He Is Vampire [9/12]

Title: He Is Vampire [chap.IX]

Main cast:

  • Lee Donghae
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Hyukjae
  • Kim Heechul
  • Tan Hangeng
  • Park Jung Soo as Appa
  • All Member of Super Junior
  • Member of EXO (K&M)

Genre: Romance, Fantasy

Author: Park Seun Min (@bayedhrn)

Elfsuperjuniorsf.wordpress.com

***

Halo~~ aku kembali bersama ff yang entah kapan selesai ini. Semoga chingudeul semua belum pada bosen ya. Aku udah usaha buat bikin ff ini lebih panjang dari sebelumnya.

            Jadi, jangan pada bosen dulu ya ^^

            Gomawo~~ bisa dibaca sekarang ;)

***

Author POV

            “Song Ha Rin!!! Hentikan ini semua!!! Apa kau sudah gila hah?!”, teriak seorang namja berperawakan tinggi dengan wajah tampannya murka. Ha Rin hanya terlonjak kaget mendengar teriakan namja itu. Dijauhkan wajahnya dari leher seorang yeoja yang baru saja digigitnya. Sementara yeoja itu tergeletak lemah. Tidak mampu berbuat apa-apa.

“Hangeng?! Untuk apa kau kesini hah?! Sudah kubilang ratusan kali padamu agar tidak mencampuri urusanku! Ini hidupku! Ini jalanku! Jangan pernah menganggu ku karna kau bukan siapa-siapa ku!!!”, jerit gadis itu tak kalah kencangnya. Namja yang dipanggil Hangeng itu hanya bisa terdiam mendengar ucapan Ha Rin barusan. ‘bukan siapa-siapa dirinya’, namja itu tersenyum kecut.

“Ha Rin, aku mencegahmu dari kemungkinan terburuk dari akibat perbuatanmu itu. Kau membuat vampire baru. Manusia hanya bisa dirubah menjadi vampire kalau dia salah satu takdir kita. Tapi kau tidak, kau belum mempunyai takdir dan kau memaksa tubuh manusia untuk berubah menjadi vampire. Itu sebuah pelanggaran Ha Rin~a. aku tidak mau kau dihukum oleh tetua karna melanggar aturan besar ini”, ucap Hangeng pelan.

Ha Rin tertawa renyah dan mengalihkan pandangannya dari Hangeng. “Bukankah kau tahu asal-usulku? Aku juga vampire ciptaan! Aku bukan lahir dari seorang vampire wanita. Aku diciptakan oleh seorang vampire karna aku hampir saja mati kalau tidak segera diselamatkan! Tapi vampire itu tidak dimusnahkan sampai sekarang. Aku juga bisa berbuat seperti itu!”, balas Ha Rin sengit. Sedikit tidak menyukai fakta kalau dia bukanlah seorang vampire berdarah murni karna dia adalah seorang vampire ciptaan.

“Dia tidak dimusnahkan karna dia merubahmu menjadi vampire dengan tujuan mulia. Dia kasihan padamu karna sejak kau berumur 13 tahun kau sudah divonis kanker. Dan selama 5 tahun kau harus tinggal dirumah sakit karna penyakitmu. Itu pengecualian. Kalau kau? Kau membuat vampire demi membalas dendam yang sebenarnya tidak perlu. Lihat sudah berapa manusia yang meninggal karna tidak sanggup menjalani perubahan. Banyak sekali Ha Rin~a”, raut wajah Hangeng terlihat sedih saat mengatakan hal itu. Tidak tega dengan manusia-manusia itu dan juga tidak tega melihat Ha Rin.

“Kenapa kau mengatakan hal itu semua padaku? Kenapa sejak pertama kali kita bertemu kau selalu melakukan hal baik padaku? Kenapa kau selalu mengusahakan yang terbaik untukku? Dan kenapa kau selalu berada di sampingku? Sampai saat ini”, akhirnya pertanyaan itu terlontarkan juga. Sudah bertahun-tahun mereka mengenal, dan semua sikap Hangeng membuat Ha Rin bingung dan ingin bertanya. Dan akhirnya ia bisa menanyakan hal ini juga.

“Bukankah sudah jelas? Kenapa kau masih belum menyadarinya? Aku menyukaimu Song Ha Rin! Aku mencintaimu! Tapi kau menutup matamu dan hanya menatap namja itu! Lee Donghae! Bahkan dia sudah mempunyai takdirnya sekarang! Tidak mungkin lagi ia berpaling dari  gadis itu dan menatapmu!”, emosi Hangeng terpancing.

Ha Rin menatap Hangeng kaget. Jadi.. selama ini namja itu menyukainya? Selama 9 tahun ini? Astaga..

“Tutup mulutmu sekarang juga dan pergi dari sini! Aku tidak mau melihatmu lagi di hadapanku! Kalau kau tidak mau pergi, biar aku yang pergi!”, gadis itu berancang-ancang untuk pergi dari gudang yang ia pakai untuk mengubah manusia-manusia yang akan ia rubah menjadi vampire. Namun sebuah tangan kekar menahannya pergi.

“Tidak! Kau tidak perlu pergi. Biar aku saja yang pergi. Maaf kalau selama ini kau merasa terganggu olehku. Tapi perlu kau ketahui, semua yang kulakukan ini bukan atas dasar kasihan. Melainkan atas dasar cinta”,

***

“Min~a, sedang apa kau? Kenapa tidak turun dan makan malam?”, Donghae masuk kekamar –sementara- Seun Min. Seun Min mengalihkan pandangannya dari ponsel yang sedang dimainkannya. Namja itu menghampiri gadisnya dan duduk disampingnya –diatas kasur-

“Ah, sudah malam ternyata. Hehehe, aku keasikan browsing sampai lupa waktu. Yasudah, kalau begitu ayo turun oppa”, gadis itu hendak beranjak dari tempat tidur sebelum sebuah lengan menahan tubuhnya dan membuat gadis itu kembali terjatuh diatas kasur.

