UNEXPECTED MARRIAGE [1/13]

Title : UNEXPECTED MARRIAGE Part I

Author : Ayu/ Park Rihyun

Tag :

  • Cho Kyuhyun Super Junior a.k.a Cho Kyuhyun
  • Park Rihyun
  • Others

Genre : AU, Romance, Married Life

Length : 1/ 13

Rating : PG-17

Disclaimer: This FF is pure MINE! All casts belong to themselves. This story inspired by any media (??) Don’t like? Don’t read!

Catatan : FF ini pernah author publish sebelumnya, hanya saja author ingin mempublish disini lagi^^

 

**********Happy Reading**********

 

Seorang yeoja berkulit putih dan berambut kecoklatan dengan tumpukan buku di tangannya berjalan cepat di tengah kerumunan  trotoar yang jika dari atas tampak bagaikan semut-semut yang sedang mencari makanan. Mobil-mobil berlalu lalang seakan berkejar-kejaran.  Inilah pemandangan rutin yang menggambarkan padatnya kota Seoul. Kota ini seakan tak pernah sepi.

 

Yeoja berkemeja biru dan bercelana panjang itu kini memasuki gerbang besar sebuah kampus elit yang sangat terkenal di Seoul, Kyunghee University. Yeoja itu semakin mempercepat langkahnya ketika memasuki bangunan megah yang bergaya eropa itu seakan di kejar sesuatu yang tak terlihat.

 

Yah, Park Rihyun, seorang gadis yang memang tak seperti gadis kebanyakan. Bukan fakta mengejutkan kalau gadis dari kalangan biasa sepertinya bisa memasuki sebuah universitas yang ternama di Korea, bahkan dia menyandang status sebagai mahasiswa kedokteran disana. Itu karena dia memang anak yang rajin dan pandai. Dia sering mendapat beasiswa sejak SMA, bahkan jika ada waktu luang dia ikut bekerja di restoran pamannya, hitung-hitung dapat menambah uang tabungannya.

 

“Aissh, kenapa aku bangun kesiangan lagi? Padahal hari ini ada ujian praktikum!” gumamnya sendiri masih dengan langkah yang begitu tergesa-gesa, kedua bola mata kecoklatan miliknya kini melirik jam berwarna pink yang bertengger manis di pergelangan tangan kirinya.

 

BRUUKKK

 

Tanpa sengaja yeoja itu menabrak seseorang namja hingga tumpukan buku yang sedari tadi di peganginya akhirnya jatuh berserakan di lantai.

 

Mi-mianhae~” ucap Rihyun tanpa memandang orang yang ditabraknya, dia langsung berjongkok dan tangan-tangannya sibuk membereskan bukunya yang tengah berhamburan. Salah satu namja yang sedang bersama orang yang ditabraknya itu ikut berjongkok dan membantu membersekannya. “Gomawo” ucap Rihyun lagi saat namja itu menyerahkan bukunya. “Eh?” Yeoja itu tersentak kaget melihat namja penolong di depannya ini.

 

“Matamu dimana, eoh?” suara bass kini menegurnya ,memaksa gadis itu untuk mendongak ke atas. Namja berambut kecoklatan yang memang sejak tadi hanya berdiri itu lalu membuka kacamata hitamnya.

 

Mulut Rihyun membulat sempurna melihat dua orang namja di depannya yang memang sudah tak asing. Yeoja itu kembali memeluk buku-bukunya dan segera berdiri.

 

“Emm, jadi kau” ucap namja yang berpostur tubuh lebih tinggi dari temannya dengan nada mengejek. Namja berkulit putih itu memperhatikan gadis di depannya dari ujung kaki hingga ujung kepala, membuat Rihyun terlihat risih karena tatapan tajamnya. “Seharusnya tak perlu ku tanya dimana kau taruh matamu itu, dasar pendek!” cibirnya lagi masih memandangi Rihyun.

 

Yeoja di depannya itu semakin kesal kala namja di hadapannya sekarang menyebutnya dengan julukan yang sudah tak asing di telinganya. Yah, mungkin benar tinggi yeoja itu memang tak lebih dari 160 cm. Sungguh di bawah rata-rata dari tinggi perempuan disana.

 

“Aku sedang malas berdebat denganmu, jangkung!!” tanpa berlama-lama Rihyun segera meninggalkan mereka mengingat dia harus segera mengikuti ujian. Rihyun melangkah tak kalah cepat dari sebelumnya.

 

“Ayo pergi” ajak namja itu sambil kembali memasang kaca mata hitam kesayangannya dan segera beranjak dari sana.

 

“Huh! Kenapa aku bertemu dengannya disaat seperti ini? Sepertinya keberuntungan sedang tak berpihak padaku hari ini” ucapnya sambil menoleh kebelakang memastikan kedua namja itu juga sudah pergi dan—

 

BRUKKK

 

Untuk kedua kali ia dengan langkah cerobohonya kembali menabrak seorang namja dan nyaris menjatuhkan dirinya beserta buku-bukunya lagi, tetapi dengan sigap namja itu memegangi tangannya membuat tubuh Rihyun kembali seimbang.

