Between Devils and Angels – Part 3

Between Devils and Angels

Cast : Han Hye Soon, Cho Kyuhyun, Park Jungsoo a.k.a Leeteuk, Kim Heechul, other all Super Junior’s member

Genre : fantasy , romance , sad , adventure

Lenght : series

Author : mikajoonteuk

Rating : PG 15 (ga ngerti T…T)

Author : mikajoonteuk

gambar ff ini di buat sama admin soomi dari fanfictionloverz.wordpress.com ^O^

Sebelumnya…

Aku tak punya teman, orang tuaku tidak menganggapku, dan para pelayan itu hanya peduli dengan uangku. Lama – kelamaan mataku terasa berat, menuntut untuk minta di pejamkan. Sedetik sebelum saatku tertidur, satu kata melintas di otakku. Kesepian.

Lanjutan Between Devils and Angels

Bab. 2 : Mimpi – Mimpi

*Han Hye Soon*

“Tenang… Aku ada di sini, selalu di sini.. Di sisimu, jadi jangan takut karena aku selalu menjaga dan melindungimu meski nyawa adalah taruhannya. Berbahagialah dengannya, jika kau bahagia maka aku juga bahagia. Aku rela di jadikan tempat pelampiasaan atau tempat bersandar sementara, asal itu yang kau inginkan… Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu..” seseorang mengecup dahiku dengan lembut dan memelukku erat. Namja ini.. Suara ini.. Leeteuk?? Lagi?? Omo, dia memelukku dan mencium keningku sembarangan?? Cari mati dia! Ingin rasanya kutendang dia, kupukul, kusayat, dan kuhabisi karena berani lancang! Tapi entahlah, perasaan untuk marah dan mau membunuhnya menguap begitu saja seiring dengan kehangatan yang kurasakan dalam pelukannya. Ige mwoya??

Tiba – tiba perasaan tertekan dan nafas sedikit menyesakkan muncul. Leeteuk mengendurkan sedikit pelukannya sehingga aku bisa melihat apa yang terjadi. Seorang namja, berdiri di hadapanku dan Leeteuk. Matanya penuh dengan kilatan marah dan… cemburu? Wajahnya tak asing. Dia seperti yang di mimpiku dulu dan artinya… aha! Dia mirip seperti namja asing yang gila di taman tempo hari! Tapi meski perasaan tertekan itu muncul, muncul juga perasaan damai dan hangat yang lebih daripada saat berada di pelukan tadi. Dan melihat namja ini, membuatku merasa bersalah? Aigo aigo, aku kenapa sih??

Namja itu menarik lenganku, memaksaku mengikutinya saat aku sedang melamun. Saat itu aku tersentak dan berniat memberontak tapi kembali terpintas perasaan nyaman yang amat sangat dan rasa bersalah tadi sehingga aku bungkam dan mengikutinya saja. tapi aku teringat Leeteuk. Leeteuk?? Omo, kenapa perasaan bersalah yang baru muncul lagi?? Aku merasa bersalah pada namja asing ini dan pada Leeteuk?? Aku sudah gila! Continue reading

I Need a Time Machine (Prolog – Part 1 of …. Part)

Author : @varenvierlita

Title : I Need a Time Machine (Prolog – Part 1 of …. Part)

Cast : 1. Olivia Claire Dirgantara/ Lim Ha Rin (OC)

2. Choi Si Won

3. Dennis Lieputra (OC)

4. Vanessa Stefani Gultom (OC)

Genre : Romance, Angst, Tragedy

Legth : about 20ish parts :D

 

So.. Annyeong! ^^ Ini FF pertama aku. Niatnya sih bikin novel, cuma belom berani kalo langsung ngirim penerbit gitu ._. Jadi sujuff lah tempat aku nge-share cerita ini hehehe… Karena aku ngincer pengen ngirim FF ke sini, aku mencoba memberanikan diri :D Jujur,cerita ini belom aku publish atau kasih liat siapapun. Mohon kritik dan saran ya. Oh, maaf juga kalau cerita ini lebih ke Indonesia, soalnya Oliv emang mahasiswa dari Indo yang belajar di Korea. Enjoy :* *follow twitterku ya, @varenvierlita mihihi*

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Prolog

Alone in this slightly wide room unlike always

It’s over, guess it’s over

The story that we made went in vain

We fell apart this easily

One mistake, got a one regret

“No one’s perfect”

Even if I tried saying that,

Whatever I do, the wounds can’t heal

 

I’m going to embark on a time machine

If I would be able to go meet you again

I wouldn’t ask for more

Before it becomes a distant fleeting memory

I need a time machine

I need a time machine

 

(Girls’ Generation – Time Machine translation)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Satu

Langit kota Seoul mendung hari ini. Salju mulai menutupi jalanan, membuat oramg-orang menjadi repot saat berjalan di atasnya.

Olivia Claire Dirgantara kembali menyesap cappuccinonya sambil menatap ke arah jalan melalui kaca transparan kafe mungil di pinggir jalan yang sudah ditempatinya semenjak setengah jam belakangan.

Ia memutar kepalanya agar kembali kekedudukannya semula sambil menghembuskan napas perlahan. Tahun ini tahun kedua ia tinggal di Korea Selatan demi menyelesaikan studi kedokterannya. Ia rindu Indonesia dan keluarganya. Sangat.

Seketika, pandangannya jatuh ke layar laptopnya yang dihiasi oleh fotonya dengan seorang laki-laki. Masa lalunya..

Kepala Olivia tiba-tiba terasa penat. Ia menyesa kembali kopi khas Italia itu sambil menghirup aromanya yang selalu menenangkan dengan mata terpejam.

Ketika membuka matanya kembali, ia langsung bertopang dagu dan kembali melihat ke arah luar kafe.

*****

            Choi Si Won berjalan keluar dari restoran tempatnya bekerja dengan tergesa-gesa. Satu jam yang lalu ia menelepon sahabatnya, Olivia dan mengajaknya bertemu di kafe tempat biasa mereka meluangkan waktu bersama. Kebetulan shiftnya sudah selesai.

Ketika sedang bersiap-siap pergi, bosnya, Mr. Shin – pria tambun dengan rambut keriting pemilik restoran- memintanya untuk menambah waktu kerjanya, karena koki yang seharusnya menggantikan Si Won datang terlambat. Si Won tentu tidak bisa menolak. Ia terpaksa membuat Olivia menunggu sebentar atau ia akan kehilangan pekerjaannya.

Si Won melirik jam tangan yang membelit tangan kirinya sekali lagi. Ia sudah telat 45 menit dari waktu yang dijanjikan.

Jalanan yang becek karena salju cair membuat celana panjang dan sneakersnya basah. Ia mendecakkan lidah, menyadari kebodohannya. Harusnya aku memakai boots tadi, gerutunya dalam hati.

Coat coklat panjang miliknya sedikit berkibar akibat hembusan angin musim dingin, yang mau tidak mau membuatnya ikut menggigil juga. Ia merutukki nasib ketika menyadari bahwa tangannya tidak memakai gloves.

Dihembuskannya napas lega ketika akhirnya kafe itu ada di depan mata. Dengan cekatan, ia membuka coat ketika pada akhirnya ia berada di dalam kafe yang hangat karena mesin pemanas ruangan.

Si Won tersenyum ketika melihat Olivia sedang melamun, melihat ke arah jalanan.

“Hai. Lama menunggu?” sapanya ketika sampai di depan meja Olivia.

Olivia menengadahkan kepala melihat siapa yang memanggilnya, lalu tersenyum. “Si Won, hai. Tidak, aku baru datang.”

Si Won mengangkat sebelah alisnya sambil tersenyum lebar. “Geojitmal(bohong). Aku tahu kau bohong.”

Wanita di hadapannya kini tertawa. “Ya, kau lama sekali! Aku sudah disini sejak sejam yang lalu,” kata Olivia sembari menutup laptopnya pelan.

Mianhae(maaf). Si Shin itu memintaku menggantikan koki yang shift setelahku karena ia telat. Aku bisa saja kabur tadi,” ujar Si Won sambil mengangkat bahu. “Kalau aku ingin dipecat.”

Oh, don’t do that!” jawab Olivia. “Aku lebih baik melihatmu datang dengan cengiran karena telat dibanding melihatmu datang dengan wajah menyedihkan karena dipecat.”

Si Won nyengir mendengar ocehan Olivia. “Aku tahu kau akan bicara begitu,” ujarnya sambil menarik kursi di hadapan Olivia lalu duduk di atasnya. “How’s Incheon? Kau baru praktek lapangan bukan?”

“Yap,” kata Olivia. Ucapannya terhenti ketika seorang pelayan membawa 2 piring waffle. “Saya yang coklat. Terima kasih.”