“Aish! Oppa kenapa hah? Tadi kau menyuruhku untuk turun dan makan, tapi kau.. hhmmpp”, ucap Seun Min terpotong karna ciuman mendadak yang dilancarkan Donghae pada bibirnya. Namja itu mencium Seun Min dalam, namun lembut. Terbawa suasana, dilingkarkannya kedua lengan Seun Min pada leher Donghae. Diusapnya pelan lengan kanan Seun Min yang menggantung di lehernya.

“Hhmm”, desahan Seun Min lolos begitu saja. Ternyata salah satu lengan Donghae meraba punggungnya menuju leher. Salah satu tempat sensitive Seun Min.

“Hahh~ hahh~”, ciuman mereka terlepas tiba-tiba. Seun Min mengambil nafas sejenak dan menatap Donghae yang kini tengah memperhatikannya dengan intens. “Oppa, kenapa tiba-tiba menciumku hah?”, Tanya Seun Min bingung. Donghae menyunggingkan senyuman mautnya dan membuat wajah Seun Min memerah seketika. Salah satu ekspresi yang disukai Donghae. Tapi, segala bentuk ekspresi gadis itu, pasti akan menjadi favorit Donghae.

“Neomu yeppo~”, jawab Donghae berbisik. Didekatkannya kembali wajahnya menuju Seun Min. ketika wajah mereka hanya berjarak 2 cm, Seun Min menahan Donghae dan terkekeh pelan.

“Oppa~ kau mau melanjutkan ini dan kita akan berakhir di ranjang malam ini? Ayolah~ aku belum lulus sekolah oppa. Kita bahkan masih berpacaran. Orangtuaku juga belum tahu kalau aku sudah berpacaran dengan seorang vampire, hahaha”, Seun Min terkekeh pelan karna sudah bisa menebak apa yang ada dalam fikiran namjanya itu.

“Kenapa kau bisa tahu hal itu hah? Aku bahkan belum memberitahumu”, gerutu Donghae. Gadis itu bukan hanya terkekeh, melainkan tertawa.

“Aku ini sedikit banyak sudah mengenalmu. Jadi mungkin beberapa hal yang akan kau lakukan bisa terbaca olehku. Ayo! Kita kebawah. Tidak enak yang lain menunggu”, Seun Min menarik tangan keras Donghae. Namun nyatanya namja itu tidak bergerak sesentipun dari tempatnya semula. Seun Min memandangnya heran. Apa lagi?

“Tadi aku hanya berbohong. Alasan sebenarnya aku hanya ingin berduaan saja denganmu. Mumpung semua orang di rumah ini sedang pergi, sibuk dengan urusannya masing-masing. Tapi tidak tahunya kau malah membaca gerakan apa yang aku lakukan. Huft.. tidak jadi deh”, raut wajah Donghae menjadi pura-pura sedih. Seun Min memukul kepala Donghae pelan.

“Auh!”, rintihnya pelan. Berkat gigitan Donghae, kekuatannya lumayan banyak bertambah. Setidaknya gadis itu bisa membuat seorang Lee Donghae meringis pelan. Benar-benar meringis, bukan dibuat-buat.

“Dasar Yadong kau oppa!”, gadis itu tertawa. Dan Donghae hanya bisa terdiam, terpanah karna tawa gadis itu terdengar bagaikan sebuah alunan lagu. Dan ekspresi itu.. mungkin hanya gadisnya yang bisa seperti itu.

Park Seun Min POV

            “Yeoboseo~ eomma!!”, aku memekik pelan saat mengetahui saat eommaku lah yang menelfonku. Sedikit tidak bisa bergerak banyak karna lengan kekar milik namja yang ada disampingku ini tersampir di bahuku yang kecil. Aku memelototinya, bermaksud menyuruhnya menyingkirkan lengannya dari bahuku. Tapi dia tidak melakukan apa-apa.

“Anakku! Tumben sekali kau memekik seperti itu ketika eomma menelfonmu. Ada apa hah? Sepertinya kau rindu sekali dengan eomma”, ucap eomma yang membuatku tertawa ringan.

“Ne eomma, aku memang merindukan eomma. Kenapa memangnya? Oh ya, kapan eomma mau pulang?”,

“Naddo, tidak apa-apa. Eomma senang kau merindukan eomma. Hm, molla. Pekerjaan appamu disini menumpuk. Dan eomma juga harus mengerjakan beberapa pekerjaan eomma yang eomma bawa dari Seoul. Butiq eomma sedang ramai-ramainya sekarang”,

“Aigo~ eomma, seharusnya eomma tidak boleh capek. Sehabis eomma pulang, pokoknya eomma harus istirahat dulu. Appa juga. Hm, eomma?”,

“Ya, kenapa yeobo?”,

            “Kalau eomma sudah pulang, ada hal penting yang ingin aku sampaikan pada eomma. Jadi, eomma cepat pulang ya. Hehehe”,

“Hahaha, ne. secepatnya eomma dan appa mu akan pulang dengan cepat. Kau doakan saja eomma dan appa”,

“Oke! Yasudah, kututup dulu ya. Ada hal lain yang ingin aku lakukan. Kapan-kapan aku akan menelfon eomma lagi. Dahh~”,

Kututup panggilan dari eommaku setelah eomma membalas ucapanku tadi. Kuhela nafas panjangku. Tiba-tiba aku teringat rumahku. Sudah hampir sebulan aku berada disini. Sebenarnya kondisiku sudah sangat baik sekarang. Di tambah Donghae oppa juga sudah lulus ujian dan sedang dalam kondisi yang sangat baik.

Aku sudah berbicara pada orang-orang yang ada dirumah ini. Tapi tak satupun orang yang setuju dengan ideku kembali kerumah. Leeteuk mengatakan kalau masih sangat berbahaya aku kembali kerumah. Dengan keadaan damai dalam artian, tidak ada serangan sedikitpun dari Ha Rin, itu malah membuat keluarga ini cemas.

