He Is Vampire [8/12]

Title: He Is Vampire [chap.VIII]

Main cast:

  • Lee Donghae
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Hyukjae
  • Kim Heechul
  • Park Jung Soo as Appa
  • All Member of Super Junior
  • Shim Changmin TVXQ

Genre: Romance, Fantasy

Author: Park Seun Min

Elfsuperjuniorsf.wordpress.com

***

            Hallo!! Bayed Here!!!!!! Wkwkwkwk, sebelumnya aku mau bilang~

            Bulan puasa udah tiba, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin ya buat yang menjalankan. Maaf juga kalau selama aku bikin ff banyak typo yang bertebaran bagaikan kancut Eunhyuk (?) eh maksudnya bagaikan pasir-pasir di pantai *eeaa.

            Siip lah, silahkan dibaca aja semuanya. Khamsahamnida ^^

***

Author POV

            Gadis itu memandangi langit malam yang gelap dengan tatapan kosong. Hanya itu yang bisa ia lakukan di tempat ini. Walaupun keluarga Donghae selalu berusaha membuat dirinya nyaman dirumah mereka, tapi tetap saja dia merasa janggal tinggal dirumah yang dihuni 5 orang vampire. Belum ditambah Eun Min, Min-young, In Yoon yang sering berkunjung kesini dan Donghae.

Lama kelamaan rasa kantuk mulai menyerang dirinya. Dengan kaki dan tangan yang masih di perban, ia berjalan menuju kasur yang ia pakai hampir selama seminggu disini. Ditutupnya matanya dan mulai tertidur. Dengan kondisi yang sedang tidak stabil itu, membuatnya lebih mudah tidur dari hari-hari sebelumnya saat Donghae tidak ada untuk menemaninya.

Setidaknya ini lebih baik. Tak lama, gadis itu mendengkur halus, menandakan bahwa gadis itu sudah tidur dengan nyenyak di kasurnya.

***

“Aku baru dengar bagaimana seorang manusia tertidur sambil mendengkur, hahahaha. Lucu sekali terdengarnya”, kata namja tinggi dengan rambut blonde coklatnya sambil tertawa ringan. Membuat seorang wanita yang lebih tua darinya ikut tersenyum.

“Tentu saja Heechul~a, seumur-umur, kita baru sekali ini seorang manusia tinggal bersama kita, apalagi keadaannya sekarang masih kurang stabil. Ha Rin benar-benar keterlaluan membuat Seun Min sampai seperti itu”, balas wanita itu.

“Tapi Soo Kyung~a, yang membuatku bingung adalah, Seun Min masih sanggup bertahan dari serangan yang dilancarkan Ha Rin berkali-kali hari itu. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Ha Rin menghempaskan tubuh Seun Min ke pohon. Seharusnya bagi seorang manusia biasa saja sepertinya, beberapa bagian tulangnya sudah patah dan tidak bisa diperbaiki lagi, dan akibat fatalnya adalah kematian. Tapi ini? Dia masih bertahan dengan baik sampai sekarang. Bahkan tulang-tulangnya hanya mengalami retak ringan yang masih bisa diobati walaupun harus memakan waktu yang tidak sebentar. Ini terdengar aneh di telingaku, kau tahu?”, Eunhyuk menampakkan muka frustasinya selesai mengatakan hal itu.

“Itu adalah efek yang ditimbulkan akibat gigitan Donghae padanya. Air liur vampire yang masuk kedalam  sel-sel tubuh manusia bisa membuat tubuh manusia itu puluhan lebih kuat daripada sebelumnya. Seperti Seun Min saat ini. Memang benar yang dikatan Eunhyuk tadi, seharusnya tubuh Seun Min sudah remuk atau yang lebih parahnya lagi gadis itu sudah meninggal. Namun yang terjadi, ia malah hanya mengalami retak tulang ringan dan masih bertahan dengan baik sampai saat ini”, jelas Leeteuk.

Yang lain hanya mengangguk-angguk mengerti. Sementara Eunhyuk masih memasang tampang frustasinya. Bahkan ia mengacak-acak rambut hitam kecoklatan itu dengan gemas. “Kenapa aku baru tahu sekarang? Astaga! Aku benar-benar vampire yang bodoh!”, rutuknya sendiri.

“Akhirnya kau sadar juga hyung!”, ucap seorang namja lagi sambil menampilkan smirknya.

“Yak! Diam kau Cho Kyuhyun! Dasar adik kurang ajar! Kau tidak tahu hah aku sedang frustasi karna menyadari kalau aku tidak tahu beberapa hal tentang vampire!! Astaga, Leeteuk! Bagaimana ini bisa terjadi padaku??!!!”, Eunhyuk semakin frustasi manakala ia mengingat kembali hal yang baru diucapkannya.

Leeteuk hanya tertawa ringan melihat kelakuan putranya yang satu ini. Eunhyuk terkadang bisa menjadi seorang yang heboh. Seperti ibunya, Soo Kyung. Semua hal akan dia umbar didepan umum. Bahkan hal yang bersifat privasi sekalipun. Heechul hanya tertawa sementara Kyuhyun dan Soo Kyung hanya tersenyum tipis.

“Tenanglah. Kau hanya terlalu malas untuk belajar. Diantara kami kan hanya kau yang paling malas belajar dan hanya bekerja dengan baik kalau kau sudah bertemu dengan film-film yadong yang kau koleksi itu, hahahahahahaha”, tawa Heechul meledak begitu saja setelah mengucapkan hal itu.

Eunhyuk hanya bisa menggeram meredakan amarahnya. Heechul memang paling suka memancing emosi Eunhyuk karna Eunhyuk adalah anggota keluarga yang emosinya paling gampang terpancing.

“Kim Heechul! Mau kubunuh kau?”, ucap Eunhyuk.

