30 menit kemudian aku sampai di halte yang letaknya tak jauh dari gang rumahku. Tapi gang sepanjang rumahku tampak gelap sekali. Ada apa ini? Apa petugasnya lupa menyalakan lampunya? Atau lampunya sedang rusak? Aku hiraukan saja, dengan santainya aku menelusuri gang panjang menuju rumahku yang letaknya di ujung gang ini, masih lumayan jauh.
ssreek ssreek !! terdengar suara aneh seperti ada orang yg mengikutiku. Tapi aku mengacuhkan nya dan mempercepat jalanku. Tapi tiba-tiba …. Bruuuukkkk!! Ada seseorang pria dari belakang yg mencengkram tanganku dan membekap mulutku
“Aaaaaaargh!!……toloooonggg…..YA!!! DANGSHIN NUGUYAAAAA??? LEPASKAN AKUUUU!!”
“diam, jangan berisik!! Aku tidak akan menyakitimu. Ikuti saja aku!” kata pria itu lalu membawaku masuk kedalam mobilnya yg diparkir tidak jauh dari gang itu
Aku tidak bisa melakukan perlawanan karena tenaga pria misterius itu sangat kuat, ah aku menyesal kenapa dulu menolak jika Dia mengajakku ikut latihan Taekwondo? Tapi sekarang bukan waktunya menyesali hal itu, sekarang yang harus aku lakukan hanyalah kabur dari sergapan pria misterius ini.
“YA!! NEON NUGUYA? Kenapa menangkapku seperti ini? Memangnya kau tahu siapa aku?? Cepat lepaskan akuuuu, orangtuaku pasti sedang mengkhawatirkanku dirumah aaargh!!”
“YA!! Sikkeureo~~!!” (berisik) lantas pria itu membuka topi dan masker yg dikenakannya. “ini aku, KIM YOUNG WOON !” tawanya meledak seketika –tapi sepertinya dia menertawaiku yang sedang ketakutan—
“ige mwoya?? Ya!! Ya!! Ya!! Nappeun nom-i” aku terkejut bukan kepalang melihatnya ada didepan mataku sekarang. Bukankah seharusnya dia pulang 2 minggu lagi? Oke, atau aku yang salah hitung tanggal? Aku rasa tidak. Ah itu tidak penting. Aku harus menanyakan mengapa dia bisa berada didepan mataku sekarang??
“kau pasti terkejut kan? Hahahaha. Aku berhasil sepertinya” tawanya penuh kemenangan
“ppali marhae, mengapa kau bisa bebas berkeliaran seperti ini? Bukan nya tugasmu belum selesai? Harusnya 2 minggu lagi kau menyelesaikan tugasmu kan? Atau jangan-jangan kau kabur? Oh jinjja!! Aku harus melaporkanmu!!”
“silakan saja kalau berani. Tebakanmu yg terakhir benar, aku kabur hahah!! Aku rindu padamu”
DEG!! Jantungku berdebar 2x lebih cepat saat mendengar dia merindukanku, tapi apa-apaan ini? Tidak lucu Kim Youngwoon. Kau bilang kau kabur? Demi….menemuiku? mungkin kalau ini adalah adegan melodrama aku akan menangis terharu. Tapi aku malah memarahinya habis-habisan atas tindakan konyolnya ‘menyulikku’ ditengah gang gelap yg sepi dari keramaian
“Babo!! Untuk apa kau kabur? Kenapa tidak tunggu saja sampai 2minggu lagi? Aku tahu kau pasti rindu padaku –aku juga– tapi tidak seharusnya kau melanggar peraturan di camp militer juga kan? Dan apa maksudmu menculikku barusan?” cercaku menceramahinya
“kau mengganti nomor ponselmu ya? Aishhh!! Bahkan tidak memberitahuku huh? Apa kau mencoba selingkuh dariku? Andwaemnida Kyeon-sshi” dia menyilangkan kedua tangannya didepan mataku
“YA!! Menyetirlah dengan benar atau kita akan celaka” tetap dengan suaraku yg tinggi
“mengapa ketus sekali huh? Bukannya terharu aku sudah kembali dengan sehat, tampan, dan tidak kurang suatu apapun. Apa kau tidak merindukanku hah? Jangan-jangan benar kalau kau punya lelaki lain selama aku tidak ada” terdengar dari nada bicaranya dia sudah mulai kesal
“akan ku jelaskan nanti, sekarang cepat arahkan mobilmu ini ke Taman Yeouido. Ppali!!”
