[FF Of The Week] Going Crazy

Author             : Una Asmaul
Judul                : Going Crazy
Cast                 : Cho KyuHyun, Park Hyo-Hwa
Genre              : Romance
Rating             : PG-15
Length             : One Shot

Ini FF lama. Dulu ada reader saya yang nyaranin untuk publish disini, tapi saya lupa *pikun
Slmat membaca aja y. ^^ terima kasih buat admin yg udah post ff saya. Anyeong~

It’s not love, this it’s not love. It’s just your obsession

Hyo-Hwa’s Pov

Aku kembali memandang keluar jendela dari dalam kamarku, berdiri didalam rumah yang sangat kokoh dan megah. Tapi tidak ada sedikitpun cinta didalamnya, atau hanya aku yang merasakannya?

Mobil ferrrari hitam miliknya keluar dari rumah, berarti dia sudah pergi. Menikahiku kemudian mengurungku diistananya ini. Hidupku seperti lelucon sekarang, tidak ada lagi yang bisa kulakukan. Dan alasannya menikahiku hanya karena aku mirip dengan mantan tunangannya. Benar-benar tidak punya perasaan.

Flashback

“Aku pulaaang..”

Eomma dan appa yang berada diruang tamu menatapku secara bersamaan dan seorang lagi, laki-laki dengan perawakan tinggi, kulitnya putih dan dia cukup tampan. Aku permisi masuk kedalam kamar dan kemudian beristirahat. Tidak ada satupun yang membicarakan kedatangan pria itu sampai keesokannya dia datang kekampusku.

“Nona Park?”

Aku menoleh kearah sumber suara yang memanggilku itu dan kulihat pria kemarin menatapku tanpa senyuman diwajah tampannya itu. Aku sedikit menunduk memberi salam padanya.

Laki-laki ini mengajakku ke suatu tempat yang cukup sepi sepertinya ada sesuatu yang ingin dikatakan.

“Aku akan menikahimu tiga hari lagi, jadi persiapkanlah dirimu”

Tanpa basa basi sedikitpun dia mengucapkan kalimat itu tanpa ada perasaan dihatinya. Menikah, baginya menikah hal semudah itu kah?

“Mwoya? Ya! Tuan, siapa kau berani berbicara seperti itu padaku? Hah? Aish, sincha?” ucapku dan berdiri menatapnya emosi.

“Kau tidak akan pernah bisa lari dariku. Aku hanya ingin kau mempersiapkan dirimu untuk hari pernikahan kita.” ujarnya lagi masih dengan wajah tanpa ekspresi sedikitpun.

“Neo, baiklah beri aku alasan kenapa kau ingin aku menikah denganmu”

Laki-laki itu terdiam sesaat kemudian menarik nafas panjang. “Karena wajahmu mirip dengan mantan tunanganku”

Flashback End

Dan hanya untuk alasan bodoh itu aku harus menikah dengannya, dia tidak pernah menatap mataku atau berbicara denganku walaupun kami tinggal dibawah atap yang sama.

Hanya saja dia punya kebiasaan aneh saat pulang kerja dia akan masuk kekamarku mengelus rambutku kemudian mengecup keningku. Hampir setiap malam dia melakukannya, apa dia sangat merindukan tunangannya sampai melakukan hal itu setiap malam padaku.

Sentuhan bibirnya itu terasa hangat namun juga menyedihkan disaat yang bersamaan, dia seperti sangat lelah.

*****

Malam ini, aku tidak tidur aku sengaja menunggunya masuk kekamarku. Walaupun kami sudah menikah dia belum pernah melakukan hal apapun selain ciuman itu padaku. Kami juga tidak tidur dikamar yang sama.

Seperti biasa masuk kekamarku, mengelus rambutku kemudian mengecup puncak kepalaku. Saat dia akan pergi aku menahan pergelangan tangannya, tubuhnya sedikit tersentak karena tindakanku.

“Tunggu, tuan cho. Bisa kita bicara sebentar”

Dia mengangguk mengerti kemudian duduk di tepi ranjang.

“Aku hanya ingin mengatakan kalau kau sudah menemukan tunanganmu itu dan ingin kembali padanya kau bisa menceraikanku”

Seketika itu wajahnya mengeras menatapku tapi sedetik kemudian dia menyeringai.

“Dengar nyonya cho, akan kupastikan hal itu tidak akan pernah terjadi. Kau mungkin sangat berharap bisa bercerai denganku tapi sayangnya aku tidak. Satu hal yang harus kau ingat kau akan terus bersamaku.” Ujarnya penuh penekanan, KyuHyun beranjak dari tempat tidur hendak meninggalkanku.

“Tapi kenapa kau tidak pernah mau menatapku? Apa aku terlihat sangat menjijikkan?” ujarku setengah berteriak.

“Mengetahui kenyataan bahwa kau berada dalam jarak pandangku. Itu sudah cukup” ujarnya sambil berlalu dari kamarku.