“Yak!!!!! Panggil aku hyung!!!!!!”,

***

“Yeoboseo?”, Leeteuk mengangkat telfonnya karna seseorang yang menelfonnya.

“Yeoboseo, Leeteuk hyung, ini aku Yesung. Aku ingin memberimu kabar baik dan kabar buruk. Kau mau dengar yang mana dulu?”, jawab orang disebrang sana, Yesung.

“Tentu saja kabar baiknya dulu.  Ada apa?”,

“Kabar baiknya adalah, Donghae berhasil lulus ujian ini dengan nilai yang sangat sempurna. Bahkan paling sempurna daripada yang lainnya”,

“Bagus kalau begitu. Lalu, kabar buruknya apa Yesung~a? sepertinya kau juga sangat sibuk sampai kau harus menelfonku”,

“Tapi kumohon kau jangan melempar ponselmu sehabis ini, oke? Kabar buruknya adalah, Donghae pingsan saat ia baru saja dinobatkan menjadi peserta vampire yang lulus ujian dengan nilai yang sangat sempurna”,

Wajah Leeteuk menegang. Pingsan??!! Anaknya pingsan? Astaga, apa itu harus separah ini?

“Sampai sekarang ia belum sadar. Kami memutuskan untuk mengantarnya melalui pesawat. Mungkin mereka sebentar lagi sampai. Kau jemput saja dibandara. Maaf juga karna aku tidak sempat untuk mengirim vampire lain untuk memberitahumu. Kami sangat sibuk disini”, lanjut Yesung lagi.

“Ah, tidak apa-apa. Baiklah, aku akan kebandara sekarang”, jawab Leeteuk. Lalu pria berlesung pipi itu mematikan sambugan telfonnya dan mengambil kunci mobilnya.

“Kau mau kemana?”, Tanya Soo Kyung yang sudah berdiri begitu saja didepannya.

“Aku mau kebandara. Kau mau ikut atau tidak? Soal kenapa aku kebandara untuk apa, nanti saja aku jelaskan. Oke?”, jawab Leeteuk.

“Baiklah kalau begitu. Aku ikut denganmu”,

Park Seun Min POV

Kubuka mataku perlahan. Merasakan sengatan matahari siang yang menembus kaca jendela kamarku ini kekulitku. Kurenggangkan kedua tangan dan kakiku yang masih diperban ini dengan hati-hati.

Tok tok tok

Tak lama setelah ketukan pintu  itu, terlihat Soo Kyung dengan balutan gaun putih gading seperti biasa masuk kedalam kamarku. Wajahnya tetap cantik seperti biasanya juga, ditambah dengan senyumannya itu. Terkadang aku iri dengan kecantikan alaminya itu.

“Kau sudah bangun? Mau sarapan apa pagi ini?”, dia duduk disampingku.

“Soo Kyung eomma, kau membuatku merasa jadi tidak enak. Aku jadi merepotkanmu saja”, ucapku pelan, merasa tidak enak. Soo Kyung tersenyum lagi padaku.

“Ssstt, kau tidak usah merasa tidak enak atau merasa merepotkanku. Karna nyatanya kau sama sekali tidak merepotkanku. Bahkan karna kau, aku jadi bisa menggunakan dapurku yang tak pernah kusentuh itu untuk membuatkanmu sarapan dan sebagainya. Kami benar-benar tidak merasa direpotkan olehmu kok”, ucap Soo Kyung.

“Tapi-“,

“Tidak ada tapi-tapian. Kau tinggal bilang saja kau mau masak apa dan aku akan membuatkannya untukmu. Habis itu kau bisa minum obat dan kembali istirahat. Aku tidak mau Donghae marah besar karna mendengarmu sakit seperti ini karna kelalaian kami”, hatiku tiba-tiba bergemuruh mendengar namanya disebutkan.

Aahh, tak terasa sudah satu bulan kami tidak bertemu. Rasa rindu di dadaku sudah membuncah-buncah selama ini. Tapi, kenapa tidak ada satupun orang yang disini yang memberitahuku kapan Donghae pulang? Bukankah seharusnya hari ini?

“Soo Kyung eomma, kapan Donghae pulang?”, tanyaku. Kulihat senyuman indah Soo Kyung menghilang. Tatapannya jadi berubah khawatir saat aku bertanya tentang hal itu.

“Sebenarnya.. Donghae sudah pulang sejak semalam. Tapi kami memang berencana tidak memberitahumu. Kondisinya sedang sangat buruk saat ini. Akan berbahaya untukmu kalau kau bertemu dengannya sekarang. Tapi melihatmu bertanya dengan wajah rindu seperti itu, aku jadi tidak tega”, jawabnya pelan.

“Mwo?! Donghae sudah pulang? Astaga! Soo Kyung eomma, bisa kau antarkan aku kekamarnya, jebbal!”, pintaku langsung. Mataku langsung melotot mendengar ucapannya barusan. Jadi Donghae sudah pulang sejak semalam?

Tapi.. Soo Kyung bilang Donghae sedang berada dalam kondisi yang buruk. Dan akan berbahaya jika aku bertemu dengannya sekarang. Memangnya kenapa?

“Andwae! Kau jangan kesana dulu! Leeteuk sedang berusaha untuk memulihkan tubuh Donghae. Jadi kau jangan bertemu dengannya dulu!”, cegahnya. Aku menggeleng keras kepala.

“Jebbal, aku benar-benar ingin bertemu dengannya Soo Kyung eomma~ aku benar-benar merindukannya. Kumohon antar aku untuk bertemu dengannya”, kurasakan mataku tertutup oleh air mataku yang sudah menggenang di pelupuk mataku.

Aku benar-benar merindukannya saat ini. Bahkan kakiku sudah memerintahkanku untuk berjalan menuju kamarnya. Tapi apadaya kakiku masih belum sembuh total.

Soo Kyung terdiam. Tapi tak lama kemudian kepalanya mengangguk. Aku tersenyum senang dan menghapus air mataku yang sudah jatuh.

“Gomawo”, ucapku menggenggam tangannya yang dingin itu.

Dia tersenyum dan mengangguk lagi. “Tapi dengan syarat sehabis ini kau harus makan yang banyak lalu istirahat”, aku mengangguk antusias.

***

Aku benar-benar tercenggang melihat keadaannya yang sangat mengenaskan itu. Air mataku turun begitu saja saat melihatnya dengan keadaan yang.. astaga, mulutku bahkan tak sanggup untuk mengucapkannya.

“Seun Min?! apa yang kau lakukan disini? Soo Kyung?! Kenapa kau membawanya? Bukankah sudah kubilang jangan memberitahunya dulu tentang hal ini padanya?! Dia akan beradalam bahaya jika Donghae terbangun nanti!”, aku sedikit terserentak mendengar Leeteuk berteriak pada kami.

“Leeteuk! Jangan membentaknya! Dia belum sembuh benar!”, balas Soo Kyung. “Aku memberitahunya karna anak ini benar-benar merindukan Donghae. Bahkan sejak kemarin ia terus menanyakan Donghae kapan akan kembali. Aku juga sudah mengatakan kalau akan berbahaya jika dia menemui Donghae dalam kondisi seperti ini. Tapi ia memohon padaku, tega kah aku tidak mengizinkan mereka bertemu? Paling tidak ia bisa melihatnya sebentar saja”, lanjut Soo Kyung.

Air mataku terus merembes. Selama Soo Kyung sedang berdebat dengan Leeteuk, aku terus memperhatikan Donghae yang menggepar-gepar seperti ikan kehabisan air diatas kasur dengan kedua tangan dan kakinya diikat kuat menggenakan borgol (?) perak. Matanya terpejam, namun mulutnya terbuka dan meraung-raung.

Kulihat Kyuhyun dan Heechul sedang berusaha menenangkan Donghae. Hatiku benar-benar sakit melihatnya seperti ini. Jadi… inikah yang

“Aaaarrrrggghhhhh!!!! PARK SEUN MIN!!!!!”, aku kaget mendengarnya memanggil namaku dengan keras. Semuanya kini menatapku. Aku hanya bisa menunduk.

Benar yang diperdebatkan Leeteuk dan Soo Kyung tadi. Seharusnya aku tidak kesini. Seharusnya aku mendengarkan omongan mereka. Donghae masih berteriak-teriak memanggil namaku. Dan aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa.

“Kalau sudah begini, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Seun Min, yang bisa menolongnya sekarang hanya kau. Dia sudah mencium baumu, dan kami tidak bisa lagi melakukan apapun untuk menahannya”, ucap Leeteuk.

“Apa.. maksudmu?”, tanyaku sesegukan.

“Kau harus memberinya darah”, ucap Kyuhyun tiba-tiba. Aku hanya terdiam.

“Nanti aku akan jelaskan lebih rincinya. Kau akan kami tinggalkan disini bersamanya. Setelah itu tinggal kau yang memutuskannya. Aku minta kau bertahan saja”, lanjut Leeteuk lagi.

Lalu sedetik kemudian semuanya berjalan keluar. Soo Kyung mengelus pelan rambut panjangku. Aku hanya tersenyum lemah sambil menghapus air mataku. Setelah memastikan semuanya keluar, aku berbalik dan terkejut saat melihatnya sudah didepan mataku.

Kutatap mata merah gelapnya itu. Mata yang sama saat pertamakali ia meminum darahku. Kurasakan sesuatu menyentuh lembut rambutku, tangannya.

“Akhirnya.. aku bertemu juga denganmu”, ucapnya pelan. Nyaris berbisik. Tanpa babibu lagi, aku langsung memeluk dirinya yang sekeras marmer itu. Tidak lagi mempedulikan rasa sakit di keningku karna membentur dada bidangnya itu. Donghae juga membalas pelukanku dengan hangat.

Aku menangis dipelukannya cukup lama. Menumpahkan berbagai rasa yang selama ini kupendam lewat tangisan. Tangannya mengusap-usap punggungku pelan. Diletakkannya dagunya diatas puncak kepalaku dan sesekali dikecupnya keningku pelan.

“Bogoshippeo”, katanya.

“Nado”, balasku.

Aku merasakan tubuhku dibopong olehnya dengan sangat mudah. Seolah-olah aku ini hanya seringan bantal gulingnya. Dia duduk dibawahku, dan aku diletakkannya dipangkuannya. Tangannya meraih pinggangku supaya aku lebih dekat lagi dengannya.

Tangan kananku yang diperban di belainya halus. Begitu pula dengan kaki kiriku yang juga diperban. Tatapan matanya menjadi sangat sedih, terlihat dalam sekali. Kusentuh wajahnya yang sempurna itu perlahan. Berusaha memahami apa dari tatapan matanya itu.

“Dia.. apa dia yang membuatmu menjadi seperti ini?”, tanyaya parau. Aku tidak tahu kalau dia bisa berbicara seterluka itu padaku.

“Nuguya?”, tanyaku balik. Aku tahu yang dia maksud adalah Song Ha Rin. Hanya ingin berlama-lama saja dengannya. Jadi aku melakukan ini.

“Song Ha Rin. Kau pasti tahu siapa maksudku. Apa benar.. dia yang membuatmu sampai seperti ini? Jawab aku Park Seun Min”, dengan pelan, aku mengangguk. Bersamaan dengan itu, aku mendengar suara geraman yang tertahan dari mulutnya.

“Aku hanya pergi sebulan, kau sudah terluka seperti ini. Mianhae, jeongmal mianhae. Aku belum bisa menjagamu dengan baik. Mianhae”, ia mengusap-usap bagian tubuhku yang terluka. Aku tahu ia sedang berusaha untuk menyembuhkan lukaku. Tapi aku segera menepis tangannya.

“Kau sakit, kau belum makan. Jadi kau belum boleh mengobatiku. Aku tau kau sedang menahannya saat ini. Bukankah aku sudah bilang padamu, jangan pernah menahan rasa laparmu hanya karna kau tidak enak padaku. Jangan membuatku merasa tersiksa karna hal ini Donghae oppa”, setetes air mata kembali keluar dari mataku.

Bagaimana tidak, tampangnya saja benar-benar seperti mayat hidup. Lebih pucat dari biasanya. Bibirnya bahkan tak berwarna. Dia menghapus pelan air mataku yang jatuh.

“Bolehkah…?”, tanyanya. Aku mengangguk mengerti maksudnya. Seulas senyum terukir terukir diwajah tampannya.

Kurasakan tangannya menyingkirkan rambutku dan memindahkannya kesebelah kanan leherku. Dirabanya leher jenjangku seperti mencari urat nadiku. Tak bisa kusembunyikan, sebenarnya hatiku tak karuan diperlakukan seperti ini. Jantungku bekerja dua kali lebih cepat dari biasanya. Mungkin salah satu faktornya adalah karna aku sudah lama tidak bertemu dengannya.

Perlahan, ia mulai mendekatkan wajahnya pada leherku. Aku memejamkan mataku, bersiap untuk merasakan berbagai rasa yang nantinya akan berkecamuk dalam diriku. Kedua tanganku mencengkram bahunya kuat. Sama seperti waktu itu. Tangan kirinya diletakkannya di pinggang rampingku. Sementara tangan kanannya memegang tengkukku dalam.

Ssshhh..

Taringnya menembus kulitku dan membuat sebuah luka kecil pada leherku sehingga luka itu mengeluarkan darah dengan cukup deras. Ia mulai menghisap darahku rakus. Aku tidak bisa melakukan apapun kecuali menahan desahan sakitku karna gigitannya yang cukup dalam dan hisapannya yang kuat.

“Sssshh”, desahku tertahan. Tangan Donghae oppa merembet turun kearah kaki kiriku yang terluka. Mengusap-usapnya pelan sehingga aku tidak lagi merasakan nyeri pada bagian tubuhku yang itu. Tangan kanannya juga turun dan mengusap pelan tangan kananku yang juga terluka.

Lama-kelamaan aku tak merasakan apapun lagi pada diriku. Rasa sakit pada leherku yang digigitnya menghilang. Digantikan dengan rasa terlena yang belum pernah aku rasakan. Cengkramanku pada bahunya semakin melemah. Entah sudah berapa banyak darahku yang dihisapnya. Aku sudah tak peduli lagi.

Yang penting ia sudah tak lapar dan lukaku sudah disembuhkannya dengan sangat mudah. Tapi diatas itu semua, aku sudah kembali lagi seperti sedia kala karna.. dia sudah kembali.

Lee Donghae POV

Gadis yang berada dalam pelukanku menggeliat pelan. Setelah meminum darahnya tadi, tubuhku jauh lebih dari baik-baik saja. Seperti mainan yang diberikan batrai baru.

Kupandangi Seun Min yang perlahan membuka matanya. Dia juga sudah terlihat ‘hidup’ setelah kugunakan kekuatanku. Hatiku miris sekali melihat keadaannya tadi. Aku tidak suka melihatnya dalam keadaan tidak baik-baik saja.

“Halo sayang, kau sudah merasa lebih baik?”, tanyaku pelan. Senyum mengembang di wajahya yang cantik itu. Membuatnya tampak seperti malaikat, hehehehe. Gadisku memang yang paling cantik didunia.

Dia tidak menjawab. Tetapi hanya mengangguk dan kembali menenggelamkan kepalanya pada dadaku. Meringsuk-ringsuk seperti anak kucing yang sedang mencari kehangatan. Aku tertawa pelan dan mengusap pelan rambutnya. Lalu lebih mengeratkan pelukanku padanya.

“Kau belum sarapan kata Soo Kyung tadi. Ayo kita turun kebawah, Soo Kyung pasti sudah memasakan sesuatu untukmu”, ucapku lagi. Dia mengangguk dan berusaha bangkit. Tubuhnya sedikit sempoyongan, dan dengan cepat aku menangkapnya sebelum ia kembali jatuh.

“Gendong aku~”, pintanya manja. Lagi-lagi aku tertawa kecil. Sejak tadi ia bertingkah seperti anak kecil yang baru bertemu ayahnya. Aku mengangguk dan beracang-ancang untuk menggendongnya. Dia naik keatas punggungku dan kami keluar dari kamar kami sambil sesekali tertawa.

Rasanya lega sekali setelah bertemu dengannya kembali. Seperti menemukan sebuah kehidupan baru. Aku benar-benar mencintainya, dan aku akan melakukan apapun untuk membuatnya tetap bertahan disisiku. Sekalipun aku harus mengorbankan hidup abadiku untuknya.

“Ehem! Ada pasangan yang sedang bermesraan rupanya”, aku menoleh dan mendapati Eunhyuk sedang duduk disamping Eun Min sambil meminum susu strawberry kesukaannya.

“Hei! Kau belum membayar PJ pada kami! Bayar sekarang juga!”, Heechul hyung ikut-ikutan memanas-manasiku. Seun Min hanya terkekeh di leherku dan aku memberikan tatapan mautku pada mereka berdua.

“Kau sudah lebih baik? Ah, kau belum sarapan kan? Ini sudah jam setengah dua belas siang, aku dan Soo Kyung eomma baru saja selesai memasak tadi. Ayo, kau makan dulu”, ucap Min-young yang baru saja datang dari arah dapur. Celemek berwarna ungun tua menghiasi penampilan sederhana namun menawannya. Perlu diketahui kalau Min-young ini adalah orang yang pandai memadukan pakaian. Oh ya, sepertinya semuanya sedang berkumpul dirumah. Ramai sekali. Bahkan di tengah ruangan Kyuhyun sedang bermain puzzle bersama In Yoon.

“Ne, aku juga sudah lapar. Eonni, aku duduk disampingmu ya?”, kulihat Eunmin berdiri dan menghampiri Min-young yang sedang melepas celemeknya dan merapihkan penampilannya kembali.

“Andwae! Park Eunmin, kau duduk disampingku! Min-young biar duduk disamping Heechul hyung”, cegah Eunhyuk hyung segera yang tahu-tahu sudah berdiri disamping Eunmin.

Aku tidak memperdulikan perdebatan mereka dan mendudukan Seun Min di sofa. Rambut panjangnya tergerai begitu saja. Membuat tanganku gatal untuk mengikat rambutnya. Aku tidak mau orang-orang melihatnya. Menurutku, ia sangat cantik jika menggerai rambutnya. Dan hanya aku yang boleh melihatnya dalam keadaan seperti itu. Euhm, mungkin orangtuanya juga boleh.

Dengan cepat aku kembali kekamarku dan mengambil kuncir rambut miliknya yang tadi tertinggal di kamarku. Lalu kembali hanya dengan hitungan detik. Dia hanya memandangku heran.

“Kau habis darimana oppa?”, tanyanya. Aku hanya tersenyum dan tanpa menjawab pertanyaannya aku mulai mengumpulkan rambutnya dan mengikatnya dengan kuncir rambutnya yang kuambil tadi.

“Aku habis mengambil kunciranmu. Oh ya, mulai sekarang, aku minta padamu agar tidak menggerai rambutmu didepan orang lain, oke? Kau hanya boleh menggerai rambutmu didepanku saja. Arraseo?”, dia kembali menatapku heran. Namun beberapa detik kemudian ia mengangguk, walau masih dengan ragu-ragu.

“Bagus. Ayo sekarang kau harus makan dulu. Lalu nanti aku akan mengajakmu jalan-jalan”,

***

Kuparkirkan mobil putihku dipinggir sungai Han yang sedang sepi sore ini. Setelah berkeliling Seoul tanpa tujuan yang jelas, akhirnya kami memustuskan untuk berhenti disini. Lagipula, Seun Min belum makan siang. Bagaimanapun juga, ia adalah manusia. Walalupun ia bisa menahan laparnya sampai malampun, ia pasti akan lemas karna tidak makan. Dan aku takkan pernah membiarkan itu terjadi.

Kami berjalan menuju kedai ramyeon tak jauh dari tempatku parkir. Aku memesan satu mangkuk ramyeon untuknya. Dan kau tahu? Ia makan dengan lahap! Lucu sekali melihatnya makan dengan buru-buru seperti itu.

“Hei hei hei, kau harus makan pelan-pelan sayang. Nanti kau tersedak jika makan terburu-buru seperti itu”, aku menghapus sisa makanan yang tertempel di sudut bibirnya menggunakan ujung jempolku.

Ia hanya menatapku sebentar lalu kembali melanjutkan makannya. Aku terkekeh pelan melihat wajahnya yang memerah. Aigo~ ekspresi apapun yang dikeluarkan olehya selalu bisa membuatku tersenyum.

Author POV

Eunmin dan Eunhyuk saat ini sedang berada di toko buku. Setelah memaksa namja itu berjam-jam dengan segala jurus sampai mengeluarkan aegyo, akhirnya namja itu mau juga mengantar gadisnya itu berbelanja di toko buku favoritnya. Begitu memasuki toko buku, Eunmin seakan lupa pada Eunhyuk dan langsung menghambur ke tempat favoritnya. Tempat di letakkannya beratus-ratus novel.

Dia memang suka membaca novel. Dalam seminggu, ia mampu menghabiskan 5 bacaan novelnya. Dan biasanya, ia bisa membeli tiga novel dalam seminggu. Maklum, ia memang termasuk orang yang ‘sangat’ mampu.

Gadis itu sudah larut dalam misinya untuk mencari beberapa novel yang akan ia beli nanti. Sementara Eunhyuk hanya bisa menghela nafas berat melihat prilaku gadisnya itu. Sambil ikut mencari buku untuk sekedar iseng, Eunhyuk tetap memperhatikan Eunmin dari tempatnya berada. Eunmin paling tidak suka jika kegiatannya diganggu orang lain, maka dari itu Eunhyuk mengambil sedikit jarak untuk membuat Eunmin lebih leluasa memilih buku.

Tiba-tiba matanya melotot kaget saat melihat sesosok pria masuk kedalam toko buku ini dengan gaya angkuhnya. Dengan cepat –tanpa mempedulikan bahwa ia menggunakan kekuatan vampirenya- Eunhyuk langsung menghampiri Eunmin yang masih asik memilih buku.

“Eunmin~a, bisa lebih cepat kau memilih buku?”, Tanya Eunhyuk sedikit mendesak. Eunmin memandangnya heran. Kemudian mengangguk dan menunjukkan dua novel yang sedikit tebal pada Eunhyuk.

“Ne, ini aku juga sudah memilihnya. Hanya melihat-lihat sedikit saja”, jawabnya.

“Kajja! Kita ke kasir sekarang. Biar aku yang membayarkan novel-novelmu”, ucap Eunhyuk lagi dan langsung menarik Eunmin dengan hati-hati menuju kasir. Namun sepertinya orang yang dilihat Eunhyuk itu melihat dirinya. Membuat kedua orang itu berhenti karna merasa dipanggil.

“Eunhyuk! Eunmin!”, teriak orang itu. Tidak mempedulikan beberapa orang yang menoleh karna suara keras orang itu didalam toko buku.

