian kan ceweknya, udh nunggu lama malah ditinggalin :(
    tpi bagus kok :D

    Reply
  7. choanha

     /  October 10, 2012

    ”…..” *speechless*
    semoga heenim oppa sehat-sehat aja di tempatnya berada saat ini

    Reply
  8. chonamjin

     /  October 10, 2012

    Kasian yeri T_T

    Reply
  9. Clara Kim

     /  October 13, 2012

    heechul oppa… semoga bahagia di duniamu itu.
    bagus thor ceritanya.. sedih sih.. tapi tetep bagus kok

    Reply
  10. Flo

     /  October 13, 2012

    huwa, jangan sampe deh bias aku ngalamin hal yg sama kyk ff ini…
    ffmu keren sangat thor, tp serem…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 6,455 other followers

%d bloggers like this: