COUNTDOWN (2)

30 menit kemudian aku sampai di halte yang letaknya tak jauh dari gang rumahku. Tapi gang sepanjang rumahku tampak gelap sekali. Ada apa ini? Apa petugasnya lupa menyalakan lampunya? Atau lampunya sedang rusak? Aku hiraukan saja, dengan santainya aku menelusuri gang panjang menuju rumahku yang letaknya di ujung gang ini, masih lumayan jauh.
ssreek ssreek !! terdengar suara aneh seperti ada orang yg mengikutiku. Tapi aku mengacuhkan nya dan mempercepat jalanku. Tapi tiba-tiba …. Bruuuukkkk!! Ada seseorang pria dari belakang yg mencengkram tanganku dan membekap mulutku
“Aaaaaaargh!!……toloooonggg…..YA!!! DANGSHIN NUGUYAAAAA??? LEPASKAN AKUUUU!!”
“diam, jangan berisik!! Aku tidak akan menyakitimu. Ikuti saja aku!” kata pria itu lalu membawaku masuk kedalam mobilnya yg diparkir tidak jauh dari gang itu

Aku tidak bisa melakukan perlawanan karena tenaga pria misterius itu sangat kuat, ah aku menyesal kenapa dulu menolak jika Dia mengajakku ikut latihan Taekwondo? Tapi sekarang bukan waktunya menyesali hal itu, sekarang yang harus aku lakukan hanyalah kabur dari sergapan pria misterius ini.
“YA!! NEON NUGUYA? Kenapa menangkapku seperti ini? Memangnya kau tahu siapa aku?? Cepat lepaskan akuuuu, orangtuaku pasti sedang mengkhawatirkanku dirumah aaargh!!”
“YA!! Sikkeureo~~!!” (berisik) lantas pria itu membuka topi dan masker yg dikenakannya. “ini aku, KIM YOUNG WOON !” tawanya meledak seketika –tapi sepertinya dia menertawaiku yang sedang ketakutan—
“ige mwoya?? Ya!! Ya!! Ya!! Nappeun nom-i” aku terkejut bukan kepalang melihatnya ada didepan mataku sekarang. Bukankah seharusnya dia pulang 2 minggu lagi? Oke, atau aku yang salah hitung tanggal? Aku rasa tidak. Ah itu tidak penting. Aku harus menanyakan mengapa dia bisa berada didepan mataku sekarang??
“kau pasti terkejut kan? Hahahaha. Aku berhasil sepertinya” tawanya penuh kemenangan
“ppali marhae, mengapa kau bisa bebas berkeliaran seperti ini? Bukan nya tugasmu belum selesai? Harusnya 2 minggu lagi kau menyelesaikan tugasmu kan? Atau jangan-jangan kau kabur? Oh jinjja!! Aku harus melaporkanmu!!”
“silakan saja kalau berani. Tebakanmu yg terakhir benar, aku kabur hahah!! Aku rindu padamu”
DEG!! Jantungku berdebar 2x lebih cepat saat mendengar dia merindukanku, tapi apa-apaan ini? Tidak lucu Kim Youngwoon. Kau bilang kau kabur? Demi….menemuiku? mungkin kalau ini adalah adegan melodrama aku akan menangis terharu. Tapi aku malah memarahinya habis-habisan atas tindakan konyolnya ‘menyulikku’ ditengah gang gelap yg sepi dari keramaian
“Babo!! Untuk apa kau kabur? Kenapa tidak tunggu saja sampai 2minggu lagi? Aku tahu kau pasti rindu padaku –aku juga– tapi tidak seharusnya kau melanggar peraturan di camp militer juga kan? Dan apa maksudmu menculikku barusan?” cercaku menceramahinya
“kau mengganti nomor ponselmu ya? Aishhh!! Bahkan tidak memberitahuku huh? Apa kau mencoba selingkuh dariku? Andwaemnida Kyeon-sshi” dia menyilangkan kedua tangannya didepan mataku
“YA!! Menyetirlah dengan benar atau kita akan celaka” tetap dengan suaraku yg tinggi
“mengapa ketus sekali huh? Bukannya terharu aku sudah kembali dengan sehat, tampan, dan tidak kurang suatu apapun. Apa kau tidak merindukanku hah? Jangan-jangan benar kalau kau punya lelaki lain selama aku tidak ada” terdengar dari nada bicaranya dia sudah mulai kesal
“akan ku jelaskan nanti, sekarang cepat arahkan mobilmu ini ke Taman Yeouido. Ppali!!”
“kau pindahlah sini ke kursi depan, disebelahku” tawarnya sambil mengulurkan tangannya
“ah sirheo! Aku lelah mau tiduran saja disini, jangan menyetir cepat-cepat” jawabku ketus tapi dalam hati sebenarnya aku sangat ingin duduk disebelahnya –sambil menatapnya yang sedang menyetir—tapi aku gengsi, lagi-lagi menunafikanku mengalahkan rasa rinduku padanya, Mianhaeyo jeongmal
“ah dasar menyebalkan, sebentar lagi kita sampai di taman Yeouido”