Semakin damai suasana yang tercipta karna tidak ada satupun serangan Ha Rin, itu semakin membuat tingkat kecurigaan keluarga ini meningkat. Bahkan ketika aku ingin pergi ke minimarket saja, aku harus ditemani Donghae dan Kyuhyun. Soo Kyung bilang, ‘Jangan mengatakan ‘Hanya’ karna kata itu bisa berakibat fatal kalau kita menyepelekannya. Jadi tetap waspada dan untuk sementara tolong ikuti kata-kata kami’,

Dan saat itu aku tidak bisa melakukan apapun karna semua yang diucapkan mereka benar adanya. Bisa saja orang itu menyerangku walau waktunya hanya sedikit. Dia kan vampire, dengan waktu yang sedikit itu, dia bisa saja membunuhku dengan sangat gampang.

“Memikirkan apa, hm?”, Tanya Donghae di leherku. Dia membenamkan wajahnya dan menarik nafas di leherku. Aku sedikit geli karna ulahnya ini.

“Annio. Aku hanya bingung ingin melakukan apa untuk menghabiskan waktu hari ini. Aku benar-benar bosan sekarang, oppa. Sementara Soo Kyung eomma dan yang lainnya masih melarangku untuk keluar rumah”, kutarik nafas panjangku menandakan aku benar-benar bosan sekarang.

“Mianhae”, ucapnya pelan. Aku menoleh padanya dan memandangnya bingung. “Mianhae, karna aku, kau jadi dalam posisi yang sangat tidak mengenakan. Karna aku juga, kau jadi harus terlibat dalam kejadian yang tidak pernah kau duga-duga. Kematian selalu saja menghampirimu, tapi untungnya kami selalu berhasil mencegah hal itu terjadi. Aku benar-benar minta maaf atas hal ini Min~a”,

“Kau ini berbicara apa sih oppa? Tidak usah berkata seperti itu. Ini semua sudah ada yang mengaturnya. Jangan meminta maaf seolah-olah ini adalah murni kesalahanmu. Aku juga tidak keberatan dengan ini semua asalkan kau selalu ada disampingku, oppa. Lagipula, bukan hanya kau saja kan yang melindungiku? Keluargamu juga. Aku tidak mau mendengar kau memint maaf karna hal ini lagi, arraseo?”, Donghae oppa mengangguk dan menarikku kedalam pelukannya.

“Gomawo~ kau benar-benar pasangan yang paling sempurna untukku. Aku tidak bisa membayangkan kalau bukan kau yang menjadi pasanganku”, aku hanya tersenyum dan mengangguk.

***

“Kau sedang masak apa eonni?”, tanyaku. Min-young eonni menoleh padaku tersenyum. “Oh kau rupanya. Aku sedang memasak sup untuk makan malam. Kebetulan hari ini semua orang sedang berkumpul untuk makan malam. Kyuhyun bahkan sedang menjemput In Yoon kerumahnya”, aku mengangguk-angguk mengerti.

“Ada yang bisa kubantu? Belakangan ini aku jarang sekali bergerak. Semua itu karna Donghae oppa. Dia terlalu protective padaku”, Min-young eonni tertawa dan melepas celemek yang ia pakai.

“Kau bisa membantuku menyiapkan makan malam. Mengambil beberapa piring dan yang lainnya. Eunmin sedang membeli buah bersama Eunhyuk tadi. Heechul sedang berada di taman belakang, mengurusi pacar keduanya bersama Donghae. Leeteuk appa dan Soo Kyung eomma baru akan kembali tepat saat makan malam nanti”, jelasnya. Aku yang habis mengambil piring didapur kembali dan menatanya di meja makan yang besar ini.

“Pacar kedua Heechul oppa? Maksudmu?”, dia kembali tertawa. Aku memandangnya bingung.

“Itu, peliharannya. Kucingnya itu adalah pacar keduanya. Terkadang aku merasa cemburu dengan kucingnya itu. Tapi yah, kau tahu lah ia selalu memarahiku jika aku merasa cemburu. Ia selalu bilang kalau sayang terhadapku dan terhadap kucingnya itu berbeda”, jawabnya lagi.

“Astaga eonni, kukira siapa. Ternyata kucingnya. Ng, kalau tidak salah namanya Heebum kan?”, Min-young eonni mengangguk sambil menata gelas-gelas.

“Lalu, Leeteuk appa dan Soo Kyung eomma pergi kemana?”,

“Mereka sedang pergi ke Belanda tadi siang. Dan Heechul mengatakan padaku kalau mereka akan kembali tepat saat makan malam. Aigo~ kemana Eunhyuk dan Eunmin? Kenapa mereka belum kembali juga?”, dia sedikit memekik kaget melihat jam yang bertengger di dinding.

Mungkin ia baru ingat kalau Eunmin eonni dan Eunhyuk oppa belum pulang dari membeli buah. Aku hanya tertawa pelan melihatnya.

“Kami sudah kembali eonni. Mian lama, Eunhyuk oppa mengajakku berjalan-jalan sebentar tadi di mall”, kami berdua menoleh mendengar suara familiar itu. Eunmin eonni dan Eunhyuk oppa datang dengan kantung-kantung plastic yang mungkin berisi buah-buah.

“Hya!! Kenapa harus berjalan-jalan dulu? Ya sudah, sebagai gantinya kau harus mengupas dan memotong buah. Dan jangan lupa untuk menatanya”, Min-young eonni menunjuk Eunhyuk oppa. Mata Eunhyuk oppa melotot menatap Min-young eonni.

“Yak!! Kenapa harus aku? aku lapar, tidak bisa focus kalau disuruh melakukan sesuatu”, wajah Eunhyuk oppa mendadak memelas. Aku tertawa pelan sambil menata makanan yang sudah dimasak Min-young eonni.

“Jangan mengelak Lee Hyukjae! Cepat kerjakan atau kau tidak boleh makan. Kau jangan coba-coba berbohong padaku ya”, akhirnya Eunhyuk oppa mengangguk dan berjalan kearah dapur. Eunmin eonni mengikutinya dari belakang sambil tertawa pelan, sama sepertiku.

Astaga, keluarga ini sepertinya keluarga vampire yang abnormal. Kkkk~

Lee Donghae POV

“Kau mau kemana Lee Donghae?”, aku berbalik dan menatap Leeteuk yang sedang sibuk dengan laptop yang baru dibelinya kemarin.

“Aku mau kesekolah Seun Min dan mengantarkan surat palsu”, jawabku.

“Surat palsu? Maksudmu?”,

“Surat yang menyatakan kalau dia sedang sakit parah dan tidak bisa masuk sekolah sampai dua bulan kedepan. Dan untuk tugas-tugasnya, aku akan dengan rutin menanyakan kepada guru-guru yang lain supaya dia tidak ketinggalan pelajaran. Aku juga member surat kalau aku akan cuti untuk beberapa bulan dengan alasan kalau aku harus pergi ke luar negri untuk mengurus beberapa urusan”,

“Kalau guru-guru disana menanyakan kau ini siapanya, kau mau menjawab apa? Bisa saja kan mereka curiga padamu atas perbuatan yang kau lakukan. Dan lagi, apa kau tidak terlalu lama meminta cuti? Kalau mereka tidak mengizinkanmu dan mereka memecatmu bagaimana?”,

“Aku akan menjawab kalau aku ini adalah sepupu jauhnya. Dan mungkin mereka akan berhenti bertanya sampai disitu saja. Kalau seandainya mereka memecatku, ya sudah. Aku masih bisa menjadi guru di sekolah lain. Lagipula aku punya beberapa perusahaan yang harus kuurus juga kan? Sudah ya, aku kesekolah dulu”,

Leeteuk mengangguk dan aku mulai berjalan menuju garasi besar milik keluargaku. Ketika aku masuk, mobil-mobil mewah berjejer dengan rapih didalamnya. Ada dua belas mobil di garasi ini. Masing-masing dari kami mempunyai dua mobil. Tapi bagi kami, itu tidak ada apa-apanya.

Untuk kami, uang kami itu bertebaran seperti pasir. Masing-masing dari kami mempunyai tabungan dari seluruh dunia. Jangan tanyakan darimana uang-uang itu datang. Kami ini punya perusahan di beberapa Negara maju seperti America dan Inggris. Yah, jadi kau tahulah.

Kulajukan mobilku menuju sekolah tempatku mengajar dan gadisku sekolah. Huft, semoga saja orang-orang tidak bertanya yang macam-macam tentang hal yang aku lakukan ini. Semua ini kuperbuat untuk menjaga keselamatan gadisku itu.

***

“Donghae oppa!!”, badanku menegang seketika saat mendengar suara perempuan itu memanggilku. Dia datang kembali? Oh, say hello to hell, boy!

Aku membalikkan badanku dan menatap penuh benci pada yeoja itu. Senyum polosnya terukir pada wajahnya yang bagaikan boneka Barbie itu. Tapi tentu saja aku tidak akan tertipu dengan itu semua. Aku sudah cukup mengenal gadis sialan itu.

“Mau apa lagi kau? Belum puas kah kau hampir membuat mati gadisku?”, tanyaku dingin. Dia hanya menggidikkan kedua bahunya. Aku mengepalkan kedua tanganku. Menahan diriku sendiri untuk tidak maju dan mematahkan lehernya agar dia mati.

“Aih oppa~ bicaramu itu kasar sekali pada seorang wanita. Dan soal pertanyaanmu, jujur saja aku belum puas. Aku hampir membunuhnya, bukan sudah membunuhnya. Jadi aku tidak akan merasa puas kalau gadismu itu belum mati ditanganku oppa, hahahaha”, tawa sinis meluncur dari bibir gadis itu. Membuatku semakin geram. Aku menutup mataku dan menarik nafas dalam. Salah satu cara manusia –dan juga vampire- untuk meredakan amarah yang sedang meledak-ledak.

“Dan aku ingin memberitahumu satu hal. Sebentar lagi aku ingin memulai sebuah permainan yang lumayan menyenangkan. Permainan yang mungkin akan menguras tenaga dan otak. Dan permainan yang sudah kurancang akan semakin seru jika nantinya aku akan menambahkan ‘sandera-sanderaan’. Hebat kan? Aku menciptakannya sendiri lho. Tapi tentu saja aku tidak bermain sediri. Akan ada banyak orang yang akan bermain nanti”, gadis itu berjalan mendekatiku. Aku diam di tempat dan tidak kemana-mana.

“Kau tunggu saja. Aku akan memberimu aba-aba jika aku sudah memulai permainan. Dan ingat! Semua orang harus bermain. Semua orang! Hahahaha”, ucapannya diakhiri tawa yang benar-benar membuatku ingin mengejarnya yang dengan cepat menghilang dari hadapanku.

Astaga, gadis itu sudah mengibarkan bendera perang. Aku harus lebih ketat lagi menjaga Seun Min dari serangan gadis itu. Dia benar-benar malaikat pencabut nyawa!

Author POV

“Hyung! Apa benar yang dikatan Ha Rin barusan?”, Kyuhyun langsung menyerang Donghae yang baru datang dengan pertanyaan yang membuat seluruh orang menatap mereka bingung.

“Ne”, jawab Donghae lemah.

“Apa maksudmu Kyuhyun~a?”, Tanya Leeteuk yang tidak mengerti maksud pembicaraan kedua anaknya ini.

