[FF Of The Week] Omma, Where’s Appa? [1/?]

WHERE

Author                  : PinKyu

Title                       : Omma, Where’s Appa? (Part 1)

Genre                   : Family, Romance

Type                      : Chaptered

Rating                   : PG +16

Main Cast            : Cho KyuHyun, Kim Hyun Ji (oc), Ju Kyu (oc)

Other Cast         : Song Joong Ki, Park Hye Ra

Disclaimer           :

FF ini punyaku, hasil dari imajinasi yang ada dalam otakku J . Ini FF kedua yang aku buat, mungkin ada typo, jadi maklumi saja para reader :p .

Gak usah banyak basa-basi silakan baca. Jangan lupa Comment Yah! J

***

Hyun Ji  pov

Apa yang kau fikirkan, ketika mendengar Yeoja 18 tahun mempunyai anak berumur 4 tahun?

Ani, ani. Jangan berpikir yang tidak-tidak dulu.

Annyeonghaseyo, joneun Hyun Ji imnida. Aku seorang mahasiswa di Inha University Fakultas Teknik semester 1. Dan seperti yang aku bicarakan tadi, aku adalah seorang Yeoja yang telah memiliki anak, sebenarnya bukan anak kandung lebih tepatnya anak angkat tapi aku sudah menganggap Ju Kyu sebagai anakku sendiri. Aku menyayanginya, sangat menyayanginya.

Apakah kalian ingin tahu bagaimana aku bisa memiliki malaikat kecilku itu. Inilah kisahnya…

Flashback …

Author pov

Terlihat seorang wanita muda yang menggendong bayi berumur 1 tahun. Dia melangkah dengan pandangan kosong sementara anaknya hanya meracau tak jelas sambil memainkan mainan kecil ditangan mungilnya, wanita itu melihat anak kandungnya dengan perasaan sedih yang mendalam. Bagaimana tidak, dia sudah tidak memiliki siapa-siapa didunia ini, suaminya baru meninggal beberapa jam yang lalu, dan sekarang dia diusir oleh mertuanya karena dianggap penyebab meninggal suaminya.

Entah otaknya sudah tidak berfungsi atau bagaimana, dia meletakan anak kecil itu di bangku yang berada ditepi jalan itu, sedangkan bayi itu tetap bermain dengan permainannya yang dianggapnya sangat menarik tanpa menyadari ibunya yang meninggalkannya.

Hyun Ji yang sedari tadi memperhatikan wanita itu bingung dengan apa yang wanita itu lakukan. Perlahan dia mendekati anak kecil itu dan menggendongnya, dilihat ibu dari anak kecil itu berjalan ke jalan raya yang ramai akan kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Hyun Ji membulatkan matanya ketika menyadari wanita itu berjalan dengan pandangan kosong menuju tengah jalan, dia ingin berlari menyelamatkan wanita itu …

Tiitt

Braakk!

Terlambat!

Wanita itu telah terlempar sangat jauh karena sebuah mobil menabraknya tampa ampun, orang-orang sekitar situ mulai mengerubuni wanita yang sudah bersimbah darah disekujur tubuhnya. Hyun Ji yang masih terpaku dengan kejadian itu akhirnya sadar dan berlari kearah kerumunan itu sambil menggendong bayi yang mulai menangis, mungkin anak kecil itu merasakan sesuatu yang buruk menimpa orang yang sangat dekat dengannya.

“Agashi bertahanlah” pekik Hyun Ji melihat wanita itu yang bernafas terengah-engah. “Yak, cepat panggil ambulance” teriaknya pada kerumunan itu. Tapi dia mengumpat kesal karena mata-mata yang ada disitu hanya terdiam tak melakukan apa-apa dan hanya menjadi penonton setia.

“Aish” dikeluarkan ponselnya dan menghubungi Rumah Sakit.

“Agashi bertahanlah kumohon, demi anakmu” seru Hyun Ji.

Tak lama ambulance datang dan membawa wanita itu. Hyun Ji mengikuti dan duduk disamping wanita itu, berusaha mengeluarkan kata-kata semangat agar supaya wanita itu tetap bertahan sampai dokter memeriksanya.

“Bertahan Agashi sebentar lagi sampai” ujar Hyun Ji panik karena melihat wanita itu sudah tak kuat lagi.

“Hah.. Hah.. aku.. hah.. meni.. tip anakku.. jaga.. lah dia hah seper.. ti anak .. kandung.. mu.. Ku.. mohon” ujar wanita itu lemah.. Apakah wanita ini tak melihat dia masih menggunakan seragam sekolah dan disuruh merawat anak?, pikirnya.

“Ani, ani kau harus bertahan, kau akan tetap hidup dan menjaga anakmu” ucap Hyun Ji.