Sesampainya di Taman Yeouido……..
“Ayo, cepat turun!” Perintahnya dengan paksa menarik lenganku
“ah, apo! Heishhhh” aku meninjunya tiada ampun “hah, kenapa taman nya sepi sekali? Dan air mancurnya? Kenapa dimatikan? Padahal akan indah sekali kalau airnya tetap menyala” merasa kecewa karena sepertinya petugas taman itu tidak menghidupkan atraksi ‘Dance Water’yang biasanya dipelihatkan pada siang hari
“babo! Ini sudah malam, lagipula siapa juga yang akan datang ke taman ini dimalam hari seperti ini?”
“AKU!!” selaku cepat
“aah benar juga. Ayo kita duduk disana!” dia menunjuk bangku panjang yang ada di sudut taman itu. “tapi kau tunggu sebentar ya aku mau membeli dulu snack dan soft drink sebentar. Kau pasti kehausan kan setelah berteriak padaku sepanjang perjalan tadi? Tunggu sebentar disini. Jangan kemana-mana. Oke?”
“yasudah sana, cepat kembali”
Aku merapatkan jaketku karena udaranya sangat dingin malam itu. Angin berhembus cukup kencang, untung saja tadi aku membawa jaket kalau tidak aku sepertinya akan membeku kedinginan. Beberapa menit kemudian dia kembali dengan tangan kanan nya membawa plastic bag berisi snack dan tangan kirinya membawa…..jajanan pinggir jalan, tapi apa itu? Aaaah! Ddeokbokki yang masih mengepulkan asap, kesukaanku….
“Kyeon-ah, ini ddeokbokki super pedas kesukaanmu, aaa…..” dia menyuapkan ddeokbokki panas itu kedalam mulutku. Aku memakan nya dengan lahap
“aaah mashigetda … itulah alasan ku ingin kesini karena aku ingin makan ddeokbokki dari warung bibi Wang. Kau tahu saja aku ingin sekali makan ddeokbokki itu hihihi, gomawo” aku tidak bisa menyembunyikan rasa senangku kalau sedang makan makanan favoriteku
“nah, akhirnya aku melihat senyummu juga. Sedari tadi kau melipat terus wajahmu, kenapa ha? Kau tidak senang bertemu dengaku? Ah, kasian sekali aku tidak disambut seperti banyak pria kebanyakan” suaranya terdengar tidak jelas karena mulutnya penuh oleh ddeokbokki panas itu
“aniyeyo, hanya saja kau pulang sebelum jadwal seharusnya jadi aku kaget bukan main. Padahal tadinya aku akan menyiapkan sesuatu untuk menyambutmu pulang. tapi insiden penculikkan tadi membuatku urung menyiapkan surprise untukmu, cih menyebalkan aku kira kau penculik Byeontae yg sekarang sedang diburon oleh polisi diluar sana”
“aku memang penculik. Penculik hatimu. Tapi aku tidak Byeontae…..”
…………………. Uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk aku terbatuk-batuk mendengar kata-kata picisan yg diucapkan nya. Apa? Penculik hati? Auwwwww menggelikan -_____-
“ya Kyeon-ah, gwaenchana? Ini minumlah ini. Kau ini kenapa? Makanya hati-hati kalau sedang makan”
“kau belajar darimana cara menggombal? Aku mohon jangan pernah katakan lagi puisi ataupun apalah itu. Sungguh aku amat sangat tidak menyukainya. MENGERTI??”

“apa kejutan yg akan kau berikan Kyeonnie-ya?”
“ah? Kejutan? Kasih tau gak yaaaa????”
“ah, mwoyaaa??” si Gendut menoyor kepalaku karena gemas
“YAAAKK!!! Tidak sopan kau” protesku sambil meninju bahunya tapi dia menahan tanganku dengan tenaga yg super lalu memelukku spontan
“aish, lepaskaaannnn”
“sebentar saja, Kyeonnie-ya” pelukannya bertambah erat
“kau baik-baik saja selama ini? Apa saja yg kalu lakukan? Sungguh aku amat rindu padamu”
Kata-katanya terdengar sangat lembut, pertama kalinya aku mendengar nya berkata seperti ini
“aku baik-baik saja, kau sendiri bagaimana disana? Apa kau menjalankan tugasmu dengan baik? Kau terlihat semakin subur saja, seperti nya kau senang dikurung di camp militer hahaha”
“kenapa tertawa? Memangnya kau pikir lucu hah? Aku disana melakukan tugasku dengan baik kau juga pasti melihat kan berita saat aku menolong korban banjir? Tidakkah kau bangga padaku?”
“iya iya iya, aku bangga padamu Youngwoon-sshi, sedikit haha”
“Kau mau tahu kenapa aku bisa keluar hari ini?” tanyanya seperti mengharapakan anggukan kepala dariku
“eem memangnya kenapa?”
“aku berbohong pada ketua grupku kalau hari ini aku mau menghadiri pemakaman saudaraku hahahaha”
“itu sama saja kau mendoakan saudaramu meninggal, tidak lucu ah -___-“
“habis kalau tidak beralasan seperti itu aku tak akan di izinkan keluar camp, aku jenius kan?”
“jenius apanya? Bahaya sekali izin mu itu, kalau ternyata benar ada kerabatmu yg meninggal bagaimana?”
“ya mudah-mudahan tidak lah haha”
“antarkan aku pulang”
“eh? Mau kemana? Baru jam 8 kenapa buru-buru sekali?” dia mencoba mencegahku, ah supaya kita bisa berduaan lebih lama sepertinya.
“besok aku ada kuliah pagi, ayolah cepat antarkan aku pulang, lagipula jam 8 itu sudah terlalu malam untuk gadis sepertiku”
“bilang saja pada Ommonim dan Abonim kalau kau bersamaku” katanya santai
“kau mau dimarahi juga hah? Sudahlah ayo cepat mana mobilmu? Ayo cepat antarkan aku pulang, cepaaatttt”
“apa kau tidak mau berduaan lebih lama lagi bersamaku huh? Apa kau tidak rindu padaku ? jangan berbohong”
“ya aku mau tapi ini sudah malam” aaaah bicara apa aku ini? Eiiish
“yasudah ayo kita pulang, akan ku antarkan kau sampai ke depan pintu kamarku”
“tidak terimakasih kau terdengar sedikit berlebihan Kangin-sshi. Sudah ayo cepat kita pulang”

To Be Continued…………….

