My Lost Key of Heart [1/2]

Author            : Yanti Kim a.k.a Kim Gaeul

Casts               : Kim Gaeul, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Choi Siwon

Rating              : All Ages

Genre               : Love/Friends

Happy Reading~

 

Author POV

 

7 tahun yang lalu

Ciiiiittttttttt brakkkkk!

#                                                #                                                #

 

“Dok, bagaimana keadaan anak saya?”

“ Maaf bu, pak. Luka anak ibu dan bapak sangat serius. Setengah wajah Donghae hancur dan dia kehilangan banyak darah. Kami harus segera melakukan operasi. “

“Donghae-ahhh..” jerit ibu Donghae histeris

“Maaf, kami melihat Donghae dari tadi menggenggam kalung ini. Mungkin sebaiknya ibu dan bapak saja  yang membawanya siapa tahu ini penting.”

#                                                #                                                #

2013

Brukk!

“Aww… Hei, kalau jalan lihat-lihat dong!”

“ Kau yang menabrakku kenapa kau yang menyalahkanku?”

“Aku tak melihatmu,  jadi kau yang salah. Kau pasti tiba-tiba berjalan ke arahku dan sengaja menabrakku untuk berkenalan denganku kan? Itu cara kuno tuan.” Kata Gaeul sinis dengan penekanan pada kata ‘Itu cara kuno tuan’.

“Cih, kau kira aku tak punya kerjaan lain?  Lagipula kau biasa saja, tak menarik. Jadi untuk apa aku mendekatimu? Buang-buang waktu.”

“Apa???… “  Kalau saja ada batu, Gaeul ingin sekali menimpuk wajah tampan pria di depannya ini. “Aku akan membunuhmuuu” batin Gaeul dibarengi evil smirknya.

“Hei…kau. Ayo lawan aku bermain basket. Kalau kau menang, aku akan memberimu 1 permintaan begitupula sebaliknya.  Bagaimana?” tantang Gaeul tanpa rasa takut.

“Cih, melawan gadis kecil sepertimu? Kau tak salah orang? Kau jalan saja beberapa meter dari kampus lalu di sebelah kanan jalan kau akan melihat sebuah SD, kau tantang saja anak-anak di sana. Hahahaha.”

“Kenapa? Kau takut? Asal kau tahu saja aku selalu memenangkan kejuaraan basket.”  Kata Gaeul meremehkan.

“Sombong sekali, aku juga pernah beberapa kali menang pertandingan basket saat aku masih di luar negeri dulu. “

“Oh kau pindahan luar rupanya, pantas kau itu sok sekali. Asal kau tahu saja aku sama sekali tak percaya dengan kata-katamu. ”

“Ayo bertanding sekarang.”

#                                                #                                                #

“Hahahahaaha aku menaaang.”

“ Kau curang..” Gaeul berteriak kesal karena kalah melawan pria tengik di depannya.

“Hei.. aku tidak curang. Kau saja yang sering melamun, padahal bola ada di tanganmu.  Jadi jangan salahkan aku merebut bolamu dengan mudah. Hahahaha.”

“Kau…….. Sudahlah, apa permintaanmu?” geram Gaeul tak tahan untuk menendang makhluk yang baginya sangat menyebalkan itu.

“Hmm… nanti saja. Aku sedang tak ada keinginan, kalau sudah ada aku akan mencarimu.Ohya namaku Kyuhyun. Sampai jumpa, senang mengalahkanmu. Hahahaha.” Kata pria itu sambil berlalu meninggalkan Gaeul.

#                                                #                                                #

Hari ini Gaeul merasa sangat sial. Bagaimana tidak, ia ditabrak seorang pria tengik  bernama Kyuhyun.  DAN ORANG ITU TELAH MENGALAHKAN SEORANG KIM GAEUL! Tapi… benar kata Kyuhyun, salahnya sendiri karena ia banyak melamun saat bermain tadi.  Tapi..bagaimana bisa ia tidak melamun saat melihat makhluk yang  wajahnya menyebalkan  itu tiba-tiba tersenyum padanya di tengah pertandingan?? Senyum itu…

Gaeul meraih foto yang ada di meja di samping tempat tidurnya. Sambil menahan tangis dan sakit di hatinya,  Gaeul memperhatikan foto itu.  2 orang anak kecil yang sedang duduk berdampingan sambil tersenyum manis.

“Hae-ah  aku merindukanmu…?”

#                                                #                                                #

“Hai… kita bertemu lagi. Kenapa bisa bertemu lagi ya? Apa kita berjodoh?. Hahaha.”

“Tolong berhenti tertawa seperti itu.” jerit Gaeul dalam hati. Entah kenapa setiap melihat senyum dan tawa Kyuhyun ia selalu teringat Hae dan teringat rasa sakit itu.

“Hahh, mungkin kampus kita kurang luas jadi aku bisa bertemu makhluk menyebalkan sepertimu lagi.”

“Hahahaha kau lucu sekali, kampus kita sangat luas nona. Apa matamu sedang bermasalah? Hahahaha..”

Kyuhyun semakin meledakkan tawanya. Namun tawa itu seketika lenyap saat melihat tatapan tak bersahabat Gaeul yang seakan mengisyaratkannya untuk tutup mulut jika ia masih menyayangi mulutnya.

“ Baik-baik, aku hanya ingin menyapa teman baru. Bukankah kita belum berkenalan dengan resmi? namaku Kyuhyun dan aku dari jurusan Art.Namamu siapa?”

“Kim Gaeul. Apa kau sudah ada permintaan?” tanya Gaeul to the point, ia ingin cepat-cepat berhenti berurusan dengan orang ini.

“Wow ternyata kau memang gadis yang hobi buru-buru ya. Hahaha..”

“Jawab saja pertanyaanku, aku tak ingin mempunyai hutang pada orang lain.”

“Baiklah. Hmm….”

1 detik..2 detik… 3 detik… 4 detik… 5 detik.. 6 detik.. 7 detik..

“ tapi sepertinya aku belum ingin sesuatu. Hei, kalau kau jadi kau, kau akan meminta apa?”

“Entahlah, mungkin aku akan meminta agar aku tidak bertemu denganmu lagi.”

Karena malas dan merasa telah membuang-buang waktunya, Gaeul memilih berlalu meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun hanya bisa terdiam di tempatnya sambil tersenyum. Bukan senyum senang atau senyum jahil khasnya, namun senyum tenang yang menyimpan sejuta makna.

#                                                #                                                #

Setelah beberapa menit menunggu akhirnya bus yang akan mengantar Gaeul pulang datang juga.  Ia memang selalu pulang menaiki bus . Walaupun harus jalan kaki beberapa meter lagi agar  sampai rumah, itu tak jadi masalah baginya karena ia telah terbiasa menaiki bus dari kecil , bedanya dulu ia naik bus bersama Donghae tapi sekarang hanya ia dan kenangan tentang Donghae yang ia ajak bersama.  Tak sampai sejam, bus telah berhenti di halte berikutnya. Pintu bus pun terbuka dan para penumpang banyak yang turun termasuk Gaeul. Baru berjalan beberapa langkah di halte, tiba-tiba ia merasa tasnya di tarik kemudia di bawa lari seseorang.

“Copet…!” teriak Gaeul sambil berlari mengejar copet itu.  Namu apa daya, Gaeul terlalu lelah untuk mengejarnya dan tampaknya tak ada seorang pun yang membantunya mengejar copet tadi. Ia pun hanya bisa terduduk di tanah dan menundukkan kepalanya meratapi kepergian tasnya.

“Bodoh! Harusnya aku lebih waspada.”

“Kau memang bodoh.”

Gaeul  mendongakkan kepalanya mendengar suara itu. Orang itu mengulurkan tangannya pada Gaeul untuk membantunya bangun, dan tentu saja Gaeul menyambut hangat tangan itu.

“ Ka..kau… kenapa bisa di sini?”

