Author : Natya Priliananda a.k.a. Cho Hyein a.k.a @dark_smoothie
Title : AMATEUR DEATH REAPER’S MESSES
Cast : seluruh member Super Junior, Kim Daera (OC) (Heera dan William ga dimunculin di part ini)
Genre : crunchy thriller comedy, maybe? actually, ga jelas.
Summary : Apa jadinya jika member Super Junior adalah para death reaper?
Disclaimer : This story is mine. Super Junior isn’t mine, but they’re ELF’s. Wait.. it means that THEY ARE MINE, dong! Eh.. but.. AH JADI BINGUNG!
Warning : Fan fiction ini mengandung bentuk penistaan terhadap para cast dan mungkin mengandung genre sweet yaoi yang masih pantas dibaca siswa SMP dan sederajat. Written in Bahasa Indonesia and some (wrong) Korean’s word.
PART 3 – STOP THESE MESS, AND DO SOME PRACTICE!
As what I’ve told, this part will be MORE gaje but with some thriller too. I kinda playing with doors in here, dan saya muncul lagi sebagai author manis baik hati *muntah aja ga apa-apa* yang selalu ngumpet di guci pojokan ruangan.
Banyak pasangan manis mesra juga di sini, loh *menjurus ke genre yaoi jadinya*
And they’ll learn how to take people’s souls in the right way. Start!
Was posted too on darksmoothie.wordpress.com. Yang ini agak sedikit di-edit dari versi yang di blog-ku.
.
.
Kangin mencium aroma manis, membuatnya terbangun dari tidurnya. Ia menggeliat dan mengucek matanya, kemudian menguap. Ia melirik jam di dinding. Pukul 08.00. Ah, sudah pagi rupanya, pikirnya. Kemudian ia berjalan ke arah pintu, mencoba mencari sumber aroma manis yang masih tercium. Belum sempat ia menarik handle pintu..
BAM!!
Pintu terbuka keras ke arahnya, menghantam hidungnya.
“Eeeeeh!? Kangin-ah! Kau gak apa-apa?! Aduh maaf ya, sakit gak?” tanya Leeteuk sambil mengusap hidung Kangin yang lebam.
“ADUUH! Sakit nih hyung! Kau ya yang buka pintu?! ERGH! DASAR!” keluh Kangin kemudian menjitak kepala hyungnya.
“Iih! Aku kan udah minta maaf! Sini, sini, ayo keluar. Kita kompres hidungmu,” kata Leeteuk, menarik Kangin keluar kamar. Kemudian ia mendudukan Kangin di sofa depan TV, pergi ke dapur mengambil kain dan es, dan mulai mengompres hidung si-Racoon.
“Aduh, maaf ya, kalau sakit teriak saja ya,” kata Leeteuk. Tanpa sengaja, Leeteuk menekan keras hidung Kangin.
“AAAAAAAAWWWWWW!” teriak Kangin keras, kesakitan.
BRAKK!
Pintu terbuka keras. (more…)