Waffle?” tanya Si Won sambil mengernyitkan dahi ketika sang pelayan menjauh.

Olivia mengangguk, mulai menyantap waffle miliknya. “Strawberry waffle, aku tahu. Makanlah, aku yang bayar.”

Dengan ragu, Si Won mengambil pisau serta garpu dan mulai memotong wafflenya. “Tumben kau yang membeli. Tidak beracun, kan?”

Bercanda, Olivia memukul lengan Si Won. “Tidak!”

Si Won tergelak. “Jadi bagaimana kesanmu terhadap tanah kelahiranku itu?” tanyanya setelah tawanya reda. Ia lalu mulai menyantap waffle di hadapannya.

Incheon? Kota yang nyaman dengan penduduk yang ramah.”

“Oh, tentu saja. Kau bisa melihat contoh warga Incheon dari diri temanmu yang tampan ini,” ujar Si Won sambil mengedipkan sebelah matanya.

Olivia memutar kedua bola matanya. “Ya, ya. Terserah.”

Si Won kembali tertawa.

“Aku ke kasir dulu, oke? Sebentar,” kata Olivia ketika mereka sudah sama-sama menghabiskan waffle masing-masing. “Kau tunggu di luar dulu. 5 menit, aku menyusul.”

*****

 

Si Won melihat wanita yang dicintainya sejak 2 tahun lalu itu berjalan keluar dengan membawa struk pembayaran.

Si Won dan Olivia pertama bertemu ketika mereka sama-sama bekerja paruh waktu di restoran yang sekarang menjadi tempat Si Won bekerja tetap. Saat itu, Olivia hanyalah si orang tropis yang dianggap aneh oleh Si Won. Seiring dengan waktu, perasaan Si Won berubah. Ia sadar bahwa ia mulai menyukai Olivia.

Satu hal membuatnya sulit menarik perhatian gadis itu. Olivia sudah memiliki seorang kekasih di negara asalnya, Indonesia. Ketika Olivia putus, Si Won senang mengetahui bahwa ia memiliki kesempatan untuk merebut hati Olivia. Tapi, kenyataan berkata lain. Olivia masih mencintai laki-laki brengsek yang meninggalkannya demi menikah dengan wanita lain itu. Jadilah, ia dan Ha Rin hanya bersahabat sampai sekarang. Cinta memang rumit, batin Si Won dalam hati.

“Sudah kubayar!”

Seruan Olivia membuat Si Won terkejut. Ia lalu menengok ke arah suara gadis itu. Dilihatnya gadis itu sedang nyengir. “Kita pulang sekarang?”

No! Aku masih harus ke supermarket sebentar. Bahan-bahan makanan di apartemenku sudah habis. Bisa-bisa aku tidak sarapan besok. Kau temani aku sebentar, ya?”

Si Won hanya menatap Olivia datar. “Baiklah. Kau sudah membawa laptopmu?”

Olivia mengangkat tas laptop yang ada di tangan kanannya. “Sudah. Eh, kau tidak marah, kan?”

Si Won menggeleng. Ekspresi wajahnya sudah kembali seperti sedia kala. “Tidak. Ayo, kita berangkat sekarang sebelum hari semakin gelap.”

*****

            “Kau tahu? Kantong plastik ini berat sekali.”

Olivia menengok ke arah Si Won, lalu tertawa melihat laki-laki itu menenteng 2 kantong plastik berisi bahan makanan Olivia. Gadis itu lalu memukul lengan Si Won pelan. “Kau laki-laki. Masa segitu saja tidak kuat?”

“Bukan masalah kuat atau tidaknya, Liv. Ini sih, penyiksaan.”

Olivia lagi-lagi tertawa. “Sebentar lagi kita sampai, Wonnie. Penderitaanmu akan berakhir.”

Si Won menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Sini. Kubantu membawa 1 kantong,” tawar Olivia. Dengan gerakan cepat, ia mengambil kantong plastik yang ada di tangan kanan Si Won. Ia meringis. “Berat ternyata.”

Dengan segera, Olivia menghembuskan napas lega ketika akhirnya mereka sampai di depan pintu kamarnya.

“Kuletakkan di sini saja, ya? Kau bisa membawa masuk kanton-kantong ini sendiri, kan?” tanya Si Won sambil meletakkan kantong belanjaan Olivia di depan pintu kamar gadis itu.