“Aku.. tak .. punya.. keluarga.. lagi.. di dunia ini..”

“Stop! Bisakah kau diam saja” pekik Hyun Ji kesal karena wanita itu terus berbicara, ingin rasanya dia menyumpal mulut wanita itu tetapi tentu saja dia tak akan melakukannya, kalau dia melakukan hal itu bisa-bisa wanita itu benar-benar mati.

Sesampainya di Rumah Sakit wanita itu langsung dilarikan di ruang UGD. Hyun Ji menunggu diluar bersama namja kecil yang sudah tertidur pulas di pangkuannya. Tak lama dokter keluar.

“Uisa bagaimana keadaannya?” tanya Hyun Ji panik.

“Apakah kau kelurganya?” tanya dokter itu.

“Ani, tadi Agashi itu bilang dia sudah tak punya keluarga lagi, mungkin hanya anak ini” ujar Hyun Ji dan melihat anak kecil yang tertidur, dokter melhat anak itu sedih.

“Kasian sekali anak ini. Ibunya meninggal”

“Ne?” tanya Hyun Ji kaget.

“Jhwesonghamnida. Agashi itu meninggal saat perjalanan kemari” Hyun Ji shock dan mengumpat dalam hati.

“Kalau begitu aku pergi dulu” Hyun Ji tidak menjawab, dia hanya bisa mengangguk mengiyakan.

Hyun Ji melihat anak kecil yang sangat imut digendongannya. Dia merasa sangat sedih melihat anak kecil yang masih polos tidak tahu apa yang sedang terjadi dihidupnya.

Hyun Ji pun memutuskan menerima permintaan dari ibu anak itu, untuk menjaga anak itu dan menganggap dia sebagai anak kandungnya. Untung dia anak orang kaya jadi dia tak akan kesulitan merawat anak itu.

Orang tua Hyun Ji sebenarnya tidak menyetujui Hyun Ji mengangkat anak tapi Hyun Ji menjelaskan kronologi hidup anak kecil itu, orang tuanya yang melihat kepolosan anak kecil itu akhirnya mengijinkan Hyun Ji merawat anak itu sebagai anaknya. Sebenarnya orang tuanya tinggal dijepang karena mengurus perusahan mereka disana, maka dari itulah mereka agak khawatir Hyun Ji tinggal sendiri apalagi memiliki anak. Apakah Hyun Ji bisa?, sedangkan selama ini pelayanlah yang membantu dia mengurus keperluannya. Tapi Hyun Ji meyakinkan orang tuanya kalau dia bisa.

Flashback end..

Hyun Ji pov

Yah begitulah bagaimana aku bisa mendapatkan Ju Kyu. Dan mengurusnya selama 4 tahun.

“Omma pulang” teriakku membahana dirumah besarku.

“Kyunie kau dimana? Omma sudah pulang” aku mencari Ju Kyu dipelosok rumah dan menemukan anak imut itu duduk sendiri di taman belakang rumah.

“Kyunie apa yang kau lakukan disini?” ucapku dan duduk disampingnya. Dia memandangku dengan tatapan sedih. ‘Ada apa dengannya?’

“Kyunie wae? Apakah ada yang mengganggumu disekolah?” tanyaku khawatir, Ju Kyu memang sudah kumasukan di playgroup. Dia menggeleng kepalanya.

“Lalu kenapa kau kelihatan sedih, mmh?”

“Omma..”

“Wae?”

“Aku mempunyai pekerjaan rumah dari songsaenim, dan sepertinya aku tak bisa mengerjakannya” ucapnya menunduk sedih. Aku bingung, Ju Kyu adalah anak pintar hampir tak pernah dia bertanya padaku tentang pekerjaan rumahnya dan mengerjakan sendiri dia hanya memintaku untuk memeriksanya kembali. Dan semuanya benar.

“Wae? Apakah tugas yang diberikan songsaenim sangat sulit… Nanti omma membantumu” Ju Kyu mengangkat kepalanya dan melihat kearahku dengan berbinar.

“Benarkah omma mau membantuku?” tanyanya semangat membuatku mengangguk semangat juga.

“Memangnya tugasnya tentang apa?” ucapku penasaran. Sebenarnya tugasnya itu tentang apa sehingga Ju Kyu tak bisa mengerjakannya.

“Songsaenim menyuruh kami mendeskripsikan ‘BAGAIMANA SEORANG APPA ITU’”

Deg!

Aku menelan ludahku mendengar ucapannya. Aku tahu suatu hari akan ada situasi ini, tapi aku belum siap. Aaaggh otthoke apa yang harus aku lakukan.

“Tulis saja apa yang kau pikirkan tentang haraboji” ucapku cepat.

“Ani omma.. itu lain, aku tahu itu” aish anak ini memang pintar.

