Snakes On The Plane {22/25}

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Don’t Go {Side Story: Saki POV} 

19

Unexpected {Side Story: Sakura POV}

20

Betrayal {Side Story: Seiryuu POV}

21

Father’s Feeling {Side Story: Shindong POV}

 

Sakura

Tujuh tahun lalu, pertama kali aku bertemu dengannya, aku pikir ia perempuan yang menyenangkan. Meskipun ia terpilih sebagai Kapten, ia tak lantas menyombongkan diri. Ia malah terlihat segan dengan kami, Hiragawa bersaudara.

Empat tahun setelahnya, saat Hitoshi tewas, aku berpikir ia pembunuh. Ia membiarkan Hitoshi terbunuh di hadapannya. Ia menggunakan Hitoshi sebagai tameng.

Tapi semua itu salah.

Ku gigit bibir bawahku, menahan rasa ingin berteriak. Aku muak dengan diriku sendiri. Tiga tahun ku biarkan diriku tenggelam dalam dendam. Sesal kini membasahi jantungku.

Aku membuat Hitoshi sedih. Beberapa kali ia muncul dalam mimpi, raut wajahnya tampak sedih. Ia tak menyahutku ketika aku berteriak memanggilnya. Ia menjauh hingga aku tak mampu meraihnya.

Lamunanku buyar seketika bersamaan dengan gempa yang mendadak muncul. Bukan, ini bukan gempa. Tanah ini memberi sinyal peringatan untukku.

Mungkinkah?

Aku tak tahu siapa, tapi darah dari tatoku ini sudah cukup memberitahuku bahwa ada bahaya disini.

Aku hendak membalikkan Roboguardku ketika bayangan Donghae melintas dalam benakku. Untuk sesaat aku ragu.

Kau jauh lebih aman disini daripada kau bergabung dengan pasukan tempur

Lagi-lagi gempa. Sepertinya aku tak punya pilihan lain.

Maafkan aku, Donghae.

Aku tak bisa memenuhi janjiku padamu.

* * *

Continue reading

BLACK SUGAR

BlackSugarCube

 

BLACK SUGAR

 

Author: Rana Kim

Cast     : Lee Hyukjae
Han Yoora (OC)

Genre  : Fantasy, Romance

Length : Oneshot

Rating : PG-15

also published on my wp: queensarap.wordpress.com

 

Au.’s Note: holaaa ketemu lagi…dulu author pernah juga ngirim ke sini, duluuuu banget.. still remember ff First Love:Last Love? That’s mine… yeah waktu itu masi pake nickname kei_mcsilver… oh ya buat yg nanyain lanjutannya tuh ff bulukan, feel free to visit my wp yah… ada ff lain juga…

Ini ff oneshot author yg kedua… tp gak jamin juga ceritanya bagus apa gak…

Akhir kata, NO BASH NO PLAGIAT & DON’T FORGET TO RCL ya~~

——————————————————————————————————————–

Apa ini?

DEG DEG DEG

Tidak mungkin…

DEG DEG DEG DEG DEG

Oh yang benar saja.

DEG DEG DEG DEG DEG DEG

Aku, tak mungkin. Masa’ aku berdebar-debar? Pada orang itu? Kau pasti bercanda!!

—————————————————————————————————————

Aku mengurut pelipisku meski tak terasa pening. Hauuuh. Lama-lama aku bisa gila!

Coba kau bayangkan! Aku, berdebar-debar hanya karena dia menatapku dengan tajam? Ouh ini tak mungkin terjadi! Orang itu bahkan tak pernah berbicara lebih dari lima kata! Tak pernah membalas sapaan orang lain kecuali hanya membungkukkan badannya! Dia bahkan tidak tampan!! Arrrgh! Bagaimana bisa dia dijuluki ‘Black Sugar’ ? ‘ Terlihat buruk tapi manis dan gurih seperti gula hitam? ‘

Oh God! Ini benar-benar lelucon!

Dan, aku? Bagaimana mungkin jantungku jumpalitan hanya karena melihatnya sekilas? Tak bisa dipercaya!!

Oke. Kukira kalian pasti bertanya-tanya dari tadi. Siapa sih, orang yang kubicarakan? Kenapa aku terus saja menjelek-jelekkan orang itu–meski dia memang jelek betulan? Dan, siapa aku?

Hei. Masa’ kalian tak tahu aku? Kalian bahkan membungkuk dalam-dalam saat aku lewat. Namaku terkenal dan semua orang di Joseon tahu siapa aku.

Nah, sudah tahu?

Apa? Belum?

Kurang ajar! Kalian tak mengenali Tuan Puteri kalian sendiri? Kalian pasti sudah bosan hidup! Continue reading

{Snakes On The Plane’s Side Story} Father’s Feeling

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Don’t Go {Side Story: Saki’s POV}

19

Unexpected {Side Story: Sakura’s POV}

20

Betrayal {Side Story: Seiryuu’s POV}

21

 

1990, Kyushu..