“kau pindahlah sini ke kursi depan, disebelahku” tawarnya sambil mengulurkan tangannya
“ah sirheo! Aku lelah mau tiduran saja disini, jangan menyetir cepat-cepat” jawabku ketus tapi dalam hati sebenarnya aku sangat ingin duduk disebelahnya –sambil menatapnya yang sedang menyetir—tapi aku gengsi, lagi-lagi menunafikanku mengalahkan rasa rinduku padanya, Mianhaeyo jeongmal
“ah dasar menyebalkan, sebentar lagi kita sampai di taman Yeouido”
Sesampainya di Taman Yeouido……..
“Ayo, cepat turun!” Perintahnya dengan paksa menarik lenganku
“ah, apo! Heishhhh” aku meninjunya tiada ampun “hah, kenapa taman nya sepi sekali? Dan air mancurnya? Kenapa dimatikan? Padahal akan indah sekali kalau airnya tetap menyala” merasa kecewa karena sepertinya petugas taman itu tidak menghidupkan atraksi ‘Dance Water’yang biasanya dipelihatkan pada siang hari
“babo! Ini sudah malam, lagipula siapa juga yang akan datang ke taman ini dimalam hari seperti ini?”
“AKU!!” selaku cepat
“aah benar juga. Ayo kita duduk disana!” dia menunjuk bangku panjang yang ada di sudut taman itu. “tapi kau tunggu sebentar ya aku mau membeli dulu snack dan soft drink sebentar. Kau pasti kehausan kan setelah berteriak padaku sepanjang perjalan tadi? Tunggu sebentar disini. Jangan kemana-mana. Oke?”
“yasudah sana, cepat kembali”
Aku merapatkan jaketku karena udaranya sangat dingin malam itu. Angin berhembus cukup kencang, untung saja tadi aku membawa jaket kalau tidak aku sepertinya akan membeku kedinginan. Beberapa menit kemudian dia kembali dengan tangan kanan nya membawa plastic bag berisi snack dan tangan kirinya membawa…..jajanan pinggir jalan, tapi apa itu? Aaaah! Ddeokbokki yang masih mengepulkan asap, kesukaanku….
“Kyeon-ah, ini ddeokbokki super pedas kesukaanmu, aaa…..” dia menyuapkan ddeokbokki panas itu kedalam mulutku. Aku memakan nya dengan lahap
“aaah mashigetda … itulah alasan ku ingin kesini karena aku ingin makan ddeokbokki dari warung bibi Wang. Kau tahu saja aku ingin sekali makan ddeokbokki itu hihihi, gomawo” aku tidak bisa menyembunyikan rasa senangku kalau sedang makan makanan favoriteku
“nah, akhirnya aku melihat senyummu juga. Sedari tadi kau melipat terus wajahmu, kenapa ha? Kau tidak senang bertemu dengaku? Ah, kasian sekali aku tidak disambut seperti banyak pria kebanyakan” suaranya terdengar tidak jelas karena mulutnya penuh oleh ddeokbokki panas itu
“aniyeyo, hanya saja kau pulang sebelum jadwal seharusnya jadi aku kaget bukan main. Padahal tadinya aku akan menyiapkan sesuatu untuk menyambutmu pulang. tapi insiden penculikkan tadi membuatku urung menyiapkan surprise untukmu, cih menyebalkan aku kira kau penculik Byeontae yg sekarang sedang diburon oleh polisi diluar sana”
“aku memang penculik. Penculik hatimu. Tapi aku tidak Byeontae…..”