Tubuh Eunhyuk menegang dan dengan sedikit enggan, ia membalikkan badannya dan menatap orang yang memanggilnya itu. Tapi sebelumnya, Eunhyuk sedikit menyembunyikan tubuh Eunmin dibelakang tubuhnya. Membuat Eunmin terbingung-bingung karna sifat namjanya ini.

Mata gadis itu ikut melihat apa yang dilihat namjanya. Dan tubuhnya ikut menegang manakala ia mengetahui siapa orang yang memanggil mereka tadi. Shim Changmin. Lelaki vampire –yang identitas aslinya tidak diketahui oleh Eunmin karna orang itu tidak memberitahunya- yang sudah bertahun-tahun mengejar dirinya.

Awalnya gadis itu hanya bersikap biasa saja. Namun lama kelamaan gadis itu mulai merasa jengah karna namja itu selalu mengikutinya dan membuatnya sebal. Berbeda dengan Eunhyuk. Eunhyuk dulu juga sering mengikutinya, namun ia bukan merasa sebal seperti perasaannya pada Changmin. Jantung Eunmin selalu bekerja dua kali lipat tiap kali Ia berada di dekat Eunhyuk.

Perasaan sebal itu berkembang menjadi rasa benci karna biar Eunmin sudah mengatakan bahwa dirinya sangat membenci Changmin karna ia selalu mengikutinya dan membuatnya jengah, namja itu tetap mengikutinya dan bahkan selalu menyatakan perasaannya berulang kali seperti kaset rusak.

“Sudah lama tidak bertemu kawan! Bagaimana kabarmu dan gadismu?”, Tanya orang itu dan memberikan sedikit penekanan dalam kata ‘gadismu’. Membuat tubuh Eunhyuk semakin membeku karna marah.

“Baik-baik saja. Ehm, sepertinya aku harus pergi sekarang. Kami masih ada urusan lain”, Eunhyuk langsung membalikan kembali badannya dan kembali mengajak Eunmin kearah kasir.

“Dan melepaskanmu begitu saja padahal aku tahu kau sedang berbohong padaku? Ayolah Lee Hyukjae! Tidak ada salahnya jika aku hanya ingin bertemu dengamu, dan tentunya dengan gadismu juga”, kata Changmin sambil mengumbar smirknya yang terlihat sedikit menyeramkan dimata manusia Eunmin dan lainnya.

“Jeongmal Jeongseohamnida! Tapi kami benar-benar ada urusan lain. Kami keluar hanya ingin mendapat udara segar saja”, terdengar nada ketus dalam nada bicaranya.

“Oh oke baiklah. Aku mengerti. Kalian bisa pergi sekarang”, Eunmin dan Eunhyuk dan menatap Changmin curiga. Semudah itukah dirinya melepaskan mereka? Sangat patut dan wajib untuk dicurigai. Apalagi mengingat seorang Shim Changmin atau yang biasa dipanggil Max adalah seorang vampire yang sangat licik dengan otak encernya itu. ‘Tidak jauh berbeda dengan Song Ha Rin’, gumam Eunhyuk.

***

CKIITTT..

Eunhyuk membanting stirnya saat melihat dari arah yang berlawanan melaju sebuah mobil kearah mobilnya. Eunmin menahan tubuhnya yang hampir mengenai dasbord mobil Eunhyuk, dan sedikit menggerutu pelan karna novel bacaannya jatuh dan belum ia tandai sampai mana ia membaca tadi. Sementara Eunhyuk menggeram marah saat tahu dalang dari perbuatan barusan. Shim Changmin.

“Hyukie oppa~ kenapa kau tiba-tiba membanting stir seperti tadi?”, Tanya Eunmin sambil mengambil kembali novelnya yang jatuh.

“Changmin mengikuti kita dan bermaksud bermain-main dengan kita. Ia sengaja datang dari arah berlawan dan berniat menabrak mobilku dari depan. Huh, liat saja. Aku akan meladinya karna bermain-main denganku”, jawab Eunhyuk kesal.

“Andwae! Jangan lakukan hal itu atau aku akan keluar dari mobilmu sekarang juga!”, tolak Eunmin tidak terima. Eunhyuk memandangnya bingung sekaligus tidak percaya.

“Waeyo? Bukankah kau juga membenci vampire banci itu?”, balasnya bingung.

“Biarkan saja ia berbuat seperti itu. Kau jangan cari masalah baru dengan meladinya bermain. Daripada kau dihukum oleh Leeteuk appa karna membuat masalah dengan Changmin. Aku bukan membela Changmin, tapi ini demi kebaikan kita juga”, kata gadis itu bijak.

Eunhyuk tampak berfikir beberapa saat, lalu sedetik kemudian namja blonde itu mengangguk. “Tapi ingat, aku melakukan hal ini karna permintaanmu. Kalau begitu aku akan langsung mengantarmu pulang. Ini sudah terlalu sore”, Eunmin mengangguk dan Eunhyuk kembali melajukan mobilnya menuju apartement Eunmin.

Sementara itu, dibelakang mobil Eunhyuk, Changmin mendengus sebal. Sedikit tidak percaya kalau namja itu tidak menangkap pancingannya.

“Cih! Dia tidak terjebak sama sekali! Padahal aku tahu kalau ia salah satu vampire dikeluarganya yang emosinya gampang terpancing. Aku tak menyangka ia akan pergi begitu saja”, desis Changmin ketus.

***

“Oppa!!!!!!!!!”, seru anak kecil dengan kuncir kudanya. Suara cempreng anak kecil itu menggema dirumah sang anak kecil itu. Anak kecil itu berlarian menuju seorang namja yan sedang mengulurkan kedua tangannya untuk menyambut kehadiran anak kecil itu.