“Lain bagaimana? Kedua-duanya laki-laki kan?”

“Omma” pekiknya dan melihatku tajam. Aigoo bagaimana bisa aku takut hanya dengan melihat anak berumur 4 tahun menatapku dengan pandangan yang menakutkan.

“Arraseo” ucapku akhirnya menyerah.

“Yaey, baguslah ayo omma kita kerjakan tugasku” Ju Kyu menarik tanganku dan mau tak mau aku mengikutinya kedalam rumah. Tapi sebelum masuk kekamarnya aku berhenti dan membuat dia menatapku bingung.

“Kyunie omma belum mandi. Omma mandi dulu ne?” ucapku mengundur waktu.

“Ne”

Aku pun segera masuk kedalam kamar mandi yang berada dikamarku. Berlama-lama berendam air panas sambil memikirkan apa yang harus aku katakan pada Ju Kyu. Mungkin sejam lebih aku mandi. Setelah itu berganti pakaian dengan gerakan slow motion. Menyisir rambut dengan pandangan menerawang, sehingga rambutku memberontak karena bosan disisir berjam-jam.

Ceklek!

Brakk!

“OMMA” aku kaget melihat Ju Kyu yang berteriak di depan pintu dengan wajah murkanya.

“Omma, kenapa lama sekali. Aku bosan menunggunya” ucapnya kesal.

“Mianhe sayang, baiklah kaja” aku membawa Ju Kyu  keluar kamar, tapi sesampainya didepan pintu kamarnya, lagi-lagi aku berhenti, dia melihatku kesal.

“Mianhe, omma belum makan. Bagaimana kalau omma makan dulu lalu kita mengerjakan tugasnya. Bukankah kau belum makan malam kan?” ucapku membujuknya. Dia hanya mengangguk lemah dan mengikutiku.

Aish, tidak beruntung. Kim Ajjumma sudah membuatkan makan malam kami. Padahal aku berniat mengulur waktu untuk memasak dulu lalu makan. Tapi ya sudahlah. Kamipun menikmati makanan yang sudah disediakan ajjumma, pelayanku sewaktu aku masih kecil sampai sekarang. Dia sudah ku anggap keluargaku.

Seperti yang sudah-sudah aku mengulur waktu mencoba berpikir. Kulihat makanan Ju Kyu sudah habis sedangkan punyaku baru seperempat saja yang habis. Dia menungguku dengan wajah cemberut. Bosan, tentu saja.

“Omma, kau makan seperti bayi Yoon ajjumma tetangga kita, sangat lambat” ucapnya mengejek. Aish anak ini beraninya dia mengejek ommanya. Dasar. Aku pun memakan makananku dengan ‘normal’ sampai habis tidak lebih 5 menit membuat Ju Kyu tersenyum evil. Omo dari mana dia belajar senyum menegerikan itu.

“Omma cuci piring du..”

“Kim Ajjumma bisakah kau mencuci piringnya?” ujarnya memotong kataku dan memasang puppynya yang siapa saja akan melihatnya pasti akan mengiyakan maunya. Ajjumma tersenyum dan mengangguk membuat Ju Kyu tersenyum bahagia.

“Kaja omma” serunya semangat dan menarik tanganku.  Time out!

“Jadi omma ceritakan bagaimana appa itu?” tanya Ju Kyu semangat. ‘Songsaenim kenapa kau memberikan PR seperti ini’ jeritku dalam hati.

“Mmh appa yah?”

“Ne appa”

“Appa, appa, apa?” aku bingung harus mengatakan apa. Ju Kyu kelihatan kesal dan mengetuk-ngetuk pensilnya dimeja belajarnya.

“Baiklah, appa itu ..” aku terdiam sejenak. “ Appa adalah seorang namja yang tampan yang mempunyai kulit putih, hidung mancung, dan tubuh yang tinggi” sebenarnya itu adalah ciri-ciri tipe namja idealku, hehe.

“Wah, appa seperti aku” ucapnya polos. Yak sejak kapan anak ini menjadi narsis.

“Lanjutkan omma” serunya antusias.

“Mmh appa itu orang yang sangat baik dan orang yang sangat mencintai omma.. juga kau tentunya” ucapku mengarang, mata Ju Kyu kelihatan berbinar-binar.

“Appa memiliki senyum yang sangat menawan, sehingga banyak yeoja yang tergila-gila dengan appa membuat omma cemburu. Tetapi appa tak pernah menghiraukan mereka dan setia kepada omma” astaga khayalan apa yang masuk kedalam otakku ini.

“Apakah appa masih hidup?”

“Tentu saja” ucap ku cepat tanpa sadar.

“Ah an..” aku ingin meralatnya tapi Ju Kyu memotong lagi.

“Jeongmal, lalu dimana appa?” astaga kenapa mulut ini tidak bisa di rem. Apa yang harus aku jawab.

“Appa.. Appa sedang bekerja diluar negeri demi menunjang hidup omma dan kau Kyunie” akhirnya, mau bagaimana lagi mengarang saja sepuasku, semoga Ju Kyu tidak mengingat ini lagi.

“Tapi kenapa appa tak pernah pulang? Ju Kyu tidak pernah melihat wajah appa. Apakah omma mempunyai foto appa?” Ju Kyu-ya apakah kau tidak kasian dengan otak omma yang sudah berkerut memikirkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaanmu.

“Ani omma tidak mempunyai foto appa, appa tidak suka difoto”

“Begitukah. Baiklah gomawo omma aku akan mengerjakan PR ku dulu” ucap nya semangat. Aku menghela nafas lega akhirnya bebas juga dari ‘wartawan kecil’.

***

Author pov

“Aish Ahra noona memang menyebalkan. Kalau tidak mengingat kaset-kaset game ku yang akan dibakarnya, aku tidak sudi menuruti perintahnya menjemput anaknya. Lebih baik aku bermain sepuasnya dengan PSP ‘istriku’ “ gerutu Kyu Hyun kesal sambil menyetir.

Kyu Hyun sampai di tempat playgroup anak noonanya. Ternyata kelas Ha Ni belum keluar dia menunggu didepan kelas sambil memainkan game yang ada didalam handphone-nya untuk mengurangi kebosanannya. Ibu-ibu yang juga menunggu anak mereka, sejenak melupakan suami dan tidak sadar kalau sudah mempunyai anak, melihat Kyu Hyun tidak berkedip. Ckck!

“Oh ajjushi” pekik Ha Ni pelan melihat Kyu Hyun yang ternyata menjeputnya. Tidak biasanya Kyu Hyun yang menjemputnya membuat dia senang.

Ju Kyu yang duduk disamping Ha Ni mendengar pekikan kecil Ha Ni, dan mengalihkan pandangan kearah pandangan Ha Ni. Dia melihat seorang namja tampan, yang mempunyai kulit putih, hidung mancung, dan tubuh yang tinggi. Ketika itu dia mengingat ucapan ommanya tentang appanya, ciri-cirinya persis seperti namja itu. Dia sempat berpikir kalau namja itu appanya tapi cepat-cepat dihapus pemikirannya karena mengingat perkataan ommanya kalau appanya diluar negeri.

Ring Ding Dong..

Belpun berbunyi menandakan kelas Ha Ni dan Ju Kyu usai. Ha Ni cepat-cepat membersihkan buku-buku dimejanya dan memasukan kedalam ransel kecilnya dan keluar menemui Kyu Hyun.

“Ajjushi” Ha Ni menarik-narik ujung kaos Kyu Hyun. Kyu Hyun mengehentikan permainannya dan menengok kebawah melihat Ha Ni tersenyum kepadanya.

“Oeh sudah selesai?” Ha Ni mengangguk.

“Kaja!” Kyu Hyun menggandeng tangan Ha Ni, tetapi dia berhenti berjalan ketika melihat namja kecil memperhatikannya intens.

“Wae ajjushi?” tanya Ha Ni heran.

“Ah, Ju Kyu-ya” sapa Ha Ni ketika melihat Ju Kyu didepannya.

“Wah, namamu hampir sama denganku” ucap Kyu Hyun. Ju Kyu hanya diam dan tetap melihat Kyu Hyun dengan pandangan yang tidak Kyu Hyun mengerti.

Cup!

Tiba-tiba Ha Ni mencium pipi Ju Kyu dan membuat Ju Kyu terkejut apalagi Kyu Hyun yang sampai menganga lebar. Ha Ni hanya menunduk malu.

“Makanya jangan melamun” ucap Ha Ni yang masih menuduk malu. Ju Kyu langsung pergi dari situ karena malu juga.

Kyu Hyun pov

Cup!

Omo apa yang dilakukan anak kecil ini. Astaga noona lihatlah anakmu yang keganjenan.

“Ha Ni-ya, apa yang kau lakukan?” tanyaku masih shock. Apakah anak-anak sekarang seperti ini, batinku.

“Kaja ajjushi kita pulang. Apakah kau tidak pernah melihat orang berciuman, atau kau yang tidak pernah berciuman” ucapnya polos. Apakah ada kapur besar disini, aku ingin menyumpal mulut anak kurang ajar ini. Mulutnya tidak beda jauh dari ibunya. Aaagghh membuatku kesal saja. Aku melepaskan genggamanku dan berjalan lebih dulu meninggalkannya.