By : Kyeonnie

Welcome Back My Raccoon KIM YOUNG WOON, miss you so much :* you miss this BIG guy too, right? :D

COUNTDOWN (1)

4 Juli 2010 – 9:45pm
From : Naeguri
“Ya!! Sedang apa kau? Sudah tidur belum? cepatlah tidur, besok pagi kau harus mengantarku untuk terakhir kalinya ^^”
To : Naeguri
“memangnya kau mau kemana sampai bilang terakhir kali? Bukankah hanya 2 tahun? Atau setelah pulang militer nanti kau akan mencari seorang calon istri lalu menikah dengan nya dan meninggalkanku? Lihat saja, kau tidak akan selamat saat pulang nanti”
From : Naeguri
“Babo!! Untuk apa aku mencari calon istri yg sudah ada dihadapanku?”
To : Naeguri
“Tapi aku tidak mencintamu dan tidak mau menikah denganmu, ehm? Ottokhae Youngwoon-sshi?”
From : Naeguri
“DAE-GOT-JI-MAL!! (BIG LIAR) sudah tidur sana, awas saja kalau besok aku tidak melihat batang hidungmu dikerumunan fans”
To : Naeguri
“cerewet!! Aku sudah mau tidur tapi kau terus membalas pesanku! Menyebalkan! Babo :p Jaljaaaa <3 “

Aku hanya tersenyum saja membaca pesan tanggal 4 Juli 2010 itu. Tidak terasa waktu sudah 2 berlalu dan itu artinya? Dia akan pulang, dia kembali. Siapa? Hah! Pria yang sudah mengisi hari-hariku selama 1 ah bukan 3 tahun. Dia akan kembali dari tugas negaranya selama 2 tahun terakhir ini. Semoga setelah 2 tahun “perenungan” nya ini dia bias kembali lagi ke dunia hiburan tanpa takut kalau masih saja ada orang yg mencemooh nya karena masa lalunya. Haish, aku juga tidak habis pikir orang sebesar dan seseram dia bisa kalah oleh cemoohan netizen yg hanya bertujuan membuatnya frustasi, dan yah sepertinya dia memang frustasi jadi memutuskan untuk mendaftarkan dirinya masuk pelatihan militer. Tuhan, semoga dia sehat-sehat saja dan tetap seperti dulu yang selalu ceria juga penuh senyum. Aku tidak tahu bagaimana kabarnya karena dia sengaja tidak menghubungiku supaya katanya dia serius selama berada di camp militer – Dengan cara tidak selalu memikirkanku — . Hah? Memangya aku parasit atau hantu gentayangan apa sampai bisa membuatnya terganggu dan tidak serius selama militer? Babo!! Awas saja, aku tidak akan menyambutnya saat dia pulang! Ah, tapi dia bisa marah besar dan aku tidak mau jadi korban amarahnya karena aku tahu watak pria tambun itu. Jujur, jujuuuuuuuuur sekali aku merindukannya. Tapi apa dia juga merindukanku? Sedih sekali apabila kerinduanku ini bertepuk sebelah tangan. Bagaimana kalau dia malah lebih rindu pada Leeteuk Hyung? Oppa maksudku -__- dia pasti akan sangat merindukan teman-teman Super Juniornya. Ah, sudahlah daripada aku sibuk memikirkan nya lebih baik pergi latihan saja bersama Donghae dan Eunhyuk oppa saja.
drrrrt drrrrt ponselku bergetar, dari Eunhyuk oppa sepertinya. Dan, benar saja!
From : Myeolji oppa
“Kyeonnie-ya! Neo odiya? Aku sudah di studio dengan Donghae, cepatlah datang dan jangan lupa bawa makanan yang banyak. JUGA SUSU STRAWBERRY!”
To : Myeolji oppa
“Aisssh!! Selalu saja aku yg kalah taruhan jadi aku yg harus membawa makanan. Ini akhir bulan oppa, uangku sudah hampir habis. Aku bawakan saja Kimbab buatan ibuku ya? Dan susu strawberrynya bagaimana kalau nanti aku ganti dengan patbingsoo? Ottahe yo?”
From : Myeolji oppa
“Ppali wa nae dongsaeng. Jangan hiraukan permintaan monyet satu ini ^^ –Hae Hyung—“
To : Myeolji oppa
“ye, algesseumnida Hyung! Aku segera meluncur. Ppyong <3”

15 menit kemudian setelah selesai berganti pakaian aku menuju ke dapur dan membungkuskan kimbab janjiku pada Eunhyuk oppa lalu pamit pada ibuku tak lupa ibu mendaratkan kecupan ringan di pipiku.
“eomma, aku pergi dulu! Annyeong!!”
“ye. Jalgayo uri ddal (my daughter)”

Aku memutuskan untuk naik bus saja karena uangku tidak cukup untuk naik subway, yah seperti inilah derita mahasiswa di akhir bulan. Setelah 30 menit aku tiba didepan gedung SM Entertainment dan aku langsung masuk menuju ruang latihan yang berada di..…lantai atas! Hosh hosh!! Semangat Kyeonnie-ya. Kataku menyemangati diri sendiri

“Hyungdeuuuuu~~~l!!!”
“Nae dongsaeeeeng!!” sambut para pria tampan yg sedang duduk itu
“kau bawa apa saja? Mengapa sepertinya tasmu penuh sekali?” sambar Eunhyuk oppa saat aku baru saja tiba.
“tidak bolehkah aku memelukmu dulu sebelum kau menghajarku dengan pertanyaan tidak pentingmu itu? Sudah 2 minggu kita tidak bertemu karena jadwal konser kalian yg sangat amat padat” aku mengerucutkan bibirku tanda protes
“ahahaha Mian, bogoshipo-yo nae dongsaeng” Eunhyuk oppa memelukku erat sambil mengangkat dan memutar-mutarku –seperti adegan film di india—
“ah sudah, aku pusing oppa! Perutku mual rasanya, kau berlebihan!!”
“YA!! LEE HYUK JAE!! GEUMANHAE!!” bentak Donghae oppa keras.
“eheheh mianhae, aku sangat rindu padanya. Tidakkah kau rindu juga pada adik kecilmu ini Donghae-ya?” katanya sambil memamerkan gummy smile dan gigi rapinya. Awh!! lucu sekali !!
“Kyeonnie-ya, apa kabar? Aku juga rindu padamu. Rasanya sepiiiii sekali tidak ada yg selalu cerewet bercerita padaku selama 2 minggu ini”
“aku baik-baik saja, Hyung!!” seruku meninju pelan dada Donghae oppa
“ya! Tinjumu makin lama kenapa makin keras? Makan apa kau sebelum pergi kesini?”
“ah, aniyo! Tadi aku hanya sarapan besi dan batu sebelum berangkat kesini”
“Kau bukan manusia!” sembur Eunhyuk oppa sambil menjitak kepalaku
“ah apo! Hyuuuung~” aku merujuk pada Donghae oppa seraya memasang wajah aegyoku sambil acting kesakitan sehabis di jitak Eunhyuk oppa
“ya ya ya Eunhyuk-ah! Sudah kita mulai saja latihan dance nya. Ini sudah siang jadi nanti sebelum petang kau sudah bisa pulang kerumah”

