I Need a Time Machine (Prolog – Part 1 of …. Part)

Author : @varenvierlita

Title : I Need a Time Machine (Prolog – Part 1 of …. Part)

Cast : 1. Olivia Claire Dirgantara/ Lim Ha Rin (OC)

2. Choi Si Won

3. Dennis Lieputra (OC)

4. Vanessa Stefani Gultom (OC)

Genre : Romance, Angst, Tragedy

Legth : about 20ish parts :D

 

So.. Annyeong! ^^ Ini FF pertama aku. Niatnya sih bikin novel, cuma belom berani kalo langsung ngirim penerbit gitu ._. Jadi sujuff lah tempat aku nge-share cerita ini hehehe… Karena aku ngincer pengen ngirim FF ke sini, aku mencoba memberanikan diri :D Jujur,cerita ini belom aku publish atau kasih liat siapapun. Mohon kritik dan saran ya. Oh, maaf juga kalau cerita ini lebih ke Indonesia, soalnya Oliv emang mahasiswa dari Indo yang belajar di Korea. Enjoy :* *follow twitterku ya, @varenvierlita mihihi*

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Prolog

Alone in this slightly wide room unlike always

It’s over, guess it’s over

The story that we made went in vain

We fell apart this easily

One mistake, got a one regret

“No one’s perfect”

Even if I tried saying that,

Whatever I do, the wounds can’t heal

 

I’m going to embark on a time machine

If I would be able to go meet you again

I wouldn’t ask for more

Before it becomes a distant fleeting memory

I need a time machine

I need a time machine

 

(Girls’ Generation – Time Machine translation)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Satu

Langit kota Seoul mendung hari ini. Salju mulai menutupi jalanan, membuat oramg-orang menjadi repot saat berjalan di atasnya.

Olivia Claire Dirgantara kembali menyesap cappuccinonya sambil menatap ke arah jalan melalui kaca transparan kafe mungil di pinggir jalan yang sudah ditempatinya semenjak setengah jam belakangan.

Ia memutar kepalanya agar kembali kekedudukannya semula sambil menghembuskan napas perlahan. Tahun ini tahun kedua ia tinggal di Korea Selatan demi menyelesaikan studi kedokterannya. Ia rindu Indonesia dan keluarganya. Sangat.

Seketika, pandangannya jatuh ke layar laptopnya yang dihiasi oleh fotonya dengan seorang laki-laki. Masa lalunya..

Kepala Olivia tiba-tiba terasa penat. Ia menyesa kembali kopi khas Italia itu sambil menghirup aromanya yang selalu menenangkan dengan mata terpejam.

Ketika membuka matanya kembali, ia langsung bertopang dagu dan kembali melihat ke arah luar kafe.

*****

            Choi Si Won berjalan keluar dari restoran tempatnya bekerja dengan tergesa-gesa. Satu jam yang lalu ia menelepon sahabatnya, Olivia dan mengajaknya bertemu di kafe tempat biasa mereka meluangkan waktu bersama. Kebetulan shiftnya sudah selesai.

Ketika sedang bersiap-siap pergi, bosnya, Mr. Shin – pria tambun dengan rambut keriting pemilik restoran- memintanya untuk menambah waktu kerjanya, karena koki yang seharusnya menggantikan Si Won datang terlambat. Si Won tentu tidak bisa menolak. Ia terpaksa membuat Olivia menunggu sebentar atau ia akan kehilangan pekerjaannya.

Si Won melirik jam tangan yang membelit tangan kirinya sekali lagi. Ia sudah telat 45 menit dari waktu yang dijanjikan.

Jalanan yang becek karena salju cair membuat celana panjang dan sneakersnya basah. Ia mendecakkan lidah, menyadari kebodohannya. Harusnya aku memakai boots tadi, gerutunya dalam hati.

Coat coklat panjang miliknya sedikit berkibar akibat hembusan angin musim dingin, yang mau tidak mau membuatnya ikut menggigil juga. Ia merutukki nasib ketika menyadari bahwa tangannya tidak memakai gloves.

Dihembuskannya napas lega ketika akhirnya kafe itu ada di depan mata. Dengan cekatan, ia membuka coat ketika pada akhirnya ia berada di dalam kafe yang hangat karena mesin pemanas ruangan.

Si Won tersenyum ketika melihat Olivia sedang melamun, melihat ke arah jalanan.

“Hai. Lama menunggu?” sapanya ketika sampai di depan meja Olivia.

Olivia menengadahkan kepala melihat siapa yang memanggilnya, lalu tersenyum. “Si Won, hai. Tidak, aku baru datang.”

