{Snakes On The Plane’s Side Story} Betrayal

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Don’t Go {Side Story: Saki’s POV}

19

Unexpected {Side Story: Sakura’s POV}

20

Seiryuu

Dimana? Dimana? Dimana????!!!!

Aku yakin aku menaruhnya disini. Kenapa sekarang hilang?

Tenang, Ryuu, tenang. Tadi aku menaruhnya disini. Dibalik buku catatan penelitian. Dan aku yakin tak ada seorang pun yang masuk.

Sialan. Itu satu-satunya bukti penting untuk memojokkan kakek Hayate. Kalau benda itu hilang—

“ Ryuu,”

Saki melongok kedalam ruangan.

“ Kenapa kau lama sekali?” tanyanya heran. Awalnya aku ingin mengatakan aku mencari kertas silsilah keluarga Hiragawa, tapi itu sama saja merusak rencanaku. Ku putuskan untuk berbohong.

“ Tidak, aku lupa dimana aku menaruh jaketku tadi,”

Aku harus segera menemukan kertas itu.

Tapi bagaimana jika itu berada di tangan yang salah?

* * *

Continue reading

Snakes On The Plane {20/25}

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Don’t Go {Side Story: Saki POV}

19

Unexpected {Side Story: Sakura POV}

Two bottle of water, please,”

Dengan sigap pramugari itu mengambil dua botol air mineral dan memberikannya pada penumpang tersebut.

“ Oh, thank you,” Penumpang itu membuka satu botol dan meneguknya perlahan. Matanya terpaku pada layar laptop yang kini menampilkan e-mail masuk. Ia buka e-mail itu, alisnya terangkat sebelah ketika ia membaca nama pengirimnya.

Ia menggerutu sambil mengetikkan balasan.

“ Kau selalu saja terlambat memberitahuku, Shin-sama,”

Tangannya terhenti ketika sebuah e-mail lain masuk. Wajahnya memucat setelah ia membuka e-mail itu.

“ Mei Lin?”

Buru-buru ia mengirim balasan. Dalam hati ia bersyukur melihat foto Mei Lin yang dikirim kepadanya. Sekuat tenaga ia menahan haru yang kini memenuhinya.

“ Kau masih hidup, sayangku…. Kau masih hidup,”

* * *

Jenderal Shin menyeringai, tangannya bergerak dengan cepat diatas keyboard laptopnya. Sesekali ia melirik sesosok anak perempuan yang tertidur di sofa ruangannya. Ia berhenti sebentar, mendesah lega sambil memandangi anak itu.

“ Permisi,”

Yun Hee melongokkan kepalanya, mengamati sekitarnya. Jenderal Shin melambaikan tangannya. Akhir-akhir ini ia jauh lebih santai, terutama setelah Yun Hee mengetahui rahasia dirinya dan keluarganya.

“ Anda memanggil?”

Jenderal Shin menunjuk Mei Lin dengan jempolnya, “ Aku yakin dia lebih suka jika kau yang menggendongnya,”

Yun Hee mengangkat Mei Lin perlahan, berusaha tidak membangunkannya. Wajah Mei Lin terlihat damai seolah tak ada peristiwa berbahaya yang terjadi dalam hidupnya. Yun Hee menggigit bibir bawahnya. Ia harus tegar demi Mei Lin.

“ Oh ya, apa kau sudah bertemu dengan Tomomi?” tanya Jenderal Shin melanjutkan mengetik e-mail. Yun Hee menggeleng, “ Anda ingin saya mencarinya?”

Jenderal Shin menekan ‘send’ seraya berpikir sejenak.

“ Tidak perlu. Aku hanya ingin memastikan ia sudah kembali atau belum,”

Yun Hee menatap Jenderal Shin sesaat. Ada rasa canggung yang menyusup di antara mereka sejak Yun Hee tahu Jenderal Shin adalah ayahnya. Ia belum sanggup memanggilnya ‘otoosan’. Pada akhirnya ia hanya bisa berbicara dalam bahasa formal di hadapannya. Bertahun-tahun ia memanggil Jenderal Shin dengan sebutan ‘ahjussi’ dan ‘ojiisan’. Kini, ia harus mengubahnya. Namun memanggilnya ‘otoosan’ tak semudah membalikkan telapak tangan.

“ Nanti aku ingin mengadakan rapat dengan kalian setelah Tomomi kembali. Tolong sampaikan itu pada yang lain,”

Yun Hee membalikkan badan. Ia tak ingin memandang Jenderal Shin terlalu lama.

“ Roger,”

* * *

Continue reading

{Snakes On The Plane’s Side Story} Unexpected

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Don’t Go {Side Story: Saki POV}

19

Sakura

Tindakanku benar kan, Hitoshi?

Setelah berbicara dengannya, aku sedikit lega. Ya, hanya sedikit. Masih ada yang mengganjal, sebenarnya.

Tapi…

“ Sakura,”

Ini bukan waktunya memikirkan hal lain.

“ Semoga berhasil,”

Ada yang lebih penting saat ini.

“ Persiapan selesai. Sistem akan dinyalakan dalam sepuluh detik. 10…9…8…”

Aku harus konsentrasi dalam simulasi ini.

“ 5…4…3…”

Aku siap.

“ 1,”

* * *

Meskipun sudah berkali-kali aku masuk kedalam simulasi, tetap saja ini terasa nyata. Tanah, udara, semuanya terasa nyata. Tapi ada yang lebih nyata.

Target yang harus ku hadapi saat ini.

Simulasi fisik yang pertama bertujuan menguji sejauh mana kemampuan kita bertahan dan mengendalikan diri terutama emosi ketika melawan orang yang paling tidak ingin kita lawan. Dalam pertarungan sebenarnya, melawan kawan sendiri merupakan hal tersulit dan emosi yang muncul sangat menganggu. Untuk itulah, kami harus melatih diri menghadapi kemungkinan itu.

Nah, siapa lawanku hari ini? Saki atau Seiryuu?

Melawan Saki lebih mudah dari Seiryuu. Setidaknya untuk pertarungan tangan kosong. Tapi jika harus memakai senjata, lebih baik aku melawan Saki.

Ugh, apa yang ku pikirkan? Aku tak ingin melawan saudara kembarku sendiri hari ini. Tapi aku juga tak mau kalau sampai Tomomi atau Kanna yang muncul.

Hei…ini aneh.

Kenapa lawanku tak muncul?

TREK

Suara pistol?

Aku segera berbalik, seseorang yang tak terduga muncul. Orang yang tak pernah ku harapkan untuk berada disini.

“ Kau?!”

DOR Continue reading

Snakes On The Plane {19/?}

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Don’t Go {Side Story: Saki POV}

“ Jenderal!!!”

Siwon mendobrak paksa pintu ruang Jenderal Shin. Anehnya, Jenderal Shin tak tampak terkejut mendapati anak buahnya seperti kerasukan setan.

“ Oh, kebetulan sekali. Aku baru saja membuat teh. Tapi aku tak tahu apakah ini cocok dengan lidahmu,”

Siwon tak menggubris. Ia menghampiri meja Jenderal Shin, amarahnya telah mencapai ubun-ubun.

“ Kenapa kau? Apa kau sedang sakit? Aku punya teh herbal untuk itu. Tapi dimana ku simpan daun tehnya?”

Siwon menggertakkan giginya. Jenderal Shin seperti tak menyadari perubahan raut wajah Siwon. Ia sibuk mencari-cari kotak daun teh.

Kesal, Siwon menggebrak meja.

“ Apa yang ada di pikiran Anda, Jenderal?! Kenapa Yun Hee ada dalam daftar personil untuk misi ini? Apa maksudnya??!!!”

Jenderal Shin diam. Ia menaruh kotak daun teh di atas meja. Sorot matanya berubah menjadi tegas namun ia tetap bersikap tenang.

“ Apa itu menganggumu, Choi? Menambahkan satu anggota yang berguna dalam timmu, apakah itu membebanimu?”

Siwon kehilangan kesabaran. Ia tak peduli dengan siapa ia bicara saat ini. Ia hanya tak ingin melibatkan Yun Hee dalam misi ini.

“ Tapi, Jenderal, dia warga sipil! Anda seharusnya melarang warga sipil terlibat aktivitas militer!”

“ Yun Hee bukan warga sipil. Secara teknis, namanya masih tercatat sebagai Wakil Kapten Zodiac. Dan perlu kau ingat, saat dia masih di Training Academy, dia termasuk murid perempuan yang paling pintar. Bahkan dia mengalahkan kandidat utama saat itu. Jadi, tak masuk akal bagiku jika kau mengatakan Yun Hee tak boleh terlibat,”

Siwon terdiam. Ini pertama kalinya ia mendengar kisah Yun Hee saat gadis itu berada di Training Academy. Akan tetapi, masih ada rasa tak terima dalam dirinya. Ia menatap Jenderal Shin dengan mata berkilat penuh amarah.

“ Tetap saja hal itu dilarang, Jenderal!!! Dia saat ini warga sipil, bukan militer!”

“ Kalau kau tetap bersikeras, sebaiknya kau mundur dari misi ini!”

Siwon tercekat. Jenderal Shin tampak serius dengan ucapannya.

“ Aku yang memberi komando dalam misi kali ini, jadi kau harus mematuhi semua perintahku. Jika kau tak bisa menerima keputusanku, ku sarankan kau mundur saja,”

“ Tapi…”

“ Tidak ada kata ‘tapi’. Apa perkataanku kurang jelas?”

Siwon menahan napas. Sudah sejauh ini, mana bisa ia mundur begitu saja? Potongan demi potongan misteri sudah mulai terkumpul. Kini ia hanya perlu menyatukannya.

Tak ada jalan lain.

“ Tidak. Perkataan Anda sangat jelas,”

Siwon membalikkan badan, bergegas keluar tanpa memberi salam. Melihat itu, Jenderal Shin hanya bergumam, “ Dasar anak muda jaman sekarang,”

* * *

Continue reading

Lost

Judul : Lost

Author : Cherry Hee

Cast : ‘Aku’, Choi Siwon (Super Junior)

Genre : bukan romance

Rating : G

Author Note : Pernah dipublish di blog pribadi (http://cherryelf.wordpress.com/) dan di  page Super Junior Fanfiction.

Selamat menikmati n_n

 

Aku mengerang ngilu ketika tetes air mengenai wajahku. Berusaha mengangkat kepalaku yang rasanya berat. Bukan.. aku yakin bukan karena tudung yang menutupi seluruh tubuhku, tapi kepalaku memang terasa berat. Jalan berair yang kulihat seperti berputar.

Tapi aku memaksa tubuhku untuk bergerak dari sana. Dengan kaki belakang sisi kanan yang lebih pendek aku masih bisa berjalan meski terpincang-pincang.

Lalu kuingat-ingat apa yang sudah kuperbuat tadi sampai aku tertidur di taman ini? Dibawah selimut tebal itu.

Continue reading

5 PIECES (For Wedding and The Older Enemies)

Author: Rizky monica intani
Tittle: For wedding and the older enemies
Cast:
Na Eunsoo (OC)
5 Member Super Junior:
-Cho Kyuhyun
-Choi Siwon
-Lee Donghae
-Kim Yesung
-Park Jungsoo
and guest cast
Rating: PG-15
Length: Series
Genre: Fantasy, romance
Note: If you like this fanfiction I hope you give me RCL and support me to the next chapter

WARNING!!!
Tulisan ber-Bold adalah mimpi Eunsoo selama ini
#BOW

5 pieces

 

Eunsoo bangun dengan mata pandanya,ia kerjapkan matanya untuk membiaskan cahaya matahari yang menusuk kedalam retinanya melalui kelopak mata.Wajah Eunsoo terlihat kusut akibat tertidur hanya beberapa jam saja sampai pukul 6 pagi ini.Dia edarkan pandangannya keseluruh penjuru kamar orangtuanya,sudah lama ia tak pernah memasukinya,terhitung sudah 4 bulan terakhir kali ia kesini saat menanyakan sup buatan ibunya di atas meja.
Terlalu lama mereka tak berbicara hangat seperti tahun-tahun lalu,Eunsoo tak ingin berlama-lama hanyut dalam nostalgianya gadis itu memilih keluar dari kamar tersebut dan mau tak mau menuju kamarnya yang errr…kemungkinan masih berantakan karena Han ahjumma belum datang sepagi ini.
Eunsoo menatap kamarnya tak percaya,semuanya sudah beres bahkan alat-alat riasnya,gorden juga tertata rapi.Bagaimana mungkin?apa ini perbuatan Han ahjumma??langkahnya sedikit ragu menapaki seinci demi seinci ubin dingin di bawahnya dengan sandal rumahan keropinya yang hangat,menelisik apakah semuanya benar atau hanya ilusi bangun tidurnya saja

Continue reading

{Snakes On The Plane’s Side Story} Don’t Go

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

*Dikisahkan dari sudut pandang Saki, beberapa saat setelah Sakura mengungkapkan rahasia Jenderal Shin*

Beberapa orang terlihat hilir mudik, sibuk mendiskusikan persiapan simulasi fisik berikutnya. Simulasi fisik selalu sukses mengalihkan perhatian semua orang. Bahkan seluruh tim medis dibuat lebih sibuk dari biasanya.

Simulasi fisik tanpa Roboguard jauh lebih berat dari pada simulasi menggunakan Roboguard. Tubuh dilatih untuk bergerak cepat menghindari serangan Eve. Intinya, simulasi ini untuk bertahan, bukan menyerang.

Besok, aku beserta saudara kembarku akan menjalani simulasi fisik. Lagi-lagi tanpa Hoshi, Kanna dan Tomomi. Aku rindu latihan bersama.

Rasanya aneh, sejak kami pindah kemari, hari-hari kami hanya diisi oleh latihan dan latihan. Tak ada penyelidikan lapangan, tak ada penyusupan jaringan komputer dan lebih parahnya lagi, kami ditekan untuk tak mencolok. Tak boleh memperlihatkan kekuatan kami pada siapapun kecuali anggota Cop Squad yang ditugaskan bersama kami.

Bisa dikatakan, ini merupakan pertama kalinya kami berinteraksi dengan anggota asli Cop Squad. Sebenarnya sama saja seperti di Zodiac,  hanya saja suasananya lebih menegangkan. Kami harus berhati-hati menggunakan kekuatan kami.

Apa yang ditakutkan kakek sampai-sampai ia bersikap seperti itu?

Bahkan sampai membohongi kami tentang identitas Hitoshi. Ada apa sebenarnya dibalik kasus ini?

Aku baru saja ingin berbelok kearah kanan, ketika aku mendapati seseorang tengah duduk di depan pintu ruang rapat.

Sayuri? Apa yang ia lakukan?

Aku ingin menyapanya, namun seseorang menghentikanku. Ia memberikan isyarat gelengan, artinya aku tak boleh menganggunya.

“ Ikut aku,” Continue reading