Olivia mengangguk. “Bisa. Gomawo(terima kasih), Wonnie. Annyonghi jumushipsiyo (selamat malam),” kata Olivia. Ia lalu merogoh tas tangannya dan meraih kunci saat Si Won telah meninggalkannya. Ketika akan memasukkan kunci ke dalam lubang di pintu, sebuah amplop coklat menarik perhatiannya. Diraihnya amplop itu lalu dibacanya nama penerima dan pengirim.

To : Olivia Claire Dirgantara

                   The Seoul’s Apartment room 108

                   Seoul, South Korea

            From :   Dennis Lieputra

                         Komp. Pondok Indah Raya J7 no. 18

                        Metro Pondok Indah

                       Jakarta, Indonesia

                                 

            Olivia mematung ketika melihat nama sang pengirim. Dengan gerakan cepat, ia merobek amplop itu. Ia tidak peduli jika ia menyampah di depan pintu kamarnya. Yang diinginkannya saat ini adalah mengetahui isi amplop itu.

Tak lama, ia menemukan sebuah undangan berwarna salem. Ditariknya keluar undangan tersebut dari dalam amplop dan diperhatikannya baik-baik. Undangan pernikahan? Siapa yang menikah? Dennis kah?

Puluhan pertanyaan melintas di benak Olivia. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akhirnya terjawab ketika Olivia membalik undangan tersebut untuk melihat cover depannya.

Ditulis dengan font menyerupai ukiran, terbacalah kedua nama tersebut :

The Wedding

                        Dennis Lieputra & Vanessa Stefani Gultom

                        The Royal Hotel Jakarta, February 15th 2012

*****

To be Continue ^^

 

Between Devils and Angels – Part 2

Between Devils and Angels

 

Cast : Han Hye Soon, Cho Kyuhyun, Park Jungsoo a.k.a Leeteuk, Kim Heechul, other all Super Junior’s member

 

Genre : fantasy , romance , sad , adventure

 

Lenght : series

 

Author : mikajoonteuk

 

Rating : PG 15 (ga ngerti T…T)

 

Author : mikajoonteuk

 

gambar ff ini di buat sama admin soomi dari fanfictionloverz.wordpress.com ^O^

 

Sebelumnya..

 

Aku tersenyum sinis. Kurasa tugasku sudah cukup hari ini. Besok aku akan datang lagi melihat keadaan. Rasanya cukup menarik juga yeoja itu.

 

Lanjutan  Between Devils and Angels

 

Bab. 2 : Mimpi – Mimpi

 

*Han Hye Soon*

 

“Lihat itu Han Hye Soon!”

 

“Han Hye Soon si anak aneh!”

 

“Dasar yeoja sombong!”

 

“Yeoja murahan kau!”

 

BUKKK! Sebuah bola sengaja di hantam dengan keras tepat ke wajahku, aku terjatuh lemas.

 

“Rasakan akibatnya! Bagaimana rasanya?” Continue reading

IF I LOVE YOU MORE…..I’LL KILL YOU ( chapter 2)

 

IF I LOVE YOU MORE…..I’LL KILL YOU

Main cast             :
Choi Siwon
Lee Donghae
You
Lee Hyuk Jae
Length : series
Genre : tragedy, romance
Ost if i love you more – ryeowook SUPER JUNIOR
HYENA POV
“Ahjussi!!!!” aku mengejarnya. Ada apa dengan dia sebenarnya?? Tatapan matanya tadi benar-benar mengerikan, aku berlari mau menyusulnya, “Mau kemana Hyena???” Tanya donghae oppa memegang lenganku.
“Istirahatlah oppa….aku pergi dulu..annyeong…” pikiranku penuh dengan raut muka ahjussi itu saat melihatku tadi. Aku berlari mengejarnya tanpa menoleh pada Donghae oppa lagi.
“Ahjussi!!!!!!!” aku meneriaki punggungnya yg memakai jas warna hitam saat itu. Tapi apa yg dia lakukan?? Tak sedikitpun dia menoleh atau memelankan langkah kakinya agar aku bisa menyamai langkah kakinya yg panjang itu. “Ahjussi!!!!!jamkamanyeo!!!” suaraku serasa akan habis meneriaki punggungnya.
Kupercepat langkahku masih memanggilnya..”Ahjussi jamkaman!!!”aku berhasil berada di sampingnya..”ahjussi…antarkan aku pulang ya??uangku habis…kau tahu kan aku anak sekolahan…ahjussi!!hosh…hosh…ahjussi!!” tiba-tiba dia berbalik mendadak dan badanya hampir saja kutabrak karena terkejut.
“Kau pikir aku supirmu??” Continue reading