Si Won mengangkat sebelah alisnya sambil tersenyum lebar. “Geojitmal(bohong). Aku tahu kau bohong.”

Wanita di hadapannya kini tertawa. “Ya, kau lama sekali! Aku sudah disini sejak sejam yang lalu,” kata Olivia sembari menutup laptopnya pelan.

Mianhae(maaf). Si Shin itu memintaku menggantikan koki yang shift setelahku karena ia telat. Aku bisa saja kabur tadi,” ujar Si Won sambil mengangkat bahu. “Kalau aku ingin dipecat.”

Oh, don’t do that!” jawab Olivia. “Aku lebih baik melihatmu datang dengan cengiran karena telat dibanding melihatmu datang dengan wajah menyedihkan karena dipecat.”

Si Won nyengir mendengar ocehan Olivia. “Aku tahu kau akan bicara begitu,” ujarnya sambil menarik kursi di hadapan Olivia lalu duduk di atasnya. “How’s Incheon? Kau baru praktek lapangan bukan?”

“Yap,” kata Olivia. Ucapannya terhenti ketika seorang pelayan membawa 2 piring waffle. “Saya yang coklat. Terima kasih.”

Waffle?” tanya Si Won sambil mengernyitkan dahi ketika sang pelayan menjauh.

Olivia mengangguk, mulai menyantap waffle miliknya. “Strawberry waffle, aku tahu. Makanlah, aku yang bayar.”

Dengan ragu, Si Won mengambil pisau serta garpu dan mulai memotong wafflenya. “Tumben kau yang membeli. Tidak beracun, kan?”

Bercanda, Olivia memukul lengan Si Won. “Tidak!”

Si Won tergelak. “Jadi bagaimana kesanmu terhadap tanah kelahiranku itu?” tanyanya setelah tawanya reda. Ia lalu mulai menyantap waffle di hadapannya.

Incheon? Kota yang nyaman dengan penduduk yang ramah.”

“Oh, tentu saja. Kau bisa melihat contoh warga Incheon dari diri temanmu yang tampan ini,” ujar Si Won sambil mengedipkan sebelah matanya.

Olivia memutar kedua bola matanya. “Ya, ya. Terserah.”

Si Won kembali tertawa.

“Aku ke kasir dulu, oke? Sebentar,” kata Olivia ketika mereka sudah sama-sama menghabiskan waffle masing-masing. “Kau tunggu di luar dulu. 5 menit, aku menyusul.”

*****

 

Si Won melihat wanita yang dicintainya sejak 2 tahun lalu itu berjalan keluar dengan membawa struk pembayaran.

Si Won dan Olivia pertama bertemu ketika mereka sama-sama bekerja paruh waktu di restoran yang sekarang menjadi tempat Si Won bekerja tetap. Saat itu, Olivia hanyalah si orang tropis yang dianggap aneh oleh Si Won. Seiring dengan waktu, perasaan Si Won berubah. Ia sadar bahwa ia mulai menyukai Olivia.

Satu hal membuatnya sulit menarik perhatian gadis itu. Olivia sudah memiliki seorang kekasih di negara asalnya, Indonesia. Ketika Olivia putus, Si Won senang mengetahui bahwa ia memiliki kesempatan untuk merebut hati Olivia. Tapi, kenyataan berkata lain. Olivia masih mencintai laki-laki brengsek yang meninggalkannya demi menikah dengan wanita lain itu. Jadilah, ia dan Ha Rin hanya bersahabat sampai sekarang. Cinta memang rumit, batin Si Won dalam hati.

“Sudah kubayar!”

Seruan Olivia membuat Si Won terkejut. Ia lalu menengok ke arah suara gadis itu. Dilihatnya gadis itu sedang nyengir. “Kita pulang sekarang?”

No! Aku masih harus ke supermarket sebentar. Bahan-bahan makanan di apartemenku sudah habis. Bisa-bisa aku tidak sarapan besok. Kau temani aku sebentar, ya?”

Si Won hanya menatap Olivia datar. “Baiklah. Kau sudah membawa laptopmu?”

Olivia mengangkat tas laptop yang ada di tangan kanannya. “Sudah. Eh, kau tidak marah, kan?”

Si Won menggeleng. Ekspresi wajahnya sudah kembali seperti sedia kala. “Tidak. Ayo, kita berangkat sekarang sebelum hari semakin gelap.”

*****

            “Kau tahu? Kantong plastik ini berat sekali.”