“Ha Rin sudah mengibarkan bendera perang”, ucap Donghae yang disambut tatapan kaget dari semua orang. “Kalau begitu, kita harus lebih waspada. Tertutama Seun Min. incaran Ha Rin adalah Seun Min”, kata Leeteuk.

“Donghae, biar kami yang menghadapi serangan dari Ha Rin. Kau focus lah untuk menjaga Seun Min. bawa dia ke tempat yang paling terpencil dari sini. Dan jangan pernah sekali-kali muncul kesini sampai keadaan kembali normal. Arraseo? Sekarang cepat kemasi barang-barangmu dan Seun Min lalu pergi menggunakan jet pribadi kita yang ada di lapangan belakang rumah kita”, perintah Leeteuk. Donghae mengangguk dan langsung melesat menuju lantai dua.

“Kyuhyun, untuk sementara ini kuminta jangan libatkan In Yoon dalam masalah ini. Kau bilang pada Yunho dan Hyo Jin untuk membawa In Yoon kesuatu tempat. Kalau Ha Rin sampai memanfaatkan In Yoon dalam masalah ini, maka hal ini tidak akan pernah selesai”, Kyuhyun mengangguk dan langsung melesat layaknya Donghae tadi menuju rumah In Yoon.

“Dan kalian berdua”, Leeteuk menunjuk Eunhyuk dan Heechul. “Lakukan hal yang sama pada Eunmin dan Min-young. Jangan lupakan fakta kalau kekasih kalian berdua masih berwujud manusia. Sebaiknya kalian ikut sertakan mereka berdua dengan Donghae dan Seun Min. mereka bisa menjadi teman untuk Seun Min nanti”, kedua vampire tampan itu mengangguk dan pergi keluar. Menuju rumah masing-masing kekasih mereka.

“Soo Kyung, kau bantu aku untuk memanggil kerabat kita yang sedang berada di Australia sana. Bilang kalau kita membutuhkan bantuan mereka dalam hal ini. Aku akan mengatur strategi dan memerintahkan anak-anak. Kau mengerti?”, Soo Kyung mengangguk. Leeteuk mencondongkan tubuhnya dan mencium lembut bibir Soo Kyung sebelum takdirnya itu pergi. Untuk sementara saja. “Hati-hati”.

***

(*sebelumnya aku mau bilang kalo di part ini ada beberapa bagian yang aku ambil dari novel The Twilight Saga. Hanya beberapa dan aku ga berusaha untuk menyontek. Mungkin untuk nama-nama ada yang aku ambil. Tapi mungkin ada beberapa alur yang menyerupai dari cerita novel itu. Aku berusaha untuk membuat alur yang bener-bener ga mirip. Aku hanya terinspirasi aja lho*)

“Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kita harus pergi?”, Seun Min terus menanyakan hal itu sejak 30 menit yang lalu. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju pulau pribadi milik keuarga Donghae.

Namja itu tidak menjawab dan memejamkan matanya. Bukan tidur atau semacamnya. Namun masih sibuk bertelepati dengan Eunhyuk. Suasana di sekitarnya masih tampak tenang. Belum menunjukkan tanda-tanda akan dimulainya sebuah peperangan besar.

Seun Min duduk di bagian pojok yang menghadap ke jendela. Sementara di sampingnya tentu saja Donghae. Didepannya ada Eunmin dan Min-young yang juga menunjukan raut bingung dan khawatir. Bagaimana tidak? Kedua namjanya datang begitu tiba-tiba dan langsung mengepack barang-barang mereka dengan begitu cepat dan rapih. Lalu dengan begitu saja Eunhyuk dan Heechul membawa mereka kerumah keluarga mereka dan disuruh masuk kedalam jet pribadi mereka.

Dan keduanya juga tidak menjelaskan apa yang sedang terjadi. Hanya mengucapkan beberapa patah kata yang membuat hati keduanya tidak tenang.

“Aku mohon pada kalian. Tolong diam dan ikuti saja apa kata kami. Situasi sedang genting sekarang. Semuanya sedang berjaga-jaga di Seoul. Ha Rin akan memulai sebuah peperangan besar disana. Aku diminta mereka untuk menjaga kalian. Jadi tenang lah. Sesampainya nanti aku akan menjelaskan lebih rinci lagi pada kalian”, ucap Donghae serius. Ketiganya hanya mampu mengangguk tanpa bertanya lebih banyak lagi.

Mereka mengerti. Sesuatu yang gawat akan segera terjadi. Dan kalau mereka membatah omongan Donghae barusan, maka keadaan akan lebih gawat lagi dari ini.

“Baiklah, tapi kau harus pegang omonganmu barusan oppa”, ucap Seun Min pelan. Donghae mengangguk dan tersenyum. Diraihnya kedua tangan Seun Min dan di genggamnya erat. “Aku berjanji padamu”,

Lee Donghae POV

“Ini adalah pulau Santiago. Salah satu pulau pribadi kami. Pulau-pulau yang kami tidak bisa dilacak oleh manusia manapun. Bahkan melalui satelit sekalipun. Jadi sudah dapat dipastikan kalau kita akan aman disini. Sekarang kalian masuk dan beristirahat. Aku sudah menyuruh beberapa pelayanku disini untuk membersihkan villa ini”, ucapku.

“Tadi kau bilang pulau ini tidak bisa dilacak oleh manusia, lalu kenapa ada orang yang membersihkan pulau ini?”, Tanya Min-young. Aku mengangguk.

“Memang. Sewaktu kami menemukan pulau ini, ada empat orang manusia yang terdampar disini. Kapal yang hendak mereka tumpangi menuju daerah Eropa tenggelam dan hanya mereka yang selamat. Jadi kami menolongnya dengan meminta imbalan untuk menjaga pulau ini. Dan membersihkan dua villa kami ketika kami datang”, jelasku. Mereka mengangguk dan akhirnya masuk kedalam kamar masing.

