Ini sedikit cerita yang mampu kutawarkan pada kalian. Agar beberapa dari kalian tahu bahwa waktu itu sangat penting. Sungguh sangat penting. Cobalah untuk tidak menyia-nyiakannya. Karena jika suatu saat kamu menyia-nyiakannya, tentunya rasa sesal akan selamanya menghantui hidupmu .
Author Archives:
Scarecrow . (Kim Bo Ra POV)
Rasanya sudah enggan untukku terus bersamanya. Dari semua panggilan yang dikirimkannya untukku, tak ada satu pun yang bisa aku jawab. Bukannya aku sibuk atau sedang ada urusan. Tapi, aku sudah bosan untuk menjawab semua panggilanmu yang akan merusak pikiranku nantinya. Tentu saja bisa. Kalau kau terus menghubungiku, racunmu itu pasti akan dengan cepat mengalir di aliran darahku yang akan mati beku. Entahlah. Harus dengan sikap apa lagi kutujukan padamu. Berbagai cara dan ide yang kupunya sudah habis. Continue reading
Jakku Nunmuri Nanda . (Kim Ki Bum POV)
Ntah sudah berapa hari komunikasi kami terputus. Padahal aku sangat merindukannya. Aku sangat membutuhkannya. Bahkan , untuk memejamkan mata sejenak saja aku tak mampu . Continue reading
Falling Again ( Full )
( Sebelumnya ini juga sambungan-sambungan dari To be continuenya Sorry Just it yang jaman dulu. Tentang Hyun Ji dan Kibum. Buat yang masih ingat ama cerita dulu, ini cerita juga salah satu bagian-bagian kisah mereka. Buat yang belum baca, kalau mau baca yang sebelumnya, minta ajja ya @QhaaChiBum )
Ini Semua Bukan Salah Kita .
Ini Kisah untukku dan untukmu.
Agar kau tahu.
Kalau rasa keraguanku itu lebih besar dari rasa cintaku.
Yang pada akhirnya akan membuatku menyesal terlalu dalam.
IMPORTANT !!
Good Bye ..
Onnie, Dongsaeng, Chingu ,
Salah satu Author kita ,
yaitu KHEYNIE ,
Sedang mengalami musibah.
Umma-nya meninggal dunia kemarin sore.
Turut berduka.
T_T
TOLONG DIBACA BUAT ADMIN,AUTHOR & READERS !!
Sorry kalo kali ini aku Qa nge-post yang gak penting.
Ada yang tahu Mamanya Khey Onn kenapa ?
Onnie buat status gini ,
Rest in place Omma ah ~ Nan jeongmal saranghaeyo..
Chwesonghamnida jika aku tidak bisa membahagiakanmu….
Gitu kata Onnie .
Apa Mama Onnie kenapa-kenapa ?
Buat yang tahu kabarnya ,
tolong kabari Qa segera ya ..
TOLONG .
GOMAPTA .
Perpisahan kali ini mendewasakanku .
Melihat kepergian dia. Hanya sesaat menikmati waktu bersamanya. Kali ini dia pergi dengan kata pamitan. Tidak seperti dulu, yang langsung meninggalkanku dalam kegalauan. Dalam ketidak tahuan. Tapi, perpisahan kali ini malah membuatku sangat jatuh.
“ Carilah laki-laki lain yang bisa lebih mencintaimu . “ Itu salah satu kalimat yang ia utarakan saat berpamitan denganku.
“ Walaupun kau memilih mati untukku, sesampainya di sana kita juga tidak akan bisa bersama . “ Itu kata-katanya saat aku meminta untuk hidup bersamanya, tapi dia menolak.
“ Mulai saat ini, tolong berhenti untuk terus mencintaiku . “ Itu kata-katanya agar aku bisa melupakan semua kisah yang pernah ada dengannya.
“ Aku tidak ingin meninggalkanmu dengan rasa sakit saja. Seharusnya kau bisa mencerna rasa bahagiamu juga saat lepas denganku. “ Itu juga kalimat yang dia tegaskan padaku. Tapi aku tetap saja tidak bisa.
“ Berjanjilah kau akan merasa bahagia setiap harinya hanya demi aku. Hanya demi aku. “ Pintanya sekali lagi padaku.