 

Mianhae~ Aku sedang—“ ucapan Rihyun terhenti tiba-tiba saat menatap wajah namja di depannya yang masih memegangi tangannya. Lagi-lagi ekpresi wajahnya berubah menjadi kaget sama seperti sebelumnya.

 

“Rihyun-ah?” namja itu pun memasang ekspresi tak jauh berbeda dengan yeoja yang dipanggilnya Rihyun tadi.

 

Op-pa?” balas Rihyun sambil memperhatikan namja yang terlihat cool dan dewasa di depannya. Ya! Kim Jong Woon atau lebih dikenal dengan nama Yesung, dia satu jurusan dengan Rihyun, tapi dia satu tahun di atas Rihyun. Mereka kenal dan berteman saat pertama kali Rihyun masuk jurusan kedokteran disana. Saat itulah Jong Woon a.k.a Yesung menjadi pembimbing adik-adiknya yang masuk disana, dan kebetulan Yesung ditunjuk untuk menjadi pembimbing kelompok Rihyun dan 5 anggota teman Rihyun yang lain.

 

“Rihyun-ah? Kenapa kau terburu-buru begitu?” lontar namja itu lalu melepaskan pegagan tanganya membuat pikiran Rihyun tentangnya menghilang seketika. Rihyun hanya tersenyum kecil.

 

“I-itu—” ekspresi wajah Rihyun berubah seketika. Namja itu hanya menatap heran. “Aku ada ujian sekarang. Mianhae, oppa. Aku permisi dulu” Rihyun sedikit membungkuk dan buru-buru melangkahkan kakinya. Namja itu hanya bisa menatap punggung yeoja yang berjalan menjauh itu sambil mengernyitkan keningnya.

 

****

“Cih, sial sekali aku hari ini!” Rihyun mengaduk jus melon di gelasnya dengan kasar. “Bangun kesiangan, bertemu si jangkung, lalu terlambat mengikuti ujian praktikum!” yeoja itu masih mendengus kesal merenungi nasibnya hari ini yang sepertinya jauh dari peruntungan.

 

“Sabar, Rihyun-ah” ujar yeoja yang berada di sebelahnya yang juga sedang mengaduk jus orange miliknya dengan sedotan, sesekali melirik Rihyun yang wajahnya masih kusut seperti baju yang belum di setrika.

 

“Oh, Haerin-ah. Kau tidak tau bagaimana rasanya jadi aku” Rihyun lalu menutup mukanya frustasi dengan kedua tangannya.

 

“Aku tau, sepertinya kau itu kekurangan kasih sayang dari seorang pria” ucap yeoja bernama Haerin dengan enteng. Ya! Kim Haerin, dia adalah sahabat Rihyun saat di SMA, mereka sekarang memasuki universitas yang sama, tetapi berbeda jurusan, karena saat ini Haerin mengambil jurusan hukum.

 

“Mwo?” mulut Rihyun membulat sempurna. Bagaimana tidak, kalimat itu benar-benar tak membantunya saat ini, bahkan tak ada hubungannya sama sekali dengan masalahnya sekarang. “Apa kau bilang? Heh dengarkan aku Haerin-ah, aku tau sekarang kau sudah berstatus sebagai istri dari Lee Hyuk Jae” ujarnya dengan sedikit penekanan di akhir kalimatnya. “Tapi aku tak sepertimu yang semenjak SMA sudah bercita-cita menikah muda. Aku hanya ingin menyelesaikan kuliahku, menyandang gelar dokter, mendapat pekerjaan, membahagiakan ibuku dan— “

 

“Ya ya aku tau” potong Haerin tak sanggup mendengar ocehan Rihyun yang tak jelas menurutnya. “Setelah itu baru kau menikah kan?” sambungnya lagi, Rihyun terdiam mendengar ucapan Haerin barusan. “Aku tak menyalahkanmu atas keinginanmu, hanya saja— “ kini ucapan Haerin terhenti.

 

“Hanya saja apa?” Rihyun memasang wajah penasaran dan menatap serius wajah sahabatnya itu.

 

“Hanya saja, menikah itu menyenangkan loh” goda Haerin pada sahabatnya itu. “Apalagi saat malam pertamanya itu!” Haerin tersenyum mesum pada Rihyun sambil menaik turunkan alisnya.

 

“Yak! Berhenti membicarakan itu, Nyonya Lee!” Rihyun mendecak kesal. “Aku tau kemana pembicaraan ini menjurus” Rihyun melirik tajam sahabatnya yang masih cengar cengir. “Sepertinya suamimu sudah menjangkitkan virus yadongnya padamu, huh!” Rihyun lalu berdiri, menyambar tasnya yang ada di meja lalu beranjak pergi.