Di villa yang sedang dipakai ini hanya terdapat dua kamar. Eunmin dengan Min-young dan tentu saja aku dengan Seun Min. keempat manusia itu tingga dirumah berukuran sedang yang terdapat dibelakang villa ini. Untung aku sudah mengatakan pada mereka agar menyediakan bahan makanan manusia. Jadi gadisku serta Eunmin dan Min-young tidak susah-susah mencari makanan di pulau terpencil ini.

Aku sudah bertelepati dengan semuanya tadi. Masih belum ada tanda apa-apa dari orang bejat itu. Aku masih bisa sedikit bersantai sambil tetap menjaga mereka. Huft, memang tidak terduga apa isi kepala vampire bejat itu.

***

“Donghae oppa”, aku merasakan kasur ini sedikit berguncang karna Seun Min menaiki kasur ini. Gadisku mendekat kearahku. Kusambut dia dengan kedua tanganku yang melebar, siap memeluknya.

“Ada apa?”, tanyaku.

“Kau belum menceritakan semuanya secara detail padaku. Ceritakan semua dengan rinci apa saja yang belum aku ketahui tentang apa yang terjadi dan siapa itu Song Ha Rin”, pintanya. Aku mengangguk dan menumpukan daguku diatas puncak kepalanya.

“Song Ha Rin. Dia bukanlah seorang vampire darah murni seperti kami. Dia adalah seorang vampire ciptaan. Kedua orangtuanya meninggal karna sebuah kecelakaan saat dia berumur 12 tahun. Dia diubah menjadi seorang vampire karna ia terkena kanker otak sewaktu ia berumur 13 tahun. Dokter yang menanganinya saat itu adalah teman lama Leeteuk ketika ia masih bersekolah kedokteran beberapa puluh tahun yang lalu di Scotlandia. Dan dokter itu tidak tega melihat Ha Rin yang masih kecil sudah terkena kanker otak”,

“Akhirnya dokter itu memutuskan untuk merubah Ha Rin. Dia bisa bertahan selama 5 tahun dirumah sakit karna obat-obatan yang diberikan padanya bukanlah obat-obatan manusia. Dokter itu sendiri yang merawatnya dan menjaganya layaknya anaknya sendiri. Dia juga mengangkatnya menjadi anak angkatnya. Karna merasa harapan hidup Ha Rin semakin menipis, akhirnya dokter itu merubahnya menjadi vampire. Ia mengalami transformasi yang lumayan lama dan menyedihkan. Ia baru bisa menjadi vampire sebulan kemudian sehabis di gigit oleh dokter itu. Selain karna dia bukanlah takdir siapa-siapa, kondisi tubuh manusianya juga dalam keadaan sekarat. Tadinya dokter itu mengira kalau Ha Rin tidak akan sanggup melewati masa transformasi yang sangat menyakitkan itu, tapi nyatanya dia sanggup melewatinya”,

Terdengar helaan nafas berat darinya. Bajuku basah. Sepertinya dia menangis mendengar ceritaku. Yah, maklum. Sebenarnya dibalik sifatnya yang menyebalkan itu, dia memiliki kisah yang menyedihkan. Aku tahu sampai sekarang ia masih sedih karna kematian kedua orangtuanya. Dan sebenarnya Ha Rin adalah anak yang polos dan rapuh. Hanya saja tekadnya yang berlebihan itu yang membuatnya seperti sekarang ini.

“Tahun pertama adalah masa-masa sulit untuknya. Dia masih belum bisa menyesuaikan tubuh barunya. Terkadang dia mengalami kejang-kejang karna tubuhnya belum sepenuhnya menerima racun vampire yang diberikan dokter itu. Dan setiap malam ia sering menangis karna nasib yang diterimanya begitu menyedihkan. Aku yang saat itu adalah asisten dokter yang merawat Ha Rin bersimpati padanya. Aku mengatakan padanya kalau hidup itu harus di syukuri. Walaupun kehidupannya masih kurang beruntung dari orang-orang diluar”,

“Tapi berkat dokter itu, ia masih bisa bertahan di dunia ini. Aku terus menghiburnya hingga dia merubah pendapat dirinya tentang dunia vampire yang baru bagi dirinya. Aku melatihnya untuk menggunakan kekuatannya. Dan dua tahun kemudian aku mengundurkan diri menjadi asisten dokter itu karna Leeteuk menyuruhku berhenti. Aku tidak bisa berbuat banyak saat itu karna aku masih muda dalam hitungan umur vampire. Dia yang kaget mendengar kabarku yang mengundurkan diri langsung menahanku”,

“Sudah berkali-kali dia datang kerumah kami dan memaksaku untuk kembali. Aku juga sudah berulang kali mengatakan padanya kalau aku tidak bisa kembali. Akhirnya Leeteuk turun tangan dan berbicara pada Ha Rin. Dan sejak saat itu dia terobsesi padaku. Dia sangat ingin aku kembali padanya. Kembali seperti ‘oppa’nya yang dulu. Dan aku benar-benar tidak menyangka dia berubah menjadi seorang vampire yang jahat sejak 30 tahun terakhir itu”,

Kurasa aku harus mengganti baju lagi. Berkali-kali ia mengusapkan wajahnya di baju kemejaku. Kuusap perlahan rambut panjangnya dalam diam. Gadisku ini, dia adalah orang yang perasa. Gampang sekali tersentuh dengan hal-hal seperti ini. Hatinya terlalu baik sehingga aku khawatir kalau sewaktu-waktu orang akan memanfaatkan sifatnya yang satu ini.

Park Seun Min POV

Sinar matahari pagi menembus jendela-jendela besar yang ada di kamar ini. Aku terbangun dan sedikit menggeliat dalam pelukan Donghae oppa. Kutatap wajahnya dan rasa kaget menghampiriku.

“Kau tidak tidur oppa?”, tanyaku. Dia menggeleng dan tersenyum. Menarik kembali tubuhku kedalam pelukan hangatnya. “Kalau aku tidur, bagaimana aku bisa menjagamu? Lagipula sebenarnya aku tidak butuh yang namanya tidur. Dan aku tidak terbiasa tidur. Yah, kau tahu lah kenapa”, aku tertawa pelan mendengarnya.

“Ayo kita bangun oppa. Kita siapkan sarapan pagi untuk Eunmin eonni dan Min-young eonni. Semoga saja mereka belum bangun, jadi aku bisa leluasa memanfaatkan dapur. Hahaha”, kataku sambil hendak berdiri bangun.

Aku membetulkan letak baju tidurku yang sedikit kusut karna tertidur semalam. Donghae oppa ikut bangun dan langsung mengambil kuncir rambutku dan mengikat rambut panjangku keatas. Seketika aku merasakan panas melanda kedua pipiku. Tak sadarkah diriku sendiri? Kami ini seperti.. pasangan suami istri.. >////< aigoo~~

“Mukamu merah Min~a. kau kenapa, hm?”, tanyanya. Aku mengggeleng dan langsung kekamar mandi untuk mencuci muka.

“Tenang saja. Kalau masalah ini sudah selesai, aku akan segera menikahimu”,

***

“Seun Min~a, maaf kami tidak bisa bangun pagi dan membiarkanmu memasak banyak seperti ini sendirian”, Min-young dan Eunmin eonni menangkupkan kedua tangannya didepan wajahnya. Aku hanya tersenyum kecil sambil mengambilkan satu porsi nasi goreng dan beberapa masakanku yang lain untuk Min-young dan Eunmin eonni.

“Gwaenchana. Aku sengaja tidak membangunkan kalian semua karna aku tahu kalian semua pasti sedang kelelahan. Sudahlah, kita sarapan saja dulu”, ucapku. Mereka mengangguk dan mulai sarapan setelah mengucapkan maaf berkali-kali padaku. Lagi-lagi aku hanya tertawa pelan melihat mereka.

“Kau mau makan oppa?”, tanyaku. Donghae oppa mengangguk dan aku mengambil satu porsi lagi untuk Donghae oppa. Setelah semuanya sudah kedapatan (?) makanan, aku baru mengambil makan untukku sendiri. Kami makan sambil diiringi tawa. Walaupun sebenarnya aku tertawa dengan sedikit tidak enak. Fikiranku tiba-tiba melayang pada orang-orang yang ada di Seoul. Apakah mereka baik-baik saja?

Author POV

“Nah, sedikit lagi semuanya selesai. Dan aku bisa membalaskan dendamku pada keluarga itu karna sudah berani menyuruh Donghae oppa berpisah dariku. Tapi tentu saja, aku juga akan merebut kembali Donghae oppaku dari mereka dan gadis itu. Hahahaha”, tawa kejam itu membahana di gudang besar yang berisi ratusan mayat yang sedang dalam transformasi menjadi vampire.

Tentu bukan hanya gadis itu yang melakukannya. Melainkan sekawanan vampire yang beranggotakan lima orang yang membantu dirinya untuk merubah manusia-manusia malang itu menjadi vampire. Kelima orang itu juga mempunyai dendam tersendiri pada keluarga Leeteuk. Maka mereka dengan senang hati menerima tawaran busuk Song Ha Rin.

“Ha Rin!”, panggil seorang namja dari arah belakang. Gadis itu menoleh dan menatap namja imut itu dengan senyuman licik yang masih mengembang di wajahnya.

“Boleh aku minta satu manusia yang ada di sini untuk kujadikan makanan? Yang lain sudah mengambil bagiannya, dan aku belum”, ucap namja imut itu. Ha Rin mengangguk dan merentangkan kedua tangannya.

“Tentu saja Taemin~ kau boleh mengambil salah satu dari mereka. Tapi ingat, jasad mereka harus langsung kau musnahkan agar tidak menimbulkan kecurigaan pada manusia”, tukas Ha Rin yang disambut anggukan semangat dari Taemin. Namja imut itu langsung melesat dan membopong salah satu manusia yang masih dalam tahap transformasi. “Gomawo Ha Rin~a”,

***

“Diperkirakan 200 orang menghilang di sebuah desa di kawasan xxx sejak seminggu yang lalu. Tidak diketahui kemana hilangnya seluruh penduduk itu. Kasus ini baru diketahui public karna ada seorang lelaki yang melapor pada polisi saat…”, FLIP

Leeteuk langsung mematikan saluran tv tersebut. Dipandanginya semua orang yang ada dalam rumah itu dengan tatapan waspada.

“Kalian lihat itu? Ha Rin benar-benar berniat untuk menyerang kita. Bahkan ia menculik seluruh penghuni desa untuk melancarkan serangannya pada kita. Sepertinya dengan jumlah anggota kita saat ini masih belum mencukupi untuk melawan kelompok mereka. Kudengar, ada lima orang yang bergabung dalam kelompok Ha Rin”, ujar Leeteuk.

“Aku tahu siapa saja yang bergabung dalam kelompok orang itu. Mereka adalah Onew, Jonghyun, Key, Minho, dan Taemin. Dari yang kutahu, mereka menerima tawaran Ha Rin itu karna mereka mempunyai dendam pribadi pada kita. Bahkan dendam itu sama sekali tak masuk akal”, ucap Kyuhyun yang mendapat tatapan prihatin dari 12 kerabat mereka yang dipanggil Soo Kyung kemarin.

“Dan mengenai jumlah anggota kita, kurasa 15 vampire sudah cukup. Walaupun kita harus melawan lebih dari 200 vampire, tapi mereka tetap saja vampire baru. Belum mempunyai kekuatan apa-apa selain daya ingat, fikir, dan penglihatan yang kuat. Ditambah gerakan berlari mereka yang masih sangat minim dari kita”, kata salah seorang kerabat mereka yang paling tinggi. Kris.

