C’est La Vie [9/9]

C’est La Vie – Part 9 END

Ketika membaca suatu dongeng dan menemukan kata ‘happily ever after’, hampir semua orang tersenyum senang lalu dengan perasaan bahagia menutup lembaran buku tersebut. Puas dengan akhir yang manis dan membahagiakan. Lalu mereka meninggalkan cerita itu tanpa ingin tahu apa yang terjadi setelahnya. Beyond happily ever after.

Dan kadang manusia, sepintar apapun mereka, tidak menyadari bahwa kehidupan ini seperti jam pasir yang permukaannya berwarna gelap. Butiran butiran cokelat yang kasar itu akan turun dari sisi atas ke sisi bawah dengan perlahan namun pasti, sampai akhirnya butir pasir terakhir jatuh dan menyisakan sisi atas jam itu kosong. Tapi tidak ada yang tahu kapan jam pasir itu benar benar kosong pada satu sisinya karena dindingnya yang tak tertembus cahaya.

Continue reading

Deirdré – part 2

I dont know why I develop the plot of this story longer than I planned. But, please enjoy the drama, people!

p.s. Thank you for KeNamGil for writing Elvie, it gives me most of the idea of this part J

Deirdré – part 2

Dad wouldn’t know, Dad wouldn’t know…” Ia menggumamkan pada dirinya sendiri, berusaha meyakinkan keberanian di dalam dadanya untuk terus maju mengambil permata kecil dalam sebuah kotak kaca di samping singgasana sang ayah. “Dad wouldn’t know, everything will be fine…

Iara tahu apa yang dilakukannya ini melanggar hukum atlantis. Ia telah mengabaikan perintah ayahnya, menggadaikan kesetiaannya pada dunia yang telah memberikannya kehidupan, juga melanggar kewajibannya sebagai putri atlantis yang seharusnya menjaga kesempurnaan permata suci itu. Tapi ia tidak punya pilihan lain… Bayang bayang Dee yang meratap ke permukaan laut setiap kali malam menjemput memberikannya mimpi buruk.

Dad wouldn’t know, Dad doesn’t need to know…

Continue reading

Deirdré – Part 1

Deirdré – Part 1

Matahari sudah kembali keperaduannya dan kini gelapnya malam terbantu oleh cahaya bulan yang bersinar terang. Percikan percikan air laut akibat  aktivitas penghuni air asin itu memantulkan cahaya bulan yang indah.

“Iara…” seorang gadis berambut pirang panjang yang beruntai ikal tampak ragu dengan perjanjian yang baru  saja dilakukannya dengan sang adik, gadis pirang lain yang berambut lurus.

Sang adik tertawa. Lalu ia menyunggingkan senyumnya yang paling ‘menipu’, sebuah senyum yang selalu ia tunjukkan untuk kejenakaannya. “Shh, Dee, everything will be okay as long as you come back in an hour.

Dee menatap sang adik sangsi. “Will this last for an hour?

Don’t you believe me, your cute little sister?” Iara mengedipkan sebelah matanya genit. “If Daddy ever found out, no one have a word. Copy that, Deirdré?

If anything goes wrong, it’s your fault, Iara.” Dengan kalimat terakhir yang disampaikannya pada sang adik, ia menarik nafas panjang dan membuat keputusannya. Ia meminum cairan dalam botol yang tadi diberikan adiknya dan berharap cairan itu bertahan sampai sejam ke depan. Atau akan ada masalah besar yang membuat ayah mereka murka.

Sang adik hanya tertawa. Dee deserves a life to love. Continue reading

A Moment With Fate – Chapter 4

 

A/n: I hope this doesn’t fail that much, hihihi what is Kyuhyun going to do in this chapter? No, I don’t know and I’m not responsible for it lmao enjoy reading!!

 

Chapter 1 -  The Brittle Fate

Chapter 2 -  Sweet Little Things

Chapter 3 -  The Feelings

 

Chapter 4 – Something from The Past

 

 

Allea Park. Etude Beauty House, Kangwon-do, Seoul.

 

Berbekal sebuah carikan kertas lusuh yang ditemukannya di selipan baju Eunryung tadi malam, di satu hari liburnya yang memang cuma ada 1 x 24 jam dalam sebulan, Kyuhyun mengarakan setirnya ke kawasan yang tertulis jelas di kertas itu. Ia tidak ingin membuang waktu dengan berpikir ragu apakah ia akan mencari asal usul gadis yang ditabraknya itu atau tidak. Bagaimanapun hasilnya, Kyuhyun akan memikirkannya nanti. Memikirkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya sama sekali bukan hobi apalagi keahlian magnae Super Junior itu.

 

Dan di sinilah ia kini, di depan sebuah toko kosmetik dan body care, berdiri mematung untuk memastikan masa lalu gadis itu. Kyuhyun sempat berpikir, apa hubungannya gadis itu dengan toko ini. Selama tinggal dengannya, Kyuhyun tidak berpendapat bahwa gadis itu suka dengan make up. Ataukah dia seorang model? Tapi ia terlalu pendek. Mungkin dia salah satu pegawai di sini. Mungkin. Ada banyak hipotesis yang berlarian di otak Kyuhyun, masing masing mencari satu titik kebenaran yang  belum terungkap.

 

Mencoba menjawab pertanyaan yang tidak terverbalkan itu, Kyuhyun mengeratkan mantelnya dan memasang Ray Ban hitamnya sebagai penyamaran lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam toko yang didominasi warna khas perempuan. Ungu, merah muda, dan kuning muda, semua dalam nuansa pastel yang membuat Kyuhyun merasa ia berada di dunia khusus perempuan. Terlalu manis dan sangat-tidak-Kyuhyun. Meskipun menenangkan, Kyuhyun—sebagai pria sejati, tidak merasa nyaman berada di situ terlalu lama.

Continue reading

C’est La Vie [8/9]

a/n UNBETAED-UNEDITED! Beware of misspell, grammar mistake, and plot incoherency!! Hihihi Failure stays fail, and the sweet things must end soon :p  Also beware of the rollercoaster mood here ;) ))) Happy reading!!

C’est La Vie – Chapter 7

 

C’est La Vie – Chapter 8

 

Hyera mematut bayangannya di cermin. Puas. Blus putih dan celana denimnya tampak pas di tubuh petite-nya. Wanita muda itu tersenyum berlenggak lenggok di depan cermin setinggi tubuhnya. Ia menarik sebuah scarf berwarna biru dan melingkarkannya di lehernya. Kini penampilannya sempurna.

 

Ready, miss model?

 

Hyera menengok dan mendapati Dr. Karev, atau ia biasa memanggilnya Alex sedang memperhatikannya dari ambang pintu. Ia tersenyum melihat tingkah Hyera yang berlagak bak model di layar kaca. Ia tampak cantik dengan tubuhnya yang lebih berisi dari pada hari pertama Alex bertemu dengannya dulu.

 

Do I look okay?” Tanya Hyera penuh antisipasi. Ia memutar badannya agar Alex bisa melihat seluruh pakaian yang  dikenakannya.

 

Alex tersenyum seraya memberikan wanita muda itu anggukan setuju. “You look gorgeous, beyond awesome.

 

Sweet talker!” kata Hyera sambil tertawa. Ia menyapukan blush on MAC-nya secara merata setelah menutupi cekungan di bawah matanya dengan concealer yang biasa dipakainya. Ia sudah jauh lebih sehat meskipun wajahnya masih terlalu pucat untuk ukurannya.

Continue reading

BLUELF2 ORDER CLOSED

Nama Eks
Tatya Koesandriani 1
Shafira andini 2
Vivi huang 1
Elisa Priscilla 1
Meiliana Gildauli 1
Indhika Rahmatunisa M 1
Ayu Sri Masmini 1
Mutiara Rizkia Pertiwi 1
WENNI DITA SARI 2
Siska wiganda 1
Her Jingga C.DE 1
estia damayanti 1
APRILIA MAHARANI 1
Rahmat Kurniawan 1
Devita Mayangsari 1
Sitti Nabilah Putri 1
Sri Sabarina Barus 1
Reylah mustika dewa 1
Restyani Daniar 1
Sachana Cattleya Niqie Supriyono 1
shinta bella 1
Nayla Karima 1

BAGI YANG SUDAH MEMBAYAR/KONFIRMASI TAPI NAMANYA BELUM TERCATAT HARAP HUBUNGI 087872039070
BLUELF AKAN MULAI DIDISTRIBUSIKAN DALAM WAKTU SEMINGGU

Admins

Sometimes…

Title: Sometimes…

Author: shalof

Rating: PG

Genre: Drama, Angst, Broken!hyewon

Pairing: Siwon/Hyera LOLOLOLOLOL

Summary:

a/n Because Adele’s Someone Like You is just too hard to ignore :p I wrote this, as crappy as this may be. Idk, i cant write? Lmao.

 

Laki laki  itu duduk dengan gugup di sebuah kursi empuk berlengankan kayu oak tua yang antik. Gesturnya terlihat cemas meski dengan sangat baik ia menutupinya. Diliriknya Rolex shiny yang dengan elegannya melingkar di pergelangan tangan kirinya. Beberapa kali ia membenahi Zegna-nya, berharap merapikan dan menyentuh bahan halus itu dapat mengurangi sedikit kegugupannya. Tapi ternyata tidak.

 

Masih ada sepuluh menit sebelum janji yang sudah dibuatnya minggu lalu. Dan rasanya jantungnya siap keluar kapan saja.

 

Ia mengeluarkan iPhone-nya, menggerakkan jemarinya di atas layar sentuh ponsel canggih itu. Ia membaca lagi sebuah percakapan email yang hampir rutin dilakukannya seminggu terakhir ini. Beberapa email terakhir membuatnya jantungnya kembali berdetak tanpa kendali.

Continue reading

BLUELF FEEDBACK!!!

HI hi hihihi eke balik lagi mau nyampah XDD berhubung mayoritas bluelf sudah sampai ke tangan para pemesan ehem ehem, ceritain dong gimana pendapat kalian tentang bluelf. Covernya baguskah? Ceritanya? Judul favorit kalian? pokoknya nyampah tentang  bluelf deeehhh hihihi bagi bagi cerita sama yang belum beli biar manas manasin /plaaakk/ ahahha

Di post ini juga kalian bisa konfirm kalo sampe minggu depan bluelfnya belom sampee yaa :)

Ato tanya ke 087872039070,   jangan lupa sertain nama sama daerah pengiriman yaa!!

Anw, happy reading, our lovely readers~♥♥♥

Love Me For Everything I am

Title: Love Me For Everything I am

Author: shalof

Rating: PG

Genre: Fail angst, fail fluff =_=

Length: A oneshot worth shit, lol.

Pairing: Siwon/OC [Or, whoever you want.]

A/N: This is a belated birthday fic for Kim Nayoung XD Read longer a/n  below the fic XDD

 

Love Me For Everything I am

Aku menatap jam yang menempel di dinding, 12.07.

Menghela nafas berat, aku memejamkan mata sejenak, meyakinkan diriku sendiri bahwa semuanya akan berjalan seperti yang kuinginkan. Ia akan menelepon, setidaknya, jika ia tidak secara tiba tiba mengetuk pintu apartmentku dan memberikanku sebuket bunga mawar kesukaanku. Tipikal dia. Aku hanya bisa tersenyum membayangkannya.

Namun helaan nafas lain keluar dari mulutku ketika satu  jam berlalu dan gadget tipis yang kutatap dengan erat itu sama sekali tidak bergeming. Tidak ada pesan atau telepon. Imajinasiku seharian ini perlahan lahan memudar.

Dan tepat pada saat jam menunjukkan pukul dua dini hari, bukan rasa kantuk yang membuatku akhirnya menyeret kakiku naik ke atas ranjang dan menarik selimutku sampai sebatas dada, namun rasa kesal. Aku  terlalu ‘terluka’ untuk terus menunggu sesuatu yang kupikir akan datang namun sebenarnya tidak.

I guess this is just not my day, I guess my birthday will be just as plain as any other day. Continue reading