“Ajjushi tunggu aku” teriakannya tidakku gubris dan tetap berjalan. ’Akan aku laporkan kau pada ommamu’

***

Hyun Ji pov

Lagi-lagi aku menemukan Ju Kyu melamun dihalaman belakang rumah kami, entah kenapa anak itu akhir-akhir ini lebih banyak melamun tidak ceria seperti biasanya. Aku mendekatinya dan duduk disampingnya.

“Kyunie kenapa lagi mmh? Apa ada PR yang tidak bisa kau kerjakan?” kumohon songsaenim jangan memberikan tugas yang membuatku berfikir keras lagi.

Ju Kyu menggeleng. “Lalu?” tanyaku lega karena tidak ada tugas aneh-aneh lagi.

“Omma kapan appa pulang?” tanyanya lirih. Haaah bukan tugas memang, tetapi lagi-lagi aku harus menguras otakku.

“Entahlah” hanya itu yang bisa aku jawab. Karena memang aku tidak tahu kapan ‘Appa khayalan’ itu pulang.

“Apakah omma sering menelpon appa?”

“Mmmh…” apa yang harus aku jawab. “Ani” aish molla. Aku akan membokarnya sekarang. “Kyunie sebenar…”

“Aku melihat appa beberapa hari yang lalu” ucapnya tiba-tiba. Aku terkejut, appa? Appa yang mana?

“Tidak mungkin Kyunie appa mu tidak ada di korea. Kau melihatnya dimana?” aku lebih memilih tidak membongkar rahasiaku sampai batas waktu yang tidak aku ketahui kapan.

“Disekolah, waktu itu appa sedang menjemput temanku” apakah dia menganggap appa orang lain sebagai appanya. Kasian sekali sepertinya dia sangat membutuhkan seorang appa. Tapi bagaimana, aku tidak mungkin mengambil seorang namja dan menjadikan appanya. Menikah? itu tidak akan aku lakukan, aku masih muda. Lagipula bagaimana mau menikah pacar saja aku tak punya.

“Itu bukan appamu sayang” ucapku lembut. Ju Kyu menundukan kepalanya sedih, tiba-tiba aku melihat cairan bening keluar dari matanya. Ya Tuhan aku tidak tega melihat Ju Kyu seperti ini. Aku memeluknya erat.

“Jangan menangis sayang, omma berjanji akan menyuruh appa pulang” Ju Kyu masih menangis kencang, khas seorang anak kecil. Membuatku merasakan sakit melihatnya sedih seperti ini.

***

Author pov

“Kyunie ayo kita makan malam diluar saja” ucap Hyun Ji kepada anaknya.

“Ne, ayo omma” Ju Kyu kelihatan senang, mungkin dia bosan dirumah.

Mereka pun pergi ke restoran yang tak jauh dari rumah mereka. Setelah sampai Hyun Ji menggenggam tangan malaikat kecilnya masuk kedalam restoran. Mereka mencari tempat kosong karena restoran agak ramai sehingga susah mencari tempat untuk mereka berdua.

Hyun Ji melihat meja kosong dan mengajak Ju Kyu berjalan ke meja itu. Ju Kyu yang sedari tadi tersenyum menghilangkan senyumnya dan melihat sebuah keluarga yang berkumpul didekat tempat yang akan mereka duduki. Bukan keluarga itu yang dilihatnya, tapi salah satu orang diantara keluarga itu. Hyun Ji bingung melihat Ju Kyu melepaskan tangannya dan berjalan kearah lain.

“Appa” Ju Kyu menarik kemeja yang digunakan orang yang dianggapnya appa. Keluarga yang sedang asik makan itu kaget ketika mendengar ucapan dari seorang anak kecil yang tidak mereka kenal. Hyun Ji? Tentu saja dia sangat.. sangat terkejut dan mematung ditempat.

“Appa, kenapa appa tak pernah pulang” ujar Ju Kyu kepada Kyu Hyun yang ternyata namja itu.

“Kyu Hyun-a kau sudah punya anak?” pekik Ahra.

“Ani, ani noona aku, aku tak punya anak” ucap Kyu Hyun cepat.

Hyun Ji segera menarik Ju Kyu melihat keadaan semakin runyam. Tapi Ju Kyu menahan kemeja Kyu Hyun dengan kedua tangan kecilnya sangat erat membuat Hyun Ji mengehentikan tarikannya, karena kalau tidak kemeja Kyu Hyun mungkin akan robek.

“Sayang, dia bukan appamu. Ayo!” bisik Hyun Ji.

“Ani omma, dia appaku. Kenapa omma terus menyembunyikan appa” teriak Ju Kyu sambil menangis. Hyun Ji panik, karena semua mata sudah tertuju kepada mereka.