“Hm, kurasa kau ada benarnya juga. Baiklah, kita harus mengatur strategi sekarang juga. Dan oh! Baekhyun~a, bisa kau pergi ke pulau Santiago untuk berjaga-jaga disana bersama Donghae? Kita tidak tahu apakah Ha Rin tahu keberadaan Donghae dan yang lainnya di pulau itu. Ini untuk berjaga-jaga. Dan seandainya orang itu mengetahui kalian berada disana, cepat kirimi kami kanar agar kami bisa member tambahan bantuan”, namja imut yang dipanggil Baekhyun itu mengangguk.

“Baiklah hyung, kalau begitu aku pergi dulu. Permisi”, namja itu langsung melesat dengan  sangat cepat dari hadapan mereka.

“Baiklah. Ayo kita mulai”,

***

“Baekhyun? Sedang apa kau disini?”, Donghae menatap kaget Baekhyun yang sedang berdiri di depan villa mereka sambil merapihkan tataan rambutnya yang sedikit berantakan. (kayak di mv Twinkle)

“Oh kau rupanya hyung. Ini, aku disuruh oleh Leeteuk hyung menemanimu berjaga disini. Yang lainnya sedang berada dirumah. Sedang menyiapkan strategi kalau-kalau orang itu menyerang secara mendadak. Oh ya, apa disini ada kaca?”, Tanya namja itu mengalihkan perhatian. Donghae menghela nafas panjang. Kelakuan sepupunya ini memang sedikit menjengkelkan. Terkadang ia lebih memperhatikan penampilannya dari pada apapun.

“Ada didalam. Tapi bukan di dalam kamar, di ruang tamu. Masuklah, sekalian aku mengenalkanmu pada takdirku”, kata Donghae. Baekhyun mengangguk dan tersenyum. Lalu mengikuti Donghae dari belakang.

Sesampainya di dalam, Donghae memanggil Seun Min, Eunmin, dan Min-young yang sedang bereksperimen masakan di dapur. Lalu ia mengenalkan satu persatu dari mereka pada Baekhyun.

“Annyeonghaseo~ cheoneun Byun Baekhyun imnida. Aku adalah sepupu jauh Donghae hyung yang tinggal di Australia”, ucap Baekhyun mengenalkan dirinya. Ketiganya mengangguk. Kalau ini sepupu jauhnya Donghae, otomatis dia juga vampire. Dan Seun Min tidak bisa menahan bibirnya untuk bertanya pada Baekhyun.

“Kau kesini naik apa?”, dan tawa Baekhyun langsung meledak begitu saja ketika mendengar pertanyaan Seun Min.

“Aku tidak naik apa-apa Seun Min-ssi. Kau lihat kan aku hanya membawa badanku saja? Kkkk”, jawab Baekhyun. “Baiklah, boleh ku pinjam sebentar pacarmu ini?”, Seun Min hanya mengangguk dan Donghae berjalan keluar bersama Baekhyun. Entah apa yang mereka bicarakan.

“Kau tahu? Sejak tadi pagi perasaanku tidak enak. Kira-kira apa yang akan terjadi nanti”, kata Eunmin pada Seun Min dan Min-young.

“Akupun begitu. Bagaimana dengamu Seun Min~a?”, timpal Min-young yang disambut anggukan serta raut cemas dari Seun Min.

“Yah, kita serahkan saja semuanya sama tuhan. Seandainya ada kejadian hebat yang menimpa kita, kita juga tidak bisa berbuat apa-apa karna kita masih manusia. Biarkan mereka yang menyelesaikannya. Kita bantu doa saja”, tukas Seun Min.

***

TBC

***

            Otthe? Bagus ga? Bagus ga? Hehehehe, aku ngebut lho ini bikinnya. Semoga tidak mengecewakan chingudeul semua ya ^^

            Aku tunggu RCL kalian lho~~ gomawo~~ ^^

13 thoughts on “He Is Vampire [9/12]

  1. wah….! author critax tambah seru nih!. sampe aq mbaca td kebwa suasana tegang n marah kok. kira2 apa yg terjd waktu perang? apa keluarga donghae berhsl mengalahkan song harin atau tdk y? Ahhh aq jd penasarang nih
    aq tunggu kelanjutan crita ini smoga tambah seru n menegangkan ^_^
    #amin :-)

  2. Wah.. ada Onew.-. Tapi.. dari tampang tampangnya Onew sama Taemin kurang cucok jadi vampire dengan hati pendendam gitu deh.-. #okeiniprotes
    Makin seru aja deh, bener benervgak sabar sama lanjutannya.. lanjutannyaharus lebih kece.. ehehehe

  3. Tunggu~ ini di ambil dri breaking dawn sm eclipse bukan sih ? Itu yg adegan nntn berita sm nyari org” ._. Trus yg ha rin bkin newborn._.
    Keren” thor . Lanjutkan !!

  4. Ah.. Jjang part 9!
    Aigoo.. Ha Rin mau perang ya? Grr
    Terlalu terobsesi sama sesuatu itu kn tdak baik-_-
    Ah senangnya hae sama seun min makin mesra aja.. Wkwkk
    Kemesraan pasangan lainnya gmn thor? Wkwkk
    Ga sabar nunggu next part nya. Hhi.
    Hwaiting thor! ;)

  5. Kaget nag2 shinee di sisi jahat… Hehe
    dan sepupu jauh itu anag exo semua kah?
    Daebakk author, jjang
    gag sabar kelanjutanya… Kisah hidup song han rin mirip rosallie dan victoria, btl tidak?
    Aku suka

  6. Kren sech,,
    Pe knp SHINee oppa jd vampire yg jhat ea,,??
    Knp gk mreka ja yg bntu leeteuk oppa cs,,??
    Muka2 mreka gk co2k jd vampire jhat,,

    Pe lnjut dech thor,,
    Kyak na mkin sru ja crita na,,

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s