“Yoonie-yaaa~~ aigo~ aku benar-benar merindukanmu!”, balas namja itu tak kalah serunya. Sementara anak kecil yang dipanggil Yoonie itu mengangguk setuju dan melingkarkan kedua tangan pendeknya di leher sang namja. Lalu tertawa senang manakala namja itu menggendongnya dan memutar-mutarkannya.

“Ne, nado bogoshipeo Kyuhyun oppa! Oh ya, kudengar Donghae oppa sudah pulang, lalu bagaimana kabar Seun Min eonni? Apakah ia sudah sembuh?”, Tanya gadis kecil itu khawatir. Kyuhyun mengangguk.

“Aku akan menceritakannya padamu nanti, oke?”, In Yoon mengangguk patuh. Kyuhyun mengalihkan pandangannya dan menatap sepasang suami istri vampire itu yang sedang berdiri tak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.

“Yunho hyung, Hyo Jin noona, boleh aku mengajak In Yoon keluar? Aku benar-benar merindukannya. Bolehkan?”, izinnya pada kedua orangtua gadis kecilnya itu.

“Hahahaha, tentu saja. Bukankah biasanya kau langsung mengambil anakku begitu saja tanpa sepengetahuanku? Kenapa kau mendadak menjadi anak yang sopan santun begini?”, ucap Yunho sedikit bercanda. Kyuhyun ikut tertawa.

“Mianhae hyung, aku hanya sedang ingin menjadi calon menantu yang sopan saja. Hahahaha. Ya sudah, kami pergi dulu. Annyeong!”, Kyuhyun langsung pergi begitu saja sesudah mengatakan hal tadi.

Sementara Yunho dan istrinya terbengong-bengong mendengar ucapan Kyuhyun barusan. ‘calon menantu yang sopan’? apa maksudnya tadi. Aish! Dasar anak bodoh! “Yak!!! Cho Kyuhyun!!!!!! Jangan cepat-cepat menikahi anakku! Dia masih SD dan aku belum ingin menjadi kakek sekarang!!!!!!!!!!”, seru Yunho yang hanya ditanggapi kekehan kecil Kyuhyun yang sudah berjarak agak jauh dari rumah In Yoon.

“Bagaimana kalau kita ke taman? Kau mau ice cream?”, Tanya Kyuhyun yang langsung ditanggapi anggukan semangat dari In Yoon.

“Ne! tapi oppa sekalian bercerita tentang Seun Min eonni dan Donghae oppa ya? Aku benar-benar khawatir pada mereka berdua”, Kyuhyun kembali mengangguk dan mulai mengajak In Yoon berjalan menuju taman sambil layaknya seorang ayah yang mengajak anaknya berjalan-jalan.

Dalam hatinya, Kyuhyun benar-benar senang dengan situasinya saat ini. Berjalan-jalan santai sambil menggendong In Yoon yang kini tengah memeluk lehernya. Baginya.. hanya gadis kecilnya yang selalu berada di hatinya. Bahkan sampai dia sudah tidak ada lagi didunia.

***

“Kim Heechul! Sudah kubilang ratusan kali jangan suka mencampuri urusan dapurku! Kau tidak lihat aku sedang masak makan malam hah?!”, teriak cempreng seorang yeoja yang sedang memakai celemek birunya. Gadis itu datang dari arah dapur sambil membawa Teflon yang hendak ia pakai untuk memasak. Sementara namja yang dipanggil Kim Heechul itu hanya menggidikan kedua bahunya sambil tetap mencomot buah-buahan yang sudah gadis itu siapkan.

“Kau tahu aku tidak bisa mengontrol diriku jika sudah berhubungan dengan masakanmu. Kau kan bisa buat lagi, lagipula biasanya kau bisa tiga kali masak kalau sedang ada aku. Benar kan?”, jawab Heechul cuek.

“Aish! Tapi karna ulahmu, bahan masakanku habis dengan sangat cepat! Kau hanya memberiku uang untuk belanja, tapi tidak pernah mau menemaniku untuk belanja bahan masakan! Tiap kali aku masak, kau selalu saja memakannya dan kau akan bilang aku bisa masak lagi. Tapi kau tidak tahu betapa lelahnya aku memasak ditambah aku baru saja pulang kerja. Mungkin gigitan mu memberikanku kekuatan 3x kali lebih kuat dari kekuatan asli manusiaku, tapi tetap saja memasak itu butuh tenaga Kim Heechul!!!”, gadis itu berkata murka. Matanya berkaca-kaca dan mukanya merah menahan marah.

Dibukanya celemek yang ia pakai dan dibantingnya begitu saja Teflon yang ia pegang tadi tanpa mempedulikan apakah teflonnya akan rusak atau tidak. Lalu dengan cepat gadis itu keluar dari apartementnya sendiri dan meninggalkan Heechul yang memandangnya dengan rasa bersalah.

“Yak! Park Min-young!!!”, tak diindahkannya panggilan tunangannya itu dan tetap berjalan sembari menghapus kasar air matanya yang sudah turun.

Dengan frustasi, Heechul segera mengejar Min-young keluar. Sementara gadis itu sudah menduga kalau Heechul akan mengejarnya, jadi ia pergi ketempat yang Heechul mungkin tidak ketahui. Biasanya Heechul akan dengan cepat menemukannya karna menggunakan insting dan penciumannya yang tajam.

Namun kali ini ia benar-benar ingin menjauh untuk sementara dari Heechul. Jadi ia memutuskan untuk naik bus dan menuju ke tempat yang tidak di ketahui Heechul. Kerumah ibunya di Busan. Ia memang tinggal sendiri di Seoul.

Masa bodo dengan keputusannya yang mendadak. Yang penting adalah menjauh untuk sementara dari namja blonde yang merupakan tunangannya, Kim Heechul.