Sebenarnya apa yang ada dipikirannya, terkadang aku merasa dia sangat membutuhkanku tapi terkadang aku merasa aku ini hanyalah bayangan, bayangan dari seseorang yang sangat dia cintai.

*****

“Tuan meminta saya untuk menjemput anda, nyonya.”

Aku tidak bertanya apapun dan hanya mengikuti sekretaris Lee, dia membawaku ke butik dan setelah mendadaniku dia membawaku ke hotel yang sangat mewah. Pastinya hanya kalangan atas saja yang bisa masuk.

KyuHyun membukakan pintu untukku kemudian mengulurkan tangannya. Tanpa berpikir panjang aku menyambut uluran tangannya dan dia menggenggam tanganku erat.

KyuHyun terlihat sangat tampan dengan setelan jas hitamnya, seperti pangeran. Ternyata hari ini adalah acara pertemuan dengan seluruh direktur muda di korea selatan.

Aku hanya perlu tersenyum dengan beberapa teman KyuHyun yang menyapaku, hanya sebentar tidak sampai 20 menit karena setelah itu KyuHyun membawaku pulang.

Aku sedikit meringis merasakan sakit dikakiku karena menggunakan high heels yang panjangnya hampir 10 cm. Sangat menyiksa. Aku mengurut-urut kakiku pelan sambil menunggu mobil dilobi hotel, sendiri.

“Hyo-Hwa?” aku membalikkan tubuhku saat mendengar suara dibelakangku.

“Donghae oppa?” ucapku, sedikit tidak percaya. Dia terlihat sangat tampan, jauh lebih tampan dari 2 tahun yang lalu.

“Ternyata benar ini kau..” ujarnya kemudian memelukku. Aku tersenyum dan membalas pelukannya, donghae oppa cinta pertamaku. Entah bisa disebut cinta pertama atau tidak karena aku tidak pernah tertarik dengan pria manapun dan dia satu-satunya pria yang bisa menyita perhatianku saat aku menatap matanya.

Dan sayangnya aku patah hati pada cinta pertamaku karena dia memiliki kekasih yang cantik dan pintar. Kisah cinta pertama yang menyedihkan.

tiiin.. tiiin..

Aku sedikit tersentak mendengar suara klakson mobil didepanku dan langsung melepas kontak fisikku dengan donghae oppa.

Dan yang lebih menakutkan adalah aku melihat matanya yang sedang menatapku dengan tatapan membunuh. Tanpa mengucapkan apapun pada donghae oppa aku langsung masuk kedalam mobil. Aku sedikit menundukkan kepalaku kearah donghae oppa sebelum mobil itu melaju.

Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya cacian, makian atau hal buruk lainnya. Matanya menatap lurus kedepan, lebih buruk dari perkiraanku.

*****

Blaaam!!

Suara dentuman keras pintu itu membuatku langsung bangun dari ranjangku, aku memang belum tidur, tidak bisa tidur tepatnya. Karena tatapan matanya tadi terus membayangiku, aku seperti istri yang sedang berselingkuh dan tertangkap basah oleh suaminya.

Aku berdiri ditepi tempat tidur dan sedetik kemudian kembali terjatuh keatas ranjang karena dorongan tubuh KyuHyun. Dan sekarang posisi KyuHyun berada diatasku, posisi yang sangat tepat untuk mengintimidasiku.

Aku menatapnya takut-takut, selama pernikahan tepatnya 3 minggu pernikahanku dengannya inilah posisi paling dekat aku melihat wajahnya terlalu dekat sampai aku bisa merasakan hembusan nafasnya diwajahku.

Dia terlihat sangat emosi, terlihat dari caranya bernafas, begitu memburu. Setelah beberapa menit berada dalam posisi seperti ini akhirnya KyuHyun mulai mengeluarkan suara.

“Jangan pernah lakukan hal itu lagi” ujarnya penuh penekanan terlihat seperti ancaman.

Aku tidak menjawab perkataannya membuatnya berdecak kesal dan kembali mendekatkan wajahnya padaku.

“Sekali lagi aku melihatnya, kupastikan kau tidak akan bisa kemana-mana lagi. Tidak keluar secentipun dari rumah ini”

Aku menatapnya marah, penuh kebencian. Beginikah caranya memperlakukanku? Istrinya? Hah yang benar saja, aku hanya wanita yang memiliki wajah yang sama dengan mantan tunangannya wanita yang bisa dibuang kapan saja olehnya.

Perlahan KyuHyun bangkit dari tubuhku, sudah selesai? Hanya seperti ini? Kenapa tidak menceraikanku?

“Kau hanya terobsesi..” ucapku serak hampir berbisik karena mendadak kerongkonganku kering, menahan tangis yang ingin kukeluarkan sejak tadi.