Selama 3 jam kami bertiga latihan tanpa henti. Padahal aku bukanlah murid trainee di agensi itu –tapi aku berharap demikian—hanya saja aku meminta untuk diajari menari oleh 2 pria itu. Kenapa aku minta diajari oleh laki-laki? Karena aku malu kalau diajari oleh para SNSD onnideul, aku malu karena pasti aku yg paling buruk rupa diantara mereka yg cantiknya seperti bidadari hufh!! Lagipula Donghae dan Eunhyuk oppa juga diberi amanah olehnya untuk “menjagaku” selama dia pergi. Ya okelah, ada untungnya aku pacaran dengan nya yg notabene seorang selebriti papan atas korea. Aku jadi bisa bertemu dengan teman-teman nya yang semua orang tahu mereka rupawan, berbakat juga berhati baik.
“Oppa….. bisa-kah kita istira-hat dulu seben-tar? Aku lelah sekali, gerakan tadi sangat memforsir tenagaku” hosh hosh…tanyaku terengah-engah sambil tiduran terlentang saking lelahnya
“sudah ini lebih baik kau pulang saja lagipula besok kau kuliah pagi kan? Ayo mana keluarkan kimbab buatan ibumu pasti sudah dingin” balas Donghae oppa yang juga sangat kelelahan
“Kyeonnie-ya, kemampuan menarimu makin baik kenapa kau tidak masuk dunia hiburan saja? Kemampuan olah vokalmu juga tidak biasa-biasa saja, bahkan lebih baik dariku. Aku bisa bilang pada Sooman Sajangnim untuk mengorbitkanmu sebagai penyanyi solo” celetuk Eunhyuk oppa polos yang juga sama kelelahan nya sepertiku, keringat mengucur membanjiri tubuh kita bertiga
“Hae Hyung, ini kimbabnya” aku memberikannya kotak makan ukuran sedang yg berisi kimbab buatan ibuku padanya. Dengan tergesa-gesa Donghae oppa membuka nya lalu mengambil dua buah dan langsung melahapnya ganas
“aigoo uri hyung sepertinya sangat kelaparan hihihi” tawaku tidak tertahankan melihat kelakuan konyol Donghae oppa
“YA!! KYEONNIE-SSHI kau tidak mendengarku hah?” Eunhyuk oppa protes karena aku menghiraukan nya
“ANIYO LEE HYUK JAE-SSHI” balasku tidak mau kalah
“kalian berdua ini kenapa berisik sekali siiih? Sudah diamlaaaah” Donghae oppa ikut kesal lalu menjejalkan kimbab ke mulut kami berdua
“YAAA!!!” protesku dan Eunhyuk oppa, tapi Donghae oppa hanya tertawa puas mengerjai kami berdua.
“Eunhyuk benar juga Kyeonnie-ya, kenapa kau tidak masuk saja ke dunia hiburan? Semakin banyak pendatang baru akan semakin ramai persaingan dunia music negeri ini dengan wajah-wajah baru. Kau tahu kan kami akan off dalam waktu yg cukup lama jd nanti aku akan mempromokan mu sebagai artis dibawah naungan agensi EunHae Entertainment, bagaimana? Pasti akan sangat fenomenal sekali”
“Mwoyaaa EunHae Entertaiment? Kedengaran konyol sekali hahahahaha” tawaku membahana memenuhi seisi ruangan yang luas ini
“tutup mulutmu kalau tertawa, perempuan tidak tertawa terbahak-bahak sepertimu” lantas Eunhyuk oppa menjejalkan kimbab ke mulutku
“Chwesonghaminda oppa ehehehe. Tapi aku kan sudah bilang aku tidak mau ke dunia hiburan. Aku tidak merasa punya banyak bakat untuk menjadi seorang selebriti seperti kalian. Aku tidak mau dianggap artis yg hanya mengambil kesempatan atau keuntungan dari status pacarku yang seorang selebriti juga. Aku lebih baik jadi orang biasa saja, seperti ini saja aku sudah bahagia sekali bisa mengenal kalian begitu dekat” jelasku tak lupa seraya mengembangkan senyum terbaikku”
“euigooo, kau dengar itu Donghae-ya? Adik kita sudah besar sepertinya sampai bisa bebicara bijak seperti itu” ejek Eunhyuk oppa
“ya!! Kau lucu sekali menceramahi kami” Donghae oppa mengacak-ngacak rambutku
“mianhae bukannya aku menolak niat baik kalian tapi memang benar aku tidak ada niatan untuk menjadi artis. Lagipula sudah banyak artis diluar sana yg baru saja debut, banyak sekali persaingan aku tidak mereka merasa tersaingi kalau aku debut juga sebagai artis nanti ahahaha” tawaku meledak lagi
“Ya!! Dasar kau!!” Eunhyuk dan Donghae oppa bergantian menncekik longgar leherku dengan lengan-lengan kekarnya tanda gemas
“aaah apo, apo!! Sudahlah, ini sudah sore aku mau pulang. Besok aku kuliah pagi mana dosen nya menyebalkan pula. Bisa mati aku kalau sampai terlambat” aku membereskan kotak makan lalu memasukkanya ke dalam tasku
“ngomong-ngomong Kangin Hyung sebentar lagi pulang, ehm sekitar 14 atau 13 hari lagi. apa yg akan kau persiapkan sebagai hadiah atas kembalinya dia, Kyeonnie-ya?”
“heeeem, apa harus aku memberinya kejutan? Aku rasa tidak perlu” jawabku asal
“pacar macam apa kau? Kalau kau pacarku, akan langsung ku putuskan kau sepulangnya dari militer” cela Donghae oppa yang memang berjiwa romantis seperti pangeran yg hanya ada di dongeng-dongeng
“dan untungnya aku bukanlah pacarmu kan? Haha!! Ya aku juga tidak tahu mau mempersiapkan apa untuk menyambutnya nanti aku sibuk dengan jadwal kuliahku. Lagipula aku bukan tipe-tipe perempuan romantis yg akan membawakannya sebuket bunga, menyiapkan makanan special, mengenakan pakaian terbaikku untuk menyambut kekasih yg baru pulang dari militer. Aaaaaah membanyangkan nya saja sangat menggelikan hihihihi”
“Nappeun Yeoja” gumam kedua pria itu bersamaan
“ah mwoya~~~? -___- yasudahlah oppa, aku pulang sekarang ya”
“hati-hati dijalan, salam pada ommonim dan abonim”
“bye-bye, naeil bwayo oppadeul”
“oh! Jalgayo uri dongsaeng ”