Olivia menengok ke arah Si Won, lalu tertawa melihat laki-laki itu menenteng 2 kantong plastik berisi bahan makanan Olivia. Gadis itu lalu memukul lengan Si Won pelan. “Kau laki-laki. Masa segitu saja tidak kuat?”

“Bukan masalah kuat atau tidaknya, Liv. Ini sih, penyiksaan.”

Olivia lagi-lagi tertawa. “Sebentar lagi kita sampai, Wonnie. Penderitaanmu akan berakhir.”

Si Won menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Sini. Kubantu membawa 1 kantong,” tawar Olivia. Dengan gerakan cepat, ia mengambil kantong plastik yang ada di tangan kanan Si Won. Ia meringis. “Berat ternyata.”

Dengan segera, Olivia menghembuskan napas lega ketika akhirnya mereka sampai di depan pintu kamarnya.

“Kuletakkan di sini saja, ya? Kau bisa membawa masuk kanton-kantong ini sendiri, kan?” tanya Si Won sambil meletakkan kantong belanjaan Olivia di depan pintu kamar gadis itu.

Olivia mengangguk. “Bisa. Gomawo(terima kasih), Wonnie. Annyonghi jumushipsiyo (selamat malam),” kata Olivia. Ia lalu merogoh tas tangannya dan meraih kunci saat Si Won telah meninggalkannya. Ketika akan memasukkan kunci ke dalam lubang di pintu, sebuah amplop coklat menarik perhatiannya. Diraihnya amplop itu lalu dibacanya nama penerima dan pengirim.

To : Olivia Claire Dirgantara

                   The Seoul’s Apartment room 108

                   Seoul, South Korea

            From :   Dennis Lieputra

                         Komp. Pondok Indah Raya J7 no. 18

                        Metro Pondok Indah

                       Jakarta, Indonesia

                                 

            Olivia mematung ketika melihat nama sang pengirim. Dengan gerakan cepat, ia merobek amplop itu. Ia tidak peduli jika ia menyampah di depan pintu kamarnya. Yang diinginkannya saat ini adalah mengetahui isi amplop itu.

Tak lama, ia menemukan sebuah undangan berwarna salem. Ditariknya keluar undangan tersebut dari dalam amplop dan diperhatikannya baik-baik. Undangan pernikahan? Siapa yang menikah? Dennis kah?

Puluhan pertanyaan melintas di benak Olivia. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akhirnya terjawab ketika Olivia membalik undangan tersebut untuk melihat cover depannya.

Ditulis dengan font menyerupai ukiran, terbacalah kedua nama tersebut :

The Wedding

                        Dennis Lieputra & Vanessa Stefani Gultom

                        The Royal Hotel Jakarta, February 15th 2012

*****

To be Continue ^^

 

IF I LOVE YOU MORE…..I’LL KILL YOU ( chapter 2)

 

IF I LOVE YOU MORE…..I’LL KILL YOU

Main cast             :
Choi Siwon
Lee Donghae
You
Lee Hyuk Jae
Length : series
Genre : tragedy, romance
Ost if i love you more – ryeowook SUPER JUNIOR
HYENA POV
“Ahjussi!!!!” aku mengejarnya. Ada apa dengan dia sebenarnya?? Tatapan matanya tadi benar-benar mengerikan, aku berlari mau menyusulnya, “Mau kemana Hyena???” Tanya donghae oppa memegang lenganku.
“Istirahatlah oppa….aku pergi dulu..annyeong…” pikiranku penuh dengan raut muka ahjussi itu saat melihatku tadi. Aku berlari mengejarnya tanpa menoleh pada Donghae oppa lagi.
“Ahjussi!!!!!!!” aku meneriaki punggungnya yg memakai jas warna hitam saat itu. Tapi apa yg dia lakukan?? Tak sedikitpun dia menoleh atau memelankan langkah kakinya agar aku bisa menyamai langkah kakinya yg panjang itu. “Ahjussi!!!!!jamkamanyeo!!!” suaraku serasa akan habis meneriaki punggungnya.
Kupercepat langkahku masih memanggilnya..”Ahjussi jamkaman!!!”aku berhasil berada di sampingnya..”ahjussi…antarkan aku pulang ya??uangku habis…kau tahu kan aku anak sekolahan…ahjussi!!hosh…hosh…ahjussi!!” tiba-tiba dia berbalik mendadak dan badanya hampir saja kutabrak karena terkejut.
“Kau pikir aku supirmu??” Continue reading

IF I LOVE YOU MORE…..I’LL KILL YOU CHAPTER 1)

IF I LOVE YOU MORE…..I’LL KILL YOU CHAPTER 1)