KyuHyun berhenti melangkah dan membalikkan tubuhnya menatapku dan kali ini aku balas menatapnya. Tatapan kami saling menantang satu sama lain penuh dengan emosi.

“Hanya karena wajah ini kau terobsesi padaku, kau tidak  mencintaiku kau hanya menginginkan wajah ini benarkan? Kenapa kau tidak mencari mantan tunanganmu itu dan memintanya kembali padamu. Atau mungkin membayar seseorang untuk mengoperasi wajahnya menjadi wajah yang ingin kau lihat itu. Bukankah kau sangat kaya, kenapa kau mempersulit hidupku?”

Mendadak raut wajah KyuHyun berubah sangat mengerikan dan dengan gerakan cepat dia kembali mendorongku hingga terjatuh diranjang lagi. Aku yakin kalau dia akan menamparku sekarang atau mungkin lebih hal yang lebih parah dari itu.

Aku menutup rapat mataku sangat takut dengan kenyataan yang akan terjadi padaku selanjutnya. Tapi, sedetik kemudian kepalaku pusing bukan karena pukulan atau tamparan melainkan sesuatu yang lembut menyentuh bibirku dan itu adalah bibirnya.

Aku membuka mataku perlahan dan melihatnya masih menciumku bukan ciuman penuh nafsu dia hanya menempelkan bibirnya dibibirku dan itu cukup membuatku mabuk.

Perlahan aku kembali menutup mataku, perasaan apa ini? Aku hanya menyukainya, menyukai caranya memperlakukanku begitu lembut dan hati-hati walaupun sedikit dingin.

KyuHyun melepas kontaknya entah apa yang terjadi padanya karena aku mendengar umpatan kesal darinya. Dan sesaat kemudian KyuHyun pergi begitu saja, keluar dari kamarku.

Dan saat itu juga aku merasa sangat bodoh, apa baru saja kulakukan? Dia pasti menganggapku wanita murahan yang tidak memiliki harga diri. Bodoh sekali karena aku mulai menyukainya, menyukai suamiku sendiri.

*****

Aku menangis semalaman dan mendapat mataku bengkak hari ini, sangat hancur. Hidupku sangat mengerikan, tiba-tiba saja perasaan itu datang. Rasa takut kalau dia akan mencampakkan ku suatu waktu nanti saat dia sudah bosan dan muak padaku.

Aku melangkahkan kakiku perlahan menuruni tangga melihat beberapa pelayan begitu sibuk membersihkan setiap ruangan rumah ini. Rumah ini terlalu besar untukku, dan juga terlalu sepi dan dingin.

Aku terus berjalan dan berhenti ditaman belakang rumah tempat yang sangat tepat untuk menyendiri. Air mata itu keluar lagi untuk kesekian kalinya, mencintai seseorang sesakit inikah?

Aku kembali berjalan tanpa ada tujuan dan melihat sebuah mobil pembawa bahan makanan, supirnya sedang berbicara dengan pelayan KyuHyun. Aku tidak peduli, tapi tiba-tiba saja rencana itu muncul. Rencana untuk kabur dari sini sebelum perasaanku padanya semakin dalam.

Aku akan pergi sebelum dia membuangku, ya lebih baik seperti itu daripada aku terus merasa sakit. Aku menunggu waktu yang tepat dan saat mereka selesai berbicara dan pergi aku langsung membuka pintu belakang mobil itu dan masuk kedalamnya.

Mobilnya mulai berjalan aku menekukkan kedua kakiku dan menyandarkan daguku dilutut, tidak tahu mobil ini akan berhenti dan menuju kemana. Yang penting aku bisa pergi, menjauh darinya sejauh yang kubisa.

*****

“Hei, siapa kau??” aku terbangun mendengar suara teriakan seorang pria didepanku. Supir mobil tadi, tanpa menjawab apa-apa aku keluar dari mobilnya dan langsung pergi.

Daerah ini dimana? Aku melihat sekelilingku sangat bersih, terlihat beberapa bibi sedang menanam sayur-sayuran. Mengikuti instingku, aku terus berjalan walau tidak memiliki tujuan.

Aku tersenyum, tempat yang sangat nyaman tidak banyak orang yang tinggal disini. Haah sangat menyenangkan.

“Aaaakh!!!”

Aku menoleh kesamping saat dan melihat seorang nenek terjatuh, aku langsung berlari kearahnya.

“Halmeoni, gwenchana?” tanyaku khawatir.

Nenek itu menatapku sejenak  kemudian kembali meringis, lututnya berdarah.

“Bisakah kau mengantarku kesana?” ujarnya sambil menunjuk sebuah rumah yang sedikit tua tidak jauh dari tempat kami. Aku mengangguk dan langsung memapahnya.

Saat sudah tiba dirumahnya aku mengambil peralatan obat, tentu saja setelah menanyakan dimana letaknya. Nenek ini tinggal sendiri, putrinya sudah menikah dan tinggal diseoul. Kami memiliki kesamaan, sama-sama kesepian.