Between Devils and Angels – Part 1

 

 

 

Between Devils and Angels

Cast : Han Hye Soon, Cho Kyuhyun, Park Jungsoo a.k.a Leeteuk, Kim Heechul, other all Super Junior’s member

Genre : fantasy , romance , sad , adventure

Lenght : series

Author : mikajoonteuk

Rating : PG 15 (ga ngerti T…T)

Author : mikajoonteuk

gambar ff ini di buat sama admin soomi dari fanfictionloverz.wordpress.com ^O^

Sebelumnya…

‘Ya, kalian! Cepat kemari. Aku duduk di sebelah Hye Soon. Hye Soon daritadi diam tak bergeming’ katakulewat telepati.

‘MWO??’ jawab yang lainnya bersamaan. Continue reading

IF I LOVE YOU MORE…..I’LL KILL YOU CHAPTER 1)

IF I LOVE YOU MORE…..I’LL KILL YOU CHAPTER 1)

 

IF I LOVE YOU MORE…I’LL KILL YOU( CHAPTER 1)
Genre  : romance, sad, tragedy
Lenght : series
Cast     : Lee Donghae
             Choi Siwon
            Kim Hye Na (readers)
            Kang In
Author : Vee
*CHOI SIWON POV*
“Baiklah….saatnya jalan-jalan..”aku mengendorkan dasiku agar lebih nyaman setelah mengantar Tuan Lee Sooo Man bertemu kolega bisnisnya.
Bounce to you bounce to you nega….Hp ku berdering.
“Ne songsaenim??Jigeum?Ne arraseoyo…”kututup telpon dari bosku itu yg bilang kalau ingin dijemput sekarang. Kumasukkan gigi pada mobil dan tiba-tiba…
“CKLEK”…hosh…hosh…hosh…..
Seorang yeoja memakai seragam SMA tiba-tiba masuk dan duduk di mobilku, dari ujung rambut sampai ujung kakinya basah semua..pasti dia kehujanan. Ia cantik tapi sayang dia masih anak ingusan.
“YA!!Noel nuguya?? SIAPA KAU??”tanyaku meneriakinya. Continue reading

Fell Apart – Part 3

Author: helmyshin1 (http://helmymikyung.wordpress.com/)

Main cast: Yesung Super Junior, Park Kyuri Ah, Eunhyuk Super Junior, Aiko Matsuyama

Genre: Romance, Friendship, Hurt/Comfort

Lenght: Sekuel

Rating: PG-15

Summary: Di saat rasa cinta tak juga tumbuh. Walau di pupuk dengan pupuk terbaik dan di siram dengan air paling murni. Benih cinta itu justru berevolusi menjadi kebencian.. yang sangat dalam.

 

 “Ternyata memang sakit..”

“Dengar ya, Park Kyuri Ah, atau siapalah namamu itu. Tidak peduli apa status kita, apa hubungan kita, aku tidak pernah dan tidak akan pernah sudi untuk sedikit pun menyentuhmu, kau mengerti?! Baiklah, selamat malam!!!”

“Kalau saja yeoja ini tidak menyetujui perjodohan kami, sungguh aku tidak akan pernah menikahinya.”

“Oppa..”

“Bisakah sedetik saja tidak menggangguku, hah?! Apa itu hobi barumu?? Kau tidak lihat aku sedang sibuk?! ENYAH KAU!!”

 

Mata Yesung nyaris copot kala melihat perempuan yang mengetuk pintu rumahnya. Tubuh jangkung itu bagai es seketika. Kaku dan beku. Hawa sekitar berubah derastis dalam waktu yang singkat. Mulut Yesung menganga selama beberapa detik. Ia mengucek kedua matanya, berharap bahwa ini bukanlah mimpi di siang bolong seperti biasa.

Continue reading

Regret No End

Regret No end

Author  : Ayuma

Tag         : Cho Kyuhyun, Choi Siwon

Genre   : Romance, Angst

Length : One shoot

Disclaimer:

This is just fanfiction. Kamsahamnida for Reading^^ please leave a comment. Kamsahamnida^^ *bow*

Tuhan..mengapa kau merencanakan semua ini untukku?