 

“Hahahaha” Haerin tertawa puas setelah menggoda sahabatnya. “Tunggu aku Rihyun-ah, kau mau kemana?” Haerin masih cengar-cengir melihat tingkah sahabatnya itu, dia pun juga bangkit dan menyusulnya.

 

“Aku mau pulang!” jawab Rihyun tanpa menoleh sahabatnya yang tertinggal di belakang.

 

****

 

Sebuah mobil sport hitam melaju di kawasan yang terbilang cukup ramai, mobil itu berhenti di sebuah aprtemen yang lumayan mewah. Seorang namja yang sangat err tampan dengan kacamata hitamnya menuruni mobilnya yang sudah berbaris rata dengan mobil-mobil lain di sampingnya.

 

Namja berkulit putih itu kini memasuki apartemen itu, dia memasuki sebuah lift dan akhirnya berhenti di lantai 6. Betapa terkejut saat dia masuk ke kamarnya yang ternyata sepasang suami istri sudah menunggunya di dalam kamar apartemennya. Wajar saja, selama ini namja itu hanya tinggi sendiri di apartemen mewah ini agar fokus dalam kuliahnya.

 

“Kyuhyun-ah, kau sudah pulang?” tegur yeoja paruh baya yang duduk di sofa krem miliknya itu. Namja itu melepas kacamatanya dan mengaitkan di saku kemejanya sambil berjalan mendekati mereka, namja bernama Kyuhyun itu menghempaskan tubuhnya di samping ayahnya yang juga sedang duduk disana membaca koran yang tertumpuk manis di atas meja. Kedua lengan namja itu melipat di belakang kepalanya, menjadikannya sebagai senderan di sofa yang empuk itu.

 

“Kau terlihat lelah, Kyu” tegur ayahnya lagi tanpa menoleh seolah tau pasti keadaan anak lelakinya, padahal sepasang mata pria paruh baya berkacamata itu masih fokus pada tulisan-tulisan yang terpampang di koran.

 

“Emm” hembusan nafas yang panjang dari Kyuhyun sepertinya menjadi jawaban dari pernyataan ayahnya barusan. Sedangkan ibunya hanya menggeleng maklum.

 

“Kyu, kau sudah tau kan alasan kami kesini” ibunya kembali membuka pembicaraan, ditatapnya anak lelaki satu-satunya yang tengah memejam itu. Dia tahu kalau anaknya itu sedang mendengarkan, tapi dia juga tahu kalau anaknya tak terlalu berminat jika membahas hal seserius ini. “Mulai sekarang ibu tak mau tau! Jika kau belum menemukan seorang kekasih, ibu yang akan mencarikannya untukmu! Kau tidak bisa terus-terusan begini! Ibu ingin kau ada yang mengurus nantinya.” seketika nada bicara sang ibu naik.

 

“Aku bisa mengurus diriku sendiri, eomma” sahut Kyuhyun yang tak bergeming dari posisi nikmatnya. Ya, Kyuhyun paling tak suka jika sesuatu yang bersifat sangat pribadi baginya dicampuri oleh orang lain, bahkan kedua orang tuanya.

 

“Bukan itu maksud eomma! Kau tidak akan selamanya bisa mengurus segala keperluanmu sendiri, lagipula ini demi kebaikanmu Kyu! Eomma dan appa tak akan terus bisa bersamamu. Dan karena itu, ibu berniat akan menjodohkanmu” ucapan ibunya kini berhasil membuat Kyu kembali duduk tegap.

 

“Apaaa? Menjodohkanku??” Kyuhyun terbelalak mendengar ucapan ibunya barusan, benar-benar tak disangkanya kalau ibunya benar-benar akan menjodohkannya. Ayah Kyuhyun yang sedari tadi serius membaca koran pun menghentikan kegiatannya setelah mendengar pembicaraan serius di antara keduanya. Dia melepas kacamata dan menatap Kyuhyun yang berada di sampingnya. “Aku tidak mau dijodoh-jodohkan seperti itu! Aku bukan anak kecil lagi yang tak bisa memilih sesuatu yang baik” ucap Kyuhyun tegas.

 

“Kyu, kami percaya padamu. Tapi appa dan eomma sudah tak muda lagi, bagaimanapun juga kami menginginkan seorang cucu dari keturunan kami” titah ayahnya sukses membuat Kyuhyun terdiam mencerna kata-kata yang di dengarnya barusan.

 

“Memangnya kenapa kau tak ingin memiliki kekasih, eoh?” tanya ibunya membuat namja itu kembali mengangkat kepalanya, tapi kedua matanya menatap kosong ke arah meja di depannya. “Atau memang tak ada yang menyukaimu?” sindir ibunya lagi membuat Kyuhyun akhirnya menatap ibunya.

 

“Aku? Ah, tentu saja itu tidak mungkin. Seorang Cho Kyuhyun yang tampan, siapa saja bisa tergoda karena ketampanannya, bahkan tak ada satu gadispun yang tak tergila-gila setelah melihat senyumanku ini” ujarnya membanggakan diri sambil menepuk dada bidangnya dengan kepalan tangannya. Kedua orang tuanya kini menatapnya penuh curiga.