“Nak, kau darimana? Kau bukan penduduk disinikan?”

Aku hanya mengangguk, mengiyakan pertanyaannya. “Ini dimana?”

“Daebudo.. Kau kesini dengan siapa?”

Aku hanya menunduk tidak menjawab pertanyaanya aku tidak mungkin mengatakan kalau aku kabur dari suamiku, nenek ini tersenyum dan menggenggam tanganku.

“Gwenchana, kau bisa tinggal bersamaku”

Aku menatapnya tidak percaya dan langsung memeluknya. “Halmeoni, gomawo~”

*****

“Hyo-Hwa, cepat kemari” ujar nenek han. Aku berlari kearahnya, sekarang kami sedang berada dikebunnya menanam beberapa sayuran.

“Wuaaah..” ucapku takjub melihat buah semangka yang cukup besar dan sepertinya sudah siap untuk dimakan.

“Kau mau?” tanyanya sambil memotong buah itu dari tempatnya.

“mm..” jawabku mengangguk.

Nenek han memotong buah semangka itu dikebun dan kami langsung memakannya. “Waaa mashita~”

“Kalau dimakan langsung setelah dipanen memang sangat enak” ujar nenek han.

Sudah sedikit sore, matahari sebentar akan terbenam dan berganti dengan malam yang gelap. Tiga hari, sudah tiga hari aku tinggal disini bersama nenek han dan aku sama sekali tidak bisa melupakannya.

Setiap malam aku akan menangis, menangis karena sangat merindukannya, menangis karena tidak bisa melihat wajahnya dan menangis karena aku mencintainya.

Nenek han tidak pernah menanyakan apapun tentangku dan kehidupanku, dia hanya terus tersenyum dan menyemangatiku.

“Kau lelah?” tanyanya sesampainya dirumah.

“Ani, sangat menyenangkan..” jawabku sambil tersenyum.

“Hyo~ dengarkan nenek. Mungkin kau bisa berpura-pura didepanku dan bersikap baik-baik saja. Tapi nenek tahu apa yang kau rasakan.” nenek han mengelus kepalaku.

“Kembalilah pada nya..” ujarnya lagi.

Aku tida mengerti dengan ucapannya dan nenek han masuk kedalam setelah mengatakan hal itu.

Kleeek…

Aku menoleh mendengar suara pagar yang terbuka dan melihat KyuHyun sedang berdiri didepan rumah ini.  Dia… KyuHyun?

Aku menatapnya tidak percaya, penampilannya sangat… berantakan. Dari jarak seperti ini aku bisa melihat rambutnya yang acak-acakan dan  baju kemeja yang sepertinya tidak diganti dalam beberapa hari.

Satu hal yang bisa kusimpulkan dari penampilannya sekarang, hancur. Dia benar-benar hancur.

KyuHyun berjalan kearahku, langkahnya sangat berat terlihat seperti tidak bisa menapak bumi dengan baik. Aku takut, sangat takut rasanya ingin kabur dari tempat ini tapi kakiku tidak bisa kugerakkan dan akhirnya dia berdiri tepat dihadapanku.

Habislah aku, kali ini aku benar-benar akan mati. Dia akan membunuhku, setelah ancaman kemarin sepertinya tidak ada cara lain untuknya. Nafasnya terdengar sangat berat aku mendongak menatapnya dan langsung terpana saat melihat seulas senyuman dibibirnya.

Aku masih terpaku melihat senyumannya dan dalam sesaat tubuhku sudah ada dalam pelukannya.

“Kau baik-baik saja, syukurlah”

*****

Aku sedikit membetulkan dudukku, dan merasakan berat dibahuku. Kepala KyuHyun bersandar dibahuku dan tangannya menggenggam tanganku sangat erat.

Sekarang kami sedang menuju seoul, ya KyuHyun membawaku kembali. Tidak ada kata apapun setelah kejadian tadi, dia hanya terus memelukku dan tidak mau melepaskan genggaman tangannya ditanganku.

Nenek han terlihat sangat senang dan menyuruhku pulang, dia juga memberikan beberapa sayuran dan buah yang sempat kami petik tadi. Walaupun aku masih belum yakin dengan keputusanku ini, aku masih sangat takut.

Aku kembali melirik KyuHyun, dia tertidur terlihat sangat lelah dan ada lingkaran hitam disekitar matanya.

“Nyonya, bagaimana keadaan anda?” tanya sekretaris Lee, sambil masih berkonsentrasi membawa mobil.

“Aku baik-baik saja..” jawabku pelan.

“Syukurlah…” ujarnya lagi.

“Tuan muda sangat mencemaskan anda, maaf jika saya lancang. Tapi tolong jaga tuan muda kami dengan baik. Mungkin anda merasa dia orang yang sangat dingin dan jahat tapi sebenarnya dia pribadi yang sangat hangat. Jika anda melihat bagaimana hancurnya dia tiga hari yang lalu saya yakin anda tidak tega untuk melakukan ini padanya.”