Pada awalnya aku sungguh bersyukur sekali kepadamu, menyadari betapa beruntungnya diriku, karena kau telah menurunkan malaikatmu untukku. Malaikat untuk menemani hariku. Senyumannya yang selalu berhasil membuat orang di sekitarnya tersenyum ketika melihat senyumannya. Tawanya yang selalu berhasil membuat orang di sekitarnya tertawa ketika melihat tawanya.

Pelukannya yang selalu berhasil menghilangkan rasa lelah di tubuhku.

Tetapi mengapa kau malah mengambilnya dari pelukanku? Mengapa kau malah mengambilnya dari pelukanku secepat ini?

Mengapa kau tidak memberikan aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku? Mengapa kau tidak memberikan aku kesempatan untuk membahagiakannya? Membuatnya tersenyum lebar. Membuatnya tertawa.

Mengapa kau tidak membiarkannya untuk hidup bahagia bersamaku? Mengapa kau tidak mengijinkan aku untuk mengucapkan janji di hadapanmu bersamanya? Mengapa kau tidak mengijinkan aku untuk membangun sebuah keluarga yang bahagia bersamanya? Menghabiskan hari tua bersamanya.

Mengapa kau mengambilnya ketika aku menyadari kalau aku benar benar mencintainya? Mengapa kau membiarkan semua hal ini terjadi? Mengapa kau tidak mengijinkan aku untuk mengatakan bahwa aku…benar benar mencintainya, sangat mencintainya?

Malam ini, aku memutuskan pergi keluar untuk menghirup udara segar. Ketika aku menyusuri jalan,  seseorang memanggil namaku, “Minrin-ah?”. Aku membalikkan tubuhku “Siwon oppa ?”

Ia menghampiriku “Apa yang sedang kau lakukan disini Minrin? Sudah lama tidak bertemu”. “Aku hanya ingin menghirup udara segar. Kapan kau pulang dari Jepang ? Oppa sendiri ?” tanyaku.

Sudah 1 tahun ini Siwon oppa menetap di Jepang untuk meneruskan pekerjaan appanya dan sekarang ia sudah kembali lagi ke Seoul.
Continue reading

Broken Inside

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Aku sadar bahwa dari awal , hal yang kulakukan terlalu berbahaya , sangat  beresiko dan mungkin bisa menjatuhkan diriku sendiri , tetapi ketika kau merasakan manis yang begitu membuai , entahlah , segalanya terasa  begitu sempurna…

 

Ini kisahku , kebodohanku dan pengharapanku yang terlalu besar ,

 

Patah Hati ,

 

Tak pernah terkira sebelumnya , aku akan jatuh kedalam pelukan kebaikannya ,

 

 Teman , semuanya berawal dari hubungan yang sederhana . Dia datang ketika aku hampir tidak memiliki semangat untuk tertawa, karena merasakan sakitnya cinta yang bertepuk sebelah tangan . Continue reading

I WANNA GIVE YOU A CHILD [Chap.5-END]

I WANNA GIVE YOU A CHILD [Chap.5-END]

FANFIC

Author: noe_puchiiko

Judul : I Wanna Give You A Child [Chap.5-End]

Rating   : PG-15

Genre   : Sad, Angst, Romance

Lenght  : Multichapters

Main Characters: (SuJu) Ryeowook, Cho Junmi (OC) & Ahn Youngri (OC)

Support Character: (SuJu) Heechul & (SuJu) Kyuhyun

A/N : FF ini pernah dipublish di blog pribadi saya : noerulryeominew.wordpress.com. Buat reader yang udah baca FF ini dari prolog sampai ending chapter, GAMSAHAMNIDA *bow*

Ditulis oleh Noe pada 25 September 2010

@@@@@

-Ryeowook’s POV-

Aku berlari menyusuri lorong-lorong di Seoul Hospital. Aissh, Tuhan bagaimana semua ini bisa terjadi?? Junmi kecelakaan sementara Youngri pendarahan dan harus segera melahirkan. Aku melihat seseorang di depan kamar bersalin. Mungkin pria ini yang bernama Heechul. Orang yang menghubungiku untuk segera ke rumah sakit.

“Bagaimana keadaan istriku??” tanyaku panik.

“Apa kau suami Youngri??” tanyanya. Aku mengangguk cepat.

“Dia sedang ada di dalam kamar ini dan bersiap untuk melakukan persalinan,” jawabnya.

“Dia tidak apa-apa, kan??” tanyaku lagi.

Molla. Dokter mengatakan dia pendarahan dan harus segera melahirkan…” jawabnya.

“Lalu bagaimana dengan Junmi??” tanyaku. Continue reading