“ Naomi!”

Suara tembakan tadi benar-benar di luar dugaan. Aku tak mengira mereka akan berhasil menembus kekai milik Naomi.

Aku berlari menaiki tangga, melompati beberapa mayat—astaga, sebanyak inikah penyusup yang datang?

Naomi, kumohon tetap selamat.

“ Naomi!”

Pintu kamar Sayuri terbuka, darah tergenang tepat di depannya. Jantungku seolah diremas saat itu juga.

Tidak, jangan malaikat kecilku

“ Naomi!”

Di dalam, Naomi bersimpuh sambil memeluk tubuh Sayuri, sementara Hitoshi tergeletak di sampingnya. Aku menghampirinya, memeriksa keadaan Hitoshi. Jantungnya masih berdetak namun lambat.

“ Donghee…”

Naomi terisak saat memanggilku. Piyamanya berlumuran darah, tapi itu bukan darahnya. Sayuri terkulai lemas dalam pelukannya. Itu artinya—

“ Maafkan aku,”

Aku tak sanggup berkata apapun.

Sayuri, putri kecilku.

“ Tak ada pilihan lain,”

Usai berkata demikian, seberkas cahaya muncul di antara Naomi dan Sayuri. Aku tak perlu berpikir untuk mengingat cahaya apa itu, karena aku sudah pernah melihatnya beberapa kali.

“ Naomi, jangan!”

Naomi menahanku. Ia serius. Tangan kirinya memegang tangan kananku, air mata menggenangi pelupuk matanya.

“ Hanya ini satu-satunya cara, Donghee,”

“ Tapi…”

“ Dengarkan aku,” Naomi mengeratkan pegangannya, “ Jangan beritahu Sayuri ataupun Hitoshi. Dan bawa mereka pergi sejauh mungkin,”

Naomi menatapku, senyum manis terukir di wajahnya. Perlahan, aku mendengar suara tarikan napas. Aku bersiap untuk detik berikutnya.

“ Aku mencintaimu, Donghee,”

Kalimat terakhir yang terucap olehnya sebelum ia jatuh ke pelukanku. Wajahnya tampak bahagia.

Naomi….

“ Aku juga mencintaimu, Naomi,”
Continue reading

One More Chance

aimeeonemorechance

 

Title: One More Chance

Author: Aimee [meialviani/maiaaiko]

Rate: Teen [T]

Genre: Romance | Sad | (little bit) Fantasy

Length: Oneshoot

Cast: Cho Kyuhyun | Park Ji-Yeon [OC] | other…

Warning:

- I don’t hate a silent reader, but please don’t do any plagiarism of my post here.

- I know that my story is so plain, not good, or other, but please dont bash. if you wanna give me a critic, please do that in a good way :)

- If you don’t like the plot or the cast or other please close your tabs because i write what i like :)

thank you so much bboness art for the poster^^ really love it♥

“One More Chance”

A Story By Aimee’s World

Ada sebuah mitos yang mengatakan, bahwa jika pada suatu titik, kau benar-benar memohon pada  para penduduk langit untuk mengabulkan permintaanmu, tidak peduli jika kau harus kehilangan nyawa dari ragamu, maka seorang Cravia akan datang untuk mengabulkannya. Ia akan berbisik padamu dengan lembut, memberikan sebuah penawaran yang hanya bisa diterima oleh orang-orang gila. Dan perlu kau ketahui, bahwa cinta bisa membuatmu gila.

Story begin… Someday in the third season of the year; Autumn.

***

Ji Yeon menggerak-gerakkan kepalanya riang. Kuncir kudanya bergerak ke kanan dan kiri mengikuti arah kepalanya. Daun-daun musim gugur yang jatuh mengenainya tidak pernah benar-benar ia hiraukan. Gadis manis itu duduk di sebuah bangku taman. Bibirnya yang tipis terlihat menggumamkan lirik-lirik lagu yang melintas di kepalanya. Tangannya tergerak untuk membuka sebuah bingkisan berisi hotteok yang baru dibelinya sebelum datang ke taman ini.

“Hai,” sapa seseorang pada gadis itu. Ji Yeon menoleh dan tersenyum dengan ramah, ia mempersilahkan seorang pria berperawakan tinggi itu untuk duduk di sampingnya.

“Kau Ji Yeon, kan?” tanya pria itu.

“Bagaimana kau bisa tahu namaku?” tanya Ji Yeon sambil mengunyah hotteoknya.

“Tentu saja. Aku kekasihmu, bagaimana mungkin aku melupakan namamu,” jawab pria itu dengan santai. Tangannya tergerak untuk menopang kepalanya yang sedang mendongak keatas, memandang langit sore yang penuh dengan semburat jingga.