Aku hanya diam tidak menjawab perkataannya, aku  kembali menoleh dan melihat wajah KyuHyun yang memang sangat lelah. Apa dia makan dengan baik? Apa dia tidak tidur? Apa yang sudah kulakukan padanya.

“Tuan muda nyaris memecat seluruh pelayan yang ada dirumah saat itu, karena tidak menemukan anda dimanapun. Dia sangat hancur, dia bahkan tidak bisa makan apapun 3 hari yang lalu. Dia terus mencari keberadaan anda, dengan kemungkinan setipis apapun. Dia akan pergi kemanapun ketempat dimana anda ada. Mungkin anda menganggap saya berlebihan, tapi saya mohon jangan tinggalkan tuan muda lagi. Saya mohon”

*****

Setelah berendam di air panas sepertinya aku merasa lebih baik, aku mengganti bajuku didalam kamar mandi. Walaupun ini kamarku, aku takut kalau sewaktu-waktu KyuHyun masuk dia itu masih suamiku meskipun kami tidak tidur sekamar.

Aku tersentak kaget saat melihat KyuHyun yang sudah berada dikamarku dan sedang berdiri dengan tangan bersidekap dada didepan pintu kamar mandi.

Tatapan matanya kembali seperti dulu, sangat menusuk membuatku menyesal dengan keputusanku untuk kembali kesini.

Aku masih diam ditempatku tidak beranjak satu sentipun, aku pikir dia sudah tidur dikamarnya atau mungkin dia tidak mengantuk lagi karena terlalu banyak tidur selama perjalanan tadi?

KyuHyun bergerak menghampiriku, menarik tanganku dan menghempaskan tubuhku keatas tempat tidur. Dengan cepat KyuHyun naik dan sekarang sudah berada diatasku, apalagi yang akan dia lakukan sekarang?

Tidak ada yang akan menolongku kali ini, aku akan dibunuh olehnya hari ini juga. KyuHyun mendekatkan wajahnya dan dalam hitungan detik bibirnya sudah berada dibibirku. Tidak menunggu sedetikpun KyuHyun langsung melumat bibirku, sangat kasar dan penuh tuntutan.

Aku melawan, terus berusaha mendorong tubuhnya walaupun itu tidak akan membantu sedikitpun. KyuHyun semakin menekan bibirnya dan aku semakin takut tubuhku bahkan bergetar sangking takutnya.

Aku terus memukul tubuhnya, mendorongnya semampuku tapi aku berhenti saat merasakan setetes air jatuh diwajahku, aku membuka mataku dan melihat air matanya. Dia… menangis? KyuHyun melepaskan ciumannya dan meletakkan wajahnya ditengkukku, dagunya menyentuh bahuku.

Dan saat itu aku bisa mendengarnya isakan tertahan yang keluar dari mulutnya. KyuHyun menyelusupkan tangannya kepunggungku dan langsung memutar tubuhnya sehingga sekarang aku berada diatas tubuhnya.

Tubuhnya masih bergetar bahkan lebih parah dari tadi, aku mengangkat kepalaku dan melihatnya menutup matanya dengan lengannya. Air matanya masih menetes melewati wajahnya membuat hatiku teriris.

“KyuHyun~a..” panggilku pelan.

Dia tidak menjawabku dan isakannya semakin keras terdengar, aku melepas lengan yang menutup matanya dan melihatnya.. Mata itu masih mengeluarkan air, air mata kesakitan.

“Mianhae..” ujarku pelan. Aku mengangkat tanganku menghapus air matanya, melihatmu menangis seperti ini sangat membuatku tersiksa. Berhentilah menyiksaku KyuHyun..

“Jangan pergi lagi..” ujarnya serak. “Kumohon jangan tinggalkan aku lagi, aku bisa gila..”

Kali ini dia menatapku dengan sangat lembut, aku menganggukkan kepalaku dan menghapus sisa air matanya.

KyuHyun kembali memelukku dan aku menyandarkan kepalaku didadanya mendengar detak jantungnya yang berdetak dengan sangat cepat sama denganku.

*****

Aku menggeliat pelan merasakan sentuhan lembut didahiku, dan saat aku mendongakkan kepalaku aku melihat KyuHyun sudah terbangun. Sudah pagi dan aku masih tertidur didalam pelukan KyuHyun, dari tadi malam dia bahkan tidak mengendurkan pelukannya sedikitpun.

“Selamat pagi..” ujarku serak.

“Pagi..” jawabnya terkesan sedikit acuh ditelingaku.

Aku berusaha bangun tapi KyuHyun tidak melepaskan tangannya dari tubuhku. “Aku harus kekamar mandi” ujarku.