“Agashi duduklah dulu, semua orang sudah melihat kita sekarang” ucap Tuan Cho yang sudah tidak enak dengan mata-mata yang melihat mereka. Hyun Ji akhirnya duduk sambil membungkukan badannya kearah semua orang yang terganggu aktivitas makannya, sambil mengucap maaf.

“Jadi ada hubungan apa kau dengan anak kami?” tanya Nyonya Cho.

“Appa” ucap Ju Kyu yang masih beta menarik kemeja Kyu Hyun yang berada disampingnya. Hyun Ji memangkunya dan duduk di samping Kyu Hyun.

“Yak, aku bukan appamu” ucap Kyu Hyun kesal.

“Apakah kalian berhubungan diam-diam Kyun Hyun-a?” ujar Ahra curiga.

“Ani, kami tidak memilki hubungan apa-apa, Jhwesonghamnida atas kelakuan anakku” Hyun Ji membungkuk meminta maaf

“Tapi kenapa dia memanggil Kyu Hyun appa? Aku mempunyai anak yang seumur dengannya, aku tahu dia tidak bohong” Ahra masih tetap tidak percaya.

“Noona, jangan bicara yang tidak-tidak aku dan yeoja serta anak ini memang tidak mempunyai hubungan apa-apa” ujar Kyu Hyun.

“Yak Cho Kyu Hyun kau lihat anak itu tak mungkin berbohong dia masih kecil, anak sepolosnya mana bisa berbohong. Mengakulah kau dongsaeng gila”

“Noona” pekik Kyu Hyun yang sudah mulai emosi.

“Yak bisakah kalian diam, ini ditempat umum” bentak Tuan Cho yang mulai kesal dengan anak-anaknya.

“Agashi sebaiknya kau meninggalkan nomor yang bisa kami hubungi, kita dingin kan dulu kepala kita dan membicarakan besok” ucap Tuan Cho bijak.

“Diam” Tuan Cho segera mengeluarkan suaranya lagi, karena melihat Hyun Ji dan Kyu Hyun yang akan membantah.

Akhirnya Hyun Ji pasrah dan memberikan nomor handphone-nya. Hyun Ji tidak jadi makan direstoran itu, perutnya sudah tidak ingin dimasukan makanan. Pada saat ingin pulang harus dengan susah payah membujuk Ju Kyu melepaskan kemeja Kyu Hyun dari tangannya.

“Kyunie lepasakan kemeja ajjushi. Ayo kita pulang” bujuk Hyun Ji tapi Ju Kyu masih mengeratkan genggamannya.

“Agashi, biarkan saja dia ikut dengan kami nanti kau bisa menjemputnye besok” ucap Nyonya Cho lembut.

Hyun Ji akhirnya pulang sendiri lelah membujuk Ju Kyu pulang dengannya. Dia akan menyelesaikan masalah itu besok.

Didalam mobil tuan Cho menggantikan Kyu Hyun menyetir karena tidak mungkin Kyu Hyun menyetir dengan keadaan seperti sekarang. Sedangkan Ahra pulang kerumahnya sendiri, yang ditempatinya dengan suami dan anaknya. Dalam perjalanan Ju Kyu tertidur karena lelah menangis. Sehingga tibalah mereka dirumah besar keluarga Cho. Kyu Hyun menggendong Ju Kyu dan membaringkan Ju Kyu dikasurnya.

“Appa” gumam Ju Kyu yang telah di alam mimpinya. Kyu Hyun memperhatikan anak itu.

“Apakah dia tak punya appa?”

“Kenapa dia menganggapku appanya?”

“Apa muka tampanku ini sudah pasaran, sehingga appanya mirip dengan mukaku?” berbagai pertanyaan muncul di dalam otaknya membuat dia lelah dan tertidur disamping Ju Kyu.

Author pov

Sesuai kesepakatan Hyun Ji datang ke rumah keluarga Cho. Sekarang Hyun Ji sedang duduk diruang tengah rumah keluarga Cho bersama dengan Tuan dan Nyonya Cho, Kyu Hyun – Ju Kyu, Ahra – suaminya dan Rin Chan. Untung hari minggu jadi semuanya tidak ada kegiatan bekerja, sekolah, maupun kuliah.

“Kami sudah memikirkannya. Dan kami memutuskan untuk menikahkan kalian berdua” ucap Tuan Cho.

“MWO?” pekik Hyun Ji dan Kyu Hyun bersama.

TBC

Next?

Comment!

139 thoughts on “[FF Of The Week] Omma, Where’s Appa? [1/?]

  1. ff yg menarik, ,q suka… :D
    gak nyangka tau2 mereka ber2 dsuruh menikah, ,pdhl kn mereka gak knl sama sekali..
    kyk.y bakal seru nih.. !!
    q tnggu next part.ny tp jgn lama2 yach..!? :D

  2. hahahaha. ngakak ff nya thor.
    kocak banget kkkkk.
    noonanya kyu jg aduh kkkkk.
    di lanjutkan ya thor!! jangan lama2
    di tunggu next partnya. keep writing thor!!
    FIGHTING!! \(^o^)/

  3. Omo !!! Aaa….. Keren banget thor ceritanya. Dari sekian banyak ff & drama korea yg uda aku tonton. Baru kali ini ada cerita yg kayak gini. Pokoknya TOP banget thor. Feel nya dpt banget :) :):) :)
    Penasaran banget sama cerita selanjutnya. Pasti seru banget !! :)
    Jangan lama lama yah thor post nya :) :)

  4. KAGET…!!!
    lht judulnya q kira nie FF jln ceritanya kyk gmn gitu, Ternyata SANGAT d luar pemikiran q
    DEAABAAAKKK, lanjutkn thor, jgn lama2 ea :)

  5. Wahahahahahaha seruuuuuu…….
    Duh kasian jukyu :(
    Ayo nikah aja kyu sama hyunji kk
    Bakal tambah seru pasti ya di next part nya, ditunggy ya :D

  6. bakal seru nih next part nya…lagian si hyun ji boong nya ga pake mikir…jadi kasian kan si ju kyu nungguin appa nya…
    ditunggu next part nya…

  7. waah seru, ju kyu polos banget nganggap kyu appanya karena ciri”nya mirip ama yang dibilang hyun ji, Next jangan” lama thor

  8. Ceritanya menarik aku suka, tapi disini kyu blm dijelasin ya dia profesinya sebagai apa (entah dia artis/pengusaha/mahasiswa ky hyun ji) next part lbh panjang lagi ya thor :) kamsahamnida

  9. Wah…. Ceritanya Keren thor!
    Hahaaa, itu Ju Kyu main ngaku2 aja kalo Kyuhyun itu Appa-nya, Ahra lagi! Main percaya-percaya aja kalau itu anaknya Kyu,kekeke
    Hyunji juga main nyerita-nyeritain tentang Appa khayalan ke Ju Kyu jadinya kan Ju Kyu malah ngira kalau Kyu itu Appa-nya dan mereka bakal di nikahkan, hahaa Yeay!!
    Semoga Ju Kyu bisa senang deh, dan…berharap nantinya Kyu sama Hyunji bisa saling mencintai..
    Ditunggu next-nya thor :)

  10. wah… (sambil kedip2pin mata) ceritanya bagus… jd g sabar nunggu kelanjutan ceritanya, lanjutan ceritanya jgn lama2 ya… ^^

  11. omonaaa,,,,,
    cmaa gra2 hyunji ngasi tw ciri2 pria idealny yg mnjurus ke arh ciri2 kyuhyun smuanyaa jdi salah sangkaa,,,
    wkwkwkkwkwkwkw
    sukaaaa,,,ama jln critanyaa ,,,
    lnjut thorr pnasarann,,,,jgn lma2 ia thorr,,hehehehehe^^

  12. Aigoo Ju Kyu kasihan dia ingin sekali mempunyai appa tapi gara2 Ju Kyu juga Hyun ji jadi hrs berurusan dgn keluarga Cho plus disuruh menikah dgn Kyu oppa lagi.. Daebak ff chingu

  13. Omo.. mreka mnikah…
    next part.y kyk gmna yah?? penasaran… jd jgan klamaan yah thor next chapter.y

    saranghae pinkyu… :*

  14. Yaaaak ! Jukyu hahahaha tak apalah walau bukan anak kandung tapi hyun ji ga akan biarin jikyu sedih kan yaaa !!! Ayo nikah nikah nikah :p

  15. hahahahah
    kalau bgt bsok tak suruh ponakanku manggil dia appa ah…
    kali aja ntar dinikahi ama Kyu #ngarep.com#

  16. demi apa ini ff kedua author?? #gapercaya
    gimana bisa ffnya keren bget. hehe
    biasanya kan author pemula tulisannya masih biasa aja #keseringanbacaff,jdi tau. wkwk..
    terus ide cerita awalnya tuh beda bget. keren ya pokoknya. okesip next part gpl ya, asap!! :))

  17. wooooooooooooow
    enak yaght jadi hyun ji eonni bisa secepat itu menikah dg kyuhyun oppa tanpa memberi tau yg sebenarnya terjadi
    kalau gitu aku juga mauuuuuuuuuuuuuuuuu

  18. yaght enag bangeeeeeeet ya jdi hyun ji eonni bisa langsung nikah ama kyuppa tnpa mmberi tau apa yg terjadi sbenarnya
    aku maaaaaaauuuuuuuuuuu

  19. crta’y lucu g k’byng gmn reaksi’y kyuhyun pz d’dtngin sm anak kcil trz pnggil dy appa???aigoo..
    heh,knp jd mw d’nikahin???bkn’y kyu g knl sm hyun ji’y?????
    smkin pnsaran sm part slnjt’y..

