Secret Admirer – After Story I

 

Sesuatu yang begitu diperjuangkan sejak dulu, mendadak tercapai dalam kehidupanmu. Kenyataan membawanya singgah, dan menjadikannya hadiah tak terlupa. Bila saat itu terjadi, bisakah kau berhenti menganggapnya mimpi belaka? Bertingkah diamlah dan yakinkan diri sendiri untuk percaya. Continue reading

Forgotten

“Sudah selesai? Ayo pulang.” aku masih membereskan beberapa buku ketika kamu mengatakan itu. Bel berbunyi beberapa menit yang lalu, tapi kamu sudah ‘sangat siap’ untuk pulang.

“Tinggal ini saja kan? Selesai.” kamu mengambil buku yang tersisa dan menjejalkannya ke dalam tasku.

Aku mengucapkan terima kasih, namun tak beranjak dari tempatku. Pandanganku beredar teliti pada meja sekolah, juga beberapa benda di sekitarnya. Sepertinya ada sesuatu yang terlupa. Continue reading

Surprise

Ini cast nya bebas, silahkan bayangkan bias masing-masing ^^

*****

Sesuatu yang lembut menggelitik perutmu pelan, membuatmu menggeliat. Kamu terbangun, tersadar jauh dari alam mimpimu. Ketika matamu terbuka sempurna, sesosok malaikat kecil menyambutmu. Dialah buah hatimu, hasil pernikahanmu dengan suami tercinta.

Dia menghambur pelukannya ke arahmu yang masih berbaring. Kamu yang terkejut, refleks ikut memeluknya. Suara khas miliknya memenuhi indra pendengaranmu. “Pagi eomma!” Continue reading

Vanished

Aku melirik lagi ponsel di sebelahku. Diam, tanpa getar yang menandakan adanya pesan maupun panggilan yang masuk. Aku menghela nafas dan mencoba mengalihkan pandangan. Meyakinkan diri sendiri, seribu kali lebih pun aku menengok,
tidak akan membuat perubahan.

Namun, 5 menit berikutnya aku gagal. Semakin berusaha meyakinkan diri, semakin kuat godaan itu. Aku melirik ke arah ponsel itu lagi. Meskipun aku tau, keadaannya tetap sama. Continue reading

Secret Admirer [Jongwoon's Pov] Part 2

*Sebelumnya, maaf terlalu lama, hehe.

 

Kalau ada yg belum baca atau lupa yg Min Gi’s pov part 2,

Ini link nya Part 2

 

Serapat apapun menyimpan bangkai, suatu saat baunya akan tercium juga. Ungkapan yang pas untuk keadaan sekarang. Serapat apapun appa berusaha menutupi rahasia itu, lambat laun eomma mengetahuinya juga. Entah dari mana eomma mengetahui semuanya, tak ada yang tau. Tapi mengingat eomma bukan tipe istri yang suka berdiam diri di rumah, besar kemungkinan dia mengetahuinya sendiri tanpa campur tangan orang lain.

Reaksi eomma persis seperti yang dibayangkan. Berhari-hari ia bertengkar dengan appa. Selama itu pula aku dan Jongjin memilih tidak pulang ke rumah. Kami menginap di rumah salah satu keluarga, yang untungnya mengerti keadaan kami.

Pertengkaran tak jelas akhirnya berakhir dengan sebuah keputusan. Kami sekeluarga akan pindah ke kota lain. Jelas, ini permintaan eomma. Dia tidak ingin appa berhubungan hal sekecil apapun dengan perempuan itu lagi. Continue reading