“Memangnya aku tidak boleh pulang naik bus? Ini tas mu. Lain kali hati-hati ya nona kim.” Kata Kyuhyun mengacak poni  Gaeul sambil menyunggingkan senyumnya yang sebenarnya itu adalah senyum favorit Gaeul. Gaeul terdiam di tempatnya tak tahu harus bagaimana, suasana canggung pun tak terhindarkan. Sampai mata Gaeul menangkap sesuatu yang di genggam sebelah tangan Kyuhyun.

“Kau… yang menyelamatkan tasku?” tanya Gaeul gugup.

“Yaa begitulah. Kenapa? Mau berterima kasih? Sebaiknya tak usah. Karena ibuku selalu  mengajarkanku menolong setiap orang yang perlu pertolongan apalagi itu seorang wanita. Kita harus menolong tanpa mengharapkan imbalan, sekalipun itu hanya sekedar kata terima kasih. Karena itu memang kewajiban kita sebagai umat manusia.” Terang Kyuhyun masih dengan senyum tenangnya.

Kata-kata itu.. Gaeul seakan mengalami dejavu saat seorang anak laki-laki berumur 8 tahun juga pernah mengucapkannya.

FLASHBACK

“Ibuku selalu  mengajarkanku menolong setiap orang yang perlu pertolongan apalagi itu seorang wanita. Kita harus menolong tanpa mengharapkan imbalan, sekalipun itu hanya sekedar kata terima kasih. Karena itu memang kewajiban kita sebagai umat manusia.”

“Benarkah? Wahh berarti kau harus selalu menolongku saat aku susah Hae-ah.”

“Tentu saja  Autumnku, kau itu kan calon istriku di masa depan jadi aku harus siap siaga untukmu.”  Kata Donghae dengan tegas seakan melindungi Gaeul adalah alasan kenapa ia dilahirkan.

“Memangnya aku mau menikah denganmu?”

Mereka sama –sama terdiam saling menatap 1 sama lain, tapi kemudian gelak tawa menghiasi wajah mereka.

FLASHBACK END

Gaeul menitikkan air matanya. Sudah sangat lama ia tak mendengar kata-kata itu lagi, bahkan ia mengira tak akan pernah lagi mendengarnya.

“Hei, kenapa kau tiba-tiba mengangis? Aku kan hanya mengembalikan tasmu yang hampir dicuri.” kata Kyuhyun bingung.

“Ma..maau..maukah kau mengantarku pulang? Aku mohonn.”

Gaeul kaget mengapa kata-kata itu meluncur begitu saja di sela tangis dari mulutnya. Diantar pulang? Gaeul merasa seperti seorang gadis cengeng yang ketakutan pulang sendiri. Tapi bukan itu masalahnya, entah mengapa ia merasa tak ingin pulang sendiri.Kyuhyun  yang tak tega melihat gadis  di hadapannya menangis pun hanya bisa mengiyakan permintaan Gaeul itu.

Selama perjalanan pulang Kyuhyun mencoba menghibur Gaeul sehingga ia berhenti menangis. Mereka saling bertukar cerita dan saling tertawa. Gaeul  merasakan  kenyamanan bersama Kyuhyun,  padahal ia bukan tipe orang yang mudah akrab dengan orang baru. Apalagi itu makhluk yang pernah mengalahkannya tanding basket.

“Rumahmu dimana? “

“Kenapa? Mau menginap? Aku tinggal sendiri kok. Orang tuaku tinggal di luar negeri.” Jawab Kyuhyun santai.

“Dasar mesum. Siapa juga yang mau menginap di sana.” Kata Gaeul sambil tertawa seolah terbiasa dengan sifat jahil Kyuhyun yang sering menggodanya.

“Kau tinggal sendiri?” tanya Kyuhyun.

“Tidak, aku tinggal berdua dengan ibuku. Ayahku meninggal karena kecelakaan saat umurku masih 12 tahun.”

“Oh maaf. Aku tidak bermaksud..”