***

Min-young turun dari pemberhentian bus terakhir menuju Busan. Ia hendak mencari taksi sampai sebuah suara membuat tubuhnya menegang kaget. Astaga, apa pria itu benar-benar bisa melacak keadaannya?

“Park Min-young!”,

Gadis itu pura-pura tidak mendengar dan malah memanggil taksi yang saat itu lewat didepannya. Ketika Min-young hendak masuk kedalam taksi, Heechul langsung menarik tangan Min-young dan mengajaknya entah kemana. Min-young berkali-kali mencoba untuk melepaskan cengkraman tangan Heechul walaupun ia tahu pria itu tidak akan melepaskannya.

“Mau apa lagi kau?!”, jerit gadis itu serak. Terlalu banyak menangis di jalan membuat matanya bengkak dan suaranya menjadi serak.

“Kumohon, maafkan aku. Aku benar-benar tidak bermaksud untuk mengatakan hal itu tadi. Sungguh! Kumohon maafkan aku Park Min-young”, ucap Heechul memelas. Min-young terdiam masih dengan sesegukan. Selama hampir tiga tahun mereka menjalin hubungan, Heechul pernah berbicara padanya dengan nada memelas seperti itu hanya dua kali. Saat Min-young memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan karna dirinya tidak tahan dengan hal-hal mengejutkan dari Heechul dan keluarganya. Dan yang kedua adalah saat ini.

Memang dasarnya Min-young adalah tipe yang mudah memaafkan orang lain, kepala gadis itu mengangguk. Walaupun masih dengan setengah hati. Membuat senyuman tampan terukir di wajahnya yang bagaikan patung porselen.

“Gomawo~ jeongma gomawo Youngie~ya”, Heechul menarik gadis itu kedalam pelukannya dan memeluknya erat. Membuat gadis itu merasakan tekstus tubuhnya yang dingin dank eras bagaikan marmer. Namun gadis itu tetap menyukai namja yang sedang memeluknya saat ini.

“Kita pulang sekarang, ne?”, Min-young mengangguk dalam pelukan Heechul. Lalu, dengan gerakan secepat kilat, mereka menembus kegelapan malam yang sunyi berdua.

***

TBC

***

            Hem! Bagaimana ff nya? Bagus kah? Jelek kah? Euhm, itu semua chingudeul semua yang menilai ^^

            Oh ya, kenapa disini aku ga nampilin Song Ha Rin. Mau bikin yang heboh but part selanjutnya. Dan.. aku juga bingung kenapa di part ini endingnya malah ChulYoung (?) couple -_-a

            Siip lah, sisanya kalian yang menilai. Semoga tidak mengecewakan. Gomawo chingudeul!

Leave a comment

16 Comments

  1. @BAPandSUJU

     /  December 29, 2012

    Min ini ada squelnya kan? Aku sdh baca squel yg Donghae dan Park Seun Min. FF squelnya seru ^^ I Love It….

    Reply
  2. margareta

     /  December 29, 2012

    min lama2 critax tambah seru. lanjut dah penasaran aq sm crita ini apa lg ada shim changmin yg sifatx sm kyk song harin. pasti seru nih part selanjutx. lanjut y thor!

    Reply
  3. Wah…seru
    apa lagi klo part selanjtnya problemnya euhyuk vs changmin
    ditunggu part selanjutnya

    Reply
  4. elfishy

     /  December 29, 2012

    akhirx haeppa plg jga, ah….senang rasax hohoho
    daebak! d tunggu klanjutanx sgra thor, jgn lma2 ya bnr2 pnasaran nih

    Reply
  5. Mrs Choi

     /  December 29, 2012

    makin seru ga sabar nunggu lanjutannya^^

    Reply
  6. lanjt thor….

    Reply
  7. lee SJ

     /  December 29, 2012

    Eakk eakkk, donghae udah pulang \(´▽`)/
    Thor, cpt bgt sih abisnya u,u part slanjutnya ya thor

    Reply
  8. Thie saranghaeeunhyukoppa hyukiejewelseverlastingfriends

     /  December 29, 2012

    I Like this ..
    Kya !!
    Chukkae hae oppa .
    Omona !!
    Max jadi pengganggu hyuk couple ne ..tapi kyu in young paling manis ..
    Omo !!
    Imut deh .

    Reply
  9. lanjuuuuuut

    Reply
  10. tia

     /  December 29, 2012

    gk sabar pengen baca lanjutannya….

    Reply
  11. Tidak mengecewakan kok thor.
    Jjang malah!
    Hhe
    Paling ditunggu” nih ff nya.. Hha
    Itu seneng banget liat couple” vampire nya.
    Hhi.
    Ttep paling suka kyu ama yoon. Soalnya yoon msih kcil jdi brasa gemes bacanya.
    Hha.
    Oh jdi ha rin keluar di next chapter.
    Hhi. Penasaran!
    Ditunggu next partnya thor ;)
    Hwaiting!!

    Reply
  12. sasa

     /  December 30, 2012

    Makin seru parah nih thorrr~ asik lanjutannya jangan kelamaannya. Bagian kyu sama in yoon nya banyakin yaaa. Hahaha #readersbanyakmau

    Reply
  13. ocha

     /  December 30, 2012

    Makin seru aja nih
    Lanjut ya thor

    Reply
  14. idhahaeyu

     /  January 12, 2013

    Thor ku agak bingung
    D part sebelumny wkt seun min sm donghae mkn siang sm yg lain, bknkah d jelaskan jk kyu lg bermain puzzle sm in yoong

    Tpi d part ini knp seolah2 in yoong tdk prnh ketemu lg

    Mian thor hny pndpt :)

    But keseluruhannya okee ko’ min ;)

    Reply
  15. soulmy

     /  September 4, 2013

    seru bgt. pengenx sih crta ttg hae oppa ma kyu oppa lbh baxk. pa lg ttg siwon oppa

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 6,458 other followers

%d bloggers like this: