Love Dust : Our First Meeting
Hongdae,South Korea.
14.00 KST
Aku menyeruput secangkir latte hangat yang baru saja disajikan oleh seorang pelayan di Mount Coffe Shop yang berada didaerah Hongdae.Toko kopi ini sering kukunjungi untuk sekedar melepas penat yang menyerangku.Aku merasakan setiap inci aroma latte yang menusuk hidungku dengan perasaan bahagia,aku suka latte bahkan orang-orang sekitarku tahu bahwa aku seorang ‘Maniak Latte’.Dengan perlahan aku menaruh kembali cangkir latte-ku diatas meja bundar berwarna coklat tua.Cangkir latte yang baru saja kutaruh diatas meja merupakan cangkir latte ke-6 hari ini.
Aku memperbaiki syal hitamku yang sedikit berantakan dan membuatku tidak nyaman.Setelah selesai dengan memperbaiki letak syal yang melingkar dileherku,aku memandangi jalanan Hongdae yang dipenuhi butiran-butiran salju dari kaca transparan besar yang tepat berada dihadapanku.Aku sengaja memilih meja yang langsung berhadapan ke jalan agar dapat mengurangi rasa bosanku saat menunggu kedua sahabatku yang tidak tepat waktu.Aku melirik arloji berwarna keemasan yang melingkar manis dipergelangan tangan kiriku dengan kesal,sudah 2 jam aku menunggu tapi batang hidung mereka belum terlihat jua.
Mereka adalah dua orang sahabatku sejak duduk dibangku SMP.Kami sangat dekat,sudah seperti keluarga.Pada dasarnya aku tidak mengerti kenapa kami bisa sangat dekat seperti sekarang,semua berjalan secara alami.Aku mengeluarkan ponsel dari saku mantel biru tuaku kemudian menekan tombol panggilan cepat 4 untuk menghubungi salah satu dari kedua sahabatku.Dari arah pintu toko,aku mendengar bunyi ‘Tiing’ yang menandakan ada orang baru masuk ke toko kopi ini,pandanganku langsung tertuju kearah pintu dan mendapati dua manusia yang tengah berjalan kearahku.Segera aku menekan reject pada ponselku.Mereka yang baru masuk adalah dua orang sahabatku.Aku yakin mereka tengah bertengkar dengan hanya melihat wajah kusut yang sedang mereka perlihatkan padaku dari jauh.
Aku menghembuskan nafas panjang untuk lebih menenangkan diriku.Sebenarnya aku ingin sekali marah pada mereka karena telah membuatku lama menunggu namun aku tidak bisa seperti itu,jika kami bertiga penuh dengan emosi maka komunikasi tidak akan berjalan dengan baik.”Apa kau sudah lama menunggu?”Tanya seorang gadis berparas manis dihadapanku sambil tersenyum lebar yang memperlihatkan deretan gigi-gigi putihnya yang terawat,Ahn Chaerim.Aku memajukan bibirku beberapa senti dan itu membuatnya tertawa.
“Tentu saja!Aku sudah lama menunggu.Hey…2 jam,kau tahu?”aku mendengus kesal setelah mengeluarkan unek-unekku yang tertahan sedari tadi pada Chaerim namun dia hanya tersenyum kemudian duduk disofa yang berada disebelah kananku.
“Maaf…ada beberapa masalah tadi yang harus segera diselesaikan.Yah..aku tahu kau kesal tapi kami sudah disini,ya ‘kan?”
“Ini bukan yang pertama kalinya Ahn Chaerim,kalian berdua memang selalu tidak tepat waktu dalam hal apapun.Aku bosan menunggu kalian tapi ya sudahlah,lupakan saja!”aku mengibaskan tangan kananku tidak peduli.
“Sebenarnya aku bisa datang tepat waktu dan membuatmu tidak menunggu tapi ini semua…”Chaerim terlihat menghembuskan nafas panjang sambil memandang seorang pria berperawakan tinggi dan memiliki kulit putih pucat dengan garang kemudian menunjuk lelaki itu dengan tatapan intens.”Dia..Cho Kyuhyun!!Dia yang salah karena sangat lambat dalam segala hal ditambah dia itu pelupa,sudah seperti kakek yang berusia 70 tahun.Kakekku saja tidak seperti dirinya itu,menyebalkan..”Chaerim melipat kedua tangannya didepan dada dan mengalihkan pandangannya pada jalanan yang terhalang kaca transparan milik toko kopi ini.
“Hey…hey…hey…Seenaknya saja menyalahkanku!”pria yang ditunjuk Chaerim tidak terima dipersalahkan begitu saja oleh nona Ahn itu,Cho Kyuhyun.”Bukannya kau yang salah karena menghilangkan kunci mobilku tadi,huh?”geram Kyuhyun kemudian berjalan kehadapan Chaerim.”Aku menaruh kunci mobilku diatas meja yang berada diruang keluargamu kemudian pergi menuju kamar mandi,kau tahu itukan nona Ahn?”Chaerim memajukan bibirnya beberapa senti dengan tatapan ‘Seenaknya saja kau,Evil Cho’.”Kau bisa jelaskan padaku dan Hyowon,kenapa kunci mobilku bisa berpindah ke dalam lemari pendingin yang berada didapurmu?”
Chaerim menyampirkan poninya yang cukup panjang kebelakang telinga kanannya kemudian merapikan pakaian yang dikenakannya,aku dan Kyuhyun terus memandangnya,menunggu jawaban dan pembelaan dari Chaerim.”Mungkin kunci mobilmu punya kaki…”aku hanya dapat menggelengkan kepalaku dengan ekspresi ‘dasar pembohong’ namun Chaerim balas melotot padaku.Aku beralih pada Kyuhyun yang berdiri sambil menatap Chaerim datar, perlahan aku seperti melihat tanduk kecil berwarna merah keluar dari kepala Kyuhyun,oh well,ini hanya perumpamaanku saja,sebentar lagi Kyuhyun akan ‘meledak’. Continue reading