Dia menatapku sejenak kemudian melepaskan pelukannya perlahan aku berjalan kearah kamar mandi, membasuh muka dan menggosok gigiku. Dan KyuHyun menungguku, dia berdiri sambil bersandar dipintu kamar mandi dan terus memperhatikan setiap gerakanku.

Dan saat aku selesai, KyuHyun kembali menggenggam tanganku. Dia, kali ini tidak akan melepaskanku.

“Aku akan menunggumu dibawah, kita akan kesuatu tempat”

Aku tidak mengatakan apa-apa hanya mengikuti ucapannya. KyuHyun terkadang sangat hangat tapi bisa menjadi dingin kapanpun dia mau.

*****

Tidak ada pembicaraan apapun diantara kami selama perjalanan, dia focus membawa mobil dan aku menatap pemandangan dari kaca mobil. Kali ini KyuHyun sendiri yang membawa mobil tanpa supir, padahal biasanya dia lebih suka duduk dibelakang tanpa harus repot mengendarai mobil.

KyuHyun menghentikan mobil didepan rumah yang tidak terlalu besar tapi terkesan elegan, rumah gaya klasik. Aku mengikutinya keluar dari mobil melihat halaman rumah yang cukup terawat.

Rumah ini kosong, tidak ada yang menghuni didalamnya apa ini rumahnya? Sepertinya iya, karena dia memegang kunci rumah ini.

Aku mengikuti KyuHyun, dia memasuki rumah ini dan sangat hafal dengan setiap letaknya. KyuHyun berhenti disebuah kamar, dia menoleh kearahku menatapku sedikit lama kemudian membuka pintu kamar itu.

Kleeek..

Sangat gelap, aku tidak melihat apapun sampai KyuHyun menghidupkan lampu dikamar ini dan aku tidak bisa menyembunyikan keterkejutanku. Mataku menatap pemandangan didepanku tidak percaya, hampir seluruh dinding kamar ini berisi fotoku.

Mulai dari kecil sampai sekarang tapi difoto itu aku terlihat tidak menatap kearah kamera terlihat kalau foto ini diambil diam-diam. Aku melangkah kakiku pelan masuk kedalam kamar ini, menatap takjub karena disemua foto ini aku bahkan terlihat seratus kali lebih cantik.

Atau jangan-jangan ini adalah foto mantan kekasihnya? Semirip inikah kami? Apa maksudnya membawaku kemari, ingin mencampakkanku?

“Maaf.. Aku berbohong padamu..” ujarnya pelan. “Ini aku, kau ingat? Kyunie..”

Aku menoleh masih kearahnya masih mencerna maksud dari perkataannya. Kyunie? Maksudnya apa?

“Dulu saat aku masih berumur 7 tahun dan berkunjung kerumah nenekku kau menolongku, kau ingat?”

Author Pov

Flash back

Seorang bocah laki-laki berlari-lari kecil, menikmati pemandangan disekitarnya anak kota yang baru saja melihat desa tentu saja sangat antusias. Dia terus berjalan menaiki gunung dan melihat desa dari atasnya.

“Wuaaah keren sekali…” ujarnya kagum

Bocah itu terlalu senang sampai lupa kalau dia sudah berjalan terlalu jauh kedalam dan akhirnya dia terpeleset dan nyaris terjatuh kalau saja tangannya tidak menangkap jalar pohon disampingnya.

“Toloooong!!!” teriaknya takut, tangannya masih berpegangan kuat pada batang pohon itu.

Samar-samar anak itu mendengar suara langkah kaki seseorang dan itu adalah anak kecil lebih muda 2 tahun darinya. Anak perempuan itu menangis sesunggukan dan terus berjalan hampir melewati bocah laki-laki didepannya.

“Tolong, hei kau. Tolong aku..” ujar bocah laki-laki itu.

Anak perempuan itu menoleh dan sangat terkejut melihat seseorang yang hampir jatuh.

“Gwenchana?”

“Ani!! Aku tidak baik-baik saja”

Anak perempuan itu mendengus sebal melihat tingakah sombong bocah laki-laki itu tapi tetap datang menolongnya. Anak itu mulai menarik pohon jalar itu walaupun padahal dia tidak sanggup.

“Kau bisa tidak?”

“Aku sedang mencoba” anak itu terus menarik sampai tangannya merah dan akhirnya mengeluarkan darah, dia terus mencoba sebisanya walaupun bisa saja dia jatuh.

Setelah berusaha beberapa menit akhirnya anak perempuan itu berhasil. “Kau baik-baik saja?”

Bocah laki-laki itu tidak menjawab dan malah sibuk memperhatikan tangan anak perempuan itu yang berdarah. “Tanganmu?” katanya khawatir.

Anak perempuan itu melihat tangannya dan ternyata sudah berdarah dan langsung menangis sangat keras. “Huwaaaa… eommaaaa… appaaaa…”

Bocah laki-laki itu manarik tangan gadis itu dan meniup-niupnya pelan.. “Gwenchana sebentar lagi akan sembuh.. “ ujarnya.