“ Selama kau bisa berbesar hati melepas kepergianku, aku pun akan tenang di sana. “ Katanya lagi mengingatkanku. Saat itu aku hanya menunduk. Air mata yang sedari tadi sudah mampu aku bendung dengan kuat, akhirnya tumpah juga. Aku pun menangis sesenggukan. Aku benar-benar tidak bisa lepas darinya.
Satu kata yang bisa aku katakan padanya , “ Aku tidak bisa .. Aku tidak bisa .. “ Hanya kata itu yang terus berulang-ulang aku ucap. Dia menatapku perih. Aku tahu dia juga merasakan sakit yang teramat. Tapi ntah bagaimana bisa dia mampu menutupi rasa sakitnya itu. Itu mencoba kuat. Ia berusaha terlihat tegar di depanku.
“ Jangan membuatku semakin rumit. Tolong .. “ Pintanya lagi waktu itu. Aku benar-benar tidak bisa. Aku tidak bisa.
“ Aku benar-benar tidak bisa. “ Ucapku lagi untuk kesekian kalinya. Spontan di detik itu juga semua kenangan-kenangan saat kami bersama terputar lagi di memori otakku. Semuanya terlalu indah. Aku tidak bisa menghapusnya begitu saja.
“ Aku mohon. Cobalah untuk bisa berbesar hati. “ Pintanya lagi seraya memelukku erat. Aku mendekapnya lebih erat lagi. Kucakarkan jari-jariku di bidang punggungnya yang luas. Aku tidak mau melepaskannya. Aku tahu. Aku tahu dia sedang berusaha terlihat jauh lebih tegar.
Dia melepaskan pelukannya. Aku tidak mau. Aku bersikeras dengan kembali menarik tangannya. Tapi dia mengacuhkannya.
Akhirnya dia membelakangiku. Melangkah satu satu saat mulai meninggalkanku. Aku mengikuti langkahnya. Tapi pada akhirnya aku berhenti juga. Aku tidak bisa terus terlihat bodoh seperti ini. Aku tidak bisa terus terlihat lemah seperti ini. Aku pun coba berdiri tegar menemani punggungnya yang semakin jauh dari hadapanku. Bayangnya tak tampak lagi. Kali ini aku melihatnya pergi dengan cara baik-baik. Sungguh, ntah kenapa aku tidak mampu mengucapkan selamat tinggal padanya. Hanya bisa berharap dia tenang di sana. Dan di sini, aku bisa lebih tegar. Bisa mengiyakan semua pintanya. Semoga saja aku bisa. Aku lakukan ini hanya untukmu. Hanya demi kau , “
Ost.49 Days ..
I Don’t Know .. T_T
It’s Dreaming ..
( Untuk Heo Yi Jae a.k.a Tina yang satu komplek ama gw. Ini titipanmu )
Seharusnya .. Seandainya saja .. Tapi ?? Apa itu semua mampu membuatku jatuh ?
**
Kenapa kau harus pergi dari hidupku lagi ? Bukankah sisa kisah kita saja belum selesai kau perbaiki ? Lalu ? Apa lagi yang ada dipikiranmu ? Kenapa kau pergi lagi Donghae ? Ntah sampai kapan lagi aku mampu berdiri di sini. Untuk tahu apa tujuanmu meninggalkanku untuk kedua kalinya. Kalau memang pada akhirnya kau tidak mencintaiku lagi, tolong lepaskan aku baik-baik. Tolong selesaikan kisah kita seutuhnya. Jangan jadi orang tidak bertanggung jawab seperti ini ! Aku tahu kau seperti apa. Aku tahu kau orang yang bagaimana. Jadi, sampai saat ini aku masih tidak percaya kalau kau bisa meninggalkanku tanpa ada kejelasan. Pasti ada alasannya. Pasti ada latar belakangnya. Pasti. Pasti ada ..
**
“ Bisakah kita bicara sebentar ? “ tanyaku padanya yang sedang meneguk secangkir kopi panas di sebuah cafe yang tidak asing lagi bagiku.
“ Tentang apa ? “ tanyanya dingin. Tak sehangat seperti waktu dulu.
“ Kisah kita. Alasanmu meninggalkanku. Menggantungku seperti ini . Hanya itu yang ingin aku tanyakan. Bisakah kau beri aku kejelasan ? “ tanyaku meronta. Aku hanya ingin jawaban. Tidak lebih.
“ Beri aku waktu sebentar lagi. Ada urusan yang harus aku selesaikan . “ katanya datar seraya meninggalkanku tanpa jawaban yang aku cari. Ia pergi begitu saja. Meninggalkanku dan secangkir kopi yang sama sekali belum tersisa setengah. Kenapa kau seperti itu padaku Donghae ?
**
Temui aku di taman pukul 5 sore nanti. Aku akan menjelaskan semuanya.
**
Masih pukul 4.45 sore. Terlalu cepat kutepati janji itu. Itu juga karena aku yang memang butuh kehadirannya. Butuh jawabannya. Butuh penjelasannya.
Jam sudah menunjukkan pukul 5.15 sore. Tak sedikit banyak kulihat orang yang ada di sini. Terlalu sepi. Apa karena ini hari kerja ? Dan kenapa Donghae belum datang juga ?
**
Saat aku sudah merasa menunggu terlalu lama. Aku beranjak dari bangku taman tersebut. Tapi, selang beberapa detik kemudian ada seseorang yang memelukku dari belakang. Dekapannya hangat sekali. Awalnya aku memberontak, tapi saat melihat cincin yang melingkar pada jari manisnya, aku baru tahu kalau dia adalah Lee Dong Hae. Dan aku hanya diam. Menikmati saat manis yang mungkin tidak akan datang lagi padaku.
“ Jangan tinggalkan aku dalam keadaaan seperti ini Donghae. Aku tidak bisa .. “ pintaku padanya. Dan aku pun mulai terisak. Mulai menahan tangis. Donghae memutar badanku agar dapat berhadapan langsung dengannya. Dan ia kembali memelukku. Erat sekali. Seakan tak mau lepas lagi dari sisiku.
**
“ Dengarkan baik-baik. Dan aku tidak akan mengulangnya. Tolong bantu aku untuk lupakan semua tentang kita. Aku harus pergi dari hidupmu. Aku harus melepaskanmu. Maaf jika aku tidak bisa memilihmu dari pada dia. Sungguh .. Aku tidak bisa. Aku harus mengikuti semua kata orang tua asuhku. Karena, hanya dengan cara ini aku bisa membalas jasa dan budi mereka. “ Jelas Donghae yang spontan saja membuatku jatuh. Membuatku yang pada awalnya sedang berada di langit, jatuh tiba-tiba ke tanah. Sakit rasanya. Sakit sekali.
“ Kenapa ? “ tanyaku lagi.
“ Jangan tanyakan lagi. Aku tidak mau menjelaskan apa pun. Jika kau membenciku itu akan lebih baik . “
“ Aku tidak bisa .. “
“ Tolong .. Paksa dirimu untuk bisa hidup tanpa ada aku lagi . “
“ Lalu aku bagaimana ? “
“ Cari laki-laki lain yang lebih pantas . “
Lengkap sudah semua jawaban yang aku butuhkan. Ia menyuruhku untuk mencari laki-laki lain yang lebih pantas. Ia tidak menyuruhku untuk menunggunya bercerai. Ia tidak memintaku untuk jadi kekasih gelapnya. Dan sudah jelas ia tidak lagi mencintaiku. Sama sekali tidak memiliki perasaan apa pun untukku.
Aku pergi saat hujan mulai turun. Kenapa hujan mendukungku untuk menangis ? Aku tidak mau menangis lagi karenanya. Aku bukan siapa-siapa baginya. Aku hanya seorang gadis kalangan bawah. Aku tidak sederajat dengannya. Tingkatanku tidaklah sama dengannya.
Lama-lama aku bertingkah seperti orang bodoh. Aku berharap Donghae akan menahan kepergianku. Aku berharap Donghae akan berteriak memanggil namaku. Dan aku berharap Donghae akan berteriak sekeras-kerasnya agar tidak meninggalkannya dan berkata akan melakukan apa saja asal aku mau kembali padanya.
Cih ! Itu semua hanya mimpiku semata. Faktanya Donghae hanya duduk diam di sana. Terus menikmati hujan yang terus turun. Tanpa memperdulikan air mataku yang sudah bercampur dengan air hujan. Tidakkah kau bisa melihatku yang saat ini sedang menangis untukmu ?
Usai sudah semuanya ..
**


