Siwon memasuki ruang kerja milik wanita yang sangat dicintainya. Ia bisa melihat di sudut ruangan, di depan meja yang berceceran kertas-kertas lusuh, Hyera meringkuk diatas kursi dan terlihat sedang asyik melakukan sesuatu.
“what are you doing, dear? Working hard?” Siwon memeluk figur mungil itu dari belakang.
Hyera menoleh, tangan kanannya menggenggam sebuah pensil. Sebagian wajahnya hitam dan kotor.
Siwon mengernyit, “wajahmu kenap… ah! Apa yang kau lakukan Han Hyera?!” ia berseru histeris saat menyadari apa yang di lakukan Hyera. Sementara itu Hyera hanya menatapnya dengan tampang pilon.
“lepaskan itu! Berikan padaku!”, Siwon merampas pensil dari tangan Hyera kemudian langsung melemparnya ke tempat sampah di samping meja.
Hyera yang baru menyadari perlakuan suaminya dengan cepat berusaha melindungi pensil dalam genggamannya, namun sayangnya ia kalah cepat dengan gerakan Siwon.
“tapi aku hanya memakannya..”
“apa??!” Siwon benar-benar terkejut. Tidak disangka perempuan cantik yang sudah menjadi istrinya ini memiliki kebiasaan yang aneh. Menggigit ujung pensil memang wajar dijumpai pada banyak orang, tetapi memakan isi pensil dan menelannya?? Itu tidak bisa ia tolerir!
“umm.. hanya sedikit..” Hyera memberengut berusaha mencari pembelaan.
“mulai sekarang aku akan menyingkirkan semua pensil ini jauh-jauh dari jangkauanmu.” Ujarnya tegas. Ada nada khawatir terselip di dalam suaranya.
Hyera diam. Ia memang tidak pernah mau membantah perkataan Siwon jika pria ini sedang uring-uringan, terlebih karena dirinya.
Melihat gelagat Hyera yang diam dan bermuka pongah, mau tidak mau Siwon melunak. Ia bukan jenis lelaki pemarah, terutama kepada satu-satunya wanita yang ia cintai. Dengan lembut Siwon membersihkan wajah Hyera yang kotor akibat memakan sebagian isi pensil menggunakan tissue basah. Sebenarnya saat ini wajah Hyera terlihat sangat lucu, dan mau tidak mau Siwon tertawa pelan.
“katakan padaku, sejak kapan kau suka memakan pensil seperti itu?” Siwon mengusap puncak kepala Hyera dengan penuh rasa sayang.
Hyera memamerkan seringai jenaka, takut-takut Siwon akan marah padanya. “sudah lama. Bahkan sebelum kita berpacaran”, jawabnya polos.
“wow.. kalau begitu kenapa aku tidak pernah tahu? Apa kau sengaja menyembunyikannya?”
Hyera menggeleng lemah, “tidak. Kau pikir saja sendiri, wanita mana yang mau terang-terangan melakukan kebiasaan anehnya di hadapan pria yang dicintai?” ia balik bertanya.
Siwon tampak berpikir sesaat. “Mungkin ada beberapa, tapi kau kan bisa memberitahukannya padaku”, ia merajuk.
Hyera memutar mata, “aku sering melakukannya, kau saja yang tidak pernah tahu. Baru hari ini aku ketahuan olehmu” ia mengangkat kedua bahunya pasrah. “Lagi pula, rasanya enak. Kau harus mencicipinya”, ucapnya bersungguh-sungguh.
Siwon bergidik membayangkan ia harus mengunyah isi pensil dan menelannya seperti layaknya makanan biasa. “No, thanks.”
Hyera tertawa melihat ekspresi laki-laki di hadapannya. “Memangnya kenapa?”, tanyanya usil meskipun ia sudah tahu jawabannya. Mana ada orang berpendidikan dan religius seperti suaminya ini mau begitu saja disuruh menelan isi pensil? Well, mungkin ia memang memiliki kelainan.
Kali ini Siwon menatapnya aneh. “kau pikir apa rasanya?”, ia tidak menggubris pertanyaan Hyera sebelumnya.
“seperti anggur”, Hyera menjawab spontan.
“hah?”
“rasanya seperti anggur..”, Hyera mengulang kembali pendapatnya.
“don’t be silly, Han Hyera” Siwon hampir tidak mempercayai pendengarannya sebelum Hyera mengulanginya kembali. “kalau kau ingin buah anggur akan aku belikan satu krat besok”
“maybe?” Hyera terkekeh pelan, tdak menanggapi serius ucapan Siwon. “Tidak perlu repot, aku tidak terlalu suka buah anggur”, jawabnya acuh.
“lalu kenapa kau mengatakan rasanya seperti anggur?”, Siwon menarik kursi lain yang kosong dan duduk disamping Hyera yang sudah mengubah posisi duduknya.
Hyera menyentuh lengan kekar milik Siwon dengan kekaguman dalam hatinya. Meskipun ia sudah terlalu sering melihat apa yang tersembunyi di balik pakaian laki-laki ini, tetap saja Hyera tidak pernah bisa berhenti mengagumi bentuk badan sempurna yang selalu membuat wanita manapun melirik suaminya dengan pandangan memuja.
“menurutku rasanya sama. Memangnya apa yang kau harapkan?”, kini Hyera memainkan tangannya disekitar dada bidang Siwon.
Siwon menghela napas, “kau mau makan apa saja terserah, akan aku belikan. Asal jangan pernah memakan pensil-pensil itu lagi”, pintanya protektif.
Seketika itu juga Hyera tertawa. Tapi melihat kesungguhan di wajah pria tampan yang kini sedang menatapnya dengan berbagai perasaan yang tidak dapat ia artikan membuatnya menyembunyikan sebagian tawanya. Hyera paham betul bagaimana Siwon jika ia sudah melakukan hal-hal yang membuatnya berada dalam pengawasan suaminya.
“maafkan aku”, manik mata Hyera mencari-cari pengampunan dalam mata Siwon yang berkilat cemas namun memancarkan semburat rasa sayang.
Siwon tersenyum dan menarik tubuh Hyera ke dalam dekapan hangatnya. Perlahan-lahan Hyera bisa merasakan ada sesuatu yang menggelitik hatinya dan menjalar ke seluruh tubuhnya.
“tidak apa-apa. Sepertinya aku harus membayar seorang dokter untuk menjelaskan betapa bahayanya memakan isi pensil sebagai camilan di siang hari”
“kau..!” Hyera tidak sanggup meneruskan kata-katanya karena ia membenarkan ucapan Siwon.
Mereka berdua terkikik pelan, persis seperti dua anak kecil. Sejenak lupa bahwa mereka adalah sepasang suami istri.
“you are my silly girl, Han Hyera..” bisiknya terdengar lembut namun parau di telinga Hyera.
ps : jangan protes! wekekek~ semalem ditelpon temen sampe jam setengah 3 pagi dan disalah satu cuap-cuapnya, dia cerita dulu pernah punya pacar yang hobinya makanin isi pensil dan katanya rasanya kaya anggur, hahaha. silahkan dicoba kalo kalian mau bukti -____- dan karena tampang bloon itu cocok sama Hyera, jadilah begini XD /digampar yg punya nama/
oya karena aku cuma mau bikin scene pas bagian Hyera makanin isi pensil jadi ya cm segini panjangnya hehe mian
oya aku aja gatau ini genre apa hahaha /dilempar heechul/
satu lagi ; yang jadi silent reader aku sumpahin gabisa ketemu suju! :p