  20. kek nya umur nya trllu muda deh kalo saja umur nya di buat 20 th gak terasa jomplang (?)

    kponakan kyuhyun minta di sentil kkk~ kecil2 kelakuan nya uda gitu gmn gede nya ntar??? Semoga cepat di publish next chapter nya… Amiennn… *brdoa bareng MaSi

    Gogogo hwaiting!!^^

  21. Nahloh.. Kyu dipaksa nikah.. jangan mau kyu.. Ni istrimu nungguin dirumah.. *ngawur*.. Ceritanya keren.. Wlw masi ada typo bertebaran.. Tp masi dalam batasan toleransi.. Tp.. Overall siiiippp..

  22. Chingu mau ksh saran ya.
    Kalau sudh pakai agar gak perlu pakai supaya atau sebalikny, krena itu bisa dbilang pemborosan kata2 bukan penekanan.
    Trus yg aku heran, ank kcil itu dtggal ibunya kan umur 1 tahun, dia sekrg umur 4 tahun. Kenapa Hyun Ji mengurusny sudh 4 tahun? Typo ya?
    N agak banyk juga typo yg lain, tampa : tanpa, menegerikan : mengerikan, songsaenim : songsaengnim, menjeputnya : menjemputnya, membokarnya : membongkarnya, menjemputnye : menjemputnya,.
    Gemes iih liht hani keponakan Kyuhyun, masih kcil udah ganjen gitu.
    Tau aja dia namja cakep hehe
    “Apa muka tampanku ini
    sudah pasaran, sehingga
    appanya mirip dengan
    mukaku?”
    Aduh pede banget nih evil, emank cakep sih tp gak usah sgitunya jga kali.
    Omo. . . Mereka mau dnikahin??
    Kyuhyun siapa? Hyun Ji siapa? Gak kenal tp Tuan Cho langsung to the point aja. Gak ngasih kesempatan mereka berdua untuk bicara lagi. Parah.. Parah..
    Daebakk deh chingu.
    Keseluruhan ceritanya asik.

    • mianhe yg dimaksud hyunji ngurus 4 tahun bkannya dia ngurus jukyu selama 4 tahun, tapi dia ngurus jukyu sampai jukyu berumur 4 tahun, sory penggunaan katanya gak benar! ^^

      tapi sarannya diterima! berguna buat pembuatan ffke3.. kkkkkkk.. ^^

  23. Gimana mungkin org yg gak saling kenal dan blm pernah bertemu sebelumnya langsung di suruh nikah….^^ bakalan seru nie… lanjut ya…. semangat :)

  24. Wuiih。。。dah langsung surh nikah aj、pdhl mrka sma2 blum kenal, nd ngejelasin pa yg sbnrny trjdi、 :)
    ff ny lucu, seru, nd bkin penasarn. dtggu part slnjtnya ya :)

  25. huwaaa daebakk pantes aja jadi ff on the week… hhha comlicated bangetlah suka banget sama ceritannya yang tak terduga….. omo nikah? kkkke~

  26. Pingback: Rekomendasi fanfiction | Branllycious World(⌒▽⌒)

  27. ya ampun orang tua kyu kok malah mau nikahin kyu sama Hyun Ji.
    Padahal mereka kan gag ada hubungan apa2 .
    Jangan2 orang tua kyu sdh menyukai jin kyu sama Hyun Ji

  28. annyeong, akk readers br d sini. ^^
    Jd gk ada salahnya buat ninggalin commentnya dlu. :D
    Gk nyangka certa FF na bakalan kyk gini, Kerenn bgt. X)
    pdhl mereka berdua blm kenal udh d suruh nikah aja. :D
    Daebakk thor certanya. !! :)

  29. Annyeong,,,
    izin bca ya thor,,,
    q reader bru dsni,,,
    ff nya kren bnget loh,,,
    kocak abis,,,
    jrang” ada ff crita yg kyak bgni,,,,,,
    ^^

  30. Annyeong ^^
    Aku suka sama ff ini ^^ ..
    Aku suka banget :D ..
    Keren banget ff nya , baru kali ini aku nemu ff kyu sekeren kayak gini :D .

  31. Cerita Ɣªήğ unik..seneng bacanya Ϟƍƍαќ ngebosenin..
    Kasian anak baru berumur setaun, kedua orang tuanya udah meninggal..
    Untung ada Hyun Ji Ɣªήğ ♍a̶̲̥̅̊υ̲̣̥ ngerawatnya..

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s