“Tidak apa-apa. Aku sudah tidak sedih lagi, aku sudah merelakan ayah pergi.” Kata Gaeul dengan senyum  terkembang di bibirnya seakan menandakan ia benar-benar telah merelakan ayahnya pergi.

“Benarkah?”

“Awalnya aku sangat sedih. Aku sangat dekat dengan ayah, aku sangat menyayanginya. Tapi yang membuatku lebih sedih adalah, setelah kehilangan ayah aku kehilangan sahabat terbaikku karena kebodohanku sendiri.”

“Apa orang itu ada hubungannya dengan kalung kunci yang selalu kau pakai itu?”

“Bagaimana kau tahu?” tanya Gaeul shock, karena seingatnya hanya ia dan Donghae sajalah yang mengetahui tentang kalung ini.

“Emm.. hanya menebak. Ternyata benar ya? Habisnya aku selalu melihatmu memakai kalung itu.”

“Sepertinya aku memang harus menceritakan semuanya padamu. Dulu saat umurku  10 tahun, aku dan Donghae sahabatku membeli sebuah kotak kapsul besar dan kalung ini adalah kunci untuk membuka kapsul itu. Kami membuat surat tentang hal apa saja yang ingin kami ucapkan satu sama lain lalu kami menguncinya di dalam kapsul itu, dan kami menanamnya di taman tempat kami sering bermain bersama. Karena Donghae lahir beberapa bulan lebih awal dariku, kami berjanji akan saling membacanya saat ulang tahun Donghae yang ke 19. Saat hari itu tiba, aku menunggunya di taman itu berharap dia akan datang dan kami dapat bertemu untuk membuka kotak kapsul itu bersama-sama. Tapi dia tak datang….. Aku memang bodoh menunggunya waktu itu, padahal aku tahu ia tak akan pernah datang. Aku tak akan pernah tahu isi surat Donghae untukku, begitupun sebaliknya.”

“Kenapa?”

Gaeul menghela nafasnya. Pertanyaan Kyuhyun seakan langsung menghunus hatinya, karena bagian ini adalah bagian yang sangat menyakitkan dalam hidupnya.

“ Seperti yang aku bilang tadi, ayahku meninggal saat aku berumur 12 tahun. Itu saat-saat yang benar-benar sulit bagiku. Sampai-sampai 2 hari berturut-turut aku tak makan dan tak minum, kerjaanku hanya menangis dan melamun. Ibuku bahkan tak kuat melihat keadaanku, ia hanya bisa mengantarkan makanan padaku yang tak pernah aku sentuh. Donghae kemudian datang ke rumahku dan  marah melihat keadaanku terus menerus seperti itu. Ia menasehatiku agar terus menjalani hidup seperti dulu bukannya berdiam diri seperti zombie. Saat itu emosiku masih labil, aku merasa tak butuh nasehatnya dan aku balik memarahinya. Aku mengatakan padanya bahwa dia tak tak akan bisa mengerti  keadaanku karena orang tuanya masih lengkap. Dan aku juga menudingnya sebagai penyebab kematian ayahku karena sebelum kematian ayah, Donghae meneleponku untuk datang ke rumahnya, sehingga aku langsung menelepon ayah untuk pulang saat itu juga untuk mengantarku ke rumahnya karena ibu sedang ke pergi.  Aku mengatakan padanya bahwa jika saja aku tak mengenalnya maka orang tuaku masih lengkap…….” Gaeul tak kuasa menahan tangisnya yang langsung pecah tanpa aba-aba. Sejujurnya Ia sangat menyesal telah berkata begitu menyakitkan pada Donghae, ia sangat merasa bersalah pada sahabat terbaik sekaligus cinta pertama yang tak disadarinya itu.

“Lalu apa yang terjadi selanjutnya?”