 

“Jadi, kapan kau mau memperkenalkan kekasihmu pada eomma?”

 

“Mwo? Kalau itu, aku— “ Kyuhyun tergagap sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali. Bola matanya memutar-muta untuk mencari alasan.

 

“Ah, sudah eomma duga. Kau sepertinya hanya bisa tebar pesona, tapi tak pandai membuat gadis-gadis itu menjadi kekasihmu” timpal ibunya lagi.

 

“Tentu saja aku punya!” Kyuhyun akhirnya berbohong, yah bodoh memang. Daripada dijodohkan dengan orang tak jelas lebih baik berpura-pura memiliki kekasih pikirnya.

 

“Benarkah?” wajah ayahnya terlihat berbinar mendengar ucapan Kyuhyun barusan. Kyuhyun hanya mengangguk-angguk meyakinkan.

 

“Kalau begitu, besok kau bawa kemari! Ibu ingin melihat dan bertemu dengannya” Binggo! Kyuhyun bodoh sepertinya tak memikirkan hal ini pasti akan terjadi jika dia berbohong. Kyuhyun hanya bisa melongo menampakkan wajah bodohnya. “Yasudah, kau istirahat saja, besok malam eomma dan appa kesini lagi, jangan lupa! Bawa calon menantu ibu, ne?” ujar ibunya sambil tersenyum sumringah tanpa mengetahui perasaan dalam hati Kyuhyun saat ini.

 

“Kyu, kami pulang dulu” pamit ayahnya seraya menepuk pundak anaknya yang masih duduk membisu itu. Kedua orang tua Kyuhyun pun segera meninggalkan kamar apartemen anaknya dan pulang.

 

“Ah, aku memang bodoh bodoh!!” Kyuhyun merutuki dirinya sendiri frustasi, tangan besarnya itu menepuk jidatnya. “Kenapa mengatakan hal itu?? Aissh jinja?? Bagaimana nasibku besok?” guman namja itu sambil bangkit dari sofa dan berjalan menuju dapurnya. Di bukanya kulkas putih setinggi tubuhnya itu, lalu diambilnya minuman kaleng yang terlihat segar. Segera dibukanya penutup minuman itu dan meneguk habis air di dalamnya.

 

Setelah puas menghapus dahaganya, lengannya dengan cepat menyapu sisa-sisa air di mulutnya itu. Dipikirannya terlintas bagaimana jadinya seorang Cho Kyuhyun yang tampan badai membahana masih tidak memiliki seorang kekasih.

 

“Ah, masa bodoh! Kenapa aku harus memikirkan masalah ini?” gumamnya lagi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran yang sedari tadi menggangunya. Dia pun berjalan menuju kamar mandi, mungkin dengan mandi air hangat akan mengembalikan pikiran jernihnya.

 

Dia mulai melepaska pakainnya lalu menyalakan shower yang bertengger manis tepat di atas kepalanya. Ia menikmati setiap jatuhan air yang membasahi atas kepala hingga ujung kakinya, mungkin benar hal ini membuatnya lebih sedikit rilex.

 

Setelah beberapa menit, Kyuhyun segera keluar dengan memakai handuk putih yang melingkar di pinggangnya. Titik-titik air yang menetes dari ujung-ujung rambutnya hingga mengalir dan membasahi dada putih namja itu menambah kesan errr sexy padanya.  Dia membuka lemari kacanya, bola matanya mengitari ruangan lemari untuk menemukan celana boxer dan kaos dalaman putihnya. Setelah mengenakan, dia berniat kembali menutup lemarinya, tapi diurungkannya niatnya saat melihat sebuah gaun perempuan di dalam lemarinya. Senyum miring dari bibir namja yang masih setia berdiri di depan cermin itu terukir, senyum licik seperti habis mencurangi orang. Sepertinya ada sesuatu yang sedang direncanakannya.

 

Di tutupnya kembali lemari kaca itu, di depannya kini nampak pantulan dirinya sendiri. “Hmm, aku ini ternyata memang tampan yaa” pujinya sambil berpose ala-ala model majalah dewasa (?) Ya, namja yang memiliki wajah di atas rata-rata sepertinya memang tak sulit mencari seorang wanita. Tapi yang sulit baginya adalah menemukan seseorang yang cocok untuknya.

 

Tanpa basa-basi Kyuhyun langsung naik ke tempat tidur King Size miliknya dan membenamkan diri dalam selimut tebalnya. Tanpa bersusah payah dia menidurkan dirinya yang memang sudah sangat lelah.

 

Seberkas cahaya matahari menerobos masuk melalu kaca jendela yang masih tertutup gorden putih itu. Sesosok makhluk tampan yang masih berbalut selimut tebalnya tak memperdulikan alarm yang sedari tadi memanggil untuk membangunkannya. Tangan besarnya mengambil bantal yang menganggur di sebelahnya dan menutupkan ke telinganya. Merasa tak berhasil, ia dengan sangat terpaksa bangun dan mematikan alarm itu.