Selama perjalanan pulang aku masih memikirkan apa yang harus aku lakukan untuk menyambutnya sepulang dari camp militer nanti, haruskah aku melakukan apa yg aku katakan tadi? Menghamipirinya ke camp militer dengan sebuket bunga segar, membawa nya kerumah ku lalu memasakan makanan favoritenya? Ah menggelikan sekali. Aku coba memikirkan hal lain yg lebih masuk akal dan tidak merepotkan ku. Haruskah aku mengajaknya jalan-jalan? Dating? Ah, itu terlalu spontan. Nanti dia pikir aku yang sangat sangat sangat merindukannya –walaupun memang kenyataan nya begitu, munafik bukan? Tsk!!–
“ah!! Aku tahu!!” seruku nyaring didalam bus yg penuh sesak seraya menjetikkan jari. Lalu orang-orang didalam bus langsung menatapku aneh
“eheheh, chwesonghamnida” aku nyengir tak berdosa sambil membungkukkan badanku 90 derajat karena mayoritas penumpang bus itu adalah orang dewasa dan para orangtua yg baru saja pulang kerja di sore hari.
30 menit kemudian aku sampai di halte yang letaknya tak jauh dari gang rumahku. Tapi gang sepanjang rumahku tampak gelap sekali. Ada apa ini? Apa petugasnya lupa menyalakan lampunya? Atau lampunya sedang rusak? Aku hiraukan saja, dengan santainya aku menelusuri gang panjang menuju rumahku yang letaknya di ujung gang ini, masih lumayan jauh.
ssreek ssreek !! terdengar suara aneh seperti ada orang yg mengikutiku. Tapi aku mengacuhkan nya dan mempercepat jalanku. Tapi tiba-tiba …. Bruuuukkkk!! Ada seseorang pria dari belakang yg mencengkram tanganku dan membekap mulutku
“Aaaaaaargh!!……toloooonggg…..YA!!! DANGSHIN NUGUYAAAAA??? LEPASKAN AKUUUU!!”
“diam, jangan berisik!! Aku tidak akan menyakitimu. Ikuti saja aku!” kata pria itu lalu membawaku masuk kedalam mobilnya yg diparkir tidak jauh dari gang itu

To Be Countinued……..

By : Kyeonnie ^^

ps: mau komen disini langsung, boleh mau via twitter @ppororojjang juga boleh. Kamsahamnida :D

Behind The Scene – Scene 3

Title: Behind The Scene
Author: Kim Kangmi
Rating: PG-13
Genre: Romance, Friendship
Main Cast: Bae Hyunsik, Kim Kibum, Choi Siwon, Kim Heechul, Lee Donghae and Jung Jaeyoon
Other Cast: Luxemburg member (Lee Yongsan, Tsukasa Teru, Han Junji and William Reeves), Manajer Ma, Hong Heesa
Summary : Kibum benar-benar melepaskan kesempatannya dan mmeinta Donghae membantu membernya lolos audisi musikal?
Disclaimer: Saya hanya meminjam nama 4 member Super Junior untuk dijadikan tokoh dalam cerita Saya jadi maklumi apabila OOC, karakter lainnya adalah karakter fiksi buatan Saya. Cerita ini terinspirasi pada tema drama Korea ‘On Air’ tapi tidak sepenuhnya sama karena ini adalah FF Saya.

Kibum masih membaca bukunya dalam kesunyian kamar sementara Yongsan sejak tadi duduk di meja komputer tanpa suara sedikit pun, tak ada komunikasi diantara keduanya karena memang keduanya bukan tipe orang yang mudah dekat dengan orang lain.

“Kau melakukannya?” bariton Kibum memecah keheningan, “Bagus!” lanjutnya, ditutupnya buku yang sejak tadi dibacanya dan diletakannya buku tersebut dimeja komputer, ditumpukan beberapa buku baru yang belum selesai dibacanya.

“Apa maksudmu?” tanya Yongsan berusaha menutupi kegugupannya, “Melakukan apa? Apanya yang bagus? Aku tidak mengerti!” elaknya.

“Gwaenchana!” Kibum menepuk pundak Yongsan seraya memamerkan sederet gigi putihnya, “Aku akan mendukungmu, aku tahu kau lebih berbakat dariku!” perlahan Kibum menarik tanganya lalu menyeret langkahnya menuju ranjangnya, “Tidurlah, jangan sampai kesan pertamamu buruk!” katanya sebelum akhirnya menenggelamkan dirinya didalam selimut biru miliknya.

Yongsan mematung ditempatnya, “Apa katanya?”

Hari pertama mengikuti kelas drama, Donghae sudah bersiap-siap sejak dini hari, pasalnya ia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya akibat membayangkan hari-harinya dikelas drama kelak. Donghae bukannya tak mau berusaha membujuk Siwon, dia bahkan sempat membicarakannya pada Jimyung tapi Jimyung malah menyetujui kemauan Siwon dan memaksa Donghae untuk menurutinya.

“Kau?” Siwon menunjuk Donghae sambil menatap heran sang manajer, Donghae balas menatap galak, “Sudah siap ya? Padahal kan kelasnya baru dimulai jam sepuluh nanti!” kekehnya, Siwon berlalu sambil melempar baju kotornya, “Pergi ke laundry dulu sana!” suruhnya.

