[Legend of Pandora] 2 – Elegy

Title : 2 – Elegy [Legend of Pandora]

Author : Mirrellia

Cast : Cho Kyuhyun

Summary : based on Pandora story. Love and hope.

Note : Setiap partnya akan pendek sekitar 4-5 halaman Ms.Word. Please dont force me to write the sequel. Untuk lanjutannya akan saya post jika memang sudah ditulis. Terima kasih.

___________________________________

Kau harus percaya, bahwa inilah takdirmu…

Dalam pekat, denting itu bergema ke segala penjuru. Satu sosok melangkah pelan menelusuri anak tangga dengan hati-hati. Ujung gaun tidurnya menyentuh kayu berundak dengan gemulai. Lalu dengan helaan nafas yang sangat pelan, ia sampai di anak tangga terakhir—tepat di depan sebuah kamar dengan pintu bercat coklat tua.

Awalnya ia ragu untuk mendekat, takut-takut kedatangannya akan mengganggu seseorang yang berada di dalam sana.

Continue reading

[Legend of Pandora] 1 – Fate

Title : Fate [Legend of Pandora]

Author : Mirrellia

Cast : Cho Kyuhyun

Summary : based on Pandora story. Love and hope.

Note : Setiap partnya akan pendek sekitar 4-5 halaman Ms.Word. Please dont force me to write the sequel. Untuk lanjutannya akan saya post jika memang sudah ditulis. Terima kasih.

Cinta itu seperti mimpi, yang akan lenyap saat terbangun. Apakah sebaiknya aku tak usah bangun agar aku tetap bisa merasakan cinta ? – Symphony of Love by Karumi Iyagi.

Jalanan kota Seoul terlihat padat dengan rintik-rintik hujan menaungi sebagian kota besar itu. Beberapa orang setengah berlari, menutupi kepala mereka dengan apa saja agar tidak membuat kepala mereka basah karena air hujan. Teras-teras toko di sepanjang jalan dipenuhi oleh orang-orang yang berteduh—menatap sang langit seolah bertanya kapan ia akan berhenti menangis.

Continue reading

Shoot! #10

Title : : Shoot! #10

Author :: MirrelLia

Cast :: Cho Kyuhyun Of Super Junior

Disclaimer :: Cho Kyuhyun belongs to Him self. I don’t make money from this. Please don’t sue me. Hoho dan sebenarnya merasa berdosa ama Changmin karena saya buat di blog saya Ha Kyo-Changmin mesra-mesraan tapi disini selingkuh sama Kyuhyun. Yasalam…

“Kyuhyun,” Ha Kyo mengucapkan nama itu dengan hati-hati saat tangannya meraih pundak seorang pria dengan kaus abu-abu v-neck.

Kyuhyun berbalik, memandang Ha Kyo dengan pandangan menilai. “Wae? Kau kesurupan hari ini memanggilku lebih dulu?” tanya Kyuhyun menantang.

Ha Kyo mendengus pelan, berbuat baik salah berbuat jahat juga lebih salah. Sebenarnya apa yang diinginkan pria itu he?

Continue reading

[Ha-Kyu side story] Be Your Love

Aku menatap lurus satu sosok pria yang tengah duduk di ruang tunggu keberangkatan bandara Incheon. Mata indahnya sejak tadi tak lepas dari ipod putih yang digenggamnya. Seolah mencari lagu yang tepat dengan suasana hatinya. Meskipun aku yakin sekali suasana hatinya sangat baik hari ini. Terlebih lagi gadis itu selalu berada di sampingnya, membuat segaris senyuman yang terukir indah di wajahnya. Seorang gadis yang mampu menopangnya dan membuatnya bangkit kembali. Tidak seperti diriku yang hanya bisa membuat masalah untuk dirinya, tidak seperti diriku yang hanya memikirkan kebahagiaanku sendiri, tidak seperti aku yang sekalipun tak pernah mau mendengarkan apa yang hendak dikatakannya.

Rasanya ada sesuatu yang ingin ku teriakkan kepada mereka berdua. Aku ingin mengatakan bahwa aku tak suka jika gadis itu yang membuatnya tersenyum. Aku ingin mengatakan bahwa tak seharusnya jari jemari mereka yang sekarang bertautan. Ataupun sekedar saling melemparkan senyum penuh arti satu sama lain. Aku ingin gadis itu menyadari bahwa itu semua adalah milikku. Aku ingin gadis itu ingat bahwa akulah yang sebelumnya berada di posisinya sekarang. Dan aku hanya ingin gadis itu ingat, dialah yang membuat jarak di antara aku dan pria itu.

Tapi aku tak pernah berani melakukan itu semua. Aku terlalu takut jika faktanya aku akan menyakiti pria itu jika aku menyakiti gadisnya. Aku terlalu takut jika tembok penghalang antara aku dan dirinya semakin besar. Tembok penghalang yang sebenarnya ku bangun sendiri bahkan sebelum hubungan kami benar-benar berakhir. Aku terlalu sombong hanya untuk sekedar meminta bantuannya. Aku terlalu naïf dengan mengatakan aku tak membutuhkannya. Dan bahkan sekarang aku terlalu egois karena ingin ia kembali untuk diriku.

“Berhenti menatapnya seperti itu!”

Aku tersentak ketika sebuah lengan menarik siku kananku ke balik dinding ruang tunggu. Sebuah lengan yang selama ini selalu berusaha untuk menopangku, seseorang yang entah untuk kesekian kalinya menyelamatkan aku dalam posisi menyakitkan itu.

“Menyakiti diri sendiri dengan melihat mereka tidak akan membuatmu merasa lebih baik! Kau sadar akan hal itu,” nasehatnya dengan gusar. Tangannya masih tak mau melepaskan siku kananku.

“Arraseo,” jawabku pelan. Hanya itu yang bisa ku katakan padanya setiap kali ia menasehatiku. Aku mengerti dengan apa yang dia katakan, tapi yang tak bisa aku mengerti mengapa aku selalu melakukan kebodohan yang sama.

“Apa kau sadar jika kau itu terlalu bodoh dengan melakukan itu semua!”

Aku mengangguk. Pria ini benar. Aku memang terlalu bodoh. Tak seharusnya aku bersembunyi sambil menatap mereka berdua. Menyembunyikan rasa sakit karena aku bukan lagi miliknya.

“Mianhae Kyuhyun-a…,” aku menjatuhkan kepalaku di dadanya yang bidang. Untuk kesekian kalinya pula aku menyerahkan diriku kepada Kyuhyun. Satu sosok pria yang sebenarnya selalu melihatku dan berniat untuk melindungiku. Tapi mengapa aku tak bisa jatuh cinta padanya? Mengapa aku tak bisa melihat semua yang telah ia lakukan padaku?

Kyuhyun meraih tubuhku semakin dekat ke arahnya. Aku tahu bahwa pria ini juga tersakiti. Aku sadar bahwa aku menyakiti hati orang lain hanya untuk bertahan dengan keegoisanku. Namun melupakan kenangan yang telah terbentuk selama tiga tahun bukanlah perkara mudah. Ketika aku berusaha untuk mengingat senyum Kyuhyun, tapi hal yang terjadi malah senyum pria itu yang melintas di kepalaku.

“Berhentilah menangis,” bisik Kyuhyun. Ruang tunggu mulai penuh dengan member yang lain, membuatku menegakkan tubuhku kembali dan menghapus sisa-sisa air mataku.

“Aku tak tahu sampai kapan kau akan terus seperti ini. Sadarilah sesuatu, sadarlah bahwa kau masih pantas bahagia sekalipun tanpa pria itu, Kyoungie-ah.”

Kyuhyun menepuk kepalaku dengan lembut, lalu berlalu ke arah Leeteuk dan Sungmin yang baru saja masuk ke ruang tunggu. Aku menghela nafas lalu menyenderkan tubuhku ke dinding. Mengatur nafasku yang entah untuk alasan apa tiba-tiba semakin terasa sesak. Seolah-olah ruangan ini tak cukup luas untuk sekedar aku menarik satu helaan nafas.

“Hhh, kau pasti melakukan hal yang sama lagi.”

Aku menoleh dengan cepat ketika mendengar suara Ji Yoon yang kali ini ikut bersender di dinding bersamaku.

“Kau tahu, Kyuhyun sudah cukup bersabar menghadapi keegoisanmu. Seharusnya kau mampu melihat pria mana yang ingin membahagiakanmu,” kata Ji Yoon lagi, dengan suara datar yang malah menurutku membuatku semakin terhempas.

“Tapi kau juga tahu bahwa tak semudah itu melupakan perasaanku pada Changmin.”

“Aku tak pernah mengatakan itu hal yang mudah. Aku hanya ingin kau melihat, mana pria yang lebih pantas untukmu.  Shim Changmin yang meninggalkanmu karena gadis lain, atau Cho Kyuhyun yang senantiasa—atau lebih tepat dengan bodohnya—mau melindungi seorang gadis yang sama sekali tak memikirkan perasaannya.”

“It’s too much, Jung Ji Yoon,” balasku dingin. Merasa tidak suka dengan perumpamaan yang ia katakan.

“Wae? Karena aku benar dan kau tahu itu. Tapi sayangnya kau tak mau memahami. Kebahagiaan muncul tidak hanya karena kau menginginkannya Shin Ha Kyo.”

“Lalu apa? Menurutmu apa definisi kebahagiaan itu?” tantangku tak puas.

Ji Yoon tertawa dan malah berlalu dari hadapanku. Aku tak pernah mengerti dengan jalan pikiran gadis yang seharusnya ku panggil dengan onnie itu. Ia juga berteman dekat dengan Kyuhyun dan entah mengapa aku terkadang merasa jengah dengan kedekatan mereka berdua. Hei, untuk apa aku jengah jika faktanya aku tak mencintai seorang Kyuhyun? Mungkinkah…

“Mirrelle-ah.”

Aku menoleh ke arah samping dan mendapati Yunho sunbae membawa dua cup coffee di tangannya. Aku mengernyit bingung. Setelah hancurnya hubunganku dengan Changmin, aku sudah jarang mengobrol dengannya. Yah, meskipun ku akui aku tak pernah benar-benar dekat dengannya dan hanya sesekali mengobrol ringan ketika aku berkunjung ke dorm mereka.

“Kau terlihat kedinginan,” katanya sambil menyodorkan salah satu cup coffee yang di bawanya.

“Terima kasih,” kataku dan menerima kopi pemberiannya. Musim dingin kali ini memang nyaris membuatku membeku.

“Kau baik-baik saja?” tanyanya dan aku tersenyum kecil.

“Apa wajahku benar-benar memprihatinkan sekarang? Kyuhyun dan Ji Yoon juga menyadarinya tadi, dan sekarang oppa juga begitu.”

Atau kali ini kau juga ingin menasehatiku sama seperti mereka berdua? batinku.

“Changmin tak ingin kau terlihat menyedihkan seperti itu,” kata Yunho dan seketika aku tersentak.

“Maksudmu?”

“Dia hanya tak bisa mengatakan langsung padamu Mirrelle-ah. Ia hanya tak ingin melihatmu menangis dan pada akhirnya meraihmu kembali kedalam pelukannya. Ia hanya tak ingin kau tersakiti lagi nantinya.”

“Wae?” tanyaku dengan suara bergetar. Mengapa Changmin tak ingin meraihku kembali jika memang ia menginginkannya?

“Kau berhak bahagia dengan orang lain. Ia ingin kau tertawa karena orang lain. Bukan karena perasaannya padamu benar-benar menghilang. Tapi ia tak ingin kau tersakiti lagi. Ia tak ingin membuatmu berubah menjadi apa yang ia inginkan. Changmin hanya ingin kau menjadi dirimu, dan kau harus bahagia dengan pria yang menerima dirimu apa adanya.”

“Jadi…,” aku menarik nafas sebisa mungkin. “Dia melepasku karena takut tak bisa menerima diriku yang seperti ini?”

Yunho mengangguk.

Aku tersenyum miris. Pria yang selama ini kucintai ternyata hanyalah pria pengecut dan malah memilih untuk menyampaikan isi hatinya lewat orang lain. Ia melepasku karena tak mampu menerima diriku. Benar-benar konyol.

“Katakan padanya, aku ingin mendengar darinya langsung,” kataku dingin.

“Dia pasti akan mengatakannya langsung padamu. Ketika ia benar-benar siap. Dan ia siap, ketika kau bisa tersenyum tulus seperti biasanya.”

Setetes air mata kembali turun dari pelupuk mataku. Aku buru-buru menghapusnya, tak ingin terlihat lemah di hadapan Yunho. Lagipula seperti yang diinginkan Changmin, aku harus bahagia.

Aku baru saja ingin menyeruput gelas kopiku ketika menyadari bahwa cup tersebut bukan terisi dengan kopi. Cairan berwarna hijau pekat dengan wangi chamomile yang sangat ku suka mengisi penuh gelas kertas yang ku pegang. Aku menoleh ke arah Yunho, dan tanpa aku bertanya dia mengerti apa yang hendak kutanyakan.

“Itu bukan dari Changmin. Kyuhyun yang menitipkannya padaku. Ku rasa, kau harus membuka hatimu untuk pria satu itu. Aku sangat menyarankan itu,” jelas Yunho dan aku hanya bisa terdiam.

“Sebentar lagi pesawat akan berangkat. Bersiaplah. Annyeong,Shin Ha Kyo.”

Yunho berlalu dariku yang masih membeku ditempat. Aku tak pernah mengatakan pada Kyuhyun bahwa aku sangat menyukai teh hijau dengan wangi chamomile. Sama sekali tidak. Dan aku tak perlu pusing memikirkan darimana pria itu bisa mengetahuinya.

Mataku mencari-cari sosok pria satu itu dan mendapatinya hendak keluar dari ruang tunggu bersama member Super Junior yang lain. Aku mengambil langkah panjang tanpa peduli panggilan dari member Sorciere yang lain. Karena yang harus kulakukan sekarang hanyalah satu hal. Satu hal yang ku harap bukanlah sebagai kebodohan.

“Cho Kyuhyun,” panggilku sambil menepuk pundak pria itu. Kyuhyun menoleh, mengernyit sebentar ketika melihat wajahku yang terlihat begitu antusias terhadapnya.

“Kyoungie?”

“Kyuhyun-ssi, apakah kau sudah menyerah untuk mengejarku?” tanyaku langsung tanpa basa-basi. Bahkan aku sempat melihat raut wajah kaget Sungmin dan Leeteuk yang kebetulan berada dekat dengan kami.

Kyuhyun tertegun sebentar, namun sedetik kemudian pria yang dijuluki evil itu memamerkan senyum andalannya.

“Tentu saja tidak nona Shin. Sampai kapanku tidak akan pernah,” jawabnya pasti dan seulas senyum tulus menghias wajahku.

“Akan selalu ku tunggu kejutan darimu.”

note: sorry klo ngepostnya berantakan. saya ngepost dari henpong!

I’ll Protect You

Title : : [Drabble] Shoot! #9

Author :: Mirrellia

Cast :: Cho Kyuhyun Of Super Junior

Disclaimer :: Cho Kyuhyun belongs to Him self. I don’t make money from this. Please don’t sue me.

Note :: Masih ada hubungannya sama Shoot! Tapi versi agak setengah galau, yang nunggu Shoot! Dua author stress ini akan ngelanjutin Shoot! bulan Maret. Jadi… ya tunggu aja. :p

Kyuhyun menatap gadis di depannya dengan pandangan kosong. Tidak seperti biasanya gadis itu hanya diam, bergumam sendiri seolah gelas krystal yang ada di hadapannya lebih penting daripada dirinya.

“Apa ini karena reality show itu?” tanya Kyuhyun langsung.

“Apa peduliku?” Ha Kyo menjawab cuek. Dia tidak suka keadaan seperti ini. Berdiam diri dan sibuk dengan pikiran negatifnya. Lagipula siapa dia, sampai-sampai harus merasa sesak karena melihat pria itu bermesraan dengan gadis lain? Bukankah hatinya masih terpaut dengan namja bermarga Shim itu?

Continue reading

Crimson Sunset [Kyuhyun Vers]

Note : Sebenarnya ini pernah di publish di blog pribadi tapi versi Changmin, dan iseng-iseng di buat versi Kyuhyun. hahaha. Comment ya.. Thanks Readers!

Kyuhyun POV

Its feel better if you love me now…

Aku memejamkan mataku, memutar kilasan indah tentang diriku dan dirinya. Aku merindukannya berada di sisiku. Merindukan celoteh riangnya yang jarang sekali ia tunjukkan di depan khalayak ramai. Namun, sisi tempat dimana ia berdiri kini telah kosong di gantikan oleh udara yang menghimpit dadaku. Tidak, dia tidak kemana-mana. Dia tidak singgah ataupun hatiku singgah untuk orang lain. Karena dia disini, tetap bersamaku sekalipun jarak membentang jauh di antara kami.

Ia hanya pergi sementara, menemui seluruh fans yang mencintainya di negeri sebrang sana. Mungkin tidak sulit bagiku untuk menyusulnya. Tidak sulit untukku menggapai dirinya hanya karena sebuah kata jarak. Karena bagiku, tak ada bedanya jika ia tak mencintaiku. Aku tak tahu bagaimana perasaannya terhadapku. Aku tidak tahu apa yang ia rasakan ketika mendapat perhatian kecil dariku.

Continue reading

Shoot! #7

Title : : Shoot! #7

Author :: MirrelLia

Cast :: Cho Kyuhyun Of Super Junior

Disclaimer :: Cho Kyuhyun belongs to Him self. I don’t make money from this. Please don’t sue me.

Note : hohohohoho Shoot! #7 akhirnya jadi muahahaha. Garing seperti biasa yee eh ada spesial yang adegan paling bawah muahahahhaa. Lanjut gak nih?

“Apa yang kau lihat?” tanya Ha Kyo ketus saat mendapati mata Kyuhyun tak lepas dari dirinya sejak semenit yang lalu.

“Kau terlalu mempesona.”

“He? Ish, sudah kubilang jangan memujiku Kyuhyun-a. Aku langsung merasa gatal ketika mendengarnya.” Tukas Ha Kyo sambil bergidik ngeri.

“Kau ini di puji malah seperti itu. Kenapa sih kau berdandan cantik sekali hari ini?” tanya Kyuhyun tak peduli. Dia merasa dirinya benar. Lihat saja gaun hitam selutut dengan tali spaghetti yang ia kenakan. Anggun dan hemm baiklah, Kyuhyun mulai gila karena berpikir tubuh kurus seperti Ha Kyo terlihat seksi.

Continue reading

Shoot! #5

Title : : [Ficlet] Shoot! #5

Author :: MirrelLia

Cast :: Cho Kyuhyun Of Super Junior

Disclaimer :: Cho Kyuhyun belongs to Him self. I don’t make money from this. Please don’t sue me.

Note : kegajean berlanjut dan sori kalo bagian saya selalu garing guyonannya muahhahaha.

_____________________________

Kyuhyun melirik tajam ke arah sudut kantin perusahaan ketika mendapati sepasang anak manusia tengah bercengkrama. Ia melangkahkan kakinya dengan percaya diri lalu menghempaskan tubuhnya tepat di sebelah Ha Kyo.

“Ish, kau ini mengagetkan!” seru Ha Kyo saat tiba-tiba saja sofa yang di sebelahnya diduduki seseorang.

“Hem… perjanjian pertama, Ha Kyo-ssi.” Gumam Kyuhyun pendek. Menyeruput asal jus milik Ha Kyo tanpa peduli Changmin yang tengah menatapnya.

Continue reading

Shoot #3

Title : : Shoot! #3

Author :: MirrelLia

Cast :: Cho Kyuhyun Of Super Junior

Disclaimer :: Cho Kyuhyun belongs to Him self. I don’t make money from this. Please don’t sue me.

Note :: Oke, HaKyu itu cuma couple karangan Tyas aka Jhyaz onnie padahal aslinya sih authornya pengennya Kyomin #plak. Tapi berhubung kayanya seru juga bikin karakter Kyu yang gak selalu kaya setan jadinya kita memutuskan untuk duet di  SHOOT ini. Panjangnya? Entahlah tergantung author ababil ini maunya gimana. Yang jelas aku menikmati banget baca+buat couple ini sekarang. Mungkin versiku agak sedikit serius karena aku g bisa bikin guyonan #plak. Hahaha enjoy ya!~ Kalo banyak yang suka ya dilanjut, engga yah gak tau deh hahaa.

“Yoboseyo?” Ha Kyo mengangkat ponselnya dengan malas. Enggan melihat siapa orang sinting yang meneleponnya pagi-pagi seperti ini.

“Kyoungie-ah~~ Ireona!!” teriak Kyuhyun kencang dan membuat Ha Kyo langsung terduduk tegak.

“YAK! Ini jam 5 pagi setan tengil! Kau gila! Sinting!” Ha Kyo mengumpat kasar, membuat JM yang sekamar dengannya sedikit terganggu.

“Ayo olahraga pagi.” Ajak Kyuhyun tak memperdulikan teriakan Ha Kyo.

“SHIREO! Kenapa kau suka sekali mengusik hidupku sih Cho Kyuhyun?!”

Continue reading

[Ficlet] Primrose Love

DONT COPY MY FF! RCL PLEASE

Regards,

Mirrellia

________________________

Friends, family, lovers, work and yourself. Rank the five in terms of their importance to you.

At the moment, I think I’d put myself first. I’ve recently had a change in my mode of thinking, I always want to do the things I want to do well. After that is my family, then work, then lover, then friends. Even though I’m saying this right now, these ranks will probably change as my mood changes, but right now, out of the five, the two that give me the most motivation is my family and lover. I strive for excellence because of their existence. 

“When someone loves you, the way they say your name is different. You know that your name is safe in their mouth.”
Jess C. Scott, 1: The Intern

 

Aku membaca kalimat itu berulang-ulang. Sebuah berita yang sempat menghebohkan semua penggemarnya. Kekasih. Ia mengatakan bahwa dua hal penting dalam hidupnya saat itu adalah keluarga dan kekasih. Mungkin saat itu aku akan merasa senang membaca berita itu, karena pada nyatanya aku memanglah kekasihnya. Namun itu adalah berita satu tahun lalu, saat aku memang benar-benar menjadi kekasihnya. Saat aku benar-benar ia butuhkan untuk menopang hidupnya yang sedang terjatuh.

Continue reading