“Sepertinya Donghae sangat terpukul setelah aku mengatakan hal itu. Ia pergi dan tak pernah lagi menemuiku, kabar terakhir yang aku dengar…”

Gaeul semakin tak bisa mengontrol air matanya yang kini semakin pecah. Kyuhyun yang melihat Gaeul menangis tergerak memeluk gadis rapuh itu, berharap hal itu dapat menenangkannya. Ia sangat benci melihat air mata Gaeul, ia ingin gadis itu tertawa lepas seperti tadi lagi, ingin mendengar kata-kata juteknya seperti biasa bukannya tak berdaya seperti sekarang.

Gaeul pun merasa sangat nyaman dalam pelukan Kyuhyun. Setelah merasa tangisnya mereda, Gaeul melanjutkan ceritanya lagi. Entahlah, ia merasa Kyuhyun harus mendengar semuanya.

“Kabar terakhir yang aku dengar, Donghae dan keluarganya meninggal dalam tabrakan saat hendak ke bandara. Mereka ingin pindah ke Paris. Aku bahkan tak di beri tahu oleh Donghae bahwa mereka akan ke Paris. Dika pasti membenciku.” Kata Gaeul masih sedikit terisak. Samar dalam isak tangisnya ia mendengar seseorang tengah menggumamkan sesuatu. Apa mungkin Kyuhyun?

“Apa kau ada mengatakan sesuatu?”

“Tidak, tidak ada.”

Aneh.  Gaeul merasa ada yang mengatakan sesuatu , suara yang di dengarnya seakan mengatakan ……………….. ‘ Maaf’   Apa mungkin hanya halusinasi?

Gaeul menatap Kyuhyun yang ternyata tengah menatapnya juga. Gaeul mencari-cari makna di balik tatapan Kyuhyun itu. Tapi entahlah, tatapan itu sulit ia artikan. Seperti  tatapan……..  rindu.

“Aku tahu aku memang tampan, apa kau sudah terperangkap pesonaku?”

Plakk! Kata-kata Kyuhyun bagai tamparan bagi Gaeul. Sial. Bagaimana bisa ia malah melamun sambil menatap pria itu terus dan kenapa harus dia lagi yang kena batunya?  Bukannya  Kyuhyun yang lebih dulu yang menatapnya?????

“Hei. Kau yang dari tadi menatapku .” Gaeul membela diri.

“Hahahaha…. itu karena kau mengingatkanku pada seseorang.” Kata Kyuhyun sambil menerawang langit.

“Pacar?”

“Entahlah…. belum jelas. Hehehe Kenapa? Kau takut tak punya harapan? “

“Kau ingin merasakan mencium sepatuku?” kata Gaeul tenang dengan wajah datar dan senyum bak iblisnya.

“Hahahaha..Autumn..Autumn..  Kau ini kalau marah seram sekali, coba kau tertawa seperti tadi pasti lebih cantik. ”

DEG!  Gaeul merasa tubuhnya menegang, bukan karena Kyuhyun memujinya cantik. Autumn… bagaimana Kyuhun tahu nama panggilan Donghae  untuknya?

“Autumn… kenapa kau memanggilku begitu?”

“Bukankah namamu Gaeul. Gaeul berarti musim gugur kan? Heii.. kau lupa ya aku pindahan luar negeri. Hahahahaha.”

‘Benar juga’ pikir Gaeul, tak hanya Donghae yang bisa memanggilnya dengan nama itu. Semua orang pun bisa, karena itu memang namanya.

Gaeul tak mengindahkan syaraf-syaraf tubuhnya yang tiba-tiba aneh dan berkonsentrasi pada jalan yang kini telah membawanya sampai ke rumah.

“Tak perlu mampir bukan?”

“Hei, tuan rumah macam apa kau tak memperbolehkan tamunya untuk mampir. Dasar aneh.”

“Kalau tamunya sepertimu hanya akan menyusahkan tuan rumah saja. Hahahahaha. Sudahlah aku lelah, aku masuk dulu ya.”