“Aish seenaknya!” gerutu Donghae, dengan sedikit terpaksa ia merapihkan tumpukan baju kotor yang tadi dilempar tepat didepan wajahnya, “Pikirnya dia lebih tua dariku jadi bisa seenaknya apa?” katanya terus mengumpat, tangannya kini mulai merogoh setiap kantong baju dan celana milik Siwon, “Yeah!” pekiknya senang ketika menemukan selembar uang lima ribu won, “Dasar ceroboh!” katanya seraya memasukan uang tersebut ke saku celananya, “Lumayan… di dunia ini satu won pun sangat berharga!” katanya tersenyum licik.

“Kenapa melihatku seperti itu? Hati-hati kau bisa jatuh cinta padaku!” Hyunsik nyaris saja memuntahkan sarapannya didepan wajah Heechul, “Aish jorok!” Heechul menatap jijik.

“Aku tidak mungkin jatuh cinta padamu, wajahmu itu lebih cantik dariku tahu!” elak Hyunsik.

“Benarkah? Tapi wajahku kan tampan juga!” narsisnya.

“Siapa yang bilang kau tampan? Tidak juga!” Heechul melotot pada Jaeyoon sementara Hyunsik mengangguk setuju, “Heh kau, tulisanmu buruk sekali sih!” sekarang giliran Hyunsik yang dijatuhkannya, Heechul tersenyum puas sementara Hyunsik memerah malu.

“Memangnya seburuk itu ya?” tanya Hyunsik malu. (more…)

Behind The Scene – Scene 2

Title: Behind The Scene
Author: Kim Kangmi
Rating: PG-13
Genre: Romance, Friendship
Main Cast: Bae Hyunsik, Kim Kibum, Choi Siwon, Kim Heechul, Lee Donghae and Jung Jaeyoon
Other Cast: Luxemburg member (Lee Yongsan, Tsukasa Teru, Han Junji and William Reeves), Seo Jimyung as Presdir SJM Ent, Manajer Ma
Summary: Siwon dan Kibum sama-sama menolak tawaran yang datang pada mereka, sementara seorang sangat menginginkan peran tersebut.
Disclaimer: Saya hanya meminjam nama 4 member Super Junior untuk dijadikan tokoh dalam cerita Saya jadi maklumi apabila OOC, karakter lainnya adalah karakter fiksi buatan Saya. Cerita ini terinspirasi pada tema drama Korea ‘On Air’ tapi tidak sepenuhnya sama karena ini adalah FF Saya.

Seoul diguyur hujan malam ini, ditambah angin yang bertiup udara terasa semakin dingin Siwon menghirup segelas kopi panas untuk menghangatkan tubuhnya, sambil duduk didekat ondol yang teletak diruang tengah rumahnya. Meninggalkan apartement dan beristirahat sementara dirumahnya yang terletak dipinggiran kota Siwon rupanya mencoba menghindari Donghae, siang tadi ia kembali menolak sebuah kontrak dengan alasan ingin beristirahat. Alih-alih menyetujui permintaan Siwon, sang manager malah membawakan kontrak lain yang katanya bernilai lebih fantastis dari sebelum-sebelumnya.

Manik mata pria bertubuh atletis itu melirik ponsel yang teronggok manis disamping cangkir espresonya, mematikan ponsel rupanya keputusan yang tepat untuk menghindari Donghae, bukan hanya itu bahkan Siwon sudah mematikan telepon rumahnya demi menghindari perdebatan bodoh dengan managernya. Bosan tak melakukan apa pun pria itu beranjak menuju sebuah rak kecil disudut rumahnya, ada beberapa buku dan media cetak disana. Siwon mengambil sebuah majalah yang bulan lalu sempat dibelinya tapi belum sempat ia baca karena kesibukannya.

Kedua sudut bibirnya tertarik sempurna membentuk lekukan indah diwajah rupawannya, otaknya kembali memutar kenangan beberapa bulan yang lalu saat dirinya berada di gedung SBS ditengah kesibukannya mempersiapkan kontrak drama terbaru. Terkekeh ringan, Siwon ingat betul alasannya membeli majalah dengan cover depan aktris cantik Lee Yeonwoo itu, hanya karena sebuah tajuk kecil yang menyinggung namanya dan seorang aktor pendatang baru atau mungkin lebih tepat disebut aktor idola, mengingat sang aktor adalah seorang idola. (more…)

Behind The Scene – Scene 1

Title: Behind The Scene
Author: Kim Kangmi
Rating: PG-13
Genre: Romance, Friendship
Main Cast: Bae Hyunsik, Kim Kibum, Choi Siwon, Kim Heechul, Lee Donghae and Jung Jaeyoon
Other Cast: Luxemburg member (Lee Yongsan, Teruki Ryosuke, Han Junji and William Reeves)
Summary: Hyunsik mencoba menawarkan tulisannya pada sebuah percetakan besar tapi malah ditolak sementara Siwon malah menolak tambang emas yang ditawarkan oleh Donghae.
Disclaimer: Saya hanya meminjam nama 4 member Super Junior untuk dijadikan tokoh dalam cerita Saya jadi maklumi apabila OOC, karakter lainnya adalah karakter fiksi buatan Saya. Cerita ini terinspirasi pada tema drama Korea ‘On Air’ tapi tidak sepenuhnya sama karena ini adalah FF Saya.

Senin pagi yang cerah di kota Seoul, tak jauh berbeda dari kota metropolitan dibeberapa negara, Seoul pun sudah penuh sesak dengan berbagai jenis kendaraan dan pejalan kaki, disudut jalan terlihat Bae Hyunsik berjalan dengan langkah cepat sambil sesekali mengunyah ddokboki pengganti sarapannya, tangannya penuh dengan beberapa kertas dan map sementara tas kecil berwarna coklatnya dibiarkan tersampir asal dipundak kanannya.