“Kau kenapa ada disini?” tanya bocah laki-laki itu..

“Aku tersesat” jawabnya dan kembali menangis

Bocah laki-laki itu tersenyum dan menundukkan tubuhnya membelakangi anak perempuan itu. “Naiklah, aku akan membawamu pulang”

Anak perempuan itu melingkarkan tangannya dileher bocah laki-laki itu dan kemudian mulai menggendongnya.

“Siapa namamu?”

“Hyo-Hwa, Park Hyo-Hwa.. Kau?”

“Aku? Ibuku memanggilku Kyunie..”

“Kyunie?”

“mm..”

“Seperti nama perempuan..”

“Yak! Dasar kau ini…”

“Kyunie oppa~ Gomawo..”

flashback end

KyuHyun’s Pov

“Seharusnya aku yang berterima kasih  karena kau sudah mengorbankan dirimu untukku. Tapi malah kau yang berterima kasih. Sejak hari itu aku mencintaimu.”

“Aku mengikuti perkembanganmu, pergi ketempat dimanapun asal disitu ada dirimu. Saat kau mulai dewasa aku mulai cemas, takut kalau ada laki-laki yang menyukaimu dan kau jatuh cinta padanya semua kecemasan itu membuatku gila.”

“Tidak ada, mantan tunangan itu tidak pernah ada. Semua itu hanya alasan yang kubuat untuk menikahimu. Aku hanya takut kau tidak mau menerimaku karena aku melamarmu dengan alasan yang tidak jelas. Aku takut kau menolakku … Jadi aku berbohong padamu..”

Hatiku lega, aku sudah mengatakan semuanya perasaanku padanya. Tapi, ekspresi wajahnya terlihat sedih aku tahu pada saatnya aku harus mengatakan semuanya.

Walaupun dia membenciku aku tidak akan melepaskannya, aku hanya ingin mengatakan hal yang sebenarnya padanya.

Hyo-Hwa menatapku emosi dan berjalann cepat kearahku, matanya berkaca-kaca. Dia membenciku, dari awal dia memang tidak pernah menyukaiku.

Plak!!

Sebuah tamparan mendarat dipipiku, tidak sakit. Tubuhku tidak sakit yang sakit adalah  hatiku, yang dia tampar adalah hatiku.

Aku menatapnya, dia menangis. Bukankah itu yang selalu kau lakukan KyuHyun? Membuatnya menangis dan terus tersiksa dengan memaksanya terus bersamamu.

“Kau jahat!!!” teriaknya tepat didepan wajahku. Hatiku menangis melihat air matanya, aku ingin memeluknya tapi itu akan semakin membuatnya membenciku.

“Kenapa kau melakukan ini padaku, hah? Kau fikir bagaimana rasanya menjadi orang sepertiku? Aku terus mencintaimu dalam ketakutan, takut kalau suatu waktu mantan tunanganmu itu akan datang dan kau akan membuangku. Takut kalau kau bosan padaku kemudian mengusirku dari kehidupanmu. Aku terus mencintaimu dalam ketakutanku sendiri, kau jahat kyu..”

Dia terisak, menangis sangat keras dan aku langsung memeluknya. “Maaf, aku membuatmu tersiksa”

“Kau jahat..” ujarnya memukul tubuhku. Tubuhnya bergetar hebat, dan suara tangisnya yang sangat keras membunuhku perlahan.

“Mianhada…” ucapku pelan

*****

Hyo-Hwa’s Pov

KyuHyun masih menggenggam tanganku sangat erat, kami duduk diayunan dihalaman depan rumah. Rumah yang membuatku mengetahui kejadian sebenarnya dalam hidupku. Bahwa suamiku mencintaiku, manis sekali.

Aku menoleh kearah KyuHyun, tersenyum. Setelah menangis keras tadi aku tidak bisa berhenti tersenyum. Seperti orang gila, KyuHyun membuatku gila.

Dia masih seperti itu, melihatku lembut tapi tidak tersenyum. Selama aku mengenalnya baru satu kali aku melihatnya tersenyum.

“KyuHyun?”

“Mm..”

“Bisakah kau tersenyum?”

KyuHyun berbalik menatapku, aku menatapnya penuh harap. “Tersenyum..” kataku lagi.

“Begini?” tanyanya sambil tersenyum menampakkan giginya.

“Mwoya? Kau bukan icon iklan sikat gigi kan? Tersenyumlah yang manis..”

KyuHyun berpikir sesaat kemudian kembali tersenyum.. Dan senyumannya sangat aneh? Lebih parah dari yang tadi dia lakukan.

“Kau memang tidak pandai tersenyum” ujarku akhirnya. Menyerah melihatnya yang terus tersenyum aneh.

“Tapi, terima kasih. Terima kasih karena kau mencintaiku selama ini. Walaupun tidak tersenyum kau tetap tampan meski tidak manis. Dan yang paling penting aku mencintaimu.”