 

IF I LOVE YOU MORE…I’LL KILL YOU( CHAPTER 1)
Genre  : romance, sad, tragedy
Lenght : series
Cast     : Lee Donghae
             Choi Siwon
            Kim Hye Na (readers)
            Kang In
Author : Vee
*CHOI SIWON POV*
“Baiklah….saatnya jalan-jalan..”aku mengendorkan dasiku agar lebih nyaman setelah mengantar Tuan Lee Sooo Man bertemu kolega bisnisnya.
Bounce to you bounce to you nega….Hp ku berdering.
“Ne songsaenim??Jigeum?Ne arraseoyo…”kututup telpon dari bosku itu yg bilang kalau ingin dijemput sekarang. Kumasukkan gigi pada mobil dan tiba-tiba…
“CKLEK”…hosh…hosh…hosh…..
Seorang yeoja memakai seragam SMA tiba-tiba masuk dan duduk di mobilku, dari ujung rambut sampai ujung kakinya basah semua..pasti dia kehujanan. Ia cantik tapi sayang dia masih anak ingusan.
“YA!!Noel nuguya?? SIAPA KAU??”tanyaku meneriakinya. Continue reading

C’est La Vie [9/9]

C’est La Vie – Part 9 END

Ketika membaca suatu dongeng dan menemukan kata ‘happily ever after’, hampir semua orang tersenyum senang lalu dengan perasaan bahagia menutup lembaran buku tersebut. Puas dengan akhir yang manis dan membahagiakan. Lalu mereka meninggalkan cerita itu tanpa ingin tahu apa yang terjadi setelahnya. Beyond happily ever after.

Dan kadang manusia, sepintar apapun mereka, tidak menyadari bahwa kehidupan ini seperti jam pasir yang permukaannya berwarna gelap. Butiran butiran cokelat yang kasar itu akan turun dari sisi atas ke sisi bawah dengan perlahan namun pasti, sampai akhirnya butir pasir terakhir jatuh dan menyisakan sisi atas jam itu kosong. Tapi tidak ada yang tahu kapan jam pasir itu benar benar kosong pada satu sisinya karena dindingnya yang tak tertembus cahaya.

Continue reading

She’s Gone..

She’s Gone..
Author : stillthirteen13 (imchokyu)
Tags : Lee Hyukjae, Kim Hyera (OC)
Genre : tragedy (gak yakin sih sebenernya), romance
Rating : G
Length : 24 pages

Author POV
Angkuh, ketus, cuek, penyendiri, sok perfect. Sifat-sifatnya itulah yang membuat Kim Hyera disegani oleh teman-temannya. Tapi ada satu orang yang selalu tersenyum bahkan merasa harinya belum lengkap jika belum melihat tatapan sadis milik Kim Hyera. Orang itu adalah Lee Hyuk Jae. Orang yang sudah menyukai Hyera sejak kelas satu hingga sekarang saat mereka sudah kelas tiga.
Jam sudah menunjukan pukul 06.00 dan matahari sudah bersinar ria dengan sangat cerah. Hari ini awal musim gugur, orang-orang mengawali aktivitas mereka dengan senyuman. Menikmati udara segar yang menyelimuti kota Seoul pagi ini. Bagi hampir seluruh orang Korea, musim gugur adalah musim yang paling menyenangkan karena terasa sejuk. Tapi tidak bagi Hyera, semua musim terasa biasa saja. Tidak ada yang special. ‘ Pagi tetap pagi begitu pula dengan siang dan malam. apanya yang berbeda? ‘ begitu pikirnya. Disebuah apartemen yang terletak dilantai tujuh, dua orang kakak beradik sedang menikmati sarapan mereka.
“ wuah, enak sekali sup buatan bibi tetangga sebelah itu!! “ kata Kim Tae hee yang baru saja menghabiskan sup dimangkuknya tanpa tersisa setetes pun. Hyera menatap kakak perempuannya dengan skeptis.
“ kau berlebihan, kak. Sup tetaplah sup, jangan bertingkah seolah kau baru menemukan lautan ditengah gurun pasir. “ Hyera kembali memasukkan sesendok sup kedalam mulutnya. Sedangkan Tae hee memperhatikan adiknya dengan tatapan tak habis pikir.
“ nikmatilah hidup, Hyera. Katakan enak ketika itu memang enak. Kau terlalu kaku, kau tahu? Kau ini masih muda, tapi tidak tahu cara bersenang-senang. Menyedihkan. Apa kau tidak bosan hidup seperti itu? “ Tae hee memajukan wajahnya mendekati wajah adiknya, dilepasnya kuncir Hyera tanpa ijin.
“ sup ini sangat enak. Kau puas? Sekarang kembalikan ikat rambutku. “ kata Hyera dengan wajah dinginnya.
“ aish, kau harus banyak-banyak tersenyum jika kau tidak ingin tua sebelum waktunya. Coba lihat aku, aku sering tersenyum dan hasilnya kulit wajahku masih kencang. Bahkan orang-orang bilang kita ini seumuran padahal aku lima tahun lebih tua darimu. Kau harus berhati-hati, jangan sampai beberapa tahun lagi kau yang dianggap orang sebagai kakakku. Bisa gawat. “ jelas Tae hee sambil menyerahkan kembali kuncir berwarna putih milik adiknya. Dirangkulnya sang adik dari belakang, mencoba memberi kehangatan pada adiknya yang terlihat ‘dingin’.
“ hentikan. Kau membuatku kehilangan selera makan. “
“ cih! Sejak kapan kau punya selera? Semua terlihat sama dimatamu, makan hanya untuk bertahan hidup tanpa menikmati bagaimana rasanya. Hidupmu terlalu datar! “
“ bukankah memang begitu seharusnya? Makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan. Aish, berapa usiamu? Hal sepele seperti itu saja kau tidak tahu. Makanya banyak-banyak baca buku, setelah kau lebih pintar dariku, kau boleh menceramahi tentang cara hidup yang benar padaku. Untuk sekarang ini, kau belum boleh menceramahiku, nilai di ijazahmu saja pas-pasan. “ sahut Hyera dengan ketus. Itu memang sudah jadi kebiasaannya. Kakaknya hanya bisa menghela nafas dan memijat kepalanya yang terasa sakit karena menghadapi adiknya. Continue reading

You Are My Only

Judul: You Are My Only

Writer: @shvla731

Mian readers kalau geje.

 

“Habiskan malam ini bersamaku” perintah Kibum. Tangannya menggenggam erat pergelangan tangan Jieun. Mencegah gadis itu memasuki rumah.

“Masih ada besok oppa, aku janji besok akan menemui oppa.” Jieun melayangkan senyuman termanisnya.

“Sudah tidak ada waktu, Jieun. Sudah tidak ada waktu…” Kibum menatap sendu yeojachingunya itu.

“Aku mohon jangan berkata seolah- olah kau akan meninggalkanku.” mimik Jieun berubah panik. Gadis itu menatap lekat kedua mata namjachingunya.

“Waktuku tinggal malam ini, kita harus memanfaatkannya dengan lebih banyak bersama.” Nada suaranya begitu datar sampai sampai membuat Jieun semakin frustasi dan panik. “Aku benar benar tidak punya banyak waktu Jieun, pergilah bersamaku. Malam ini saja aku mohon, bisa kan? Malam ini saja kita bersama sampai matahari esok terbit.” Kibum terus saja memohon pada Jieun. Hal itu semakin membuat Jieun bingung.
Continue reading

Who Am I {1/?}

Mereka bilang cinta itu buta, kurasa mereka bodoh. Tidak ada cinta buta jika kau bisa melihat dan memilih mana cinta yang sempurna — Han Cheonsa

 

~~~

Donghae membuka pintu coklat yang terbuat dari kayu Brich itu dengan perlahan, mencoba untuk tidak menimbulkan kegaduhan apapun di dalam kamar ini. Dia menatap gadis dengan brown-hair-nya yang masih tertidur pulas dengan tenang, lalu melirik ke arah jarum jam yang melekat di pergelangan tangan kirinya.

Donghae memutuskan untuk bersandar di samping gadis itu menatap wajah gadis itu lekat-lekat dan sedetik kemudian, dia sudah memutuskan untuk tenggelam dalam wajah gadis itu pagi ini. Donghae merasakan gerakan halus dari gadis itu, membuatnya menyunggingkan senyuman memabukanya ketika gadis itu membuka matanya dengan malas. Continue reading

A Love…

Judul: A Love…

Author: Vii-Chan

Genre: Romance, Tragedy

Cast: -Emily Hwang

-Cho Kyuhyun

Apa yang akan kau lakukan jika seluruh waktumu akan berakhir 5 hari dari sekarang?

Pernahkan kau berfikir seperti itu?

Aku sendiri tidak pernah memikirkannya.

Hidupmu begitu nyaman dan sangat indah.

Terlalu indah jika harus berakhir besok.

Tapi aku akan datang mengatakannya padamu. Continue reading