Sekarang baru saja akan memasuki musim semi tapi rupanya sudah banyak bunga yang tumbuh bermekaran menghiasi sudut jalan ibu kota negeri gingseng tersebut, Hyunsik hanya sesekali meliriknya karena ia sedang sangat terburu-buru, kakinya terhenti saat dirinya sampai disebuah halte. Tak perlu menunggu lama, karena sepertinya Hyunsik pun tahu jadwal keberangkatan bus yang sedang ditunggunya, hanya butuh lima menit bus yang ditunggunya pun datang dan siap membawanya menuju tempat yang ditujuannya.

‘Starlight’ papan nama itu terpampang megah diatap gedung mewah di depannya, mata bulat Hyunsik menatap penuh harap tak lama setelah tangan kirinya yang terkepal terangkat tepat didepan wajahnya, bibir mungilnya sesekali mengucapkan doa dan kata-kata semangat untuk dirinya sendiri. Lagi, kakinya dengan cepat melangkah masuk ke dalam gedung megah itu.

Mwo? Tak bisakah kau pertimbangkan lagi?” paniknya saat seorang pria paruh baya –yang sepertinya adalah bos dikantor tersebut, menolak permintaannya, “Ayo lah Presdir, ini kan cerita yang sangat menarik!” desaknya seraya menyodorkan kembali kertas yang tadi dikembalikan pria paruh baya itu.

“Maaf Nona, ceritamu memang menarik…”

“Nah benarkan apa kataku!” sambar Hyunsik dengan mata berbinar, ada harapan, pikirnya.

Ye, tapi tulisanmu itu masih sangat berantakan untuk diterbitkan!” lanjut pria itu,

“Lho berantakan bagaimana? Aku kan sudah mengetiknya dengan sangat rapi, kalau ada kekurangan huruf dan sebagainya itu bukankah sudah ada pihak penyunting yang akan mengurusnya?” cecar Hyunsik,

Pria itu menarik napas dalam sebelum akhirnya berkata, “Nona, kami tidak bisa menerbitkan ceritamu, kau belajar lah lagi memperbaiki tulisanmu,” Hyunsik memberinya tatapan membunuh, “Aish sudah lah kau cari saja tempat lain!” tampaknya ia sudah mulai kehilangan kesabarannya, tapi Hyunsik tetap saja pada pendiriannya, ia masih saja duduk dan memaksa hingga bos Starlight itu pun memanggil seorang petugas keamanan untuk menyeretnya keluar.

Siwon melempar lembaran sinopsis drama yang baru saja diberikan Donghae sang manajer, ini sudah ketujuh kalinya sejak Siwon menyelesaikan dramanya beberapa hari yang lalu. Siwon memang aktor papan atas yang selalu menarik perhatian dan menjadi incaran para sutradara tapi bukan berarti Siwon selalu ingin membintangi apa yang ditawarkan kepadanya seperti saat ini, saat ia melempar kembali naskah yang ditawarkan kepadanya.

“Yaa kenapa kau melemparnya?” tanya Donghae geram, hampir saja kertas-kertas itu mengenai wajah tampannya kalau saja ia tak buru-buru menghindar.

“Aku kan sudah bilang padamu, aku mau beristirahat!” jawab Siwon cuek, tangannya sibuk memindah channel televisi.

“Mau beristirahat atau tak cocok dengan perannya?” tanya Donghae menyindir.

Siwon mematikan tv-nya, “Aku baru saja menyelesaikan dramaku empat hari yang lalu manajer!” jawabnya sarkastik,

“Kau tahu ini benar-benar tawaran yang bagus!”

“Untukmu? Kau saja yang bermain drama!” (more…)

Behind The Scene – {Prologue+Cast}

Cast:

Bae Hyun-sik (28) penulis tak berpengalaman yang berkali-kali ditolak penerbit, beruntung Hyunsik bertemu dengan Heechul yang tertarik dengan salah satu karya tulisnya.

Kim Kibum (20) leader sekaligus rapper sebuah boyband pendatang baru ‘Luxemburg‘ yang tengah naik daun. Memulai debutnya sebagai aktor disebuah drama bertema keluarga, Kibum berambisi menjadi aktor besar suatu saat nanti.

Choi Siwon (25) aktor yang memulai debutnya sebagai ‘ulzzang’ diumur 13 tahun, membintangi puluhan judul drama, film dan juga musikal, dijuluki raja CF dengan lebih dari 100 CF yang telah dibintangi. Seorang Super Star yang rendah hati dan dicintai begitu banyak fansnya. (more…)

Ige Kyeoreon Anijanha [It's Not Marriage] Part 3

Pagi hari di kediaman keluarga Yoon

“Good morning omo-niiiiim” ^_____^ senyum Hyera lebar sekali pagi ini
“Good morning too Hyera, aigoo sepertinya pagi ini kau sedang good mood ya?” balas Yoomin ibunya Kyeon
“mungkin tadi malam dia bermimpi dinikahi Siwonnya itu jadi pagi ini dia begitu berseri-seri, ah dasar gadis ini” ejek Kyeon membuat Hyera manyun (more…)

RING

Hyera sibuk bolak-balik mencari sesuatu dikamarnya, semua barang yang sekiranya menutupi pandangannya dengan segera disingkirkannya, “Ouch benar-benar hilang..” keluhnya menyadari apa yang dicarinya benar-benar tidak ada.

“Cincin pemberian Siwon hilang?” Hyera terkejut mendengar pertanyaan Kangmi barusan, bagaimana ia tahu sementara seingatnya tak satu pun orang yang diberitahunya, “Aku hanya membacanya dari tweetmu!” lanjut Kangmi seolah menjadi jawaban atas pertanyaannya.

“Bagaimana kau tahu?” tanya Hyera masih bingung,

“Aku hanya melihat satu cincin dijarimu selama satu tahun ini mengenalmu dan setahuku itu pemberian dari Siwon kan, sebagai hadiah peresmian hubungan kalian?”

Hyera mengangguk lemah, “Apa dia akan marah jika tahu cincin itu hilang?”

Kangmi menangkat bahu sebagai jawabannya, “Katakan saja padanya!”

“Ah tidak! Aku tidak akan berani mengatakannya!” gumam Hyera pelan.