Aku menoleh kearah KyuHyun kemudian mengecup pipinya singkat. “Gomawo~..”

Dan saat itulah aku melihatnya, senyuman yang sangat manis. Senyuman paling tulus yang pernah kulihat.

Aku kembali memeluknya dan dibalas oleh KyuHyun menyadarkan kepalaku didadanya, mendengar detak jantungnya.

Aku mencintaimu, walaupun kau tidak. Aku akan bersamamu selama itu membuatmu senang. Aku akan terus bersamamu, mencintaimu seperti ini.

End..

97 thoughts on “[FF Of The Week] Going Crazy

  1. Jjiaaahhh, romantis banget sumpah ^^
    Sampe ta bela2in melengos dari praktikum demi baca nih ff. Lebih enak baca ff ketimbang liat kontur yg meliuk-liuk gaje.
    Nice ff, authornya keren dahhh.. Boleh minta wp’a ga?

  2. Annyeong..
    Wahhh ff nya bagus..
    Disini kyu walau dingin tp romantis bgt..
    Kaya kebiasaannya yg sepulang krja ngusap kepala dan dicium..
    Wooaaahhh cemburunya memang mengerikan sih tp jd terkesan kyu bnr2 suka bgt ma hyo..
    Apalagi pas ciuman bibir mereka yg pertama disini kyu nyiumnya bnr2 pake perasaan tulus jd soooo sweeeeetttt
    haaaaa apalagi ngebayangin kyu nungguin hyo ke kmar mandiii.. hihihu lucuuu

  3. Kampretooo…ff ini aku sukaaaaa….
    Cho kyuhyun pngen ku tabok aja deh,lgsung nikahin anak org dgn alasan yg bgtu parahnya…
    Dtunngu ya ff slnjutnya!

  4. ff nya bagusssss,romantis sekali..
    Jalan cerita dan bahasanya sgt enak utk dibaca,saia yg lbh srg jd silent reader disini aja ngerasa sayang ga komen di ff sebagus ini.
    Author ada bakat ngelahirin ff2 bagus. Adakah blog pribadi?

    ps: awalnya sebel banget sama si epil,kkkkk..

  5. Ini bener-bener obsesi. Ceritanya bagus. Nyesek waktu di awal cerita. Tapi senyum kyu itu sama sekali ga ada bagusnya, kalau dia menyeringai itu baru keren, bukan tampan atau manis loh. #plak dikroyok sparkyu
    kekekekekekekeke

  6. keren keren keren!! si kyu.. MasyaAllah.. dia bener bener mengagumkan. caranya dia nahan hyo hwa biar tetep di sisinya tu aku suka banget. keadaan kyuhyun waktu hyohwa pergi juga mbuktiin kalo dia cinta banget.
    kereeeeen!!

  7. mantabb ff nya bagus, happy ending.. Rupanya Kyu oppa sdh mencintai Hyo hwa sejak dulu wkt mash kecil.. Everlasting love banget

  8. Aa~ bagus bangett eon >< Terharu bacanyaa
    Sedih juga pas kyu nangis..
    Penulisannya bagus, rapi banget n gampang ngerti nyaaa :D
    Daebak deh! Keep writing thor ^^9

  9. waaahhhh ada ff ini…
    sebelumnya aq udah pernah baca sih tp sumpah deh g pernah bosen sama ceritanya…
    karakter si kyuhyun tuh, duh dalem banget sih cintanya ke hyo hwa….
    aq kan juga pengen di gitu in #plak.

    author sequel dong……
    trus klo boleh minta ya, sequelnya nnti di jadi.in series az….hahahahahaha
    itu pun klo boleh yaa…….

  10. Ini salah satu ff daebaaakk yang aq bca… Akhirnya di publish jga di sjff.. Aq udh pernah bca di blog Una dan ff nya ga pernah mengecewakan.. Bagus2 smua dr sgala tata bahasa, sudut pandang dan konfliknya.. Feelnya dapet bgt.. Keep writing yah.. :))

  11. Demi. Ini. Sweet. !!!
    Eh tapi aku masih bingung Kyu nya waktu itu ngomong apa ke orangtuanya hyohwa ya? jujur ngomong dia udah suka dari kecil gitu?._.

  12. argh author ff nya keren sekali >< ini keren lah pokoknya ._. butuh sekuel nih thor, atau mungkin cerita bagus yg lain? hehe temanya mainstream tp alur ceritanya keren ㅠㅠ donghae jadi figuran ㅋㅋㅋ

  13. sweeeet banget! karakter kyu yang dingin tapi hangat di dalam ini paling cocok sama dia hahaha. feelnya dapat meskipun penggunaan tanda baca koma jarang digunakan untuk memisahkan induk dan anak kalimat. jadi aku kadang bingung. tapi secara keseluruhan bagus :^)

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s