 

Perlahan tapi pasti namja yang hanya memakai kaos dalaman dan boxer itu menuju kamar mandi dan segera bersiap untuk kuliah. Wajahnya terlihat bersemangat seperti ada yang sedang menunggunya.

 

****

 

Sebuah mobil sport yang tak asing memasuki parkiran Kyung Hee University. Melihat itu, yeoja-yeoja muda maupun tua yang ada di kampus segera meneriaki nama sang pemilik mobil. Ya! Cho Kyuhyun, bahkan di antara kerumunan yeoja itu memasang banner yang bertuliskan “CHO KYUHYUN, MENIKAHLAH DENGANKU!!!

 

Yah, inilah pemandangan yang disaksikannya setiap hari. Tapi tidak bagi seorang yeoja yang notebene-nya begitu membenci Kyuhyun. Dia bahkan mengutuk namja itu beserta fans-fansya yang bisa dikatakan begitu frontal.

 

“Kurasa aku akan gila menghadapi kerumunan gadis-gadis yang seperti kerasukan dengan meneriaki nama orang bodoh itu” Rihyun berjalan menghentak karena kesal, yah. itu memang buka pemandangan asing baginya. Tapi bisa dibilang itu sangat mengganggunya.

 

“Kau ini, dia kan namja paling popular dan paling tampan di kampus kita, selain itu dia juga kaya raya. Wajar saja banyak yang tergila-gila padanya” ujar sahabatnya yang berusaha mengimbangi langkah cepat Rihyun.

 

“Tapi aku benar-benar tak habis pikir, kenapa gadis-gadis itu justru tergila-gila pada orang sebodoh dan sesombong dia? Otak mereka sepertinya sudah benar-benar terbalik” Rihyun masih menatap lurus jalan di depannya.

 

“Apa tidak salah? Sepertinya otakmu yang terbalik Rihyun-ah” ledek Haerin.

 

“Mwo? Apa maksudmu Haerin-ah?” Rihyun berhenti tepat di depan ruang kelasnya dan menatap Haerin yang juga ikut berhenti di depannya.

 

“Yah, sudah sewajarnya para gadis-gadis jatuh hati pada pria perfect seperti itu, tapi kau justru tak menyukainya. Kalau saja aku belum menikah, mungkin aku juga akan tertarik dengan namja tampan itu” Haerin mengutarakan pendapatnya.

 

“Jadi maksudmu namja seperti dia itu idaman para gadis, huh?” cibir Rihyun dengan sambil melipat kedua tangan di depan dadanya. “Mungkin bagiku tidak. Aku lebih memilih jadi orang bodoh saja daripada harus jatuh cinta pada namja sombong seperti itu” rutuk Rihyun lalu melemparkan pandangannya ke arah kerumunan gadis-gadis yang masih menunggu pangeran mereka lewat.

 

“Heh, hati-hati saja Rihyun sayang, kata-katamu bisa jadi bumerang. Kata orang jangan membenci terlalu berlebihan, karena lama kelamaan bisa tumbuh benih-benih cinta” Haerin menyenggol tangan Rihyun sambil mengerling nakal.

 

“Aku tidak peduli! Bahkan jika dia orang terakhir yang tersisa di muka bumi, aku tetap tak akan mau menerimanya” timpal Rihyun lagi emosi akibat godaan Haerin. Bola matanya mulai memutar-mutar bosan dengan pembicaraan mereka. “Yasudah, aku mau masuk kelas dulu. Sampai nanti” Rihyun segera masuk  ke ruangannya, sedangkan Haerin kembali berjalan menuju ruangannya yang masih jauh dari sana dengan wajah puas.

 

KYUHYUN!! CHO KYUHYUN!!” teriakan itu semakin mendengung keras kala namja tampan berkaos hitam dan tak ketinggalan kacamatanya yang bertengger manis menutupi matanya itu keluar dan turun dari mobilnya. Tapi dengan ekspresi datar andalannya dia berjalan melewati semua fans-fansnya.

 

“Hey, yo broh!” sapa salah seorang temannya yang dengan nada sedikit ngerap disertai gerakan tangannya. Kyuhyun lalu menghampiri kedua temannya itu.

 

“Kenapa wajahmu kusut, bro? Sudah mandi atau belum?” tanyanya masih dengan nada rapnya yang tak jelas, namun Kyuhyun tak menanggapi, dia lalu berjalan diiringi kedua temannya.

 

“Diam Hyukie!” ujar namja disebelahnya sambil menjitak kepala orang yang disebutnya Hyukie a.k.a Lee Hyuk Jae  itu.

 

“Hey, sakit sekali Donghae-ya!” masih dengan nada ngerap khasnya Eunhyuk mengusap-usap kepalanya sehabis kena jitakan Donghae. Mungkin kalau seperti di kartun-kartun akan muncul benjolan-benjolan bulat di atas kepalanya.

 

“Kyu, kenapa wajahmu dingin begitu?” tanya Donghae melihat Kyuhyun yang begitu berbeda. Tapi bukankah Kyuhyun selalu memasang wajah dingin? Kyuhyun masih belum mau membuka mulut, matanya yang bersembunyi di balik kacamata, menatap lurus ke depan. Kedua tangannya di sembunyikan di saku celananya menambah ke-cool-annya. Kedua temannya itu hanya bisa mengiringi langkahnya yang sepertinya menuju kantin.

 

Semua mata kini tertuju pada salah satu meja di kantin itu. Bagaimana tidak? Cho Kyuhyun dengan kedua temannya yang juga cukup terkenal dari jurusan Seni Music itu kini sedang duduk disana.

 

“Aku ingin minta bantuan kalian” Kyuhyun mulai mengeluarkan suaranya baritone-nya.

 

“Kami?” Donghae menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuknya. Kyuhyun hanya mengangguk.

 

“Eomma dan appa berniat menjodohkanku” wajah Kyuhyun terlihat serius, kedua temannya kini pun ikut serius mendengarkan. “Aku ingin kalian mencarikan seorang gadis untukku”

 

“Kenapa harus seorang gadis? Kau bahkan bisa mendapatkan 100 gadis dalam sehari” Eunhyuk memotong pembicaraan Kyuhyun yang belum selesai tanpa menggunakan nada rapp.nya.

 

“Dengarkan aku dulu, pabo! Ini hanya untuk berjaga-jaga agar aku tidak dijodohkan. Jika aku bisa mengenalkan seorang kekasih pada orang tuaku, mereka akan berhenti untuk menjodohkanku.” jelas Kyuhyun panjang lebar. Tangannya kini mengambil sebotol air mineral di depannya dan meminum isinya hingga tersisa setengah.

 

“Oh begitu” kedua temannya ber’oh ria. “Jadi kau perlu gadis untuk berpura-pura menjadi kekasihmu?” Donghae menebak dan Kyuhyun mengangguk mengiyakan.

 

“Kenapa harus berpura-pura? Kan lebih baik jika kau sungguh-sungguh punya seorang kekasih” potong namja bernama Eunhyuk itu lagi dengan tampang polosya, dan kali ini masih tanpa nada rapp nya yang aneh. Seolah tidak tau kalau Kyuhyun bukan tipe lelaki yang mudah jatuh hati pada seorang gadis. Tapi Kyuhyun tak menggubris pertanyaannya.

 

“Aku  perlu gadis yang benar-benar tak menyukaiku, jika aku meminta pada gadis yang sudah menyukaiku, aku takut mereka akan meminta lebih dariku.” Kyuhyun bergidik ngeri membayangkan dirinya bagaimana saat bertemu fans fanatiknya, bahkan tissue yang sudah selesai digunakan Kyuhyun pun rela mereka simpan.

 

“Aha!” sebuah lampu kuning kecil muncul di atas kepala Donghae, sepertinya dia sedang memiliki ide. “Kalau begitu, aku tau satu orang yang bisa menolongmu” Donghae memasang wajah meyakinkan. Kyuhyun menatapnya dengan wajah penuh pertanyaan. “Dia adalah orang yang tak menyukaimu!” sebesit pikiran muncul di kepala Kyuhyun saat mendengar ucapan Donghae, sepertinya dia tau siapa orang yang dimaksud.

 

“Maksudmu si pendek, broh?” Eunhyuk kembali menimpal dengan nada rapp.nya.

 

Kyuhyun terdiam sejenak, Park Rihyun itulah yang ada dipikirannya sekarang. Dia sudah kenal sejak SMA, Rihyun adalah anak pindahan saat mereka sudah di kelas XII, tapi mereka sering sekali berdebat dan bertengkar. Dan dia -Rihyun- juga salah satu dari sedikit orang yang tak menyukai atau lebih tepatnya tak jatuh hati padanya.

 

~Flashback On~

 

 Seorang gadis berseragam sekolah Yumkwang High School terlihat berlari seperti dikejar sesuatu. “Tamatlah riwayatku” ujar gadis itu saat melihat gerbang di depannya sudah ditutup.

 

Dia pun duduk di bangku yang ada di dekat sana, berharap penjaga keluar dan mau membukanya untukku. “Heh, baru pindah dan dua hari di bersekolah disini aku sudah terlambat” gumamnya lalu menyender masal di kursi kayu itu

 

“Kau terlambat ya, murid baru?” sapa seorang namja yang berseragam sama dengannya dari belakang. Mendengar teguran itu, si gadis langsung menoleh. Gadis yang tak lain adalah Park Rihyun itu masih melongo melihat namja tampan di depannya. “Kau masih ingin masuk, eoh?” dia mengacak rambutnya yang sebelumnya memang sudah terlihat tidak rapi seperti orang yang baru bangun tidur. Rihyun hanya mengangguk pelan.

 

“Kalau begitu ikutlah denganku” ajak namja yang belum di kenalnya sama sekali. Mungkin baru dikenalnya sehari, saat kemarin dia baru pertama masuk di sekolah itu.

 

“Mwo? Kemana?” Rihyun menautkan keningnya.

 

“Kau bilang ingin masuk kan? Aku juga. Kau mau ikut atau tidak?” timpalnya lagi tanpa menatap Rihyun yang masih duduk di bangku. Kepalanya memandangi gerbang sekolah yang sudah terkunci rapat.

 

“Memangnya bisa?” Rihyun merasa tak yakin. Apa dia akan merayu penjaga itu untuk membukakan pintu gerbang pikirnya? Tapi itu sungguh tidak mungkin.

 

“Kemarilah” tanpa aba-aba namja bertubuh tinggi itu langsung menarik tangan Rihyun. Rihyun pun terpaksa mengikutinya. Dia membawa Rihyun berkeliling hingga sampai ke belakang gedung sekolah. Sesampainya disana, Kyuhyun melepaskan tangannya.

 

“Aapa yang akan kita lakukan? Kau tidak menyuruhku untuk memanjat kandang ini kan?” Rihyun menunjuk pagar tinggi di depannya dengan wajah cemas.

 

“Memang kau pikir untuk apa lagi aku mengajakmu kemari?” jawabnya ketus.

 

“Aku tidak mau memanjat!” kata Rihyun sambil merapatkan rok nya. Namja itu menatap Rihyun dari bawah hingga ke atas. ‘Apa yang dipikirkannya? Apa dia sengaja mengerjaiku’ rutuk Rihyun dalam hati.

 

“Kau tidak perlu khawatir. Aku tidak akan mengintip!” jawabnya santai, seolah tau apa yang dipikirkan Rihyun saat ini.

 

“Mwo?” Rihyun membelalakan mata, sepertinya namja itu bisa membaca pikirannya. “Aku tetap tidak mau, aku tidak bisa memanjat!” Rihyun mencoba membuang pandangan untuk menyembunyikan wajahnya yang mulai bersemu merah.

 

“Jadi kau mau tetap disini dan berharap penjaga mau membukan pintu gerbang untukmu?” Rihyun menarik nafas panjang dan berfikir sebentar dengan perkataan namja itu. “Ya sudah, terserah kau.” ucapnya lalu dia mulai memanjat tembok pagar itu.

 

“A-aku ikut” tanpa menyadari akhirnya Rihyun mengatakan hal itu. Dia kembali menurunkan badannya dan berdiri di samping Rihyun. Dia menarik tas Rihyun kemudian melemparkan ke dalam terlebih dulu kemudian di susul dengan tasnya. Dia lalu berjongkok tepat di depan Rihyun.

 

“Naiklah ke pundakku” perintah namja itu.

 

“Ta-tapi, aku tak berani”

 

“Bukannya kau mau ikut?? Cepatlah sebelum penjaga menemukan kita disini”

 

Tanpa pikir panjang Rihyun akhrinya menaiki pundaknya. Perlahan gadis itu memposisikan kaki kanannya di pundak kanan namja yang masih dalam posisi seperti kodok, lalu meletakkan kaki kiri ke pundak kirinya. Perlahan namja itu berdiri agar tubuh Rihyun mencapai puncak kandang. “Kyaaaa” teriak Rihyun histeris karena ketakutan.

 

“Ya! Kau jangan berteriak seperti itu!” protes namja yang menahan beban itu saat mendengar teriakan gadis di atasnya. “Sekarang cepat kau naik kesana” perintahnya lagi.

 

“Tapi aku benar-benar takut!!” kaki Rihyun terlihat mulai gemetaran. Sadar bahwa namja di bawahnya sudah keberatan menahan tubuhnya, Rihyun memberanikan diri mengaitkan kakinya ke atas pagar dan duduk di atas sana. “Bagaimana aku turun??” teriaknya dari atas. Yah, gadis itu memang sedikit takut dengan ketinggian.

 

Hanya dengan sekali lompatan, tangan besar namja itu berhasil meraih puncak pagar. Setelah berada di atas, lalu dia melompat dan mendarat di tanah dengan posisi berdiri sempurna (?)

 

“Bagaimana denganku??” ucap Rihyun seperti ingin menangis, tubuhnya masih gemetaran berada di atas sana. Kepalanya tak berani menatap tanah di bawahnya.

 

“Aisshh, kau ini. Lompat saja!” teriak namja itu dari bawah.

 

‘Apa dia ingin aku mati hah??’ batin Rihyun dalam hati.

 

“Yaak, kau ingin membunuhku?? Aku tak berani!!” balas Rihyun dengan nada tak kalah tinggi dari atas.

 

“Kalau begitu diam saja disana, aku mau ke kelas” Kyuhyun lalu berbalik.

 

Andwaee! Jangan tinggalkan aku!! Kau harus bertanggung jawab padaku!” kedua tangan Rihyun masih berpegangan erat di atas sana.

 

“Kalau begitu melompatlah, aku akan menjagamu dari sini” namja itu terlihat bersiap menyambutnya dari bawah.

 

Rihyun menarik nafas panjang, kakinya makin bergetar hebat. ‘Setelah ini aku pasti akan mati! Aku pasti mati!! Ya Tuhan, kalau aku mati ampuni segala dosaku’ rintihnya dalam hati. Rihyun pun memejamkan matanya dan mengambil posisi siap untuk melompat.

 

“Cho Kyuhyun!”

 

“Hwaaa!!” Rihyun yang kaget tiba-tiba tergelinicir saat mendengar teriakan seseorang dan—

 

-BRUKKK-

 

Rihyun masih belum mau membuka mata, “Apa aku sudah mati?” ucap Rihyun pelan.

 

“Jika terus begitu mungkin aku yang akan mati” suara namja itu seakan tertahan oleh sesuatu yang berat. Rihyun segera membuka mata, ternyata tubuh mungilnya terjatuh sempurna tepat di atas tubuh namja itu dan wajah mereka berjarak tak lebih dari 5 centi. Kedua pasang mata itu akhirnya bertemu, saling bertatapan hingga beberapa detik. Semburat merah kembali muncul di kedua pipi Rihyun dan kali ini ia tak bisa menyembunyikannya.

 

“Ehhem” suara berat menginterupsi romantisme mereka. Keduanya reflex menatap namja yang sedari tadi rupanya memperhatikan mereka. Melihat itu Rihyun langsung berdiri lalu merapikan rok dan bajunya yang cukup berantakan. Rupanya namja ini yang berteriak memanggil Kyuhyun sampai-sampai Rihyun kaget dan terpeleset dari atas. Namja itu menghampiri Kyu lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Kyuhyun berdiri.

 

“Apa yang kalian lakukan, eoh?? Cepatlah ke kelas, Ny. Kim akan segera masuk” kata teman Kyuhyun itu mengajak keduanya.

 

Mereka hanya mengangguk bersamaan, Rihyun segera meraih tasnya yang tergeletak tak jauh dari posisinya di tanah. “gomawo” ucapnya seraya sedikit membungkuk pada Kyuhyun lalu berlari menuju ruang kelasnya lebih dulu.

 

“Jadi, apa warnanya?” tanya temannya sambil menyenggolkan lengannya ke tubuh Kyuhyun yang berjalan di sampingnya.

 

“Emm? Warna apa maksudmu, Hyuk?” Kyuhyun balik bertanya seolah tak mengerti, tatapannya masih fokus ke depan.

 

“Kau jangan berpura-pura tak mengerti” Eunhyuk melangkah lebih cepat ke depan Kyuhyun membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya.

 

“Hentikan pikiran yadongmu itu!” Kyuhyun berjalan melalui Eunhyuk begitu saja.

 

“Aissh kau ini!” protes Eunhyuk yang masih begitu penasaran. Mereka sudah sampai di depan ruang kelas. “Ayolah Kyu~” Eunhyuk masih memelas, kedua tangannya pun ikut memohon.

 

“Pink” sahut Kyuhyun sambil tersenyum mesum lalu berjalan ke dalam kelas dan menuju tempat duduknya yang memang tak berjauhan dari tempat duduk gadis yang bersamanya sejak tadi. Eunhyuk yang mendengarnya hanya terlihat bengong.

 

~ Flashback Off~

 

Kyuhyun mulai menyeringai, mungkin kalau diibaratkan sekarang sudah muncul empat taring tajam di giginya dan dua tanduk merah di kepalanya. “Sepertinya itu saran yang bagus Donghae-ya. Jadi Park Rihyun” ujar namja tampan itu masih dengan senyum setan yang tak henti mengembang di wajah tampannya.

 

TBC

41 thoughts on “UNEXPECTED MARRIAGE [1/13]

  1. eoh, q reader pertama yg comen ya? hahaa, lucu bgt.. q smpe ktawa kya org gila pas kyuhyun bilang warna.y pink ! hmm thor ni ff jgn di buat sad romance ya, tp romance comedy ajah, lucu pasti q bkal ktawa2 lg liat aksi bodoh kyuhyun ,#di jambak sparkyu! hahaa

  2. Pingback: UNEXPECTED MARRIAGE Part 2 | kyulambert

  3. Wkwkwkwkwkwk
    Aigoo!!!!!! Dasar lee hyukjae. Sempet sempetnya tanya apa warnanya. Dan si kyuhyun ngeladenin lagi. ” pink “.

    Hahaha andai Rihyun tahu, apa yang akan terjadi. Oh no!!!!

    Keren. Aku suka.

  4. Wah keren ff nya, kyu oppa tetap dech suka berdebat dgn Rihyun.. rupanya pertemuan awal mereka seperti itu.. Rihyun sabar ya, kyu oppa memang iseng sekali.. Hyukjae oppa and Donghae oppa ksh idenya ada2 saja, blm tentu rihyun mau wlpn Kyu oppa nya mau

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s