-

Siwon terus memperhatikan Hyera, gadis yang setahun belakangan ini menjadi pacarnya itu terlihat aneh hari ini. Tidak biasannya ia tak memakai cincin pemberiannya, “Kurasa dia tak mungkin lupa..” gumamnya pelan.

“Hyung pacarmu itu jangan diperhatikan saja, sana kau dekati dia!” saran Kyuhyun yang asik pacaran dengan PSP-nya, Siwon mengangguk patuh lalu berjalan mendekati Hyera yang duduk disudut ruang latihan Super Junior.

Seperti biasanya para member Super Junior memang sering membawa pacarnya keruang latihan karena susahnya mencari waktu luang ditengah kesibukan mereka.

“Yaa..” Hyera tersentak sementara Siwon tersenyum jahil, “Begitu saja kau sudah kaget!” ejek Siwon.

“Mwo?” tanya Hyera ketus,

Siwon menggeleng cepat, “Kemana cincinmu?” tanyanya santai sembari mengenggak air mineral botolan.

Hyera menelan ludah, “Err…” Hyera sibuk berpikir, ia takut berkata jujur hanya saja berbohong pun bukan ide yang baik.

“Soo-ah kalung yang ada ukiran nama calon anak kita kemana ya?” teriakan Kangmi mengudara memenuhi ruang latihan,

“Mana aku tahu, yang memegang kan kau!” jawab Leeteuk malas-malasan,

“Yaa Hyung kau belum menikah kenapa sudah memikirkan nama calon anak?” tanya Donghae yang sepertinya cemburu kalau kakak kesayangannya kelak diambil orang.

“Eh apa mungkin hilang ya?” tanya Kangmi masih dengan suara lantang,

“Cincinmu.. apa hilang juga?” tanya Siwon hati-hati.

“Ya sudah kalau hilang, itu kan hanya kalung Mi, kalau hilang ya beli lagi saja!” kata Leeteuk menenangkan kekasihnya.

“Iya..” jawab Hyera akhirnya setelah dengan susah payah mengumpulkan keberaniannya, ia berharap Siwon akan mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan Leeteuk.

“Keanapa tidak mengatakannya seja tadi padaku?”

“Mungkin pengaitnya rusak karena sudah lama dan terlalu sering dipakai!”

“Iya makanya lepas!”

“Dan hilang!”

Siwon menarik Hyera keluar darii ruang latihannya,

“Cincin tidak punya pengaitkan?” tanya Siwon tanpa ada nada penuduhan, pria itu bertanya dengan sikap santai seolah tak terjadi apa pun.

“Mungkin karena terlau longgar!” jawab Hyera ragu, Siwon menarik tangannya dan memperhatikan jemari mungil kekasihnya.

“Kurasa jarimu semakin kecil saja!” ejek Siwon, “Sudah lah yang hilang kan hanya cincin!”

“Kau mau menjiplak Hyungmu ya?”

Siwon menyeringai geli, “Sedikit..”

“Huyera-ah.. cincin itu boleh hilang, tapi.. cintamu tak boleh ikut hilang juga ya!”

Hyera terpana mendengar kata-kata Siwn, Hyera tahu betul pacarnya bukan tipe pria penggombal jadi wajar jika ia terpesona dengan sikap romantis Siwon yang sebenarnya jarang sekali ditunjukkannya itu.

-

“Yaa ini apa? Park Cheonsa?”

“Aisshh ini kalungku!” Kangmi merebut kalung putih berbandul hati yang tengah dipegang Heechul,

“Eh tidak jadi hilang ya?” tanya Leeteuk sumringah,

“Kalau hilang sungguhan juga tidak apa kan? Kan kau yang bilang?” tanya Kangmi penuh harap,

“Iya tapi kan sama saja kau menghilangkan uang pemberianku!”

“Mwo? Dasar bebek pelit!” marah Kangmi.

“Benar juga, kau menghilangkan uangku Hyera!” kata Siwon yang baru saja masuk bersama Hyera,

“Siwon!!!”dengan segera Siwon berlari menghindari Hyera yang mengejarnya dengan rasa jengkel.

Dan kini diruang latihan yang tak begitu besar itu ada 2 pasang kekasih yang tengah berkejaran, “Untunglah Nari tak pernah menghilangkan sesuatu!” gumam Shindong.

The End

-.-)a apa dech ini FF, Kak Sha jangan bunuh aku please!!! #memelas

-Kangmi-

Sha.. You Are MINE!!!

Siwon sekali lagi menekan tombol iPodnya demi mendengarkan suara musik gaduh yang memekakan telinganya, Siwon ikut bernyanyi dengan suara pas-pasan miliknya dengan penekanan disetiap kata yang menurutnya cocok dijadikan sindirian untuk seorang gadis cantik yang duduk persis dibelakangnya.

“Yaa bisakah kau pelankan suaramu Choi Siwon? Suaramu itu benar-benar jelek!” gerutu Hyera -gadis yang duduk dibelakangnya.

“Jelek? Suaramu yang jelek! Kalau suaraku jelek tak mungkin aku bisa masuk boyband sekelas Super Junior!” ejek Siwon merasa bangga dengan prestasinya sebagai member sebuah boyband besar dan ternama.

“Cih.. Idol sepertimu kan hanya memanfaatkan wajah tampanmu saja!”

“Kau memujiku tampan? Ternyata kau Siwonest ya!” pekik Siwon senang. (more…)

The Ghost of You Part 12

“Kau harusnya tau kalau semua anggota The Ghost terlahir untuk menjadi iblis mafia!” Jaejong nampaknya makin kesal dengan semboyan sang musuh, ia hampir saja maju menghajar Hyukjae kalau saja tak dihalangi oleh Junsu. Yoochun mendesah seraya tersenyum kecil mendengarnya sementara Yunho hanya diam menatap pria yang duduk persis di depannya.

“Jadi kau menganggap dirimu iblis?”

“Kami memang iblis!” ralat Hyukjae untuk kesekian kalinya sepertinya berada diruangan polisi dengan empat orang polisi yang sedang mengintrogasinya bukan lah hal yang menakutkan untuknya. Sebaliknya sikap santai dan menentanglah yang sejak awal di tunjukannya. (more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,894 other followers