…………………. Uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk aku terbatuk-batuk mendengar kata-kata picisan yg diucapkan nya. Apa? Penculik hati? Auwwwww menggelikan -_____-
“ya Kyeon-ah, gwaenchana? Ini minumlah ini. Kau ini kenapa? Makanya hati-hati kalau sedang makan”
“kau belajar darimana cara menggombal? Aku mohon jangan pernah katakan lagi puisi ataupun apalah itu. Sungguh aku amat sangat tidak menyukainya. MENGERTI??”
“apa kejutan yg akan kau berikan Kyeonnie-ya?”
“ah? Kejutan? Kasih tau gak yaaaa????”
“ah, mwoyaaa??” si Gendut menoyor kepalaku karena gemas
“YAAAKK!!! Tidak sopan kau” protesku sambil meninju bahunya tapi dia menahan tanganku dengan tenaga yg super lalu memelukku spontan
“aish, lepaskaaannnn”
“sebentar saja, Kyeonnie-ya” pelukannya bertambah erat
“kau baik-baik saja selama ini? Apa saja yg kalu lakukan? Sungguh aku amat rindu padamu”
Kata-katanya terdengar sangat lembut, pertama kalinya aku mendengar nya berkata seperti ini
“aku baik-baik saja, kau sendiri bagaimana disana? Apa kau menjalankan tugasmu dengan baik? Kau terlihat semakin subur saja, seperti nya kau senang dikurung di camp militer hahaha”
“kenapa tertawa? Memangnya kau pikir lucu hah? Aku disana melakukan tugasku dengan baik kau juga pasti melihat kan berita saat aku menolong korban banjir? Tidakkah kau bangga padaku?”
“iya iya iya, aku bangga padamu Youngwoon-sshi, sedikit haha”
“Kau mau tahu kenapa aku bisa keluar hari ini?” tanyanya seperti mengharapakan anggukan kepala dariku
“eem memangnya kenapa?”
“aku berbohong pada ketua grupku kalau hari ini aku mau menghadiri pemakaman saudaraku hahahaha”
“itu sama saja kau mendoakan saudaramu meninggal, tidak lucu ah -___-“
“habis kalau tidak beralasan seperti itu aku tak akan di izinkan keluar camp, aku jenius kan?”
“jenius apanya? Bahaya sekali izin mu itu, kalau ternyata benar ada kerabatmu yg meninggal bagaimana?”
“ya mudah-mudahan tidak lah haha”
“antarkan aku pulang”
“eh? Mau kemana? Baru jam 8 kenapa buru-buru sekali?” dia mencoba mencegahku, ah supaya kita bisa berduaan lebih lama sepertinya.
“besok aku ada kuliah pagi, ayolah cepat antarkan aku pulang, lagipula jam 8 itu sudah terlalu malam untuk gadis sepertiku”
“bilang saja pada Ommonim dan Abonim kalau kau bersamaku” katanya santai
“kau mau dimarahi juga hah? Sudahlah ayo cepat mana mobilmu? Ayo cepat antarkan aku pulang, cepaaatttt”
“apa kau tidak mau berduaan lebih lama lagi bersamaku huh? Apa kau tidak rindu padaku ? jangan berbohong”
“ya aku mau tapi ini sudah malam” aaaah bicara apa aku ini? Eiiish
“yasudah ayo kita pulang, akan ku antarkan kau sampai ke depan pintu kamarku”
“tidak terimakasih kau terdengar sedikit berlebihan Kangin-sshi. Sudah ayo cepat kita pulang”
To Be Continued…………….
By : Kyeonnie
Welcome Back My Raccoon KIM YOUNG WOON, miss you so much :* you miss this BIG guy too, right?