Ji Yeon terkekeh geli, “mana mungkin kau kekasihku. Aku sama sekali tidak mengenalmu,”

“Kau melupakanku entah mengapa dan aku begitu maklum karena hal itu. Tapi, saat ini aku sedang malas sekali untuk menjelaskan siapa dirimu dan bagaimana latar belakangmu. Jadi bisakah kau diam saja dan percaya padaku?” tanya pria itu. Ji Yeon menggeleng lemah.

“Bagaimana jika seandainya kau adalah orang jahat yang sedang memanfaatkan keadaanku saat ini?” tuding Ji Yeon penuh curiga. Pria itu bergerak maju, menatap manik mata Ji Yeon dengan sungguh-sungguh. Ji Yeon menahan nafasnya, detak jantungnya benar-benar diluar kendali. Gadis itu merasa bahwa ia pernah mencintai pria dihadapannya ini sedalam ia merasakannya sekarang. Ia merasakan sebuah de javu yang membuat kepalanya sedikit pening saat memikirkannya.

“Aku bahkan bisa mendengar detak jantungmu, Ji Yeon-ssi,” goda pria itu. Pipi Ji Yeon bersemu merah, ia mencoba menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Namun, pria itu tak mengijinkannya. Ia menggenggam tangan Ji Yeon dengan begitu erat.

“Masih tak percaya padaku?” tanya pria itu. Ji Yeon menatapnya ragu-ragu. Dengan sekali gerakan, pria dengan senyum yang begitu manis itu mendekap Ji Yeon dengan rapat. Ji Yeon merasa hangat, rasa ini benar-benar membuatnya yakin bahwa ia sedang jatuh cinta pada pria di hadapannya ini. Continue reading

Snakes On The Plane {21/25}

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Don’t Go {Side Story: Saki’s POV}

19

Unexpected {Side Story: Sakura’s POV}

20

Betrayal {Side Story: Seiryuu’s POV}

Semua personil sudah bersiap di hanggar. Bahkan Seiryuu sudah masuk ke dalam kokpit. Saki tampak berbicara dengan Kyuhyun, sementara Sakura berdiri di depan Roboguardnya.

“ Siap?” tanya Sakura ketika aku berdiri di sebelahnya. Aku mengangguk, meski bahuku mendadak kaku. Aku seperti berada dalam mesin waktu.

“ Seperti tiga tahun lalu, ya,”

Ku perhatikan Sakura yang kini melipat kedua tangannya di depan dada dan matanya memandang Roboguard. Sesuatu telah merubahnya. Tapi aku tak tahu apa itu.

“ Tapi sekarang, hanya ada kita berempat,”

Tiga tahun lalu, dua puluh orang melawan empat Eve. Saat ini, empat orang melawan—entahlah, aku tak tahu apa yang ada disana. Terutama markas itu.

“ Hei, apa yang kalian lakukan? Cepat masuk kedalam kokpit!” Seiryuu berteriak dari dalam kokpitnya. Sakura mengedipkan sebelah matanya, bergegas masuk kedalam. Dan aku baru saja memegang tangga ketika Siwon menghampiriku.

Tatapannya membekukanku. Aku paham, ia ingin berbicara denganku namun bukan dengan mulut.

Berjanjilah
Continue reading

Who Are You?

Who Are You?

Author : Farrah Cho (@choKYUlattee)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Han Hyora

Genre : Fantasy, Romance

Rated : Teens

Length : OneShot

Note Author:

Haii~ saya kembali. Dan di ff yg ini saya mencoba membuat ff bergenre fantasi. Dan ff ini murni dari pemikiran saya. Oh iya, terima kasih buat admin yang udah ngepost ff ini. Dan buat semua readers yg udah kasih kritik,saran, itu membantu banget J. So Please Enjoy~ ^^

 

 

 

Summary:

“ Kau siapa? Mengapa kau selalu menghantui pikiranku, beritahu aku”

 

Author POV

 

“Lycanthropes atau WereWolves adalah sebuah kepercayaan tetang adanya manusia yang memiliki kemampuan untuk merubah bentuk menjadi hewan serigala atau makhluk Antropomorfik seperti serigala. Mereka dapat menginfeksi populasi manusia dengan gigitan dan transformasi makhuk itu sering dikaitkan dengan bulan purnama.

Lycanthropes, merupakan makhluk  mitologi yang berasal dari Eropa, akan  tetapi  ia banyak ditemukan di seluruh masyarakat dunia kuno. Bentuk mereka Mereka memiliki kekuatan yang melampaui kekuatan manusia biasa dan indera yang sangat tajam melebihi serigala biasa.

Ketika sedang berusaha kembali ke wujud aslinya dalam bentuk manusia, makhluk ini akan terlihat lemah dan tidak berdaya. Sampai pada abad ke-20 serangan mereka terhadap manusia terjadi secara luas dan dilaporkan telah menjadi penyebab kematian massal di Eropa, sementara di Asia hanya terdapat beberapa kasus tentang penyerangan yang mereka lakukan” Continue reading

Nuguya?

Title       : Nuguya?
Author  : MSA
Genre   : Family, sad, romance, fantasy, mystery
Length  : One shot
Rating   : Teenagers

Casts     :
Lee Dong Hae | Natasha Kim | Lee Sung Min (Donghae’s elder brother) | ‘Unknown’ Yeoja

PS : let’s visit my blog stjatradiningrat.wordpress.com dan di blog ini juga aku publish semua ff buatan aku, termasuk ff ini tapi dengan cast yang berbeda. Tapi, author dan ide cerita tetep punya aku.

 

*Author’s pov

“Hae-ah, maaf aku terlambat” Natasha datang menghampiri Donghae yang sudah lebih dulu duduk di café itu dan duduk dihadapan Donghae, “That’s okay chagi, hanya 15 menit” jawab Donghae sambil tersenyum manis. Natasha hanya meresponnya dengan senyum tipis, ‘Tidak biasanya’ batin Donghae. Namun, ia berusaha untuk tidak menggubrisnya. “Ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu” Natashaa angkat bicara, ia menatap Donghae dengan tatapan yang sulit diartikan, “Go ahead” jawab Donghae, “I guess, kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi Hae-ah, we’re done” ujar Natasha singkat,padat dan jelas. Donghae pun mengerjap, ‘Mwo? Apa katanya barusan? Putus? Andwae!’ batin Donghae, “Kenapa? Apa alasanmu? Apa kesalahanku?” tanya Donghae bingung, jelas sekali ia tidak terima di putuskan secara sepihak seperti ini tanpa alasan, “Ini bukan karena kau Hae-ah, ini bukan kesalahanmu. It’s all over my fault” jawab Natasha, matanya mulai berkaca-kaca, ia berusaha menahan air matanya, “Wae?” tanya Donghae lembut, “Aku mencintai orang lain Hae-ah. Selama ini aku hanya memanfaatkanmu untuk meraih perhatiannya” jelas Natasha dengan air mata mulai membasahi pipinya, “Nugu?” tanya Donghae bingung, “Nickhun, aku mencintainya. So does him as well, jadi, sebaiknya kita berpisah. Mianhamnida untuk perilaku tak menyenangkanku padamu selama ini, aku tahu ini memang menyakitkan. Aku sungguh minta maaf padamu Hae-ah. Jeongmal mianhae. Semoga kau bahagia” ujar Natasha sambil menangis, ia pun meninggalkan Donghae yang terpaku ditempatnya. Donghae pun bangkit dan mengejar Natasha keluar. Ia pun menarik tangan Natasha yang hendak membuka pintu mobil lalu membalikkan tubuh gadis itu agar menghadapnya, “Kau menyukai dirinya dan memanfaatkanku?” tanya Donghae sarkatis, hatinya seperti tersayat-sayat. Sungguh, ia tak pernah ingin menangis hanya karena seorang wanita. Tapi, sekarang? Ia rasanya benar-benar ingin menangis. “Kenapa?! Kenapa kau tidak bilang dari awal kalau kau menyukainya hah?! KENAPA?! Kenapa baru sekarang? Setelah aku benar-benar mencintai dan menyayangimu, kau baru mengatakan hal ini padaku?” tanya Donghae lagi, nada suaranya mulai meninggi. Ia mulai tersulut emosi, matanya yang tajam mulai berkaca-kaca, ekspresi wajahnya berubah sendu, hatinya terluka. “Mianhae” Natasha menunduk karena tidak sanggup membalas tatapan Donghae yang terluka seperti ini, “Mianhae? Kau pikir dengan satu kata itu, cukup membuatku menjadi lebih baik?” Donghae kembali menyerang Natasha dengan kata-kata yang sarkatis. “Tatap aku Natasha” nada bicara Donghae mulai menurun dan berubah lembut, Donghae pun mengangkat dagu Natasha, agar ia bisa bertatapan dengan mata yeoja itu. ‘Tuhan, sungguh aku tak sanggup melihatnya terluka. Maafkan aku Hae-ah’ batin Natasha bersuara. “Maafkan aku Hae-ah” ucap Natasha sambil melepaskan tangan Donghae, lalu masuk kedalam mobilnya dan pergi. Donghae terpaku. Tubuhnya diam seribu bahasa. Bahkan, air matanya sudah tidak bisa ia bendung lagi. Cairan itu lolos begitu saja dari pelupuk matanya. Donghae pun kembali ke dalam café, dan duduk terdiam menatapi cangkir berisi espresso nya yang belum sempat ia minum. Continue reading