“Dasar gadis ini. Hahh.. Baiklah aku juga sudah ingin pulang. Ohya karena besok hari libur, aku ingin mengajakmu jalan-jalan, kau harus datang karena akan ada sesuatu yang spesial. Aku tunggu di halte bus tadi jam 10 pagi ya. Kalau begitu sampai jumpa besok.” Kata Kyuhyun sambil bergegas meninggalkan rumah Gaeul. Ia tak ingin mendengar penolakan, sehingga ia berlari dengan kencang sebelum Gaeul mengatakan sesuatu. Gaeul yang melihat tingkah aneh Kyuhyun hanya bisa geleng-geleng kepala sembari terkekeh kecil sambil menutup gerbang rumahnya.

Setelah Gaeul menutup pintunya seseorang keluar dari persembunyian. Gaeul dan Kyuhyun tak sadar kalau sedari tadi mereka diikuti seseorang.

 

#                                                #                                                #

Gaeul duduk dengan gelisah di halte dekat rumahnya. Orang yang di tunggunya hingga 1jam lamanya, tak kunjung datang.

“Cih,  Apa kau dia perlu dandan berjam-jam untuk pergi?” sungut Gaeul kesal.

5 jam telah berlalu. Tak ada tanda-tanda Kyuhyun datang. Akhirnya Gaeul memutuskan meninggalkan tempat itu.

Sial bagi Gaeul di tengah perjalanan tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Ia berlari sekuat tenaga agar segera sampai ke rumah. Namun karena tak hati-hati, Gaeul pun terpeleset dan ia hanya bisa meringis kesakitan di tengah rintik hujan.

“Butuh bantuan?” kata seseorang memayungi Gaeul

“Kau….. siapa?”

Pria yanng tengah memayungi Gaeul itu sedikit kaget, kemudian ia membantu Gaeul untuk kembali berdiri.

“Aku akan mengantarmu sampai ke rumah. Kau pasti tidak membawa payung bukan?”

“Tunggu siapa namamu?”

“Nanti kau akan tahu.”

#                                                #                                                #

Aneh, Gaeul bahkan kini tak menemukan Kyuhyun  di kampus. Ia telah mencari orang yang kini di tetapkannya sebagai sahabat keduanya setelah Donghae itu di sekeliling kampus. Tapi hasilnya nihil. Hidung mancung Kyuhyun tak terlihat di mana-mana.

“Kyuhyunah, dimana kau? Apa kau ingin aku kehilangan sahabatku untuk yang kedua kalinya?” kata Gaeul takut-takut.

“Hai Gaeulah..” seseorang menepuk bahu Gaeul, membuatnya cepat-cepat menghapus air matanya yang mulai tergenang.

“Kau….”

“Kau tak mengingatku? Autumn?”

DEG!

‘Mengapa orang ini mengetahui nama panggilan Donghae untukku? Apakah alasannyya sama dengan Kyuhyun?’ batin Gaeul

“Kau tahu nama itu darimana?”

Haah,, Jelas saja kau tak mengenalku. Wajahku banyak berubah. Hmm.. Apa kau masih ingat ini?”

Orang itu mengeluarkan kalung yang amat sangat dikenal Gaeul. Tentu saja karena itu adalah kalung kunci, dimana hanya dia dan Donghaelah yang memilikinya.

“Lee Donghae?”

“Lama tak berjumpa…. Kim Gaeul…”

 

To Be Continue~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12 thoughts on “My Lost Key of Heart [1/2]

  1. Menurut.ku Kyu itu hae, trus orang asing itu siapa??
    Hadeuh pusing, dari pada nebak-nebak gk jelas, mending nungguin next part.nya aja… JANGAN LAMA LAMA YA….
    ;}

  2. lha malah klo menurut aku, si kyu tuh donghae oppa
    orang itu sapa, apa nyuruh kyu pergi yah..
    ah ditunggu lanjutannya yah…
    ffnya daebak banget…

  3. daebak.. psti kyu itu hae kan? orng asing itu siapa? mngkn orng yg diam” suka sama gaeul. atau kyu disuruh hae trs yg ngmng maaf itu hae lg ngumpet + yg ikutin kyu sama gaeul.. *panjang amat* haha this is my opinion hope you like kkk ^^ jngn lama” ya thor Hwaiting

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s